Title : My Little Sweatheart
Pairing : KyuMin [Kyuhyun x Sungmin]
Others : Donghae ; Heechul ; Sunny; Hyukjae
Rating : K to T
Genre : Romance ; Fluff ; Slight!Angst to come
Disclaimer : KyuMin belongs to each other... ^^
Warning : YAOI, Typos, Much so Older!Sungmin Kid!Kyuhyun.
Summary :
Sudah setahun sejak Sungmin menerima Kyuhyun kecil sebagai kekasihnya. Dan ternyata hubungan ini tidak berjalan seperti yang Sungmin kira. Bagaiman Sungmin menghadapi ke-possessive-an kekasih kecilnya? Dan bagaimana Kyuhyun mengusir orang-orang yang ingin mengambil Sungmin darinya? [ Hanya sekedar kisah cinta Sungmin dan Kyuhyun, sang kekasih kecilnya. –Semacam Sequel dari 'Is it Wrong or not?']
By : Zen~
A.n : KYUMIN IS REAL!
.
.
.
Kyuhyun duduk disini, memajukan bibirnya sambil menggembungkan pipinya. Diayunkanya kaki pendek yang tidak bisa menyentuh lantai marmer dibawahnya itu secara asal. Dia kesal karena saat ini semua rencananya berantakan. Mungkin sebentar lagi dia tidak akan bisa menahan semua ini dan meninggalkan orang-orang menyebalkan dihadapannya saat ini juga. Tapi dia berusaha untuk menahannya, karena Sungmin ada disini. Dan hal terakhir yang dia inginkan saat ini adalah meninggalkan Sungmin dengan kuman-kuman nakal dihadapannya.
Diminumnya pelan-pelan jus jeruk yang dipesannya tadi berusaha untuk menghilangkan rasa kesal yang saat ini sudah menjalar disetiap aliran darahnya. Mata galaknya tidak lepas memandang Sungmin yang sedang mengobrol senang dengan teman-temannya itu, berharap bahwa Sungmin menyadarinya dan membawanya pergi dari sini. Tapi sepertinya Sungmin-nya terlalu sibuk dengan dunianya sendiri hingga sepertinya pria manis itu melupakan keberadaan Kyuhyun.
Tiba-tiba saja jus jeruk yang sedang diminumnya itu menjadi lebih asam dari sebelumnya.
"Sungmin Oppaa!" panggil seseorang. Suaranya yang agak tinggi dan sedikit berisik itu membahana keseluruh cafe yang siang ini masih agak sepi pengunjung. Semua orang yang sedang berada didalamnya menoleh kearah suara itu berasal, tidak terkecuali Kyuhyun. Dan setelah melihat pemilik suara itu, saat ini juga Kyuhyun ingin sekali mengutuk dirinya sendiri karena mengajak Sungmin ke cafe ini. Semua ini karena Ice Cream sialan ini! Runtuk Kyuhyun dalam hati.
"Sunny!" balas pria disebelah Sungmin dengan begitu bersemangat saat mengetahui gadis kecil kesayangannya sedang berjalan kearahnya. Membuat Sungmin memandangnya tidak senang. "Ya Hyukjae! Sunny itu menyapaku, bukan dirimu!" Protes Sungmin sambil menepuk pelan bahu Hyukjae yang kini bersentuhan dengan bahunya. Posisi Hyukjae yang duduk disudut membuatnya sulit untuk menggapai gadis kecil favoritenya.
"Hyukkie Oppa!" panggil Sunny lagi dan membuat Hyukjae tersenyum puas kearah Sungmin. "Dengar, dia juga memanggil namaku!" seru Hyukjae bangga. Sedetik kemudian, Kyuhyun sudah bisa melihat Sunny berada diantara Sungmin dan Hyukjae. Sedang sepupu gadis kecil itu kini duduk dengan tenang disebelah Kyuhyun yang masih sibuk menggali lubang tidak kasat mata dikepala gadis kecil tidak berdosa dihadapannya.
Apa maksud gadis berisik ini? Memangnya tidak ada tempat duduk lain apa sampai harus berhimpitan dengan Minnie? Lalu apa yang dipikirkan ikan badut ini sampai dia harus duduk disebelahku? Kyuhyun membuat berbagai macam pertanyaan dikepalanya. Tanpa sadar kini dia makin menggembungkan pipinya dan mengayunkan kakinya makin kencang saat dia melihat Sungmin, Sunny dan Hyukjae berinteraksi dihadapannya.
Orang-orang ini benar-benar menganggapku tidak ada rupanya? Cih, ternyata ikan badut ini serius dengan ancamannya. Pikir Kyuhyun lagi. Entah mengapa pemikiran ini membuatnya tersenyum sedikit dan sekali lagi dia berusaha untuk tidak menggali lebih dalam lubang yang sudah ada dikepala Sunny saat ini, ketika Kyuhyun menyadari bahwa Sungmin sedang mengelus sayang rambut ikal gadis kecil itu.
Well, Kyuhyun tidak ingin Sunny masuk rumah sakit hanya karena berbagai macam kutukan yang sedang dia lontarkan padanya dalam diam saat ini. Setidaknya, Kyuhyun lebih memilih untuk menjambak rambut gadis itu secara langsung. Hey... itu kan rambut yang baru saja dielus oleh tangan lembut Sungmin-nya?
.
.
.
Mata indah itu memandang seseorang dihadapannya dengan penuh rasa sayang. Sedang tangannya sibuk mengelus lembut rambut cokelat terang seseorang yang kini sedang berbaring dipangkuannya. Matanya kembali terpejam, persis seperti mata sang pemilik rambut cokelat itu. Sementara kepalanya kini bersandar pada kursi putih itu.
Berbagai pikiran kini bermunculan dalam kepalanya, membuat Sungmin kembali membuka matanya dan menatap kosong tempok putih dihadapannya. Entah mengapa dia merasa ada sesuatu yang mengganggu pikirannya, namun anehnya dia sendiri tidak mengetahui hal apa yang sebenarnya menganggunya.
Kyuhyun. Satu kata itu bisa menimbulkan seribu arti baginya. Mungkin bagi sebagian orang, Sungmin adalah pribadi yang ceria dan hangat juga ramah pada siapapun. Tapi jauh didalam ruang sempit itu yang disebutnya sebagai hati, dia kesepian.
Sungmin adalah anak satu-satunya dari Lee Chun Hwa seorang pengusaha properti yang sangat terkenal di Korea. Mungkin orang lain akan merasa bangga akan hal itu, tapi tidak bagi Sungmin. Dia justru tidak menyukainya sama sekali. Dia benci ditinggal sendiri dirumah. Dia benci ketika setiap orang disekolahnya dulu mengejeknya sebagai seorang kaya manja yang hanya membanggakan kekayaan orang tuanya.
Hingga ketika Donghae datang dan membuatnya percaya bahwa teman sejati itu memang ada. Sungmin berusaha untuk menjalani hari-harinya dengan senang dan berusaha untuk selalu membuat ayahnya bangga. Sekedar hanya agar satu-satunya orang yang mempunyai hubungan darah dengannya itu bisa melihatnya. Tulus dan tanpa rasa bersalah.
Lalu keluarga Cho pindah kesebelah rumahnya. Ketika itu hal pertama yang ada dalam pikirannya saat bertemu dan menyapa keluarga itu adalah keceriaan yang hangat. Kakak beradik itu terlihat saling menyayangi, meskipun keduanya menunjukannya dengan cara yang unik. Dan saat itu juga Sungmin sudah menyukai keluarga itu, meskipun dua minggu setelahnya barulah Sungmin tahu bahwa kakak beradik Cho itu tidak lagi memiliki orang tua.
Dan entah mengapa sejak kali pertama Sungmin melihat Kyuhyun, dia merasakan sesuatu dalam hatinya. Entah karena dia merasakan perasaan sepi yang sama sepertinya atau karena merasa bahwa mereka berdua mempunyai nasib yang sama. Sendirian. Atau dalam kasus ini, Kyuhyun hanya berdua dengan Heechul.
Tapi seiring waktu berjalan, Sungmin sendiri yakin perasaan itu sudah berubah menjadi lebih intense. Perasaan itu berkembang jauh melebihi apa yang diharapkannya. Cinta? Entahlah, Sungmin sendiri tidak yakin dengan hal itu. Sampai saat inipun Sungmin belum pernah mengatakan bahwa dia mencintai Kyuhyun. Demi apapun, Kyuhyun itu masih sangat kecil untuk mendapatkan pengakuan seperti itu dari Sungmin. Lagipula, Sungmin itu seharusnya memberikan contoh yang benar pada anak ini, setidaknya tidak ada laki-laki yang mencintai laki-laki lain. Apalagi dengan perbedaan umur ini, Sungmin tidak yakin dia sedang melakukan sesuatu yang benar.
Namun, kenapa anak ini begitu yakin akan hal itu? Kenapa Kyuhyun seolah berusaha untuk menunjukan pada semua orang bahwa Sungmin adalah miliknya? Apakah Kyuhyun tahu apa itu cinta dan sayang? Dan kenapa harus Sungmin?
Aiiissshhhh! Kenapa sih aku harus menjadi orang yang rumit seperti ini? Kenapa aku tidak bisa bersikap seperti orang lain yang tidak peduli? Selama ini orang-orang itu melihat Kyuhyun dan dirinya sebagai seorang kakak dan adik. Tidak lebih dari itu.
Sungmin kembali melihat Kyuhyun yang masih tertidur pulas dalam pangkuannya. Wajah kecilnya terlihat sangat tenang dan seperti malaikat polos. Jauh dari kesan nakal dan menyebalkan yang biasa ditunjukannya pada orang-orang yang berusaha mendekati Sungmin. Anak ini benar-benar tampan. Dan jantung Sungmin kini berubah tidak beraturan lagi.
Arrgghh..persetan dengan semua pemikiran orang dewasa ini! Aku ingin menjadi anak-anak lagi dan mengikuti apa yang hatiku inginkan! Gumam Sungmin sambil terus mengelus puncak kepala Kyuhyun. Mungkin sebaiknya dia tidak memikirkan hal yang sulit seperti ini, lagipula siapa juga yang peduli dengan apa yang Sungmin rasakan saat ini?
.
.
.
We walk while matching our feets, holding our hands. I want to lean on your shoulder and tell you 'Thank you, I love you, i will only give you happiness'
Kyuhyun tidak bisa menghentikan senyumnya. Hari ini dia benar-benar senang. Akhirnya dia bisa menghabiskan waktunya hanya berdua dengan Sungmin-nya. Sejak pulang sekolah tadi, Sungmin sudah menunggunya di depan gerbang sekolahnya, meskipun Kyuhyun sedikit kesal karena lagi-lagi dia harus menghabiskan waktu bersama gadis kecil berisik itu untuk pelatihan olympiade matematika.
Kyuhyun akan berterima kasih pada Seohyun karena membuat Sunny berkonsentrasi pada pelatihan itu daripada berbicara soal bagaimana dia merindukan Sungmin dan bahwa dulu Sungmin selalu menemaninya sampai tertidur. Hello...kemarin baru saja Sungmin menemaninya tidur sambil memeluknya! Ingin rasanya Kyuhyun meneriakkan itu di telinga Sunny, tapi nanti bukannya belajar mereka malah bertengkar.
Dan kini Kyuhyun sedang berjalan membelah jalan setapak menuju taman kota tanpa sedikitpun mengendurkan otot bibirnya sedikit. Masa bodoh jika nanti begitu dia sampai rumah otot-otot itu akan menegang.
Tidak ada yang bisa membuatnya lebih bahagia selain hal yang berhubungan dengan Sungmin. Dengan riang, dia berusaha menyamakan langkah-langkah kecilnya dengan langkah Sungmin sambil diayunkannya tangan mereka yang kini saling menggenggam. Berusaha menunjukan pada semua orang bahwa pria disebelahnya ini adalah miliknya.
Kyuhyun menengadahkan kepalanya hingga kini dia bisa melihat wajah Sungmin yang jauh lebih tinggi darinya. Saat itu juga Kyuhyun merasakan dadanya bergemuruh dan perasaan bahagia yang teramat sangat begitu melihat Sungmin juga memandangnya sambil tersenyum penuh arti. Kyuhyun tahu pria ini sedang berusaha untuk memperlambat langkahnya agar Kyuhyun tidak terlihat seperti sedang berlari untuk mengejar langkahnya.
Ingin sekali Kyuhyun memeluk Sungmin ketika pria manis itu tersenyum malu padanya. Jika saja Kyuhyun lebih tinggi darinya, mungkin saat ini Kyuhyun sudah memeluk bahunya dan menyembunyikan wajah yang sedang tersipu itu dengan tubuhnya. Tidak ingin wajah sempurna itu dilihat oleh orang lain selain dirinya.
"Kyunnie~ kenapa kau mengajakku ke taman? Disinikan tidak ada siapa-siapa." Tanya Sungmin sedikit protes dengan ide Kyuhyun yang mengajaknya kesini. Sungmin tidak suka tempat yang sepi karena menurutnya suara angin yang hanya terdengar ketika tidak ada suara lain itu sedikit menakutkan. Kyuhyun hanya memandangnya dengan wajah yang masih terus tersenyum. Ini memang rencananya, memonopoli Sungmin hanya untuk dirinya.
Digenggamnya tangan Sungmin dengan erat dan menuntunnya kearah bangku taman cokelat itu, kemudian Kyuhyun mengeluarkan sandwich dan minuman kaleng yang dibelinya di cafetaria sekolah sebelum dia pulang tadi. Sungmin memandangnya takjub dengan kedua mata yang kini membulat sempurna. Lagi-lagi, Kyuhyun hanya tersenyum melihat pemandangan cute didepannya ini.
"Setidaknya tidak akan ada kuman-kuman yang mengganggu kita nanti." Jawab Kyuhyun asal. Membuat Sungmin menggembungkan pipinya dan memandang Kyuhyun kesal. "Kenapa kau egois sekali sih?" gumam Sungmin setelah menerima minuman kaleng dari Kyuhyun.
"Ya...aku memang egois! Karena aku tidak ingin membagimu dengan orang lain." Balas Kyuhyun sambil mengayunkan kakinya dan meminum minuman kaleng miliknya. Berjalan dari sekolah ke taman kota itu memang sedikit melelahkan. Mungkin Kyuhyun harus lebih sering melakukan olah raga seperti yang Heechul sarankan padanya.
Melihat betapa possessive-nya Kyuhyun, Sungmin hanya menggelengkan kepalanya frustasi. Dia tidak habis pikir dengan apa yang membuat Kyuhyun begitu ingin memonopolinya seorang diri. Jika dilihat baik-baik, tidak ada orang lain yang membuatnya tertarik seperti bagaimana Kyuhyun membuatnya.
"Kyunnie, aku tidak sedang tertarik pada orang lain." Kata Sungmin berusaha untuk menenangkan kekasih kecilnya.
Tapi Kyuhyun menggeleng mantap dan memandang Sungmin dalam dan mantap. "Masalahnya bukan pada dirimu Minnie, masalahnya adalah orang lain banyak yang tertarik padamu. Dan aku harus melindungi dirimu dari kuman-kuman itu."
Sungmin menghela nafas sambil mengusap-usap rambut Kyuhyun. Kebiasaan yang sangat disukainya sejak pertama kali Kyuhyun menyapanya tiga tahun yang lalu. Kyuhyun sangat menikmatinya ketika Sungmin memperlakukannya seperti itu, walaupun Kyuhyun mengingkarinya, Kyuhyun tetaplah seorang anak kecil yang sangat suka bila dimanja. Apalagi orang itu adalah Sungmin yang sangat disayanginya.
"Kyunnie, egois dan possessive itu adalah hal yang bagus, karena itu tandanya Kyunnie sangat menyayangi Minnie. Tapi, jika hal itu menjadi terlalu berlebihan, itu akan sangat menakutkan. Apakah Kyunnie mau Minnie tidak punya teman karena mereka takut saat Kyunnie selalu memandang mereka dengan tatapan seperti ingin membunuh?" jelas Sungmin tenang sambil terus mengusap ringan puncak kepala Kyuhyun. Matanya memandang hangat anak didepannya yang kini balas memandangnya dengan tatapan bingung.
"Tapi hanya itu yang bisa Kyunnie lakukan untuk menjaga Minnie agar selalu bersama Kyunnie!" balas Kyuhyun. Nadanya tidak semantap tadi, seperti ada ketakutan bahwa tindakannya selama ini justru membuat Sungmin-nya sedih. Itu adalah hal terakhir yang Kyuhyun inginkan.
"Bukankan selama ini Minnie masih bersama Kyunnie?" tanya Sungmin lagi. Kali ini Sungmin yakin dia akan berhasil membuat Kyuhyun mengurangi sifat egoisnya. Kyuhyun menatapnya dengan tatapan ragu namun melihat mata Sungmin yang memandangnya seperti itu membuat Kyuhyun pada akhirnya mengangguk lemah.
Melihat hal itu, Sungmin mendekatkan dirinya pada Kyuhyun untuk mencium puncak kepalanya, membuat pipi Kyuhyun merona merah.
.
.
.
I feel happy with your joking kiss. Even if you have a cute and innocent expression. Without knowing like a lady my lips are calling your name.
"Minnie, bolehkah aku mencoba sesuatu?" tanya Kyuhyun polos. Sungmin hanya mengangguk tanpa mengetahui apa yang dimaksud oleh Kyuhyun dan sibuk dengan sandwich yang Kyuhyun bawa tadi. Melihat tidak ada protes dari Sungmin-nya, Kyuhyun beranjak dari duduknya dan berlutut pada bangku taman itu. Pelan-pelan dia memajukan dirinya kearah Sungmin dan tepat ketika Sungmin menoleh kearahnya, Kyuhyun dengan cepat memajukan bibirnya berusaha untuk meraih bibir plum milik Sungmin. Namun sayang, bibir Kyuhyun malah mendarat tepat dihidung mancung milik Sungmin.
Sungmin yang kaget hanya bisa terdiam dan menghentikan kegiatannya mengunyah. Dilupakannya mayonise yang kini bertebaran disisi-sisi bibirnya. Kyuhyun pun ikut mematung. Mengutuk dirinya sendiri karena gagal mengaplikasikan hal yang sudah dilatihnya selama beberapa hari ini. Kyuhyun saat ini ingin sekali segera menghilang dari peredaran untuk beberapa waktu.
Dengan ragu-ragu dan perlahan, Kyuhyun menarik bibirnya dari hidung Sungmin dan berusaha untuk melemparkan senyum yang dia buat se-innocent mungkin. Tidak, Kyuhyun tidak ingin dia terlihat seperti orang bodoh saat ini, jadi dengan cekatan dia memandang Sungmin sebentar dan membetulkan poni Sungmin yang agak berantakan karena tertiup angin tadi. Alasan yang aneh Kyuhyun, sungguh alasan yang aneh. Maki Kyuhyun pada dirinya sendiri.
.
.
.
When i kiss you while closing my eyes, my cheeks turn red. I have already fallen for you, in my chest you can hear my heart beating.
Dalam diam Sungmin berusaha untuk mengatur debaran hatinya. Sejenak tadi dia berfikir bahwa dia sudah mati. Tidak pernah dalam pikirannya satu kalipun bahwa Kyuhyun akan berbuat seperti ini. Mungkin dia pernah berfikir sekali untuk menciumnya, tapi tidak dengan Kyuhyun. Kyuhyun masih terlalu polos untuk hal seperti ini. Namun sepertinya Sungmin salah.
Anak kecil dihadapannya ini ternyata tidak se-innocent yang Sungmin kira. Namun entah apa yang membuat Sungmin melakukan tindakannya sekarang, Sungmin juga tidak tahu. Yang dia tahu, saat ini Sungmin sudah memegang pipi Kyuhyun dengan kedua tangannya dan memiringkan kepalanya kearah yang berlawanan dengan Kyuhyun. Sedetik kemudian, jantung Sungmin seperti terhenti lagi ketika bibir kecil itu bertemu dengan bibirnya. Lembut dan penuh dengan keyakinan.
.
.
.
Ciuman itu hanyalah sebuah ciuman sederhana. Hanya kedua bibir mereka yang menempel dan tidak lebih. Rasa ciuman itu seperti rasa mayonise. Mungkin untuk beberapa saat mayonise akan menjadi saus favorite Kyuhyun. Wajah Sungmin yang memerah setelah itu membuatnya ingin mencium pria itu lagi dan lagi, namun dia memilih untuk mencium pipi lembut Sungmin dan mengelusnya sayang.
Hingga saat ini Kyuhyun masih tidak bisa berhenti terseyum jika mengingat peristiwa itu. Kelakuan Kyuhyun ini sempat membuat Heechul takut pada adiknya. Kyuhyun selama ini selalu menyatukan kelakuan alisnya jika bertemu dengannya. Namun hari ini lain, adiknya itu tersenyum sepanjang hari.
Bahkan hari ini Kyuhyun mencium pipinya sebelum berangkat kesekolah bersama Sungmin. Apa yang lebih menakutkan dari hal itu coba?
Tidak berbeda dengan Donghae. Kyuhyun tidak menunjukan wajah galaknya padanya hari ini ketika mereka berpapasan pagi tadi. Kyuhyun tersenyum dan memukul ringan pinggang Donghae sebelum dia pamit pada Sungmin menuju sekolahnya dan bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Donghae memandang Sungmin dengan penuh tanya, namun Sungmin hanya mengangkat bahunya dan menghindari tatapan Donghae. Donghae yakin sekilas tadi dia melihat wajah Sungmin memerah. Sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi dan Donghae harus tahu apa sesuatu itu. Jadi tanpa pikir panjang, dia berlari menyusul Sungmin.
Dari balik gerbang sekolah itu, Kyuhyun menatap keduanya. Tapi kini tidak lagi dengan tatapan galak dan tubuh yang menegang. Setidaknya Sungmin sudah menciumnya dan hey... bukankah itu artinya Sungmin juga mencintainya? Setidaknya itulah yang tersirat dalam berbagai macam film yang Heechul punya dirumah. Dan mungkin Kyuhyun harus berterima kasih pada Heechul saat dia pulang nanti. Mungkin memandikan Heebum akan membuatnya terhindar dari masalah karena diam-diam meminjam film-film itu.
.
.
-End Of Chapter 3-
.
.
.
A.n :
1. Well, maaf buat fluff yang gagal diatas... #Ngumpet dibelakang Umin.
2. Maaf baru bisa posting diakhir minggu ini, karena lagi banyak kerjaan T_T Semoga masih ada reader yang mau baca ff abal ini.
3. Kata-kata yang diblock hitam diatas itu translate dari lagu SNSD 'Kissing you'
Thanks for all the reviewers :
Park Min Rin : Sorry, bukan oneshot. Karena tanganku gak bisa berenti waktu ngetik ini :p dan berhubung cerita ini sudah update sampe Chapter 3, masih penasarankah?
KuyuPuyuh137 : Sudah dilanjut! beneran deh Kyuhyun itu masih innocent lho! Dia gak mesum Y_Y
Zahra Amelia : Iya nieh, emang Kyuhyun masih kecil aja udah kaya gini. Mudah-mudahan nanti pas udah gede dia bakal sadar, eh? || Eeeuumm.. apa ya yang sebenarnya diomongin Hae ke Kyu? :p
Pumkincho : Sudah dilanjut sampai Chapter . Iya Kyu emang nge-gemesin /
Nene : Iya Kid!Kyu is Loved / mudah-mudahan jangan jadi setan, kasian Uminnya.
ChiKyumin : Kyu emang ngegemesin / Udah lanjut ya
Nezta : Sudah aku jelasin di chapter 2 ya perbedaan umur Kyu sama Min
Tika : Iya, aku juga biasa baca yang Uminnya masih kecil. Pengen sekali-kali Kyu yang jadi anak kecil, karena nyari gak ada, akhirnya jadi bikin sendiri deh lol
Gee gee : AAAAhhh.. Makasiiihhh! /peluk sudah aku lanjut ya Gee, semoga tidak mengecewakan di dua chapter ini, karena jujur aja agak gak pede pas nge-post ini. #Curhat Eerr.. Sequel 2? #ketawa miris.
AIDASUNGJIN : Sudah dilanjut!
Baby Joy 137, 137137137 : AAA... Makasih udah nyempetin baca FF ini /terharu.
Hyuknie : Thank you~
Dan terima kasih untuk semua reviewers yang belum disebutin satu-satu. ^_^ #berasa tenar.
Last but not least, makasih untuk semua orang yang udah nyempetin baca FF ini. Semoga di next part bisa lebih panjang ya #berdoa buat diri sendiri sebenarnya. Keep on RnR ya guys, karena tanpa kalian saya bukan apa-apa. Setidaknya dapat semangat karena ada yang bersedia baca FF ini.
And Oh... KYUMIN IS FOREVER REAL, Mind You! Who's agree with this? Well, I am!
See you in the next part, Pyong! ^_^ Zen~
