Yaaak! Update kembali minna-san!
Saya minta maaf di chapter sebelumnya, Brunei saya lupakan. Dia hampir mirip Canada ya di fic ini.
All: Siapa Canada?
Vivi: Lo semua parah, Canada negara terbesar kedua dilupain...
Yak, saya akan menjawab review
Yuki Hiiro: Ooh, begitu ya, makasih buat informasinya. Saya akan coba update secepatnya dan lebih panjang, udah mau UN sih, jadi waktu fanficnya akan dikurangi.
xKirakun: Siap!
Hetalia: Hidekaz Himaruya
Story: Amanda Sylvia
We are... ASEAN
Chapter 2
Semua keributan yang terjadi di dalam ruangan itu jatuh terdiam ketika pintu ruang meeting terbuka. Semua mata langsung jatuh kearah ASEAN yang ada di dekat pintu. Vietnam, yang pernah mengikuti world meeting itu berjalan ke arah Germany.
"Pak Germany, saya membawa teman-teman saya. Menurut saya, karena mereka sudah sering bergaul satu sama lain terus, mungkin bagus jika saya membawa mereka kesini." jelas Vietnam. ASEAN langsung melirik kearah Vietnam
"Oh jadi itu alesanya lo bawa kita kesini ya?" tanya Indonesia dan ia hanya mendapatkan anggukan sebagai jawaban.
"Baiklah kalau begitu, apa kalian ingin mempernalkan diri sendiri?" tanya Germany dan ASEAN mengangguk.
"Mulai dari aku ya? Salam kenal, saya Indonesia."
"Lanjut, saya Malaysia."
"...Singapore..."
"Halo, nama saya Philippines!"
"Aku Laos dan dia-." Mulai Laos
"KAMBOJA!" dan disambung oleh Kamboja, lalu mereka tertawa gak jelas (lagi)
"Myanmar." Ucapnya tanpa ekspresi
"Namaku Thailand, ana."
"Terakhir, saya Brunei Darrusalam. Panggil saja Brunei."
Setelah perkenalan yang sederhana tadi, ASEAN pun pergi ke tempat duduk masing-masing yang sudah diberitahu oleh Vietnam.
Singapore duduk disebelah England dan Malaysia yang sebelahnya Indonesia. Sebelah Indonesia adalah Japan, sebelah Japan adalah Myanmar. Di samping Myanmar adalah Laos dan Kamboja. Brunei, Thailand dan Vietnam di satu grup, sedangkan Philliphines dengan Romano dan Spain.
Kemudian, sekali lagi, ruangan mulai menjadi sangat rusuh. Terjadi pentengkaran yang sangat rusuh diantara para Nations. Bagaimana keadaan Asean, readers? Vietnam, yang sudah pernah ke World Meeting tentu sudah biasa dengan keadaan seperti ini. Tapi Indonesia, yang walaupun berisik, suka keadaan tenang, jadi dia turun tangan juga. ASEAN bisa menebak apa yang akan terjadi, jadi mereka langsung mengumpat di bawah meja. Saat Germany ingin meneriaki para Nations, Indonesia sudah teriak duluan.
"DIEM LO SEMUA! Ini kita mau meeting atau perang, heh? Lo semua udah pada gede masih aja berantem! Ekonomi dunia itu susah tau! Sekarang jangan berantem lagi dan MULAI MEETING NYA!" sahut Indonesia
Japan yang disebelahnya mulai merinding karena tidak pernah melihat Indonesia yang dijajahnya dulu seperti ini. Bahkan saat Indonesia masih ditangan Jepang atau penjajah lainnya, 'Nesia-chan' tidak pernah marah-marah seperti begitu. Para ASEAN pun keluar dari 'tempat persembunyian' mereka.
"Udah selesai kan, yok lanjut aja, nanti kak Nesia marah lagi loh.." ujar Philippines
Akhirnya meeting dimulai dengan tenang, karena takut Indonesia akan marah lagi. Yang memimpin meeting tersebut adalah America, tentang penjelasanya terhadap 'Pemanasan Global'nya yang tak terlalu jelas
England, yang sedang mencoba menahan emosinya, tidak bisa menahanya lagi.
"Stupid git, America! Saya tidak setuju! Dunia akan hancur kalau begitu." Bentak England.
Dengan itu, England mati. Eh salah, maksud saya Indonesia langsung marah lagi.
"ALIS TEBAL SOMPLAK, DIEM LO! UDAH GUE BILANG JANGAN BERANTEM! SEKARANG LO YANG MULAI HEH? DUDUK DI TEMPAT, GERAK!"
England, yang tadinya emosi, langsung ketakutan sampai celananya basah (*author di bunuh ratus-ratusan oleh Arthur), nggak bukan deh, dan langsung duduk di tempatnya. Meeting pun berlanjut...
- 30 menit kemudian -
Akhirnya, meeting pun selesai juga. Para nations langsung keluar dari ruang meeting lega, karena bisa kabur dari ruangan yang diamnya tidak normal, karena ada Indonesia-chan...
Para negara ASEAN pun ikut keluar dan pergi ke masing-masing arah. Kakak adik Nusantara, Singapore, Indonesia dan Malaysia, tambahan Brunei, tentunya pulang bersama. Negara ASEAN yang lain pun juga. Hanya Philippines yang pulang sendiri. Sebelum mereka pisah, Vietnam mengucapkan sesuatu.
"Datang lagi ke meeting selanjutnya, sekali-sekali para Nations sinting itu tidak ribut." ujar Vietnam
Yang lain hanya menggaguk setuju dan pergi ke arah masing-masing.
"Di meeting selanjutnya, korban gue adalah monster hamburger dan pedo itu." kata Indonesia
Adik-adiknya hanya bisa merinding...
Amin, selesai juga... Maaf yah telat update
Maklum Author amatir nan sinting ini sibuk urusin masalah UN, US, dan ujian praktek...
REVIEEEEEWWW~ PASTAAAAAAA~
