Yoongi memiringkan kepalanya bingung

"Aku tidak mengerti" Jimin menunjukan Simrk nya.
"Baguslah, berati aku akan menjadi yang pertama untuk mengisi dan menandaimu, dan kau akan menjadi miliku seutuhnya" Jimin menggendong Yoongi untuk turun dari pangkuanya, dan menyerahkan kantung itu. "Pakailah, aku akan menunggu" Yoongi mengangguk mantap.

Saat hendak melepas celana tidurnya Yoongi tersadar "Tuan, bisakah kau membalikan badanmu" Karena Yoongi melihat Jimin yang masih memandanginya dengan intens sambil menelan salivanya. "Tuan?" Panggilnya sekali lagi.

"Eh! Iya" Jimin kelabakan dan akhirnya mengusap tengkuknya dengan canggung "Sebaiknya aku keluar saja, tidak akan lama kok. Pokonya tunggu aku disini" Jimin langsung keluar dari ruanganya itu. 'Phew' Jimin mengusap keringat di dahi, "Hampir saja aku menerkamnya disana" Gumamnya.

Tiba – tiba salah satu maid lewat di depanya. Jimin menanyakan kabar kamarnya, dan jawaban maid itu sungguh membuat Jimin kagum.

"Tuan Kim sudah membersihkanya, dan dia bilang dia akan berangkat kerumah orangtua anda pukul tiga sore nanti" begitulah ringkasnya. Jimin merasa terharu, karna seumur –umur sahabatnya itu tidak pernah membereskan kembali apa yang telah dia perbuat.
"Apakah dia menggunakan jalang –jalang itu?" Maid itu hanya menggelang tenang dan tersenyum geli.
"Setelah anda menghilang saat mengambil barang untuk Tuan Yoongi, dia langsung mengusir semua gadis itu keluar" Leganya, karna Jika Tae menggunakan jalang – jalang itu, Taehyung bisa –bisa pulang tanpa kepala karna menghianati adik tercintanya. Jimin menguapkan terimakasih, dan maid itu pergi.

Jimin langsung menuju kamarnya yang berada di lantai dua itu, yah kini dia berada di lantai tiga, atau lebih tepatnya ruang kerja pribadi dan sebuah perpustakaan.

'Jeglek' Yak pintu kamarnya sudah tidak terkunci. Jimin melangkah memasuki kamarnya "Rapih sekali, aku yakin. Pasti ada yang ia sembunyikan disini" Jimin memandangi kamar itu, tanpa disadari dia berjalan ke arah jendela sebelah kasurnya, "Ehh" Langkahnya terhenti "Wine baru? Aku yakin dia pasti memasukan yang bukan – bukan disana" Jimin mengacuhkan wine itu, dan kembali menikmati pemandanganya. Sangat tenang dan sunyi dibawah sana, hanya beberapa anak berlarian, tukang pos, dan kendaraan kecil lainya.

"Tuan?" Terdengar suara bisikan yang sangat lembut menggema di gendang telinganya dan itu sudah tidak asing lagi. Jimin membalikan badannya.. 'Dheg!'

Flashback On~

Yoongi telah selesai menggunakan kostum itu. "Aigoo.. ini imut sekali. Tapi rambutku warnanya terang sekali, dan –" Yoongi menghela nafas "Sudahlah, toh tuan juga tidak keberatan." Ucapnya sambil berkaca, dan sesekali menampilkan gerakan – gerakan imut yang membuatnya terkekeh sendiri. "Ah dia kemana sih, aku sudah bosan menunggu" Yoongi menghentakan kakinya kesal, dan memilih keluar dari ruangan itu. "Eh lolipop?".

Yoongi melangkahkan kakinya keluar dan menutup pintu itu. Menengok kanan dan kiri.

"Ah itu dia!" Pekiknya saat melihat Jimin memasuki kamar, membuka bungkus loli itu dan memakanya. Yoongi melangkahkan kaki janjang nan sexi itu sambil memainkan ekor dari kostum itu. Awalnya dia bingung cara menggunakan ekor itu, karena ada benda bulat di ujunnya, berukuran lima cm panjangnya. Yoongi hanya mengangkat bahunya dan berfikir 'Hewan itu mempunyai ekor di bokongnya kan?' dan benar saja Yoongi memasang benda itu dilubang analnya.

Flashback Off

Mata Jimin terbelak, mulutnya menganga, tubuhnya menjadi kaku seketika, karna melihat Yoongi seperti ini.

1. Menggunakan bando kucing dengan pita bewarna pink, lengkap dengan dua lonceng di setiap sisinya.

2. Memakai Choker pink dengan satu lonceng

3. Hanya mengenakan kain bewarna hitam untuk menutupi bagian dadanya

4. Rok mekar bewarna hitam yang panjangnya hanya sepaha dengan renda pink

5. Sepasang stoking jaring

6. Ekor kucing yang menempel sempurna

7. Sedang memakan lolipop jebakan pemberian Taehyung

"Hyung kenapa kau ma –!" Yoongi menyiritkan dahinya saat Jimin menghentikan pembicaraanya dan mulai menyeringai.
"Apa?" Tanya Yoongi yang masih saja memainkan ekor itu dan memakan permen loli nya. Jimin meggelengkan kepalanya.
"Kau telah melanggar peraturan untuk tidak keluar dari sana" Jawab Jimin sambil menutup kamarnya.
"Tapi aku sangat bosan disana" Yoongi menggembungkan pipinya.
"Siapapun yang melanggar peraturan harus diberi hukuman, harusnya kau tahu itu" Jimin mengurung Yoongi dengan lengan kekarnya di tembok. Menarik lolipop itu keluar dari mulut Yoongi dan menjilat permen itu, lalu memasukanya lagi ke mulut Yoongi.

'Glup' Yoongi menelan semua permen itu sehingga menyisakan batangnya saja dan, "Tuan" matanya mulai memanas "Kumohon jangan siksa aku, hiks itu menyakitkan" Yoongi melepaskan airmata yang terbendung itu. Jimin hanya tersenyum.

"Tenang sayang, aku tidak akan membuatmu terluka atau kesakitan, umm kesakitan? Mungkin sedikit, tapi itu akan berubah menjadi hal yang menyenangkan" Jimin mendorong masuk ekor yang digunakan Yoongi, sekarang ekor itu semakin melesak kedalam. Taklama kemudian Jimin menggerakan ekor itu. "Ugh tuanh" lenguhan pertama dari Yoongi akibat ulahnya.

Yoongi tidak mengerti ucapan Jimin, mungkin dia kurang bersosialisasi sebelumnya. Karna tuanya yang dulu selalu mengurungnya di dalam apartemen dan menyiksanya setiap kali ia membuat kesalahan sekecil apapun. Dengan pukulan, tamparan, maupun cambukan dari sabuk. Yoongi tidak ingin mengingat itu lagi.

Jimin memerintahnya untuk menuangkan wine yang diberi Taehyung tadi, kedalam gelas yang tergeletak di sebelah botol itu. Yoongi melakukan dengan baik, sangat baik, sampai –sampai Jimin yang melihatnya menjadi Turn on. Karna Yoongi menuangkan wine itu dengan menungging dan menunjukan sedikit bokongnya.

"Hyung?" Panggilnya, sehingga yang dipanggil menengok ke arahnya, dan hanya di balas deheman oleh Yoongi. "Kau tahu ekor itu bisa bergerak sendiri jika remote ini dinyalakan?" Jimin memamerkan sebuah remote yang barusaja dia keluarkan dari kantung celananya.

Yoongi menyiritkan alisnya "Tidak" jawabnya, lalu dia menengok ke arah ekorn yang ia pakai "Wah apakah bisa?" Jimin mengangguk mantap "Aku ingin melihatnya!" Jawab Yoongi polos. 'Glek' Jimin menelan salivanya kasar 'Ayah kenapa kau kirimkan yang terlalu polos seperti ini huh'.

Melihat Jimin yang hanya diam di tempat, Yoongi menggembungkan pipinya lalu menghampiri Jimin, dan berlendot di dada bidangnya, wajahnya mendongak "Kumohon Tuan, aku ingin melihatnya" Rajuk Yoongi sambil menampakan Pupy eyesnya. 'Aku bisa mati sekarang juga, jangan salahkan aku jika kalian melihat beritaku di TV karna bunuhdiri'

Jimin mendapat ide bagus, dan dia menyeringai "Baiklah baiklah, tapi kau nyalakan sendiri ya, karena kau bisa memilih kecepatan gerak nya" Jimin masih mengutuki dirinya.

Yoongi tersenyum dan merebut remote itu dari tangan Jimin, dengan segera dia menyalakanya di kecepatan teratas 'Click' Jimin menyeringai "Ungh-ahh" dan benar saja benda itu langsung bergerak, karna ekor itu adalah variasi lain dari bentuk vibrator. Yoongi langsung melempar remote itu dengan keras kebelakang dan jatuh bersimpuh. 'Matilah kau Park' Jimin mengutuk ayahnya, anak macam apa itu huh.

"Yah Hyung, remotenya rusak" Ucap Jimin sambil memungut remote itu, sebenarnya Jimin juga seorang aktor, pantas saja acktingnya bagus sekali.
"Tuan nggh matikan ku – Ahh kumohonnh" Desahan pertama yang Jimin dengar. Jimin berjalan mendekat kearah Yoongi.
"Tapi remote ini sudah rusak, jadi benda itu tidak bisa dimatikan, dan lihat sisi baiknya, ekormu bergerak kan" Yoongi mengangguk. Jimin berjalan kearah segelas wine tadi, dan mengambilnya untuk Yoongi.
"Minumlah ini, kau akan merasa sedikit baikan" dan langsung saja Yoongi meminum air itu tanpa ragu.
"Hyung kau bisa memasak?" Yoongi menangguk. Smirk "Masak sesuatu untuk ku makan sekarang"
"Tapi aku ingin melepas ekor ini tuan ugh kumohonh" Yoongi merengek, dan hanya mendapati gelengan dari tuanya.
"Anggap saja –" Jimin menggantungkan kata – kata itu "Itu hukuman yang pantas untuk kucing nakalku" Badan Yoongi semakin panas, Juniornya mulai menegang, keringat mulai bercucuran 'Bagus Tae, kau ingin menjebaku ternyata. Dengan memasukan obat perangsang di lolipop itu dan wine ini, tck terimakasih'
"Ugh tuannh - Ah!" Yoongi memekik kala Jimin memasang sesuatu di Juniornya, yang menyumbat datangnya cairan kenikmatan Yoongi. "Tuan apa itu?".
"Sudah jangan banyak tanya, cepat buatkan aku makan" Yoongi menangguk dan segera keluar dari ruangan itu menuju dapur.

TBC


Oke
Masih mau next? XD