Be Forever Yorozuya

Chapter 3

Disclaimer~ Gintama punyanya Sorachi Hideaki.

~Fanfic ini punyanya Yue'ren~

Fanfic ini tidak ada hubungannya dengan The Movie Be Forever Yorozuya.


Cerita sebelumnya

Shinpachi mendapat tiket gratis ke planet sawathacmhatdza, ia mengajak Gin-Kagura dan Sadaharu tapi mereka salah naik pesawat dan justru tersesat di planet untitled. Di planet itu terjadi perputaran waktu. Kagura dan Shinpachi terlempar ke masa lalu, sementara Gin dan Sadaharu terlempar ke masa depan. Di 'waktu masa lalu', Kagura & Shinpachi bertemu 4 Joi (Shiroyasha alias Gin, Katsura, Sakamoto & Takasugi).

Di 'waktu masa depan', Gin & Sadaharu bertemu future Kagura yang membawa seorang anak mirip Gin. Yorozuya berubah menjadi 'YOROZUYA CASTLE' Edo Empire!


(Gin dan Sadaharu terlempar ke masa depan)

Gin dan Sadaharu sampai ke masa depan, disana ia melihat sebuah istana besar yang ternyata adalah markas yorozuya. Sekumpulan penjaga 'glasses-wearing-human' berjajar di gerbang. Disaat Gin akan pergi, ia justru bertemu Kagura yang memegang tangan seorang anak laki-laki berambut silver dengan mata kecil.

"Itu anak siapa!?" Gin penasaran.

"Eh?" Kagura terdiam "Memangnya kau tidak ingat?"

"Tidak!"

"Kau benar-benar tidak ingat!?" Kagura menatap Gin "Setelah semua yang sudah kau lakukan padaku, kau melupakannya begitu saja?"

"Hah?" Gin memasang tampang bingung "Melakukan apa? Melupakan apa?"

Kagura membalikan badannya, "Kau sudah melakukan ini dan itu padaku, lalu kau menghilang. Akulah yang membesarkan Ginraku seorang diri selama ini."

"Serius? Aku tidak pernah berani melakukan ini-itu padamu, aku bahkan menahan diriku untuk tidak membaca majalah porno di rumah karena ada kau, JADI mustahil bagiku untuk membuat anak denganmu!"

"Kau laki-laki tidak bertanggung jawab, padahal kau pernah bilang padaku untuk merawat Ginraku bersama-sama."

"HEHH!? JADI JADI JADI…. Anak ini…" Gin menunjuk dirinya sendiri kemudian menunjuk Kagura. "Kita sudah melakukan ***?"

Isi kepala Gin langsung kacau. Selama bertahun-tahun Gin tinggal berdua dengan Kagura, ia memang menyayangi Kagura TAPI menyayangi sebagai keluarga, bukan sebagai wanita. Seandainya anak itu memang anaknya Gin dan Kagura…. Berarti suatu saat nanti Gin dan Kagura akan.. *you know what lah'.

Kagura diam kemudian kembali menghadap Gin, "Bercanda, dia bukan anakmu."

BLETAK! Gin langsung menjitak Kagura, "Jangan buat aku jantungan!"

"Aw..aw… aduh… sakit tahu."

"Salahmu!"

"Maaf." Kagura tersenyum lebar "Kau serius tidak ingat anak ini?"

"Rasanya tidak asing."

Kagura kemudian mengeluarkan I-pad, "Sebaiknya kau nonton ulang Gintama episode 51."

Gin berfikir sejenak sambil menonton Gintama episode 51 di I-padnya Kagura. "Kanshichirou!"

(Ket: di Gintama episode 51-52, Gin menemukan bayi di depan rumahnya, bayi itu bernama Kanshichirou).

Kanshichirou melihat Gin sambil memegang erat tangan Kagura.

"Ginraku, dia ini namanya Gintoki."

"Oi Kagura, namanya Kanshichirou, bukan Ginraku. Jangan seenaknya."

Gin tidak menyangka Kanshichirou sudah tumbuh besar, ia SANGAT mirip seperti Gin di masa kecil, hanya saja Kanshichirou berambut lebih pendek.

"Gin..toki?" Kanshichirou menunjuk Gin.

Gin tersenyum lalu mengusap rambut Kanshichirou, "Kau sudah tumbuh jadi anak yang sehat ya? Apa kau masih ingat aku?"

Senyum terlukis di wajah Kanshichirou, "Tentu!"

"Baguslah." Gin cukup senang. "Ngomong-ngomong, Kagura, kenapa Kanshichirou ada bersamamu? Dimana Shinpachi?"

"Ibunya Kanshichirou sedang ada keperluan, ia meminta Yorozuya untuk mengasuh. Kalau Shinpachi, hmm….."

Sadaharu langsung melahap kepala Kanshichirou seolah kepalanya itu kepala Gin.

Kagura mengajak Gin masuk ke istana Yorozuya. Di dalam istana itu sangat WOW! Banyak barang antik, sukonbu dan kacamata disana-sini dan patung sadaharu yang sedang berpose seksi. (pose seksi bagaimana maksudnya?)/ Kagura, Gin dan Kanshichirou berjalan lurus melewati lorong istana.

"Shinpachi sedang membuat penelitian, ia membuat CGWH (Cyborg-Glasses-Wearing-Human). Kau sudah melihat contohnya di depan gerbang tadi kan? Kami memproduksi CGWH di ebay dan amazon untuk dijadikan modal usaha Yorozuya."

Gin bingung harus menjawab apa, apa Shinpachi sudah kehilangan posisi sebagai Tsukomi?

"Lalu bagaimana dengan yang lainnya?"

"Maksudmu?"

"Karakter lainnya…" Gin mempersiapkan diri untuk mendengar kejutan lainnya.

"Hmmm… Zura dan Shogun Tokugawa Shige Shige bekerja sama membangun bisnis."

"Zura!? Dan Shogun!? Mereka itu kan musuh bubuyutan!"

"Semua bisa terjadi dalam beberapa tahun. Kemudian Madao sama sepertimu, ia menghilang tanpa kabar, jangan-jangan dia sudah tewas? Anego (Otae san) menikah dengan Hijikata, Gorilla (Kondou) yang patah hati pun akhirnya memutuskan untuk hiatus sementara dari Shinsengumi."

"Hah? Aku salah dengar kan? Kau tadi bicara apa?"

"Hiatus dari Shinsengumi."

"Bukan itu!"

"Gorilla patah hati?"

"Bukan! Kalimat sebelumnya!"

"Anego menikah dengan Hijikata?"

"IYA!" Gin terbelalak kaget "Kenapa mereka menikah!? Mereka bahkan tidak dekat, authornya ngaco ya!?"

"Mereka menikah koq dan bahkan punya anak laki-laki bernama Togoro."

"Kau bercanda lagi kan?"

"Aku serius. Tamagoyaki gosong dicampur mayonnaise, enak kan?"

"Perumpamaan yang mengerikan."

Ketiganya akhirnya berhenti di depan pintu besar yang terhubung ke ruang tamu. Di ruangan itu ada meja besar dan banyak kursi, tebak siapa yang ada disana?

"So…Soichiro?"

"Sougo." Kata Okita, ia heran kenapa Gin selalu salah menyebut namanya. "Danna, lama tak berjumpa."

"Apa…apa yang kau lakukan disini?"

Kagura kemudian berjalan pelan mendekati Shogo, "Kami sudah menikah."

"APA!?" Suara Gin menggema dalam ruangan, ia lalu menarik kerah Okita. "APA YANG SEBENARNYA TERJADI?"

"Gin chan! Jangan kasar pada Sho'chan."

"Otakmu sudah tidak beres ya?" Gin mendorong kening Kagura dengan telunjuknya. "Kau dan dia itu kan tidak akrab, kenapa sekarang menikah!? DADDY TAK MENGIJINKANMU!"

"Gin chan! Kami serius!" Kagura tidak mau kalah. "Kau juga sama saja."

"Aku kenapa memang!?"

"Beberapa tahun sebelum kau pergi, kau sempat membuat janji penting dengan seseorang, wanita itu sampai sekarang terus menunggumu."

Hah? Apa lagi? Gin tidak ingat pernah membuat janji dengan seorang wanita, siapa wanita yang dimaksud?

"Wanita itu terus menantikan kedatanganmu. Di bulan purnama, kau dan dia membuat janji kelingking (pinky swear). Cepatlah temui dia sebelum terlambat!" Kagura menyerahkan selembar kertas pada Gin. "Ini alamat rumahnya."

Di kertas itu ada tulisan 'Google Map' dan terpampang tanda X yang merupakan lokasi tempat keberadaan wanita yang di maksud. 'Tsukki'.

"Shinpachi dan yang lainnya ada diluar sana, kalian pasti akan bertemu."

~Aku menunggumu walaupun harus memakan waktu bertahun-tahun. Aku yakin suatu saat nanti kau akan kembali. Sehelai rambut di jari kelingkingku adalah bukti kesetiaanku. Gintoki… kau akan kembali kan?~

Sungguh membingungkan! Gin tidak ingat kalau dia membuat janji seperti itu dengan Tsuki, tapi selama ini Tsuki menunggunya? Sebelum pergi ke bumi, sebaiknya Gin memastikan kebenaran di dunia ini terlebih dahulu.


Sementara itu, di tempat lain.

(Kagura dan Shinpachi terlempar ke masa lalu).

Ia selalu menyembunyikan semua masalah seorang diri, menanggung beban tanpa terpikir untuk membaginya bersama orang lain.

Mungkin ia memang tipikal orang yang blak-blakan ketika kesal dan marah, sikapnya kekanak-kanakan, bicaranya frontal tanpa sensor, pemalas, moody, tapi bukan berarti ia seorang laki-laki yang hanya bisa berbuat bodoh.

Seseorang yang terlihat ceria dan tanpa beban, bisa jadi itu hanyalah kamuflase untuk menutupi kesedihannya, terlebih lagi Gin bukanlah tipe orang yang suka gembar-gembor masalah, ia tidak suka membuat orang lain repot karena masalah pribadinya. Terutama… masa lalunya yang pahit.

Sejak kecil, Gin sudah yatim piatu, ia hanya satu dari beberapa orang yang berhasil selamat dari peperangan. Gin kecil hanya bisa melindungi dirinya sendiri dengan sebilah pedang bekas dan onigiri di tengah tumpukan mayat. Shouyo sensei, pria ramah dan asing… ia mengulurkan tangannya pada Gin dan membawa Gin keluar dan menunjukannya 'dunia'. Bagi Gin, Shouyo sensei adalah sosok yang sangat berharga dan sudah seperti orang tuanya sendiri.

….

…. Shouyo sensei…. Pertikaian antara amanto dan pemerintahan Edo membuat Gin harus kehilangan sosok guru kesayangannya.

Di hadapan Gin… satu-satunya yang tersisa hanya kepala Shouyo sensei yang sudah dipenggal.


Kagura dan Shinpachi bangun lebih pagi, jujur saja… sulit untuk tidur nyenyak di situasi sekarang. Ini zaman perang, tidak ada konser Otsu, tidak ada Owee/PsP, tidak ada Jump dan semua hal menarik selain berhasil membunuh musuh.

"Gin chan?" Kagura penasaran melihat Gin yang sudah rapi, lengkap dengan katana tajam yang baru. "Kau mau kemana?"

"Diamlah disini." Kata Gin.

"Kau mau bertarung?" Tanya Shinpachi, "Aku ikut."

"Tidak bisa." Gin menjawab cepat "Aku tidak mengajak kalian bukan karena meremehkan kemampuan kalian, mungkin kalian sebenarnya kuat tapi masalahnya bukan itu. Ini adalah masalah pribadiku."

"Gin chan…" Kagura berjalan menghampiri Gin "Cepatlah kembali."

Gin tidak menjawab, hanya melambaikan tangannya dan berjalan meninggalkan markas. Perhatian Shinpachi teralihkan pada Takasugi yang juga sudah berpakaian rapi.

"Dia tidak pergi sendiri." Kata Takasugi "Kalian orang asing lebih baik tidak usah ikut campur."

Gin pergi bersama Takasugi?

"Bakamoto," Kagura menghampiri Sakamoto yang berdiri dekat pintu. "Kau tidak ikut?"

"Ahahaha ahaha, aku dan Katsura bertugas menjaga markas saat ini."

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Shinpachi.

"Sesuatu yang besar." Timpa Katsura " Salah seorang anggota kami mendapat berita tentang penyerangan yang akan dilakukan musuh hari ini, mereka akan menyerang markas. Gintoki dan Takasugi pergi menyusup ke tempat musuh."

"Musuh?" ulang Kagura "Siapa musuh yang kalian maksud?"

"Orang yang sudah diduga membunuh guru kami, Shouyo sensei." Jawab Katsura.

Kagura maupun Shinpachi tidak tahu apa-apa soal Shouyo sensei, selama ini mereka bersama dengan Gin tanpa tahu jelas masa lalu Gin, mungkin sekarang adalah waktu yang tepat bagi mereka untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi. Tanpa peringatan, keduanya menyusul Gin dan Takasugi yang sepertinya belum berjalan jauh.

Gin chan… maafkan kami yang tidak peka.

Gin san… aku tidak tahu banyak hal tentangmu, tapi setidaknya aku ingin kau tidak menutup-nutupi masalahmu sendiri, kami ini sudah seperti keluargamu bukan!?

Suasana di sekitar tampak mencekam karena matahari belum sepenuhnya muncul. Apa Gin dan Takasugi berlari? Mereka sudah tidak terlihat padahal mereka belum lama ini pergi meninggalkan markas.

"GIN CHAN!" Kagura berteriak kencang, tak ada balasan.

"GIN SAN!"

-Crack!-

Orang yang dicari tidak ketemu, justru sosok lain muncul. Amanto! Seekor amanto berwujud kerangka manusia / tengkorak berlari ke arah Shinpachi, mukanya saja yang menyeramkan. Shinpachi tidaklah lemah, ia langsung menebas Amanto itu dengan batang kayu kecil yang tergeletak di tanah.

Kagura pun beraksi, ia menendang satu lagi tengkorak yang berniat menyerangnya. Musuh seperti ini sih mudah dihadapi! Manusia tengkorak itu muncul lagi, Kagura dan Shinpachi menghadapi mereka tanpa kesulitan. Satu tengkorak, lima tengkorak, dua belas tengkorak, jumlahnya koq semakin banyak!? Dari kejauhan muncul sekitar puluhan manusia tengkorak.

"KAGURA! Jumlah mereka terlalu banyak! Aku tidak yakin bisa mengalahkan mereka kalau jumlahnya sebanyak itu."

"Iya juga ya!?"

"Ayo lari!"

Acara hajar menghajar pun berganti menjadi lari dan dikejar. Yang benar saja, melawan tengkorak yang berkagebunshin tidaklah mudah, tapi tengkorak berwajah menyeramkan itu larinya sangat cepat, tidak… TERLALU CEPAT! Shinpachi mengintip ke belakang, dibelakangnya ada rombongan tengkorak berlari mengejar mereka sambil memakai sepatu roda.

"PANTAS SAJA MEREKA LARINYA CEPAT!" Shinpachi terengah-engah, ia berhenti sebentar. "Kagura, istrahat sebentar."

"Aku duluan!" Kagura masih terus berlari. "Jangan khawatir Shinpachi, walaupun kau sudah tiada tapi jiwamu akan tetap hidup."

"OI! TUNGGU AKU! Masa kau tega meninggalkanku!?" Shinpachi justru berlari semakin cepat dan menarik lengan Kagura "Kau ini tega ya!?"

"Kalau tengkorak itu menggigit kita, kita juga akan menjadi seperti mereka."

"Mereka bukan zombie!"

Tidak ada yang bisa mereka lakukan sekarang selain berlari karena jumlah musuh saat ini mustahil untuk di hadapi.

Matahari perlahan muncul di ufuk timur, cahayanya begitu hangat. Di waktu yang indah ini, Kagura dan Shinpachi justru kejar-kejaran dengan puluhan tengkorak.

"TIME OUT!" Shinpachi heboh ketika melihat jalan buntu. "Gawat, sekarang kita harus bagaimana?"

"Terpaksa menghadapi mereka."

"Jumlah mereka banyak."

"Shinpachi, kita memang kalah jumlah tapi sebenarnya merekalah yang kalah karena kekurangan kalsium."

"Itu tidak ada hubungannya!"

Benar apa yang dikatakan Kagura, tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan karena jalan buntu. Puluhan tengkorak berlari mendekati mereka.

Kaki Kagura begitu lincah saat menendang kepala tengkorak yang langsung terlepas dari leher mereka, Shinpachi juga terus melawan mereka, hanya saja jumlah mereka tidak ada habisnya.

"KAGURA! Awas!" Shinpachi berusaha menghentikan serangan pedang musuh yang mengarah pada Kagura. Oh tidak… Dua tengkorak di belakang Shinpachi juga siap menebas Shinpachi dengan kampak mereka yang besar.

-Stab-!

Sosok pria berambut hitam berdiri tegak membelakangi Shinpachi, ia mengayunkan pedangnya. Sementara itu .. Kagura….

"Apa yang kau lakukan!?" bentak Gin yang muncul disaat tepat, ia melindungi Kagura dari serangan dadakan si tengkorak.

"Gin chan…"

"Hiah!" Gin menendang musuhnya kemudian membantai mereka dalam jumlah banyak hanya dengan menggunakan satu pedang.

"Jangan menggangu." Kata Takasugi yang baru saja menyelamatkan Shinpachi.

"Takasugi?" Sulit bagi Shinpachi untuk mempercayai apa yang terjadi saat ini.

Ternyata jumlah bukanlah masalah bagi seorang Shiroyasha dan ketua kiheitai itu. Gin maupun Takasugi menunjukan kekompakan mereka dalam menyerang musuh yang jumlahnya puluhan. Gin lompat ke arah tengkorak di sisi kanan, menebas kepala tengkorak itu dengan pedangnya sambil menendang dua tengkorak yang menghampirinya. Setelah ketiga tengkorak berhasil ditaklukan Gin, ia mencabut kembali pedangnya dan dengan cepat ia menebas satu persatu musuh seolah mereka semua itu sebuah kutu yang hanya perlu diinjak.

"Kau tidak membantu?" Tanya Kagura pada Takasugi yang tampak rileks.

"Dia bisa mengalahkan semuanya sendirian." Jawab Takasugi. "Apa yang kalian lihat sekarang hanyalah permulaan karena sosok Shiroyasha yang asli jauh lebih menakutkan dari ini."

"Takasugi sialan! Jangan hanya diam!" bentak Gin saat ia melihat puluhan tengkorak lainnya datang.

"Apa kalian berdua akan diam sepertiku atau kalian ikut membantu?" Takasugi justru balik bertanya pada Kagura dan Shinpachi.

Kagura dan Shinpachi tersenyum, "Kami akan selalu membantu Gin san!"

Pandangan Gin tertuju pada seorang pria yang berjalan tak jauh diantara gerombolan tengkorak, pria itu mengalahkan seluruh tengkorak yang ada disana seorang diri.

"Si…siapa dia!?" Shinpachi terkejut.

Pria itu kelihatannya lebih tua dari Gin, rambutnya abu-abu terang dan lebih keriting, ia terlihat seperti seorang pendeta dengan kalung manik besar melingkar di lehernya dan ia membawa tongkat. Ia berjalan pelan mendekati Gin.

"Shiroyasha…." Katanya pelan.

Gin tidak menjawab karena ia tidak mengenal pria itu, Gin hanya melihatnya dengan tatapan sinis.

"Siapa pria menyebalkan itu?" Tanya Kagura pada Takasugi.

"Entahlah."

Pria itu kembali berbicara, "Aku akan melayani bertarung sampai mati, tapi bukan sekarang. Ada hal menarik yang sepertinya akan kau sukai. Shogun tokugawa sada sada, kau pernah mendengar nama itu? Pria tua Bangka itu terlibat besar dalam pembunuhan samurai dan juga…." Ia menatap Gin lebih fokus dari jarak beberapa meter "Berperan penting dalam peristiwa pembunuhan guru kesayanganmu itu."

Tidak hanya Gin, Takasugi yang mendengar pun langsung ikut kaget. Takasugi bahkan menyerang pria misterius itu secara mendadak tapi serangannya berhasil dipatahkan dengan mudah.

"Ho.. dia guru kesayanganmu juga ya?" pria itu bicara tanpa ekspresi "Bagaimana rasanya melihat guru kalian dipenggal di depan mata kalian secara langsung?"

"Persetan kau!" Takasugi hilang kesabaran, ia kemudian melukai wajah pria itu dengan pedangnya. "Aku tak akan tinggal diam saja mendengar kau bicara jelek tentang Shouyo sensei."

Pria itu mengelap wajahnya yang kini berdarah, "Perintah sudah dikeluarkan oleh Shogun, dalam waktu dekat akan ada perang yang menentukan nasib edo."

Shinpachi teringat 'Joi war', apa itu yang dimaksud? Sebelum bicara lebih banyak, pria berpakaian pendeta itu akhirnya pergi diikuti dengan asap tebal yang ia lemparkan dibalik bajunya.

'Awal dari perang Joi' 'Pembantaian samurai' dan misteri dibalik kasus pembunuhan Shouyo sensei, pengkhianatan Takasugi…. akan terungkap. Shinpachi dan Kagura tak menyangka kalau mereka berdua akan terlibat dalam hal ini.

To be continued

Ketika suatu saat nanti kisah 'Masa lalu' dan 'Masa depan' akan bercampur menjadi satu.


Author: thanks sudah mengikuti sampai chapter 3. Ribet juga ya hehe soalnya di fanfic ini ada dua adegan. Adegan Gintoki-Sadaharu yang terperangkap di masa depan dan adegan Kagura-Shinpachi yang terperangkap di masa lalu. Nantinya kedua cerita ini akan saling berhubungan ^v^

Btw hanya mengingatkan~ jangan sampai tertukar ya,

Tokugawa Shogun Shige Shige (generasi shogun ke-14 -shogun baik yang hentai itu lho hoho) dan

Tokugawa Shogun Sada Sada (generasi shogun ke-13, pamannya Shige-Shige -antagonis).