Disclaimer : One Piece gak akan pernah jadi punya gue, karna gw gak bisa gambar,,,hahahaha.. selamanya One Piece bakalan jadi milik Eiichiro Oda.

Summary : Luffy dan kawan-kawan sibuk mempersiapkan kostum untuk pernikahan Vivi dan Koza, Zoro mengungkapkan perasaannya pada Robin, diterima gak ya? Sanji dan Margareth jadian. Ace dan Hancock, haha, gimana Luffy dan Nami ya?

Deskripsi : Resepsi pernikahan Vivi mengharuskan para undangan membawa masing-masing pasangan. Disini, pairing yang muncul adalah Zoro x Robin, Luffy x Nami, Sanji x Margareth, Usopp x Caimie, dan Vivi x Koza. Disini Luffy memakai baju koboi lengan buntung yang dipadupadankan dengan celana jeans dan topi jeraminya. Yang lainnya sih pake pakai formal kayak Sanji gitu. Oya, gw mau ngasi tau kelemahan Arashi. Ceritanya di fic gw ini, Arashi tuh alergi sama jamur merang. Kalo dia kena jamur merang ato makan jamur merang, atau mencium aromanya. Dia gak bisa ngubah tubuhnya jadi angin lagi dan gak bisa menggunakan kekuatannya itu.

Warning : chapter terakhir dari fic pertama gw, tadinya pengen chapter 3 tapi gw pikir-pikir lagi, nambah chapter aja deh. Di chapter ini bakalan banyak LuNa dan ZoRo, tapi gak sebanyak yang ada dipikiran pembaca.

LOVE YOU

Nami akhirnya memutuskan untuk kembali menjadi anggota bajak laut topi jerami. Dengan kapal buatan Franky itulah Nami menyusul bajak laut Luffy. Kapal kecil yang lebih mirip speed boat itu memiliki kelebihan yang dirancang khusus untuk Nami. Mini Merry itu memiliki alat pelacak vivre card berbentuk log pose sehingga memungkinkan si pengemudi bisa mengetahui keberadaan si pemilik vivre card yang disebut juga metapose. Untuk mengusir kejenuhan, mini Merry juga bisa berlayar tanpa di dayung, atau di kemudi. Si pengendara cukup menghubungkan kemudi dengan metapose, dengan sendirinya kapal akan berlayar ke arah yang ditunjuk oleh metapose. Mini Merry juga dilengkapi mp3 player dan bagasi tanpa tutup yang cukup luas untuk menyimpan barang-barang.

"Oya, kapal ini juga kan dilengkapi oleh metapose, tapi bagaimana cara kerjanya ya?" tanya Nami pada dirinya sendiri. Nami mencoba mengingat cara kerja yang dijelaskan oleh Franky dan Usopp sebelum dia kembali ke kampung halamannya.

Flashback

"Franky, yang ini buat apa?" tanyaku menunjuk metapose ketika Franky memberikan kapal kecil itu sehari sebelum aku kembali ke kampung halamanku.

"Itu biar Usopp saja yang menjelaskan, katanya itu khusus dibuat untukmu Nami." Jawab Franky.

"Usoppnya mana?" tanyaku celingak-celinguk mencari Usopp yang tidak ada disana.

"Nami, Franky, maaf ya aku baru datang. Tadi aku habis menolong Luffy yang kecebur di akuarium dulu. Kapten kita yang satu itu emang suka ada-ada aja." Jawab Usopp yang baru saja datang.

"Oya, Nami, aku mau jelaskan tentang metapose itu. Metapose itu adalah alat pelacak vivre card, Luffy pasti akan memberikanmu vivre card miliknya. Makanya aku mencoba membuat sebuah alat yang bisa dimanfaatkan olehmu yang memiliki keahlian navigasi. Aku dan Franky juga membuat kemudi otomatis, yang bisa dihubungkan dengan metapose itu. Kau cukup meletakkan vivre card di dalam log pose itu, maka dengan sendirinya kau akan tahu arah yang kau tuju. Karena disampingnya akan ada output berupa derajat, arah, dan lainnya, juga ada petanya. Jadi kau bisa tahu, kau sudah sampai mana. Bila kau ingin istirahat, kau bisa menggunakan kemudi otomatis. Kau cukup menghubungkan ujung kemudi itu dengan metapose, tarik ujung itu dan rekatkan dengan log pose yang ada di samping kanan kemudi." Sambung Usopp menjelaskan cara kerja dari kapal itu sambil mempraktekkannya.

End of Flashback

Nami mengeluarkan vivre card dari sakunya dan meletakkan vivre card itu dalam metapose. Namipun mengikuti arah yang diberikan oleh outputan metapose itu.

*###*

Luffy dan Ace sudah mulai kelelahan, semua jurus yang mereka punya sama sekali tidak berhasil melukai lawannya yang bernama Arashi. Usopp sudah berhasil membuat senjata baru untuk melawan Arashi. Rayleigh sudah mengetahui titik kelemahan dari Arashi. Terungkap bahwa Arashi adalah kru pertama Gold D. Roger tapi dia pergi melarikan diri saat Roger hendak di eksekusi. Tidak diketahui keberadaannya sampai Rayleigh bertemu dengan Arashi di pulau ini.

"Aku tahu titik kelemahan dari Arashi. Roger pernah bilang padaku, dia itu alergi jamur Merang. Jamur itu menyebabkan kekuatannya melemah, dan tubuhnya tidak bisa diubah menjadi angin lagi. Dengan kata lain, kekuatan buah iblisnya itu sementara akan hilang. Tapi efek samping ini hanya bertahan selama 30 menit. Makanya kita harus memanfaatkan situasi ini untuk membantu Luffy dan Ace." Ujar Rayleigh menyusun rencana perlawanan Arashi.

Sementara itu Luffy dan Ace sudah mulai kelelahan, tubuh Luffy sudah luka sana-sini karena terkena serangan kaze no rarara dari Arashi. Rayleigh masih menyusun taktik penyerangan dengan Brook dan Usopp. Tiga puluh menit sudah, akhirnya taktik penyerangan sudah didapatkan. Ace yang kelelahan, ikut nimbrung dengan Rayleigh. Kini tinggal Luffy yang bertarung sendirian.

"Gomu gomu no rocket!" seru Luffy seraya mendorong tubuhnya ke belakang lalu maju ke depan dengan kecepatan 5m/s.

BRUAKK

Luffy pun terhempas ke pohon kelapa, tenaganya sudah mau habis. Luffy sudah kelelahan. Dia mencoba untuk bangkit, dan melawan Arashi, tapi tubuhnya hampir tak bisa digerakkan. Dengan tenaga yang masih tersisa, Luffy pun bangkit dan mencoba melawan Arashi sekali lagi.

"Gomu Gomu No Gigant Jet Shell!!" seru Luffy dengan tenaga yang masih tersisa. Namun dengan mudahnya jurus itu ditangkis begitu saja oleh Arashi. Luffy sudah kehabisan ide, untuk melawan musuhnya ini.

'Dia sungguh berbeda dengan Crocodile, apa sih kelemahannya.' Pikir Luffy sambil terus melawan Arashi.

"Huricane whip." Ucap Arashi, dalam sekejap angin yang ada ditangannya berubah menjadi cambuk. Arashi pun melayangkan cambuk anginnya itu ke tubuh Luffy yang terkapar di tepi hutan lalu menghempaskannya.

Sementara itu Ace, Rayleigh, Brook, dan Usopp sudah menyelesaikan taktik penemuan titik kelemahan Arashi.

"Kalian ingat taktik kita tadi ya, Usopp, kau tembakkan kapsul jamur itu ke mulut Arashi. Brook, kau meniupkan bubuk jamur itu ke tubuh Arashi. Dan kau Ace, seperti yang tadi kita rencanakan, tapi ingat reaksinya haya berlangsung 10 menit saja. Oke, kemenangan ada di pihak kita, go go fight!" Rayleigh memberi komando.

Dengan adanya komando seperti itu maka berakhirlah rapat penyerangan Arashi. Ace kembali menyerang Arashi, namun kali ini dibantu Brook. Mereka emang beruntung karena, posisi Arashi berada di tepi pantai. Ace pun mengeluarkan api dari tinjunya, sehingga Brook dengan sendirinya berlari ke arah Arashi dengan kecepatan tinggi. Arashi yang menyadari kedatangan Brook langsung menangkisnya dengan angin, rencana satu telah berhasil. Arashi menjadi kaku, reaksi jamur sudah mulai bekerja.

"Apa yang kau lakukan dasar tengkorak bodoh!!" teriak Arashi pada Brook.

Hop,, Glekk…

Rencana kedua berhasil, Usopp berhasil menembakkan kapsul jamur ke mulut Arashi ketika Arashi teriak tadi. Arashi sudah tidak bisa mengubah tubuhnya menjadi angin, kekuatannya kini benar-benar telah hilang karena reaksi dari jamur merang tersebut.

"Hanauta San Cho: Yahatsugiri," ucap Brook saat melewati Arashi.

"Jadi ini rencanamu." Ucap Arashi tersenyum licik ke arah Brook, darah mengalir dari tubuh Arashi.

Luffy pun bangkit kembali, tubuhnya sudah kehabisan banyak darah, dengan kekuatan yang masih tersisa. Luffy memakai gear second. Sekujur tubuhnya kini berubah menjadi merah muda, Luffy meniup jempolnya dan menjadikan tangannya membesar. Luffy pun menyerang Arashi dari segala arah dengan semua kekuatannya yang masih tersisa. Arashi yang kehilangan kekuatannya, tak bisa mengindari serangan Luffy yang bertubi-tubi tidak bisa menangkisnya. Arashi pun kehilangan kesadarannya. Nasibnya berakhir seperti Robb Lucci (bener gak ya tulisannya).

"Apa aku sudah menang?" ucap Luffy membiarkan tubuhnya terhempas ke pasir pantai.

BUKK

::XXX::

Di sisi lain pulau Baka itu, seluruh kru thousand kecuali Ace, Rayleigh, Usopp, dan Brook harap-harap cemas menanti kabar pertarungan Luffy vs Arashi.

"Itu seperti Nami, ternyata emang beneran Nami. Nami!!" seru Sanji melambaikan tangannya saat melihat Nami dari kejauhan.

"Apa yang terjadi, tiga per empat dari vivre card Luffy sudah hangus terbakar. Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Nami setelah Nami sampai di thousand sunny.

"Luffy sedang bertarung melawan pria misterius yang bisa mengendalikan angin dan dapat mengubah tubuhnya menjadi angin." Terang Sanji masih dengan wajah cemas.

Tak lama kemudian muncullah Usopp dari dalam hutan, nafasnya tersengal-sengal karena habis lari.

"Chopper, cepat ikut aku!" ucap Usopp menarik Chopper.

"Ada apa Usopp, apa yang terjadi?" tanya Chopper panik.

"Luffy, Luffy, sekarat!!" seru Usopp tak kalah paniknya.

Beberapa detik susana menjadi hening, Chopper langsung mengambil alat kedokterannya dan semua yang ditubuhkan Luffy. Zoro ingin ikut ke tempat Luffy tapi dicegah oleh Robin. Sanji dan Zoro tiak bisa berbuat apa-apa. Sementara Usopp, Chopper dan Nami langsung ke tempat Luffy.

"Pakai ini saja, ayo cepetan!" ujar Nami setengah berteriak dalam paniknya.

Usopp, Chopper dan Nami mengitari pesisir pantai pulau Baka sampai ke tempat Luffy berada.

"Luffy!!!!" teriak Nami lalu berlari menghampiri Luffy.

"Ayo sekarang bawa Luffy ke thousand sunny, dia harus mendapatkan perawatan intensif." Ujar Rayleigh membopong tubuh Luffy menuju mini merry.

"Nami, tolong rawat adik kesayanganku ini ya." Pinta Ace penuh harap.

"Iya. Aku pasti merawat Luffy, kau tidak perlu khawatir Ace." Jawab Nami.

Usopp mengemudikan mini merry dengan kecepatan 100km/jam, Nami duduk dibelakang bersama Luffy yang terluka parah. Chopper membersihkan darah Luffy, dan mengobatinya dengan obat seadanya.

"Nami,, Nami,, Nami,," panggil Luffy dalam tidurnya.

"Aku ada disini, cepat sadarlah Luffy." Ucap Nami tulus.

'Kenapa Luffy memanggil-manggil namaku, apa ucapannya saat itu benar.' Batin Nami.

*XXI*

Ace dan Rayleigh pun membopong tubuh Luffy ke ruang pengobatan Chopper, Nami mengikuti mereka dari belakang. Chopper memberi tanda pada teman-temannya untuk di luar dulu, karena dia akan melakukan operasi kecil.

"Nami, Luffy kenapa?" tanya Hancock penasaran tapi masih cemas.

"Luffy sudah seperti itu saat aku sampai, aku tidak tahu. Maaf ya Hancock." Jawab Nami.

"Dia,, dia bertarung sendirian melawan Arashi." sambung Usopp, ternyata dia tadi mencuri dengar pertanyaan Hancock.

"Oi Usopp, kenapa kalian tidak membantunya. Apa sih yang kalian lakukan disana?!" teriak Zoro marah sambil mencengkram baju Usopp.

"Sudahlah, jangan bertengkar. Kau itu tidak tahu apa-apa, semua jurus Ace dan Luffy dapat ditangkisnya dengan mudah. Aku menyadari kelemahannya karna dia bekas muruid Roger. Aku tahu dia alergi jamur merang. Makanya aku meminta Usopp untuk mencari jamur itu di hutan. Kami berempat memasang taktik jitu dan itu sangat berhasil. kami minta maaf karna telah membuat Luffy seperti itu." Jawab Rayleigh tegas.

Zoro akhirnya melepaskan cengkramannya dari baju Usopp, Brook mengiyakan semua yang dikatakan oleh Rayleigh. Chopper keluar dari ruangan bersama Ace. Wajahnya penuh lelah membuat para kru bertanya-tanya apakah separah itu luka Luffy. Chopper dan Ace pun tersenyum.

"Sebaiknya kalian liat sendiri aja, aku tidak tahan melihatnya." Ace memberi saran, wajahnya merah karna menahan tawa.

"Ace, ada apa kenapa wajahmu jadi merah begitu?" tanya Hancock.

Bukannya menjawab Ace malah tertawa ngakak sampe guling-gulingan di kapal, Nami langsung masuk melihat keadaan Luffy. Hancock dan lainnya ikut melihat keadaan Luffy tapi tidak sampe semenit, mereka keluar dengan senyum yang tak lepas dari dari bibirnya. Sama seperti Ace, bukannya prihatin mereka malah tertawa, tapi yang paling lebai itu Sanji karena dia tertawa sampe nyebur ke laut. Caimie harus menyelamatkan Sanji sekali lagi. Gimana gak nyebur, kalo ketawa sambil mundur-mundur, nendang-nendang, mukul-mukul trus loncat indah ke laut. Hanya Nami dan Robin yang tidak menertawakan Luffy.

.::III::.

Perban di tubuh Luffy sudah di buka semua, luka-lukanya juga sudah sembuh. Ace sungguh merasa prihatin melihat keadaan adiknya, kesadarannya masih belum pulih sepenuhnya. Luffy masih pingsan, sudah 12 jam 12 menit 12 detik sudah Luffy pingsan.

"Nami, aku titip adikku ya. Aku harap bila dia dijaga olehmu, dia akan sembuh." ucap Ace penuh harap, matanya berkaca-kaca menahan tangis. Baru kali ini dia melihat adiknya seperti itu.

"Baik. Aku akan menjaganya." Jawab Nami lalu duduk disamping Luffy.

"Aku tidak pernah melihatnya seperti itu, kenapa hanya karna manusia angin itu dia jadi seperti itu." Sesal Ace,"Seharusnya aku membantunya kemaren."

Ace pun keluar ruangan, matanya berlinangan airmata. Hancock yang melihat itu, mendekati Ace dan menghiburnya.

"Semua ini gara-gara badai!" seru Hachi menyalahkan badai dahsyat yang dialami mereka.

"Badai, emang terjadi badai?" tanya Nami saat keluar dari ruangan.

"Iya, saat kau tak ada. Kemaren ada badai yang sangat besar. Karena kami tidak ahli dalam navigasi kapal, kami jadi terhempas ke pulau Baka itu." Jelas Hachi yang membuat Nami jadi tambah sedih dan merasa bersalah.

"Maaf, maafkan aku. Karena aku pulang ke kampung halamanku," tangis Nami pun pecah, Hachi jadi serba salah. Dia Cuma diam aja karena takut salah ngomong.

"Nami, kau tidak salah. Ini bukan salahmu, lagipula badai itupun akan tetap datang meski kau bersama kami. Badai itu memang sangat besar, benarkan Zoro, Sanji." Ujar Usopp mencoba menenangkan Nami.

"Iya, bukan kau yang salah. Tak ada yang salah, aku begini karna Arashi emang sangat kuat." Jawab Luffy di depan pintu ruang pengobatan Chopper.

"Luffy!" teriak semuanya lalu menghampiri Luffy kecuali Nami.

Ada yang jitak kepalanya, ada yang nepuk pundaknya sampai Luffy terjatuh, ada yang nangis haru biru, para wanitanya sih Cuma ketawa doank ngeliat kelakuan para lelaki yang seperti itu. Luffy tentu saja mengaduh kesakitan tapi tetap tertawa bahagia. Luffy melihat ke arah Nami yang masih merasa bersalah. Dilihatnya Nami hanya menunduk, airmatanya masih menetes. Mungkin bertambah deras. Luffy mendekati Nami. Luffy mengangkat wajah Nami dan menyeka airmatanya, tapi Nami terus menangis. Luffy pun memeluk Nami dengan erat, dan membelai rambut Nami yang coklat keorenan. Perlahan tangisan Nami pun mereda.

"Ternyata cara ini berhasil juga." Ujar Luffy dengan tawa khasnya.

"Luffy, sejak kapan kau sadar?" tanya Nami setelah melepaskan pelukan Luffy.

"Sejak ta-"

BRAKK

Luffy jatuh pingsan lagi. Luka dalamnya emang belum sembuh banget, Zoro dan Ace langsung membopong tubuh Luffy ke ruang pengobatan lagi. Nami ikut menjaga Luffy. Wajah Luffy sangat pucat, badannya panas, dan dari tadi dia mengigau terus.

"Sanji, daging, aku lapar.. Sanji aku mau daging." Igau Luffy.

Sanji langsung ke dapur memasak makanan kesukaan Luffy, daging iga bakar. Nami mengompres dahi Luffy. Ace menghela nafas panjang. Tak lama kemudian Luffy pun sadar.

"Wah, harum sekali. Sanji ini buat aku ya." Ujar Luffy langsung melahap habis daging iga bakar buatan Sanji.

"Sanji, ini enak banget!" puji Luffy. Dia gak tahu aja padahal semua orang mengkhawatirkannya.

DUKK

"Dasar bodoh, kau tidak tahu apa kami semua mengkhawatirkanmu!" seru Nami.

Sebuah jitakan dari Nami mendarat di kepala Luffy yang masih makan daging kesukaannya. Sekarang tendangan pun melayang ke tubuh Luffy yang masih lemah, sehingga Luffy terpental ke pojokan dengan tangan masih menggenggam daging iga bakar.

"Ace, kau apa-apaan sih. Aku ini masih sakit tau!!" teriak Luffy marah-marah, mulutnya celemotan bekas makan daging.

"Kau itu yang apa-apaan, aku ini sangat mengkhawatirkanmu. Kau malah asyik makan daging dengan tenang. Pake ngingau makan daging segala lagi!!" teriak Ace gak salah sengitnya sama Luffy.

Sementara kakak beradik itu masih berdebat, tiba-tiba Robin pingsan. Zoro yang berada di sebelah Robin, langsung mengangkat Robin ke tempat tidur, Nami langsung mengambil minyak kayu putih, Sanji lari ke dapur untuk mengambil segelas air putih dan makanan.

"Robin, sadarlah!" teriak Zoro diantara paniknya sambil menggoyang-goyangkan lengan Robin seperti anak kecil yang merengek sesuatu pada ibunya.

"Zoro jelek, kau ini kasar sekali sih. Bukan gitu caranya kalau bangunin orang pingsan. Makanya lihat aku, dasar otak lumut!" kata Sanji mempraktekkan.

"Robin-cwaann, ayo bangun, BANGUN!" teriak Sanji mengguncang-guncangkan tubuh Robin, ini sih lebih parah dari Zoro.

"ITUKAN SAMA SAJA MATA JERENG!" teriak Zoro lalu menendang Sanji.

Chopper yang tadi diam saja akhirnya berbicara.

"Kalian keluar aja sana, gimana Robin bisa istirahat kalo kalian ribut disini!" seru Chopper.

Ace dan Luffy menghentikan aktifitas perdebatannya, begitupun dengan Zoro dan Sanji. Nami sudah keluar daritadi, dia mencari makan karena daritadi belom makan siang. Luffy meminta Chopper untuk tetap dikamar dengan alasan masih belom sembuh, Zoro pergi ke dapur. Dia ingin membuat bubur ayam untuk Robin.

"Zoro, apa yang kau lakukan disini?" tanya Nami dari meja makan, ceritanya meja makannya deket dapur.

"Aku mau membuatkan bubur buat Robin." Jawab Zoro namun jarinya terkena pisau saat memotong bawang merah untuk digoreng. "Aww!"

"Zoro, ada apa?" tanya Nami lalu berlari ke dapur, saat didapatinya jari Zoro yang berdarah, dia langsung memberikan kopi pada tangan yang berdarah. Dia mengambil P3K, dan memberikan hansaplast.

Tanpa mereka sadari ternyata Robin sudah ada di dapur menyaksikan peristiwa itu, ada rasa sakit merayap di hatinya saat menyaksikan itu. "Maaf, aku mengganggu ya." Kata Robin berusaha tenang namun gagal. Dia pun berbalik hendak meninggalkan dapur.

"Robin, tunggu!" seru Zoro mengejar Robin lalu menarik tangannya.

"Kau itu salah paham, Nami hanya menolongku saja. Lihat ini!" Zoro berusaha menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.

"Itu benar Robin, Zoro ingin membuatkan bubur untukmu, namun saat memotong bawang. Jarinya terkena pisau. Aku hanya mengobatinya saja. Benarkan Zoro?" jawab Nami menyikut lengan Zoro memberi isyarat untuk mengambil alih keadaan."Oya, Aku duluan ya. Aku mau melihat keadaan Luffy dulu."

"Kau dengarkan Robin, kau jangan cemburu gitu. Nami kan sudah jadi milik Luffy." Kata Zoro lagi.

"Aku tidak cemburu." Jawab Robin datar meski wajahnya terlihat jelas bahwa dia sangat senang mendengar penjelasan dari Zoro dan Nami tadi. "Buburnya sudah jadi?"

"Belom, kau tunggu saja di meja makan, entar aku antar kalo udah jadi." Perintah Zoro.

"Tidak, aku ingin membantumu masak bubur. Boleh kan?" pinta Robin yang membuat Zoro tersenyum sangat manis, lebih manis dari senyum maut Ji Hoo-nya boys before flower.

"Why not."

Lalu mereka berdua pun melanjutkan acara masak bareng. Sesekali mereka iseng satu sama lain, seperti menukar label garam dan gula. Untungnya Zoro masih bisa membedakan gula dan garam, jadi gak masalah meski ditukar sama Robin. Zoro juga menorehkan bubur ke muka Robin sehingga tawa pun tercipta. Sesosok lelaki berambut kuning dan alis kriting hanya memandang mereka dengan senyum mengembang di wajahnya.

Keesokan harinya di tempat Luffy..

"Nami.." desah Luffy saat dia membuka matanya. Dia memandang lurus kedepan tanpa menyadari sosok yang dia panggil berada disisi tempat tidur, masih tertidur dengan posisi kedua tangannya yang terlipat dijadikan bantal sedang tubuhnya terduduk di bangku sebelah tempat tidur Luffy.

Rupanya Nami menjaga Luffy semalaman hingga tertidur disana. Luffy hanya memandangi sosok itu penuh arti, tersurat sebuah senyuman tipis yang menghiasi wajahnya ketika memandangi sosok itu.

"Luffy, kau sudah bangun. Syukurlah, panasmu sudah turun." Kata Nami menempelkan telapak tangannya ke dahi Luffy.

"Nami, apa kau sangat mengkhawatirkan aku hingga tidur disini?" tanya Luffy penuh selidik.

"Tentu saja bodoh, bukan aku saja tapi semua orang mengkhawatirkan kau." Jawab Nami.

"Aku akan membuatkan bubur untukmu dulu ya, kau pasti sudah lapar." Lanjut Nami lagi.

Nami pun menghentikan langkahnya dan berbalik, "Luffy, aku mau bertanya padamu. Apa yang kau katakan waktu itu hanya bercanda kan?" tak ada jawaban dari Luffy. Seakan mengerti sikap diam Luffy, Nami memutuskan keluar dari tempat itu. Seperti katanya tadi, dia akan membuatkan bubur buat Luffy. Setelah selesai membuat bubur, Nami pun kembali ke tempat Luffy.

"Nami," panggil Luffy pelan.

"Iya." Jawab Nami sambil mengambil tempat duduk di sebelah Luffy.

"Aku serius dengan perkataanku waktu itu. Aku mengatakan itu dengan sungguh-sungguh, sekarang aku meminta jawabanmu." Ungkap Luffy menatap Nami lekat-lekat.

"Bagaimana buburnya, enak tidak?" tanya Nami mengalihkan pembicaraan, dia sadar dengan wajahnya saat ini, semerah apel mungkin. Belum lagi jantungnya yang terus berdetak kencang karena ucapan Luffy tadi.

Luffy yang tidak peka langsung menghabiskan buburnya dan mengangguk kecil seraya melemparkan pujian pada Nami, "Ini enak sekali Nami bahkan lebih enak dari buatan Robin."

"Aku belum mendengar jawabanmu, Nami." Ucap Luffy membuat Nami jadi semakin gugup.

"Mana buktinya, aku masih tidak percaya." Cetus Nami lalu beranjak pergi meninggalkan Luffy.

Luffy menarik tangan Nami hingga mereka berdua berhadapan, namun entah darimana asal air campuran superpel dan karbol itu datangnya. Luffy jadi terpeleset dan menimpa tubuh Nami. Memang dasar lagi kurang beruntung aja, tanpa penahan apapun akhirnya insiden itu terjadi. Bibir keduanya pun beradu. Nami langsung mendorong Luffy, Luffy hanya memasang tampang bodohnya. Nami keluar dari tempat Luffy dengan perasaan bercampur antara kesal dan Marah.

Luffy hanya diam terpaku di tempat dia terduduk, dari wajahnya menunjukkan penyesalan yang mendalam. Dia hanya bisa berdesis, 'kenapa juga sih ada alat pel disana, siapa sih yang ngepel?!' pikir Luffy kesal.

~xxx~

Dalam waktu tiga hari, bajak laut topi jerami sudah sampai di alabasta, namun Sanji belum juga mendapatkan pasangan untuk ke pesta pernikahan Vivi. Kini bajak laut topi jerami sedang berada di pulau Sale, pulau Sale adalah pulau milik bajak laut penggila shopping. Mulai dari merk terkenal seperti Gucci, Giordano, sampe merk biasa aja ada. Saat ini bajak laut topi jerami sedang belanja pakaian untuk pesta dansa.

Flashback

Sanji ingin mengajak Robin untuk menjadi pasangan pestanya, tapi dengan entengnya Robin menolak ajakan Sanji.

"Robin-cwan, maukah datang ke pesta itu denganku?" tanya Sanji dengan penuh percaya diri yang tinggi.

"Maaf, Sanji. Tapi aku sudah punya pasangan untuk pesta itu." Jawab Robin santai lalu berjalan mendekati Zoro yang sudah menunggunya daritadi.

Sanji lalu mendekati Hancock untuk memintanya menjadi pasangan pesta dansa tersebut.

"Hancock-san, maukah kau menjadi pasanganku di pesta nanti?" tanya Sanji lagi-lagi dengan sangat percaya diri.

"Hancock, ayo nanti kita ketinggalan." Ace menghampiri Hancock lalu menggenggam tangannya dengan lembut, mereka sangat mesra. Kelihatan sekali kalau mereka baru jadian.

"Maaf, Sanji." Jawab Hancock singkat lalu pergi meninggalkan Sanji yang berdiri mematung disana.

Sanji pun ingin mengajak Caimie untuk pergi dengannya, alangkah terkejutnya Sanji saat mendapati Caimie mengajak Usopp untuk ke pesta tersebut.

"Usopp, kau sudah dapat pasangan belum?" tanya Caimie ketika berada di samping Usopp.

"Belum tuh, emang kenapa, kamu mau mengajakku?" Usopp balik nanya.

"Iya." Jawab Caimie masang tampang seinnocent mungkin. Usopp pun mengangguk yang menandakan bahwa dia setuju dengan ajakan Caimie.

Sanji hanya bisa diam seperti orang bodoh saat melihat pemandangan itu. Rasa percaya dirinya sudah runtuh namun dalam sekejap saja semangat kembali berkobar saat Nami mendekatinya.

"Sanji, kau kenapa?" tanya Nami perhatian membuat Sanji kembali percaya diri lagi.

"Nami, apa kau sudah mempunyai pasangan ke pesta dansa pada pesta pernikahan Vivi nanti?" Sanji langsung to the point ke pokok permasalahan.

"Oh, jadi karena itu. Belum, emang kenapa?" tanya Nami lagi.

"Maukah kau datang bersamaku ke pesta dansa itu?" tanya Sanji tapi belum sempat dijawab oleh Nami.

"Maaf ya Sanji, tapi Aku yang akan menjadi pasangan Nami di pesta nanti. Kami duluan ya." Jawab Luffy sambil mengajak Nami pergi dari thousand sunny ke pulau Sale.

End of flashback

Sanji memutuskan untuk pergi sendiri ke pulau Sale, dia iri dengan teman-temannya yang lain. Mereka semua kecuali Chopper, Franky, Hachi, Pappag dan Brook. Sanji melihat Rayleigh dan Margareth, mereka seperti ayah dan anak saja. 'Rayleigh dan Margareth? Yang benar saja, lebih baik denganku saja.' Pikir Sanji saat melihat Rayleigh dan Margareth. Dia pun memberanikan diri bergabung dengan Rayleigh.

"Rayleigh-san, kau akan pergi dengan Margareth?" tanya Sanji ingin tahu. Entah kenapa dia merasa ingin marah saat melihat Margareth dan Rayleigh pergi berdua.

"Ah, tidak. Aku hanya membantunya mencari gaun yang cocok saja." Jawab Rayleigh sekenanya sambil memilih gaun untuk Margareth.

Ada rasa lega di hati Sanji saat mendengar hal itu , apalagi saat Rayleigh bilang bahwa orang yang ingin Margareth ajak ke pesta itu adalah dia. Sanji langsung menghampiri Margareth saat mereka sudah berada di Thousand Sunny.

"Margareth, maukah kau menjadi pasanganku pada pesta dansa nanti?" tanya Sanji harap-harap cemas. Dia tidak tahu harus bagaimana lagi kalo Margareth menolaknya juga.

"Tentu saja." Jawab Margareth tersenyum.

"Kalau jadi pasanganku untuk seterusnya?" tanya Sanji lagi.

Hanya anggukan dari Margareth saja yang menjadi jawaban atas pertanyaan Sanji tersebut. hari itu mereka resmi menjadi pasangan kekasih.

Kembali lagi ke pulau Sale..

Sepanjang perjalanan pulang ke thousand sunny, Nami dan Luffy terus diam tanpa mengatakan sesuatu. Luffy yang gerah dengan semua ini, akhirnya membuka pembicaraan duluan.

"Nami, kenapa kau terus diam seperti ini?!" tanya Luffy setengah berteriak tapi Nami tetap diam malah membuang muka dan mempercepat langkahnya.

"Nami, kalau kau masih marah karena hal itu. Aku minta maaf, aku tidak bermaksud seperti itu." Ucap Luffy lagi.

Nami terus berjalan tanpa memedulikan Luffy di belakangnya yang terus mengungkit insiden kemaren pagi. "Kalau soal itu, aku sudah memaafkanmu Luffy." Kata Nami akhirnya.

Luffy hanya bisa tersenyum mendengar kalimat itu. Dia pun mensejajarkan langkahnya dengan Nami. Mereka berdua pun pulang ke thousand sunny. Zoro dan Robin mengikuti mereka dari belakang.

Malam ini adalah malam yang spesial buat bajak laut topi jerami, kenapa? Jawabannya Cuma satu, karena mulai malam ini mereka akan makan malam disamping pasangan masing-masing, kecuali Usopp dan Caimie, mereka hanya duduk bersebelahan sampai pesta selesai. Dihati Usopp hanya ada Kaya. Sanji juga sangat berbeda, karena biasanya hanya dia yang menyiapkan semuanya sendiri tapi dengan Margareth sejak sebelum mereka jadian, jadi ada yang membantu Sanji menyiapkan makan untuk kru lainnya. Sehabis makan malam, Zoro mengajak Robin ke akuarium. Rupanya Zoro meminta bantuan Caimie untuk membuat ikan-ikan di akuarium membentuk tulisan 'I love U'. dengan isyarat dari Zoro, ikan-ikan itu sudah membentuk barisan sehingga yang terlihat adalah tulisan I love u.

"Robin, aku sangat mencintaimu. Maukah kau menjadi kekasihku?" tanya Zoro lantang sehingga dapat mencuri dengar.

"Iya." Jawab Robin singkat.

Luffy yang melihat sesi penembakan ZoRo memutuskan untuk mengikuti konsep Zoro dengan sedikit modifikasi. 'Ternyata Zoro bisa romantis juga ya.' Begitulah yang dipikirkan para kru topi jerami lainnya termasuk Luffy dan Nami.

~cccc~

Akhirnya pesta dansa yang diadakan Vivi pun datang, bajak laut topi jerami sudah siap dengan segalanya. Luffy mengenakan baju kemeja tanpa lengan dan celana panjang jeans. Dia juga mengenakan topi jerami dan jas untuk formalitas saja. Zoro dan Ace memakai baju kaos di dalamnya dan jas seperti Luffy sebagai fomalitas. Usopp, Sanji, Rayleigh, Hachi, dan Chopper memakai pakaian formal. Para wanitanya memakai gaun pesta.

"Nami, lama tidak bertemu ya." Sapa Vivi saat mereka sudah sampai di istana Vivi.

"Iya, aku kangen sekali padamu Vivi." Balas Nami.

"Vivi, selamat ya atas pernikahanmu dengan Koza." Ucap Ace menjabat tangan Vivi dan Koza.

"Oya, Vivi perkenalkan ini Hancock." Kata Ace memperkenalkan Hancock pada Vivi.

"Oya, Luffy, Chopper, Usopp, dan Zoro mana?" tanya Vivi celingak-celinguk saat melihat keempat sahabat lamanya itu tidak ada.

"Itu." Jawab Nami menunjuk Luffy di counter makanan.

"Vivi, selamat ya atas pernikahanmu." Ucap Zoro dan Robin.

"Vivi-swan, selamat ya atas pernikahanmu dengan Koza." Ucap Sanji sambil menggandeng Margareth.

"Semua orang sudah berkumpul." Ucap Vivi senang,"Luffy mana?"

"Loh, tadi dia sudah kesini." Kata Nami.

"Buat Nona Nami segera ke halaman samping." Ujar Host pesta.

Nami permisi pada lainnya lalu pergi ke tempat yang dimaksud sumber suara. dilihatnya sesosok laki-laki berpakaian formal dengn sebuket bunga mawar ditangannya berjalan mendekati Nami. Laki-laki itu yang tidak lain adalah Luffy seperti memberi isyarat pada seseorang dibelakangnya.

JDUARR… SYUUU.. KRETEK. BUARR..

Bener gak sih bunyi kembang api kayak gitu . serentetan kembang api bermunculan membuat suasana malam itu semakin romantis. Di kolam renang itu, bunga-bunga dan lilin kecil tersusun rapih membentuk tulisan 'Would you be my girlfriend?'. Luffy mendekati Nami, lalu berlutut dengan satu kakinya dihadapan Nami.

"Maukah kau menjadi pacarku?" tanya Luffy dengan muka serius.

Nami tidak bisa berkata apa-apa, wajahnya kini semerah apel dan jantungnya berdegub kencang. Dia hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya melihat tatanan samping istana itu.

"Iya." Jawab Nami mengambil buket bunga dari Luffy.

Luffy berdiri lalu mengajak Nami ke lantai dansa. Malam itu seakan menjadi malam Luffy dan Nami. Mereka berdua berdansa mengikuti alunan lagu can I have this dance ost high school musical.

"Setan!!" seru para hadirin pesta dansa itu saat melihat Brook lalu berlomba-lomba keluar dari pesta tersebut.

Yang tertinggal hanya pasangan pengantin baru dan bajak laut topi jerami saja.

"Vivi, terimakasih ya. Selamat ya atas pernikahanmu dengan Koza. Koza, kau harus membahagiakan Vivi dan jangan sekalipun menyakitinya." Pesan Luffy sambil nyengir.

"Iya, Luffy kalau kau sudah menjadi raja bajak laut. Berkunjung ke tempatku ya!" seru Vivi saat Luffy dan lainnya hendak kembali ke Thousand Sunny.

"Pasti!!" jawab Luffy mengangkat tangan kanannya seperti waktu dia meninggalkan Vivi dulu.

=DDDDDD=

Sore ini terasa sangat berbeda bagi Luffy, sekarang dia tidak lagi seperti dulu. Kini dia telah memiliki Nami disisinya. Wanita yang lebih tua setahun darinya itu telah mencuri hatinya. Slow but sure, Luffy mulai berubah untuk bersikap bijaksana sebagai kapten bajak laut. Saat ini mereka sedang duduk di atas kepala sunny menikmati sunset.

"Luffy, apa sih yang kau suka dariku?" tanya Nami menyandarkan kepalanya di pundak Luffy.

"Aku gak tahu, aku hanya suka." Jawab Luffy, "Kau sendiri, apa yang kau suka dariku?"

"Aku juga tidak tahu, mungkin sikap jenakamu." Jawab Nami ngasal.

Hari itu ditutup oleh candle light dinner dan kwartet date, dengan tatanan. Para wanita yang tak lain adalah Hancock, Margareth, Robin, dan Nami berada di sebelah kanan sedangkan para pria yang tak lain adalah Ace, Sanji, Zoro, dan Luffy berada disebelah kiri. Ditemani alunan suara merdu Rayleigh serta gesekan biola dari Brook menyanyikan lagu tak ada yang bisa dari Andra and the backbone dan bintang-bintang di langit membuat suasana terasa romantis. Kru lain yang gak punya pasangan, duduk manis di meja makan biasanya, dengan masakan yang tak beda jauh dari kemaren-kemaren.

Saat ku pejamkan kedua mataku

Dan kubayangkan

Di sampingmu

Kurasakan slalu

Hangatnya pelukmu Itu

Dan ku genggam lembut

kedua tanganmu

Seakan takut kehilanganmu

Kuingin selalu hatimu untukku

Tak ada yang bisa menggantikan dirimu

Tak ada yang bisa membuat diriku

Jauh darimu...

THE END

Akhirnya selesai juga fic aku ini. Bagaimana?

Aku sudah berusaha dalam pembuatan chapter 4 ini tapi kayaknya masih ancur ya, hehehe.. maaf yah kalo aku mengecewakan pembaca semua. Aku juga taruh andra and the backbone disini.

Ini saatnya membalas review dari para pembaca. Hahahahaha,,

Kuchiki Rukia-taichou : bagaimana sudah kelihatan belom LuNa-nya..hehehe?,, makasih juga ya buat reviewnya.

MelZzZ : maaf ya di chapter ini ZoRo-nya gak banyak, tapi ada kok. Makasih ya buat reviewnya.

Aku mau minta pendapat kalian donk, begini, aku mau bikin fic lagi, menurut kalian aku bikin fic kayak gimana ya?? Hehehe, menurut kalian fic kedua aku nanti di fandom Conan dulu, Bleach ato One Piece lagi?

Buat para pembaca dan yang udah ngasih reviewnya makasih banget ya.

Arigatou Gozaimasu.. (bener gak sih tulisannya?)

Thank You Very much.. See Ya..