Folder 1

The Flame of Courage

File 3

So Many Villains

"Vritramon. Level: Beast Hybird. Type: Dragon. Element: Fire. Attack: Corona Blaster.". "Aquilamon chou shinka… GARUDAMON!". "Garudamon. Level: Perfect. Type: Winged Beast. Element: Fire. Atack: Shadow Wing.". Garudamon maju ke depan, demikian juga Vritramon. Sesaat kemudian kedua tangan mereka beradu, saling menggenggam tangan lawan masing-masing. Keduanya hendak mengangkat lawannya ke udara. Akhirnya baik Vritramon maupun Garudamon sama-sama berada pada jarak lebih dari 600 enter di atas permukaan tanah. Keduanya sama-sama berusaha membanting lawan masing-masing sehingga tangan keduanya sama-sama terangkat ke atas. "Tenanglah, Vritramon! Aku akan membantumu!" teriak Wizarmon dari bawah. Kemudian dia mengeluarkan jurus Thunder Cloud. Garudamon yang menjadi sasaran Wizarmon, segera memutar tubuhnya sehingga saat ini posisi tubuhnya telah bertukar dengan Vritramon! Tak ayal lagi serangan Thunder Cloud yang dilancarkan oleh Wizarmon pun mengenai punggung Vritramon! Vritramon pun dengan serta merta jatuh ke bawah. Kesempatan ini tak disia-siakan oleh Garudamon untuk melepaskan jurus Shadow Wing! "Ugh tidak… Magic Game!" Wizarmon mengeluarkan ilusi yang membuat tubuh Vritramon seolah-olah ada selusin banyaknya dan memutar-mutar mereka, sehingga serangan Shadow Wing tadi hanya mengenai salah satu ilusi tubuh Vritramon yang dibuat oleh Wizarmon. Sementara Vritramon yang asli segera menapakkan kaki ke tanah dan kembali melesat ke udara. Dia mengarahkan kedua tangannya ke atas, lalu dari Rudri Tarpana-nya muncul peluru-peluru api. "Corona Blaster!". Tapi Garudamon yang posisinya berada di atas dengan sigap mengelak, lalu menukik ke bawah hendak mencengkeram Vritramon. Namun justru saat-saat inilah yang ditunggu oleh Vritramon. Begitu kaki Garudamon hendak mencengkeram tubuhnya, dipegangnya kedua kaki itu, lalu dengan berputar-putar dilemparkannya tubuh Garudamon hingga akhirnya Garudamon pun terlempar membentur sebuah tangki minyak. Vritramon berlari mendekati Garudamon dengan mengepalkan tinjunya, namun saat dia sudah dekat dengan Garudamon, Garudamon menendang dadanya menggunakan kedua kaki. Vritramon pun tersentak mundur beberapa langkah. Garudamon segera berdiri. Kemudian dia berkata, "Hemph! Benar-benar pertarungan yang seimbang. Kita sama-sama berdiri, punya sepasang tangan, sepasang kaki, dan sepasang sayap.". Tiba-tiba satu ide terlintas di kepala Vritramon. Lalu dia berkata, "Oya? Ada dua hal yang tidak kau punya!". "Omong kosong!" kata Garudamon. "Apa itu?" lanjutnya. "Ekor!" jawab Vritramon sambil memutar tubuhnya sehingga ekornya bergerak laksana cambuk menyerang Garudamon. Garudamon yang terkejut sama sekali tak punya kesempatan untuk mengelak. Akhirnya dia pun terpental beberapa langkah ke belakang. Belum sempat dia berdiri sempurna, Vritramon telah berlari ke arahnya sambil menundukkan kepala dan berkata, "Dan yang satu lagi adalah tanduk!". Dia pun menyeruduk Garudamon pada bagian perut. Garudamon kembali terpental dalam posisi telentang. Tahu bahwa tak banyak lagi yang bisa dilakukannya, dalam posisi telentang di udara dia mengirimkan serangan Shadow Wing yang secara otomatis langsung mengarah ke depan. Namun begitu jurus Shadow Wing itu hampir mengenai Vritramon, Vritramon langsung memutar-mutar tubuhnya seperti gasing. "Flamestorm!" Tubuh Vritramon berubah menjadi tornado api memunahkan serangan Shadow Wing yang dilancarkan oleh Garudamon, kemudian dari putaran itu dia melepaskan satu tornado api yang mengarah pada Garudamon. Tak ayal lagi tubuhnya yang belum sempat menyentuh tanah saat terpental tadi, kembali terpental ke atas setelah terkena serangan itu. Garudamon berteriak. Tiba-tiba dari punggungnya keluar sebuah roda gigi hitam yang kemudian pecah di udara! Baik Agni maupun Vritramon tersentak kaget, sementara Garudamon yang tergeletak di hadapannya berubah menjadi Piyomon. "Jadi ini perbuatan Devimon…" gumam Wizarmon.

"Wizarmon…" kata Piyomon saat membuka matanya. Rupanya dia sedang berada di atas punggung Vritramon seorang remaja putra yang tidak dikenalinya, sementara Wizarmon terbang di sebelah Vritramon. "Vritramon! Bisa lebih cepat tidak? Kita harus segera membantu Garumumon dan Sorcerymon!" kata Agni. "Inginnya sih begitu, tapi aku capek…" jawab Vritramon. Sementara Wizarmon bergumam, "Rupanya Devimon juga ikut mengacaukan Digital World… Sial… Selain Cherubimon dan Tamer yang mempunyai Wormmon rupanya ada musuh lama yang lain yang muncul mengacau… Aku takut kalau Vandemon juga muncul kembali…". Agni yang mendengar perkataan Wizarmon pun bertanya, "Separah itukah kekacauan di Digital World yang telah ditimbulkan oleh si hacker?". "Ya." jawab Wizarmon. "Tapi sang hacker juga mempunyai rival di Digital World ini. Dia juga hacker." lanjutnya. "Siapa?" tanya Agni penasaran. "Diaboromon." jawab Wizarmon singkat. Agni pun melongo terbengong-bengong. Lalu katanya, "Buset dah… Alamat aku bakal menghadapi semua musuh lama dari season Adventure sampai Savers…" dia mengatakan itu sambil geleng-geleng kepala. Tiba-tiba Piyomon teringat sesuatu. "Ah! Tuan Mercurymon! Aku mengkhawatirkan keselamatan beliau. Terakhir aku lihat dia sedang bertarung melawan SaberLeomon. Semoga saja beliau selamat…" katanya. "SaberLeomon?" Agni pun tertunduk lemas. Bersiap-siap untuk mendengar kemungkinan yang lebih buruk, Agni pun bertanya pada Wizarmon, "Kalau begitu, apakah Etemon, Dark Master, Apokarimon, Demon, Dagomon, D-Reaper, Lucemon, Belphemon, dan Ygdrasil juga muncul kembali?". Wizarmon menjawab, "Aku tidak tahu, tapi si hacker telah melenyapkan D-Reaper dan Ygdrasil dari Digital World.". Agni menghela nafas lega. Namun tiba-tiba Wizarmon melanjutkan, "Tapi akhir-akhir ini datang dua pasukan pengacau dari pihak yang berbeda. Masing-masing dipimpin oleh Digimon yang bernama DarkKnightmon dan Baguramon.". Agni pun membuka mulutnya lebar-lebar. Dia begitu shock mengetahui berapa jumlah pihak lawan dan seberapa kuat mereka. Dia lalu berpikir. "Kalau Digimon-ku baru bisa shinka jadi Agnimon dan Vritramon, rasanya untuk mengalahkan Devimon yang paling lemah di antara mereka pun sulit…" katanya. Lalu dia pun teringat sesuatu. "Oya, tadi kamu bilang selain aku dan Cahyo ada 3 orang manusia lagi yang dipanggil kesini kan?" tanya Agni pada Wizarmon. "Dimana mereka? Siapa saja mereka? Apa saja Digimon mereka?" tanya Agni bertubi-tubi. Wizarmon menjawab, "Sayangnya di antara mereka hanya ada satu orang yang masuk Digital World lewat sini. Dari data-data yang masuk ke Digital World, aku mendapat informasi bahwa dia adalah rivalmu semasa masih duduk di bangku SD.". Rival? pikir Agni. Dia berusaha mengingat-ingat siapa rivalnya semasa duduk di bangku SD dulu. Tapi kemudian dia menanyakan hal lain, "Oya, Digimon apa yang dia miliki sebagai partner?". "Aku tidak tahu." jawab Wizarmon. Lalu dia melanjutkan, "Saat dia datang kesini, dia belum bertemu dengan partenrnya. Tapi Orphanimon memberitahuku bahwa dia ditakdirkan untuk memiliki Spirit angin.". "Spirit angin?" Agni berpikir sejenak. Dalam pikirannya, kalau orang itu memiliki spirit angin, pasti Digimonnya akan shinka menjadi Fairymon. Dia pun mulai berpikir Digimon level Child apa yang bentuknya mirip dengan Fairymon. Dia berusaha berpikir keras namun pikirannya buntu. Akhirnya dia pun menyerah.

"WereGarurumon Black! Sadarlah! Saat ini kau sedang berada di bawah pengaruh sihir Cherubimon!" kata Cahyo memberi peringatan. "Cherubimon? Siapa itu? Aku tidak kenal." timpal WereGarurumon Black bingung. Cahyo pun menjadi bertambah bingung mendengar jawaban WereGarurumon Black. Dia meneliti seluruh tubuh Digimon berbentuk werewolf itu dari ujung rambut sampai ujung kaki, namun tak menemukan adanya Dark Ring sama sekali. Dia lalu berpikir apakah ada Digimon lain yang mengendalikannya ataukah WereGarurumon Black memang seorang atau seekor Digimon yang jahat?

Di langit Digital World, enam buah Dark Ring beterbangan mencari mangsa. Namun dari arah yang lain, enam buah roda gigi hitam datang dan menghancurkan semua Dark Ring itu. Di atas puncak sebuah bukit, Devimon menyaksikan pemandangan itu dengan tertawa-tawa. "Khuhuhu… Bagaimana, Digimon Magna? Kau tidak akan bisa mengalahkanku! Kau tidak cukup kuat untuk menggunakan kekuatan kegelapan!". Orang yang berdiri di atas bukit seberang, yang dipanggil Digimon Magna, berkata, "Stingmon! Kita mundur dulu untuk sementara!". Stingmon yang sedang bertarung melawan Kuwagamon segera terbang ke arah Digimon Magna sementara Kuwagamon mendekat pada Devimon. "Tunggulah sampai aku berhasil menyempurnakan proyek besarku! Dan kau akan menjadi salah satu dari bagiannya!" kata Digimon Magna sambil berlalu dari tempat itu dengan dibawa oleh Stingmon. Devimon pun tertawa terbahak-bahak, "Khuhuhu… Khahahahaha!"