Title: Puisi Buatan Donghae

Author: aoora

Warning: OOC, typos, geje… etc

All Cast belong to God

a/n: epep ini kepaksa ao publish ulang gegara file yang kemaren hilang entah kemana. ohia disini puisinya Donghae disatuin biar bacanya langsung, gak kepisah-pisah kaya kemaren. Hem… selamat baca dan semoga suka ya chingu :3

.

.

.

.

.

.

Sejak tadi Hyukkie hanya memperhatikan namjachingunya yang tampak sibuk saat itu. Sudah beberapa menit berlalu, tapi Hyukkie tidak juga melihat pergerakkan dari namjachingunya saat itu. Sedari tadi Hyukkie hanya melihat raut wajah namjachingunya yang berubah-ubah, hanya karna menatap kertas kosong dihadapannya.

Selang beberapa menit Hyukkie pun mulai melihat namjachingunya itu menulis diatas kertas kosong tersebut.

.

.

.

"Hae…" panggil Hyukkie dengan nada manja

"Hem… ada apa chagi?" tanggap Donghae tanpa mengalihkan tatapannya dari kertas kosongnya

"Kau sedang apa Hae?"

"Menulis" jawab Donghae cuek sambil memainkan pulpennya diatas kertas

"Menulis apa?"

"Puisi" jawab Donghae lagi dengan cuek dan singkat. Hyukkie yang diperlakukan seperti itu hanya bisa mendengus sebal

"Puisi? Untuk siapa?" tanya Hyukkie lagi

"Akh… Hyukkie bisakah kau diam dan biarkan aku tenang" bukannya menjawab Donghae malah membentak Hyukkie dengan suara yang keras, sampai-sampai Hyukkie pun hanya bisa terdiam dibuatnya. Hening beberapa saat, tak lama terdengar isak tangis kecil yang bersumber dari Hyukkie.

"Hiks… kenapa kau jadi membentakku Hae?" ucap Hyukkie dengan air mata yang menghiasi kedua pipinya

"Sudahlah berhenti, jangan menangis seperti ini" Hyukkie terus saja menangis saat itu. Donghae pun hanya bisa berdecak sebal mendengarnya.

"Hyukkie bisakah kau hentikan tangisanmu itu"

"hiks… ke-kenapa hiks… Hae?" ucap Hyukkie dengan susah payah

"Mengganggu, sangat berisik dan itu membuatku tidak bisa berpikir"

"Kau jahat Hae…" saat itu juga Hyukkie pun langsung meninggalkan Donghae sendiri. Hanya karna Hyukkie ingin tau apa yang dilakukan Donghae. Hyukkie malah dibentak, terlebih lagi yang membentak itu seorang Lee Donghae yang notabenya adalah namjachingunya sendiri.

.

.

.

Sepeninggalan Hyukkie, Donghae terus saja menulis isi pikirannya dikertas kosongnya. Mencoba merangkai kata untuk meluapkan isi pikirannya yang selalu mengganjal dikepalanya beberapa hari ini.

"Hah… akhirnya selesai juga" ucap Donghae senang lalu meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku karna terlalu lama menulis.

.

Sebenarnya puisi apa yang ditulis Donghae, dan untuk siapa puisi itu ia buat?

Penasaran?

Kalau ia. Langsung saja, mari kita baca puisi buatan Donghae tersebut.

.

.

.

Judul: Pergilah Dariku!

Dibuat oleh: Lee Donghae si Ikan Cucut Berwajah Tampan Sedunia Akhirat

.

.

puaskah engkau membuatku sakit

tak cukupkah engkau membuatku malu

hanya karna adanya keberadaanmu

dikehidupan sehari-hariku

.

kapan kau pergi menjauh?

.

aku sangat mengharapkan

engkau hilang dan

tak kembali lagi

.

biarkanlah aku bebas

tanpa adanya kehadiranmu

.

demi semua jerawat yang ada diwajahku

aku Lee Donghae ingin bertanya

hai… jerawat

kapan kalian akan pergi dari wajah tampanku?

.

.

.

Donghae tersenyum puas saat ia kembali membaca puisi karangannya tersebut. Tak ingatkah ia pada namja manisnya? Tak sadarkah ia kalau ia tadi habis membentak Hyukkie-nya hanya karna puisi buatannya itu. Hah… Lee Donghae bersabarlah dirimu, karna sepertinya kau tidak akan mendapatkan jatah 'bermain' bersama Hyukkie-mu malam ini.

.

Setelah selesai membuat puisi untuk jerawatnya, Donghae pun langsung teringat dengan namjachingunya. Ia baru ingat kalau tadi ia habis membuat namjachingunya itu menangis karna ulahnya. Tanpa pikir panjang Donghae pun keluar dari kamarnya, dan langsung mencari Hyukkie-nya.

Setelah mencari Hyukkie-nya dimana-mana. Akhirnya Donghae pun menemukan Hyukkie-nya yang sedang duduk dikursi dengan wajah yang ditenggelamkan dikedua lututnya yang ditekuk. Donghae yang melihat itu pun langsung berjalan mendekatinya.

.

.

"hiks… hiks… Hae jahat" setelah dekat kini barulah terdengar jelas kalau sedari tadi Hyukkie masih saja terus menangis karna Donghae. Donghae yang mendengar itu hanya bisa tersenyum kecut mengingat kalau alasan yang membuat Hyukkie menangis adalah dirinya.

'Ya… Lee Donghae pabbo. Kenapa kau bisa membuat malaikatmu ini menangis?' batin Donghae miris dengan wajah yang penuh dengan rasa bersalah

"Hyukkie chagi…" panggil Donghae lembut lalu mengusap kepala Hyukkie dengan sayang. Hyukkie yang mendengar dan merasakan sentuhan Donghae itu pun hanya diam tak berniat untuk meladeni Donghae-nya.

"Hyukkie chagi… maafkan aku ne" ucap Donghae tulus lalu ia merengkuh tubuh namjachingunya itu dengan sayang. Hyukkie yang merasakan rengkuhan Donghae pun langsung mendongakkan kepalanya dan mencoba melepaskan rengkuhan itu.

"Untuk apa kau minta maaf?" ujar Hyukkie gak nyatai sambil menatap Donghae sinis

"Chagi jangan marah seperti ini" ujar Donghae memohon

"Kenapa?" tanya Hyukkie ketus

"Karna jika kau seperti ini, aku tidak akan dapat melihat senyum manismu untukku chagi"

"Haha… peduli apa denganmu Hae" ucap Hyukkie sewot dan disertai dengan tawa yang mengejek

"Kumohon jangan begini chagi" Donghae memohon sambil menatap mata Hyukkie yang kini tampak bengkak dan memerah

"Hah… sudahlah Hae. Dari pada kau minta maaf dengan seorang pengganggu dan berisik sepertiku, mending kau urusi saja puisi karanganmu itu" ucap Hyukkie ketus lalu pergi meninggalkan Donghae yang kini tampak terdiam

'Puisi? Yey… aku tau caranya untuk membuat Hyukkie chagi memaafkanku' batin Donghae yang entah mengapa saat itu malah tersenyum mesum

.

.

Setelah itu Donghae pun langsung menyusul Hyukkie-nya kekamar.

kriet~ *bunyi pintu dibuka

'sepi' itulah kesan pertama saat Donghae membuka pintu kamarnya dan Hyukkie saat itu. Diedarkannya pengelihatannya saat itu juga. Ia melihat namjachingunya yang sedang berbaring dengan dibalut selimut tebal yang terlihat hangat. Donghae hanya tersenyum kecil melihatnya.

'sepertinya Hyukkie tertidur' pikir Donghae saat itu, mengingat kalau sedari tadi Hyukkie menangis diluar sana karnanya. Dan Donghae yakin Hyukkie-nya pasti sangat lelah saat ini. Tak ada niatan untuk Donghae mendekati namjachingunya saat itu. Ia tidak ingin mengusik ketenangan namjachingunya saat ini barang satu detik pun.

Tak lama Donghae pun mengingat tujuan awalnya untuk menyusul Hyukkie tadi. Dengan langkah hati-hati ia mendekati meja. Dan dengan perlahan diraihnya pulpen serta kertas kosong dihadapannya. Kembali ia memeras pikirannya untuk membuat puisi. Puisi? Puisi apa lagi yang akan dibuat Donghae saat ini. Akankah ia membuat puisi tentang jerawat yang tak jelas seperti tadi?

"Aku harus merangkai kata sebagus mungkin agar Hyukkie chagi mau memaafkanku" Donghae berusaha menyemangati dirinya sendiri saat itu. Oh… ternyata Donghae akan berusaha membuat puisi untuk Hyukkie-nya.

.

.

Beberapa menit berlalu kini Donghae sudah mulai menuliskan kata demi kata diatas kertasnya. Sesekali Donghae menoleh kearah Hyukkie lalu ia menulis lagi. Tak jarang ia tersenyum mesum saat ia menulis sederet kata dikertanya yang kini telah terisi setengah. Selang beberapa waktu kertas kosong Donghae pun penuh. Dan kini kertas itu sudah terisi oleh tulisan Donghae, yang diyakini bila Hyukkie membacanya wajahnya akan merona hebat.

Donghae tersenyum lebar ketika ia membaca ulang kembali puisi buatannya untuk Hyukkie itu. Tanpa pikir panjang Donghae pun bangkit dari duduknya dan dengan langkah pasti ia mendekati Hyukkie-nya yang kini masih tertidur.

.

"Chagi ireona…"

"eummm…"

"Ireona Hyukkie…" Hyukkie tak juga bergeming saat Donghae dengan lembut memanggil namanya. Donghae yang melihat itu hanya bisa mendengus sebal

"Hyukkie chagi, ireona… ireona… ireona…" kini Donghae mengguncang kecil tubuh Hyukkie. Hyukkie yang merasa tidurnya terganggu pun dengan perlahan langsung membuka matanya. Seketika mata Hyukkie memicing tajam saat ia melihat wajah Donghae yang tersenyum lebar kini dekat dengan wajahnya.

"Ada apa Hae?" tanya Hyukkie penuh penekanan

"Aniya… hanya saja aku ingin kau membaca ini" Donghae pun memberikan kertas yang sedari tadi dipegangnya kepada Hyukkie

"Apa ini?"

"Baca saja Hyukkie. Itu puisi yang kubuat khusus untukmu" Hyukkie yang mendengar itu pun langsung membaca isi kertas tersebut

.

Alis Hyukkie terangkat sebelah saat ia membaca puisi buatan Donghae tersebut

'Apa ini? Katanya puisi ini khusus untukku. Tapi kenapa disini malah terlihat jelas, kalau puisi ini ditujukan untuk jerawatnya' batin Hyukkie bingung saat ia selesai membaca keseluruhan isi puisi yang diberikan Donghae

"Puisi apa ini Hae?" tanya Hyukkie dengan malas. Mendengar itu Donghae yang sedari tadi tersenyum, langsung heran dibuatnya

"Kau tidak suka chagi?"

"Untuk apa aku menyukai puisi aneh seperti itu…" Donghae hanya bisa melongo mendengarnya. Hyukkie yang melihat wajah Donghae itu pun hanya bisa mendengus sebal

"Kau tau Hae. Bahkan puisimu ini lebih cocok untuk jerawatmu dari pada untukku" mendengar kata-kata jerawat Donghae pun langsung mengambil kertas puisi yang masih ada ditangan Hyukkie tersebut. Dengan cepat Donghae pun membaca isi kertas tersebut. Seketika keningnya mengkerut dan kedua alisnya menyatu, saat ia membaca kertas itu. Donghae pun tersenyum lebar saat menyadari kalau ternyata ia salah memberi kertas kepada namjachingunya itu.

.

"Mian Hyukkie… bukan puisi ini yang kumaksud" Donghae pun langsung mengambil kertas puisi yang dibuatnya beberapa menit yang lalu.

"hem… sebelumnya, kau harus berjanji satu hal kepadaku Hyukkie"

"Apa itu Hae?"

"Jika wajahmu merona setelah kau membaca puisi buatanku ini. Maka kau harus mau aku sentuh dan kusetubuhi tanpa batas" ucap Donghae sebelum ia benar-benar menyerahkan puisinya kepada Hyukkie

"Baiklah kalau begitu" jawab Hyukkie tanpa berpikir panjang terlebih dahulu

"kalau begitu, ini puisi untukmu Hyukkie" Hyukkie pun mengambil kertas yang disodorkan Donghae dengan malas. Lalu dengan perlahan Hyukkie pun membaca isi kertas yang diberikan Donghae tadi.

.

Seketika wajah Hyukkie bersemu merah saat ia membaca puisi buatan Donghae tersebut. Donghae tersenyum penuh kemenangan saat ia berhasil melihat semburat merah dikedua pipi namjachingunya itu.

Setelah selesai membaca isi keseluruhan dari puisi tersebut, Hyukkie pun tidak bisa menyembunyikan wajahnya yang kini memerah sampai telinga. Donghae yang melihat itu hanya bisa tertawa setan dalam hati.

"Waeyo chagi?"

"Untuk a-apa kau mem-buat puisi seperti ini Hae?" entah mengapa sekarang Hyukkie malah bicara dengan sedikit tergagap. Susah rasanya untuk berbicara lancar setelah ia membaca puisi buatan Donghae tadi. Sekarang pikirannya saja sudah hilang entah kemana.

"Tentu saja aku membuat itu, supaya kau mau memaafkanmu chagi"

"Maaf?"

"Ne… maafkan aku Hyukkie. Karna aku telah membentak sampai membuatmu menangis tadi" ucap Donghae dengan penuh penyesalan

"Sudahlah Hae lupakan. Kau sudah kumaafkan" ucap Hyukkie dengan senyum khasnya. Donghae yang mendengar itu pun langsung tersenyum lebar. Lalu dengan cepat diraihnya tubuh namjachingunya itu kedalam pelukkan hangatnya

"Terima kasih chagi" Hyukkie hanya membalasnya dengan senyum, sementara itu Donghae malah melihatnya dengan tatapan mesun

"Kenapa kau tersenyum seperti itu Hae?"

"Kau tidak lupa dengan janjimukan Hyukkie?" Hyukkie meneguk ludahnya paksa saat Donghae masih saja menatapnya dengan tatapan mesum mematikannya

"Janji apa Hae?" tanya Hyukkie pura-pura tidak ingat dengan wajah polosnya

"Haruskah aku mengingatkannya Hyukkie?" Hyukkie hanya bisa mengangguk kecil

"Kau harus mau aku sentuh dan kusetubuhi, karna puisiku sudah berhasil membuatmu merona saat membacanya" bisik Donghae tepat ditelinga Hyukkie sebelum ia menjilat kuping Hyukkie tersebut. Seketika mata Hyukkie membulat lucu. Kenapa ia tak berpikir panjang dulu tadi. Hyukkie mengutuk dirinya sendiri saat itu. Karna telah menyetujui permintaan Donghae yang kini malah berdampak merugikan bagi dirinya.

"Hyukkie kau tak mungkin mengingkari janjimu itu kan" ucap Donghae lembut tapi malah terdengar mengerikan ditelinga Hyukkie saat itu

"Ne… Hae tidak akan" Hyukkie berujar dengan tenang, mencoba menerima kenyataan jika malam ini ia akan malamnya dengan bermain bersama namjachingu mesumnya itu

"Bagus kalau begitu, bisakah sekarang kita memulai permainan kita chagi?"

"Terserah kau saja Hae" ujar Hyukkie pasrah, mendengar itu Donghae pun langsung tersenyum penuh kemenangan saat itu juga

"Kalau begitu bukakan bajuku chagi" tanpa disuruh dua kali, Hyukkie pun langsung mendekati Donghae. Mencoba dengan perlahan melepas satu persatu semua pakaian yang dikenakan Donghae.

Setelah pakaian Donghae terlepas, Hyukkie hanya dapat menundukkan wajahnya karna ia tak akan sanggup untuk melihat tubuh Donghae yang naked saat itu.

"Jangan malu chagi" Donghae pun menyentuh dagu Hyukkie supaya mendongak dan menatap kearahnya

"Sekarang aku sudah telanjang bulat, kini saatnya kau menyusulku chagi" Donghae pun tersenyum mesum kepada Hyukkie, dan hal itu sukses membuat Hyukkie menundukkan kepalanya kembali. Tanpa Hyukkie sadari kini tangan Donghae dengan nakalnya sudah menyelusup masuk dan meraba-raba perutnya

"Hae-ah~ berhenti… kau membuatku geli…"

"Tidak akan sampai kau melepas semua pakaianmu" ucap Donghae masih saja meraba-raba perut Hyukkie dengan tangan jahilnya

"Ne… Hae aku mengerti" Hyukkie pun mulai melepaskan pakaiannya dengan perlahan. Donghae yang meluhat itu pun, dengan sabar menunggu Hyukkie-nya itu sampai selesai melepas semua pakaiannya.

Donghae tersenyum –mesum– lebar saat melihat tubuh namjachingunya itu kini tidak dibalut dengan selembar kain pun. Betapa beruntungnya Donghae dapat melihat tubuh namjachingunya yang sempurna saat ini.

.

"Kita mulai sekarang chagi?"

"Ne… tapi aku ingin kita bermain sambil kau membacakan puisimu itu Hae" ucap Hyukkie malu-malu dengan wajah yang entah sejak kapan kini mulai merona lagi

"Baiklah… sepertinya itu tidak buruk"

.

Donghae pun kini mulai membacakan puisinya untuk Hyukkie

"Hyukkie… tak kuasa aku menahan semua hasratku untuk menyentuhmu" ucap Donghae sambil menatap tubuh hyukkie yang kini sangat terlihat indah dikedua matanya

"Bagiku semua bagian dari tubuhmu adalah bagian terindah yang pernahku sentuh" Donghae mendekat lalu mencium serta melumat bibir hyukkie sebentar

"Wajahmu…" dengan lincahnya Donghae menelusuri semua bagian wajah Hyukkie dengan jari-jarinya

"Tubuh langsingmu…" ucap Donghae dengan nada menggoda, sambil mengecupi semua bagian tubuh Hyukkie dengan perlahan

"emmphhh... berhenti Hae kau ahh... membuatku geli" desah Hyukkie tertahan saat Donghae menjilat serta mengemut puting susunya dengan sayang

"Pantatmu yang berisi…" kini tangan Donghae sudah ada dipantat Hyukkie, bersiap untuk meremas bagian kenyal yang padat akan lemak itu

"hae-ah~ sakit... jangan eunghhh... meremasnya dengan kuat" erangan kesakitan namun penuh kenikmatan Hyukkie terdengar lagi ketika Donghae meremas pantatnya masih sambil mengecup, menjilat serta menggigit kecil semua bagian tubuhnya Hyukkie. Mencoba memberikan tanda penuh cinta disetiap lekuk tubuh namjachingunya itu

"Dua bola kecilmu serta junior milikmu yang mungil dan imut-imut itu" kini tangan Donghae tidak lagi berada dipantat Hyukkie. Sekarang tangan Donghae sudah beralih memainkan dua bola kembar milik Hyukkie. Tak lupa juga mulut Donghae kini dengan lembut mengulum junior milik namjachingunya itu

"empphh hae... Enak ahh... arghh hae sakit jangan digigit" Hyukkie mengerang kesakitan saat Donghae menggigit kecil junior miliknya

"tidak akan lagi chagi" ucap Donghae disela-sela kulumannya

"eummphhh… bisa dipastikan aku tak akan mengalihkan mataku darimu barang sedikit pun" ujar Donghae kembali meneruskan puisinya saat ia melepaskan junior Hyukkie dari mulutnya.

"Hyukkie taukah kamu?" Hyukkie hanya diam mendengarkan Donghae yang meneruskan puisinya.

Dengan wajah bingung Hyukkie mencoba menerka-nerka, apa saja yang akan dilakukan Donghae saat ia kembali menyelesaikan kata demi kata dari puisi buatannya itu

"Bagiku seorang Lee Hyukjae adalah pemandangan paling terindah yang pernahku lihat" kini Donghae menatap Hyukkie dengan intens

"Kau tau hyukkie, kenapa aku selalu senang saat mengerjaimu?" tanpa melihat wajah bingung Hyukkie yang imut, Donghae malah membawa kedua kaki jenjang Hyukkie untuk melingkarkan dipinggangnya.

"eungghhh... Hae berhenti menggodaku ahh…" Hyukkie melenguh nikmat saat Donghae menggesekkan juniornya disela-sela pantatnya. Donghae tak menggubris Hyukkie, ia malah meneruskan aktivitasnya menggesekkan juniornya dipantat Hyukkie dengan nikmat.

"Jangan menggoda? Jadi kau mau kuapakan chagi?"

"Langsung ahh… saja masuki emphhh… aku Hae" ucap Hyukkie susah payah karna menahan desahannya

"Baiklah chagi…" tanpa aba-aba Donghae pun mulai memasukkan ujung kepala juniornya. Hyukkie sampai meringis kesakitan saat ia merasakan benda tumpul dan besar itu memaksa masuk kedalam lubang merah sempitnya.

"Hae... appo, pelan-pelanlah sedikit" pinta Hyukkie memohon kepada namjachingunya itu

"Hem... tenanglah chagi, aku akan berusaha melakukannya dengan selembut mungkin"

Donghae pun dengan sabar memasukkan juniornya kedalam lubang sempit Hyukkie yang terlihat sangat menggoda itu

"ummphhh... ini sangat sempit chagi, sempit…" Donghae meracau tak jelas saat setengah dari juniornya terasa dijepit oleh lubangnya Hyukkie yang mengerucut

"Hae ini eunghh... terlalu lama, umhh... jadi kupikir ada baiknya kau langsung mendorongnya masuk emphhh... semua Hae…" perintah Hyukkie pada Donghae yang kini juniornya hanya tertanam setengah dilubang miliknya

"Tapi nanti eunghhh... kau akan kesakitan chagi"

"Sudahlah Hae lakukan saja" tanpa berpikir lagi Donghae pun langsung mendorong setengah juniornya itu dengan sekali sentak

"arghhh... sakit Hae" Hyukkie mengerang kesakitan saat junior Donghae yang secara paksa dimasukkan semua kedalam lubang sempitnya

"Mian chagi... setelah ini aku tidak akan membuatmu kesakitan" Donghae berujar lembut saat melihat air mata yang menggenang diujung mata namjachingunya itu. Diusapnya air mata itu dengan lembut. Lalu Donghae mendiamkan juniornya didalam lubang Hyukkie sampai Hyukkie terbiasa dengan keberadaan juniornya saat itu

.

.

.

"Bergeraklah Hae"

"Sudah siap chagi?" Hyukkie hanya mengangguk sebagai jawabannya. Melihat itu Donghae pun langsung menarik juniornya perlahan

"eummhhh Hae…" Donghae terus saja menarik juniornya, hingga kini hanya tinggal ujung juniornya saja yang tersisa didalam lubang Hyukkie-nya. Dengan sekali sentak Donghae memasukkan juniornya kedalam lubang Hyukkie lagi.

"Argghhh... Hae-ah~" Hyukkie mendesah sekaligus kesakitan saat junior Donghae lagi-lagi memasuki dirinya

"Hyukkie... chagi~ eumphhh sempit ahh enak chagi…" Donghae meracau tak jelas saat dirasakannya lubang Hyukkie menyempit dan serasa menjepit juniornya.

.

.

"Teruskan ahh puisimu Hae eunghhh..."

"Baiklah chagi" Donghae berujar patuh masih sambil menggerakkan juniornya keluar masuk dilubang namjachingunya itu

"Aku senang eunghhh… karna melihat wajahmu akhhh saat merona hebat" Hyukkie hanya menyimak puisi Donghae saat itu. Namun tak bisa dipungkiri bahwa gerakan keluar masuk Donghae membuatnya tak dapat untuk menahan desahan yang keluar dari mulutnya

"ahhh… Hae-ah~ emphhh"

"Wajahmu… emmphhh yang pasrah saat aku memasukimu ahhh"

"Hae-ahh terus disana eunghhh…" ucap Hyukkie tak jelas saat dirasanya Donghae menyentuh titik nikmatnya

"Wajah lelahmu saat kita selesai melakukan itu" tanpa peduli desahan sexy Hyukkie, Donghae terus saja meneruskan puisinya

"Kau tau hyukkie akhhhh… melihatmu seperti eunghhh itu membuat diriku tak kuasa empphhhh untuk mengerjaimu lagi dan lagi" dengan gerakkan yang semakin cepat Donghae terus saja meneruskan puisinya. Sementara itu Hyukkie terus saja mendesah keenakkan dibuatnya

"Kau tau hyukkie bahkan erangan tertahan serta desahan keenakkanmu

saat kita melakukan itu terdengar sangat indah ditelingaku eunghhh…" ujar Donghae lancar tanpa mengurangi kecepatan gerakkannya sedikit pun

"ahh… Hae lebih eungghhh… cepat"

"Bagiku itu semua seperti melody indah yang tercipta alami dari dirimu"

"eunghhh… Hae terus disana ahhh nikmat" Hyukkie terus saja mendesah ketika Donghae terus menyodok tepat dititik nikmatnya

"Hyukkie. . . kau tau bagiku dirimu adalah candu yang selalu membuatku ketagihan akhhh" Donghae pun menyudahi puisinya. Lalu ia menambah gerakkan tangannya yang sedari tadi memanjakan junior milik Hyukkie

"Hae… eunghhh aku mau ke…luar ahhh…"

"Bersama chagi…" Donghae pun mempercepat gerakkan juniornya didalam lubang namja manisnya itu

"Hae-ah~/ Hyukkie…" permainan itu pun selesai ketika masing-masing dari mereka menyebutkan nama orang yang mereka cintai.

'Bruk'

Badan Donghae ambruk seketika, saat ia sudah puas mengeluarkan banyak cairan cintanya yang kini memenuhi lubang namjachingunya.

"Bagaimanah puihiku chagi hah…" Donghae berujar susah karna napasnya saat ini masih belum stabil. Bukannya menjawab Hyukkie malah menyerukkan kepalanya kedada Donghae saat itu. Donghae yang merasakan itu hanya menggeliat kecil untuk mencari posisi yang nyaman untuknya dan Hyukkie

"Hae…"

"Waeyo chagi?"

"Jangan membentakku lagi ne"

"Ne chagi… tidak akan" ucap Donghae lembut sambil mengusap rambut Hyukkie dengan sayang. Tak lama terdengar dengkuran halus dari Hyukkie. Donghae pun hanya tersenyum kecil mendengarnya.

"Tidurkah chagi?" tanya Donghae masih sambil mengusap lembut rambut Hyukkie. Tak ada jawaban, yang terdengar hanyalah dengkuran halus saat itu.

"Tidur yang nyenyak chagi" Donghae pun mengecup pucuk kepala Hyukkie dengan sayang. Lalu karna Donghae yang juga merasa lelah dan ngantuk, ia pun menyusul Hyukkie-nya tidur dengan tenang.

.

.

.

Karna Donghae baca puisinya sambil NCan sama Hyukkie. Jadi puisinya gak ketangkep jelaskan. Nah… jadi, adakah yang penasaran sama isi keseluruhan puisi buatannya Hae? Kalau ada. Lansung aja, mari kita baca bersama puisi buatan Donghae untuk Hyukkie

.

Judul: Lee Hyukjae adalah candu bagi Lee Donghae

Dibuat oleh: Lee Donghae namjachingunya Lee Hyukjae

.

.

Hyukkie tak kuasa

aku menahan semua hasratku untuk menyentuhmu

.

bagiku semua bagian dari tubuhmu adalah bagian terindah yang pernahku sentuh

.

wajahmu, tubuh langsingmu, pantatmu yang berisi

dua bola kecilmu serta junior milikmu yang mungil dan imut-imut itu

.

bisa dipastikan aku tak akan mengalihkan mataku darimu barang sedikit pun

.

Hyukkie taukah kamu?

bagiku seorang Lee Hyukjae adalah pemandangan paling terindah yang pernahku lihat

.

kau tau Hyukkie

kenapa aku selalu senang saat mengerjaimu?

.

aku senang karna melihat wajahmu saat merona hebat

wajahmu yang pasrah saat aku memasukimu

wajah lelahmu saat kita selesai melakukan itu

.

kau tau Hyukkie

melihatmu seperti itu membuat diriku tak kuasa untuk mengerjaimu lagi dan lagi

.

kau tau Hyukkie

bahkan erangan tertahan serta desahan keenakkanmu

saat kita melakukan itu

terdengar sangat merdu ditelingaku

bagiku itu semua seperti melody indah yang tercipta alami dari dirimu

.

Hyukkie…

kau tau bagiku dirimu adalah candu yang selalu membuatku ketagihan

.

.

.

.

.

.

The End

.

Yang udah selesai baca… ripiunya boleh? :D