.
.
.
.
.
-Chapter 3-
.
.
.
.
.
Warning : Mature Content. 18+. Lime/Lemon.
Kata 'gadis' hanya menunjukan usia.
.
.
.
.
.
[FLASHBACK ON]
- Hari Kayobi - Bulan Yayoi - Taishō ke-5 - 12.04 P.M -
Konoha Gakuen, saat ini tengah jam makan siang. Hampir semua murid berada dalam kantin. Namun tak sedikit pula yang berada di atap.
Berbeda dengan dua gadis yang memiliki warna rambut yang kontras. Merah muda dan kuning gading. Dua gadis ini memilih diam di perpustakaan.
Mungkin lebih tepatnya hanya si rambut merah muda yang diam di perpustakaan berbeda dengan si rambut kuning yang sibuk menggerutu seraya memainkan ponselnya.
Mereka, Haruno Sakura dan Yamanaka Ino. Dua sahabat yang kemanapun mereka berada selalu berdua.
"Forehead, aku lapar. Ayo kita ke kantin." rengek Ino seraya meletakan kepalanya di atas meja. Menatap melas pada Sakura yang sibuk membaca buku sejarah.
"Diamlah Pig, jika kau lapar pergilah." ujarnya tanpa menatap Ino yang kini cemberut.
Aquamarine itu menatap sampul buku yang di baca Sakura. Sejarah Shūmatsu no Tani. Ia menyengit membaca judul buku yang di baca Sakura.
"Kau membaca pembentukan dua patung kuno itu."
Emerald itu melirik sebentar Ino sebelum kembali menatap sederet tulisan kanji kuno. "Kau tahu, aku lebih tertarik dengan kisah percintaan antara Uchiha dan Senju."
Ino semakin menyengit menatap Sakura. "Dasar maniak novel." gadis itu menegakkan tubuhnya lalu berkacak pinggang. "Itu buku sejarah Sakura bukan buku novel."
Sakura membanting pelan buku itu ke atas meja menimbulkan suara bedebum pelan. "Jika kau membacanya kau pasti akan tertarik dengan kisah cinta mereka yang berujung tragis."
"Tragis bagaimana ?"
Sakura menatap sederet kalimat yang ada dalam buku tersebut. "Uchiha membunuh Senju, karena Senju ingin membalaskan dendamnya atas kematian putrinya."
"Sejarah yang aneh." guman Ino. Gadis pirang itu tampak berpikir sebentar. "Siapa nama panjang Uchiha dan Senju itu."
Sakura tersenyum senang. Ia menatap Ino dengan senyum lebarnya. "Kau tahu kenapa aku tertarik dengan kisah cinta mereka." Sakura membuka beberapa lembar sebelumnya lalu memperlihatkan kepada Ino dua nama yang menjadi judul bab itu. "Karena Senju memiliki nama yang sama denganku."
Bab 4 :
Sejarah Pertempuran Dua Klan
(Uchiha Sasuke&Senju Sakura)
[FLASHBACK OFF]
.
.
.
.
.
A Second Chance
.
.
.
.
.
Perlahan namun pasti, Sakura membuka kedua matanya. Emerald-nya menatap langit cerah berwarna biru. Udara dingin berhembus pelan membuat tubuhnya bergidik merasakan dingin yang menusuk tubuhnya.
Ia menguap menatap langit tersebut. Tangannya menyentuh kalung yang melingkar di lehernya. Kalung pemberian Ino.
Mengingat soal Ino. Sepertinya ia harus meminta maaf segera agar hubungan mereka kembali seperti semula. Sakura menghela nafas panjang. Seharusnya ia meminta maaf setelah turun dari atap bukannya melarikan diri ke padang rumput setelah sekolah usai.
Kedua alis Sakura bertautan. Emerald-nya pun menajam. Ada satu pemikiran yang mengganjal dalam otaknya. Dengan segera ia bangun menatap ke sekeliling padang rumput.
Apa ia tertidur semalaman disini ?
Tapi kenapa ia berada di tengah-tengah padang rumput bukannya berada di bawah pohon Oak. Dan yang paling penting. Kemanakah seragamnya ? Kenapa ia hanya memakai selembar kain putih yang menggantung di kedua bahunya.
Segera ia merapatkan kain itu menutupi tubuhnya yang tak memakai pakaian apapun. Matanya mulai was-was. Ia menengok ke sana kemari.
Mungkinkah...
Matanya membulat. Wajahnya menatap horor ke depan. Pemikiran buruk pun melintasi otaknya.
"Apa yang terjadi denganku ?!" tanya Sakura dengan nada yang sedikit keras.
Ia pun segera berdiri di antara rumput ilalang yang tingginya sepinggang. Ia menatap Pohon Oak yang berdiri disana.
"Pohonnya mengecil." gumannya menatap ukuran pohon Oak yang berbeda dari biasanya. Ia pun segera melangkah menuju pohon tersebut. Kakinya melangkah tenang tanpa alas kaki. Ia tidak tahan akan panasnya sengatan matahari meski ia akui udara yang berhembus di sekitarnya terasa dingin.
Tangan kirinya memegang erat kain putih itu sementara tangan kanannya menyingkirkan rumput ilalang yang menghalangi jalan.
Jarak lima meter, Sakura berdiri kaku menatap pohon Oak itu. Bukan karena ada hantu berdiri di bawah pohon itu. Bukan pula ada hewan liar yang menatapnya memangsa.
Ia melihat ada sosok pria berambut panjang sebahu. Rambutnya hitam lurus menutupi sebelah matanya. Dengan pakaian Kimono berwarna biru gelap dan Hakama berwarna putih. Di samping kirinya ada sebuah katana yang tertutup sarung Katana berwarna biru gelap dengan garis putih di tengahnya. Sementara gagang Katana itu terukir lambang kipas berwarna merah dan putih.
Pria itu menutup matanya seolah tertidur. Ia tak bergerak sama sekali. Sakura berjalan pelan mendekati pria itu. Matanya menatap Katana di sisi kiri pria itu. Lebih tepatnya pada lambang kipas tersebut. Seolah ia pernah melihatnya di suatu tempat.
Sakura mengamati wajah pria itu. Ia memiliki kulit putih porselen dengan garis wajah yang mirip dengan sosok bangsawan. Pria itu juga memiliki bulu mata yang lentik dan panjang.
"Apa pria ini benar-benar tertidur ?" Di cengkram erat kain yang menutupi tubuhnya. Salah satu tangannya terulur dan melambai di depan wajah tampan pria itu. "Benar-benar tidur." Sakura berbalik. Ia takut jika keberadaannya di ketahui oleh pria tak di kenal itu.
Lagi pula di zaman modern seperti ini masih ada yang memakai Kimono se-formal itu dengan membawa sebuah Katana. Apa ia seorang Samurai ?
Tapi Sakura tahu jika di sekitar tempat tinggalnya tidak ada Samurai yang berpakaian seperti itu. Mereka hanya akan mengenakannya saat latihan.
"Kau mau pergi kemana ?"
Dheg
Sakura membeku di tempat. Kedua tangannya mencengkram erat kain yang membungkus tubuhnya. Ia tidak berani berbalik ataupun melangkah. Suara dingin, datar nan berat itu membuatnya kaku.
Ingin rasanya Sakura menghilang sekarang juga. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan. Yang pasti wajahnya memerah dan ia takut jika pria itu tahu kalau dirinya telanjang.
"Kau tidak mendengarku."
Tarikan halus di pinggangnya membuat dirinya jatuh ke pangkuan pria itu. Kini pria itu menatapnya dengan mata Onyx-nya yang tajam.
Mulut Sakura terbuka namun tidak dapat mengeluarkan suara apapun membuat pria yang kini memangkunya menyengit. "Kau kenapa ?"
"L-lepaskan." gumannya lirih.
Pria itu mengendus geli. Bukannya melepaskan Sakura justru pria itu semakin mengeratkan tangannya yang melingkar di pinggang Sakura. Memeluk erat gadis itu. "Jika aku tidak mau."
"A-akan ku laporkan kau kepada polisi atas tindakan mesummu."
Suara Sakura yang terbata membuat pria itu tertawa pelan. Sakura yang mendengar tawanya pun memerah. Ia tertawa dengan wajah yang manis. "Siapa itu polisi ?"
Sakura menyengit mendengar pertanyaan pria yang memeluknya. "Lalu, kenapa harus kau melaporkanku ? Memangnya salah jika aku memeluk istriku sendiri, Uchiha Sakura ?"
Dheg
Apa katanya ?
Telinga Sakura berdengung. Apa maksud ucapan pria itu ? Dan bagaimana pria itu tahu jika namanya Sakura. Tapi Sakura bermarga Haruno bukan Uchiha.
Sakura mendorong dada pria di depannya dengan tangan kirinya. "A-apa maksudmu ?! Siapa kau ? Aku bahkan tidak mengenalmu."
"Apa kau hilang ingatan ?"
Tuk
"Akh !"
Sakura mengusap dahinya yang di ketuk pria di depannya. "Aku memang tidak mengenalmu."
Pria itu mengendus menatap Sakura dengan tatapan lembutnya. "Aku suamimu, Uchiha Sasuke."
Uchiha Sasuke.
Ia pernah mendengar nama itu. Tapi kapan dan dimana ia pernah mendengarnya ?
"Dan yang lebih penting." pria itu berbisik pelan di telinga Sakura. "Kemana pakaianmu ? Kenapa kau telanjang."
Blush
"Kau mengintipku !" Sakura segera merapatkan kain yang menutupi tubuhnya. Ia segera beranjak bangkit namun tangan Sasuke menahan Sakura untuk beranjak.
"Lepas !"
Sakura pun berontak membuat Sasuke sedikit menggeram pelan. "Diamlah, Sakura." ia segera memeluk erat Sakura. "Kau membuatku bangun."
"Apa mak-ahh !" segera ia membungkam mulutnya begitu Sasuke sedikit menekan sesuatu yang keras di bawah sana ke paha dalamnya. "K-kau..."
Sasuke sedikit berdesis, ia terus menggesek bukti gairahnya ke paha dalam Sakura. "Kau yang membuatnya bangun."
"Berhenti.." ujarnya pelan menahan desahannya. Sebelah tangannya mencengkram erat bahu Sasuke. Pria itu perlahan menarik kain yang menutupi tubuh Sakura. Membuat gadis itu memekik dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada. Ia juga sedikit membungkuk agar Sasuke tidak dapat melihat tubuhnya.
"Berhenti bersikap seolah kita tidak pernah melakukannya, Sakura." Sasuke menyingkirkan kedua tangan Sakura, membuatnya dapat melihat kedua dada berisi milik Sakura.
Sasuke sedikit mengangkat tubuh Sakura. Ia menurunkan Hakama yang ia kenakan. Mengeluarkan sesuatu yang membuat Sakura panas dingin. "A-apa yang kau- tunggu ! Aku masih-akhh !"
Sakura memekik keras merasakan sesuatu yang keras melesak ke dalam tubuhnya. Tidak ada rasa sakit yang ia bayangkan. Membuat Sakura menatap ke bawah. Dimana kejantanan milik pria Uchiha ini memasukinya. Tidak ada darah keperawanan.
Apa yang terjadi dengan dirinya ? Kenapa ia tidak mendapati darah di sana ? Ini pertama kalinya untuk Sakura. Dan Sakura belum pernah melakukan hubungan intim dengan siapapun. Tapi kemana keperawanan Sakura menghilang.
Sasuke meraih dagu Sakura. Pria itu mendaratkan ciuman ringan pada bibir si musim semi.
Lumatan Sasuke semakin dalam. Membuat Sakura hanyut untuk ikut membalas belitan lidah milik pria itu.
Dengan pelan Sasuke mulai menggerakan pinggulnya. Melakukan gerakan keluar-masuk dengan pelan.
"Mmhhhpp..." Sakura mendesah tertahan karena bibirnya masih di bungkam oleh Sasuke.
Gerakannya semakin lama semakin cepat dan kasar. Tangannya memeluk erat pinggang Sakura dan sebelahnya tangannya meremas dada Sakura dengan pelan.
"Ahhh... Ti-tidak !" Sakura merancau. Ia mencengkram erat bahu Sasuke. Matanya terpejam erat merasakan kenikmatan yang mendera tubuhnya.
"Berhenti... Ahhh !" ia memeluk erat tubuh Sasuke menenggelamkan wajahnya pada bahu pria itu. "Ahh... Aku-ahhh ! Aku- ngghhh !"
"Hn, ingin keluar ?"
Sakura semakin memeluk Sasuke kala mendengar suara berat pria itu. Bahkan suara deru nafas pria itu membuatnya panas di bawah sana.
Ini pertama kalinya ia merasakan sesuatu yang akan meledak dalam tubuhnya. "Ahhh !"
Hentakan kasar yang di buat oleh Sasuke membuat Sakura mendesah tak karuan. Sasuke menjilat pelan leher Sakura sebelum menggigit dan menghisapnya pelan. Membuat tanda di sana.
"Aaahhhhh !"
Desahan panjang menandakan Sakura mencapai puncaknya. Gadis itu terkulai lemas di bahu Sasuke yang masih setia memacu tubuhnya. Butuh beberapa kali hentakan untuk mencapai klimaksnya.
Sasuke melesakan kejantanannya semakin dalam saat ia mendapatkan pelepasannya. Sakura bergerak gelisah merasakan sesuatu yang hangat mengalir di dalam tubuhnya. Beberapa detik kemudian gadis itu terjatuh tak sadarkan diri karena kelelahan.
Sasuke tersenyum tipis lalu medaratkan kecupan ringan di dahi lebar milik Sakura. Di lepaskan Kimono miliknya meninggalkan Naga-Juban (pakaian dalam sebelum memakai Kimono) lalu ia memakaikannya pada tubuh Sakura. Di gendongnya tubuh gadis itu. Tak lupa katana kesayangannya, Kushanagi di tangan kirinya. Ia segera berjalan pergi meninggalkan padang rumput itu.
To Be Continuen
O.o / apa ini ?! / #teriak gak jelas #jedotin kepala ke tembok#/ ini lemon pertama yang author publish. Bukan berarti author gk pernah buat adegan lemon. /#sebenernya kagak bisa bikin sih# #kgk asem# #abaikan lemon#/ abisnya T.T disini Saskey udah muncul secara tiba-tiba. Kagak ada yg ngundang padahal. Yaudahh ceritanya sampe disini aja ya. Bubye :) /#di lempar sandal#/
Sampai jumpa di chap berikutnya. Salam sayang dari banana :* :* :*
Special Thank's For :
ohshyn76 || sakuracharry10 || dina lusy ana || ErlevSS || Psycho-chan || meiii || Nurulita as Lita-san || Arisa Ezakiya || sheryl || hanazono yuri rainlover || Guest
