Title : Merupuri

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin (yeoja)

Genre : Fantasy, Romance, Mysteri

Type : Genderswitch

Length : Chapter

Disclaimer : FF ini terinspirasi dari sebuah komik, ide maupun judul semua adalah milik sang komikus Matsuri Hino. Diksi, alur, dan penokohan ulang adalah hasil imajinasi saya.

Warning : mulai dari chapter ini, cerita akan sedikit berbeda dari komik aslinya, jadi bagi yang sudah pernah baca komiknya jangan heran kalau ada perbedaan ya ^^. satu lagi, mungkin nantinya FF ini akan berubah rate menjadi M (kalau jadi). hehe...

Do not copy-paste without my permission! thanks and enjoyed!


Chapter 3 © Queeney

"Kenapa Ia bisa begitu mudah kabur?"

"Yang benar saja, setelah begitu banyak pengawal yang dikerahkan untuk berjaga di depan kamarnya?"

"Kalau sampai dewan kerajaan tahu apa yang tengah terjadi dengan pangeran Kyuhyun, akan menjadi masalah yang besar!"

"Nama kerajaan Daimonia akan tercoreng jika tahu pangeran Heechul mengutuk adiknya sendiri"

.

Suara-suara marah berlomba-lomba memenuhi ruangan tersebut. Sebuah ruangan megah dengan dinding di penuhi goresan-goresan cantik serta batu-batu pualam yang tersebar di setiap sudutnya. Di tengah ruangan tersebut tepatnya di depan pilar tinggi yang terbuat dari emas murni, duduklah seorang namja dengan kharisma kuat terpancar dari setiap jengkal tubuhnya. Namja tersebut tampak beberapa tahun jauh lebih muda daripada umurnya yang sebenarnya. Dan tampan, tentu saja. Matanya memancarkan aura bahaya yang mampu membuat siapa saja menunduk seketika dihadapannya hanya dengan menatapnya saja. Yesung, adalah raja tertinggi di negeri Merupuri. Memegang tampuk kekuasaan dan menjadi orang paling berpengaruh untuk kelangsungan kedamaian di Merupuri. Dengan semua pesona dan wibawa yang memancar darinya, siapa yang tidak akan tunduk dan menyukainya? Namja itu menjadi raja tepat diumurnya yang menginjak 35 tahun, raja termuda dalam sejarah Merupuri. Sangatlah muda, jika mengingat umur setiap warga Merupuri berjalan 3 kali lebih cepat serta 5 kali lebih panjang dari umur manusia biasa.

Yesung berdiri dari duduknya. Namja yang kini telah menginjak usia paruh baya itumengarahkan tatapan matanya yang tajam kepada seluruh orang-orang dalam kerajaan yang ikut serta dalam pertemuan tertutup tersebut. Ruangan seketika sunyi, tidak ada yang berani mengungkapkan sepatah kata pun lagi saat Yesung berjalan menuruni anjungan tinggi singasananya. Namja itu perlahan dengan gerakan anggun, membuka kedua tangannya seolah hendak memeluk seluruh ruangan, "Tenanglah saudara-saudaraku, perdebatan keras tidak akan menyelesaikan semua kekecauan yang tengah terjadi" ujarnya dengan senyum ramah.

Yesung terus berjalan menuju satu-satunya kursi kosong, yaitu kursi yang terletak tepat ditengah meja rapat. Kursi tersebut memang miliknya, tempat Ia duduk jikalau berada pada situasi seperti ini, dimana Ia terpaksa harus turun dari singasananya dan bergabung dengan lingkaran menteri yang saling berdebat menyatakan pendapat.

"Aku mengenal kedua putraku dengan baik. Heechul maupun Kyuhyun. Percayalah, keduanya tidak berada dalam hubungan saling membenci. Jika analisaku tidak salah, dan aku bisa katakan bahwa ini berarti 80% benar, Heechul melakukan ini hanya sebagai candaan belaka dan untuk menghindari upacara kedewasaan yang akan segera dilangsungkan untuknya..." Yesung berhenti sejenak. Ia mengedarkan pandangannya kepada seluruh wajah yang tengah menatapnya intens. Tidak ada yang berani menyela karena mereka dapat merasakan bahwa Yesung masih belum menyelesaikan ucapannya.

"Heechul. Ah... Putra pertamaku itu, dari dulu bisa dibilang memang sedikit memiliki jiwa pemberontak. Dia tidak akan menerima begitu saja keputusan rapat dewan yang telah menetapkan, bahwa pada hari upacara kedewasaanya, Heechul akan dipertemukan dengan wanita yang nanti akan mendampinginya memegang tahta, menggantikan posisiku" Yesung kembali menghentikan penjelasaanya. Kali ini namja itu tampak mengharapkan suara dari salah seorang menteri yang mengelilingi meja rapat. Maka seorang namja bertubuh sedikit kecil daripada yang lain, memberanikan diri mengungkapkan isi pikirannya, "Mungkin aku sedikit lancang paduka, tetapi melihat seberapa serius hal yang saat ini terjadi, bukankah kita seharusnya memberitahukan hal ini pada dewan kerajaan? Jika rakyat tahu pangeran Kyuhyun akan menjadi besar saat gelap, itu akan mengakibatkan keresahan dan kerajaan akan dikecam tidak bisa mendidik kedua pangeran dengan baik" Yesung mengangkat kedua tangannya dan melipatnya tepat di depan dagunya dan kemudian mengarahkan tatapanya intesn pada namja yang baru saja memberikan pendapatnya tersebut.

"Maaf, jika aku boleh memberi komentar? Dari apa yang aku lihat, memberitahu dewan kerajaan atas semua yang terjadi bukanlah pilihan yang tepat untuk solusi masalah ini. Kita jelas mengetahui bahwa Dewan kerajaan sedikit sensitif jika menyangkut masalah internal Daimonia, mengingat sebagian besar dari para pemimpin yang duduk di singasana teratas adalah mereka yang berasal dari kerjaan Asther. Aku yakin, setiap orang dalam ruangan ini paham dengan apa yang aku maksud. Memberitahu mereka sama saja dengan memberi alasan kepada mereka untuk memandang rendah Daimonia. Mereka pasti akan mengungkit kembali mengenai apa yang seharusnya menjadi hak mereka, padahal hal tersebut seutuhnya bukan karena Daimonia. Menurutku, akan lebih baik jika kita memusatkan diri untuk melakukan pencarian terhadap pangeran Heechul dan berusaha sebaik mungkin untuk menutupinya dari penglihatan para dewan. Jika kita telah berhasil mengembalikan pangeran Heechul ke Istana, kita bisa memberikan pengertian padanya secara baik-baik dan bukan hal yang tidak mungkin, masalah kutukan pada tubuh pangeran Kyuhyun akan teratasi dengan mudah" seorang namja lain dalam ruangan itu berkomentar. Namja itu berbadan tegap serta berpenampilan lebih normal dari pada yang seharusnya. Ia tampak tidak menggunakan jubah sutra apapun dibalik pakaian besinya. Jelas sekali, posisi namja itu pastilah sebagai menteri pertahanan, mengingat Ia mengikuti rapat tersebut dengan pakaian kebesarannya yang berat dan tampak mengancam.

"Aku setuju dengan gagasan Kangin-ssi paduka. Jika menilik dengan seksama, gagasan terbagus saat ini memang adalah menemukan pangeran Heechul. Apalagi, kitab mantra suci yang dibawanya, harus segera dikembalikan ke tempatnya semula sebelum dewan curiga" kali ini seorang namja yang duduk tepat disamping Yesung lah yang berbicara. Ia terlihat sangat berpendidikan dengan senyumnya yang berwibawa.

Yesung meneliti ke sekeliling meja rapat, kalau-kalau ada yang hendak mengutarakan pendapatnya lagi. Tapi, ruangan itu kembali sunyi dan dari wajah-wajah dihadapannya, Yesung dapat mengambil kesimpulan bahwa mereka telah sama-sama menyetujui satu solusi.

"Baiklah, kalau begitu aku akan meminta dengan hormat kepada kalian semua untuk melakukan pencarian terhadap putra tertuaku, yang saat ini mungkin saja tengah merencanakan bentuk pemberontakan yang lain untuk mengungkapkan rasa frustasinya terhadap takdir beratnya yang menanti. Aku siap menunggu laporan setiap saat untuk kemajuan hal ini. Aku rasa cukup untuk rapat kita yang panjang dan melelahkan ini. Hidangan makan malam akan siap dalam beberap jam lagi dan aku secara pribadi mengundang semua yang hadir disini untuk menghadiri makan malam penuh khidmat bersamaku dan permaisuri, serta pangeran Kyuhyun yang sebentar lagi akan aku utus kembali meninggalkan istana untuk mendapatkan pelajaran lebih nyata mengenai hal-hal sepele tapi penting untuk kelangsungan kerajaan Daimonia ke depannya".


...


Sungmin menatap datar pada balon sapphire blue yang diikatkannya pada kursi dihadapannya. Balon itu sudah menciut banyak dari saat Sungmin mendapatkannya tentu saja. Yeoja itu kembali terbayang saat Kyuhyun memberikan balon itu padanya. "Ah... anak itu, kenapa bisa terlihat sekeren itu saat memberikan balon ini?" ujar Sungmin pelan sembari menghela nafas dengan kuat.

Pagi ini, yeoja itu terbangun lebih lambat dari biasanya. Semalam tidurnya terasa tidak enak, Ia jadi merasa kesepian sekali sejak Kyuhyun kembali ke Merupuri, padahal itu sudah 3 hari. Sebenarnya Ia sedikit kesal saat ini. Ia merasa dipermainkan oleh pangeran cilik dari negeri sihir itu. Tapi walaupun begitu, tidak dipungkiri, Sungmin seperti punya kebiasaan tambahan setiap harinya. Yeoja itu jadi suka membuat nasi omelet, bahkan seingatnya dari kemarin Ia hanya memakan makanan itu saja. Lebi parah lagi, Ia jadi suka duduk di depan televisi, menantikan penayangan serial Bika Ranger. Dibandingkan saat Ia sendirian dulu, kini Sungmin jauh merasa lebih kesepian. Mungkin salahnya juga karena merasa terbiasa dengan kehadiran Kyuhyun yang tidak pernah membuat hidupnya tenang. Bagaimana mungkin bocah itu belum datang-datang juga? Batin Sungmin frustasi.

Bunyi alarm dari jam yang tertempel di dinding ruang tengah, menyadarkan Sungmin. Yeoja itu mengalihkan pandangannya ke arah jam tersebut. Pukul 10.00. Jika tadi Sungmin memberanikan diri berangkat ke sekolah, mungkin sekarang Ia akan berada di tempat favoritnya yang biasa, di bawah salah satu pohon rindang di sekolah yang terletak tepat mengarah ke lapangan basket. Kebiasaanya selama ini di tempat itu adalah memerhatikan seorang namja bernama Siwon yang menjabat sebagai ketua di kelasnya. Namja bermarga Choi itu adalah satu-satunya namja yang tengah menarik perhatiannya saat ini. Namja itu sangat ramah, dan tentu saja merupakan namja idaman untuk seorang yeoja seperti Sungmin, yang mengidamkan sebuah pernikahan dengan jodoh baik yang ditakdirkan untuknya.

"Hmm... Kyuhyun juga tidak kalah tampan dengan Siwon, walaupun sedikit menyebalkan" Sungmin berucap tanpa sadar. Yeoja itu termenung lama sebelum akhirnya memukul kepalanya dengan keras dan tiba-tiba. Tampaknya Ia baru saja merutuki kebodohannya.


...


"Nuna! Aku datang!"

Sebuah terikan keras terdengar berasal dari kamar Sungmin. Yeoja itu menoleh kaget ke arah sumber suara. Kyuhyun. Batinnya kemudian berlari dan hendak membuka pintu kamarnya dengan cepat, tepat saat Kyuhyun juga memutar hendel pintu dengan kuat. Sungmin kehilangan keseimbangannya, dengan telak Ia jatuh menimpa Kyuhyun, membuat namja itu oleng dan jatuh seketika di atas tempat tidur Sungmin.

"KYAA! KYU! TUBUHMU?" pekik Sungmin sesaat setelah matanya terbiasa dalam suasana kamar yang gelap. Kyuhyun terlihat mengelus puncak kepalanya yang pening akibat tubrukan badan Sungmin yang tiba-tiba.

"Kau kenapa masih besar saja?" lagi-lagi Sungmin bertanya, tidak memperdulikan ringisan Kyuhyun yang berusaha bangun dari tidurnya karena yoeja itu masih tetap berada di atas tubuh Kyuhyun. "Nuna! Lututku sakit kau himpit begitu! biarkan aku duduk dulu" sungut Kyuhyun akhirnya saat mendapati sinyal bahwa Sungmin tidak akan beranjak sebelum namja itu menyadarkan dimana posisinya berada saat ini.

Sungmin seketika salah tingkah, Ia turun dari atas badan Kyuhyun dan berdiri dihadapan namja itu dengan berkecak pinggang. Ia mengamati Kyuhyun dengan seksama, walaupun enggan, tapi Sungmin harus mengakui bahwa namja dihadapannya itu benar-benar tampan. Ini pertama kalinya Sungmin melihat Kyuhyun dalam tubuh dewasanya, memakai pakaian kerajaan yang hanya pernah dilihatnya saat Ia pertama kali bertemu Kyuhyun. Pakaian kerajaan yang terlihat elegan dan sangat ribet itu seolah meningkatkan pesona Kyuhyun dua kali lipat lebih dari pada biasanya, dan ini bukanlah hal yang bagus mengingat Sungmin kini harus merasakan sedikit sesak memenuhi dadanya.

"Nah, aku kembali bukan?" setelah beberapa saat berlalu, Kyuhyun berbicara. Ia menggapai tangan Sungmin dan mengentakan tubuh yeoja itu sedikit kearah ke depan, memeluknyaitu tiba-tiba. Sontak ini membuat Sungmin kelabakan, Ia berusaha melepaskan tangan Kyuhyun yang melingkar di punggungnya. "Aku kangen nuna... biarkan aku memelukmu" ucap Kyuhyun pelan sembari menyandarkan dagunya di atas pundak Sungmin.

Beberapa menit berlalu dengan mereka masih berada di posisi yang sama. Sungmin sudah nyaris tersedak dengan nafasnya sendiri. Ia berusaha keras sedari tadi untuk mengingatkan dirinya bahwa Kyuhyun yang sekarang tengah memeluknya adalah bocah 7 tahun yang akhir-akhir ini membuat kekacauan di hidupnya yang damai. Untuk namja sepantarannya, tentu saja normal berpelukan seperti ini, Sungmin mendesah dalam hati.

"Ah... benar juga, yang menyuruh kau datang lagi itu 'kan aku" ujar Sungmin. Tangannya perlahan terangkat dan balas memeluk tubuh Kyuhyun. Ia tersenyum kecil mengingat betapa rindunya Ia pada kehebohan yang dibuat namja ini.

"Jadi, kenapa tubuhmu masih bereaksi dalam gelap? Bukankah kakakmu itu sudah berhasil ditangkap?" Sungmin berjalan menghidupkan lampu kamarnya setelah adegan sedikit intim untuk hubungan saling kenal yang baru berjalan 1 minggu itu selesai. Kyuhyun melipat kakinya menaiki tempat tidur, mengarahkan tubuhnya menghadap Sungmin, "Heechul hyung sudah keburu kabur saat aku kembali ke Daimonia, dan tidak ada satupun yang bisa menghilangkan kutukan ditubuhku termasuk ayah karena kutukan ini ternyata berasal dari kitab suci, yang berarti hanya bisa dihilangkan dengan mantra pembalik yang ada di kitab tersebut" jelas Kyuhyun sembari menopang dagu. Ntah kenapa Sungmin merasa, tatapan Kyuhyun sedikit berubah dari yang sebelumnya. Ia tampak sedikit lebih dewasa, dan fakta ini membuat Sungmin makin resah dengan detakan jantungnya yang menjadi sedikit tidak normal.

"Kau tidak menanyakan kenapa aku kembali?" Kyuhyun balik bertanya, masih dengan tatapannya yang intens. Kening Sungmin berkerut bingung, "Untuk berkunjung bukan?" jawab Sungmin, kendatipun merasa tidak yakin. Untuk pertama kalinya hari itu, Kyuhyun terkekeh pelan. Ia mengangkat tangannya dan perlahan mengacak rambut Sungmin, membuat yeoja itu tertegun.

"YA! Apa yang kau lakukan? Aishh..." protes Sungmin sesaat tersadar dari keterkejutannya. Ia menepis tangan Kyuhyun pelan tanpa membalas tatapan namja itu. Kyuhyun kembali terkekeh, ntah apa yang membuatnya merasa geli.

"Aku akan tinggal disini sementara" ucapan singkat Kyuhyun seketika membuat Sungmin kembali mengalihkan tatapannya dengan cepat kearah namja itu. Mata Sungmin membulat, "Wae?" tanyanya tidak jelas harus merasa senang atau bagaimana.

"Sudah jelas bukan? Tentu saja karena Heenim belum tertangkap, dan kerajaan yakin bahwa Heenim akan melakukan keisengan lain jika Ia kembali bertemu pangeran Kyu, untuk itu pangeran Kyu sementara waktu akan bersembunyi di dunia manusia" sebuah suara lain di dalam ruangan tersebut menjawab pertanyaan Sungmin. Yeoja itu beralih menatap sisi sebelah kirinya. Seperti yang Ia duga, Leeteuk kini telah bergabung di dalam kamarnya. Tampaknya namja cantik yang ntah Sungmin sukai atau tidak itu, gemar sekali muncul tiba-tiba dan menganggetkan Sungmin.

"Hm... Heenim itu siapa?" tanya Sungmin lugu sesaat setelah Ia dapat mencerna penjelasan Leeteuk. "Heenim itu panggilan Leeteuk hyung pada Heechul hyung, nuna..." jelas Kyuhyun singkat, diikuti anggukan kecil oleh Sungmin.

"Matta! Mengenai kutukan itu, jika aku ingat-ingat lagi penjelasanmu waktu itu Leeteuk oppa... astaga! aku jadi sedikit bingung. Bukankah kau bilang bahwa kutukan di tubuh Kyuhyun itu bisa hilang dengan 'ciuman sang gadis' yang melegenda? Nah, aku sudah melakukannya dan Kyuhyun sudah kembali ke tubuhnya semula saat Ia pulang ke Merupuri, lalu kenapa sekarang Ia kembali ke wujud dewasa saat terkena gelap?" kali ini Sungmin hanya menatap dalam pada Leeteuk yang membalasnya dengan tenang. "Ah... mengenai itu, apa aku tidak bilang kalau itu sifatnya hanya sebagai penangkal sederhana saja? yah, semacam pembalik kutukan sementara, bukan permanen" ujar Leeteuk enteng, tidak terusik oleh wajah Sungmin yang kini benar-benar melongo hebat. Agaknya, Ia merasa tertipu. Kalau memang seperti itu, lalu untuk apa Ia susah-susah memberikan ciumannya pada Kyuhyun?

"Tentu saja itu karena pangeran Kyuhyun membutuhkan kekuatan sihirnya yang hanya bisa berjalan normal ketika berada dalam tubuh yang sebenarnya" ujar Leeteuk seolah menjawab sebuah pertanyaan yang dilontarkan padanya. "YA! Kau... kau... apa kau bisa membaca pikiran orang lain?" tanya Sungmin sontak merasa ngeri dengan namja yang kini tampak khusuk mengamati jemarinya tersebut. Kyuhyun menoleh pada Leeteuk, menatap namja itu dengan tatapan tidak suka, "Itu tidak sopan hyung. Kau sendiri yang mengajariku untuk tidak pernah menggunakan sihir itu karena akan mengganggu privasi seseorang!" ujar Kyuhyun protes. Leeteuk menghela nafas pelan kemudian beralih menatap Kyuhyun, "Maafkan aku pangeran, aku hanya sedikit penasaran dengan isi pikirannya" jelas Leeteuk kemudian menunduk sekilas pada Sungmin. Hanya sesaat sebelum berikutnya Ia kembali lagi memperhatikan jemarinya yang lentik.

Sungmin bergantian memandang dua namja dihadapannya dengan wajah frustasi. Semua penjelasan yang dulu pernah diberitahukan Leeteuk kini kembali bercampur aduk di dalam kepalanya. Ia bingung pada beberapa hal yang jelas-jelas harus mendapat keterangan rinci, tapi Ia juga tidak mau repot-repot bertanya mengingat orang yang akan menjawab semua pertanyaanya nantinya pastilah Leeteuk. Apapun penjelasan namja itu, pasti tidak akan membuat segelanya lebih simple, melainkan jauh lebih membingungkan daripada sebelumnya.


...


Semburat cahaya merah tiba-tiba melintasi angkasa di atas Sungmin dan Kyuhyun ketika sinar matahari muncul dari atas jendela didekat mereka. Cahaya itu jatuh ke wajah mereka berdua pada waktu yang bersamaan, sehingga Kyuhyun mendadak terlihat kabur. Sungmin mendengar gumaman pelan disebelahnya. Kyuhyun masih tertidur pulas, berkutat dengan alam mimpinya yang mungkin saja berisi tentang Merupuri. Sungmin memandang wajah damai itu, memerhatikan lekuk wajahnya yang terlihat tanpa cela. Ia mengumpat dalam hati, menyalahi kebodohannya karena tidak mau mencium namja itu tadi malam untuk mengembalikan wujudnya.

Sungmin berguling dan turun dari tempat tidurnya, mendekat ke arah Kyuhyun yang terbaring di atas kasur lipat disebelah tempat tidurnya. Sungmin mendekatkan wajahnya perlahan ke arah wajah Kyuyun. Sedetik lagi bibirnya akan menyentuh pipi Kyuhyun tepat saat namja itu membuka matanya yang menawan dan beralih menatap Sungmin yang membeku di udara, "Kau mau apa?" pertanyaan Kyuhyun bagai hantaman pada Sungmin. Ia mundur dengan tergesa tanpa menyadari bahwa ada meja belajar dibelakangnya. Kepalanya terbentur dengan keras, mengeluarkan bunyi teredam yang memekakkan.

Sungmin meringgis, mengelus puncak kepalanya sembari cemberut menatap Kyuhyun, "Aku... aku ingin memberikan ciuman sang gadis!" ujarnya membela diri. Kyuhyun mengangguk-angguk singkat tetapi segera berhenti sesaat kemudian dan beranjak meninggalkan kasur. Sungmin memperhatikannya seksama, memberikan tatapan yang tidak bisa diartikan dengan pasti oleh Kyuhyun. "Kenapa? aku sedang malas kembali ke wujudku semula, jadi kau tidak perlu memaksakan diri dulu saat ini untuk menciumku" ujar Kyuhyun menjelaskan meski tidak mendapat pertanyaan apapun dari Sungmin.

Jam weker di atas meja samping tempat tidur Sungmin berbunyi keras, tampak bertekat melakukan tugasnya dengan baik kendatipun sang tuan rumah yang menyetelnya tadi malam telah bangun lebih dahulu darinya. Sungmin menjangkau jam weker tersebut dan menekan sebuah tombol dibagian atas, mematikan bunyi yang melengking mengisi suasana sunyi pagi itu. Kyuhyun berjalan menuju pintu kamar mandi tanpa sepatah katapun lagi, membuat Sungmin terbengong-bengong akan sikapnya yang menurut Sungmin sok-keren.

"Hmm... aku merindukan nasi omelet-mu saat berada di Merupuri! Tidak ada satu orangpun disana yang bisa membuatkannya untukku" ucapan Kyuhyun disela-sela acara kunyah-mengunyahnya, mau tidak mau membuat sebuah senyuman manis mengembang di sudut bibir Sungmin. Seperti perkiraan yeoja itu, omelet ternyata masih menjadi kelemahan Kyuhyun. Sepertinya sifat kanak-kanaknya yang secara naluriah masih ada dalam tubuh dewasa itu tidak bisa hilang begitu saja.

Kyuhyun mengangkat piringnya yang sudah bersih tak bersisa kearah Sungmin, matanya mengedip pelan sebanyak dua kali, sinyal bahwa Ia ingin Sungmin menambah satu porsi lagi untuk mengisi perutnya yang dari semalam kosong. Mengerti, Sungmin terkekeh pelan. Ia mengambil piring Kyuhyun dan mengisi piring tersebut penuh sekali lagi, "Kau ini, kenapa bisa segitu senangnya sih makan nasi omelet?" kekehnya pelan.


...


Sorakan demi sorakan terdengar seolah meruntuhkan langit-langit ruang olahraga yang saat itu ramai oleh siswa-siswi yang memadati bangku penonton. Pertandingan sengit ditengah lapangan, adalah pemicu teriakan-teriakan ini. Sebuah bola berwarna orange kecoklatan dengan garis-garis hitam, atau biasa dikenal dengan bola basket, tampak berpindah tangan dengan cepat. Satu sorakan lagi, memenuhi aula saat bola tersebut berhasil memasuki salah satu ring di sudut lapangan. "KYAA! Nice!" teriak Sungmin keras bersama yang lain.

Hari ini adalah awal dimulainya turnamen basket yang telah lama dinanti-nanti. Kejuaran antar sekolah yang biasanya dimulai akhir tahun, kali ini dipercepat hingga pertengahan bulan agustus. Sungmin bersorak kegirangan saat melihat nama seseorang yang sangat Ia nanti sepak terjangnya di lapangan, terpampang diurutan teratas daftar nama pemain yang akan diutus sebagai wakil sekolahnya kemarin sore.

Siwon mendrible bola dengan cepat, bergerak gesit disela-sela pemain lain. Pesonanya menyihir penonton, termasuk Sungmin yang seketika kehilangan suaranya sendiri saat Siwon berhasil melewati beberapa orang yang menghadangnya sekaligus. Tempo permainan seolah dikendalikan oleh namja yang baru saja lagi-lagi berhasil melakukan tembakan tiga angka tersebut.

Gemuruh sorakan menyambut kemenangan Kirin high school diawal pertandingan pembuka turnamen. Sungmin segera melakukan tugasnya sebagai menejer tim. Ia berlari hendak memberikan selamat saat kemudian tubuhnya terdesak dan terdorong menjauhi tim yang saling berpelukan memberikan selamat, karena kini penononton yang tak lain adalah mayoritas diisi oleh siswa Kirin, berbondong-bondong ingin memberi selamat pada seluruh pemain yang telah berjuang untuk memenangkan pertandingan. Sungmin memerhatikan kerumunan dengan wajah kesal, "Ya sudahlah, aku tunggu diruang klub saja" ujarnya pelan sembari membalikan badan dan berjalan meninggalkan lapangan.

Sungmin sesekali memerhatikan sisi kanan dan kirinya dengan wajah lesu. Mungkin jika murid-murid lain yang tidak menonton pertandingan, berpapasan dengannya di jalan, mereka akan mengira tim sekolah mereka kalah dalam pertandingan pertama. Tapi itu tidak terjadi, disepanjang lorong sekolah yang ditelusuri Sungmin, hanya ada dirinya tanpa satu kalipun bertemu dengan murid lain ataupun para staf guru.

Tanpa bisa dicegah, pikirannya melayang pada Kyuhyun. Ia merasa sedikit bersalah meninggalkan namja itu sendirian dirumah, "Tapi, mana mungkin aku membawanya ke sekolah? Orang-orang bisa salah paham mengira dia pacarku" ujar Sungmin keras. "Pacar? Siapa? Kau sudah punya pacar Sungmin-ah?" sebua h suara dibelakangnya kontan membuat Sungmin berbalik. Matanya beradu pandang dengan mata namja yang baru saja menjadi bintang lepangan sesaat lalu.

"Si... Siwon-ah? Kau kenapa ada disini?" tanya Sungmin pelan, tidak mengindahkan pertanyaan Siwon sebelumnya. "Yah... kau kan tahu sendiri aku tidak suka tempat ramai, jadi aku pergi meninggalkan lapangan saat meliha kau berjalan keluar. Kau tidak ingin memberi selamat menejer?" tanya Siwon terkekeh pelan, membuat Sungmin ikut tersenyum kecil. Ia mengulurkan tangannya dan segera dijabat Siwon, "Congrats!" ujar Sungmin cerah.

"Jadi, siapa yang sedang kau bicarakan tadi?" Siwon mendahuli Sungmin melangkah sebelum akhirnya yeoja itu memperlebar langkahnya untuk menyamai Siwon. Mereka berjalan bersisian, tampak sangat akrab dari pandangan mata seorang bocahyang kini baru saja memasuki gerbang sekolah dan segera disuguhi pemandangan itu.

"Yang sedang aku bicarakan? Yang mana?" tanya Sungmin, benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Siwon. Jelas Ia telah lupa apapun mengenai pikirannya tentang Kyuhyun sesaat lalu. Siwon tertawa kecil tapi tanpa melepas pandagannya pada Sungmin, "Tentang pacar itu. Aku tidak tahu kalau kau sudah punya pacar" jelas Siwon seketika menghentikan Sungmin. Ia menatap Siwon, berbagai pikiran liar berkecamuk dalam otaknya, ia tidak sedang cemburu kan? Batinnya ntah kenapa bersorak senang.

"Tidak, aku tidak punya pacar. Kenapa kau bisa berpikir begitu?" tanya Sungmin tanpa sadar menjadi bersemangat. "Yah... well, bagus kalau begitu..." ucapan Siwon yang terlihat seolah sedang salah tingkah membuat Sungmin benar-benar berpikir liar sekarang. Apapun ekspresi yang terlihat memenuhi wajah Siwon sekarang, Sungmin tidak mau menghentikan dirinya berpikir bahwa itu sikap orang yang sedang gugup. "Benar, aku tidak..." ucapan Sungmin tidak terselesaikan karena sebuah tangan kini dengan pasti melingkar dipinggangnya yang ramping.

Sungmin, juga Siwon mengalihkan pandangannya dengan kaget kearah belakang, dan seketika pandangan keduanya jatuh pada sosok kecil nan tampan yang tengah menatap Sungmin intens. Bocah itu mempererat pelukan tangan kecilnya dipinggang Sungmin, seolah sedang menegaskan hanya Ia yang boleh melakukan hal tersebut. "Kyu!" ujar Sungmin sedikit keras setelah berhasil keluar dari keterkejutannya dan menemukan kembali suaranya yang sempat hilang ntah kemana. Siwon bergantian menatap Sungmin dan Kyuhyun dengan pandangan tidak mengerti yang kentara. Sementar itu, Kyuhyun tampaknya masih enggan melepas pelukannya pada pinggang Sungmin kendatipun yeoja itu sudah mengenalinya.

"Kau kenapa bisa ada disini?" ujar Sungmin lagi, melepaskan tangan Kyuhyun dan kemudian berbalik menghadap namja itu. "Aku tidak tahu kalau kau memaksa menciumku hanya untuk meninggalkan aku dan melakukan hal ini" ucapan Kyuhyun menyentak pelan Siwon yang segera mundur selangkah, tapi hanya sesaat karena kemudian namja itu berjongkok hingga kini kepalanya hanya sedikit lebih rendah dari Kyuhyun yang berdiri tegap, "Dongsaengmu lucu sekali Sungmin-ah" cetus Siwon pelan sesaat kemudian sembari tersenyum lebar pada Kyuhyun.

Kyuhyun mendelik, melebarkan kedua matanya dengan marah, "Aku bukan..." kalimatnya terpotong seketika saat Sungmin mendekap mulut Kyuhyun dengan tangan kanannya. "Iya, dia dongsaengku. Aku belum pernah cerita ya kalau aku punya dongsaeng? Haha..." tanya Sungmin sambil tertawa gugup. Siwon beralih kembali menatap Sungmin alih-alih Kyuhyun yang kini tengah memberontak hebat untuk melepaskan diri dari dekapan Sungmin. "Tidak, kau tidak pernah cerita" jawab Siwon menggeleng tapi sambil tersenyum.

"Memangnya apa pentingnya dia cerita padamu? Kau itu bukan siapa-siapa!" ucapan Kyuhyun kembali membuat Sungmin mendekap mulutnya, dan kali ini plus pandangan mematikan dari yeoja itu. Kyuhyun terdiam, tapi tampak protes melalui melalui matanya yang dibesarkan, walaupun Ia tidak lagi berontak seperti sebelumnya.

Siwon memandang pada Kyuhyun, kemudian terkekeh kecil, "Tampaknya dongsaengmu pencemburu sekali ya? Kau pasti sayang sekali pada nunamu bukan?" ucapan Siwon dengan tangannya yang kini mengelus pelan rambut Kyuhyun membuat namja kecil itu seolah dipancing amarahnya menuju puncak tertinggi. Sungmin yang menyadari hawa panas dari Kyuhyun segera mengangkat namja kecil itu, menggendongnya didepan dada, "Aku ada perlu sebentar, kau jalan duluan saja Siwon-ah!" ucap Sungmin dengan cepat berbalik kemudian berlari dengan Kyuhyun yang tengah memberontak hebat dalam dekapannya.

"Jadi, kenapa kau bisa sampai disini Kyu?" tanya Sungmin menginterogasi. Saat ini, Sungmin dan Kyuhyun tengah berada ditempat yang paling Sungmin senangi, atap sekolah. Tidak akan ada seorangpun yang datang ke tempat itu, karena tempat itu hanya bisa dimasuki oleh orang-orang yang diberikan kunci pintu. Dan Sungmin, sebagai anggota dewan sekolah serta menejer klub basket termasuk dalam jejeran segelintir orang yang diperbolehkan memiliki kunci untuk akses menuju atap sekolah yang langsung berteman dengan langit luas.

Kyuhyun merenggut pelan, berjalan menjauhi Sungmin dengan tangan di dalam saku. Ia tidak menjawab pertanyaan Sungmin, melainkan menglihkan pandangannya memperhatikan tempat itu dengan seksama. "Jawab pertanyaanku Kyu, jangan diam saja!" suara Sungmin lagi, menahan geram.

Perlahan tanpa melepas tangannya dari dalam saku, juga tanpa repot-repot merubah mimik wajahnya yang masam, Kyuhyun kembali berbalik menghadap Sungmin, "Memangnya kenapa kalau aku datang ke tempat ini? kau merasa terancam karena tidak akan bisa dekat-dekat dengan namja kurang ajar itu?" pertanyaan Kyuhyun seketika menghentakan Sungmin. Ia terdiam dan hanya menatap Kyuhyun lama.

Angin berhembus pelan, menerbangkan beberapa helai rambut Sungmin. Yeoja itu masih berdiri terpaku di tempatnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan teararah pada Kyuhyun. "Baiklah, maafkan aku kalau kedatanganku memang mengganggu" ucap Kyuhyun kecil akhirnya. Ia memilih lebih dulu mengalihkan wajahnya menatap kearah lain selain dari tempat Sungmin berada.

"Hah... sudahlah, tidak apa-apa. Lain kali, jangan datang kesini lagi tanpa memberithu Kyu! apalagi dengan tubuh kecil begitu" tanggap Sungmin kemudian berjalan mendekati Kyuhyun. "Satu lagi, jangan berbicara sembarangan lagi pada Siwon" tambah Sungmin pelan, menatap Kyuhyun yang kemudian mengalihkan pandangannya kembali pada Sungmin, balas menatap. "Kau menyukai namja itu?" tanya Kyuhyun lewat beberapa detik hanya saling tatap dengan Sungmin.

Sungmin menatap kekejauhan, matanya tidak terfokus, tapi kata-kata yeoja itu berikutnya tidak tahu kenapa membuat Kyuhyun merasakan sakit disuatu tempat disudut hatinya, Ia tidak mengerti perasaan apa itu. Tapi satu hal yang pasti, Ia tidak akan diam begitu saja. Ia tidak bisa diam begitu saja.

"Mungkin hidupuku di masa depan, akan aku berikan padanya".


To Be Continue


Balasan Review

Hmm... first, saya minta maaf yang sebesar-besarnya karena keterlambatan update FF ini T-T ada sedikit masalah dengan mood menulis saya akhir-akhir ini, but finally... big thanks to penulis favorit saya, J.K.R yang telah (sekali lagi) mengembalikan inspirasi menulis saya saat saya membaca ulang "Harry Potter 6 & 7"-nya selama 3 hari berturut-turut *sobs*. second, saya terharu! banyaknya review yang chingudeul berikan, juga fav dan foll-nya membuat saya benar-benar tidak bisa berkata apa-apa selain THANK YOU SO MUCH!komentar yang kalian berikan adalah semangat lain (yang penting) bagi saya untuk tetap melanjutkan FF ini *bows*.

Beberapa dari review (yang semuanya telah saya baca), ada yang memberikan pertanyaan yang ingin sekali saya jawab dan beberapa komentar benar-benar membuat saya tertarik ingin membalasnya. untuk itu, saya menulis kolom khusus ini :) walaupun mungkin tidak bisa saya balas satu persatu dan tidak bisa saya sebutkan namanya, tapi komentar kalian sama berharganya buat saya! believe that!

so, ini dia balasan beberapa review^^

1. R : sepasinya min... d renggangin dikit ya...

RR : Hmm... masalah spasi ya... begini, karena saya menulis sebisa mungkin mengikuti aturan FFN (walaupun pasti masih banyak kesalahan disana-sini) tapi, saya pikir masalah spasi ini juga sedikit sensitif untuk kaidah punilasan menggunakan komputer. saya memakai spasi yang telah lazim digunakan (1.5 spasi pada ) tetapi ketika di upload ke dokumen FFN, jadinya seperti ini, dan karena satu paragraf biasanya terdiri dari 2-3 lebih kalimat, jadi saya tidak bisa memberikan spasi lebih karena nanti akan mengakibatkan susunan paragraf menjadi tidak jelas. :)

2. R : Aku suka ceritanya, unik, yah... Kurang masuk akal sih, tp menarik ko, daebak...

RR : hahaha... kurang masuk akan yah? XD namanya juga genre fantasy chingu... hehe.

3. R : sampai skrang aku gk tau alih-alih itu artinya apa?

RR : simpelnya, arti alih-alih itu hampir sama dengan melainkan/bukannya.

4. R : kayanya Kyu mulai ada rasa ya sama Ming? tp anak 7taun emg ngerti hal kaya gitu?

RR : pertanyaan menarik! XD ngerti gak ngerti sih sebenernya. tapi, yang saya denger anak kecil biasanya cintanya itu lebih murni karena yang dia tahu adalah dia suka, bukan perasaan lain yang dikarenakan hal-hal lain (alasan) seperti rasa cintanya orang yang lebih dewasa.

5. R : Berarti jae tinggal di dunia manusia kan? Kisah mereka bakal dibahas lagi gak?

RR : sayangnya, kisah mereka mungkin gak akan dibahas lagi secara terperinci. tapi, sepertinya dalam chapter-chapter depan bakal ada penjelasan kecil dan kemunculan sesaat dari mereka atau salah satu diantara keduanya! :D

6. R : Kyu bakal kembali lg kan?

RR : nah... nah... udah kejawab kan? hehe

7. R : Keren...Komiknya keluaran thn brp thor ak jd pengen beli ?

RR : kalau gak salah keluaran tahun 2003 ^^

8. R : Yahh..adegan mandi kyumin kok diskip?! kyu naked kalau g salah yah di sin terakhir?

RR : hehe... kalau gak di skip ntar bisa-bisa saat itu juga rate berubah jadi M! XD hmm... iya, lupa ngasih tahu nih kalau pertama kali Kyu berubah jadi dewasa itu, dia naked karena bajunya kekecilan terus robek. tapi, sekarang kalo Kyu berubah dewasa secara tiba-tiba dia gak bakal naked lagi karena udah dikasih cincin peri penjahit oleh raja :)