Hari di mana mereka akan Comeback dengan Album barunya sudah dekat. Namun hubungan antar member kali ini semakin jauh. Di mulai dari Seokjin yang Jungkook, Jimin , Hoseok, juga Taehyung bilang 'Selalu Salah' setelah itu bagaimana Sedihnya hubungan Jimin dan Yoongi. Lalu setelah ini apakah akan ada masalah baru lagi?
.
.
' Sorry, I'm Not Perfect '
Semua member sudah tahu bagaimana hubungan Jimin dan Yoongi. Bagaimana tragisnya cinta jimin. Namun ke 4 bocah itu menyatakan bahwa 'Putusnya' Hubungan Jimin dan Yoongi adalah kesalahan Seokjin. Apa yang salah?
" Oh gitu ya hyung, lalu bagaimana dengan Hubungan mu dengan Yoongi hyung" Tanya Jungkook setelah mendengar Cerita menyedihkannya si Jimin.
"Ya begitulah, aku juga tidak tahu"
"Hyung, tadi kau bilang Yoongi hyung minta putus karena kau tidak menghargai Seokjin hyung?"tanya Taehyung. Namun Jimin hanya menunduk meratapi kesedihannya.
"Tidak bisa dipercaya. Apa seokjin hyung mengatakan sesuatu pada Yoongi hyung, sehingga Yoongi hyung meminta putus dari mu?" Tanya Hoseok
"Entahlah" jawabnya.
"Lalu, Apa yang bisa kita bantu? Semuanya sudah terlanjur. Kau dan Yoongi hyung sudah tidak memiliki hubungan apa-apa" Tanya Hoseok.
Jimin mendongakkan kepalanya menatap Hoseok, Taehyung dan Jungkook. Menatapnya dengan tatapan memohon. Namun yang ditatap hanya menunjukkan ekspresi datarnya.
"Bantu aku mendapatkan Yoongi ku lagi" Ujarnya dengan memelas.
"Ah! Aku tahu caranya. Cepat ikuti aku hyung" Jungkook membawa Jimin, Taehyung juga Hoseok memasuki suatu Kamar. Jungkook yang berada di depan langsung saja membuka pintu tanpa permisi.
BRAK
"Seokjin hyung!"
.
.
Namjoon , Yoongi dan Seokjin sedang berkumpul di kamar Yoongi dan Seokjin. Katanya sih mau menghibur si Yoongi.
"Yoongi? Apa kau sudah bisa menceritakan masalahmu dengan Jimin?" Tanya Namjoon.
"Aku dan Jimin putus" Jawab Yoongi.
"Kenapa? Kok bisa" Tanya seokjin.
"Aku juga tidak tahu" Ujarnya dengan lesu.
Semua kembali terdiam. Namun tiba-tiba ada suara gebrakan dari pintu.
BRAK
"Seokjin Hyung!"
"Jungkook ada apa? Kenapa menggebrak pintu seperti itu?" Tanya Seokjin.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan sehingga Jimin hyung dan Yoongi hyung bisa putus? Apa kau meminta Yoongi hyung untuk memutuskan Jimin hyung?" Tanya Jungkook dengan emosi. Jimin Melotot ke arah Jungkook tidak percaya apa yang sudah Jungkook katakan. Namun Yoongi malah menatap Jimin dengan tatapan yang mengerikan.
"Jungkook apa maksudmu ? Aku tidak mengerti" tanya Seokjin yang sedikit kebingungan.
"Huh? Masih mengelak hyung? Kau tidak suka pada kami karena kami selalu menyalah kan mu ? Kau berniat untuk membalasnya hah? Tapi tidak seperti ini hyung caranya!" Timpah Taehyung yang mulai memuncak.
"Kau boleh tidak memasakan makanan untuk kami sampai berbulan-bulan lamanya tapi jangan seperti ini! Apa kau tak pernah merasakan cinta? Tega sekali kau memisahkan Jimin dan Yoongi" Ujar Hoseok.
Seokjin benar-benar tidak mengerti. Apa maksudnya ini? Namjoon tidak terima hyung 'kesanyangan'-nya ini terus di salahkan. 'apa-apan mereka ini?'-pikir namjoon.
"DIAM! SEMUA DIAM!" Yoongi kalut dengan emosi nya. Ia menatap ke 4 bocah itu dengan tatapan mematikannya.
"Kalian tidak mengerti! Jadi jangan ikut campur tentang hubungan ku dan jimin" lanjutnya.
"Apa yang tidak kami mengerti hyung? Tanya Hoseok.
"Kalian memang tidak mengerti " Jawabnya.
"Bisakah kalian berhenti bertanya? Dan pergi dari kamar ini?" Ujar Namjoon.
"Baiklah- baiklah kami akan pergi. Ah tunggu. Untuk seokjin hyung, apa kau sudah puas memisahkan cinta mereka? Kau tahu Hyung? Kau menjijikan" Ejek Jungkook.
Seokjin tersentak dengan perkataan Jungkook. Ia menyadari ucapan 'menjijikan' yang di lontarkan jungkook bukanlah ucapan pertama yang ia lontarkan, namun sudah berkali-kali
"Jungkook-ah! Tutup mulut mu! Kau Tahu kau sedang berbicara dengan siapa? Hah!" Emosi Namjoon kini mulai memuncak.
"Namjoon sudah hiks . Biarkan mereka mengeluarkan keluh kesalnya. Biarkan saja hiks."Ujar Seokjin.
"Hyung! Jangan seperti ini! Jangan biarkan mereka terus bersikap seperti itu hyung!" Ujar Namjoon.
"Tidak Namjoon. Biarkan, biarkan saja mereka bicara. Jungkook, Taehyung, Hoseok dan Jimin Ayo bicara! Terus Bicara ! JANGAN BERHENTI SEPERTI INI hiks! A-apa salahku?" Isak Seokjin.
Ke 4 bocah itu menatap Seokjin. Hoseok, Taehyung dan Jungkook menatap Seokjin dengan tatapan tidak peduli berbeda dengan Jimin. Jimin menatap seokjin dengan lekat. Jimin baru mengerti.
"apa karena kenampuan dance ku hah? Kemampuan dance ku memang sangat buruk di banding kalian! tapi kenapa kalian terus menyalahkan ku? Hiks"
"Se-seokji hyung?" Ujar Yoongi.
Yoongi mengarah kan tatapannya ke arah jimin. Seakan mengerti, Jimin langsung menyuruh Hoseok, Taehyung dan Jungkook keluar.
"Maaf hyung, aku rasa Jimin belum memahami perkataan ku. Mianhae. Karena aku kau jadi begini" ujar Yoongi.
"Tidak apa Yoongi. Aku mengerti"
"Yaakk Hyung! Kenapa menyuruh Kami keluar? tadi kan aku belum selesai!" Sesal Jungkook
"Iya Jim! Kenapa menyuruh Kami keluar? Bahkan perdebatan tadi sangat seru bukan ?" Ujar Hoseok.
"Bagaimana menurut mu tae?" Tanya Hoseok.
"Tentu sangat seru" jawabnya. Lalu mereka tertawa bersama namun Jimin tidak. Ia hanya menatap teman-temannya itu dengan tatapan bersalahnya.
"Hentikan. Ku mohon hentikan semua ini" Ujar Jimin
"Yaak ! Apa maksudmu?"
"Hentikan. Ku mohon. Jangan seperti ini lagi pada Seokjin hyung"
"Hyung, maksudmu itu apa sih? Bukan kah hyung sendiri juga sudah menyetujui untuk menggertak seokjin hyun? Kenapa jadi seperti ini ?" Tanya Jungkook.
"tau nih. Labil sekali" timpal Taehyung.
"Aku tidak peduli kalian bilang aku seperti apa. Kalian tahu kan kalau Seokjin hyung lemah dalam dance? Jika dipikir kenapa kita menggertaknya seperti itu? Bukankah seharusnya kita menyemangatinya?" Jelas Jimin.
Hoseok, Jungkook juga Taehyung hanya manggut-manggut pelan selanjutnya mereka sama-sama menatap Jimin dengan penuh pertanyaan.
"jim, aku tau kau ingin Bersama Yoongi hyung kembali. Tapi tidak seperti ini. Kau membela Seokjin hyung karena Yoongi hyung kan?" Ujar Hoseok
"T-tidak hyung. Bukan begitu"
"Sudah ah. Aku tidak suka jika kau membela nya lagi seperti itu" protes Taehyung
"Iya. Aku juga" timpal Jungkook
"Lagi pula Aku sudah terlanjur kesal dengan nya hyung. Lalu harus bagaimana lagi?" Lanjut Jungkook.
Jimin mendengus gelisah, ia baru menyadari apa yang Seokjin rasakan. Ingin rasanya ia meminta maaf tapi rasa gengsi nya lebih besar dari rasa bersalahnya.
Seokjin memandang langit-langitnya meratapi 'lagi' bagaimana malang nya ia di perlakukan tidak sopan pada adik-adiknya. "Aku harus apa?" Umpatnya
Drtdrtdrt
Seokjin merasakan ada suatu getaran dari saku celananya. Benar, ponsel nya bergetar yang menandakan ada panggilan masuk.
"Halo?"
"Iya, Aku pergi besok"
"Baiklah. Selamat malam"
Seokjin mengakhiri panggilan. Ia memandang langit-langitnya kembali. Ia tersenyum miris.
"Aku harap, selama aku tidak ada di dorm kalian bisa mendapatkan makanan yang enak" ujarnya.
Tok Tok Tok
"Masuk saja. Tidak di kunci" Teriak Seokjin. Seokjin memperhatikan siapa yang datang. Ia tersenyum, bangkit dari tidurnya yang sekarang menjadi duduk di pinggir kasur lalu menyuruhnya masuk.
"Namjoon? Kebetulan sekali kau ada di sini. Ada yang ingin aku bicarakan" Ujar seokjin.
"Ada apa hyung?"
"Besok, Aku akan pergi" ujarnya.
Namjoon tersentak akan perkataan Seokjin.
"Ke-kemana hyung?" Tanya nya.
"Kembali ke rumah orangtuaku" jawabnya.
"Untuk apa?"
"Besok jika aku sudah sampai di rumah. Aku akan memberitahu mu" jawabnya
"Tidak bisakah kau memberitahuku sekarang?" Seokjin tersenyum dengan pertanyaan Namjoon.
"Baiklah"
.
.
Suasana Malam sangat dingin apalagi jika berada di luar. Angin malam akan langsung menusuk kulit. Dinginnya pun tidak bisa di jabarkan. Namun tidak untuk Namja ini. Ia berdiam diri terduduk di kursi depan dorm. Ia memejamkan matanya sebentar lalu membukanya saat ada seseorang yang menyapanya.
"Jimin, sedang apa di sini?" Tanya namja itu.
"Aku sedang menikmati udara malam. Hyung, masuklah di luar sangat dingin"
"Tidak aku juga ingin menikmati udara malam" jawabnya.
"Yoongi hyung, ku mohon dengarkan aku. Kau bisa sakit jika terus berlama-lama di sini" Ujar Jimin.
Yoongi menatap Jimin dengan lekat , Jimin pun juga begitu.
"Kalau memang begitu, kau juga akan sakit jika berlama di sini terus. Ayo masuklah" ujar Yoongi Lalu menarik tangan Jimin untuk masuk bersamanya.
Hoseok, Taehyung juga Jungkook yang baru keluar dari kamar di kejutkan dengan adegan yang sangat manis. Yoongi dan Jimin bergandengan? Manis bukan ?
"Ekhem, sudah ada yang baikan nih?" Ejek Hoseok
"Aduhhh manis sekali sih" timpal Jungkook.
"Aku jadi iri" timpal Taehyung.
"Yaakk Bocah! Jangan meledekku" balas Yoongi. Namun hanya di balas tawa oleh ketiga bocah itu.
"Seokjin hyung?" Panggil Yoongi
.
.
"Oh, jadi gitu ya Hyung. Kalau memang sangat mendesak pulanglah saja dulu hyung" ujar Namjoon
"Kalau gitu, sebelum aku pergi, aku ingin berpamitan dengan yang lain" ujar seokjin
"Kenapa tidak besok saja hyung?" Tanya Namjoon.
"Besok, aku akan berangkat pagi sekali. Aku takut mereka semua belum bangun." Jelasnya.
"Namjoon, bagaimana dengan Comeback nanti?" Tanya nya.
"Karena dari kemarin hubungan para member belum membaik. Jadi aku putuskan untuk membatalkan Comeback ini. Pulanglah, jangan khawatir" Ujar Namjoon. Seokjin sudah tersentuh akan perkataan Namjoon. Ia tidak menyangka Namjoon akan bicara seperti itu. Ia senang namun ia merasa bersalah.
"Katanya ingin berpamitan dengan yang lain? Kenapa melamun seperti itu?" Seokjin mendongakkan kepalanya ke arah namjoon. Ia tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
Namjoon dan Seokjin keluar dari kamar lalu menghampiri member yang lain. Kebetulan mereka sedang berkumpul di ruang tengah
"Seokjin hyung?" Panggil Yoongi
Hoseok, Taehyung, Jimin juga Jungkook mengarahkan pandangannya pada Seokjin lalu mereka mendengus sebal namun Jimin Tidak. Ia berusaha untuk membuang rasa kesalnya pada hyung nya itu. Kenapa? Karena Yoongi.
"Ah, karena kalian sudah berkumpul di sini, aku sebagai leader akan mengumumkan sesuatu"Ujar Namjoon.
"Apa? Jika tidak penting. Lebih baik tidak usah" ujar Taehyung.
"Yaakk! Alien bisakah kau bersabar, huh?" Balas Namjoon.
"Cepat bicara!"
"Baiklah-baiklah" Namjoon menarik napas nya lalu menghembuskan kembali dengan tegas.
"Karena aku merasakan hubungan kita itu semakin menjauh, dan pastinya akan mengganggu Comeback kita nanti, dengan terpaksa Aku harus membatalkan Comeback kita kali ini" Tegasnya.
"Apa?"
"Comeback?"
"Di batalkan ?"
" Jangan bercanda"
" tidak lucu "
"Itu mustahil !"
"Tenanglah dulu. Bukankah tadi aku sudah menjelaskannya, huh?"
"Dan ada satu pengumuman lagi untuk kalian" lanjut Namjoon.
"Ada lagi ?"
"Apa?"
"Cepat katakan"
"Ugh? Lama sekali!".
Namjoon melirik seokjin sejenak, diam-diam ia menggenggam tangan Seokjin dan di umpatnya genggaman itu di punggung mereka.
"Seokjin hyung akan pergi. Kemungkinan mulai besok kalian tidak akan bisa melihat seokjin hyung lagi" ujarnya. Seokjin yang mendengar sungguh kaget dengan pengumuman yang di berikan Namjoon. 'Apa-apaan dia ini?'-pikirnya.
Seokjin sedikit menekan genggamannya pada Namjoon, namjoon melirik ke arah seokjin namun ia hanyan cengengesan saja.
"Kau akan pergi hyung? Kalau gitu bagus" ujar Jungkook.
Seokjin, Yoongi , Namjoon juga 'jimin' tersentak dengan perkataan Jungkook. Bukannya sedih malah seperti itu. Anak tidak tahu diri?/-batin Author bhaaq
"Setidaknya kan saat latihan nanti kita tidak akan salah terus" timpal Taehyung
"Bukankah ini pengumuman yang bagus" timpal Hoseok
"Jimin hyung, bagaimana menurutmu? Bukankah bagus jika Seokjin hyung tidak ada?" Ujar Jungkook.
Semua yang ada di situ kini menatap Jimin.
"Engh-anu, ah aku tidak tahu" jawabnya gelagapan.
"Kau ini kenapa sih hyung?" Tanya Jungkook lagi.
"Yaak! Besok seokjin hyung akan pergi. Kenapa kalian memperlakukannya seperti ini? Kalian tidak lelah menindasnya terus?" Omel Namjoon.
"Namjoon, tidak apa-apa. Biarkan saja" ujar Seokjin sedikit tersenyum miris.
"Pengumumannya sudah selesaikan? Aku ngantuk ingin tidur" ujar Hoseok
"Aku juga"
"iya, ngantuk nih"
"Yasudah, setidaknya aku sudah berpamitan kan? Sekarang tidurlah" Ujar seokjin. Setelah itu ketiga bocah itupun pergi ke kamarnya masing-masing
"Awas aja jika kalian menyesal tidak bertemu seokjin hyung lagi, akan ku kuliti kalian bertiga." Umpat Namjoon.
"Yaakk ! Jimin kau tidak ikut mereka? Tumben sekali?" Lanjut Namjoon.
"Tadinya sih aku ingin bersama Yoongi ku saja. Tapi setelah mendengar umpatan mu itu hyung seperti nya seru jika kau mengkuliti kami, aku tidur duluan ya, Yoongi hyung, jangan tidur terlalu larut" Ujarnya lalu pergi. Yoongi yang mendengar hanya bergidik ngeri. Namun Seokjin dan Namjoon hanya sedikit terkekeh.
"Hyung, kalian sudah kembali bersama" tanya Namjoon
"Aku rasa tidak" jawabnya.
.
TBC
Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa apakah ini sudah cukup panjaang? Sepertinya belum '_'
Apakah di atas sana banyak Typo yang bertebaran? Kalau begitu maafkan sayaaah
Dan apakah kalian menunggu ff ini? Kalau tidak berarti saya terlalu PeDe hahahah
Ohiyaaaa di ff ini aku buat Jin jadi orang yang penyabar :/?
Sebelum nyaa makasih yang udah baca ff ini apalagi yang udah mau reviews "ketjubh satu-satu"
Apakah sudah banyak yang saya lontarkan? Jika begitu akan saya sudahi:/?
RnR ?
