Terimakasih buat yang udah review selama ini, aku seneng banget pada banyak yang review terutama yang suka dengan FF ini! Thanks a lot!
AND THIS IS
.
.
HUNKAI
,
,
,
,
YOUR MINE
..\..
...
"Jangan ditutupi atau kau tidak jadi kuajak ke pulau Jeju dan ke Brazil" Sehun mengancam dan sukses membuat Kai terpaksa melihat tontonan itu.
"Hun.. adikmu.." Kai yang duduk dipangkuan Sehun dan menyandarkan tubuhnya di dada Sehun merasakan adik Sehun menegang diantara belahan butt Kai.
"Apa, hm.." Sehun berbisik serak dan itu membuat Kai merinding.
Ditambah dengan tubuh atas Sehun yang tak mengenakan kaos membuat kulit leher Kai menyentuh kulit bahu Sehun dan saling bergesekan.
-Your Mine-
"Adikmu banguun.." Kai berujar lirih, pipinya merona malu.
"Tak usah dipikirkan" Sehun mencium kembali pipi Kai dan menonton filmnya. Tapi jujur Kai tidak fokus karena merasakan tonjolan itu semakin besar dan terhimpit diantara kedua buttnya.
"Ta-tapi.." Kai memalingkan wajahnya kebelakang namun dengan sigap Sehun meraup bibir penuh Kai.
"Eungh.." Kai mendesah ketika lidah Sehun berhasil masuk dan lidah mereka saling berliltan.
Perlahan Sehun membimbing tubuh Kai untuk berhadapan dengannya. Setelahnya Kai dengan erat memeluk leher Sehun dan mendorongnya agar ciuman mereka lebih dalam.
"Hm!-eungh.." Kai sedikit kaget karena tiba-tiba tangan Sehun meraih tangan kanannya dan menaruhnya tepat pada milik Sehun yang sudah hard dibalik celana.
"Emh.." Kai hanya bisa mendesah ketika tangan Sehun yang satu lagi meremas buttnya.
Tangan kanan Kai terpaksa mengikuti gerakan tangan Sehun yang mengelus penis Sehun dari luar celana.
Puk!
Kai memukul ringan pundak Sehun dengan tangan kirinya menandakan dia sudah sangat sesak. Dengan sangat tidak rela Sehun melepas ciuman itu.
"Hosh.. hosh.. Hun.. lepaskan tanganku.." Kai menatap memelas karena kini tangan kanannya masih dipegang erat dan digerakkan oleh Sehun untuk mengelus penis Sehun yang berdiri tegak itu.
"Sebentar lagi, biarkan dia tertidur lagi" Sehun memeluk tubuh Kai dan menyandarkan kepala Kai di bahunya.
"Sehun, sudah.." Kai merengek.
"Sebentar lagi" Sehun mempercepat gerakan tangan Kai yang mengelus penisnya.
"Akh.. ehm.. Kim Jong In…!" Sehun mendesah nikmat ketika klimaks sudah mengikutinya.
Ia tekankan tangan Kai pada penisnya.
"Sehun sudaaah~" Kai merengek imut.
"Ne, sudah" Sehun tersenyum kemudian mengecup kilat bibir Kai.
-Your Mine-
"Hun, air terjunnya bagus.." Kai menunjuk air terjun dimana kini Edward dan bella hanya menggunakan pakaian renang.
"Absku lebih baik dari milik Cullen itu" Sehun menunjuk abs milik Edward.
"Hem. Aku tahu itu, dan jangan sok membanggakan diri lagi. Tuan Oh" Kai cemberut lagi. Ia masih tersinggung masalah absnya yang sudah rata.
"Wah, besok kita melakukan itu juga yuk?" Sehun tersenyum riang.
"Apa kau gila?" Kai bergidik melihat adegan yang terlihat di layar televisi itu.
Edward dan Bella sedang melakukan hot kiss di bawah air terjun itu.
"Bukankah itu menyenangkan?" Sehun mencium pipi Kai lagi. Berusaha menggoda Kai.
"menyenangkan kepalamu!" Kai menjauhkan kepalanya lagi dan berusaha fokus pada film. Entah mengapa semakin lama udara disekeliling mereka semakin panas saja.
-Your Mine-
"Ehm! Ah! Kenapa Edward mau begitusaja meniduri Bella? Bahkan aegyo Bella benar-benar tidak cute sama sekali!" Kai mengerucutkan bibirnya imut. Pipinya merona lagi karena disuguhi tontonan lebih hot.
"Jongin.." Sehun mendesis ditelinga Kai.
"Apa cadel?" Kai menatap malas Sehun. entah mengapa, akhir-akhir ini Sehun sering mencium pipi dan bibirnya dan berbisik di telinganya dengan nada berat yang sangat ukh.. membuat tubuhnya seperti teraliri listrik kejut.
"Bayangkan.. jika Edward itu adalah diriku.." Sehun seolah membisikkan mantra dan Kai mulai membayangkan bahwa Edward adalah Sehun. dan sialnya, entah mengapa ia merasa menjadi Bella!
"ukh.. aangh.. se..huuun~" Kai mendesah karena elusan seduktif Sehun pinggulnya.
"Apa.. Jongin-swan?" Sehun secara tidak langsung mengatakan bahwa Kai kini seolah menjadi Bella, dan entah mengapa Kai setuju malah mendesah lebih sexy sambil meremat rambut kepala Sehun dibelakangnya.
"Lihat filmnya dan bayangkan bahwa Bella adalah dirimu.. dan aku adalah Edward yang sedang menyentuhmu seutuhnya.." Sehun mengarahkan kepala Kai untuk melihat film yang sedang menampilkan adegan hot itu, sedang dirinya asik menggigiti dan menjilati leher Kai.
Desahan Kai tak dapat berhenti, terdengar bagai melodi indah ditelinga Sehun.
"Hun.. ah.. berhentii~" Kai memberontak tapi seakan kekuatannya hilang.
"Jangan menolak sentuhanku, baby" Sehun mengelus paha Kai makin keatas-keatas-keatas hingga..
TUK!
"Yak! Appo!" Sehun berteriak sakit karena seseorang memukul kepalanya dari belakang. Mengganggu saja pikirnya.
"Cadel! Jangan terlalu jahil pada uri Jonginnie. Dia lelah, biarkan dia istirahat. Kajja Jonginnie aku antar kembali ke kamarmu" Luhan menarik paksa Kai yang masih ngos-ngosan di pangkuan Sehun. Luhan menggandeng tangan Kai dan menyelimuti Kai lalu menutup rapat pintu kamar Kai dan DO tersebut.
"Cih, aku tahu kau melihatnya dari tadi, dasar Lulu ge, besok akan kulaporkan pada Xiumin hyung bahwa dia tidak menyiram bunga Aster pemberian Xiumin hyung!" Sehun menggerutu sambil melipat kedua tangannya.
"Cadel, aku tahu kau menyukainya, tapi bukankah itu pemaksaan? Otakmu bahkan tak bisa berfikir jernih.. Kau masih anak-anak untuk menjalin hubungan, Jongin juga awam dengan yang namanya gay, kalau dia tahu.. aku yakin Jongin benci gay" Luhan mendudukkan tubuhnya disamping Sehun kemudian meraih remote dan menskip alur-alur film sampai bagian akhir.
"Lihat Hun, jika kau tadi melakukannya, Jongin pasti akan lebih menderita dari Bella. Disini Bella tenang saja saat hamil anak Edward, karena dia yang ingin melakukannya meski tubuhnya sampai kering dan mengenaskan seperti itu" Luhan menunjuk adegan dimana Bella terkulai lemah di sofa dengan perut yang membesar.
"Tapi tadi? Kau bahkan terlihat seperti mendoktrinnya dan memperkosanya.." Luhan memandang sinis Sehun.
"Ya hyung.. aku sudah tidak tahan. Aku ingin memilikinya.. Kau tahu kan, Chanyeol hyung akhir-akhir ini dekat dengannya, dan aku yakin Chanyeol hyung pasti akan menembaknya. Dan aku juga yakin Jonginnie-ku akan menerima Chanyeol hyung apa adanya.. Karena perasaanku pada Jonginnie-ku hanya Kau dan Xiumin hyung yang tahu.." Sehun menyandarkan tubuhnya lemas di sandaran sofa.
"Makanya, jangan selalu menjahilinya. Berbaiklah dan seringlah bersama" Luhan mematikan TV itu.
"Aku tidak bisa hyung. Itu satu-satunya cara yang dapat aku lakukan" Sehun menatap Luhan pesimis.
"Terserah kau, yang penting perjuangkan, dan berpikirlah logis" Luhan pergi untuk tidur kembali ke kamarnya bersama Xiumin.
Lama sekali Sehun terdiam disana.
Kemudian tangannya meraih hpnya yang ada di meja samping sofa.
"Hm.. bagaimana caranya mendapatkanmu My Sexy Sweety?" Sehun mengusap wallpaper hpnya yang bergambarkan model yeoja sexy luar negeri Miranda Kerr tapi wajahnya ia ganti dengan wajah Kai.
Sungguh gila Sehun..
TBC
Bagaimana? Yang ini pendek? Okelah memang begini ceritanya sih.. ini aigo.. sebenarnya oneshoot dengan word 6k+..
Tapi pasti pada bosen bacanya kalo sebanyak itu.. jadi aku bikin per chapt deh..
Luhan kurang mikir.. tu DVD belum dikeluarin dari DVDplayernya malah maen matiin TV.. rusak tuh nanti!
Sehun keren yah.. bisa edit foto gituh.. hehe
Aku review sebisanya ya..
Kim Jong Kai88 : ini belum nc, nanti chap 4 nanti mulai NC! Horee..
LulluBee : lama nih, hehe, aku ada UKK dan camping berurutan hari sih, mian
: ini udah lanjut :D
banzaianime80 : ini lanjutannya, thanks too
YoonHee94 : ini sudah lanjut
GaemCloud : Em disini HunKai cuma hyung-dongsaeng sih..
Jongin48 : ini udah lanjut
ichigo song : godaan Kai itu luar biasa.. lihat aja aku udah pengen, hehe
LM90 : itu karena mereka melihat film twilight pas Bella Edward honeymoon nc-an, hehe
Dan masih banyak review yang gak bisa aku bales, thanks..
Review buat lanjutan ff ini ya
Thanks for read..
