Balasan Review Chapter 2

YOktf : Penasaran ? ikuti terus ceritanya *duh maunya xD*

Luca Marvel : Iya dia bakalan ketemu sama Sasuke. Di chap ini Sasori belum ditakdirkan buat ketemu keluarganya xD. YOktf : Penasaran ? Kalau begitu pantengin terus cerita ini *duh maunya xD*

bandung girl : Bisa jadi *smirk* Sipp.. selama masih ada yang nungguin cerita ini buat apdet. Ayame usahaiin akan apdet terus tiap minggunya.

Miura Kumiko : Nanti akan terungkap di sebuah chapter/?

dianarndraha : Ini udah lanjut. Semoga makin gak bingung sama cerita yang abal dan gaje ini.

ikalutfi97 : Ada kemungkinan disini sifat playboynya gak aku tonjolin amat. Aku buat dia insaf duluan, nyehahaha...

Suatu saat akan terungkap penyebabnya.

Ini udah apdet, semoga suka ya

suket alang alang : Kita liat aja nanti :)

Aqsal : Selama masih ada yang berminat buat baca, Ayame akan usahakan apdet


Disclaimer :

-All Naruto Chara inside is belong to Masashi Kishimoto

-The Story is belong to Ayame Yumi

Warning :

-Sasori dalam cerita ini warna matanya biru bukan coklat.

-OOC, TYPO, Gaje, DLDR

-Apabila masih banyak kekurangan mohon dimaklumi.

.

.

Enjoy Reading minna-san~

.

.

.

.

The Story of The Second Heir

"Aku berangkat kaa-san" ucap Sasuke sambil mencium pipi ibunya.

"Hati-hati dijalan Sasu-kun"

"Hn, aku juga berangkat" ucap Fugaku sambil mencium kening Mikoto.

"Iya, hati-hati Fuga-kun"

"Jaga kaa-sanmu Itachi, terkadang dia suka melakukan hal-hal yang membuat tou-san khawatir" ucap Fugaku.

"Serahkan semua padaku tousan" ucap Itachi sambil berpose hormat ala militer, Fugaku mendengus melihat anaknya yang 'ajaib' ini.

"Baka nii-san" gumam Sasuke.

"Aku bisa mendengarmu Sasu-cakes" desis Itachi sambil memberikan deathglare terbaiknya, yang dibalas tak kalah tajam oleh Sasuke.

"Berhenti memanggilku seperti itu, abnormal" ketus Sasuke.

"Baiklah aku tidak akan memanggilmu Sasu-cakes, sudah tidak cocok" ucap Itachi yang membuat senyum kemenangan terkembang di bibir Sasuke.

"Kurasa Sasu-bear lebih cocok untukmu" ucapnya dengan pose seperti berpikir keras. Tak pelak ucapan Itachi membuat Sasuke melotot marah, kedua orang tuanya yang sudah lama tak melihat secara live pertengkaran duo Uchiha itu hanya terkekeh ketika mereka melihatnya kembali sekarang.

"Kami berangkat" ucap Fugaku dan Sasuke. Hari ini mobil Sasuke ditinggal di rumah, katanya Mikoto ingin pergi ke suatu tempat dengan Itachi, maka jadilah Itachi dan Mikoto meminjam mobil Sasuke. Membujuk Sasuke tidaklah mudah, Mikoto dan Itachi harus membayar sewanya dengan membelikannya stok tomat untuk satu minggu, kebetulan stok minggu lalu sudah habis. Mungkin kalau orang normal tidak akan memerlukan banyak tomat, tapi berbeda kasus jika untuk Sasuke si maniak tomat.

"Dasar maniak tomat"gumam Itachi ketika mengingat kecintaan adiknya akan tomat.

"Makanya kulitnya mulus seperti itu, ibu rasa kau juga perlu memakan tomat agar tidak dapat penuaan dini Ita-kun" ejek Mikoto yang membuat Itachi menjerit tak terima, sedangkan Mikoto tertawa geli mendengar protes dari anaknya.

"Sudahlah ayo kita masuk tuan pengangguran" ejek Mikoto lagi.

"Hei, aku hanya cuti kaa-san, bukan menganggur" protes Itachi.

"Sepertinya kaa-san sekarang memiliki hobi suka mengejek orang lain" sindir Itachi yang hanya dibalas dengan tawa Mikoto.

-o-

"Baiklah kurasa sudah cukup berkelilingnya, semoga kau betah bekerja disini Sakura, arigatou sudah mau membantuku dan maaf menganggu cutimu," ucap Kakashi.

"Hn, tidak masalah," balas Sakura.

"Baiklah kalau begitu, kelas pertamamu akan dimulai beberapa menit lagi, kalau begitu aku pergi dulu, semoga sukses" ucap Kakashi sambil melangkah pergi.

Seorang wanita paruh baya menghampiri Sakura. "Bisa kita berbicara nona Sakura ?" tanya wanita yang memiliki nama Senju Tsunade tersebut.

"Tentu saja"

-o-

Sasuke melangkahkan kakiknya menuju kelasnya, ketika ia baru memasuki kelas tiba-tiba tangannya ditarik paksa oleh seorang pemuda berambut kuning jabrik.

"Ck, lepaskan Dobe" ucap Sasuke menyentakkan tangan kanannya yang ditarik paksa.

"Hehehe... Maaf aku hanya terlalu bersemangat" ucap pemuda yang dipanggil Dobe itu sambil menggaruk belakang kepalanya yang kebetulan gatal.

"Hn" Sasuke melangkahkan kakinya menuju bangkunya.

"Hei, tadi ketika aku baru sampai di sekolah aku bertemu Kakashi-sensei dan guru yang akan menggantikannya, kau tau teme ? She's so damn hot!" ucap pemuda yang memiliki nama lengkap Namikaze Naruto dengan penuh semangat.

"Souka" ucap Sasuke cuek.

Naruto yang tadinya begitu bersemangat, seketika kehilangan moodnya untuk bercerita lebih lanjut.

"Che, kali ini kuyakin ketika kau melihatnya kau pasti akan terpesona" ucap Naruto asal.

"Yakin sekali kau"

"Hanya feeling"

-o-

Beberapa menit kemudian jam pelajaran telah dimulai, Tsunade dan Sakura melangkah masuk ke ruangan yang tadi dimasuki oleh Naruto dan Sasuke. Suasana kelas yang awalnya ribut seketika menjadi senyap ketika dua wanita dengan warna rambut yang berbeda melangkah masuk. Sasuke sempat terbelalak ketika melihat salah satu dari mereka, namun ia lebih memilih untuk tetap memasang wajah kalem.

"Seperti yang kalian tahu Kakashi-sensei akan mengambil cuti selama 1 bulan, berdiri disebelahku kini adalah pengganti sementara Kakashi, mungkin kalian sudah tidak familiar lagi dengan wajah ini, tapi sebagai formalitas silahkan perkenalkan dirimu Haruno-san," titah Tsunade.

"Namaku Haruno Sakura, aku akan menjadi dosen kalian selama 1 bulan kedepan, mohon kerja samanya" ucap Sakura sambil ber-ojigi.

"Baiklah Haruno-san, silahkan mulai untuk mengajar, aku pergi dulu, selamat belajar semuanya" pamit Tsunade.

"Well karena ini pertemuan pertama kita aku tidak akan langsung masuk ke materi kuharap itu tidak masalah bagi kalian" ucap Sakura yang dibalas gelengan dari beberapa mahasiswa(i) yang ada disana.

"Pada kesempatan ini aku hanya akan membuka sesi tanya jawab, mungkin ada materi yang belum kalian mengerti silahkan tanyakan saja" ucap Sakura.

Seorang anak berambut indigo mengangkat tangannya. "Kudengar Haruno-sensei merupakan lulusan terbaik di Harvard University dan yang kutau sensei juga lulus S2 disana diusia yang sangat muda, bisa beritahu rahasianya ? Aku begitu mengagumi anda dan sangat ingin sekali seperti anda" ucap gadis bernama lengkap Hyuuga Hinata tersebut.

"Tidak ada yang begitu spesial, sejak aku kecil orang tuaku sudah banyak mengambilkan kursus untukku, aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk belajar, itu saja" ucap Sakura singkat, padat dan sedikit kurang jelas.

"Ne, sensei kelihatan muda sekali, berapa umur sensei ?" tanya seorang murid berambut pirang panjang, Shion.

"Umurku 21 tahun," ucap Sakura yang membuat seisi ruangan itu terkaget, karena mereka yang mayoritas berumur 22 tahun ke atas saja belum menyelesaikan S1 mereka, sedangkan gadis yang kini berdiri di depan mereka sebagai seorang dosen sudah menyelesaikan S2nya. What the hell!.

Akhirnya selama pertemuan mereka dihabiskan untuk tanya jawab dan mendengarkan sedikit rahasia dari perjalanan sukses Haruno Sakura.

"Baiklah cukup sampai di sini, sampai jumpa dipertemuan selanjutnya" ucap Sakura sambil melangkahkan kakinya keluar.

Sakura melangkahkan kakinya menuju kantin sekolah, setelah memesan beberapa makanan, ia mencari tempat untuk duduk. Ia mengeluarkan smartphonenya dan mulai mengutak-atiknya, saking asiknya dengan benda canggih yang ada di tangannya membuatnya tak menyadari ada seorang pria yang duduk di hadapannya.

"Ini pesanan kalian," ucap pelayan yang mengantar pesanan Sakura dan seseorang yang tak Sakura sadari kehadirannya.

"Arigatou" ucap pria tersebut sambil menyunggingkan senyum manis di bibirnya, membuat semburat merah muda hinggap di wajah putih pelayan tersebut, dengan tergesa ia meninggalkan tempat tersebut.

Sakura yang mendengar ada suara asing di hadapannya mendongakkan kepala merah mudanya. Ia mengernyitkan alisnya ketika melihat orang yang berada di hadapannya, sedangkan yang ditatap kembali mengembangkan senyuman mautnya.

"Sebaiknya kau memakan makananmu, mumpung masih hangat" ucap pria itu sambil memakan mie ramennya, sedangkan Sakura memilih untuk tidak peduli, ia juga mulai memakan ramennya

Ketika selesai makan Sakura langsung beranjak dari tempat duduknya menuju kasir untuk membayar pesanannya. Membuat pria asing yang tadi duduk dihadapannya mengikutinya dari belakang.

Saat Sakura akan mengeluarkan sejumlah uang untuk membayar pesanannya, tiba-tiba ada tangan lain yang menyodorkan selembar uang kepada sang kasir. "Gabungkan saja billku dengan nona ini, pesanan kami sama" ucap pria yang ternyata adalah pria yang duduk bersamanya tadi.

Sakura kembali mengernyitkan alisnya memandang pria itu. "Sebenarnya apa maumu ?" tanya Sakura. Ayolah selama bertahun-tahun hidup di dunia, setiap orang yang mendekatinya punya maksud tertentu.

"Setidaknya ucapkanlah terima kasih" dengus pria itu yang hanya dibalas gumaman malas dari Sakura.

Pria itu mengulurkan tangannya. "Namaku Kimimaro, boleh kutahu siapa namamu ?"

Sakura memperkenalkan dirinya tanpa menyambut uluran tangan dari pria yang ada dihadapannya. "Sakura Haruno" Sakura langsung melenggangkan kakinya pergi. Tanpa dia ketahui pria berambut putih itu memandangnya dengan sebuah seringai licik.

"Tipe yang susah didekati, kurasa ini akan menjadi menarik" desisnya.

-o-

Sasuke sedang duduk menunggu Itachi menjemputnya. Sudah lebih dari sejam ia menunggu kedatangan baka anikinya yang tak kunjung datang juga. Lalu kenapa ia tidak naik angkutan umum saja ? Ayolah ia tidak suka berdesak-desakkan di kendaraan umum. Terakhir kali ia naik bis umum, banyak wanita di dekatnya mencuri-curi kesempatan untuk berdempetan dengannya. Bahkan ada tante-tante yang menggodanya dan mencium pipinya. Jika mengingat itu membuat Sasuke bergidik ngeri. Dirinya merasa trauma. Bisa saja kalau suatu saat dia naik bis ada wanita yang mencoba untuk memperkosanya saat itu juga. Oke itu berlebihan.

Tiba-tiba dirasakannya ada orang yang duduk di sebelahnya.

"Sakura?"panggilnya.

"Ini di sekolah Sasuke, panggil aku sensei" titah Sakura.

"Che, tidak mau" ucap Sasuke sambil menyeringai. Kapan lagi bisa menjahili seorang guru yang usianya lebih muda dari muridnya.

"Terserah saja" ucap Sakura cuek. Ia mengeluarkan tablet computer miliknya, jemari lentiknya bergerak lincah di atas layar gadget tersebut.

"Apa yang kau lakukan ?" tanya Sasuke penasaran.

"Memantau perusahaan" jawab Sakura tanpa mengalihkan pandangannya.

"Bukankah kau sedang dimasa cuti, setidaknya manfaatkanlah dengan beristirahat. Apa kau tidak merasa jenuh mengurusi hal-hal membosankan seperti itu ?" tanya Sasuke. Entah kenapa jika berada di dekat Sakura ia menjadi lebih cerewet.

Gerakan jemari Sakura terhenti, ia mendongakkan wajahnya menatap langit.

"Aku hanya ingin membuat tou-sanku bahagia, aku tak mau membuatnya kecewa untuk yang kedua kalinya," ucap Sakura.

"Kau pernah mengecewakannya ?" tanya Sasuke

"Tidak, tapi seseorang pernah membuatnya kecewa," Sakura menurunkan padangannya dan menatap lurus ke arah Pohon Sakura yang tengah bermekaran.

"Siapa ?" tanya Sasuke penasaran.

Sakura terdiam, seolah Sasuke baru saja menanyakan pertanyaan yang tak ingin didengar oleh gadis berambut merah muda itu. Melihat Sakura yang tiba-tiba terdiam seperti itu membuat Sasuke merutuki dirinya, tidak seharusnya ia mengurusi kehidupan orang lain. Ia ingin menarik pertanyaannya kembali, namun ketika ia melihat bibir gadis di depannya melakukan pergerakan membuatnya mengurungkan niatnya.

"Orang itu adalah kakakku, saat aku berumur 8 tahun ia memutuskan untuk meninggalkan rumah dan mengejar impiannya" ucap Sakura, wajahnya yang tadinya datar kini menunjukkan raut wajah sedih.

Suasana menjadi hening, Sakura tenggelam dalam masa lalunya, sedangkan Sasuke memilih untuk mengamati wajah gadis cantik yang ada di hadapannya. 'Sepertinya ia memendam banyak kesedihan di dalam hatinya' batin Sasuke.

Tin tin

Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil tak jauh dari tempat kedua insan ini duduk yang membuat keduanya tersentak dan mencari asal suara klakson tersebut dan pandangan mereka terarah ke sebuah mobil sport merah yang dikendarai oleh Itachi.

Itachi keluar dari mobilnya dan menghampiri Sasuke dan Sakura. "Apa yang kau lakukan di sini Sakura ?" tanya Itachi.

"Aku bekerja disini menggantikan Kakashi-ojisan, ia cuti ke Paris untuk mengurus persalinan Rin-obasan," jelas Sakura.

"Souka," Itachi mengangguk mengerti.

"Kau sedang menunggu jemputan ?" tanya Itachi.

"Tidak juga aku akan pulang naik taksi nanti, tadi aku hanya ingin bersantai sebentar"

"Oh begitu, sebenarnya sih aku ingin mengantarmu, tapi mobil Sasuke hanya cukup untuk dua penumpang,"

"Kalau begitu kau naik saja kendaraan lain, biar aku yang mengantar Sakura" ucap Sasuke sambil menyeringai. Ia suka sekali mengejek kakaknya.

"Che, aku tidak bawa uang," ucap Itachi.

"Lagipula kenapa harus kau yang mengantar Sakura ?" tanya Itachi.

"Tentu saja karena itu mobilku, tidak mungkinkan aku yang harus naik kendaraan umum" ucap Sasuke sengit.

"Mau kuantar pulang Sakura-sensei ?" tanya Kimimaro yang tiba-tiba muncul di hadapan Sakura membuat duo Uchiha memberikan deathglare terbaik mereka ke arah Kimimaro, entah kenapa mereka merasa terancam dengan kemunculan satu pria lagi di antara mereka.

"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri," ucap Sakura sambil melangkah pergi meninggalkan ketiga pria tampan dibelakangnya.

"Ayo kita pulang Sasuke" ajak Itachi. Sebelum pergi Itachi memandang lekat Kimimaro lalu ia melangkah pergi mengikuti langkah Sasuke yang sudah duluan menuju mobilnya.

'Sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat' pikir Itachi mencoba mengingat-ingat.

'Tapi kenapa firasatku tidak enak ketika melihatnya ? Semoga hanya firasatku saja,' batin Itachi gusar.

-o-

Ketika Sakura akan memasuki sebuah taksi, tangannya tiba-tiba ditarik oleh sebuah tangan kekar. Tangan itu menutup pintu yang tadi dibuka Sakura.

"Tidak jadi pak" ucap pria yang ternyata Kimimaro itu yang membuat sang supir taksi langsung melajukan mobilnya menjauh dari depan gedung Universitas Konoha.

"Apa maumu ?" tanya Sakura ketus.

"Aku hanya ingin mengantar sensei pulang," ucap Kimimaro.

"Tidak usah, aku bisa pulang sendiri," tolak Sakura, ia melangkah menjauhi Kimimaro.

Kimimaro kembali menarik tangan Sakura agar gadis itu tak melangkah menjauh. "Aku tidak menerima penolakan, ayo ikut aku sensei," ucapnya dengan suara manis tapi penuh dengan penekanan.

"Ini bukan jalan menuju rumahku," ucap Sakura ketika melihat jalan yang dilalui Kimimaro tidak sesuai dengan jalan yang tadi diberitahukannya.

"Aku ingin kita makan siang di Cafe dekat sini," ucap Kimimaro, ia menyunggingkan seringai tipis saking tipisnya bahkan tak dapat terlihat oleh Sakura yang tengah memandangnya tajam.

"Jangan memandangku seperti itu Sakura-chan, bolehkan aku memanggilmu begitu ? Lagipula ini diluar jam sekolah," ucap Kimimaro santai yang hanya dibalas dengusan dari Sakura yang dianggap sebagai jawaban iya oleh Kimimaro.

-o-

Akatsuki's Coffeeshop

Begitulah tulisan yang terpampang di atas pintu masuk cafe tersebut.

'Akatsuki ? Aku seperti pernah mendengar nama itu,' pikir Sakura.

Kimimaro membukakan pintu masuk untuk Sakura, mempersilahkan gadis cantik itu untuk masuk.

"Kau ingin pesan apa Sakura-chan ?" tanya Kimimaro ketika mereka telah duduk nyaman di sebuah bangku yang tersedia.

"Terserah saja, aku ingin pergi ke toilet dulu sebentar," ucap Sakura sambil beranjak berdiri.

"Mau kuantar ?" tawar Kimimaro dengan wajah mesum yang membuat Sakura menatapnya dengan pandangan jijik.

"Hey, aku hanya bercanda" ucap Kimimaro yang hanya dibalas dengusan oleh Sakura.

Tanpa Sakura sadari ada sepasang mata tajam yang memperthatikan gerak geriknya.

"Its Show Time"

-o-

Sakura baru saja keluar dari toilet dan melangkahkan kakinya menuju tempatnya tadi duduk, namun ketika ada belokan ia bertabrakan dengan pelayan, cukup kuat hingga membuat Sakura terhuyung kebelakang, Sakura refleks menutup kedua matanya menunggu punggungnya menyentuh lantai. Sampai tiba-tiba dirasakannya sepasang tangan kekar melingkari pinggang rampingnya.

Sakura membuka sepasang matanya yang tadi terpejam takut, emeraldnya bertemu dengan sepasang sapphire yang memandangnya tak percaya.

"Ka-kau..." ucap keduanya terbata-bata.

~TBC~

[REVISED 7/9/2016]

Author's Note :

Haii... readers, Ayame udah apdet chap 3 nih, gimana menurut kalian ? Makin gajekah ? abalkah ?

Mohon maaf banget kalau cerita ini tak sebagus karya author-author senior lainnya, maklum saya masih newbie. Maaf juga kalau cerita ini gak sesuai harapan. Terkadang berimajinasi itu tak segampang menulis ^^

Sekedar info kemungkinan Ayame gak nge-update cerita ini minggu depan, karena Ayame sedang dalam masa Ulangan kenaikan kelas. Wish me Luck ya guys *kitty eyes*

Btw... Mind to Review ? :)