Ucchan mempersembahkan:
L'amour Et La Haine
Teme's Request!XD
Rated: T
Genre: Romance, Angst, Hurt Comfort
Main Cast: Siwon & Yesung
Warn!: BL, GaJe, alur gak jelas, typo(s), angst(?)
Disclaimer: Mereka berdua milik diri mereka sendiri dan saling memiliki~! Ide cerita dari sahabat Ucchan, tapi ceritanya ASLI milik Ucchan! N gomawo buat Trias eonnie yang udah ngoreksi judulnya!XD Emang kamus itu gak bisa dipercaya!(padahal sendirinya salah nempatin huruf)
:::
Kiss me… and smile for me…
Tell me that you'll wait for me…
Tell me that you would never let me go again…
Hold me tight…
Just like before…
:::
"Jadi ini rumah baru kalian~!" mrs. Choi tersenyum gembira. "Apa kau menyukainya, Yesungie?"
Yesung tersenyum senang, menatap rumah baru miliknya dan Siwon. Rumah itu tidak terlalu besar, namun sangat indah dan rapi. Ada beberapa bunga dan pohon yang mengelilingi rumah tersebut, juga sebuah kolam ikan berukuran cukup besar disampingnya. "Ne, aku sangat menyukainya, ahjumma! Terima kasih!"
Mrs. Choi mengacak surai Yesung sayang. "Panggil aku umma, Yesungie~! Bagaimanapun juga kau adalah menantuku~!"
Yesung dapat merasakan pipinya merona. "N-ne, umma…" cicitnya tersipu.
Mr. Kim tersenyum. "Kami akan sering mengunjungi kalian! Jika ada apa-apa, telepon saja, arrachi?" katanya sambil menepuk bahu Siwon.
Siwon memaksakan diri tersenyum tipis. "N-ne, arraseo."
"Baiklah, ayo kita biarkan mereka berdua!" Mr. Choi menggiring istrinya dan suami istri Kim ke mobil. "Jaga Yesungie baik-baik Siwon ah!" pesan Mrs. Choi sebelum mobil melaju pergi.
Siwon mengangguk. "Baik, umma."
Yesung melambaikan tangan pada mobil milik Choi family yang semakin menjauh. Ia tersenyum, senang karena Mr. dan Mrs. Choi masih menerimanya dan sangat ramah. Ia berbalik, terkejut karena Siwon sudah melangkah terlebih dahulu kedalam rumah.
"A-ah! Wonnie! Tunggu aku!" Yesung mengejarnya dengan susah payah karena koper berat yang dibawanya. "Wonnie!"
Siwon menghela napas. Ia berbalik menghadap Yesung yang terengah. "Dengar, freak."
DEG
"Aku akan tidur dikamar tamu." Siwon menatapnya penuh kejijikan. "Aku tidak sudi sekamar dengan gay sepertimu."
Yesung menunduk. Tangannya mencengkram erat pegangan koper yang dibawanya.
"Juga jangan mengajakku bicara, kecuali jika ada sesuatu yang benar-benar penting. Jangan menyentuhku. Jangan berisik. Jangan menggangguku. Dan jaga jarak dariku."
"T-tapi…"
Siwon tidak mengindahkan Yesung, ia melangkah kekamar tamu, dan langsung membanting pintu kamar. Meninggalkan Yesung sendirian diluar.
Yesung tersenyum kecut. Tenang… Siwon pasti akan mengingatnya. Yesung yakin. Ia melangkah kekamar utama dengan kopernya.
:::
'… Aku berjanji, Wonnie~!'
:::
Tap
Tap
Yesung menoleh saat mendengar suara langkah kaki dibelakangnya. "Wonnie! Tolong tunggu sebentar, makan malamnya akan matang sebentar lagi!" kata Yesung ceria.
Siwon menatapnya malas. "Tidak perlu. Aku akan makan diluar."
Yesung terbelalak. "E-eh? Tapi aku sudah… menyiapkan… makan malam…" suara Yesung semakin mengecil melihat Siwon yang semakin menjauh. Tak lama kemudian Yesung mendengar bunyi pintu yang dibuka, lalu ditutup.
… Siwon sudah pergi.
Yesung menatap masakannya dengan kecewa. Dia memang tidak terlalu pintar memasak, tapi dia selalu berusaha sepenuh hati dalam memasak. Apalagi untuk Siwonnya.
Akhirnya Yesung menyelesaikan masakannya, lalu meletakkannya diatas meja. Pikirnya, mungkin saja Siwon akan berubah pikiran dan pulang. Yesung tersenyum melihat pasta kacang hitam buatannya. Cukup sukses. Ia meraih piring, dan mulai menyendokkan makanannya.
Satu suapan masuk, Yesung mengunyahnya. Tapi entah kenapa dia tidak merasakan apapun.
'… Hambar…' Yesung menatap kosong kearah makanan buatannya. Padahal dia sudah membumbuinya dengan takaran yang tepat sesuai dengan buku resepnya.
… Entah kenapa lidahnya terasa sangat pahit.
…
Perkiraannya salah. Karena Siwon tidak kembali. Begitu pula besoknya, dan besoknya, dan besoknya lagi. Siwon sama sekali tidak kembali.
Yesung mulai merasa ketakutan. Waktunya dengan Siwon tidak lama lagi. bagaimana dia bisa membuat Siwon mencintainya bila Siwon bahkan enggan bertemu dengannya?
Matanya menatap nanar jam dinding. Sudah jam 11 malam, dan belum ada tanda-tanda Siwon akan pulang. 'Wonnie… kau dimana…?'
Tok tok
Yesung tersentak saat mendengar suara ketukkan pintu. Apa itu Siwon? Dia buru-buru berlari kepintu rumah, dan membukanya penuh semangat. Ia terbelalak saat melihat sosok dihadapannya. Sesosok namja cantik sedang memapah sang calon suami yang tertunduk.
"Heebongie hyung?"
"Yo, Sungie." Heechul –nama namja itu, dengan kasar mendorong Siwon yang sepertinya mabuk hingga terjerembap kelantai.
"Wonnie!" Yesung dengan panik memeriksa keadaan Siwon.
"Selama 3 hari ini dia menginap dirumahku, bilang ada masalah. Jadi aku mengijinkannya tinggal. Tapi saat kami dibar tadi, dia mabuk dan berceloteh tentang betapa menjijikkannya tinggal serumah dengan seorang gay, dan betapa sedihnya dia karena harus memutuskan yeojachingunya karena perjodohan. Saat tahu bahwa namja gay yang dijodohkan dengannya itu adik sepupuku, aku langsung membawanya kemari." Heechul bersidekap, tetap dengan wajah dinginnya. "… Kenapa kau tidak bilang padaku kalau kau sudah pulang?"
Yesung memilin ujung kaosnya gugup. "M-mian Heebongie hyung… aku hanya…"
Heechul menarik lengan Yesung kasar, hingga membuatnya berdiri. "Dengar, Sungie. Namja itu-" Heechul menendang pelan perut Siwon yang tampak tertidur –mendapat helaan napas tertahan dari Yesung. "-Dia mengataimu gay dan menjijikkan. Padahal dia yang membuatmu menjadi gay." Heechul memicingkan matanya. "Dan kau masih mau bersama dengan namja brengsek yang sudah melupakanmu ini?"
Yesung membuang muka. "Wonnie pasti akan mengingatku."
Heechul mendengus. Ia menghempaskan tangan Yesung kasar. "Aku tidak percaya, Sungie. Aku tidak percaya." Heechul mengecup dahi Yesung sekilas. "Beritahu aku jika kau sudah tidak tahan lagi. aku akan membantumu."
"…"
"Well… later, Sungie."
Tap
Tap
Krieet
Blam
Yesung menunduk. Perkataan hyungnya itu terngiang dibenaknya. Benarkah Siwon mengatai Yesung menjijikan…?
Yesung sontak menggeleng. Tidak, Siwon tidak akan berkata begitu, kalaupun dia berkata begitu, itu pasti karena dia belum mengingat Yesung.
… Ya… belum.
Yesung berjongkok, kemudian menatap sejenak wajah Siwon yang tampak tertidur pulas. "Wonnie…" tangannya terulur, lalu membelai surai Siwon. Lembut, penuh sayang, seluruh cintanya… sama seperti dulu…
"… Kau akan mengingatku 'kan…?"
"… Gay tidak menjijikan… bukan begitu, Wonnie…?"
:::
"Gay itu bukan penyakit, Yesungie! Gay tidak menjijikan! Mereka sama dengan manusia lain! Mereka normal! Yang membedakan hanyalah… mereka menemukan cinta pada seseorang yang tidak seharusnya…"
"… Dan aku sedang mengalaminya sekarang."
:::
"You are my everything…"
Siwon mengernyit saat mendengar suara samar yang masuk ke gendang telinganya.
"Nothing your love won't bring…"
Suara yang sangat indah… entah kenapa Siwon merasa tenang…
"My life is yours alone… the only love I've ever known…"
Entah kenapa ada getaran menyakitkan dihatinya ketika mendengar suara ini. Seakan… dia pernah mendengar suara ini entah dimana…
"Your spirit pulls me through… when nothing else will do…"
DEG
Siwon sontak membuka matanya, dan tersentak bangun dari tidurnya. Napasnya tersengal, dan keringat dingin mengucur dari pelipisnya. Apa itu tadi?
"A-ah, kau sudah bangun Wonnie?" Siwon menoleh, dan terkejut saat tahu siapa yang ada disampingnya. Yesung! "Kau ingat… dulu aku sering menyanyikan lagu ini untukmu…" jadi yang tadi itu bukan mimpi? Dan apa maksudnya dulu?! Bukankah Siwon baru bertemu dengan Yesung? dan dia tidak ingat Yesung pernah menyanyikan lagu ini untuknya. Jadi apa yang-
"Every night I pray… down on bended knee…"
"That you will always be my everything…"
"Oh- M- Eve- ry- Th- ng-"
DEG
"AAAAAAAAHHHH!" Siwon memegangi kepalanya yang mendadak sakit. Rasanya ada bayangan yang sekilas, juga suara yang terdengar samar, dan mendadak penglihatannya mengabur.
Yesung dengan panik memegangi lengan Siwon. "Wonnie! Gwenchana-"
BUAGH
Brugh
"JANGAN SENTUH AKU!" Siwon meremas surainya, berusaha menekan rasa sakit dikepalanya. Yesung yang ditendang Siwon hingga jatuh dari ranjangpun hanya menunduk.
Tubuh mungil itu gemetaran, dengan kedua mata yang telah memanas. "W-Wonnie…"
"Wonnie~! Sungie mau es krim~!"
DEG
"AAARGH! JANGAN PANGGIL AKU DENGAN NAMA ITU LAGI!" Siwon meraih vas bunga yang berada dinakas disamping ranjangnya, lalu membantingnya kelantai hingga pecah berkeping-keping.
Yesung menatap kosong kearah vas bunga yang telah tak terbentuk lagi.
"GARA-GARA KAU DATANG, KEHIDUPANKU JADI KACAU! DASAR GAY FREAK! MENJIJIKKAN! ARGGHHH!"
PRANG
Tuhan… kalau sudah begini… apa kesempatan itu masih ada…?
… Walau kecil…
… Apa benar-benar masih ada…?
:::
One…
Two…
Three…
It's already three steps…
But…
I still too far away from you…
… How many more steps for me to reach you…?
… Because you're…
… So far away…
:::
Yesung memainkan boneka kura-kura kesayangannya di kamarnya. Boneka kura-kura ini pemberian Siwon dulu. 'Kekasih'nya itu sedang terlelap di kamarnya sendiri.
Yesung tersenyum kecut. "… Ddang chan… aku sangat merindukannya… aku merindukan Wonnieku yang dulu…" bisiknya pelan sambil membelai boneka kura-kuranya.
Ddang chan tetap diam. Jelas saja, dia hanyalah benda mati.
'… Mati…' tatapan Yesung menyayu. '…'
Krieet
"Hey…"
Yesung tersentak kaget saat mendengar bunyi pintu dibuka. Siwon? Mau apa Siwon disini? Yesung refleks menunduk dengan tubuh gemetaran. Wajah marah Siwon tadi tak mau hilang dari benaknya. Terus terngiang bagaikan kaset rusak.
Siwon mengusap tengkuknya dengan wajah penuh sesal. "Aku… mau minta maaf."
Yesung perlahan mengangkat wajahnya, memandang Siwon yang menatap kearah lain. "Ne?"
"Aku… tadi keterlaluan." Lanjut Siwon lagi. "… Maaf."
Yesung tersenyum. "Ani… gwenchana…" tangannya meremas boneka kura-kuranya. Entah kenapa hatinya menghangat mendengar perkataan Siwon. Siwon memang namja yang baik hati.
Siwon diam sejenak. "Kau tahu…" mulainya. "Sepertinya aku… ingat."
Yesung blank. Namun sejurus kemudian kedua matanya membelalak. "A-apa?!"
Siwon kali ini menatap Yesung. Sebuah senyuman menawan yang selalu Yesung sukai nampak diwajahnya. "… Aku mencintaimu, Yesungie baby…"
"K-kau ingat…?" tanya Yesung tak percaya.
"Tentu saja." Siwon mendekati Yesung, lalu memegang tangannya yang meremas kepala boneka kura-kuranya. "Ini hadiah pemberianku diulang tahunmu yang ke-13 bukan…?"
Dapat Yesung rasakan matanya memanas. "Hiks… Wonnie…"
Siwon meraih tangan mungil Yesung, lalu mencium punggung tangannya. "Maafkan aku, baby… aku berjanji tidak akan melupakanmu lagi."
Yesung tersenyum disela tangisannya. "G-gwenchana… yang penting kau sudah ingat, Wonnie…"
Siwon tersenyum, lalu memajukan wajahnya.
Yesung perlahan menutup matanya, seiring wajah Siwon yang semakin mendekat.
"Saranghaeyo, baby… saranghaeyo…"
DEG
"AH?!" Yesung membuka kedua matanya, dan sontak bangkit dari tidurnya. Napasnya tersengal sementara kedua obsidiannya melotot kearah depan. Ia lalu celingukkan. "W-Wonnie…?"
… Tadi itu hanya mimpi…?
Yesung menatap sedih kearah boneka kura-kura didekapannya. "Hiks… Wonnie…" ia lalu membenamkan wajahnya diboneka kura-kura itu, dan mulai menangis.
"Wonnie… hiks… Wonnie…!" panggilnya berulang, sambil memukul dadanya sendiri. "Sakit…! Hiks…! Berhenti…! Hiks…! Kenapa dadaku sakit…?"
DEG
DEG
DEG
"Saranghaeyo…"
Tidak…
Itu bukan mimpi indah…
Itu mimpi buruk.
… Karena itu semua hanyalah mimpi.
Bukan kenyataan.
:
:
Esoknya, Yesung masuk kekamar Siwon. Bermaksud membangunkannya karena hari ini Siwon harus kerja. Dapat dilihatnya Siwon masih terlelap diatas ranjangnya.
Yesung berjongkok. Memandangi wajah sempurna Siwon dengan teliti. Sebuah senyuman tertera diwajah manisnya. Wonnienya memang sangat tampan… baik… lembut…
Tangan Yesung terangkat, dan jemarinya mengelus surai Siwon lembut. "... Wonnie… Wonnie…" ia tersenyum senang. "… Wonnie~…" ia terdiam sejenak. Menatap bibir Siwon. Bibir yang tercipta dengan lekukan indahnya.
Dengan hati berdebar, Yesung mendekatkan wajahnya, dan menempelkan bibirnya pada bibir Siwon. Memejamkan matanya, merasakan kehangatan yang merambat di dadanya. Terasa sangat nyaman…
Yesung sangat merindukan Siwon. Sentuhannya… senyumannya… tawanya… ciumannya…
… Cintanya.
Tanpa sadar Yesung mulai melumat bibir Siwon, membuat Siwon merasa gelisah dalam tidurnya. Siwon perlahan membuka matanya saat merasakan sesuatu yang basah mempermainkan bibirnya. Dan seketika itu pula ia terbelalak.
"YAKK!" Siwon mendorong wajah Yesung kasar, lalu menendangnya hingga terjatuh dari ranjang. "APA YANG KAU LAKUKAN, IDIOT?!"
Yesung memegangi perutnya yang ditendang Siwon dengan keras. "M-mian… Wonnie…"
Siwon bangkit dari tidurnya, dan berjongkok. Ia lalu mengangkat dagu Yesung kasar. "… Sudah berapa kali kubilang… berhenti memanggilku dengan nama itu."
Yesung gemetaran saat dapat merasakan kebencian yang sangat pada suara Siwon. Apalagi tatapan dinginnya. "M-maaf…"
Siwon berdecih, ia lalu berdiri, dan meninggalkan Yesung yang masih ketakutan.
'… Wonnie…' Yesung memeluk dirinya sendiri saat merasakan sakit didadanya. Air mata mulai mengalir, namun tak ada isakkan yang keluar dari bibirnya yang gemetaran.
:::
Cinta membuat seseorang menjadi orang terkuat didunia.
…
Namun cinta juga dapat membuat seseorang menjadi orang yang lemah.
… Sangat lemah.
:::
Beberapa hari telah berlalu, namun tak ada perkembangan apapun. Yesung bahkan tidak bisa mengajak Siwon berbicara. Siwon seakan menjaga jarak darinya.
Yesung mengaduk kopinya diruang tengah rumah miliknya dan Siwon. Memandang kosong kearah dinding kamar. Membayangkan Siwon. Siwonnya yang dulu. Siwonnya yang dulu mengejarnya mati-matian.
Bahkan meski orang tua Yesung awalnya menentang keras, tapi Siwon tetap berusaha memilikinya.
… Setelah semua yang mereka alami, Siwon dengan mudahnya melupakannya? Bahkan Siwon telah berjanji menikahinya jika Yesung pulang.
… Yesung tahu Siwon kecelakaan dan kehilangan ingatannya. Dan Yesung sendirilah yang meminta suami istri Choi untuk tidak memberitahu Siwon soal dirinya.
Tapi Yesung melakuan itu semua, karena Siwon dan Yesung telah berjanji untuk selalu ingat. Dan kalaupun yang satu lupa, yang lain akan datang dan mengingatkannya.
Yesung tersenyum. "… Ya… aku tidak boleh menyerah! Wonnie pasti akan mengingatku! Hwaitting, Yesungie!" Yesung mengepalkan tangan kirinya dan mengangkatnya keudara. "Aku pasti bisa!"
BRAK
Yesung tersentak saat mendengar suara pintu depan yang dibuka dengan kasar. Ia buru-buru kepintu depan, dan terkejut ketika berpapasan dengan Siwon yang tampak sangat emosi.
"K-kau baik-baik saja?" tanya Yesung takut-takut.
Siwon tak menjawab ataupun sekedar menoleh. Dia melangkah kedapur, meraih sekaleng soda dari dalam kulkas, dan meminumnya.
Yesung mengikutinya. "W-Wonnie… ada apa…?" lirih Yesung cemas. Yesung ingat, saat ada masalah atau sedang marah besar, Siwon selalu melampiaskannya dengan meminum berkaleng-kaleng soda.
"Ada apa katamu?" Siwon membanting kaleng soda yang sudah penyok akibat remasan tangannya kelantai. "YEOJACHINGUKU BUNUH DIRI! KAU MASIH TANYA ADA APA?!"
Yesung membelalakkan matanya. Shock. Bunuh diri?! Tubuh Yesung gemetaran menghadapi Siwon yang tampak kehilangan kendali. "K-kenapa dia… bunuh diri…?"
Siwon menatapnya tajam. Namun sejurus kemudian dia mulai tertawa keras. "Kenapa…?" Siwon memicingkan matanya. "DIA BUNUH DIRI KARENA KAU! KAU PENYEBABNYA!"
Tubuh Yesung semakin gemetaran mendengar bentakkan Siwon. "B-bukan aku…"
"KALAU SAJA KAU TIDAK DATANG, DIA PASTI MASIH HIDUP! DIA PASTI MASIH DENGANKU SEKARANG! GARA-GARA KAU, YOON JI… YOON JI…!" Siwon tampak tak bisa melanjutkan kata-katanya.
Yesung menunduk mendengar Siwon mulai marah-marah padanya. Namun seketika matanya membelalak mendengar nama Yoon Ji. Ia membelalak. Yoon Ji itu bukannya… yeoja gila yang terus-terusan mengejar Wonnienya…? Yeoja itu mengincar harta Choi Corp yang memang melimpah. Lagipula Siwon memang tampan.
… Jadi yeoja itu menipu Siwon? Mengatakan bahwa dia adalah kekasih Siwon? Mendadak Yesung merasa marah. "Kau salah! Yoon Ji bukan kekasihmu!"
Siwon shock saat mendengar Yesung melawan. "Apa katamu!?"
"Yeoja itu hanya mengincar hartamu! Dia mencintai hartamu! Bukan kau! Kumohon! Apa kau tidak ingat aku?!" Yesung tidak tahu dia mendapat keberanian dari mana, tapi dia bertekad akan menyadarkan Siwon. Sekarang juga! "Aku kekasihmu! Dan kau tidak ingat karena-"
BUAKH
"Ugh!" Yesung tersungkur saat kepalan tinju Siwon mengenai pipinya. Dan tak berhenti disitu, Siwon kembali menghujani perut Yesung dengan tendangan kakinya. "Siwon…! Tolong hentikan…! Kh!"
"Bitch! Kau pikir aku mau denganmu?! Menjijikkan! Dasar gay! Freak!" maki Siwon tanpa menghentikkan tendangannya. "Kau kekasihku?! Jangan mimpi! Tidak mungkin aku punya kekasih buruk rupa sepertimu! Brengsek! Yoon Ji adalah satu-satunya untukku, idiot!"
Yesung gemetaran, darah mengucur dari sudut bibirnya. Begitupula air mata yang terus mengalir dari kedua sarang obsidiannya. "T-tolong…! Kh…! Hentikan…! Hiks…"
"Apa ini eoh? Kau menangis? Apa kau yakin kau namja?" tanya Siwon dengan nada mengejek. "Seharusnya kau jadi yeoja saja! Setidaknya aku tidak akan terlalu jijik jika harus menikahimu!"
Yesung diam. Tak mampu membalas karena merasa kesadarannya mulai menghilang. Semua yang ia lihat hanyalah kaki Siwon.
Siwon melangkah kearah meja makan, dan menemukan makanan yang sudah disiapkan Yesung untuknya. Ia mendengus. Dengan kasar dia menarik taplak meja makan sehingga piring-piring dan mangkuk berjatuhan, diikuti oleh garpu dan sendok.
Yesung memejamkan matanya saat mendengar bunyi pecah yang seakan memenuhi gendang telinganya. Jantungnya terus berdetak menyakitkan. Tidak, dia tidak mau mendengarnya.
"Kau mau meracuniku, eoh!? Kau kira aku mau makan makanan menjijikan itu?!" dan hanya teriakan kasar itu yang Yesung dengar selanjutnya. Diikuti oleh langkah kaki Siwon yang dapat dirasakannya mendekat.
"… Wonnie…" lirih Yesung dengan suara parau.
"Ck, kau ini tidak dengar ya?!" Siwon berjongkok dan menjambak rambut Yesung, memaksanya melihat tepat dikedua dark chocolates Siwon."Jangan pernah panggil aku dengan nama itu lagi! menjijikan!"
Yesung tetap diam. Tak sanggup membalas. Bahkan membuka kedua matanyapun Yesung rasa dia tak mampu. Dia terus mendengar caci maki yang keluar dari bibir Siwon. Siwonnya. Siwonnienya. Wonnienya. Wonnienya yang lembut. Wonnienya yang baik. Wonnienya yang tampan.
… Wonnienya yang selalu mengatakan, betapa dia sangat mencintai Yesung.
"Kau tahu, tak pernah sedetikpun aku akan mencintaimu. Camkan itu. AKU MEMBENCIMU."
:::
Ketika cinta sudah tak berhasil lagi…
Perlahan cinta itu akan berubah…
Menjadi benci yang sangat dalam…
… Jangan pernah mempermainkan orang yang mencintaimu.
Karena akibatnya bisa sangat fatal.
:::
TBC
Annyeong~! Kita bertemu lagi! Ucchan minta maaf kalo ceritanya gaje atau jelek ne! Ucchan memang author gagal!
Ucchan naik kelas~! Rangking 1 dan juara umum 7~! Menurun dari semester 1, tapi no problemo~! Ucchan tetap happy~!XD
Anyway, gomawo buat yang sudah mereview ne, Ucchan senang responnya positif~! Mian Ucchan belum balas review, puasa sudah didepan mata, jadi Ucchan ngebut ngetik!^_^"
Gomawo untuk:
kim rose:::Mylovelyyeye:::yesung ukeku:::FTafsih:::ressalini:::kyutiesung:::AuraKim:::Kim Raein:::deraelf:::reny . rhey:::oryza . naranatha:::anggitaclouds24:::Cha2LoveKorean:::olla:::Jeremy kim84:::magbe3:::CLOUDSiwonest
Mian kalo ada yang kelewat! Gomawo atas reviewnya~!^^ ini wordsnya udah lebih banyak kan~?X3*maksa*/plak
Puasa udah didepan mata ne~! selamat menjalankan bagi umat Islam, dan Ucchan akan hiatus selama sebulan ini. Ntar abis lebaran baru Ucchan mulai ngetik lagi~! semoga masih ditunggu –itupun kalo masih ada yang mau nungguTwT
Singkat kata,
Review please~?^^
