Title : Jar of heart

Rating : M (mature)

Genre : Romance, Drama , a bit angst.

Character : Starring : Cho Kyuhyun , Lee Sungmin.

Slight : Lee donghae, Lee hyukjae and other pair.

Warning : Genderswitch , Typo(s).

Disclaimer : I only own the plot.

Summary : Aku takut kehilangan dirimu , sayang. Aku takut kehilangan bagian dari diriku yang sejak dulu dengan susah payah aku pertahankan. "Biarkan aku melihat hal yang menjadi milikku, Min"


"Jangan," Sungmin memperingatkan dengan terengah- engah.

"Kau tak boleh lari. Kita belum selesai." Lelaki itu memperingatkan.

"Dengar , aku masih sangat marah padamu , Kyu."

Kyuhyun memutar tubuh sungmin ke hadapannya . Dengan lembut ia mengusapkan jemarinya ke pipi Sungmin.

"Maafkan aku sayang. Aku lepas kendali dan aku tidak bermaksud membuatmu takut seperti tadi."

Sungmin mencari kebenaran ucapan Kyuhyun dengan melihat ke dalam mata jernih suaminya dan ia menemukan hal itu, ketulusan.

Sungmin sempat kaget sewaktu membuka pintu tadi karena ia masih dilanda rasa kesal pada Kyuhyun , jadi dia berencana untuk sedikit jual mahal atas permintaan maaf kyuhyun. Namun hasilnya justru ia yang tergoda dengan kelihaian Kyuhyun dalam sentuhannya.

"Kyu, kau tak tahu apa yang kau bicarakan."

"Aku sangat tahu , Min. Aku perlu kontrol darimu dan kau tahu apa yang sedang ku lalui saat ini sangat membuatku sesak."

Kyuhyun menarik sungmin untuk duduk, mengajak bicara dari hati ke hati.

"Aku takut kehilangan dirimu , sayang. Aku takut kehilangan bagian dari diriku yang sejak dulu dengan susah payah aku pertahankan."

"Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi," Suara Sungmin yang penuh keyakinan membuat Kyuhyun tersenyum.

Kyuhyun mengecup pucuk kepala Sungmin dan membelai rambut istrinya dengan sayang.

"Apa yang aku lakukan saat ini semata-mata adalah untuk membuat kita merasa aman, kita telah berhasil melewati satu tahap dalam hubungan yang baru dan kita tidak boleh menguras perasaan kita seperti ini. Hal ini seharusnya membuat hubungan kita menjadi kokoh."

Mata Sungmin mulai tersengat dengan air mata , menangis dalam dekapan suaminya . Mengelus wajah suaminya menelusuri setiap lekuknya , berbisik dalam tangisnya.

"Aku ingin itu," bisiknya. "Sangat ingin."

"Aku akan mewujudkannya , Min ." Kyuhyun menundukkan wajahnya dan menyapukan bibirnya ke bibir Sungmin. Sungmin meresapi setiap sentuhan itu , sensasi panas menjalar di setiap bagian tubuhnya. Sungmin sangat menginginkan Kyuhyun saat ini.

"Aku menginginkanmu , Kyu. Bawa aku ke ranjang. " Hati Kyuhyun sangat berbahagia mendengar kalimat tersebut. Segala kepenatan dan juga kekecewaan yang tadi di rasakannya menguap begitu saja, perasaan Sungmin sangat bergantung padanya membuat Kyuhyun yakin jika dia dapat melewati semuanya.

Kyuhyun kembali mencium bibir manis Sungmin dan mengangkatnya ke atas menjauh dari sofa , tubuh sungmin menempel erat di dada kyuhyun. Kakinya melingkar di pinggul dan membenamkan wajahnya di leher Kyuhyun.

Kyuhyun mengerang dalam nikmat dan mulai berjalan ke kamar mereka. Membaringkan Sungmin ke hamparan seprai putih bercorak bunga sakura , menatap Sungmin sejenak. Kyuhyun sangat bersyukur kepada Tuhan karena sudah memberikan Sungmin , ia mengangumi ciptaan- Nya saat ini.

Kyuhyun tidak ingin terburu-buru , ia ingin menikmati saat seperti ini . Wajah sungmin yang cantik dengan rambut yang tersingkap di atas bahu dan sebagian lagi yang menutupi keningnya. Mata Sungmin yang sangat jernih membuat siapapun akan terpesona bila memandangnya , dan semuanya itu adalah miliknya. Perlahan ia melepaskan kemeja yang ia kenakan , satu persatu kancing itu terbuka. Sungmin tersenyum melihatnya , meskipun tubuh Kyuhyun tidak sebagus Siwon namun tubuh inilah yang mampu membuat Sungmin terpuaskan . Kyuhyun tidak terlalu peduli dengan repotnya menjaga pola makan dan mengatur jumlah kalori seperti yang di lakukan lebih memilih berkutat dengan komputer atau berjalan-jalan di sekitar Insadong dan mencicipi makanan yang di jual di sana.

Kyuhyun memegang kaki Sungmin , menyelinapkan jarinya ke pangkal paha Sungmin . Mengusap bagian lembab disana . Matanya tetap mengawasi Sungmin , kulit putihnya , tulang pinggulnya , perut, bagian kewanitaan , lekuk bokong yang sempurna serta kaki yang cukup jenjang untuk melingkar di sekeliling pinggangnya saat Kyuhyun berada jauh dalam Sungmin. Sangat manis dan bergairah.

Ia sering berpikir dengan tinggi badan sekitar 178 cm , Sungmin bisa saja menjadi model atau akan keluar sebagai juara dalam kontes kecantikan nasional, namun jika itu terjadi Kyuhyun tidak akan memaafkan dirinya karena membiarkan lelaki diluar sana mengagumi tubuh istrinya. Sungmin memiliki tubuh yang membuat Kyuhyun terdiam . Payudara yang masuk dalam kategori di atas rata-rata ini membuatnya ingin meneriakkan kemenangan.

"Kau sangat cantik , Min." Sungmin mendengar namanya di keluar dari bibir Kyuhyun , tapi terasa berat saat akan menjawabnya. Kyuhyun melihatnya telanjang. Ia sedikit khawatir dengan penampilannya, Ia merasa tidak begitu percaya diri mengingat Sungmin termasuk dalam wanita yang mudah gemuk. Ia menyantap makanan yang menurutnya lezat tanpa memikirkan nilai kalori di dalamnya dan hal ini adalah salah satu kesamaannya dengan Kyuhyun. Di saat senggang ia terkadang masih menyempatkan diri untuk latihan matrial arts dan sepertinya Ia harus membuat jadwal rutin latihan itu. Sungmin tidak ingin membuat Kyuhyun kecewa , ia ingin mendedikasikan seluruh hidupnya pada Kyuhyun . Sungmin mendamba bagian kecil dari tubuh Kyuhyun dalam dirinya dan akan melakukan hal yang sama pada Kyuhyun .

Perlahan-lahan Kyuhyun membawa mulutnya dari perut Sungmin menuju payudaranya. Menjilat bagian pinggir payudara itu , mengabaikan pucuk merah yang mengacung di tengahnya. Lidahnya menelusuri sekeliling aerola kanan dan kiri. Sementara Sungmin merasa tersiksa dengan sikap Kyuhyun yang mengabaikan putingnya, Sungmin melekungkan badannya ke depan berharap bibir Kyuhyun akan menyentuh putingnya , namun sia –sia , Kyuhyun masih membuatnya tersiksa dalam ketidakberdayaan. Sungmin menangkup kedua tangannya di wajah Kyuhyun dan menariknya ke atas.

"Kyu, kumohon sentuhlah dia," Nafas Sungmin terengah-engah , di pinggir keputus asaan mendamba sentuhan . Kyuhyun tersenyum lembut dan mengecup bibir Sungmin.

Kyuhyun menarik puting itu ke dalam mulutnya , memainkan ujung lidahnya di bagian itu . Sementara bagian sebelahnya dimanjakan dengan ibu jari dan telunjuk Kyuhyun, semuanya membuat Sungmin mendesah dan menyebut nama Kyuhyun. Bagian kewanitaan Sungmin tidak lolos dari invasi tangan Kyuhyun, ia membelainya dengan begitu lembut memberikan efek yang begitu besar. Kewanitaan Sungmin mengetat di antara jari-jari Kyuhyun.

Sungmin tampak begitu pasrah dan sensual , gerak- geriknya terekam jelas di mata Kyuhyun . Sungmin di bawah kendalinya terbaring di bawahnya. Bulir keringat membasahi kening dan lehernya menyeruakkan aroma alami tubuhnya, aroma yang di sukai Kyuhyun.

Kyuhyun sangat ingin memanjakan Sungmin dengan lidah dan bibirnya , Tangan Kyuhyun sedikit gemetar saat ia membuka ikat pinggang dan selanjutnya celana panjangnya. Ia melangkah keluar dari celana panjangnya , yang tersisa hanyalah celana dalam Kyuhyun . Ereksinya sudah sempurna . Sungmin menyaksikan setiap gerakan saat Kyuhyun menanggalkan pakaiannya satu-persatu, ia mengaguminya. Mendapatkan pandangan seperti itu membuat ereksi Kyuhyun semakin keras dan panas , ia merasa seperti terbakar dan siap meledak untuk Sungmin.

Kyuhyun menaiki ranjang dan menempatkan lututnya diantara kaki Sungmin, konsentrasinya sedikit terpecah , ia bingung harus mulai dari mana. Ia ingin memuaskan hasratnya dengan bermain kasar dan cepat namun di sisi lain, ia juga ingin Sungmin menikmati dan merekam setiap percintaan mereka. Setiap gerakan yang membuat Sungmin merasa di inginkan sebagai seorang menyingkapkan celah di antara kaki Sungmin memandang bagian lembab yang sudah mengeluarkan cairan dan membuat bagian itu sedikit mengkilap. Sungmin merasa sangat intens di pandang Kyuhyun seperti itu , bayangan Kyuhyun mengagumi bagian itu membuat pikiran Sungmin menjadi berbunga-bunga. Ia mengulurkan tangannya untuk menutupi bagian itu , namun di cegah Kyuhyun.

"Biarkan aku melihat hal yang menjadi milikku ." pandangan mata Kyuhyun beralih ke manik mata Sungmin, suaranya lembut namun sarat akan perintah. Sungmin meletakkan tangannya kembali ke sisi tubuhnya. ia menarik kakinya ke atas , menekuknya di antara kaki Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum saat Sungmin mematuhi perkataannya.

"Dan sekarang , letakkan tanganmu ke sisi bantal . Jangan melepasnya sebelum aku menyuruhnya. " Perintah Kyuhyun bagaikan suatu janji yang harus di tepati. Lagi-lagi Sungmin menurutinya ,posisi Sungmin yang seperti ini benar-benar menggambarkan suatu penyerahan total yang terbalut dalam keanggunan.

Walaupun masih diliputi rasa kebingungan , Mata Sungmin berkedip dan berfokus pada Kyuhyun.

"Percayalah sayang . Aku tidak akan menyakitimu. Biarkan aku melakukan ini dengan caraku..."

"Kyu, aku percaya padamu." Gelenyar panas menyelimuti dada Kyuhyun. Ia sangat suka ketika Sungmin menyebut namanya di tengah panasnya percintaan mereka.

Kyuhyun membelai pipi Sungmin memberi ketenangan di sana, " Sayang," Payudara Sungmin naik sedikit mengingat posisi tangannya yang saat ini ke atas. Ujung putingnya terlihat tegang , begitu sempurna. Mulut Kyuhyun kembali pada puting itu , menghisap dan memutar-mutar pada ujung sensitifnya, Kyuhyun sangat menyukai bagaimana puting itu bergerak di bawah mulutnya.

Kyuhyun menarik mulutnya dari puting itu. Jarinya meraih salah satu puting yang lain dan memutarnya sebelum menarik ujungnya sedikit mencubit. Sungmin mengerang dan melengkung kearahnya tapi tangannya tetap berada di sisi bantal, berpegang sangat erat. Ia menjepit yang lainnya dan menyaksikan Sungmin sedikit melenturkan pinggulnya, secara refleks kaki Sungmin melebar dan menampilkan pemandangan yang erotis di hadapan Kyuhyun.

"Oh Tuhan, kau sangat cantik , Min." Kyuhyun mengucapkan hal tersebut sambil menelusuri perut Sungmin, mencium setiap bagiannya dan memainkkan lidahnya disana. Semakin turun ke bawah , Kyuhyun menemukan milik Sungmin telah basah . Kyuhyun menciumnya terlebih dahulu dan menunggu respon Sungmin atas tindakannya. Nafas Sungmin terdengar pendek-pendek , Ia hanya melampiaskannya dengan mengerang dan mempererat genggaman tangannya.

Kyuhyun tersenyum menyukai respon Sungmin. Sungmin bergetar hebat dalam sentuhannya. Kyuhyun menjentikkan lidahnya disana dengan berusaha menekannya agar terbuka Sungmin pelan dan lembut menunjukkan rasa kenikmatan dan kebutuhannya, kebutuhan yang hanya bisa di berikan Kyuhyun.

"Kau sangat menggairahkan sayang," bisik Kyuhyun diantara paha dalam Sungmin.

Sungmin mendengar bisikan itu walaupun samar dan mencoba menjawabnya dengan terbata-bata.

"Kau yang membuatku bergairah, Kyu. Kau membuatku cantik dan di inginkan."

"Serahkan dirimu padaku sayang. Serahkan semuanya dan biarkan aku yang mengambil alih kendalimu." Kyuhyun mencium kewanitaan Sungmin. Mengeksplorasi setiap bagian dari tubuh Sungmin, ia ingin Sungmin tidak memikirkan apapun selain percintaan panas ini.

Sungmin mengerang nikmat saat lidah Kyuhyun masuk semakin dalam . Pinggul Sungmin semakin terdorong ke depan meminta Kyuhyun melakukannya lebih keras. Kewanitaan Sungmin bergetar dan dapat dirasakan oleh bibir Kyuhyun. Ia tidak bisa berhenti saat ini . Lidahnya tetap berfokus di dalam dan melakukannnya secara berulang-ulang , menyentuh inti tubuh Sungmin dan merasakannya semakin berkedut, menandakan siap melepaskan orgasmenya.

Sungmin berseru saat klimaks melanda dirinya, matanya berkabut nafasnya tersengal-sengal. Orgasme masih mengambil alih tubuhnya . Kyuhyun tidak mengambil waktu lebih lama lagi , ia menggesekkan bagian tubuhnya yang keras ke milik Sungmin. Hal ini membuat kadar kenikmatan Sungmin bertambah berlipat kali. Mereka berpandangan sejenak meluapkan segala emosi dan kebutuhan yang terkandung di dalamnya.

Kyuhyun membenamkan miliknya dengan satu dorongan yang keras , Sungmin mengerang dengan suara yang paling seksi ketika Kyuhyun sudah berada di kewanitaannya terasa panas dan menelan milik Kyuhyun semakin dalam , mencengkeramnya melalui klimaks yang masih berlangsung. Kyuhyun mengakui kalau ia sudah menyerah pada Sungmin , Seorang Kyuhyun yang tempramental dan arogan bertekuk lutut dalam gairah Lee Sungmin.

Sungmin bergerak seirama dengan Kyuhyun, menerima setiap dorongan yang Kyuhyun berikan kepadanya. Hentakan dan dorongan yang dilakukan Kyuhyun dalam dirinya terasa begitu manis, gerakan yang sangat memuja. Suara mereka terdengar mengisi ruangan itu, suara yang hanya terdengar saat tubuh mereka menyatu dan membawa mereka mendekat sampai menuju pusara kenikmatan dan gelenyar panas. Kyuhyun menatap mata Sungmin dan menguncinya disana, ia menikmati bagaimana Sungmin di kuasai oleh suatu kebutuhan yang ia berikan. Sungmin merasakannya dan memilikinya.

Sungmin menegang dan matanya terpejam, mulutnya sedikit terbuka. Sebuah sikap akumulasi dari sensasi bagian bawah tubuhnya. Kyuhyun membawa bibirnya untuk mengecupnya dan mendorong kedalam dengan lidahnya. Suara teriakan Sungmin teredam dengan bibir kyuhyun saat ia mulai menuju orgasme. Memberikan sepenuh miliknya kedalam kendali Kyuhyun , bagaimana miliknya berefek luar biasa pada testikel Kyuhyun. Ini menjadi luar biasa erotis saat milik Kyuhyun menyembur kedalamnya. Kenikmatan yang tak bisa terlukiskan dengan kata-kata untuk mengungkapkan bagaimana rasanya. Dunia Kyuhyun tersesat di dalamnya mencoba bertahan dalam sensasi panas bersama dengan ledakannya.

Tubuh mereka masih bertaut , milik Kyuhyun masih berkedut di dalamnya. Keduanya terlarut dalam orgasme masing-masing. Saat mereka kembali lagi ke titik sadarnya, Kyuhyun merasakan detak jantung Sungmin dibawah dadanya dan sedikit kenikmatan saat terakhir kali dinding ketat Sungmin mencengkeram miliknya. Percintaan yang begitu luar biasa.

"Aku mencintaimu." Bisik Kyuhyun. Ia melihat kedalam mata Sungmin yang berubah bercahaya dan kemudian basah oleh air mata,dia menangis bahagia. Sungmin mempererat tubuh kyuhyun dalam dekapannya membenamkan dirinya ke dada suaminya, menangis pelan tanpa suara.

"Katakan padaku kalau kita akan melewati semua dengan tetap berpegangan tangan, bahkan jika di rasa itu adakah hal tersulit yang dapat kita lakukan." Bisik sungmin diantara isak tangisnya.

Kyuhyun membelai rambutnya, melilit diantara kelembutannya .Melakukannya berulang sampai Sungmin berhenti menangis.

"Kita tidak akan pernah tahu jika kita tidak mencobanya dan sekarang aku tahu bahwa kita akan melakukannya. Aku ingin membuktikan pada ayahmu kalau kita layak di perjuangkan." Kyuhyun merapihkan helaian poni Sungmin dan mengecup keningnya.

Kyuhyun tidak pernah takut sebelumnya namun kenyataan bahwa dia harus memperjuangkan hubungan ini sampai titik dimana mereka bisa berhenti dan menikmatinya membuat hatinya sedikit kecut. Perkataan Sungmin yang menegaskan akan melewati ini bersama-sama membuat perasaan hangat dihatinya. Awalnya Kyuhyun merasa hanya dialah yang jatuh bangun dalam mempertahankan hubungan ini. Sungmin terlihat sangat menarik karena butuh perjuangan untuk memilikinya.

Untuk Sungmin ,semua pintu terbuka lebar termasuk labirin hati Kyuhyun yang tak terjamah oleh siapapun. Kelembutan Sungmin mendobrak setiap labirin dan hanya mengisinya dengan cinta.

Sungmin mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Kyuhyun, tersenyum lembut dan mendaratkan ciuman hangat di bibirnya. Setelah pertengkaran yang membuat emosi keduanya terkuras dan di hapus oleh kelembutan sentuhan Kyuhyun. Sungmin bahagia , mereka berpelukan erat dan bertahan sampai alam mimpi mengambil alih tugasnya.

.

.

.

Sinar mentari belum menampakkan hangatnya di Seoul , tapi Sungmin sudah bangun dan menatap wajah Kyuhyun disampingnya. Menarik tubuhnya kedepan dan mengecup bibir suaminya. Kyuhyun tidak bereaksi, ia tetap tidur tenang. Mungkin segala hal yang di hadapinya akhir-akhir ini membuat kelelahan pada fisiknya.

Sungmin bangkit dari tempat tidur dan memunguti pakaian yang berserakan di lantai membawanya ke keranjang baju kotor. Ia mandi dengan kucuran air hangat yang begitu menyegarkan . Sungmin memperhatikan refleksi wajahnya di cermin wastafel , menelusuri jejak Kyuhyun yang masih terasa hangat disana. Menelusuri leher , tulang selangka, dada, perut dan inti tubuhnya. Sungmin tersenyum malu saat pikirannya tiba-tiba membayangkan hal semalam. Setelah bergegas memakai baju kasual dan menyapukan sedikit bedak di pipinya, Sungmin menuju dapur dan mulai menyiapkan sarapan. Memasak omelet yang dicampur dengan daun bawang dan irisan abalon serta mengisi gelas bening Kyuhyun dengan jus jeruk. Mengambil beberapa vitamin untuknya dan juga untuk Kyuhyun .

Sungmin masuk kedalam kamar tidurnya, dilihatnya Kyuhyun masih terpekur dalam tidurnya. Sungmin menyikapkan gorden jendela yang membuat mata Kyuhyun sedikit terganggu dengan hal itu.

"Bangun sayang." Sungmin mengelus surai Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menggeliat sebentar tanpa ada gerakan yang berarti, Sungmin tersenyum dan mengecup keningnya.

"Min, aku masih sangat mengantuk, beri aku lima menit lagi." Ujar Kyuhyun sambil tetap memejamkan matanya.

"Bangun atau kau akan terlambat ,Kyu. Dan aku tidak ingin mendengar Donghae menelepon karena kau belum juga tiba di kantor."

Sungmin bangkit dan menyambar selimut yang menutupi tubuh polos Kyuhyun. Ia berpura-pura tidak peduli dengan keadaan Kyuhyun saat ini. Kyuhyun mengerang terganggu.

"Kau menyebalkan , Min." Kyuhyun bangkit duduk dari tidurnya dan mengusap kasar rambutnya.

Sungmin tersenyum menyadari Kyuhun yang sedikit kesal.

"Aku juga mencintaimu, Kyu."

Kyuhyun tersentak akan pernyataan Sungmin, rasa kantuknya menguap hilang. Ia memandang Sungmin.

Sungmin yang tahu maksud dari pandangan itu memberi peringatan bahwa ia tidak akan mempunyai banyak waktu untuk sesi selanjutnya. Kyuhyun terlihat kecewa dengan reaksi Sungmin tapi ia tetap menghargainya.

"Apa rencanamu hari ini ,Min?"

"Mungkin aku akan mengecek kotak surat dan pergi ke panti asuhan sebentar untuk sekedar memasakkan makan siang untuk anak-anak . Setelah itu aku akan berbelanja sayuran karena persediaan makanan kita sudah habis."

"Apa kau butuh uang lebih untuk membeli beberapa pakaian mungkin?" Kyuhyun bertanya sesaat sebelum masuk ke kamar mandi . Sungmin menggelengkan kepalanya, Uang bulanan yang diberikan Kyuhyun kepadanya masih cukup lagipula ia tidak merasa memerlukan baju baru.

"Tidak perlu sayang \, aku tahu kau telah bekerja keras untuk memulai kehidupan baru ini dan aku tidak mau membuang uang hasil kerja keras suamiku hanya untuk keperluan yang tidak penting. Kita harus menabung , kyu."

Kyuhyun tersenyum mendengar pengertian Sungmin. Ia bekerja sekuat tenaga untuk membahagiakan Sungmin, Kyuhyun sadar Sungmin tetaplah sama seperti wanita lain yang akan tertarik dengan berbagai tawaran diskon pakaian dan alat kecantikan lainnya, tapi Sungmin bersikeras kalau ia tidak membutuhkan itu semua. Terkadang Kyuhyun merasa bersalah karena merenggut kebahagiaan Sungmin yang serba berkecukupan dan harus tinggal bersamanya yang masih merintis karier di bidang fotografi.

.

Seorang gadis berkulit putih bersih keluar dari bandara Incheon dan mendorong satu troli penuh koper. Rambutnya yang panjang tergerai berwarna pirang dengan blus berwarna kuning gading dan celana denim pendek membuat tampilannya sangat natural tapi tidak bisa menutupi kesempurnaan fisiknya.

Ia melihat jam tangannya ,menunggu sesuatu.

Sesaat mobil hitam berhenti di depannya, lelaki berpakaian rapi segera membantu mengangkat kopernya ke bagasi.

"Selamat datang kembali di Korea nona." Pria itu memberi sapaan khasnya sambil melirik kaca spionnya.

"Ah, terimakasih Paman Shin, aku tidak percaya kalau aku akan kembali lagi ke negeri ini ." jawabnya sambil tersenyum.

"Aku rasa kakak anda akan merasa senang kalau tahu anda sudah kembali ke Korea."

"Paman , bisakah paman berhenti berbicara formal padaku. Aku sudah menganggapmu seperti ayahku sendiri dan aneh rasanya jika paman terus berbicara dengan gaya seperti itu."

Lelaki yang biasa dipanggil paman Shin itu tersenyum mendengar keberatan anak majikannya. Ia sudah mengenal gadis ini sejak masih kecil dan ia hampir tidak mengenali gadis ini setelah lima tahun tidak bertemu. Gadis ini dulunya sangat nakal dan selalu berontak jika pengasuhnya memasang jepit lucu di rambutnya, tapi lihatlah sekarang gadis ini berubah menjadi sangat cantik setelah dewasa.

"Baiklah hyukkie,"ujar paman Shin .

"Itu kedengaran lebih baik di bandingkan sebelumnya. Paman, apa paman tahu dimana tempat tinggal Sungminn eonni?"

Paman Shin menganggukkan kepalanya.

"Sebelum kau mengunjungi kakakmu ada baiknya jika kau beristirahat barang sehari, perjalanan dari Paris pasti sangat melelahkan."

"Paman benar, sudah lama aku tidak melakukan penerbangan jarak jauh dan itu membuatku sedikit pusing."

Tak lama kemudian gadis itu tertidur hingga mobil yang di tumpanginya berhenti di sebuah rumah megah. Paman Shin membangunkan dengan hati-hati takut kalau gadis ini akan kaget.

"Terima kasih paman, aku sangat lelah hingga tidak menyadari kalau kita sudah sampai,"ujar gadis itu riang.

Eunhyuk atau yang biasa dipanggil hyukie itupun melesat masuk kedalam rumah, ia berlari mencari ibunya yang ternyata sedang berada di halaman belakang sedang menanam bunga mawar. Ia memeluk punggung ibunya dari belakang.

"Astaga sayang kau membuat eomma kaget,"ujar Leeteuk sambil tersenyum dan memeluk putrinya.

"Benarkah? Aku rasa eomma hanya berpura-pura kaget dan kurasa kehadiranku juga tidak terlalu berpengaruh disini."

Leetuk segera mencuci tangannya yang kotor dan memeluk putrinya.

"Mana mungkin eomma tidak senang kau kembali ke Korea, bahkan eomma sudah menyuruhmu berhenti sejak dua tahun yang lalu."

"Dan sekarang permintaan eomma terkabul, aku memutuskan untuk merintis karir di sini saja,"ujar Eunhyuk mantap.

"Kalau begitu eomma akan menghubungi ayahmu agar pulang lebih awal sehingga kita bisa berbincang-bincang sebelum tidur."

Eunhyuk melepaskan pelukannya dan wajahnya kembali dingin .

"Aku rasa eomma tidak perlu melakukannya atau aku akan berakhir mati duduk di perpustakaan selama tiga jam."

Leeteuk melihat kekecewaan dari permbicaraan Eunhyuk, putrinya ini mengalami masa sulit dengan ayahnya, Kangin. Itu juga yangn menyebabkan Eunhyuk tinggal di Paris selama lima tahun dan menolak untuk pulang ke Korea untuk sekedar merayakan natal bersama. Eunhyuk selalu bersitegang dengan Kangin dan biasanya berakhir dengan kemarahan Kang in.

"Eomma mengerti ,tapi setidaknya kau harus menyapa ayahmu sebelum tidur," ujar Leeteuk lembut.

Eunhyuk tersenyum , sebenarnya ia juga tidak mau bersikap demikian terhadap ayahnya namun siakp ayahnya yang dominan di keluarga ini membuat jiwanya berontak. Ia bukanlah Sungmin yang selalu menjadi gadis baik dan membuat ayahnya bangga . Eunhyuk merasa kasihan kepada Sungmin, kakaknya selalu berusaha membuat ayahnya bangga padahal Eunhyuk tahu saat-saat Sungmin tertekan dan menangis sendirian dalam malam. Sungmin sangat menyayangi dirinya begitupun sebaliknya.

Eunhyuk masuk kedalam kamarnya yang sudah di biarkan kosong selama lima tahun ini. Ada sejenak kehangatan saat melihat foto-foto yang terpajang di dinding kamar itu, foto dirinya dan Sungmin yang tersenyum bahagia . Ia mengambil sebatang rokok dan menyalakannya, menghisap dalam rokoknya merasakan pahit dari tembakau sambil memandang ke luar jendela. Kalau saja ayahnya tidak bersikap seperti seorang diktator mungkin lima tahun yang lalu ia tidak akan pergi ke Paris , ia sudah jengah dengan sikap ayahnya. Pertengkaran sering tidak terhindarkan saat ia dan ayahnya duduk bersama dalam satu ruangan.

.

.

Pagi ini Eunhyuk menghubungi Siwon –mantan calon kakak iparnya- menanyakan alamat apartemen Sungmin yang saat ini sudah menghubunginya saat di Paris perihal pernikahannya dengan pemuda bermarga Cho namun karena padatnya pekerjaan Eunhyuk tidak dapat menghadiri pernikahan Sungmin.

Eunhyuk tidak bertanya soal alamat Sungmin pada ibunya karena ia tahu kalau ayahnya mengawasi setiap pergerakannya. Makan malam pun dilewati dengan keheningan dan sepertinya ayahnya sudah tidak peduli lagi tentang keberadaan Eunhyuk dirumah itu. Berbekal alamat yang Siwon berikan kepadanya , Eunhyuk mengendarai mobilnya ke distrik yang tak jauh dari pusat kota Seoul.

Dengan ragu-ragu ia memencet bel yang ada di hadapannya, setelah menunggu beberapa saat akhirnya pintu itu terbuka dan menampilkan sosok kakaknya –Sungmin-.

"Hyukie, Apa ini kau ? Oh Tuhan, aku tidak menyangka kalau kau akan kembali lagi ke Seoul," teriak Sungmin sambil memeluk erat adiknya.

Eunhyuk tersenyum .

"Apa kau senang jika aku tidak kembali dan menghabiskan masa mudaku di Paris?"

"Tentu tidak sayang, justru aku sangat senang kau mau kembali ke Seoul, ada banyak yang harus aku ceritakan kepadamu."

Sungmin menggandeng Eunhyuk masuk ke dalam apartemennya dan segera berlari menuju dapur mengambil persediaan susu strawberry .

"Ini minumlah." Sungmin menyodorkan segelas besar susu strawberry dingin pada Eunhyuk.

"Ternyata kau masih ingat kesukaanku "

"Jangan banyak bicara , kau membuatku muak hyukie. Darimana kau tahu alamat ini, Apa Siwon juga yang memberitahukan kepadamu?"

Setelah meneguk minumannya , Eunhyuk mulai bercerita pada Sungmin bagaimana ia mendapatkan alamat dan kalau ia sudah memutuskan akan menetap di Seoul dan akan meninggalkan pekerjaannya di Paris.

Mereka bercerita tentang kehidupan masing-masing dan memutuskan untuk mengakhiri percakapan saat jam menunjukkan pukul sepuluh , itu saatnya Sungmin pergi ke panti asuhan. Sungmin mengajak serta Eunhyuk pergi menemui anak-anak itu. Eunhyuk yang sifatnya sama dengan Sungmin yaitu sangat menyukai anak kecil menyambut tawaran itu dengan gembira.

.

.

Sungmin dan Eunhyuk sudah selesai membantu memasak makanan siang untuk anak-anak . sekarang saatnya mereka bersantai di belakang panti yang berhadapan dengan sungai kecil.

"Eonni , apa kau bahagia dengan kehidupan pernikahanmu?" tanya Eunhyuk sambil menyalakan rokoknya.

"Iya , aku baha-" ucapan Sungmin terpotong saat ia melihat Eunhyuk merokok.

"Astaga , apa yang kau lakukan bodoh? Sejak kapan kau mulai merokok, hah?"

Sungmin menatap Eunhyuk tajam sedangkan yang ditatap hanya memberikan senyum kecil sambil terus menghisap rokoknya.

"Tenang saja, aku rajin mengecek kesehatanku jika itu yang kau khawatirkan. Lagipula jika aku sakit tentu itu merupakan berita gembira untuk appa."

"Aku tidak habis pikir dengan keadaanmu sekarang, Kau berbeda dengan yang kukenal dulu. Ceritakan kepadaku apa yang membuatmu seperti ini? Aku tahu di Paris hal ini sudah biasa tapi kau tidak bisa membuatnya sama saat berada disini. Tentu saja appa akan menghajarmu jika dia tahu kalau kau merokok." Sungmin memarahi Eunhyuk yang terlihat santai saja.

"Sudahlah, jika aku bosan aku akan berhenti merokok tapi tidak untuk saat ini. Sekarang ceritakan kepadaku bagaimana perlakuan suamimu, apa dia orang yang menyebalkan?" Eunhyuk mematikan rokoknya.

"Kau harus mengenalnya hyukie," ujar Sungmin sambil tersenyum. "Dia tipe pria yang sangat bertanggung jawab meskipun terkadang emosinya sering meledak, tapi seluruhnya ia sangat mencintaiku." Sungmin menoleh ke arah Eunhyuk yang mendengarkannya dengan seksama.

"Dan kau sangat dimabuk cinta karena pertama kalinya dalam hidupmu menentang keras perintah appa, dan aku yakin ini adalah pukulan berat bagi appa jika di bandingkan semua pemberontakanku."

Sungmin mengangkat bahunya , kurang lebih ia membenarkan ucapan Eunhyuk. Selama ini ia selalu menjadi putri yang penurut dan selalu berusaha menjadi yang terbaik demi kesenangan ayahnya, tetapi saat menjalin kasih dengan Kyuhyun semuanya berbanding terbalik. Sungmin berani dengan yakin memilih Kyuhyun di banding dengan segala gemerlap kekayaan keluarganya. Sungmin juga tahu masalah yang membuat jarak Eunhyuk dan ayahnya menjaddi renggang karena ayahnya juga bersikap diktator pada Eunhyuk yang tidak dapat diterima oleh adiknya yang berjiwa bebas. Sungmin sangat menyayangi Eunhyuk begitu juga sebaliknya, kasih sayang mereka tidak di tunjukkan dengan perbuatan yang nyata karena Eunhyuk kurang begitu suka dengan hal bermanja-manja.

Saat Eunhyuk memutuskan pergi ke Paris dan berkarir disana sebagai seorang model, Sungmin dengan daya upaya mencoba mencegahnya namun gagal. Tekad Eunhyuk sudah bulat, ia ingin membuktikan kepada ayahnya kalau ia mampu mandiri tanpa bayang- bayang marga ayahnya.

Sungmin sedang menjawab panggilan telepon saat langit menunjukkan rona jingga. Kyuhyun menelepon Sungmin dan memintanya untuk tetap disana karena Kyuhyun akan menjemputnya. Kebetulan lokasi Kyuhyun mengambil gambar melewati daerah itu, setelah menunggu selama setengah jam akhirnya Kyuhyun sampai dan mendapati Sungmin duduk berdua dengan seorang gadis di sampingnya.

"Ming,"

Sungmin menoleh dan mendapati Kyuhyun sudah berdiri di belakang tempat duduknya. Ia melonjak berdiri dan memeluk Kyuhyun.

"Sayang , ini adalah adikku Eunhyuk , dia baru saja datang dari Paris."

Kyuhyun menngulurkan tangannya dan menjabat tangan Eunhyuk.

"Cho Kyuhyun."

"Lee Eunhyuk," jawab Eunhyuk dingin.

Sungmin yang jengah dengan sikap Eunhyuk memberikan tatapan tajam ke arah adiknya. Eunhyuk yang mengerti arti tatapan itu akhirnya mulai memberikan senyumnya pada kakak iparnya- Cho Kyuhyun.

"Maafkan hyukie, Kyu. Dia memang mempunyai masalah dengan orang yang baru di kenalnya tapi dia akan berubah menjadi hangat saat sudah mengenal sifatmu. Aku yakin kalian bisa menjadi akrab." Sungmin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun manja.

"Tidak masalah sayang," ujar Kyuhyun sambil mencium pipi Sungmin.

"Kau tidak perlu membelaku. " Eunhyuk tampaknya jengah dengan kemesraan Sungmin dan Kyuhyun, tapi dalam hati ia sangat senang melihat Kyuhyun sangat perhatian pada Sungmin.

Tak lama kemudian , Donghae muncul dengan kamera yang di gantung di bahu kirinya. Ia segera mendekati pasangan suami istri itu dan seorang gadis diantara mereka.

"Kau disini rupanya, Kyu," ujar Donghae dan saat ia melihat Eunhyuk , ia mengerutkan kening. Sungmin yang tahu maksud Donghae segera memperkenalkan adiknya.

"Hae , kenalkan ini adikku Eunhyuk ," ujar Sungmin, "Dan Hyukie ini Donghae teman kerja Kyuhyun."

"Hai , aku Lee Donghae, kau bisa memanggilku Hae saja jika kau mau." Tepat sekali Donghae mulai melancarkan pesonanya , tapi tampaknya ia salah sasaran karena Eunhyuk hanya menampakkan wajah datarnya. Ia mengulurkan tangannya lumayan lama karena Eunhyuk tampak malas menjabat tangannya.

Kyuhyun yang melihat reaksi Eunhyuk dan raut wajah penuh pesona Donghae hanya bisa terkekeh, tampaknya Donghae menemukan lawan yang salah. Karena Sungmin dan Eunhyuk datang ke panti dengan menaiki taksi maka sekarang tinggalah mereka berempat naik mobil Donghae, Donghae menyetir dengan Eunhyuk duduk di sampingnya dan di kursi belakang ada Kyuhyun dan Sungmin yang berpelukan mesra.

Donghae memalingkan wajahnya ke samping tempat duduknya, Eunhyuk terlihat sangat dingin dan sepanjang perjalanan ia hanya menatap keluar jendela. Donghae berusaha menarik perhatian Eunhyuk dengan mencoba menyalakan CD lagu yang melantunkan syair roman picisan, Eunhyuk yang jengah mematikan tombol stop tepat sebelum Donghae akan mengikuti lirik lagu tersebut.

Dongahae tercengang dengan sikap Eunhyuk, baru kali ini ada gadis yang sangat dingin kepadanya . kerena biasanya para gadis akan mulai menarik perhatiannya duluan, tapi gadis yang satu ini berbeda membuat Donghae merasa tertantang untuk menaklukannya.

"Hyukie, apa yang kau kerjakan di Paris?" Donghae berusaha membuat suasana menjadi lebih santai tetapi Eunhyuk sepertinya enggan menjawab .

"Hyukie seorang Model, Hae." Jawab Sungmin.

Sekilas Donghae manatap Eunhyuk dengan tatapan menilai, ada benarnya juga ucapan Sungmin karena Eunhyuk mempunya bentuk badan yang indah di tambah dengan kulit putih dan wajah dinginnya benar-benar perpaduan yang sempurna, batin Donghae.

Eunhyuk menoleh ke arah Donghae saat ia mendapatinya seperti menganalisis sesuatu.

"Kau bisa membeli majalah Vogue atau Bazzar dan mengeceknya jika kau tidak percaya." Sebuah kalimat sakratis terlontar dari bibir Eunhyuk, walaupun terkesan sangat sinis tapi Donghae senang akhirnya ia bisa mendengar suara gadis ini.

"Satu lagi , jangan memanggilku Hyukie seolah kau sudah mengenalku lama dan jangan berbasa basi denganku." Eunhyuk kembali menatap jalanan setelah mengucapkan kalimat itu.

Kyuhyun tidak dapat menahan lebih lama lagi , ia tertawa melihat reaksi Eunhyuk dan keputus asaan di wajah Donghae. Sungmin merasa tidak enak atas kelakuan Eunhyuk segera meminta maaf kepada Donghae.

"Hae, maafkan Hyukie , mulutnya memang sangat tajam dan Hyukie hentikan sifat menyebalkanmu itu . Bersikaplah sopan kepada Donghae demi aku."

Perkataan itu membuat Eunhyuk sedikit merubah air mukanya menjadi sedikit lebih ramah-hanya sedikit-.

"Tidak apa-apa noona, aku mengerti. Mungkin di pertemuan berikutnya kami bisa lebih akrab lagi." Donghae sengaja mengeraskan suaranya agar Eunhyuk mendengar.

Kali ini Donghae harus berhasil menaklukan gadis dingin ini.

.

Kyuhyun bergerak dengan sangat anggun namun cepat seperti seekor singa yang sedang mengintimidasi mangsanya . Pada satu menit ia sedang berdiri di sisi meja rias dan menit berikutnya ia sudah mendesak Sungmin ke dinding yang berada di samping pintu kamar. Tubuhnya mendesak sungmin tepat di tempat yang ia inginkan. Separuh tubuh sungmin yang bawah di perangkap oleh kaku kyuhyun, dan tangan kyuhyun memegangi bahunya. Waktu kyuhyun berusaha menutup pintu kamar, pahanya menggesek paha sungmin secara intim. Sentuhan itu sama-sama membuat mereka berdua gelisah. Sungmin menempelkan tubuhnya ke dinding di belekangnya, berusaha menyudahi kontak tersebut. Reaksi kyuhyun sangat berlawanan. Pria itu mendekat dan ingin menyentuhnya lagi.

Kyuhyun tahu bahwa ia membuat sungmin malu. Ia bisa melihat wajah sungmin yang memerah , bahkan dengan cahaya lembut sekalipun .

"Kau seperti bunga kecil yang rapuh, sayang," bisik kyuhyun ketika tangannya membelai bahu sungmin , leher sungmin, "dan kulitmu seperti sutra panas yang basah karena tetesan madu."

Wajah sungmin bertambah merah. Kyuhyun tersenyum karenanya. " Buka matamu , sayang. Lihat aku," perintahnya lembut selembut hembusan angin.

Kata-kata lembut kyuhyun membuat lengan sungmin merinding. Kata-kata cinta, artinya hampir sama dengan kata-kata yang selalu diungkapkan para pujangga dalam berbagai karyanya. Kyuhyun berusaha lembut dengan cara yang sama .

"Sadarlah , Kyu. Ada adikku yang tidur seberang kamar ini , dan aku tidak mau ia mengira hal-hal yang tidak diinginkan terjadi."

Tangan kyuhyun merangkul leher sungmin. Ia tidak yakin apakah ia akan akan mencium atau mencekiknya. Sungmin membuat kyuhyun bingung dengan komentar-komentar konyolnya. Kyuhyun bisa menrasakan denyut panik dari debar jantung sungmin di bawah jemarinya.

"Kau pikir apa yang ada di pikiran adikmu saat kita berdua di dalam kamar? Apakah ia akan berpikir kalau kita akan bermain permainan konyol semacam monopoli? aku berani jamin kalau adikmu tidak sepolos yang kau pikirkan." Ucap Kyuhyun setengah berbisik di antara leher dan telinga sungmin. Sungmin sedikit tersentak dengan ucapan kyuhyun.

"Apa maksudmu, kyu?"

"Apakah aku perlu menjelaskannya kepadamu hingga fajar menjelang? Ayolah sayang kau tentu tahu apa yang ku maksud." Invasi jemari kyuhyun perlahan mulai turun ke bawah keliman baju tidur sungmin.

"Matamu tidak menunjukkan ketakutan tapi sebaliknya menyiratkan keinginanmu. Apa kau takut adikmu akan terbangun tengah malam karena mendengar aktifitas yang kita lakukan?"

"Kyu, kau pria yang sangat arogan," kata sungmin. " Yah aku takut sekali sehingga aku yakin bahwa aku akan pingsan kalau kau tidak melepaskanku menit ini juga."

Kyuhyun tertawa, memberitahu Sungmin kalau ia tidak mempercayai kebohongannya. Ia membungkuk sampai bibirnya hanya berjarak satu hembusan jauhnya dari bibir Sungmin.

"Dan termasuk pria yang sangat menggairahkan," bisik kyuhyun parau. " dan aku terlalu menggoda untuk kau abaikan malam ini."

"Kyuhyun, " bisik Sungmin tercabik-cabik di antara gairah dan kebutuhannya untuk berhati-hati.

Kyuhyun memegangi dagu Sungmin, ia mengusap-usapkan dagu di puncak kepala Sungmin, menghirup aroma tubuhnya yang manis, dan menghela napas panjang penuh kepuasan. Kemudian ia menggamit tangan Sungmin dan merangkulkan ke lehernya. Ya Tuhan, kulit sungmin sangat lembut yang menimbulkan remang di sekujur tubuh kyuhyun. Senang karena reaksi Sungmin terhadap sentuhannya, kyuhyun meletakkan tangan secara posesif di pinggul sungmin dan menariknya mendekat.

Sungmin sedikit berjinjit dan dengan cepat menyapukan bibirnya di dagu kyuhyun. Kemudian ia mencium bibir kyuhyun dengan polos, merasakan pria itu bereaksi menegang. Sungmin mundur, melihat kyuhyun tersenyum, dan tahu kalau keberaniannya membuat suaminya senang.

Senyum kyuhyun langsung sirna saat melihat sungmin menelusuri bibir bawahnya dengan ujung lidah. Kyuhyun bereaksi seperti seorang tahanan yang akan di jatuhi hukuman mati. Ia mengangkat sungmin ke tubuhnya hingga paha mereka saling bersentuhan. Lengannya merangkul sungmin dengan kokoh yang tidak bisa di lepaskan. Sungmin tidak boleh pergi tidur sebelum Kyuhyun mengizinkannya.

" Kyu, tapi jendela dan pintu belum..."

Bibir Kyuhyun menemukannya, sangat efektif untuk membungkam protes istrinya. Kyuhyun menggoda dan merayu , membujuk sungmin agar membuka mulut untuknya. Sungmin merespon desakan lembut Kyuhyun. Jemarinya dibenamkan ke rambut kyuhyun ketika getaran gairah menjalar di seluruh tubuh suaminya. Kyuhyun mengerang di bibir sungmin , kemudian menghujamkan lidahnya dalam-dalam, meminta dengan geraman parau agar sungmin bergabung dengannya.

Sungmin melupakan kewaspadaan. Tangannya bepegangan ke bahu kyuhyun. Pinggulnya bergerak secara naluriah hingga ia memeluk panas tubuh kyuhyun dengan panas tubuhnya sendiri. Rintihan kenikmatan keluar dari bibirnya saat kyuhyun mulai bergerak-gerak di pinggulnya. Sungmin menggunakan lidahnya untuk menelusuri tekstur mengagumkan dari bibir kyuhyun.

Api gairah bergelora di antara kedua kaki kyuhyun. Bibir kyuhyun kembali dimiringkan di bibir sungmin dengan ciuman yang panas dan liar yang tidak ditahan-tahan. Respon lepas sungmin adalah siksaan bagi kyuhyun dan berharap itu tidak akan cepat berakhir.

Kyuhyun mengerang ketika mengecap Sungmin. Ketika merasakannya. Dalam pelukan Sungmin, Kyuhyun tidak merasa menyedihkan ataupun kaku. Sungmin membuatnya tertawa dan merasa bahagia. Tidak ada seorangpun selain Sungmin yang pernah menjangkau dan merengkuhnya.

Sungmin tahu Kyuhyun tempramen dan Sungmin menerimanya. Bukan menolaknya, Sungmin malah menghadapinya dan mengubahnya.

"Ikutlah denganku, aku akan mengguncang duniamu."

Kalimat persuasif itu muncul tanpa Sungmin sadari.

Kyuhyun menggeram karena kenikmatan yang ia rasakan sewaktu tubuh Sungmin menempel erat di tubuhnya. Telanjang bulat dalam pelukannya, Sungmin menciumnya menggebu sementara tangannya dengan lembut membelai kejantanan Kyuhyun mulai dari ujung sampai dasarnya.

"Pelan-pelan sayang, " rintih Kyuhyun disela kenikmatan.

Sulit rasanya berpikir jernih sementara tangan Sungmin meremasnya dengan lihai. Kyuhyun tidak dapat bernapas saat melihat Sungmin telanjang diatas seprai biru.

Kyuhyun memperhatikan Sungmin merentangkan kakinya dengan mengundang. Sungmin mengaitkan pergelangan kakinya di pinggul Kyuhyun dan menarik suaminya mendekat. Kyuhyun mendesis ketika Sungmin mengulurkan tangan ke tengah tubuh mereka. Melengkungkan punggung , Sungmin menarik Kyuhyun dalam-dalam sambil mengerang dan menggelinjang dalam pelukannya. Kyuhyun bertopang dengan sebelah tangan sambil memandangi tubuh telanjang istrinya. Kyuhyun menghujam dalam-dalam ke tubuh istrinya.

"Ya ,Tuhan. Benar sayang," Sungmin terengah-engah.

Sungmin hampir menjerit saat Kyuhyun memagut payudaranya sambil terus menghujam di pinggulnya. Memejamkan mata , Sungmin menangkup kepala Kyuhyun erat saat sensasi asing mulai mendekat. Tidak dapat menahan lebih lama lagi , Sungmin hancur melebur dalam pelukan Kyuhyun. Mengetahui jika istrinya sedang orgasme ,Kyuhyun makin mempercepat hujamannya hingga ia sendiri ikut melebur bersama Sungmin.

Saat tubuh mereka sudah reda dari getaran orgasme, Sungmin menjilat daun telinga Kyuhyun dengan sensual sementara Kyuhyun hanya bisa menggeram rendah.

.

.

.

.

Pagi menjelang dan Sungmin sudah sibuk di dapur menyiapkan sarapan sedangkan Eunhyuk, gadis itu hanya duduk manis di meja makan tanpa memnbantu Sungmin sedikitpun.

"Hyukie , bisakah kau menggunakan kedua tanganmu untuk sesuatu yang lebih berguna, mencuci piring misalnya." Sungmin tampak kerepotan hari ini karena bangun agak telat.

Tanpa banyak bicara Eunhyuk menyambar pisau yang di pegang Sungmin dan mulai memotong sayuran. Sungmin tidak habis pikir mengapa Eunhyuk menjadi seperti ini , mungkin ia harus bertanya nanti.

Mereka bertiga sudah duduk di meja makan dan bersiap- siap sarapan ketika bel berbunyi. Sungmin hendak berdiri untuk membuka pintu tetapi segera di cegah oleh Eunhyuk.

"Biar aku saja ,Min."

Saat pintu terbuka menampilkan sosok Donghae yang tersenyum manis pada Eunhyuk.

"Mau apa kau kesini?" tanya Eunhyuk.

"Tentu saja menemuimu , dan ternyata dugaanku benar kalau kau tampak sangat cantik di pagi hari."

Donghae tersenyum melihat wajah marah Eunhyuk, harus diakui ia mulai terpesona dengan gadis ini. Pagi ini Eunhyuk hanya memakai celana yang sangat pendek dengan kaos longgar yang menampilkan bahu putihnya. Ada persamaan Sungmin dan Eunhyuk yaitu mereka sangat suka memakai celana pendek yang menampilkan kaki menakjubkan mereka.

Membuat Donghae membayangkan kaki jenjang itu mengait di sekeliling tubuhnya, dan menaklukan Eunhyuk dengan mulutnya.

"Kau mau masuk atau hanya ingin berdiri di depan pintu?" Ucapan Eunhyuk membuyarkan fantasi Donghae.

"Walaupun sikapmu jauh dari ramah tapi aku masih bisa menerimanya," bisik Donghae sambil menyentuh pinggang ramping Eunhyuk.

Sialan. Batin Eunhyuk. Ia sangat tidak suka pada pria ini sejak pertemuan pertama mereka kemarin.

Kyuhyun kaget melihat kedatangan Donghae ke kediamannya pagi ini, tapi Sungmin segera menyikutnya seolah mengerti tujuan Donghae. Mereka berdua hanya tersenyum .

Baik Sungmin, Kyuhyun maupun Donghae heran dengann nafsu makan Eunhyuk. Gadis ini tampak sangat kelaparan menyantap sarapannya, Sungmin berulang kali memperingatkan Eunhyuk agar pelan-pelan namun Eunhyuk tidak peduli.

Sarapan mereka berempat hampir habis saat Eunhyuk tiba-tiba berlari menuju kamar mandi dengan menutup mulutnya. Sungmin segera mengikuti Eunhyuk ke kamar mandi mengecek keadaan adiknya tersebut.

Eunhyuk memuntahkan semua makanan yang habis di makannya hingga ia tersungkur di lantai kamar mandi lemas. Sungmin panik melihat keadaan Eunhyuk dan segera memanggil suaminya .

"Kyu... cepat kemari!" teriak Sungmin .

Kyuhyun dan Donghae segera berlari menuju kamar mandi dan kaget melihat keadaan Eunhyuk.

"Hyukie, apa yang terjadi padamu ?" tanya Sungmin di sela tangisnya.

TBC

A/n: sorry for late update .

Di review kemarin ada yang bilang kalo ada scene yang mirip film India yang di bintangi Shahrukh khan. Kalian bener , itu memang terinspirasi dari film tersebut. Di chapter ini mungkin aku banyak mengupas tentang sisi Eunhyuk karena aku mau kasih tau alasan Eunhyuk menetap di paris selama 5 tahun. Untuk chapter depan bakal balik dan akan banyak Kyumin momennya. Secara pribadi aku menghargai bagi sebagian reader yang mungkin malas untuk sekedar Review, aku pikir mungkin ceritaku ini kurang menarik bagi kalian, ya kita saling menghargai aja ^^.

Maaf juga ga bisa bales review kalian dan semua masukan kalian akan aku tampung , tapi aku berterima kasih banyak .

Silahkan kritik saya sehingga saya bisa bisa belajar dari kesalahan tersebut.

Tell me what do you think about this chapter ^^ thank you.

p.s. ini seharusnya publish dari tanggal 5, maaf ini bukan kesalahan felovemin tapi murni kesalahan ite hehe, happy reading!