Dragon Shinobi
Disclaimer : Naruto Mashashi Kishimoto
Author : Namikaze Fansboy
Rated : T
Genre: Adventure/ Friendship/ Romance/ Other
Pair : Naruto X
Warnig : AU, OC, OOC, Typo, Mainstream, and other
- Dont Like Dont Read -
.
.
.
Summary : Lucifer itu dulu kini namanya Uzumaki Naruto, kematian dirinya didunia lain membuat takdir baru tercipta untuk dirinya agar menapaki dunia baru, bersama kedua Heavenly Dragon mampukah ia menjalani takdirnya?
~XXX~ Chapter 3 : Incident ~XXX~
Wanita bersurai merah darah Uzumaki atau sekarang Namikaze Kushina kini tengah termenung dihalaman belakang rumahnya, ini sudah menjadi kebiasaannya jika sang suami dan anak -anaknya tidak berada dirumah.
Tes!
Setetes air mata jatuh entah mengapa setiap dirinya berada dihalaman belakang ini ia merasa seperti ada sesuatu yang menghilang dari dirinya seolah sesuatu yang penting telah menghilang dari dirinya
"Hiks... sebenarnya apa yang terjadi disini kenapa setiap aku sendiri disini rasanya aku ingin menangis"
"Yare.. Yare ternyata Kushina-sensei disini kukira tak ada orang"
Kushina menoleh mendapati jonin bermasker Hatake Kakashi buru -buru ia menghapus leleha likuid.
"Kakashi? Apa yang kau lakukan disini?"
"Tadi Guy bilang untuk menemui Minato-sensei karena akan ada misi perdana untuk Team 7 tapi aku tak menemukannya di ruang Hokage jadi aku pikir Minato-sensei dirumah"
Kushina mengangguk mengerti. "Misi perdana team 7 ya? bukannya ada yang memiliki marga Uzumaki dalam kelompokmu?"
Kakashi mengangguk.
"Memang ada apa Sensei, kenapa kau tertarik denga muridku?"
"Tidak apa hanya sekedar ingin bertanya, tebane" Balas Kushina.
"Naruto ya? hmmm... menurutku dia spesial dengan kecerdasan dan kemampuannya ia dapat menjadi pemimpin team 7"
Kakashi bukan tidak menyadari tapi pura -pura tak menyadari keterkejutan Kushina.
"Apa maksudmu Kakashi?" Entah mengapa ia merasa sangat tertarik jika membicarakan Naruto.
"Karena ia Uzumaki seperti sensei, tentu saja ia memiliki kemampuan yang luar biasa" Balas Kakashi.
Kushina terkejut. "Itu tak mungkin Kakashi, menurut perbincangan penduduk desa ia tidak memiliki chakra bukan?"
"Itu terserah Sensei mau percaya atau tidak lagipula ini tak berarti apa -apa untuk Sensei dan juga tak mungkin anak angkat seorang Senju Tsunade tak memiliki kemampuan" Ucap Kakashi yang kemudian berlalu dari halaman belakang Namikaze Mansion meninggalkan Kushinna yang masih termangu.
'Sebenarnya apa yang terjadi pada Kushina-sensei kenapa ia seolah tak mengenal Naruto' Pikir Kakashi bingung.
~XXX~ Dragon Shinobi ~XXX~
Nampak gadis bersurai merah darah sepunggung sedang duduk dengan kesal karena sedang menunggu seseorang yang telah melewati batas janjian ketemu
"Maaf Yuki-chan tadi Niichan ada panggilan dari Kakashi-sensei"
Yuki menoleh dan mendapati orang yang ditunggunya beberapa lama akhirnya datang.
"Mou... Naru-nii Yuki sudah menunggu Niichan 30 menit disini katanya mau kekedai ramen Ichiraku bersama -sama, Niichan sudah janji tapi kenapa mengingkari" Yuki memberikan serentetan ucapan kesal pada orang yang dianggapnya kakak walau sebenarnya memang kakaknya.
Naruto hanya menggaruk tengkuknya. "Salahkan Kakashi-sensei yang datang terlambat, lagipula Niichan sudah minta maaf"
Yuki hanya melengos membuat Naruto menghela nafas dalam -dalam.
"Ya sudah kalau Yuki-chan tak mau pergi kekedai ramen bersama Niichan lebih baik aku mengajak Sakura-chan saja"
"Tunggu Naru-nii"
Yuki memegang pergelangan tangan Naruto karena kakaknya ini hendak pergi meninggalkannya dan lebih memilih makan dengan gadis lain.
"Mou, Niichan benar -benar tidak peka padahal Yuki ingin diperhatikan oleh Niichan"
Naruto tertawa pelan melihat Yuki yang menggembungkan pipinya membuat kesan imut darinya. "Ya sudah Niichan yang akan menraktir Yuki-chan kali ini, itung -itung sebagai permintaan maaf dan ucapan perpisahan sebelum menjalankan misi keluar desa setelah ini?"
"Jadi Niichan sudah menjalankan misi keluar desa?" Tanya Yuki.
Naruto mengangguk. "Hanya misi tingkat C mengawal tukang kayu dari ancaman bandit -bandit"
"Sugoiii... aku ingin menjalankan misi seperti Niichan" Yuki berucap dengan nada takjub disela perjalanannya.
"Niichan yakin Yuki-chan pasti akan mendapat misi yang jauh lebih hebat"
Yuki membalasnya dengan anggukan semangat kemudian keduanya memasuki kedai ramen, menghabiskan waktu bersama sebelum Naruto pergi menjalankan misi nanti.
"Ooh ternyata kau disini Naruto"
Mendengar nada feminim yang familiar ditelinganya membuat Naruto membalikkan badan.
"Ehehehe... Sakura-chan" Naruto berucap kikuk degan wajah innoncent.
Duak!
"Ittai, tebayou"
"Kau kira sudah berapa lama kami menunggumu hah? dan seenaknya kau malah makan ramen bersama Yuki-chan"
Naruto mengadah kesakitan karena Sakura menarik telinganya sembari berjalan padahal ia belum sempat mengelus puncak pirangnya yang mengadah kesakitan.
"Lepaskan Sakura-chan, ini sungguh menyakitkan"
Sakura mendengus. "Akan aku lepas saat kita sampai digerbang desa nanti, seenaknya saja kau membuat kami menunggu lama"
Naruto pasrah berdoa agar telinganya tak putus sebelum sampai digerbang desa nanti.
'Tebayou, huh?' Pikir Yuuki yang tak sengaja mendengar nada familiar senada dengan yang diucapkan oleh Naruto.
"Ah Yuki-chan kami pamit dulu" Pamit Sakura seraya masih menarik telinga Naruto.
~XXX~ Dragon Shinobi ~XXX~
Kakashi, Sasuke, dan client mereka nampak sedikit jengah karena menunggu, namun setelah beberapa lama menunggu akhirnya yang mereka tunggu datang juga dengan Sakura menjewer Naruto.
"Yare yare, kau sudah terlambat dari waktu yang sudah ditentukan Naruto" Ucap Kakashi pada Naruto yang sedang mengelus telinganya yang memerah akibat jeweran Sakura.
Naruto mendengus. "Sensei berkata seperti tidak pernah terlambat saja"
Kakashi menghela nafas jika Naruto berkata seperti itu rasanya ia tak bisa berbuat apa -apa seolah Naruto memiliki alasan mutlak jika dirinya terlambat.
"Sudahlah, lebih baik kita segera berangkat menuju nami no kuni" Ucap Kakashi pada anak didiknya.
"Nami no kuni berasal dari Negara Air jadi sepertinya kita memerlukan perjalanan selama satu siang dan kita akan sampai pada sore hari" Ucap Kakashi.
Kemudian team 7 beserta Tazuna Client mereka mengawali perjalanan mereka menuju Nami no Kuni.
"Naruto" Sebuah suara terngiang dikepala Naruto.
'Ada apa Shiroi?' Tanya Naruto lewat pikiran.
"Aku merasakan firasat buruk semenjak kita memasuki negara air atau lebih tepatnya wilayah Kirigakure" Jawan Shiroi.
Naruto mengerutkan dahi. 'Apa maksudmu Shiroi?'
"Aku tak tahu pasti Partner tapi yang pasti kau harus meningkatkan kewaspadaanmu dan gunakan insting nagamu" Saran Shiroi.
Naruto mengangguk. "Aku mengerti"
"Apa maksudmu mengerti dobe?" Tanya Sasuke menatap Naruto aneh.
Naruto menggeleng. "Bukan hal yang penting teme"
Kemudian berjalan mendekati Sakura berbisik padanya. "Sakura-chan tajamkan kemampuan sensorikmu, aku merasakan firasat yang buruk akan datang nanti"
Sakura mengangguk kemudian menajamkan kemampuan sensoriknya dan betapa terkejutnya ia setelah itu.
"Diam Sakura, aku juga tahu apa yang kau rasakan tapi kita jangan gegabah"
Kakashi menahan Sakura yang hendak bicara pada Naruto karena menyadari posisi mereka yang tengah dikepung sekumpulan ninja, Kakashi hanya memberikan kode pada Naruto dan Sasuke.
"Kabut semakin menebal Sensei lebih baik kita hentikan perjalanan kita, akan sangat berbahaya jika kita meneruskan perjalanan kita"
Kakashi mengangguk menanggapi saran dari Naruto. "Benar, kita istirahat dulu sampai kabut mulai menipis"
[Mindscape]
Naruto sekarang berada di alam bawah sadarnya berada dihamparan rumput luas dengan dua naga didepannya.
"Ada apa kalian memanggilku kesini?" Tanya Naruto.
Akka dan Shoroi saling berpandangan. "Kami merasa kau sudah siap untuk mendengar kebenaran ini untuk mencegah sesuatu yang tak diinginkan"
Naruto menautkan alisnya heran tak mengerti akan maksud kedua naga itu.
"Kebenaran apa?"
"Tentang siapa dirimu sebenarnya, kekuatan sejati kami dan peristiwa 13 tahun yang lalu" Jawab Shiroi.
Sungguh Naruto tak mengerti dengan maksud mereka.
"Dirimu sejatinya adalah raja Iblis Lucifer hanya saja jiwamu dibalut dengan tubuh yang baru"
Naruto terbelalak. "Aku raja Iblis? pasti kalian bercanda aku hanya manusia biasa"
"Chakra ungu itu adalah wujud bahwa kekuatan Lucifer masih mengalir walau tak sempurna dan kelak saat kau mampu kau akan dapat menggunakan kekuatan sejati kami untuk menuntaskan tugasmu"
Naruto memiringkan kepalanya. "Kekuatan sejati kalian?"
Akka dan Shiroi mengangguk. "Kekuatan sejati kami adalah menggandakkan kekuatan dan membagi kekuatan tapi tidak gratis karena detik demi detik kau menggunakan kekuatan sejati kami kekuatan itu juga yang akan menggrogoti tubuhmu"
Naruto mengangguk kemudian teringat ucapan Shiroi.
"Tugas? Tugas apa?" Naruto merasa hidupnya terasa rumit.
"Tugasmu adalah menghentikkan orang yang mengakibatkan peristiwa 13 tahun yang lalu"
"Memang apa yang terjadi 13 tahun yang lalu?"
Shiroi mendekati Naruto. "Itu adalah tepat dimana hari kau diasuh pertama kali oleh Tsunade 15 Oktober 5 hari tepat setelah indiden Kyuubi, kau memang tak tahu tapi kami tahu semuanya walau kamo tertidur tentang alasan utama kenapa kau diasingkan oleh kedua orang tuamu?"
"Apa karena ramalam tentang yang akan menyelamatkan dunia?" Tanya Naruto.
Akka menggeleng. "Dengar Naruto kau harus menghilangkan kekuatan yang mempengaruhi Minato dan Kushina"
"Pengaruh?"
"Kurasa kau harus mengetahui tentang kebenaran kedua orang tuamu yang bisa dibilang mengorbankan segalanya untukmu, seharusnya kau yang selalu bilang pada Sasuke pasti ada alasan kenapa Itachi melakukan ini ternyata tak berlaku padamu" Ucap Akka.
Shiroi mengangguk. "Mereka menyadari kekuatanmu tapi karena insiden itu kalian harus terpisah"
[Flashback]
Terlihat sepasang suami istri yang bahagia karena ini pertama kali mereka merawat bayi beserta anak mereka, mereka sedang merawat anak mereka yang belum genap satu minggu.
"Lihat Minato Naru-chan menggeliat" Ucap Kushina senang.
Minato mengangguk tersenyum tapi dari raut wajahnya ia terlihat gelisah seolah ada yang mengganggu pikirannya.
"Ada apa Minato kenapa kau nampak gelisah?"
Minato menggeleng. "Tidak apa, hanya saja aku merasakan ada firasat buruk akan datang ini mengingatkanku tentang kejadian jembatan Kanabi"
Kushina membelai suamimya lembut. "Tenang Minato tak akan terjadi apa -apa, kita akan selalu bersama, kita akan menemani Naruto selalu"
Minato memeluk istrinya berusaha menghilangkan perasaan gelisah dalam hatinya, tapi tanpa disadari Minato Kushina juga merasakan hal yang sama.
"Aku percaya kelak Naruto dimasa mendatang akan menjadi orang yang hebat melebihi kita berdua" Ucap Minato yakin.
Kushina mengangguk. "Kekuatannya terlalu besar diusianya yang belum genap satu minggu"
Tep!
"Hohoho... keluarga yang bahagia tapi sayang sampai disini saja"
Kushina dan Minato menoleh, mata mereka membola mendapati seorang gadis loly dengan surai hitam berpenampilan serba hitam tapi bukan itu masalahnya tapi kekuatan yang ia pancarkan.
"Siapa kau dan apa maumu?" Tanya Minato bersiap memasang kuda -kuda.
Sosok itu berjalan mendekati keduanya. "Apalah arti sebuah nama, kedatanganku kemari untuk menyerahkan bayi itu secara baik -baik"
Kushina mengeras. "Kami tak akan pernah menyerahkan putra kami apapun yang terjadi"
"Aku tak menginginkan putra kalian, aku hanya ingin mengambil jiwanya dan apa yang ada didalam tubuhnya" Pungkasnya.
Minato mengacungkan kunai bercabang tiga. "Kalau begitu kau harus membunuhku dulu"
"Cih, dengan senang hati kulakukan" Balasnya.
Blaaaar!
Dengan sigap Minato menshunsin Kushina setelah menyaari kumpulan energi yang gadis itu kumpulkan.
"Kau pikir kira setara?"Tanyanya.
Minato menatap waspada. "Kalau belum dicoba siapa yang tahu"
Sring!
[Rasengan]
Minato muncul diatas gadis itu namun rasengan yang ia lancarkan hanya mengenai kubah hitam yang melindungi gadis itu.
Grep!
Sebuah bayangan hitam kini melilit tubuh Minato hingga membuat sang empu tak bergerak.
"Lihat, bagaimana mudahnya aku menangkap Konoha no Kiroii Senkou?"
"Ughh..." Minato mendesis merasa tenaganya semakin terkuras.
Crink!
Sebuah rantai berwarna emas muncul dari permukaan tanah yang kemudian menjerat dengan erat gadis itu, namun gadis itu tak bereaksi apa -apa seolah yang mengikatnya hanya mainan saja.
"Ugh..." Gadis itu sedikit tersentak kala energi asing merasuk dalam tubuhnya.
[Hiraishin : Second Level]
[Senpou : Rasengan]
Serangan Minato telak mengenai punggung gadia loli itu hingga membuatnya terseret beberapa meter tapi wajahnya tetap menunjukkan raut muka datar.
"Cukup menghibur, tapi akan kutunjukkan perbedaan kekuatan kita"
Wush!
Tekanan energi kemudin menguar deras dari tubuh gadis itu membuat Minato dan Kushina tersentak.
[Dark Destruction : Dark Illuminate]
"Arghhh..."
Minato dan Kushina menjerit sakit ketika tubuh mereka menerima serangan gelombang kejut energi negatif yang membuat tubuh mereka jatuh Minato sampai tak sadarkan diri karena energinya selalu terhisap.
"Kalian lihat? Seperti mencuri permen dari anak kecil"
Ucap gadis itu mendekati keduanya.
Greph!
Bayangan hitam kini mengikat erat Minato dan Kushina, kemudian gadis loli itu berjalan mendekati sosok Naruto yang tengah menangis karena tergaanggu pertarungan mereka.
"Katakan selamat tinggal pada kedua orang tuamu"
Kushina terbelalak karena sosok itu telah membawa putranya, matanya berkilat tajam tak suka melihat ia membawa putranya.
Wush!
Tekanan energi mengalir deras dari tubuh Kushina hingga bayangan kegelapan terlepas dari tubuhnya.
"Aku tak akan pernah melepaskan putraku"
Kushina dengan gerakan cepat membentuk Handseal rumit.
[Ninpou : Hijutsu Uzumaki Fuin]
Slap!
Muncul 4 cahaya terang yang kemudian melesat masuk kedalam tubuj Naruto membuat tubuh gadis itu terpental beberapa meter meninggalkan tubuh Naruto yang berbaring dialtar.
"Hah... Hah... Hah... Aku percayakan segel itu padamu Naruto, itu akan melindungimu selalu dari bahaya" Ucap Kushina dengan susah sampai akhirnya jatuh tak sadarkan diri.
Gadis itu menatap Naruto yang kini berbaring di altar, ia ingin mengambil bayi itu tapi rasanya ada energi yang menghalanginya.
"Menarik! Jika aku tak bisa menyentuh Incarnasi Lucifer maka kalianpun tak akan pernah bisa memilikinya, akan aku pastikan kalian tak akan pernah bisa mengingat anak kalian bahkan desa ini tak akan ada yang tahu dia adalah anak kalian hingga tiba saatnya nanti tiba aku akan datang Lucifer"
[Dark Power : Lose Memories]
Setelah merapalkan mantra sebuah gelombang energi menyelimuti Konoha, kemudian gadis loli itu menghilang dalam lingkaran bersama Naruto.
[Flashback Off]
Naruto menatap kedua naga itu tak percaya, ternyata selama ini ia membenci orang yang sudah mengorbankan diri mereka untuk dirinya.
Bruk!
Tubuh Naruto jatuh berlutut kemudian menangkupkan tangan kewajahnya yang kini sudah berderai air mata.
"Kenapa? Kenapa kalian tak memberitahu dari dulu hah?" Teriak Naruto.
Akka mendekati Naruto. "Bukan kami tak ingin memberitahumu tapi kau belum siap lagipula kemampuannya jauh diatasmu bahkan mungkin diatas kami"
Naruto mulai berdiri. "Aku akan mencarinya sekalipun keujung dunia, akan kubalas apa yang dia lakukan pada kedua orang tuaku dan aku berjanji akan mengembalikan mereka seperti semula"
"Janji seumur hidup" Lanjut Naruto mengepalkan tangannya erat -erat.
"Dan yang harus kau tahu kenapa makhluk seperti dia tak bisa menangkapmu itu karena eksistensi mereka"
"Apa maksudmu Shiroi?"
Shiroi menggunakan telunjuknya menekan dada Naruto. "Ibumu mengorbankan seluruh kekuatannya untuk menyegel kekuatanmu"
"Kekuatanku?" Tanya Naruto tak mengerti.
Shiroi mengangguk. "Sudah kukatakan orang tuamu mengetahui keberadaan kami maka dari itu Ibumu menyegel hawa keberadaan kami beserta kekuatanmu"
"Aku mengerti, setelah Ujian Chunin nanti aku akan meninggalkan desa untuk mencari tahu keberadaan gadis itu"
"Apa kau memiliki rencana Naru?"
Naruto mengangguk. "Tentu saja Akka"
'Aku tak akan melepaskanmu dan maafkan putramu ini yang sempat membencimu Tousan Kaasan, aku janji akan menolong kalian'
[Mindscape off]
Naruto membuka mata, nyatanya kabut yang mereka tunggu tak menghilang.
"Ada yang aneh dengan kabut ini Kakashi-sensei'
Kakashi menoleh. "Aku seperti merasakan dejavu, ini seperti..." Kakashi berusaha mengingat.
"Mist Killer, Momochi Zabuza"
Mereka menoleh kearah Tazuna yang baru saja menyebut nama Iblis Kirigakure itu.
"Hahahaha... aku merasa beruntung dapat bertemu denganmu lagi Kakashi no Sharingan"
Semuanya menoleh kesamping dan mendapati sosok pria dengan mulut diperban tak lupa pedang besar dipunggungnya.
"Ini diluar dugaan kenapa kita bisa bertemu dengan Zabuza padahal ini misi C-Rank?" Kakashi menoleh kearah Tazuna yang menunduk.
Tep!
Naruto kini menghadapkan diri dengan Zabuza seraya menatap bengis kearahnya. "Beruntungnya aku bertemu musuh yang kuat, aku dalam mood yang tidak baik jadi bersiaplah"
[Red Dragon Emperor : Fire of Destiny]
Wush!
Muncul dua bola api merah menyala dikedua tangan Naruto.
Swush!
[Suiton : Dai Bakufu]
Besh!
Suara benturan api dan air itu membentuk kepulan asap yang menguar kemana -mana, tapi diluar dugaan api iti justru memakan air didepannya hingga membuatnya menbesar.
Blaaaar!
Sebuah ledakan tercipta tak besar namun cukup membuat seseorang hangus didalamnya.
"Menarik bocah" Ucap Zabuza seraya tertawa horror seraya mengacungkan pedang Kubikiribocho miliknya.
Jangankan takut Naruto haanya menyeringai melihat Zabuza mengacungkan pedang besar itu kearahnya, ia melirik kepada sensei dan kedua rekannyanya yang nampak masih sibuk dengan bawahan Zabuza.
[Ice Wall]
Crank! Crank!
Barikade es runcing melesak dengan cepat menuju Zabuza yang dengan lihai menebas barikade es menggunakan pedangnya.
Sring!
[Thunder Release : Thunder Wrath]
Blaaaar!
Sambaran petir besar menyapu ditengah mereka membuat kabut yang sedari menemano mereka bertarung kini menghilang.
'Walau serangan itu tak mengenaiku tapi rasanya tetap menyakitkan terkena gelombang kejutnya saja' Batin Zabuza memegang dadanya.
"Kenapa kau memegang dadamu? Apa kau merasa sesak"
Zabuza mendecih baru kali ini ia diremehkan oleh orang terlebih Genin. "Jangan banyak bicara bocah"
Zabuza mengacungkan pedangnya secara Vertikal namun sebuah kubah dari es melindungi Naruto dari tebasan pedang itu.
"Aku tak terlalu hebat dalam Kenjutsu, tapi kita bisa mencobanya"
Crink!
Naruto memunclkan pedang dari bongkahan es dan pedang itu sama persis dengan milik Zabuza hanya ukurannya sedikit besar milik Zabuza.
[Ice Mirror : Clone of Sword]
Naruto mengacungkan pedangnya kearah Zabuza. "Jangan salah sangka meski ini hanya tiruan kekuatan pedang ini sama dengan yang asli"
Tap!
Trank!
Adu pedang terjadi diantara mereka membuat dentingan terjadi dimana -mana bahkan pedang milik Naruto yang tadi sempat retak kini kembali utuh setelah menyerap darah Zabuza yang tertebas sedikit.
'Ternyata bocah itu tak hanya banyak bicara saja' Batin Zabuza.
Ditengah lamunannya ia tak menyadari Naruto yang kini tengah menghunuskan pedangnya kearah dengan cekatan itu menahan serangan milik Naruto.
Dengan cepat Zabuza membuat Handseal dengan satu tangan yang membuat Naruto cukup terkejut.
[Suiton : Dai Bakushi]
Naruto segera mundur kala terjengan air bah mencoba meraihnya namun sesaat sebelum air itu meraihnya detik itu juga air itu berubah menjadi bongkahan es besar.
"Ba -Bagaimana bisa?" Ucap Zabuza tak percaya.
"Kita bertarung dilevel yang sama, dilihat dari kekuatanmu kau bisa mengalahkanku tapi kau tak bisa memikirkan hal itu"
Zabuza mendecih mendengarnya dengan cepat ia berlari kearah Naruto yang kini meningkatkan kewaspadaannya.
[White Dragon Emperror : Ravage of Ice]
Bluaaar!
Disekitar Naruto muncul barikade es yang membentuk lingkaran secara berurutan.
Wush!
Naruto mendongak dan ia hanya mengumpat dalam hati, kini ia tak bisa berkutik lagi.
Crash!
"Ughh..."
Naruto mendesis keras kala dadanya menerima sayatan lebar dari pedang Kubikiribucho.
Duak!
Sebuah tendangan keras telak membuatnya tersungkur ditanah.
"Mana ucapan sombongmu bocah?"
Naruto berdiri kembali setelah mengecek lukanya yang cukup dalam hingga ia menggunakan lapisan es untuk meredakan rasa sakit didadanya.
"Baru dimulai..."
Sring!
"Sekarang giliranku..."
[Red Dragon Emperror : Fire of Sky Slave]
Sebuah terjangan api yang cukup besar kini mengenai tubuh Zabuza yang langsung terseret beberapa meter dengan luka bakar yang ketara.
"Panas? Kalau begitu akan aku dinginkan"
[Ice Break]
Naruto menembakkan bola berwarna putih menyerupai salju kearah Zabuza.
Crink!
Sedetik setelah tubuh Zabuza terkena bola putih tadi tubuh Zabuza kini membeku dalam bongkahan es.
[Dancing Bird of Red Fire]
Sebuah burung api menyerupai elang menerjang kearah Zabuza dengan sangat cepat namun belum mengenai Zabuza Api itu menghilang kala sebuah tembok es tebal menahan serangan Naruto.
"Cukup sampai disini ninja Konoha, aku berterimakasih padamu karena mempermudah pekerjaanku dengan ini aku dapat menukarkan tubuh Zabuza dengam hadiah"
Tiba -tiba muncul sosok seperti perempuan menggunakan pakaian berwarna coklat dengan topeng khas ninja kiri.
Wush!
Ninja pemburu hadiah itu menghilang dalam tiupan anngin bersama tubuh Zabuza yang masih membeku karena serangan Naruto tadi.
Sebenarnya dirinya merasa curiga dengan ninja tadi karena etikatnya tak seperti ninja pemburu hadiah lainnya yang langsung memenggal kepalanya ditempat tapi kali ini berbeda seperti ada sesuatu yang janggal.
'Dia bukan ninja pembayaran biasa, atau dia sebenarnya anak buah Zabuza?' Pikir Naruto berspekulasi tentang kemungkinan yang terjasi.
"Terserah apapun itu selagi ia tak membahayakan keselamatan kami" Ucap Naruto kemudian memegang luka melintang didanya.
"Sssshh... Ini sakit sekali"
~XXX~ Tobe Continued ~XXX~
Jumpa lagi dengan Author Namikaze Fansboy walau siang tadi Update The Miracle Of Love, sebenarnya mau di Update bareng tapi lebih baik kasih jeda waktu hehe... Bagaimana menurut kalian? Untuk Naruto pergi dari Konoha kasih memerluka 3 sampai 4 Chapter bahkan mungkin 5 hehe...
Untuk besok Author akan Update The Strungle of Dream dan kemudian Last Chapter juga dari Fandom Cross The Power of Elemental di Season satu tepat setelah pertarungan nanti, Dan bagi yang menunggu Sequel dari The Miracle of Love mungkin sedikit lama tamat Fiction The Strungle of Dream di Chapter 4
Oke... Jaa ne...
