Haii~ jumpa lagi! Saya usaha update kilat meskipun wordnya dikit kasih untuk semua yang mau mereview. Saya sungguh senang sekali! Special Thank's For :

Za hime : Ahaha arigatou, saya usahakan fic ini tetep berlanjut. Tapi kalo masalah panjang atau tidak, saya tidak bias janji. ^^' Gomene! Masalahnya skomputer saya sedang trouble, jadi saya ngetik+ publish lewat warnet. Alhasil, begini lah.. fic super pendek dan ada kesalahan ketik nyempil dimana – mana. Hounto ni, Arigatou.

Hyull : Hai juga Hyull! Saya masih binggung mau berapa chapter. Soalnya saya kalo menulis fic itu mengalir saja sih. Tapi kalo lagi mood, cukup 3 jam bisa selesai. Tapi kalo nggak, yaa kebalikannya. Arigatou sudah mau mereview.

Uzumakinamikazehaki : Kyaaa…#lemparbaskom#! Pasti akan saya lanjut! Seneng rasanya ada yang mau mereview apalagi memfavorite/ memfollow fic #nangisgaje#

Akhyar Oruchimaru : Arigatou sudah bilang fic saya ini masih jauh dari kata bagus apalagi keren. #pundung#

Niezza Neko-nyaan : Gomen, wordnya memang dikit banget. Tapi saya akan usahakan update cepaet walopun wordnya untuk menulis sampai 7k, saya payah dalam urusan ketik mengetik.

Untuk semua yang sudah mereview, maaf tidahk bisa di sebutkan satu persatu. Kritik atau saran yang membangun sangant saya harapkan. Last word, ARIGATOU~

.

.

.

NARUTO©Masashi Kishimoto

ROAD TO BLADE by Kuroi Sora18

Pair : SasuFemNaru slight SasuSaku

Rated : T or M ?

Warning : AU, Fem!Naru, abal , gaje, typo nyempil dimana-mana, and absurd.

Summary : Namikaze Naruto, seorang gadis berumur 16 tahun dari jaman modern harus terlempar ke masa lalu karena sebuaj pohon sakura misterius. Di jaman Edo, dimana Naruto terdampar ia bertemu dengan Uchiha Sasuke, seorang samurai hebat berhati dingin namun juga pervert!"Siapa?"/"Kau sendiri siapa?"/"Sebentar lagi akan dimulai-"/"Jangan tinggalkan aku, Sasuke!"/"Gomen."/Rahasia dibalik tragedi Klan Uchiha perlahan terungkap.

.

.

.

.

ROAD TO BLADE

Chapter 3 : A Promise!

By : Kuroi Sora18

.

.

.

.Sret. sret. Sret.

Semakin jauh kaki melangkah, semakin sering pula Naruto menyeret kakinya. Ia sudah sangat lelah. Dan pria di depannya benar-benar tidak tahu belas kasihan! Sepanjang perjalanan menuju distrik selanjutnya telah menguras habis tenaganya.

" Hei, teme."

" Hn?"

" Sebenarnya, kita akan kemana?"

" Kau diam saja, Dobe."

Naruto memajukan bibirnya.

" Tapi aku sudah lelah teme! Dari tadi kita terus berjalan tak tentu arah." Keluh Naruto. Ia sudah amat sangat lelah. Banyak kedai makannan atau minuman di sepanjang jalan, kenapa Sasuke tak mampir sekali saja ke salah satunya? Dan sekarang Sasuke- tidak memperdulikannya. Ia masih saja melanjutkan langkahnya dengan angkuh.

" Hei, ada gadis berambut aneh di samping Sasuke."

Terdengar bisik-bisik dari 2 orang gadis ryotei-pelayan rumah makan tradisional Jepang- yang berdiri di depan kedai rumah makan.

" Ya, kau benar! Dia memakai pakaian yang aneh. Apa dia orang gila?"

OK, untuk kalimat yang terakhir sukses membuat Naruto naik darah. Seenaknya saja mengatainya orang gila.

" Sasuke Uchiha memang selalu terlihat tampan, nee?" Tanya gadis yang satunya lagi.

" Kyaa~ aku ingin menjadi istrinya!" sahut gadis ryotei disebelahnya.

' Cih, dasar genit' umpat Naruto dalam hati. Ia sebenarnya meragukan kepopuleran Uchiha di sampingnya. Apa yang membuat pemuda pervert di depannya popular? Mari kita check!

Kulit seputih susu? Check!

Mata onyx yang selalu menatap tajam? Check!

Rambut raven yang menjulang bak pantat ayam? Check!

Rahang yang tegas serta tubuh yang tinggi semampai bak tiang listrik? Check!

And Complete! Yah, faktanya memang Sasuke tampan. Wajar saja kalau ia popular. Sangat disayangkan, mempunyai wajah tampan namun berjiwa ero.

" Kenapa kau memandangku seperti itu, huh?"

" EH?!" naruto terlonjak kaget. Saking seriusnya mengamati makhluk ayam pervert di depannya membuat ia lupa daratan. Tau- tau Sasuke sudah ada di depan wajahnya sambil menyeringai jahil.

" Ternyata, diam- diam kau menyukaiku kan, Dobe?"

" Dalam mimpimu teme! Cepat kau jauhkan wajahmu dari depan wajahku! Kau membuat memandangan makin jelek." Ejek Naruto sambil mendorong wajah Sasuke dengan tangannya. Naruto yakin, pipinya sudah semerah tomat kali ini.

" Dasar dobe!"

" Cih, apa kau bilang?!"

Sasuke tiba-tiba menatap Naruto serius.

" Kau tunggulah disini."

" Kau mau kemana, teme?"

Sasuke menghela napas dan mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Naruto.

" Aku ada urusan sebentar. Aku harus bertemu seseorang."

" Boleh aku ikut?"

" Tidak bisa. Kau disini saja. Aku akan segera kembali."

Naruto menyerah.

" Baiklah."

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Sasuke berjalan melewati hutan di perbatasan Distrik 7 Yayoi. Lalu ia berhenti di sebuah dataran dengan banyak pohon millow di sekitaranya. Hutan Hayashi.

" Aku sudah menepati janjiku, Sakura."

Muncul sesosok gadis berfurisode merah dengan aksen bunga sakura dari balik salah satu pohon millow. Rambut merah muda panjangnya di gelung dengan sebuah tusuk konde emas yang menjepit rambut indahnya.

" Lama tidak beremu, Sasuke-kun." Kedua kelopak mata itu terbuka dan menampilkan batu emerald di dalamnya.

" Hn."

" Aku sangat senang bisa bertemu denganmu lagi." Haruno Sakura- mata gadis itu perlahan meneteskan butir – butir beningnya.

" Hn."

Sakura lalu tersenyum sedih. Tidak sesuai dengan ungkapannya barusan yang menyatakan kalau ia merasa senang.

" Arigatou, sudah menepati janjimu Sasuke-kun. Meskipun janji itu sudah sangat lama, tapi kau sama sekali tidak melupakannya. Aku senang sekali."

" Berhenti bersikap seolah kau bahagia, Sakura!" kata Sasuke dingin.

Mata emerald Sakura membulat. Lalu kemudian tatapannya berubah menjadi sendu.

" Gomen, aku memang bahagia. Sebentar lagi aku akan menjadi bagian dari keluarga Nara."

" Bohong." Desis Sasuke. " Kau mencoba untuk membohongiku, Sakura."

Sasuke cukup tahu apa yang Sakura rasakan. Itulah yang namanya 'persahabatan'. Namun Sasuke tidak cukup tahu apa yang selama ini di pendam Sakura.

" Iie, a-aku- "GREB! Jantung Sakura serasa berhenti berdetak ketika Sasuke memeluknya begitu erat.

" Jangan sakiti dirimu lagi, Sakura!"

" Sa-sasuke-kun?" Sakura tak mampu berkata – kata. Ia terlalu senang.

" Aku benci melihatmu sok kuat."

" A-aku tidak-"

.

" Lawan jika memang kau tidak mau."

.

Sakura membalas pelukan Sasuke.

" Arigatou, Sasuke-kun."

" Hn. Jangan seperti ini lagi."

" Wakatta. Aishi-"

KREK. KREK.

Sontak Sasuke dan juga Sakura melepaskan pelukannya. Dan mereka memandang ke sebuah objek kuning yang mengganggu scene romance mereka.

" Aa~ maaf mengganggu, silahkan dilanjutkan! Aaku hanya kebetulan lewat." Naruto berdiri sambil cengengesan tidak jelas. Berasa suasana makin tidak enak, Naruto akhirnya pergi dari tempat itu dengan berlari tak tentu arah.

" Kau kenal gadis itu, ' Suke?"

" Hn, tidak." Jawab Sasuke sambil melirik kea rah perginya Naruto.

" Souka?"

" Hn."

" Kau tidak berubah sama sekali Sasuke kun!"

Sasuke memandang kea rah Sakura yang sedang tersenyum.

" Hn."

" Hei, berhentilah menggunakan kata 'hn'mu itu! Kau tahu, itu sulit sekali dimengerti."

" Aku lebih suka melihatmu seperti ini."

" Eh?"

" Tertawa, jangan menagis lagi."

Sakura terdiam mendengar kata-kata Sasuke yang malah membuatnya semakin ingin banyak menangis,

Menagis karena tidak mungkin bisa memiliki Sasuke.

.

.

.

.

.

.

.

.

Naruto berjalan tak tentu arah. Semenjak melihat sasuke dan Sakura-gadis yang tidak ia kenal- berpelukan di hutan millow tadi membuat hatinya merasa aneh.

" Apa gadis itu, pacar Sasu-teme ya?"gumam Naruto. Ia benar-benar penasaran setengah mati.

" Harusnya aku tidak mengikutinya diam-diam. Aku jadi merasa bersalah."

Naruto kemudia terdiam.

Diam kemudian hening.

" ARGHH! Kenapa aku memikirkan har seabsurd ini sih? Ini semua gara-gara Sasuke! Kenapa ia memilih untuk menginggalkanku di tempat asing sendiri? Dan ia malah memilih untuk bermesraan dengan pacarnya! Dasar menyebalkan."

Naruto terus menerus menerus mengumpat, tidak menyadari ada sesosok pemuda berkimono hitam di depannya.

" Padahal ia sendiri yang minta kalau aku tidak boleh jauh darinya, dasar Sasuke Uchiha pantat ayam menyebalkan!"

" Kau kenal Uchiha Sasuke?" Tanya pemuda berkimono hitam itu sambil tersenyum palsu."

" K-kau siapa?"

" Ore wa, Shimura Sai."

.

.

.

.

.

.

.

. TBC.

Yeaaaaaaahhhhhh! Akhirnya berhasil update juga! Setelah hampir 2 jam perang mata dengan layar computer akhirnya finish juga. Chapter 3 kali ini pendek banget ya! Tapi, saya akan terus usaha # plak, dari tadi usah terus# memperpanjang fic ini. Bingung juga sih mau ngelanjutinnya. Maklum otak lagi buntu apa lagi sekarang Author lagi ada TUC. Jadilah otak Author yang udah kecil jadi semakin kecil. Muaaf juga kalo ada kata-kata yang hilang atau kesalahan ketik yang merusak mata, karena saya ngebut sih. Kalo saya sudah ngebut pasti nabrak kemana-mana. Jadi maaf sebesar- besarnya jika kurang puas membaca fic saya. Akhir kata-

Arigatou and,

Review,please?

.

.

.