Hallo minna-san! Genki desu? :3 maafkan daku yang update terlalu lama semester 2 ini serius deh saya hampir tiap hari sekolah bro! TIAP HARI SAMPE MINGGU JUGA! #sante. Dikarenakan try out2 itu, belum lagi ada ujian sekolah, ujian praktek, pagelaran, pemantapan oh man :| untungnya daku sudah kebebas dari itu semua hihi;")

Balesan reviewnya :3

Mirajane Blue Heart : Wah gak janji nih ada Nalunya tapi baca ja ceritanya ya hehe:3 thanks 4 the review!

Regina Moccha Leonarista: hmm yah lihat saja nanti pairingnya hehe :3 ah masa sih kurang panjang? Mungkin sih._.

Mako-chan, Guest , : ini udah updatenya :3

xXKuchisakiHarukaXx : hehe update dong kan sekarang udah pengangguran, XD

Nakama Nalu22: Yah, seperti itu deh hehe :D

Owned by indohackz: hmm itu ada ceritanya nanti, tunggu aja :D

Rani Aerin-chan: salam kenal juga aerin-chan:D ahh sampe pake kertas UUD lagi jadi malu #sowhat ini udah update kok, thanks for the review :D:D

Nah udah semua kan? Check this out :D

From Bestfriend into…?

Disclamer: Fairy Tail always Hiro Mashima's, kakao talk, dll punya perusahannya masing-masing.

Genre: yang pasti Friendship, kedepannya bisa romance atau angst

Warning: AU, OOC, bahasa kurang (tidak) baku, typo bertebaran.

Enjoy ^^

*btw I need a new title for this fic, if u have one, just PM me or contact me via twitter, etc*

Chapter sebelumnya:

"Aku sayang kamu, Sting ({})"

Dan pengirimnya itu...

"Lucy H."

Natsu menggeram kesal dan mengepalkan tangannya dengan erat sampai memerah,

"Gak boleh, aku gak mau kehilangan dia lagi. She's MINE!"

Well Natsu, sepertinya perang untuk memperjuangkan cintamu sudah dimulai...

Chapter 3:

Natsu keluar dari kamar mandi dengan aura menyeramkan nan horror membuat Sting dan seluruh keluarga Natsu tidak ada yang berani mendekatinya, terlebih lagi Sting, sikap Natsu kepadanya semenjak hari itu berubah. Natsu masih mau berbicara dengannya tetapi jika diperlukan. Untung kejadian itu terjadi saat liburan jadi semua teman sekolah Natsu termasuk Lucy tidak mengetahui perubahan yang terjadi pada diri Natsu, dari cerewet dan periang menjadi agak pendiam.

Suatu hari, saat ia sedang tidur-tiduran dan on Kak*o Talk, tiba-tiba Gray memasukannya ke Grup yang bisa membuat kita berbicara dengan beberapa orang sekaligus.

"Guys! Jadi ke pantai ga nih? Lucy kayaknya bentar lagi pulang dari Inggris tuh." teriak Gray membuat kuping Natsu berdengung saat mendengarnya.

"Ice-head kamu gak usah teriak gitu kali! Bikin telinga orang sakit aja!" balas Natsu dari seberang.

"Kalian diam juga dong! Kalian sama-sama teriak tau!" Erza ikut menimpali percakapan dua orang aneh ini.

"Hey aku disuruh ikut percakapan ini untuk mendengar kalian saling teriak atau mau nyocokin jadwal free kalian untuk ke pantai sih? Jezzz." sebuah suara feminim menghentikan perdebatan mereka dengan suara tenang.

"Luce itu kah kau? Kamu kapan pulang?" tanya Erza.

"Hmm, entahlah, mungkin akhir minggu ini, masih tersisa waktu liburan lagi satu minggu kan? Senin atau selasa saja kesana gimana?" jawab Lucy.

"Boleh-boleh, kalian maunya gimana? Hey cowok-cowok autis," Erza memanggil Natsu dan Gray yang sempat terdiam.

'Apa yang harus aku lakukan ketika bertemu Lucy oh-man! Apa reaksiku ke dia berubah juga ya?" batin Natsu dalam hati.

"Aku sih setuju-setuju saja, Juvia juga. Jellal gimana, Za? Terus… Temen-temen sekelas pada ikut? Atau Cuma kita-kita aja?" tanya Gray dengan antusias.

"Coba aja nanti aku tanya mereka di grup BBM kelas ya, siapa tau ada yang mau ikut. Jellal ikut kok, dia bisa tenang aja Gray." kata Erza.

"Oke deh, eh sudah dulu ya, bye.."

"Bye…"

Natsu pun mengakhiri percakapannya, yah walaupun daritadi dia hanya berdebat dengan Gray, tidak mengkonfirmasikan dia bisa atau tidak ke pantai saat hari itu karena pikirannya sedang penuh dengan "Oh bagaimana reaksiku jika ketemu Lucy nanti?!","Apa aku siap ketemu Lucy hari Senin nanti?". Untuk mengakhiri kekalutan pikirannya, Natsu pun bangkit dari tempat tidur, berjalan menuju laptop dan surfing di internet tepatnya G**gle. Niatnya sih untuk main game online atau download film tetapi yang ia ketik malah..

"Bagaimana cara menghadapi wanita ketika kita bertepuk sebelah tangan dengannya"

Astaga Natsu…

Demi Kami-sama seorang Natsu yang dominan tidak peduli masalah seperti ini akan mengetik sesuatu yang.. absurd..

Wow

Keajaiban 2013..

Natsu pun heran dengan apa yang dia ketik dan mengacak-acak rambutnya, bergumam "sial, apa sih yang aku pikirkan aduh…" ia pun tambah sweatdrop ketika pencariannya sudah ter-loading,yang ia temukan adalah beberapa blog berisi komentar dari orang-orang alay mengenai hal itu serta beberapa website ehemdewasadanloveehem tentang hal itu, saat ia sedang keheranan tiba-tiba Sting masuk kamar Natsu dengan tiba=tiba, lagi.

"Yo, Nuts, pinjem laptop dong, aku mau browsing sesuatu, laptop aku masih di service." Sting seenak jidat meminjam laptop Natsu padahal Natsu sedang bersikap dingin padanya. Entahlah mungkin saja pengaruh laptop membuatnya cuek.

"Hah? Eh? Ohh yaya entar dulu aku masih pakai," jawab Natsu seadanya karena ia sedang kebingungan menutup web nista itu, laptopnya hang di saat yang tidak tepat lagi. Sting yang keheranan pun kepo langsung melihat laptop Natsu tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak.

"Buahahahahaha! Jadi kamu mencari hal ini di internet? Ahahaha astaga Natsu sebegitu broken heart kah dirimu? Ahahaha kamu tinggal konsultasi ke aku aja kali bisa kan ga usah sampe kayak begini juga ahahahaha!" sting tertawa terbahak-bahak, sementara Natsu menatapnya sambil memonyongkan bibir dan tangannya asik mengklik-klik mouse padahal ia tau itu tidak berguna, yah sekedar menghilang rasa malu saja.

"Uhh, diam Sting! Ini laptop hang kan gara-gara kamu mau minjem! Udah sana pergi dulu hus seksek! Ntar aku kasih laptopnya hushus!" usir Natsu, sebari menggerakan tangan layaknya mengusir anjing. Tapi tidak berhasil, Sting tetap saja tertawa, bahkan sekarang ia berguling-guling di kasur Natsu sambil memegangi perutnya persis seperti cewek yang menahan sakit perut karena PMS. Setelah 5 menit, tawa Sting pun mereda, untunglah kalau tidak mungkin kotak tertawanya sudah rusak #korbanspongebob. Begitu juga laptop Natsu, sudah tidak hang lagi.

"Ahahaha tuh udah nggak hang, sini bawa laptopnya, aku mau pake. Tapi sebelumnya… Close dulu dong itu webnya ahahaha!" Sting masih saja tertawa saat Natsu buru-buru meng-close web nista itu dan memberikannya dengan wajah cemberut. 'kakak brengsek' umpat Natsu dalam hati.

Well Natsu, mungkin insiden web nista ini tidak terlalu buruk juga bagimu, kau bisa baikan dengan Sting, tidak canggung lagi walau kamu tau cewek idamanmu sudah digenggam olehnya."

Beberapa jam kemudian, Natsu di sms Gray memastikan ia bisa ikut apa tidak, Natsu menjawab bisa. Natsu sudah tidak takut lagi ketemu Lucy, secara gitu dia sudah baikan sama kakaknya, dasar ababil.

-skip time, hari Senin saat ke pantai."

"Nuts, bisa jemput aku di rumah engga? Aku takut minta sama Gray nanti digampar Juvia " sms dari Lucy mengacaukan konsentrasi Natsu yang sedang menyetir. Untungnya, lokasi Natsu saat ini tidak jauh dari rumah Lucy jadi ia langsung putar balik dan voila! Sampai di rumah Lucy. Ia segera mengklakson agar Lucy yang sedang mengintip dari jendela kamarnya keluar.

"Mendadak banget sih sms Luce! Untung aku ada di dekat rumahmu nih." seru Natsu sebal.

"Hehe, maaf ya Nuts aku bangun kesiangan nih, terus kemaren terlalu asik baca novel jadi lupa," ujar Lucy sambil menjulurkan lidahnya.

"Yasudah ayo taruh barang-barangmu di jok belakang." Natsu memperhatikan Lucy yang menggunakan celana pendek berwarna pink, topi, sandal jepit, baju kaos s*rfer girl yang kainnya agak tipis, tidak lupa rambutnya yang masih semerawut menandakan dia baru saja bangun, tapi tetap saja, bagi Natsu Lucy cantik apa adanya *eaaaa. Sayangnya sebuah suara mengacaukan lamunan Natsu,

"Loh, Lucy-sama bukan sama cowok yang waktu itu? Yang ini lain?" tukang kebun di rumah Lucy nyeletuk ,membuat Natsu tersentak dari lamunannya dan badmood seketika.

"A..Ahh, engga, soalnya kita mau ke pantai, waktu itu kan tujuannya lain.." Lucy langsung masuk mobil dengan wajah agak gimana gitu, sepertinya ia tidak enak terhadap Natsu karena omongan tukang kebunnya itu, nanti ia di cap "Playgirl" lagi.

Mobil Natsu melaju dengan kecepatan sedang ke pantai yang mereka tuju, maklum tujuan mereka cukup jauh, memakan waktu 1 jam untuk tiba disana. Namun apes bagi mereka, mereka terjebak macet sehingga perjalanan mereka terhambat 45 menit.

Suasana mobil Natsu sangat sunyi, tidak ada yang berani membuka pembicaraan lantaran Lucy tidak enak dan Natsu yang badmood. Lucy hanya memainkan hpnya sambil sesekali tersenyum, Natsu kadang mempehatikannya tapi langsung focus ke jalan. Happy, kucing Natsu pun akhirnya membuka pembicaraan dengan mengeong keras lalu loncat ke pangkuan Lucy, mungkin ia jengah dari tadi di mobil terus. Perlakuan Happy itu membuat Natsu dan Lucy hampir loncat dari jok mobil.

"Happy! Kau ini apa-apaan sih, jangan gitu dong, ini di jalan tau! Lagi macet pula, kalau aku kaget terus mobil gak sengaja jalan dan nabrak gimana? Masalah!" omel Natsu pada kucing biru kesayangannya yang lagi bermanja-manjaan dengan Lucy.

"N-nee.. Natsu.. Sudahlah mungkin Happy bosan, nih dia sudah tenang kok, yah walaupun aku sendiri juga kaget saat ia meloncat kesini." Lucy menenangkan Natsu yang sedang panas itu.

"Iya sih, btw, kamu nggak apa-apa Luce? Ada luka? Cakar Happy akhir-akhir ini cepat sekali tumbuh loh,"

"Ngga.. gak ada kok, santai saja Nuts.." ujar Lucy sambil tersenyum.

"Nee, Natsu.."

"Hm?"

"Jangan dipikirkan omongan tukang kebunku tadi yah… duh aku jadi nggak enak sama kamu nanti kamu ngecap aku cewek jelek lagi karena nanti bisa saja kamu mengira aku bisa seenak jidat keluar dengan cowok manapun.. Kelihatan kok kamu kepikiran, mukamu daritadi merengut terus.."

Natsu pun gelagapan mendengar omongan Lucy, tidak disangka temannya ini memperhatikan juga, padahal ia sudah berusaha menyembunyikan. Tapi namanya juga Natsu, kelihatan banget kalau sedang kesal…

"A…aah engga kok, iya memang aku sempat keheranan sih tadi, tapi santai aja, aku engga mikir gitu kok. Lucy kan anak baik, gak mungkin kayak gitu yah, hahaha…" kata Natsu sambil tertawa menyembunyikan kebohongannya, sebenarnya ia kepikiran kakaknya, karena beberapa hari yang lalu kakaknya itu juga bilang menjemput seorang cewek seumuran Natsu.

Lucy sebenarnya masih curiga, ia kenal Natsu dari kecil jadi ia tau Natsu menyembunyikan sesuatu. Lucy terus memandangi Natsu dengan tatapan mengintrogasi, mambuat Natsu risih. Akhirnya Natsu mengubah topic pembicaraan untuk mencairkan suasana,

"Eh Luce, katanya kamu bangun siang, tapi kenapa itu barang-barangmu lengkap sekali? Topi, sunblock, handuk, baju ganti, peralatan mandi, papan surfing, sampai sekeranjang makan siang. Kapan nyiapinnya?" tanya Natsu menunjuk barang-barang Lucy di jok belakang.

"Ohh itu, kalau handuk, topi, dan lain-lain sudah aku siapkan kemaren malam jadi tadi tinggal angkut saja, papan surfing juga, sudah aku taruh di kamar tadi malam. Kalau makan siang aku minta juru masak yang memasakannya, makanya aku bisa bawa lengkap padahal bangun kesiangan ehehe… Kalau kamu bawa apa aja Nats?" tanya Lucy balik.

"Aku? Bawa apa ya? Baju ganti, peralatan mandi, handuk itu aja sih. Aku lupa bawa papan surfing jadi nanti nyewa aja deh disana. Ahh macetnya sudah hilang, tancap gas ke pantai!" seru Natsu sambil menaikan spidometer mobil menjadi 100 km/jam. Anak racing banget sih..

Beberapa menit kemudian…

"Sudah sampai Luce, ayo turun. Btw, upah aku nyupirin kamu itu sunblock sama makan siangnya ya.. Hehehe, nyetir kan butuh tenaga juga hahaha."

"Ihh, dasar, iya-iya deh nanti kita bagi-bagi makan siang yaa. Yuk, yang lain sudah menunggu loh."

Setelah mengambil barang-barang, mereka langsung ke tempat Erza, Gray, dkk yang sudah menunggu. Sesampai disana mereka langsung disambut omelan hangat Erza karena mereka yang di pantai sudah menunggu Lucy dan Natsu selama satu jam. Natsu hanya ngedumel soal macet dan Lucy sweatdrop sambil diam-diam menyelinap ke kamar mandi untuk mengganti baju dan menghindari Erza, tentunya.

"Natsu kau sudah membuatku terpanggang tau disini!" Omel Erza.

"Ihh, tapi gimana dong? Aku disuruh Lucy dadakan menjemput dia, terus kena macet 45 menit, aku udah ngebut loh di jalan bzzz, ya kan Luce?" bela Natsu sambil memanggil Lucy.

"…"

"Luce?"

"Hey, Lucy kemana?" tanya Erza,

"Minna! Maaf ya tadi aku ganti baju hehe.." terlihat Lucy berjalan menuju mereka dengan menggunakan bikini , sama seperti Erza dan cewek lain. Mereka langsung menuju pantai untuk bermain. Ada yang surfing, contohnya Natsu, Jellal dan Lucy, ada yang berjemur yaitu Erza, Juvia dan Gray sedang berenang santai.

"Eh, Jellal.." Lucy bertanya tiba-tiba, "Kenapa Lucy?", "Kita Cuma bersegini aja ke pantainya? Kukira sama yang lain juga lho," Jellal menghela nafas ketika Lucy bertanya seperti itu,

"Yahh, kamu belum tau sih kenapa, itu tuh temen-temen kayak berantai gitu deh, misalkan, Alzack gak ikut, Bisca ikutan, Bisca nggak ikut, Levy ikut, terus nyambung ke Jet, Droy, Gajeel, dan lain-lain jadinya semua ngga ikut deh," Lucy sweatdrop mendengar jawaban Jellal.

"Eh, itu ombaknya bagus loh, ayo kita mulai, siapa yang gak jatuh sampai akhir itu berhak ditraktir makan ya hahaha!" seru Natsu, ditimpali dengan jawaban "Oke, siapa takut?!" dari Lucy dan Jellal. Setelah mereka semua selesai dengan kegiatan masing-masing, mereka gabung main volley pantai dengan pengunjung lainnya.

-skip time, Sore hari, pukul empat waktu setempat-

"Fuahhhh, puas banget hari ini, walaupun kulitku tambah kebakar gak papa deh ahahaha kan nanti di traktir Jellal," Natsu merebahkan dirinya di tikar yang dibawa Erza, mereka sekarang sedang berpiknik di tepi pantai.

"Lho? Kok aku aja? Lucy juga dong, kan kita sama-sama kalah! Ya kan?"

"…"

"Lucy?" Lucy diam, tidak menjawab Jellal, tetap diam sambil memandangi hpnya.

Erza yang kepo pun akhirnya menghampiri Lucy, "Lucy kenapa kamu memandangi hpmu sambil senyum-senyum? Wah ada apa-apanya nih… Cieee…." Erza langsung mengambil hp lucy ketika Lucy gelagapan dengan pertanyaan Erza. Erza langsung tertawa dan senyum-senyum sendiri ketika melihat hp Lucy,

"Hahaha, Cieee pajaknya mana nih Luce… Pajak dongg, pajakkkk, hahahahaha,"

"Uhh, diam Erza.. Jangan cerita ke siapa-siapa yaaaa!" Lucy langsung memerah dan mengambil hpnya,

Juvia pun ikutan kepo dan melihat hp Lucy dari belakang punggung Lucy, mereka juga ikutan tertawa melihatnya. Lucy langsung mengisyaratkan mereka untuk diam dan tidak memberitahu siapa-siapa. Setelah itu, mereka langsung menikmati piknik mereka, Lucy membawa banyak makanan, tuna sandwich, chicken sandwich, sushi, okonomiyaki, takoyaki, dan makanan-makanan simple lainnya. Natsu pun langsung mencomot bekal Lucy sebelum Lucy membaginya kepada yang lain, "Ongkos nyupirin sama menang surfing tadi" katanya. Erza juga membawa bekal yaitu berbagai jenis cake, dan Juvia membawa bento untuk Gray-sama tersayang serta limun untuk minuman. Cowok-cowoknya sih tinggal comot-comot aja, enak yah. Setelah selesai makan, Jellal minta ditemani Erza ke minimarket dekat pantai, mau membeli sesuatu. Diperjalanan, Jellal bertanya kepada Erza,

"Za, apa sih yang kamu lihat di hp Lucy? Kayaknya menarik banget deh.."

"Ih kepo, urusan cewek tau," jawab Erza dengan nada bercanda,

"Biarin kepo, gak mau kasi tau? Oke fine, bye," Jellal pura-pura ngambek karena tidak diberitahu Erza,

"iyaiya, tak kasi tau deh, ini loh, hihi.." Erza pun langsung membisikkan sesuatu ke telinga Jellal, seketika Jellal pun tertawa.

"Astaga.. Er-chan.. Jadi itu toh.. Ya ampun tidak kusangka Lucy sudah mulai menyukai seseorang.. Kan selama ini dia terus nempel sama kakaknya.."

"Ya gitu deh, tapi jangan bilang-bilang sama orangnya loh yang, kan keluargamu kolega sama keluarga besarnya dia, ssttt"

"Iya-iya, santai aja sama aku, tapi bilang love you dulu ke aku dong? Baru aku tutup mulut," Seketika, rayuan gombal Jellal membuatnya di tampar Erza dan ditinggal di jalanan. Poor Jellal..

Sementara itu di pantai…

"Wah ini sih namanya bukan makan siang, tapi makan sore ya.." Juvia berkata sambil melihat jam.

"Iya sih, Erza sama Jellal lama banget lagi, udah hampir jam lima mereka gak balik-balik, jangan-jangan ada sesuatu lagi nih…" Natsu menimpali. Gray dan Lucy hanya diam membiarkan Natsu dan Juvia mengobrol. Beberapa saat kemudian, Erza dan Jellal tiba.

"Kalian kemana aja sih, lama banget deh, pulang yuk, capek nih.." kata Gray.

"Ayo na, kita beres-beres dulu, baru pulang.." Erza, Lucy dana Juvia langsung membereskan peralatan makan, sedangkan para cowok mengangkut baju serta peralatan lainnya..

Natsu dan Lucy bergegas menuju mobil, dan sialnya, mereka terjebak macet lagi, Natsu pun sebal karenanya, sedangkan Lucy hanya diam saja sambil mendengarkan music dari iP*dnya,

"Hey Natsu, sunsetnya indah ya…" suara Lucy membuyarkan pikiran Natsu, Natsu langsung menoleh ke kaca mobil dan terkagum. "Wah.. Iya Luce, cantik banget sunsetnya…"

"Andai aku bisa menikmati sunset dengan dia.." gumam Lucy dengan suara pelan, tapi Natsu masih bisa mendengarnya,

"Dengan siapa Luce?" Lucy pun kaget karena Natsu mendengarnya,

"Ah.. Bukan apa-apa Natsu.." Lucy pun tertawa garing dan kembali melihat sunset, ketika Lucy sedang asyik melihat sunset, Natsu secara tidak sengaja melihat pantulan layar hp Lucy dari kaca mobil,

"Sting E." begitu tulisan disana. Natsu hanya diam dan mencoba untuk tidak emosii melihatnya, karena emosi saat mengemudi bisa berakibat fatal. Beberapa saat kemudian, mereka terbebas dari kemacetan dan setengah jam kemudian, mereka tiba di rumah Lucy. Setibanya Natsu di rumah, ia langsung menuju kamar dan mengsms Gray, mungkin saja Gray tau tentang hal yang tadi di pantai, ia tidak mau langsung berpikir kalau Sting lah yang ditaksir Lucy, walau ia sudah melihat sms di hp Sting. "Gray, apa kamu tau apa yang ada di hp Lucy tadi? Aku tidak sempat menanyakannya,"

Sementara itu keadaan Gray..

"Nee.. Juvia.." panggil Gray dengan nada menggoda,

"I.. Iya Gray-sama?" Juvia menjadi gugup ketika di panggil dengan nada itu,

"Apa sih yang diketawain sama Erza di hpnya Lucy itu.. Aku kan gak liat tadi… Kasi tau ya…", "Eits, gak boleh Gray-sama, itu kan rahasia wanita, Juvia gak boleh kasi tau Gray-sama sekalipun Gray-sama pacar Juvia!" Juvia menolak tegas sambil berusaha menghindari tatapan Gray.

"Ayolahh.. Juvia-chan…", "Nggak boleh!" , "Ayo nae… Please… masak kamu tega sih aku mati penasaran gara-gara ini…." Gray memelas sambil memperkuat puppy eyes-nya.

"Ihh, Juvia bilang engga ya engga!" Gray masih kukuh, akhirnya ia memikirkan sebuah cara yang bisa membuat Juvia luluh.

"Baiklah kalau kamu gak mau kasi tau aku, aku akan melakukan ini padamu." Kacing baju Gray tiba-tiba terlepas sendiri dan ia pun mulai mendekati Juvia dan mendekatkan bibirnya dengan bibir Juvia.

"A-ahh.. Gray-sama apa yang mau kau… Hiiii! Iya-iya Juvia kasi tau jangan mendekat lagi!" Wajah Juvia memerah akibat perlakuan Gray, Gray tersenyum puas ketika Juvia mulai bercerita tentang yang tadi. Ditengah-tengah, Hp Gray berbunyi dan sms dari Natsu masuk.

"Pas banget! Juvia lihat nih, Natsu juga nanyain tentang tadi. Hihi, aku bilang apa ya.. Misteriusin dikit dah, biar dia penasaran, aku pingin ngejailin dia hahaha" Gray langsung membalas sms Natsu dengan evil smirk miliknya. Juvia hanya sweatdrop melihat kelakuan Gray-sama tersayangnya itu.

-Balik ke kamar Natsu-

"Hmm, ayo tebak! Orangnya dekat sama kamu loh, dekattt banget, silahkan main tebak-tebakan tentang itu! Hahahaha!"

'Sial, salah banget aku sms dia tentang ini, pasti aku dikerjain deh.." batin Natsu, tapi setelah melihat bagian "Orangnya dekat sama kamu loh, dekattt banget," ia langsung terpikirkan kakaknya, Sting. Ia juga langsung teringat dengan omongan Lucy di mobil tadi dan layar hp Lucy.

"Tch, ternyata memang benar yang ditaksir Lucy itu kakak… Entah bagaimana caranya mereka bertemu… Tapi aku tidak akan menyerah!" Natsu geram mengingatnya, tapi ia kembali menghempaskan tubuh ke arah lain.

"Hahhh… Tapi bagaimana ya.."

Tepat saat itu, Sting masuk ke rumah dengan Rogue, mereka langsung nyosor ke kamar Natsu seperti biasa,

"Kalian darimana?" tanya Natsu lesu.

"Aku sih dari rumah seseorang, berkunjung, seperti biasa… Hahaha!" Sting tertawa sambil menyerahkan sebungkus onion ring untuk Natsu,

"Hey Natsu, tau gak, Sting tadi ke rumah cewek loh! Kalau tidak salah namanya itu Lu… Luca, atau Luna? Duh siapa ya…" Natsu kembali geram dan menggumam "Lucy",

"Ah iya! Itu nama cewek yang dikunjungi Sting tadi!"

"Oh gitu, selamat ya kak. Kalian memang cocok. Nah sekarang silahkan keluar aku lelah mau istirahat." Natsu mengusir mereka dengan nada lesu.

Diluar kamar Natsu, Rogue bertanya pada Sting,

"Hey, aku ada salah ngomong ya? Kok baru aku bilang gitu ia langsung lesu gitu sih? Dia iri kamu udah pernah ke rumah incaranmu sedangkan ia belum? Aduh aku jadi engga enak sama Natsu sih Sting.." Sting hanya diam, tidak menjawab Rogue, ia hanya memandangi hpnya,

Sting hanya tersenyum misterius menanggapi Rogue.

"Sting? Hey jawab dong!"

"Nanti kamu juga tau sendiri Rogue… Tunggu saja ya…" Sting pun meninggalkan Rogue yang kebingungan dan Natsu yang terpuruk di kamarnya...

.

.

.

T

B

C

I have no idea about this chap! Seriously! Maybe I get this "Writer block" syndrome oh Godness..

Gomen chapter ini… Hikshiks hueeee *nemplok di tembok*

Spoiler next chapternya.. Maaf sekarang bener-bener gak ada kepikiran apa.. hah kurang asupan anime romance dan pengalaman pribadi nih! Saran dong anime romance apa :') dan... Aku perlu waktu mikirin gimana penyelesaian fic ini.. Fufufu..

Jangan lupa tinggalkan review yaa :3

Sincerely, Shizuo Miyuki