# THAT PAPARAZZI #

Chapter3:

Where is She?

Disclaimer:

All SUJU member©Only GOD and they parents

That Paparazzi©Kim Victoria

Genre:

Romance, Drama, Humor

Rating: T

.

.

.

Dont Like? Dont Read!

.

.

.

A/N: adoh maafkan author sinting ini karena begitu lama tak publis, dan maaf bagi yang meminta fic ini berpairing HaeMin, Kim sudah pikirkan matang-matang... tujuan Kim membuat fic ini adalah untuk menyenangkan sahabat Kim yang merupakan fans KyuMin, jadi Kim akan tetap memakai pairing utama itu berdampingan dengan pairing HaeHyuk –nanti-

Nah, bagi kau NAK! Yang melihat fic buatan sahabat merangkap EOMMA-mu ini, ini fic khusus untuk-MU dan para fans KyuMin! Jadi jangan lupa Review! Walaupun kau tak punya akun resmi! –maksa- #plak

Yap, cukup sekian saya ngebacot, silahkan membaca ya! enjoy!

.

.

.

Chapter3:

Where is She?

.

.

.

Normal Pov

.

.

.

"TAP, TAP, TAP"

Terdengar derap langkah seseorang di koridor Weston High School. 'Dimana dia?' iner orang itu kapala bersurai hazelnya menolah-nolih kearah sekitarnya. Melihat-lihat siapa tau orang yang dicarinya kebetulan lewat.

*ekhem, readers sekalian kali ini saya minta maaf lagi karena saya dari chap sebelum-sebelumnya lupa mencantumkan nama sekolah di fic ini, mianhae #plak#*

Walau pelajaran tengah berlangsung orang itu tetap bisa menelusuri koridor-koridor sekolah, tentu saja karena kelahnya telah dibubarkan (dipulangkan) karena kelasnya hanya menerima pengarahan sebelum acara kelulusan.

Orang, ehmm, pemuda itu masih tekun menjalani kegiatannya sampai terdengan jeritan dari arah belakangnya...

"Hyung!" teriak seorang pemuda berponi kanan, wajahnya yang tampan terlihat panik. Pemuda yang merasa di pangil itu pun menoleh dan melihat, dongsaengnya Cho Kyuhyun tengah di kejar-kejar guru piket...

What guru piket!?

"Donghae hyung!" teriak Kyuhyun sekencang-kencangnya hingga menggangu pelajaran kelas-kelas yang dilewatinya. Tentunya meminta pertolongan secara tidak langsung pada hyung yang di pangilnya.

'Oh no!' iner pemuda yang di pangil Donghae hyung itu. 'Aku harus lari!' panik akhirnya Donghae memutuskan untuk lari dari tempatnya sejauh-jauhnya secepat yang dia bisa. Dan benar saja dengan kecepatan kilat Donghae meninggalkan dongsaengnya yang malang itu.

"Hyung kejam!" teriak Kyuhyun memilukan, masih dalam posisi dikejar-kejar guru piket.


***FLASH BACK***

"Doh, ini PSPku kenapa lagi?!" ucap Kyuhyun kecewa dengan Pspnya. Tiba-tiba gambar semut-semut hitam memenuhi layar PSPnya den karena Kyuhyun sudah mengetahui bahwa PSPnya mengalami penyakit kronis? Kyuhyun pun memutuskan untuk membuang PSPnya itu, segeralah PSP itu dibuang kesembarang arah dan...

"DUUUAAAAARRRRRRRR!"

Ternyata PSP itu meledak dengan tidak elitnya di tambah PSPnya itu mendarat dan meledak di tempat yang tidak tepat. Kyuhyun menelan ludahnya, dilihatnya Pspnya meledak di...

Post guru piket,

Dan, guru-guru piket dan guru- guru yang kebetulan lewat melonggo di depan post piket itu. "Oh God, matilah aku." ucap Kyuhyun pelan dengan wajah memucat. Baru saja dia hendak meninggalkan TKP, dibelakangnya sudah berdiri seorang guru killer nan evil pindahan dari Korea sama seperti Kyuhyun dan Donghae menatapnya sengit. Bahkan bisa dibilang evilnya guru itu melebihi Kyuhyun.

"Cho Kyuhyun..." panggil guru itu dengan nada mengerikan yang mampu membuat bulu kuduk berdiri. "Ne, Mr Heechul" apa mata Kyuhyun yang salah atau memang ada sepasang tanduk di kepala guru mudanya itu?

Heechul maju satu langkah, Kyuhyun mundur satu langkah, dan begitu seterusnya sampai...

"Semuanya tangkap setan cilik itu!" titah Heechul pada segenap guru-guru yang ada di TKP.

"NO! AKU DIKEJAR PASUKAN NERAKA!"

***END OF FLASHBACK***


"Hosh, hosh, hosh"

"Gila!, hosh, ternyata Mr Heechul itu pemimpin pasukan neraka!" histeris Kyuhyun, untung dia berhasil lolos dari kejaran guru-guru mengerikan itu. Mr Heechul adalah guru tercantik yang pernah ada? Walau pun namja, guru ini lebih cocok di panggil yeoja dilihat dari penampilannya *digebukin Chullie oppa*. Namun Heechul memang dikenal keras dalam mendidik siswa-siswanya dan tidak tanggung-tanggung menghukum berat siswanya jika melakukan kesalahan walau pun siswa itu adalah siswa terpintar di sekolah -Kyuhyun-

"Donghae hyung awas kau nanti!" teriak Kyuhyun cetar membahan hingga membuat semua guru yang tengah khusyuk mengajar di kelasnya masing-masing keluar kelas dan memandangnya penuh arti. Salahkan dirimu Kyu oppa, kenapa kau berteriak di koridor sekolah yang dipenuhi kelas 10? Ckckck.

'Sialan, aku belum mau mati?!' inner Kyuhyun melihat nanar guru-guru garang di depannya. "Cho, Kyuhyun!" tidak perlu berbalik lagi Kyuhyun sudah mengetahui siapa yang berada di belakangnya, sudah jelas dari aura gelap, mistis dan mengerikannya? 'Sumpah mampus!' inner Kyuhyun menangis dengan gajenya.


"Kim kau dengar suara orang berteriak tidak?"

"Tidak..." balas gadis yang dipanggil Kim itu. "Uhm, ya sudahlah." Cuek gadis yang berada di samping kanan Kim, Sungmin atau bisa kita panggil Minnie. "Eonni, coklatnya sudah?" tanya Kim pada Sungmin, oh ternyata mereka tengah berada di dapur sekolah, tempat untuk praktek memasak. Coba kita lihat apa yang mereka buat, wow coklat!

"Sudah!" ucap Sungmin riang ambil menyerahkan semangkok coklat yang sudah di parut. "Ok, sekarang eonni aduk adonan ini... aku akan cairkan coklatnya." Kata Kim mengambil semangkok coklat di tangan Sungmin dan menukarnya dengan adonan kue di tangannya.

"Baik!"

'Hae pasti suka cake coklat ini!' inner Sungmin sambil senyam senyum memikirkan hasil jirih payahnya membuat kue itu akan mengejutkan Donghae –jangan lupakan bantuan Kim di dalamnya-

"Nah, sekarang ayo aduk adonan ini!" semangatnya sangat kentara, tiap adukan adonan itu terkandung taburan perasaan senang dan sayangnya memikirkan apa reaksi orang yang akan diberikannya kue itu membuatnya terkikik pelan sekali-kali.

Mari kita tinggalkan Sungmin dengan fantasy-nya dan melihat keadaan pangeran terpintar yang baru saja terkena hukuman ratu neraka?

"Sialan!" umpat Kyuhyun untuk yang keseribu kalinya? Sekarang moodnya sedang -amat sangat- jelek. Siapa yang tidak akan sebal, menggerutu dan marah-marah jika diperintah untuk mengepel seluruh koridor sekolah setelah lari keliling lapangan 50 kali? Iblis? Mungkin saja? -lupakan kata terakhir itu-

Dan ucapkan terimakasih untuk guru merangkap pemimpin pasukan neraka yang begitu entengnya memberikan tugas tambahan dan hukuman yang sangat tidak elit –menurutnya-

Saat ini Kyuhyun sedang mengpel d sekitar dapur sekolah, sungguh punggungnya sakit bukan main, rasanya seperti rontok dari dalam. "Eh? Bau apa ini?' ucapnya setelah mencium aroma wangi yang menerpa indra penciumanya... aroma... coklat?

Ditolehkan kepalanya kekanan kekiri dan berhenti saat melihat seorang gadis yang 'cantik' tengah berkutat dengan peralatan dapur. "Siapa gadis itu?" ucapnya refleks, dilangkahkannya kaki-kakinya mendekati jendela ruang dapur. Diperhatikannya dari atas kebawah penampilan gadis itu dari belakang.

'Dia tidak memakai serangam?' inner Kyuhyun setelah menyadari hal yang paling mencurigakan menurutnya itu. 'Apa dia guru baru?' ... 'Tidak mungkin dia terlihat seperti anak kuliahan, pasti bukan guru.' Sesi tanya jawab pun berlangsung di dalam otak Kyuhyun, sampai otaknya sudah mencapai responding yang ternyata lama connect-nya *plak*

'Kenapa tidak ku tanyakan langsung ya?' Kyuhyun cengo sendiri mendapati dirinya yang tumben-tumbennya otaknya yang jenius menjalankan connection yang begitu lama. Ckckck *author di tendang*

"Bagus! Adonannya sudah tercampur rata!" seru gadis yang di perhatikan oleh Kyuhyun itu. Saat mendengar suara gadis itu entah mengapa jantungnya seperti berhenti beberapa detik... suara gadis itu begitu bening di telinganya.

Dan untuk pertama kalinya Kyuhyun tidak bisa melepaskan pandangannya dari mata foxsi gadis yang bahkan tak dikenalnya. Dirinya merasakan suatu getaran aneh, sesuatu yang belum pernah dirasakannya selama ini.

'Perasaan aneh apa ini?'

.

.

.

To Be Continue_

.

.

.

A/N: segitu saja dulu ya chingu, kim kena WB berkepanjangan nih #pundungdipojok

jika berkesan ataupun ada pesan untung kelanjutan fic ini silakhan review... Kim menerima segala bentuk dukungan readers apapun itu... ne, bye!