LET ME KNOW!
MaknaeVisual Present
Cast: V/Taehyung, Jhope, JungKook
Other Cast: NamJin, YoonMin, and others
Disclaimer: Cerita ini hanyalah fiktif belaka yang MURNI dari pikiran fujoshi author, terimajinasi dari masalalu masakini dan pengalaman author maupun kerabat. terinspirasi dari beberapa komik, novel, buku, anime, lagu, film, maupun iklan ataupun sinetron/? Jika ada kesamaan judul/cerita/alur jangan salahkan author. Karna mungkin itu bertanda kita berjodoh(?)
WARNING:
TYPO! YAOI!
ALL MY FANFIC IS MINE!
DON'T PLAGIATERS!
~ HAPPY READING ~
LET ME KNOW!
Chapter 2
.
.
Author POV
6 bulan terlewat setelah insiden perkenalan Taehyung dan Hoseok. Wakil ketua osis itu bahkan sudah hafal nama dan sifat seorang Taehyung, tentu saja dengan temannya Jimin. Mereka berdua seringkali berlarian dikoridor, baju yang tidak dimasukkan kedalam celana, tidak memakai dasi dan pelanggaran lainnya. Namun tidak dengan membolos pelajaran ataupun kekerasan. Hoseok dan Suga hanya dibikin lelah oleh dua siswa yang sangat heboh disekolah itu dengan kelakuannya yang tidak bisa diam dan seenaknya.
Tidak jarang juga mereka menangkapnya dan memberinya sanksi, walaupun tentu saja mereka tidak akan jera. Sering pula mereka tertangkap dan melarikan diri. Ya begitulah mereka saling menghafal dan mengenal satu sama lain.
.
.
Pagi yang sangat cerah bagi seorang namja berambut putih gradasi pink yang baru saja keluar rumah. Ya, tentu saja itu Kim Taehyung. Ia merasa hari ini adalah hari baik baginya. Ia tak menggunakan sepeda motornya lagi untuk berangkat, iapun tak berjalan kaki. Namun menunggu jemputan dari seorang yang sudah menjadi temannya beberapa tahun ini, siapa lagi kalau bukan Park Jimin. Tak lama sebuah mobil sport hitam berhenti tepat didepannya.
"Yo Tae! Mengapa kau menunggu diluar?" Tanya Jimin sesaat setelah membuka jendela mobilnya, Taehyung hanya mengedikkan bahunya lalu masuk dan duduk disamping Jimin. Sepertinya ada yang aneh.
"Kau tak memakai supir? Tumben sekali." Ucap Taehyung, Jimin hanya tersenyum lalu mulai menjalankan mobilnya.
"Eomma sudah mempercayaiku, dan aku disuruh mandiri olehnya. Jadi aku tak pakai supir lagi! Ini semua berkat kau Tae!" Cerita Jimin dengan gembira tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan. Taehyung mengeryitkan alisnya bingung.
"Aku?" Tanyanya tak yakin. Jimin mengangguk. "Kenapa bisa begitu?"
"Entahlah, karena dekat denganmu aku tak pakai pengawal lagi sejak SMP, sekarang aku tak pakai supir lagi. Itu karena eomma percayakan aku pada kau, dan eommamu percayakan aku padamu. Yah mungkin seperti itu." Jawab Jimin. Taehyung diam tak bersuara membuat Jimin menoleh padanya. Dan lihatlah wajahnya yang 'blank' sulit diartikan. Seperti berkata 'apa? Kau bicara apa? Aku tak mengerti' dan setiap ia memperlihatkannya itu membuat Jimin tertawa.
Jimin POV
.
"Pagi Jimin, pagi Tae."
"Selamat pagi Jiminie, Taehyungie."
"Selamat pagi." Jawabku pada mereka yang menyapa kami. Oh tentu saja hanya aku yang menjawab sapaan itu. Taehyung seakan tak dengar dan bertingkah aneh dengan berjalan mengangkang seperti itu. Sungguh memalukan, rasanya aku tak ingin menanggapnya sahabat. Yah tapi itulah uniknya dia. Dan bukan Kim Taehyung namanya jika tak aneh, itulah mengapa aku memanggilnya alien.
Aku adalah anak pemilik sekolah ini. Tak banyak yang tahu fakta ini, hanya guru-guru dan tentu saja si bodoh ini. OSISpun tak mengetahuinya, karena kelakuan kami yang menjadi anak tak patuh peraturan disekolah mana mungkin percaya jika aku anak yang mempunyai sekolah ini? Namun tanpa gelar anak dari pemilik, aku sudah populer disekolah ini. Tentu saja karena ketampananku.
"Yo Taehyung Jimin!" Tiba-tiba saja datang seseorang yang langsung merangkulku dan Taehyung. "Wow ada apa ini! Kau mengubah warna rambutmu Tae?!" Teriaknya heboh. Sontak aku langsung menoleh pada Taehyung. Benar juga, rambutnya diwarnai putih dengan warna merah muda sebagai gradasinya, kenapa aku baru sadar.
"Apakah cocok denganku?" Tanyanya, dan aku masih sibuk dengan perhatianku pada rambutnya. Tiba-tiba saja Jong-Up menepuk bahuku.
"Apa kau dengar tadi Taehyung berkata apa?!" Tanyanya padaku dengan heboh, aku yang memang tak mendengar langsung menoleh pada Taehyung yang dengan bodohnya menatap Jong-Up dengan wajah blank nya itu. Aku kembali menata Jong-Up seakan menjawab tidak dan bertanya 'apa?'. Seakan mengerti, Jong-Up pun melanjutkan kata-katanya. "Tadi dia bertanya padaku, apakah warna rambutnya cocok dengannya atau tidak! Itu sangat normal! Ada apa dengannya Jiminah?! Apa yg kau lakukan!? Ini sangat bagus—"
"Aish jinjja, berisik sekali kau ini!" Ucap Taehyung memotong perkataan Jong-Up lalu memukul kepalanya. Jong-Up yang merasa tak terima, menendang kaki Taehyung. Mereka pun mulai terlibat aksi saling membully nya itu, tentu saja bercanda. Aku hanya diam tak tahu harus berbuat apa-apa. Tiba-tiba aku teringat perkataan ayahku..
Flashback
"Selamat pagi eomma, appa!" Teriakku ketika sampai dimeja makan sambil mencium pipi kedua orangtuaku itu. Lalu duduk dikursiku.
"Park Jimin, appa ingin minta sesuatu padamu, dan kau harus menurutinya jika kau ingin berangkat menggunakan mobil tanpa supir ataupun bodyguard." Ucap tuan Park, atau yang bisa dikatakan itu adalah ayahku. Aku terdiam, seakan senang dengan kenyataan bahwa aku akan membawa mobil sendiri tanpa seorang supir. Namun masih penasaran dengan apa yang appa minta. "Jadilah ketua osis dipemilihan mendatang, dan Taehyung akan menjadi wakilmu." Lanjutnya, yang ingin kuprotes.
"Tidak ada protes, dan appa tidak menerima penolakan." Tegasnya. Ibuku hanya mampu mengelus sayang rambutku. Aku hanya menunduk mengiyakan keinginan appa, dan pergi kesekolah dengan membawa mobil sendiri tanpa supir.
Jangan tanya kenapa aku bersikeras ingin membawa mobil pribadiku sendiri, walaupun dikatakan sangat muda, aku sudah bisa mengendarai mobil sejak Junior High School. Dan tentu saja aku baru mendapat sim tahun ini. Oleh karena itu aku ingin membawa mobil dan terlihat keren. Tunggu, itu berarti aku menyetujui keinginan appa bukan? Oh tidak... Aku harus membicarakan ini pada Tae.
Jimin POV end
Let Me Know!
Author POV
Taehyung, Jimin dan JongUp pun sampai dikelas mereka setelah sebelumnya terjadi aksi saling pukul antara Taehyung dan JongUp. Jimin mendudukan dirinya di kursi belakang dekat jendela, Taehyung pun duduk didepannya, sedangkan JongUp disebelah Jimin. Jiminpun teringat permintaan appanya itu, ia langsung menendangg kursi Taehyung untuk membuatnya menoleh.
"Ada apa?!" Tanya Taehyung kesal karena Jimin menendang kursinya, Jiminpun membisikkan sesuatu yang membuat matanya membesar dengan ekspresi tak percaya. "Bagaimana bisa?! Apa yang kau lakukan?!" Tanyanya lagi pada Jimin yang hanya menatap cemas.
"Akupun tak tahu maksud appa, bagaimana bisa kau dan aku yang terkenal pelanggar aturan bisa bergabung dengan kelompok yang menegakkan aturan? Ini tak habis kupikir... tapi mau bagaimana lagi, aku sudah menerimanya dengan membawa mobil sendiri hari ini Tae-ya." Jawab Jimin dengan penyesalan. Dan Taehyung? Ia hanya ber-oh ria sambil berpikir.
"Oke aku ikut." Jawab Taehyung kemudian, yang membuat Jimin menatap tak percaya sekaligus senang. "Dengan syarat." Lanjutnya kemudian dengan cengiran bodohnya membuat Jimin terdiam. Oke ia baru ingat bahwa ada alasan seorang Kim Taehyung membantunya, ya tentu saja ia menginginkan sesuatu atas kemauannya menjadi wakil osis bersama dirinya.
Belpun berbunyi tepat mereka selesai berbicara seputar keinginan ayah Jimin, tak lama perempuan paruh baya masuk dalam kelas mereka dan mulai melakukan aktifitas sebagai siswa umumnya.
.
.
"Jika ada yang ingin mencalonkan diri, harap segera mengisi data di ruang osis. Terimakasih." Ucap ketua osis yang sedari tadi masuk kelas Jimin dan Taehyung untuk mengumumkan perekrutan anggota osis dan ketua maupun wakil baru di tahun ajaran berikutnya. Tentu saja Jimin dan Taehyung langsung saling pandang saat anggota osis tersebut masuk dan berkata demikian. Ayah Jimin merencanakan ini sebaik mungkin, karena waktunya bisa dibilang sangat tepat. Baru tadi pagi ayahnya meminta untuk menjadi ketua osis, dan sekarang osis membuka lowongan itu di jam terakhir sebelum mereka hendak pulang kerumah.
"Bagaimana ini? Kita harus mendaftar sekarang?" Tanya Jimin khawatir, sedangkan Taehyung segera membereskan buku dan memasukkannya kedalam tas.
"Tentu, ayo!" Jawabnya antusias. Jimin tak habis pikir mengapa Taehyung mengiyakan dan malah sangat bersemangat dengan hal ini. Iapun menurut dan segera menggendong tas yang sebelumnya sudah ia masukan buku-buku diatas mejanya. Mereka berduapun berjalan santai-tentu tidak dengan Jimin, kenyataan bahwa ia sangat gugup tertutup dengan mukanya yang tampan- menuju ruang osis yang dari kejauhan sudah terlihat bahwa ruangan itu penuh dengan siswa yang ingin menjadi anggota atau bahkan mencalonkan diri menjadi ketua dan wakil osis. Namun semua siswa perlahan mundur dan memberi akses untuk Jimin dan Taehyung saat mereka sampai.
"Eoh? Jiminie dan Taehyung ingin bergabung dengan osis! Kyaaaa"
"Wah aku tak percaya ini"
"Osis akan menjadi tempat berkumpulnya namja tampan!"
"Yahh ini hanya akan terlihat seperti perkumpulan siswa populer"
Dan banyak lagi bisikan lainnya dari para siswa yang terdengar oleh Jimin. Ia dan Taehyung masuk ruangan itu dan langsung disambut muka tak percaya dari ketua osis yang masih menjabat itu.
"Wow... Ada apa ini Park Jimin dan Kim Taehyung datang sendiri kesini?" Tanya sang ketua osis dengan senyum miringnya menatap dua orang dihadapannya. Yang ditatap hanya diam terlihat sombong karena kedatangannya keruangan yang mereka benci itu. Hoseok berjalan kearah Taehyung dengan senyum dan ingin merangkulnya namun ditolak oleh Taehyung dengan gugup.
"Oh, apakah kalian sudah taubat menjadi siswa nakal dan berniat bergabung menjadi anggota osis?" Hoseok bersuara yang setelahnya mendapat tawaan dari Suga. "Benarkah begitu?" Tanyanya lagi menatap Taehyung dengan senyum lebarnya, berharap Taehyung meresponnya dan mengatakan ya.
"Mungkin lebih tepatnya, kami ingin menyalonkan diri untuk menggantikan kalian berdua." Ucap Jimin, terdengar dingin dan sombong. Dan semua yang berada diruangan itu terdiam menatap mereka berdua. Tak lama Suga tertawa mendengar ucapan Jimin, lalu mendekatkan wajahnya.
"Aku sangat menanti seperti apa sekolah dengan kau sebagai ketua osisnya." Ucap Suga dengan senyum meledek. Hoseokpun berjalan mengambil formulir dan diberikan pada Jimin juga Taehyung untuk segera diisi.
"Aku tak percaya kau ingin menjadi wakil dari ketua osis. Oh bahkan tak pernah kubayangkan kau masuk menjadi anggota osis." Goda Hoseok tepat didepan Taehyung dengan senyum masih menghias wajah tampannya. Taehyung menjadi semakin gugup dan kikuk tak menjawab ucapan Hoseok itu. Jantungnya berdetak tak beraturan, ia hanya harus menyelesaikan mengisi formulir ini dan pergi dari sini sebelum jantungnya meledak karena terus melihat dan membiarkan Hoseok terus berbicara padanya.
Merekapun selesai mengisi formulir dan langsung pergi dari ruangan yang menyesakkan itu.
"Apa kau yakin tidak apa-apa dengan ini?" Jimin bersuara dikala keheningan menyelimuti mereka didalam mobil. Taehyung hanya mengangguk dan menatap keluar jendela.
"Aku harap tidak apa-apa.." Jawabnya, "Dan semoga tidak apa-apa." Lanjutnya. Membuat Jimin sedikit khawatir. Karena pasalnya ia tahu bahwa Taehyung menyukai wakil ketua osis itu dan tentu saja Taehyung tahu hubungan wakil ketua osis dengan ketuanya. Dan sekarang ia harus dihadapkan dengan situasi dimana ia dan Hoseok selalu bertemu dan satu ruangan dengan Suga juga. Jimin berharap Taehyung tidak apa-apa.
.
Let Me Know
.
Taehyung POV
"Sebentar lagi peresmian, kau sudah siap?" Tanya Jimin padaku, tentu saja tidak. Aku sangat sangat gugup karena sebentar lagi aku akan menjadi wakil ketua osis, kau tahu itu? Sudah 6 bulan berlalu semenjak aku dan Jimin mendaftar keikutsertaan wakil dan ketua. Selama itu pula aku menjalani hidup yang bisa dikatakan normal olehku sendiri. Tidak melanggar aturan adalah hal yang membuatku normal. Menjalani pelatihan demi pelatihan hanya untuk bisa menjadi calon dari wakil ketua osis hingga akhirnya kami terpilih. Dan tentu saja sekarang, disaat semua siswa libur semester dan sedang berlangsung penerimaan siswa baru aku harus repot-repot datang kesekolah ini hanya untuk peresmian. Belum lagi jadwal ini dan itu yang membuat liburan berhargaku harus disekolah. "Hei! Malah melamun." Suara Jimin mengintrupsiku, aku hanya membalas dengan cengiran.
"Bagaimana? Sudah siap?" Tanya Hoseok hyung yang langsung mengelus pipiku, dan kulihat Suga hyung dibelakangnya dengan senyum menghampiri Jimin. Yah.. Selama itu pula aku dengan mereka menjadi akrab, dan bisa dibilang lebih dari seorang teman. Hoseok dengan telaten mengajariku sebagaimana menjadi seorang wakil ketua osis, begitupula Suga yang dengan sabar menghadapi Jimin yang selalu membuatnya marah ketika kegiatan mengajarnya berlansung. Tak jarang juga Hoseok memanjakanku seperti halnya memanjakan yeoja, tapi tak apalah aku juga nyaman hehe.. Dan satu hal yang baru aku tahu bahwa akhirnya Jimin menyukai Suga hyung. Kami bahkan menolak fakta bahwa mereka berdua pacaran, yah Hoseok hyung mengakuinya pada kami. Dan karena itu pula kami semakin akrab, walaupun sering sekali tertangkap muka cemburu dari Suga hyung saat Hoseok memanjakan aku, begitu sebaliknya.
Aku dan Jiminpun menjadi semakin terkenal semenjak bergabung dengan osis. Dan kita berempat selalu bersama saat istirahat, bahkan diluar sekolahpun kami terlihat sangat dekat. Bahkan orang menyebut kami perkumpulan siswa populer dan juga tampan. Kedekatan kami pun membuat Jimin menyebut kami Bulletproof yang berarti anti peluru. Katanya sih, itu menggambarkan kita berempat. Tapi sampai sekarang aku tak tahu apanya yang sama.. Akupun tersadar dari lamunanku, dan beranjak.
"Baiklah, ayo ke aula." Ajakku pada Jimin, dan dijawab anggukkan. Kamipun berjalan menuju aula untuk peresmian ketua dan wakil osis ajaran tahun ini.
.
.
Author POV
Pagi hari yang sangat cerah mengawali pagi seorang namja tampan dibalik mobil sport merah miliknya, ia dalam perjalanan menuju sekolah barunya. Ya, hari ini adalah hari dimana ia menginjak Senior High School disalah satu sekolah bergengsi itu. Tentu ia tidak akan melewatkan upacara penerimaan hari ini.
"Tuan muda, kemungkinan kita akan terlambat. Apa tidak apa-apa wakil siswa sepertimu terlambat?" Tanya seorang dibalik kemudi, ya itu adalah supir pribadinya.
"Tak apa, aku juga tidak tahu harus berbicara apa, aku hanya ingin melihat-lihat." Jawabnya santai dengan mata fokus pada layar handphonenya.
.
Waktu sudah menunjukkan pukul 08:05 KST, upacara penerimaan siswa barupun sudah berlangsung. Suasana hening menyelimuti semua yang berada di ruangan itu. Hanya satu orang yang berbicara melalui mikrofon ditengah podium yang sedang mengatakan kata sambutan sebagai ketua osis yang menggema diseluruh penjuru ruangan.
"Terimakasih dan selamat datang di Bighit Senior High School! Saya harap semua siswa mentaati peraturan yang ada dan bisa melakukan aktifitas layaknya seorang siswa yang aktif di akademik maupun non-akademik yang akan membawa harum nama sekolah kita yang tercinta ini. Sekian dari saya, ketua osis Bighit Senior High School." Ucapnya lalu melakukan bow pada semua siswa baru dihadapannya.
"Selanjutnya, kata sambutan dari perwakilan siswa baru dengan nilai sempurna. Jeon Jungkook. Silahkan untuk naik keatas podium." Ucap MC itu pada penerimaan siswa baru, sontak seluruh siswa riuh dengan nama yang baru saja disebut itu, bisik-bisikpun terjadi dan seseorang yang dipanggilpun tidak juga terlihat diatas podium. "Sekali lagi, Jeon Jungkook-"
BRAKKK!
Ucapan sang MC terpotong karena pintu aula yang terbuka keras dari luar dan memunculkan seorang namja tinggi dan tampan ditengah pintu itu. Semua yang berada diruangan itupun terdiam melihat siswa itu. Siswa? Oh ya tentu ia adalah seorang siswa karena seragam barunya yang sangat pas pada badannya, dan jangan lupakan crown pada seragam sebelah kirinya. Itu adalah tanda bahwa ia perwakilan siswa baru. Ia berjalan santai memasuki aula, lihatlah bahkan jalannya seperti seorang model. Atau ia memang seorang model? Entahlah.
"Maaf terlambat, Jeon Jungkook imnida."
.
.
.
To
Be
Continue
A/N
AAAAAAAAA MAAF BANGET BARU NONGOL ;_;)/
aku lupa akun ffnku, jd gak bisa update...berapa tahun yak._. JEONGMAL MIANHAEEEEEEE!
AKU MOVE WP YAAAA SEMUA
BISA SEARCH LET ME KNOW! ATAU AKUNKU DI MAKNAE_VISUAL
ini banyak betul yg nanyain, jadi aku usahain apdet tiap minggu (klo galupa)._.
BIG THANKS
buat yg nunggu dan nanyain ini kapan update. makasih bangettttt
JEONGMAL GOMAWO
buat yg udah review, ninggalin jejak, ngasih saran, kritik dll. makasi sayangsss
once again
KHAMSAHAMNIDA^^
REVIEW AGAIN
PLEASE~
