Chap 3

-Run-

.

.

.

.

.

.

Aigoo aigoo aku lama sekali menahan ff ini , anywei terima kasih untuk yang sudah membaca .. aku sungguh terhura.. sampe pen nyulik jongup.. eh ? 0.o

Baiklah ...

Kita mulai saja

.

.

.

.

.

.

.

Awalnya Zelo berfikir jika segalanya sudah berakhir setelah ia kehilangan kedua orang tuanya di Thailand, atau kejadian kecelakaan yang ia alami bersama Hyung satu-satunya. Namun ia menemukan seseorang yang mampu membawanya pergi dari kejenuhan yang ia punya.

.

.

.

.

.

"B-bomi ?!" Zelo memekik bukan karena senang melihat mantan kekasihnya datang dengan kedua matanya yang sembab dan ceceran maskara membasahi area matanya.

"hiks .. oppa aku tau kau itu jahat .. tapi aku tidak tau kau bisa setega itu.." Bomi terisak lirih dan memeluk Zelo dengan erat. Zelo hanya bisa menepuk sayang punggung kekasihnya , dan menggumankan maaf berulang kali.

Zelo menarik Bomi untuk masuk dan menyuruh gadis itu ke dapur dan mendudukannya dikursi , Zelo mengambil segelas air dingin dan memberikannya pada Bomi. "kau tampak kacau , apa Hanbin .."

"tidak , dia hanya meminta maaf melihat ku menangis seharian.." Bomi memotong perkataan Zelo dengan ketus. "aku bodoh sekali.."

CKREK~

Bomi melihat ke arah pintu roomate Zelo. Kedua matanya membulat kaget. "astaga.. apa kalian bertengkar ?" pekiknya dan menghampiri Yongguk yang berdiri dengan memegangi kepalanya sendiri. Lelaki itu nampak meringis kesakitan.

"tidak kok.. mana mungkin .." –aku hanya tidak sengaja memperkosanya saja- Zelo membalas pertanyaan Bomi.

"benarkah itu ? pacar ku tidak memukuli mu kan ?" tanya Bomi nampak khawatir dan menyentuh luka di sudut bibir Yongguk. "aku akan mengobati mu , tunggu ya.." Bomi masuk kedalam kamar Zelo dan Yongguk berdecih pelan sembari mendudukan dirinya di sofa.

"aku tidak tau apa aku bisa membantu, tapi sepertinya polisi sudah mengetahui posisi mu, Hyung."

"jangan sebut aku Hyung ! "Yongguk mengucapkannya dengan nada rendah dan serak. Rasanya Zelo seperti bisa mendengar Yongguk akan menangis.

Zelo tau ia bersalah tapi Yongguk kan.. yah tidak bisa hamil kan.. kenapa dia harus terlalu memusingkan itu.. anggap saja itu one nigth stand atau mungkin...

"apa aku yang pertama yang menyentuh mu Hyung ?"

Sukses. Yongguk bangkit berdiri dan menarik kerah Zelo ,menyentak mahluk putih susu itu mendekat ke arahnya. "apa mulut mu hanya mampu menggigit ,roomate ? jika iya maka lebih baik ku jahit mulut mu !" Yongguk menatap penuh kebencian pada Zelo. Zelo menggeleng pelan dan Yongguk menghempas tubuh Zelo ke kursi berjalan kembali ke kamar. Zelo menghela nafas lega. Sorot mata Yongguk tidak ada duanya. Terlalu mengerikan.

=o0o=

"Daehyun.." Yongguk hanya memanggil pelan kawannya dibalik layar. Daehyun yang sedang duduk membelakanginya –yang Yongguk tau, Daehyun pasti sedang makan- dengan tenang. Youngjae tampak terlelap di sebelahnya.

Yongguk membuka lagi laptop miliknya yang lain, dan menunggu kabar dari Himchan dan Jongup yang lari dari Hongkong menuju Beijing , setidaknya Yongguk sekarang harus membuat kabar keberangkatan palsu mengenai mereka.

"hmm.. take off dari Jepang 15 menit lagi.. nah selesai, coba kejar mereka Hakyeon.." puas Yongguk dan melihat ke TV yang untung saja belum ia banting setelah sadar dari pingsannya semalam.

Tidak begitu lama pemberitaan Jepang mulai heboh dengan keberadaan 2 teroris penjahat yang diketahui ada di Jepang.

Yongguk meletakkan laptopnya kesamping dan membaringkan tubuhnya lagi, rasa kram dan nyeri di tubuhnya masih belum hilang dan ia tidak tau harus kemana karena info Zelo tadi mengatakan bahwa ia sudah diketahui kepolisian Incheon.

"Hyung.. aku boleh masuk ?"

Suara itu lagi, seketika menaikkan tingkat emosi Yongguk. "apa mau mu hah ! aku bukan Hyung mu !"

Ia ingin melempar vas didekatnya namun ia urungkan karena bisa saja kakinya yang terkena pecahannya.

"hey ,, aku gentleman hyung.. aku akan bertanggung jawab.." Zelo membuka pintu kamar dan kedua mata mereka saling bertemu. Zelo diam sebentar kemudian memberikan bungkusan putih ke meja dekat tempat tidur Yongguk. "obat ini , Bomi yang ku suruh belikan.. minumlah , itu obat penghilang rasa sakit, yang biasa ku minum setelah aku berkelahi saat mabuk.."

Yongguk berdeham dan ia mendengar suara berisik dari laptopnya. Ia ingin bangkit untuk duduk tapi ia hanya bisa diam. Tidak selama Zelo disini, dan ia tidak ingin terlihat lemah dihadapannya.

Zelo memperhatikan Yongguk yang hanya diam padahal orang itu –Daehyun- sepertinya memperhatikan layar kaca yang tersambung video call dengan seksama.

Zelo mengambil laptop itu dan menaruhnya dihadapan Yongguk. "jangan buat mereka menunggu hyung, aku akan keluar.."

Yongguk hanya diam dan melihat punggung lebar Zelo yang meninggalkan kamarnya.

"Hyung ? apa dia menyentuh mu lagi ?!" panik Daehyun.

"tidak. Dia hanya memberiku obat.. kenapa ?" tanya Yongguk dan ia melihat Daehyun menghela nafas dengan lega.

"haah.. untung mood mu sudah membaik hyung.. Himchan hyung sudah ada di kapal yang ku sewa di perairan ilegal sana hyung.. harganya lumayan daripada membeli kapal sendiri.." kekeh Daehyun dan ia berhenti bicara sejenak.

"Hyung.. bagaimana jika kita merubah rencana ? kita awalnya akan bertemu di Beijing kan ? tapi karena di Taiwan aku kekurangan koneksi , bisakah kita bertemu di Thailand saja ?aku yakin jika kau sudah bersama Hime hyung kau akan lebih baik.." Daehyun tersenyum tipis.

Yongguk sendiri tidak tau apa yang tengah ia rasakan. Ia hanya terus merasa kotor.

"mahluk itu bilang , posisi ku sudah ketahuan .."

"astaga , kenapa kau baru bilang hyung ? Jae kapan berita acara itu di buat ? Mereka membuatnya dengan kode yang berbeda." Daehyun berbicara pada Youngjae dan dia membaca lembaran kertas yang diberikan Youngjae.

"seekor kelinci telah ditemukan , penyergapan kamuflase siluman.. Hyung kau akan diringkus setidaknya setengah jam lagi, kepolisian Incheon sudah angkat tangan dan menunggu bantuan pusat , Hyung kau harus lari ! aish kenapa mereka memakai kata-kata yang tidak mudah dipahami begini sih.." Daehyun menggerutu sendiri dengan kesal.

Panik juga dirasakan oleh Yongguk. Namun Yongguk bisa apa. Ia sedang kacau , bathin ataupun fisik. "kau tinggalkan saja aku.."

"Hah ? apa maksud mu hyung ?! kau gila ? kau tak bisa menyerahkan diri semudah ini, mereka bisa menyiksa mu sampai mati ! kau tidak ingat sumpah serapah para pejabat yang kita buat miskin itu ?" Daehyun memperhatikan Yongguk yang hanya diam menatap kosong ke arah lantai.

"aku tidak bisa bergerak cepat.. badan ku rasanya masih remuk.."

"baiklah.. baiklah.. hyung aku punya ide.."

=o0o=

"hey Junhong.. kau itu laki-laki payah.." Zelo mengguman sendiri sambil tiduran diatas matras depan tv , ia tidur begitu saja diruang tamu dan berguling kesana kemari. Menyesal, malu, dan ia merasa sangat bodoh dan kotor mengingat ia seorang gentleman kenapa ia berakhir sangat rendah seperti itu.

Zelo mengambil ponselnya dan membuka galeri. Munafik , ia memang meminta maaf dan menyesal tapi ia menikmatinya.. menikmati Yongguk malam itu.

Bahkan video itu ia simpan seperti harta karunnya sendiri.

"haisshh Junseo hyung .. adikmu ini sangat idioott..." Zelo menenggelamkan wajahnya dibantal pikachu miliknya. Menggigitnya dengan kesal dan menggeram pelan. Seperti seekor anak anjing yang ngambek.

"kau memang idiot dan tolol !"

Zelo mengangkat wajahnya melihat Yongguk setelah mendesis dan mengutuknya dengan suara dinginnya. "Yongguk hyung.."

"kau tau namaku ? padahal semalam kau hanya ingat nama ku adalah jalang !"

"aku minta maaf hyung, kenapa kau datang untuk marah-marah ?"

"karena aku memang berhak untuk marah !" Yongguk menaruh laptopnya dihadapan Zelo dan kembali ke kamar. Zelo melihat Daehyun ada disana dengan Youngjae.

"cewek mu cantik juga.." guman Zelo pelan dan memperhatikan Youngjae yang melihat layar dengan memakan paha ayam.

"dia pria dan dia milik ku , apa perlu ku labeli hah ?! kau ingin merusaknya juga ?!"

"ups nunna ini marah lagi.." cibir Zelo melihat Daehyun yang ternyata dia mendengar gumanan miliknya. Zelo membenahi duduknya dan melihat Daehyun menulis sesuatu di kertas. Zelo mengangguk membacanya.

"bawa ini dan ku mohon jaga Yongguk Hyung sampai diperbatasan , setelah itu kau boleh pulang. Hanya sampai disini , jangan sentuh Yongguk hyung , ia bukan tipe orang yang tahan stress berhari-hari. Dan setelah kau bertemu dengan Himchan dan Jongup disana , mereka akan memberikan bayaran yang cukup untuk melakukan tugas berbahaya ini.."

"tunggu, berbahaya ? kenapa ?" Zelo memotong perkataan Daehyun dan membuat Daehyun membulatkan matanya kesal.

"menurut mu sejak kapan pahlawan dibalik layar bisa hidup tenang ? ganjaran mu jika tertangkap adalah M..A..T...I..." Daehyun tersenyum puas melihat Zelo melongo kaget.

"mati ? yack.. sebenarnya apa pekerjaan kalian ..?" tanya Zelo ngeri. Bagaimana bisa semua pekerjaan mereka berujung dengan mati. Bahkan jika dia dikehidupannya sendiri akibat paling fatal adalah masuk rumah sakit dalam keadaan koma. Tidak sampai mati.

"jangan banyak mau tau .. sudah cepat bantu Yongguk hyung untuk berkemas ! awas kau menyentuhnya secuil kukunya sekalipun , akan ku putuskan urat tangan mu itu !" Daehyun mematikan video call dan meninggalkan walpaper tigger dilayar laptop Yongguk.

Zelo bergegas bangkit dan menuju kamar Yongguk. Sialnya ia melihat Yongguk tengah melepas kaos hitamnya. Ia bisa melihat dengan jelas tattoo di punggung Yongguk, atau di dada nya, lengannya atau bekas gigitan miliknya di pundak mulusnya. Rasanya tenggorokan Zelo sedikit haus.

"sampai kapan kau akan terus melihat ku ? tidak cukup yang semalam ?"

Suara Yongguk menyadarkannya dan membuat Zelo menunduk. "ini milikmu, akan ku bawakan apa yang Daehyun tadi minta.."

"apa kau punya kendaraan ?"

=o0o=

"kau mau apa ?" Yongguk melihat parkiran Lotte mart yang sedang sepi dan dia disini karena Zelo yang mengajaknya , beberapa saat setelah dirinya bertanya apa Zelo punya mobil atau tidak.

Zelo menuju mobil sedan hitam yang terparkir disana. Ia mengambil 2 plat nomor palsu dari tasnya. Melepas yang asli dan menyimpannya. Mengambil kawat untuk membuka kunci pintu sesaat Yongguk menahan tangannya.

"kau mencuri ?" Yongguk menarik tangan Zelo berharap tidak ada yang salah paham mengapa anak itu membawa peralatan seperti pencuri.

"kau akan mengerti jika pernah hidup didaerah penuh konflik. Daehyun bilang waktu kita tak lebih dari 2 jam." Santai Zelo dan melepas tangan Yongguk, memasukan ujung kawat ke sela kaca dan mengangkat slotnya. Yang terakhir adalah membuka pintu tanpa membunyikan alarm mobil.

Yang Zelo gunakan hanyalah sebuah gunting. Ia membuka bagian spion mobil, menarik seluruh kabel disana , dan ia melihat kabel bewarna hijau keunguan.

Zelo tersenyum puas dan memotongnya, lampu peringatan berkedip 2x dan ia menepuk tangannya membersihkan debu yang menempel.

"haah selesai ayo hyung." Zelo mengambil tas dan laptop yang dibawa Yongguk dan memasukannya ke dalam mobil. Saat ia sudah duduk di kursi pengemudi. Yongguk hanya diam.

"kau sedang mencuri bocah, dan kau tidak tau ini milik siapa kan ?" tanya Yongguk dan ia sendiri tidak habis pikir mengapa anak ini memiliki kemampuan untuk mencuri dengan lihai.

"mobil ini milik salah satu pelanggan club ku, dia sering melecehkan karyawan disana , tidak ada salahnya kan ? toh salah sendiri dia pernah membuat Bomi ku menangis." Sinis Zelo dan membuang muka. "ayo hyung ,aku tidak ingin di kutuk sampai mati oleh Daehyun."

=o0o=

Himchan membangunkan Jongup yang terlelap dipundaknya dengan lembut. Ia memperhatikan sudah sampai dimana mereka sekarang. Setelah naik truk tadi sekarang mereka sudah ada didalam kapal menuju Beijing dan rasa lapar membuat Himchan tidak tenang.

"jika begini terus aku bisa mati kelaparan Jonguba.." desis Himchan dan Jongup tertawa pelan. Jongup memeluk Himchan dan menyamankan kepalanya di pundak Himchan.

"hyung tak mungkin kelaparan, lemak cadangan di perut mu harusnya cukup untuk seminggu.." kekeh Jongup dan Himchan memukul lengannya dan mencubitnya dengan kesal.

Mereka tertawa dan melihat pemandangan diluar.

"salah satu perangkat kita terkena virus dan tidak mungkin membeli yang baru, apa yang harus dilakukan hyung ? bagaimana cara kita membuka pesan dari Yongguk dan Daehyun hyung ?" tanya Jongup dan Himchan mengangguk setuju.

Ia baru ingat jika salah satu laptop mereka terkena virus sialan itu. Ini pasti kerjaan Sanghyuk , anak buah Hakyeon yang mampu membuat virus aneh yang mengunci otak cpu atau laptop.

"tenang saja , kau bawa wifi kan ? kira-kira berapa jauh jangkauannya ?" tanya Himchan dan Jongup mengeluarkan wifi kuning miliknya.

"sekitar 5 meter ? kenapa ?"

"tenang saja, aku tau caranya. Cukup acak saja ID nya dan radar akan menangkap sinyal kita di 50 tempat berbeda di daerah ini, Jepang dan Korea dan kawasan Asia lainnya.. " Himchan memberikan laptop Jongup ke pangkuan Jongup dan membuka laptopnya sendiri.

"selesaikan 1 jam , wifi mu tidak terlalu kuat untuk menahan beban sinyal itu."

.

.

.

.

.

.

.

.

.hai hai hai.

Aku udah update wkwkwk

Mian , kelamaan aku ini author yang suka lupa waktu dan keadaan kalo udah asik baca manga..

Ada yang suka Utsuho ?

Keren lowh

Berikan review dn semoga cepet bisa update ya ~

Love ya