Oke, hahah Sorry readers aku updatenya lama. Well, sekarang giliranku (Nophie) bikin Chapy baca ^^

Disclaimer: Kingdom Hearts bukan punyaku lahh. Hahahaa, paling, mimpi saja deh.

Genre: Humor and Friendship

Rated: T


Chapter 2

(3 hari sebelum kecelakaan)

" Hey Roxas," panggil seseorang.

" Hum? Ohh, ada apa Axel?" tanyaku pada Axel yang tadi memanggilku.

" Kamu ingat?" tanyanya balik.

" Hah? Tentang apa?"

" Hah... sudah kuduga kamu lupa... begini jadwal band kita untuk mengisi Pensi semester ini sudah ada di Zexion." Katanya memberitahuku. Aku mengangguk mengerti.

"Lalu?" tanyaku lagi.

"Hari ini kita latihan di rumahku. Demyx dan Zexion mau langsung kerumahku. Kamu ikut dengan kami atau kamu menyusul seperti biasa?" tanya Axel.

"Um.. aku menyusul saja. Aku mau beli sesuatu sebentar." Kataku. Lalu kami berpisah, Axel ke arah gedung sekolah, aku ke arah tempat parkir. Aku mendekati motorku, lalu mengambil kunci motor di saku kanan. Lalu aku segera menghidupkan motorku. Hum, motorku berwarna Hitam bercorak putih dan silver. Warna kesukaanku.

Oh iya, aku punya grup band yang sudah terbentuk saat aku kelas 1. Aku sebagai singer barsama Axel, Demyx gitaris dan Zexion yang memainkan Keyboard dan juga komposer lagu. Namun tak ada yang menjadi drumer, karena kami tidak ada yang cocok.

Aku menuju supermarket di dekat Destini High School. Itu supermarket terdekat dengan rumahku. Jadi aku bisa langsung pulang dan cepat-cepat menuju rumah Axel.

"Ting.." lampu merah sudah berganti hijau. Aku segera tancap gas dan melesat dengan cepat. Saat mau menikung, jelas saja aku mengurangi kajuku. Ternyata.. ada seseorang tepat di tikungan dan tiba-tiba..

"BRAKK!"


Aku berusaha membuka mataku. Mataku sangat berat begitu pula dengan badanku. Ukh... sial sepertinya tulang pergelangan tangan kiriku sedikit retak. Uhh.. sakit...

Beberapa menit kemudian, aku sudah sepenuhnya bangun. Aku memegang kepalaku. Lohh! Kok rambutku jegrak-jegrak gini yah? Dan ini juga bukan kamarku. Di mana ini? Ruangan ini cukup besar. Ruangannya cerah, dan tempat tidur ini juga banyak bantal yang empuk.

Aku melihat di sudut kiri, dekat jendela, ada sebuah meja belajar yang cukup berantakan. Buku-bukunya berserakan. Dan di sisi lain, ada tumpukan majalah. Aku mendekati tumpukan itu, wahh.. majalah tentang basket.

Hum, aku baru sadar kalau di kamar ini ada ring basket kecil beserta bolanya juga. Pasti pemilik kamar ini suda sekali dengan basket. Berbeda denganku. Aku sama sekati nggak bisa berolahraga, apa lagi basket. Tapi, kalo masalah teori, huh mudah.

Aku memutuskan untuk mencuci muakaku. Sepertinya aku tertidur berhari-hari, badanku lengket. Untung saja di kamar ini ada kamar mandi pribadi. Tanpa di suruh, aku segera masuk dan mencuci muka di wastafel yang ada, lalu aku bercermin…

"… I ..Ini… Ini bukan.. a..aku.. ?" kataku terbata-bata karena kaget, "ini pasti hanya mimpi. Yeah, pasti hanya mimpi kan.. hahaha..." aku tertawa garing. Aku mencubit pipiku, Auch... sakit. Huh? Kalo sakit berarti ini bukan mimpi, tapi…

"SORA! Kamu sudah bangun?" teriak seseorang perempuan berambut onyx, dia mendekatiku dan memelukku.

"Akhirnya kamu sadar juga. Kamu tau kalau kamu sudah pingsan selama 3 hari?" katanya. Aku tidak membalas pelukannya, aku masih terlalu bingung.

"Uhh, i..iya. err, tanganku sakit…" kataku sambil sedikit merintih.

"Ah, Sorry. Well gimana keadaanmu? Sudah rada baikan?" Tanyanya penuh perhatian. Aku mengangguk.

"Baik. Eh, hari ini aku berangkat sekolah kan?"tanyaku.

"Yeah, kalau kamu kuat. Kalau tidak, jangan di paksakan." katanya lagi.

"Yuffy! Sora sudah bangun?" teriak seseorang lagi dari luar kamar.

"Sudah Kaa-san. Dia mau mandi." Teriak Yuffy. "Oke Sora, kamu cepetan mandi. Aku, Kaa-san dan Tou-san menunggumu di bawah. Cepetan yah!" Lalu dia berjalan keluar.

Jadi, Yuffy adalah kakaku, dan nama tubuh ini adalah Sora. Aku mendekati lemari mengambil seagamku. Hum, seragam Destini High School yah? Cukup membuatku bingung.. Tiba-tiba perutku berdemo. Oke, lekas mandi dan makan.

Aku berjalan ke menuju meja makan. Kaa-san, Tou-san dan Yuffy juga sudah ada di sana. Mereka segera menyambutku dan menyuruhku untuk lekas makan. Aku mengambil Sup dan nasi goreng. Yuffy, Kaa-san dan Tou-san membicarakan sesuatu, dan sepertinya sangat menyenangkan. Mereka heboh sendiri, bahkan Kaa-san sampai debat dengan Yuffy. Aku hanya terdiam dan kadang tertawa kecil. Tak lama kemudian, kami selesai makan, aku an Yuffy berangkat sekolah, Tou-san berangkat ke perusahaannya, sedangkan Kaa-san segera ke dapur.

"Soora! Jangan lupa makan bekalmu!" teriak Kaa-san dari dapur. Aku hanya bergumam kecil.

"Hah, keluarga yang berisik,"


- At Destiny High School-

Err… gawat. Aku nggak tau di kelas mana... duh. Apa lagi aku juga nggak terbiasa sama sekolah ini.

"Sora..."

"..."

Sooraa~" seseorang menepuk pundaku.

"Whaa..Oh.. Hai," kataku sambil tersenyum yang kupaksa. Aku masih belum terbiasa sama nama dan Roxas... beda jauh kan?

"Hai juga. Oh iya, bagaimana kabarmu?" tanyanya.

"Baik Sih, hanya bagian pergelangan tangan kiri saja yang nggak bisa kugerakkan." Kataku. Aku membaca nama pengenal yang ada di dada sebelah kanan. Namanya Kairi. Sepertinya aku sekelas dengannya.

"Hey, tugas selama kamu nggak masuk cukup banyak loh. Dan hari ini tugas Matematika harus di kumpulkan." Kata Kairi.

"Hum, Realy? ayo kekelas." Ajaku.

-At Class-

Jadi ini kelasku, Ribut banget. Ada yang duduk di mej, ada yang lempar kertas, ada yang tidak memakai dasi dan bajunya berantakan. Heran deh, padahal belum pelajaran sudah berantakan bajunya. Eh, tapi nggak semuanya ikut ribut, ada yang sedang duduk manis menyalin tugas.

Aku segera duduk di bangku dekat jendela, dan mengeluarkan buku matematika.

'Hum, halaman 32-34. hah, lumayan untuk pemanasan.' Batinku. Aku tersenym sinis, dan segera mengerjakan.

Pas! Saat bel masuk, semua tugas matematika tadi selesai. Haha, aku tersenyum puas. Guru langsung masuk ke dalam kelas, dan beliau adalah mapel matematika. Pas banget, untung saja tugasku sudah selesai. Kami sekelas di suruh menumpukan tugas.

"Sora, kamu maju mengerjakan soal nomer 5!" kata guru itu. Sial banget nih. Aku nggak berbuat apa-apa di suruh maju. Aku segera menyelesaikan soal itu dan segera duduk saat aku duduk, teman-teman dan guruku melihatku dengan tatapan heran. Namun aku hanya menganggap sebagai angin lalu.


"Hei Sora, sejak kapan kamu jadi jenius?" tanya Wakka saat bel istirahat. Yeah, aku sudah mengenal semua teman sekelasku.

"Huh? Kok bisa?' tanyaku heran.

"Itu, biasanya kamu sangat benci matematika, bahkan kamu belum pernah bisa mengerjakan soal di papan tulis." Kata Tidus. Ups, aku menggali lubang kuburanku sendiri.

"Errr.. hum...nggak tau juga. Tadi aku sempat liat rumus di buku, jadi aku bisa mengerjakan." Jawabku berbohong. Tidus dan Wakka hanya mengngguk paham. Fiuh.. untung saja mereka percaya. Ternyata Sora itu lemah matematika yah...

Ah, dkalo di tempatku, yang lemah matematika itu Axel Axel, aku jadi kangen sama kamu.

Aku melihat di depan kelas, ada seseorang anak berambut Silver memanatapiku. Sepertinya dia..

To Be Continued


Wahh.. ternyata chapy 2 hanya segini yah. –plakplakplak- Waahaha, gimana readers?

Masih terlalu pendek yah XD. Oke deh readers, repiew plisss