Tittle : Ketika Hujan Turun
Tittle : Ketika Hujan Turun
Author : Keiko Yummina
Cast :KaiSoo Slight All Member EXO
Genre : Romance (tentuin sendiri)
Length : Chaptered
Rated : T otw M (Mecum)
WARNING! YAOI
bagi yang tidak sukaYAOI mending gk usah baca!
flashback
Aku sangat senang saat hanya kami berdua yang menunggu hujan reda di depan pintu gerbang sekolah. Hatiku bedetak tak karuan. Dan rasanya diriku benar - benar kacau saat berada di dekatnya.
Aku pun tanpa canggung dan tanpa ragu mendekati Kyungsoo, memegang kedua pundaknya dari depan dengan kedua tanganku dan membalikkan tubuhnya menghadap ke arah ku.
CHAPTER 2
Dengan sigap dia menoleh dan menghadap wajahku. Aku mendorongnya dan memojokkannya ke dinding dekat pintu gerbang itu, sambil menguncinya dengan kedua tanganku ke samping - samping tubuhnya.
Dengan cepat ku sambar bibir kissiblenya dan ku lumat seperti sebuah permen karet yang lembut. Dia hanya mengerjap - ngerjapkan matanya dengan tangannya berada di dadaku berusaha mendorongku untuk melepaskan tautan kami.
Namun dengan sigap aku menahannya dan menekan tengkuknya untuk memperdalam lumatanku di bibirnya yang dingin akibat suhu udara yang dingin. Hingga membuat bibir itu terasa hangat. Bahkan rasanya mulai memanas
Tak berapa lama Kyungsoo pun melunak dan mengikuti permainanku di bibirnya. Aku melihat dia memejamkan matanya menikmati alunan dan gerakan bibirku menjilat, menghisap, menggigit bibirnya dan saliva kami saling bertemu. Membuat libidoku terus meningkat. Dan entah sejak kapan tangannya sudah mengalung pada leherku.
Kucoba menggodanya dengan lidahku mengetuk - ngetuk giginya. Ia masih belum memberi ijin padaku untuk masuk dan menjajahi setiap jengkal mulutnya. Ku coba menggigit bibirnya lebih keras lagi untuk membuatnya membuat membuka kusia-siakan tanganku menyingkapkan beberapa kancing atas kemeja seragamnya untuk meraih dua tonjolan kecil dan merabanya dengan pelan.
Dan berhasil juga Kyungsoo mengeluarkan desahannya. Aku pun menyeringai puas disela - sela ciuaman kami. Dia membuka mulutnya, membuatku mudah menyapu setiap jengkal gigi putihnya.
Lidahnya hanya diam saat lidahku memasuki mulutnya. Ku coba menggodanya dengan lidahku. Sesaat lidah itu menggeliat lalu ikut bergerak mengikuti pertarungan sengit dengan lidahku. Memaksa lidahku untuk keluar dari mulutnya.
Membuatku bersemangat lagi memainkan lidahku di dalam mulutnya. Kami saling bertarung lidah, dan aku pun menang. Desahannya kembali keluar lagi. Suaranya benar benar membuatku melayang.
Tak membuatku merasa puas dan aku pun mencoba menarik lidahnya ke dalam mulutku. Kuhisap dan sukses lidahnya masuk ke dalam mulutku menghisapnya bak sebuah permen kenyal.
Tak berapa lama ciuman lidah kami berhenti dan berganti dengan ciuman - ciuman panas seperti yang ku lakukan awal tadi menggigit, menjilat dan menghisap. Tapi kini bibirnya tidak pasif seperti tadi dan ikut bergerak mengikuti irama bibirku di bibirnya.
Dia membuka matanya yang mengisaratkan supaya aku berhenti. Tapi keinginanku masih tidak ingin menyudahi tautan kami. Dengan keras dia mendorongku, dan lepas sudah tautan kami.
Saliva masih berceceran di sudut bibir kami. Aku menyeka sisa saliva yang ada disudut bibirku dengan lidahku. Dan memandangnya dengan tatapan puas sambil menunjukkan kismirk pada Kyungsoo.
.
.
.
Apa yang sebenarnya terjadi? dengan deru nafasku yang masih memburu menatap seorang namja berkulit eksotis itu di hadapan ku. Tak habis fikir diri ku di perlakukan seenaknya saja oleh namja ini. Aku benar - benar kesal. Ku usap kasar bibir ini yang penuh ceceran saliva. Dan lihatlah muka namja ini yang malah menyunggingkan senyum menandakan kepuasannya terhadap tindakannya pada ku.
Aku benar - benar marah, tapi mengapa jantungku makin berdetak kencang. Perasaan apa ini?
Tak berapa lama sebuah mobil hitam mewah dan namja itu segera pergi meninggalkan Kyungsoo yang masih mematung si depan pintu keluar sekolah. Kyungsoo jatuh terduduk disana.
.
.
.
Tak berapa lama Ajussi Song datang. Dengan segera aku berlari ke arah mobil itu dan meninggalkan malaikat ku yang masih terlihat syok akibat ulahku tadi.
'
'
'
~Di dalam mobil Jongin~
Di perjalanan Jongin melamun sambil tersenyum - senyum sendiri. Dia merasa senang sambil memikirkan wajah Kyungsoo saat tindakannya tadi.
Mata bulat seperti kelereng itu hanya bisa mengerjap - ngerjab, dan desahan suaranya sungguh seksi terdengar di telinga ku. Sambil mengetuk - ngetuk bibirnya dengan jari telunjuknya.
.
.
.
Hari ini Kyungsoo datang ke sekolah saat bel masuk hampir berbunyi. Jika ia tak segera masuk tadi, pasti Kyungsoo akan menjadi salah satu dari siswa - siswi yang sekarang tengah di hukum di tengah lapangan basket. Ia berlari sekencang - kencangnya menuju pintu gerbang.
.
.
.
"Huuuufffff,,,,! Untungnya gerbang belum di tutup."
Aku sampai di pintu gerbang, untungnya bel belum berbunyi. Segera ku atur nafas ku dan berlari menuju ke dalam kelas.
Aku masuk ke dalam kelas, dan kulihat namja itu lagi. Ahh benar saja aku akan sering bertemu dengannya, bukankah dia teman satu kelas ku? aku benar - benar bodoh. Aku benar - benar masih terbayang ke jadian kemarin. Dia masih memalingkan wajahnya menghada jendela. Matanya sepertinya menerawang jauh. Aku duduk di bangkuku.
"Hey Kyungie-ah,,,! kenapa kau datang sesiang ini? dan wajahmu pucat sekali?" Tanya Seorang namja dengan eyeliner di wajahnya.
"Ahhh! Mungkin karena kehujanan kemarin, aku sedikit flu"
"Apa kau tidak apa - apa Kyungie?" tanya seorang namja bermata rusa?"
"Gwencana!"
"Em baiklah!"
.
.
.
Dari jarak beberapa deret bangku mereka seorang namja berkulit tan itu, mendengarkan dengan seksama apa yang ketiga namja di depan itu bicarakan. Dia melirik Kyungsoo dengan khawatirnya.
Pelajaran di jam pertama pun berlangsung.
.
.
.
Aku menepuk - nepuk kepalaku. Aku benar - benar pusing, dan mataku sepertinya tak bisa lagi berkonsentrasi melihat papan tulis di depan. Ku putuskan tuk pergi ke kamar kecil dan meminta izin pada seongsenim.
"Permisi Lee seongsenim. Bolehkah saya pergi ke toilet sebentar?"
Seongsenim hanya menunduk menandakan Kyungsoo ,endapat izin untuk keluar.
Kyungsoo bergegas keluar kelas menuju ke kamar kecil. Tak berapa jauh dari kelas rasa pusing itu kian menderu dan berkecamuk di kepalanya.
Aku berusaha memfokuskan pandangan ku ke jalan menuju toilet. Tapi aku benar benar kehilangan keseimbangan ku. Dan kepalaku benar - benar serasa berat sekali.
"Bruuaakkkk! "
Kyungsoo pingsan, tapi apa yang ia rasakan ini aneh. Seharusnya di sekarang berada di lantai yang dingin itu. Tapi apa ini? kenapa malah hangat disini? terasa tubuhnya didekap oleh seseorang, tapi siap? Ku coba membuka mataku supaya bisa ku ketahui siapa orang yang merengkuh ku ini?
Dan perasaan apa lagi ini, jantungku berdegub dengan kencangnya. Terasa sebuah tangan menyentuh dahiku.'Aku paksakan mataku tuk membuka dan ku lihat seorang namja bekulit tan itu lagi. Dengan mata yang mengisyaratkan kekhawatiran yang begitu besar. Aku seperti melayang dan sepertinya ia mengangkat tubuhku. Aku pun hanya bisa pasrah dan benar - benar kehilangan kesadaranku.
.
.
.
Aku melihat Kyungsoo dari samping. Dan kulihat wajah Kyungsoo benar - benar pucat. Aku begitu khawatir dengan keadaannya. Aku pun meruntuki kebodohan ku yang kemarin malah meninggalkan nya sendiri. Dan entah apa yang terjadi kemarin padanya. Aku sungguh menyesal.
Ku rengkuh tubuhnya ke dalam dekapanku, ku sentuh dahinya. Dan ku rasakan suhu tubuhnya yang panas dengan nafas yang berat. Dia membuka matanya, dan memandangku sejenak dengan mata berkaca - kaca.
Aku tak tahu dia menyadiri keberadaanku atau tidak. Raut mukanya benar - benar pucat dan keringat dingin membasahi pelipis dan dahinya.
Tak berapa lama Kyungsoo kehilangan angkat tubuh mungil rapuh itu ala bridal, dan membawanya ke ruang UKS dengan segera.
Ku baringkan dia di atas kasur di bantu dengan petugas kesehatan yang berjaga hari itu. Aku mengompres dahi dan lehernya berharap agar suhu tubuhnya kembali normal.
Jongin duduk di samping Kyungsoo sambil memegang tangannya cemas. Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh kyungsoo dan memberitahukan bahwa suhu tubuh Kyungsoo telah kembali normal.
Jongin berharap bisa terus berada di sampingnya dan menjaga Kyungsoo sambil memandang dan memegang tangannya erat.
.
.
Selang beberapa waktu Kyungsoo pun sadar, dia membuka matanya. Dan pemandangan yang dia dapati adalah seorang namja berkulit tan yang diketahui bernama Jongin dan juga merupakan teman sekelasnya.
Tengah tidur sambil terduduk tepat di sampingnya. Jongin menggenggam tangan kanannya dengan erat. Kyungsoo pun hanya tersenyum melihat wajah Jongin yang sedang terlelap.
Wajahnya sunggu manis. Ku coba tuk mengelus surai rambut depannya. Saat akan menyentuh surai rambut Jongin, dengan segera kutarik tanganku kembali kembali ke posisi awal yaitu di atas perutku.
Ku urungkan niat ki karena sepertinya Jongin akan segera bangun karena Jongin telah mengeliatkan tubuhnya. Dan dengan segera ku tutup mataku seakan - akan aku belum terjaga tadi.
Hari sudah siang dan rasanya aku merasa aman dan nyaman bersamanya.
.
.
.
Hemz,,! sepertinya demammu benar - benar sudah hilang!
Sambil mengecek suhu tubuh Kyungsoo dengan termometer di telinganya.
Dengan sigap Jongin segera bersembunyi di balik pintu saat dirasa ada yang menuju ke arah mereka. Dan dengan segera pintu UKS itu di buka. Ternyata benar itu adalah kedua sahabat Kyungsoo yaitu Baekhyun dan Xi Luhan.
Jongin merasa lega meninggalkan Kyungsoo dengan kedua sahabat Kyungsoo itu. Dengan menggunakan jaket dan topinya, Jongin bisa keluar dengan tanpa di ketahui kedua sahabat Kyungsoo tersebut. Walau pun mereka berpapasan, namun mereka tak menyadarinya.
.
.
.
Meski pun aku tak tau kenapa dia harus menghidar dari kedua sahabatku ini. Tapi mungkin itu adalah demi ke baikan kami semua.
.
.
.
Aku melihat Kyungsoo dari samping. Dan kulihat wajah Kyungsoo benar - benar pucat. Aku begitu khawatir dengan keadaannya. Aku pun meruntuki kebodohan ku yang kemarin malah meninggalkan nya sendiri. Dan entah apa yang terjadi kemarin padanya. Aku sungguh menyesal.
Ku rengkuh tubuhnya ke dalam dekapanku, ku sentuh dahinya. Dan ku rasakan suhu tubuhnya yang panas dengan nafas yang berat. Dia membuka matanya, dan memandangku sejenak dengan mata berkaca - kaca.
Aku tak tahu dia menyadiri keberadaanku atau tidak. Raut mukanya benar - benar pucat dan keringat dingin membasahi pelipis dan dahinya.
Tak berapa lama Kyungsoo kehilangan angkat tubuh mungil rapuh itu ala bridal, dan membawanya ke ruang UKS dengan segera.
Ku baringkan dia di atas kasur di bantu dengan petugas kesehatan yang berjaga hari itu. Aku mengompres dahi dan lehernya berharap agar suhu tubuhnya kembali normal.
Jongin duduk di samping Kyungsoo sambil memegang tangannya cemas. Seorang petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh kyungsoo dan memberitahukan bahwa suhu tubuh Kyungsoo telah kembali normal.
Jongin berharap bisa terus berada di sampingnya dan menjaga Kyungsoo sambil memandang dan memegang tangannya erat.
.
.
Selang beberapa waktu Kyungsoo pun sadar, dia membuka matanya. Dan pemandangan yang dia dapati adalah seorang namja berkulit tan yang diketahui bernama Jongin dan juga merupakan teman sekelasnya.
Tengah tidur sambil terduduk tepat di sampingnya. Jongin menggenggam tangan kanannya dengan erat. Kyungsoo pun hanya tersenyum melihat wajah Jongin yang sedang terlelap.
Wajahnya sunggu manis. Ku coba tuk memegang surai rambut depannya. Saat akan menyentuh surai rambut Jongin, dengan segera kutarik tanganku kembali kembali ke posisi awal yaitu di atas perutku.
Ku urungkan niat ki karena sepertinya Jongin akan segera bangun karena Jongin telah mengeliatkan tubuhnya. Dan dengan segera ku tutup mataku seakan - akan aku belum terjaga tadi.
Hari sudah siang dan rasanya aku merasa aman dan nyaman bersamanya.
.
.
.
Hemz,,! sepertinya demammu benar - benar sudah hilang!
Sambil mengecek suhu tubuh Kyungsoo dengan termometer di telinganya.
Dengan sigap Jongin segera bersembunyi di balik pintu saat dirasa ada yang menuju ke arah mereka. Dan dengan segera pintu UKS itu di buka. Ternyata benar itu adalah kedua sahabat Kyungsoo yaitu Baekhyun dan Luhan.
Jongin merasa aman meninggalkan Kyungsoo dengan kedua sahabat Kyungsoo itu. Dengan menggunakan jaket dan topinya, Jongin bisa keluar dengan tanpa di ketahui kedua sahabat Kyungsoo tersebut. Walau pun mereka berpapasan, namun mereka tak menyadarinya.
.
.
Meski pun aku tak tau kenapa dia harus menghidar dari kedua sahabatku ini. Tapi mungkin itu adalah demi ke baikan kami semua.
.
.
"Hey, apa kau sudah sehat?" tanya Luhan sambil memegang dahi Kyungsoo.
"Dan, Kenapa kau bisa sampai pingsan seperti ini? Apa kau benar - benar kelelahan?", sahut Baekhyun sebelum Kyungsoo menjawab.
"Em, mungkin karena kehujanan saat pulang sekolah kemarin,,!" masih dengan wajah datarnya.
" Sebaiknya kami mengantarmu pulang hari ini, kebetulan hari ini aku bawa mobil" sahut Luhan.
"…" Baekhyun menunduk mantap sambil matanya mengintimidasi Kyungsoo supaya ia mau di antar.
"…baiklah…" , jawab Kyungsoo pasrah.
.
.
.
~Di rumah Kyungsoo~
Kyungsoo masuk ke kamar dan merebahkan badannya di tas kasur. Lalu menarik slimut itu menutupi setengah tubuhnya.
Memandang ke arah langit - langit kamarnya sambil terus - menerus memikirkan seorang namja bernama Jongin itu. Ada apa dengan dirinya yang tidak bisa sedikit pun melupakan namja tan tesebut.
Di rasanya kepalanya masih terasa pening dan tubuhnya masih lemas. Di putuskannya untuk tidur lagi siang itu.
.
.
.
Sebenarnya aku masih mengkhawatirkan Kyungsoo, namja kecil bermata Bulat sebutlat kelereng itu. Dengan bibir merah kisssiblenya itu.
Aku mengikuti mereka dari kejauhan hingga mereka mengantar Kyungsoo pulang dengan selamat sampai di rumahnya.
Setelah melihat Kyungsoo masuk kedalam dari jendela mobil ku ini. Ku putuskan untuk pulang ke rumah.
.
.
.
~Di rumah Jongin~
Aku memasuki rumah ini lagi setiap harinya. Dan benar saja, aku hanya mendapati para pelayan yang sedang sibuk dengan tugasnya masing - masing. Dan ku putuskan untuk memasuki kamar ku yang berda di lantai 2.
Sungguh membosankan hari ini. Keadaan rumah yang masih sama, terlalu tenang. Mungkin orang akan berfikir saat melihat rumah ini bak istana, dan pasti mereka akan hidup sangat nyaman dan bahagia. Tapi apa yang penghuni rumah ini rasakan. Hanya kesepian yang menyapaku setiap harinya.
Sebenarnya apa yang difikirkan mereka. Aku benar - benar tak bisa mengerti. Mengapa mereka lebih memilih materi ketimbang keluarganya sendiri. Sungguh melelahkan!
.
.
Keesokan harinya Kyungsoo datang ke sekolah lebih awal. Takut jika ia terlambat lagi, bahkan hari itu hanya ada 2 sampai 3 siswa saja yang sudah berada di dalam kelas.
.
.
Pagi itu aku berjalan melewati koridor sekolah menuju ke kalas ku berada. Nampak beberapa siswa saja yang tengah sampai di dalam kelas dari jendela pintu. Aku memasuki kelas ku dengan tenang dan berjalan menuju bangku ku berada.
Duduk sambil membaca buku seperti biasanya. Suasana sekolah masih benar - benar sepi. Ku lirik jam tangan ku yang ternyata masih menunjukkan pukul 06.03 . Kemudian ku teruskan membaca tiap lembar buku ku ini.
Aku sangat serius membaca sampai tak terasa waktu bel masuk yang akan segera berbunyi. Dan kedua sahabatku yang ternyata sudah berada di samping dan depan ku. Ya benar sekali aku tak mendengar kedatangan mereka. Aku terlalu asyik dengan buku dan mp3 yang sedang ku putar ini.
Tak berapa lama bel berbunyi
...
...
TBC
#Note: Entah mengapa ndak niat lanjut ini.
