Love Is As Cold As Ice

Chapter 3: Rival

"Namaku Jin Kuga. Aku akan berada di kelas ini. Salam kenal." Ada murid baru yang bernama Jin Kuga. Dia adalah idola baru yang lagi nge-top sekarang dan kebetulan juga dia itu teman SD dan SMP Karin.

" Karin~!"

"Jin-kun? Kamu kenapa pindah kesini? Bukannya kamu seharusnya sekolah privat?"

''Aku kangen Karin! Jadi aku bilang sama manajerku kalau aku ingin sekolah di SMA Seiei dan boleh! Tolong jaga aku tahun ini ya~!''

"iya iya...o iya!Jin-kun , kenalkan ini teman baruku Kazune Kujyou."Aku hanya menyapanya dan menghampirinya.

"Kuga , kalau aku jadi kamu aku mau hati-hati?"

"Kenapa? Takut kamu kalah sama ketampananku?"

"Bukan itu... ada kurang lebih 10 senior mau dobrak pintu kelas kita karena mau bertemu denganmu. Semoga beruntung ya..." Ya ampun! Idola sih idola tapi otak sama nalurinya tetep aja nggak dipake.

.

.

.

'Teng... Teng... Teng...'

Bel sekolah untuk Istiharat berbunyi. Karin yang biasanya mengajakku untuk makan bersama sedang sibuk bercanda dengan si Idola baru itu.

"Kazune-kun! Kamu kenapa melamun?" Karin tiba-tiba datang menghampiriku. Sekarang rambutnya diikat di belakang dan poni depannya tersisa sedikit. Waduuhh... kalau begini terus aku bisa pingsan nih...

"ng-nggak... kamu ngobrol sama Kuga aja disana!" Aku hampir mengeluarkan suara keras seperti saat aku marah.

"nggak,males! Jin-kun terkadang suka boong soal ceritanya! Kamu... mau makan bareng?" Ternyata dia nggak lupa... Sekali lagi , gadis ini telah menarik hatiku lagi...

Aku dan Karin makan bersama dan tertawa bersama. Aku hanya tersenyum melihat wajahnya dengan senyum lebar dan cerianya.

'trutt... trutt... trutt...'

Tiba-tiba HP-ku berbunyi. Kalau bunyinya nada ini pasti ada telefon masuk. Aku langsung mengambilnya dari sakuku dan mengangkatnya.

"Halo?"

"Halo,Kazune-chan?"

"Hi-Himeka?"

"Kazune-chan dimana? Aku ada di rumah nih! Aku abis nginep di rumahku selama beberapa hari , abis itu jenguk Kazusa-chan! Maaf ya nggak bilang!"

"nggak apa-apa. Nanti sepulang sekolah aku juga langsung pulang , jadi kamu tetep di rumah aja ya!"

"iya... Cepet pulang ya , Kazune-chan!"

Aku mematikan HP-ku dan menoleh kepada Karin.

"Siapa itu Kazune-kun?"

"Sepupuku , Himeka"

"Kalian tinggal bersama?"

"iya,karena rumah Himeka aslinya jauh dari rumahku , Ayahku membelikan rumah untuk kami berdua dekat sekolah ini. Nanti waktu sepulang sekolah aku harus langsung pulang karena dia menungguku."

"yaaahh...Tadi aslinya aku mau ngajak kamu ke café baru di kota." Aku nggak salah denger kan...? tadi Karin bilang...

"Mak-maksudmu cu-cuma berdua?" Jangan-jangan ini kencan? Kumohon! Semoga ini kencan!

"Ya iyalah! Jin-kun hari ini ada siaran radio dan Micchi ada acara. Jadi aku cuma bisa ngajak kamu..." Waaahhh... bener ini kencan! Pertama kalinya aku pergi berdua sama Karin...

.

.

.

Aku dan Karin jalan di kota berdua. Gadis yang berada disampingku hanya berbeda beberapa centimeter dari tinggiku. Ditambah kulitnya yang putih berkilau , rambut coklatnya yang diikat membuatnya terlihat manis dan mata emerald hijaunya yang berkilau...Tunggu sebentar! GAAAHHH! Kenapa aku tadi jadi negliatin Karin? Tenang... tenang... simpan image cool-mu...

"Kita sampai Kazune-kun!"

"eh? Iya..."

Aku dan Karin memasuki café itu. Lebih mirip cafe gaya barat yang menyediakan makanan manis. Beruntung aku sudah terbiasa dengan rasa luar negeri. Jangankan luar negeri makanan dari Asia Tenggara aku cobain semua! Nggak ada yang ketinggalan dari Sabang sampai Merauke aku cobain semua!

Aku dan Karin duduk di kursi dekat jendela. Saat kami melihat menu , ada pelayan yang mendatangi kami.

"Apa anda sudah siap memesan?"Tanya pelayan itu.

"Iya...aku pesan... Teh Madu dan Chocolate Cake." Kataku kepada pelayan.

"Kalau begitu... aku pesan... Teh Susu dan Seasonal Fruit Tart." Karin ternyata menyukai makanan Manis ya...?

"Karin, kamu suka makanan manis ya?"
"Eh? Iya... Aku sering makan cake di café dan lidahku sangat peka dengan apa yang kucoba sebelumnya! Jadi aku pasti tahu cara membuat replika cake ini!" Ohhh...ternyata Karin punya kelebihan yang luar biasa...

Tak lama kemudia pesanan kami pun datang. Aku yang memesan Teh Madu dan Chcolate Cake dan Karin memesan Teh Susu dan Seasonal Fruit Tart.

"hmm... Teh Susunya pasti menggunakan krim yang kental makanya ada yang menggumpal dan airnya harus dimasak kurang lebih 2 menit lebih lama. Fruit Tartnya lembut dan manis , tapi créam mousse terlalu keras karena disimpan di kulkas dan buah importnya memberi rasa yang eksotis..." Aku terkejut dengan kata-kata Karin. Dari mana dia mengetahui semua ini hanya dengan sekali mencicipi makanan dan minuman itu.

"Kenapa Kazune-kun? Aku tadi kedengaran aneh ya, gara-gara yang aku ucapkan tadi?"

"nggak kok! Aku malah kagum! Kamu bisa tahu semua itu dalam sekejap!"

"eh~...Makasih ya! Jin-kun juga pernah bilang hal yang sama!" Kuga? Jangan-jangan orang yang disukai Karin itu Kuga?

"Karin... di matamu Kuga itu siapamu?"

"Jin-kun? Hmm...sama seperti Micchi! Dia seperti keluargaku sendiri! Tapi dia itu suka ganti-ganti pacar makanya aku nggak suka padanya! Aku aja nggak percaya waktu Micchi bilang Jin-kun suka sama aku!''

"Kuga...pasti menyukaimu" desasku pelan dangan wajah tertunduk. Kuga pasti menyukai Karin lebih lama daripada aku...

"Kamu tadi ngomong apa , Kazune-kun?" Tanya Karin yang sedang mengemut sendok berlapis créam mousse.

"Nggak... aku cuma bicara sendiri..." Biarlah Karin tidak mendengar perkataanku.

Besok disekolah aku akan membicarakannya dengan sebelum itu aku pasti dimarahin sekalian disuruh ngerjain PR-nya...haahh... begini deh jadinya kalau aku memilih pulang larut untuk pergi bersama gadis yang kusuka.

.

.

.

Aku pergi ke kelasku pagi-pagi dan melihat Kuga dikerubungi kakak kelas dan juga anak cewek setingkatku.

"Kuga..." Aku menyerobot diantara gerombolan cewek itu.

"wah wah wah... tenyata tuan muda Kazune Kujyou... ada apa?"

"Simpan basa basinya. Kita bicara privat di atap sekolah." Aku mengajak Kuga ke atap sekolah agar kita bisa bicara dengan privat.

"Jadi...kamu mau ngomong apa Kujyou?"
"Ini soal Karin."Aku langsung the point-nya.

"Ada apa dengan Karin?"
"Aku tahu kamu menyukainya dan kamu berpura-pura punya pacar banyak karena kamu tahu Karin tidak akan menerima persaanmu kan?"

" ... Seperti yang diduga dari otak keluarga Kujyou. Itu benar. Aku pernah ingin mengungkapkan rasa sukaku kepada Karin tapi aku pernah mendengar pembicaraan Michiru dan Karin. Kalau Karin mengatakan " Micchi jangan ngawur! Aku nggak bakal suka sama Jin-kun!" Mulai hari itu hidupku seperti hampa dan aku mengisi kekosonganku dengan pacaran dengan perempuan lain. Dari awal aku sudah tahu kalau kamu suka kepada Karin. Aku nggak akan mengganggu kalian kok..."

"Meskipun kamu tidak mengganggu , aku akan selalu menganggapmu sebagai rivalku. Jujurlah pada perasaanmu sendiri. Aku tahu dalam hatimu kamu masih menyukai Karin." Setelah mengatakan itu aku berbalik arah dan menuju tangga untuk turun.

"Kujyou!" Aku berhenti sejenak.

" Kamu ingin menganggapku sebagai rival padahal sudah kuberi kebebasan untuk kamu mendapatkan hati Karin?"

"Aku lebih tenang kalau aku mengganggapmu kalau aku sudah tidak ada aku bisa menitipkan Karin padamu. " Aku meninggalkan Jin diatas dan aku turun kebawah sendiri.

"Perasaanku sendiri... Dasar,Kujyou... buat apa kamu membuatku merasakan hal ini lagi pada Karin?"

-TO BE CONTINUED-

AUTHORS NOTE:PLEASE REVIEW AND STAY TUNE FOR THE NEXT CHAPTER.