Tittle: Expectation
Author : Junra
Genre: romance/frienship
Cast: Produce 101 s 2 Member
Pairing:
Lai Guanlin X Yoo Seonho (main couple)
Kim Samuel X Lee Daehwi
Park Woojin X Ahn Hyungseob
Peringatan: bahasa tidak baku dan cerita murni khayalan author. Don't like don't read, if you read and didn't like it don't blame me.
.
.
Pesan dari author: kali ini masih bisa update rumayan cepet, tapi gak janji untuk chapter selanjutnya karena Jun lagi magang tahap ke dua ini ceritanya, dan karena magangnya di sekolahan jadi bisa liburnya sabtu minggu mendinglah dari pada di perusahaan yang cuman sehari, tapi bakal diusahain cepet kok updatenya. Jun gak pernah bosen ingetin buat review, semakin banyak review semakin cepet FF nya lanjut. Untuk kritik, saran dan request monggo langsung cuss review aja. Dan makasih untuk kemarin yang ngingetin Jun kalau nama Woojin typo, iya kalian bener itu typo, Jun khilaf ngetiknya, soalnya nyolong-nyolong waktu kalau gak ada jam ngajar, jadi curhat deh gue. Ya udah langsung aja di baca.
.
.
.
.
Keesokan harinya sekolah sukses di buat heboh dengan dua kejadian besar. Yang pertama, Yoo Seonho yang terkenal culun datang dengan penampilan yang luar biasa bak model papan atas, wajahnya dan profile nya juga terpampang dalam website YG K+ sebagai teaser proyek tahunan yang bekerja sama dengan majalah majalah fashion ternama, tak salah jika satu sekolah gempar karena kedatangannya. Para siswa yang awalnya suka mencemo'oh Seonho kini dibuat tercengang bukan main, mereka tidak menyangka Yoo Seonho si Nerd bisa berubah seatraktif ini.
Mari kita beralih pada kejadian besar yang kedua di sekolah itu, dengan Tokoh utama sang pangeran sekolah Lai Guanlin. Hari ini Guanlin dengan tekad dan keyakinan menyatakan perasaannya pada sang senior Park Jihoon, yang katanya sudah disukainya sejak beberapa bulan yang lalu itu. Namun tanpa di sangka senior kesayangannya itu menolak dengan alasan dia sudah memiliki kekasih yang bersekolah di sekolah lain, dan kekasihnya itu adalah Bae Jinyoung gitaris Band indie yang cukup terkenal, dia juga seorang model dan actor remaja dari agensi C9 entertainment. Guanlin merasa kalah telak bung, tidak mungkin dia di bandingkan dengan seseorang yang hampir menjadi artis terkenal seperti Bae Jinyoung. Dengan berlapang dada Guanlin menerima penolakan itu, karena kalau boleh jujur Guanlin juga tidak terlalu sakit hati di tolak Jihoon, entah kenapa yang pasti Guanlin fine fine saja walau habis di tolak. Acara di tolaknya Guanlin ini juga di saksikan langsung oleh Seonho. Entah harus senang atau sedih yang pasti hati Seonho terasa sakit, dia senang Guanlin tidak jadi berpacaran dengan Jihoon, namun dia juga sedih ternyata Guanlin memang benar benar tidak ada rasa padanya, buktinya saat dia sudah berubah seperti ini pun Guanlin tidak meliriknya sama sekali.
Di jam jam terakhir pelajaran ternyata kelas Seonho harus di tinggalkan oleh guru yang bersangkutan Karena ada urusan mendadak, jadilah kelas Seonho di beri tugas sampai bel pulang nanti. Dan seperti biasa Justin yang tidak paham akan tugasnya akan menempel pada Seonho untuk minta tolong. Sebenarnya Justin masih agak sangsi juga sih liat Seonho, pasalnya Seonho yang sekarang sangat berbeda dan sangat menyilaukan.
"aku masih gak nyangka lho kamu bisa berubah kayak gini" ujar Justin sambil memandangi Seonho yang sedang mengoreksi hasil kerjanya.
"aku sendiri juga gak nyangka bisa berubah kayak gini" focus Seonho masih pada pekerjaan Justin.
"kok bisa gak nyangka? Emang kenapa kamu tiba tiba berubah penampilan gini? Dan gimana bisa tiba tiba kamu jadi model YG K+? agensi itu lebih besar dari pada agensi ku dan kak Guanlin" introgasi Justin.
"ceritanya panjang, susah di jelasinnya. Yang jelas tiba tiba aja aku harus jadi model dadakan dan di makeover kayak gini, aku juga gak nyangka kalo semua jadi heboh begini" kata Seonho sambil membetulkan beberapa nomer yang salah dari tugas Justin.
"siapa yang gak kaget coba, drastis banget kamu berubahnya, pasti habis ini banyak nembak kamu deh soalnya banyak yang bilang kamu cantiklah, keren lah, pokoknya banyak yang nyesel dulu bilang kamu culun. Banyak kakak kelas yang yang nyamperin kamu tadi kan? Mereka pasti modus deh ke kamu" ujar Justin.
"ya udah itu urusan mereka, mau mereka suka atau enggak ke aku itu terserah mereka" tiba-tiba hp Seonho bergetar. "eh sorry aku angkat telpon dulu ya" Seonho mengangkat telepon dari Hyunbin.
"hallo kak Hyunbin?"
"hallo dek, kamu di sekolah sekarang?"
"ia kak aku masih di sekolah"
"pulangnya masih lama gak dek?"
"enggak kok mungkin 10 menit lagi mungkin"
"kok bisa angkat telpon?"
"kan lagi jam kosong, emang ada apa kak kok telpon aku?"
"gini dek ada job dadakan buat kamu, keponakannya sajangnim yang punya distro di gangnam pengen kamu jadi model buat poster distronya. Ini bukan pemotretan besar kok dek, lagi pula yang minta sajangnim sendiri, kamu mau ya, gak enak kalo nolak dek"
"ya udah deh aku mau, tapi kakak jemput aku, kan aku gak tau tempatnya"
"iya iya kakak jemput, udah kayak manager mu beneran aja kakak ini dek"
"habisan sih kakak mau mau aja di suruh ngurusin aku padahal kemarin ada pak Lee yang mau jadi manager sementara, kakak gak punya job sendiri?"
"job kakak sebulan lagi langsung di New York fashionweek, jadi karena masih nganggur kakak mending ngurusin kamu dulu, itung itung sama cari tambahan juga"
"ih kakak ganteng ganteng bokek, gaya nya doang kayak orang kaya tapi kerjaannya serabutan"
"hidup sekarang serba mahal dek, kalo gak cari tambahan kakak gak bisa gaya. Udah sekarang kamu siap siap pulang kakak jemput di sekolah kamu"
"iya iya kak bawel, lama lama kakak ku panggil manager sekalian" Seonho memutus sambungan telponnya.
Setelahnya Seonho kembali melanjutkan koreksi tugas Justin dan saat selesai dia bergegas berkemas akan pulang.
"tadi itu yang telpon siapa? Aku denger tadi kamu nyebut Hyunbin, apa yang nelpon kamu Kwon Hyunbin model terkenal itu? Apa kamu di suruh pulang?" Tanya Justin yang ikut mengemasi barangnya juga.
"itu tadi emang Kwon Hyunbin, tapi aku baru tau kalau dia terkenal. Kak hyunbin tadi bilang aku ada Job mendadak, makanya pulang nanti langsung ke tempat pemotretan" Seonho masih sibuk dengan barang barangnya.
"Ow… sukses ya buat pemotretannya, kalau lancar job jangan lupa traktiran. Dan kalau udah jadian ama Kwon Hyunbin juga jangan lupa syukuran" goda Justin.
"ih siapa yang mau jadian sama sama om om tampang mesum gak modal kayak kak Hyunbin, amit amit deh" setelah membereskan barang Seonho dan Justin keluar kelas sembari menunggu bel pulang.
"kamu di jemput apa gimana? Mau pulang sama aku?" Tanya Justin ketika mereka menuju gerbang sekolah Karena ternyata bel pulang telah berbunyi.
"aku di jemput kok, kamu pulang aja duluan, dan kayaknya temen temen mu udah nungguin tuh" jawab Seonho sambil melirik gengnya Justin yang sudah standby di area parkir mobil(maklum sekolahnya anak anak tajir), sebenarnya yang Seonho lirik itu Guanlin, dia melihat wajah malas Guanlin menatap sinis ke arahnya.
"mereka gak nungguin aku lagi, cuman lagi nongkrong aja itu mah. Ya udah aku duluan nya Seonho, makasih udah bantuin aku ngerjain tugas" Justin meninggalkan Seonho dan menuju teman temannya.
"hay guys!" sapa Justin ketika dia sudah mendekat ke gengnya.
"eh tin, apa bener tu anak Seonho yang itu, kok gue masih agak gak percaya ya. Dan dia beneran jadi model di YG K+?" Tanya Woojin yang sedang merangkul pacarnya.
"jangan kan elo kak, gue aja masih setengah gak percaya. Tapi beneran kok tu Seonho, sifatnya gak berubah sama sekali, cuman penampilannya aja yang rombak total. Dan masalah jadi model emang bener dia model YG K+, dia baru aja mulai" jawab Justin.
"itu yang di gue sama Daehwi maksud, jangan pernah ngeremehin orang, sekarang dia jadi cakep begitu mangap lo pada" ujar sewot Hyungseob.
"btw, Muel sama kak Daehwi mana? Kok seharian gak keliahatan? Sampek tadi acara kak Guanlin di tolak Muel juga kagak muncul, kemana tu anak? Bolos?" Tanya Justin.
"nah itu dia, Muel itu habis di gebukin anak XXX dan Daehwi lagi ngurusin dia sekarang makanya mereka gak masuk, kita mau jengukin kesana" jelas Hyungseob.
"ekhem! Lin? Lo kenapa diem aja? Muka lo serem btw" kata Woojin hati hati, pasalnya wajah Guanlin seperti menahan sesuatu, wajahnya menyeramkan.
"sapa tu? Kenapa tu anak di jemput ama Kwon Hyunbin" Guanlin mengarahkan dagu kea rah Seonho yang ternyata sudah di jemput Hyunbin.
"oh itu tadi Seonho bilang kalo dia ada job dan dia di jemput, lagi pula Kwon Hyunbin itu kan model YGK+, gak salah kan kalo dia jemput Seonho" Justin mulai mencium bau bau kecemburuan disini. "kak kak, kayaknya kak Guanlin lagi cembokur deh" bisik Justin pada Woojin yang di jawab anggukan.
"ngapain juga Seonho musti di jemputnya sama tu orang bukan staff yang lain, harusnya dia punya manager kan, kurang kerjaan banget tu orang" ujar kesal Guanlin.
"ya kali aja tu orang lagi PDKT ke Seonho, atau mungkin mereka udah jadian?" ujar Hyungseob memprovokasi, Hyungseob sepertinya juga sudah sadar suasana.
"gak mungkin Seonho jadian ama tu om om" kata Guanlin.
"kenapa gak mungkin? Tu orang ganteng, kelihatannya tajir, dan yang pasti dia kayak sayang banget sama Seonho" sahut Justin dengan nada provokasi sambil toel toel Woojin dan Hyungseob seakan berkata 'ini orang bener bener cembokur berat'.
"gak…gak mungkin… Seonho itu sukanya sama gue.. gak mungkin dia suka sama tu orang" ujar Guanlin tak sadar.
"hheee… dari mana lo tau Seonho suka ke lo? Lo GR banget deh lin" cibir Woojin.
"dia bilang sendiri ke gue"
"terus lo tolak kan soalnya dia culun dan lo sukannya sama Jihoon sunbae, tapi napa sekarang jadi lo nya yang kebakaran jenggot? Lo harusnya masang muka serem ke Jihoon Sunbae yang lagi di jemput Bae Jinyoung di sono, bukannya ngeliatin Seonho gitu" Hyungseob asal njeplak tapi ngena banget sampek Guanlin ngerasa tertohok, tu mulut udah kakak sambel balado aja pedes banget batin Guanlin.
"lin, gue udah belajar sesuatu dari Seonho, kalo emang gak seharus nya kita diskriminasi orang karena penampilannya, dan setelah gue liat lo kayak gini gue jadi makin ati ati sama yang namanya karma. Jadi jujur aja ke kita, sebenernya lo ada apa sama Seonho" kata Woojin menimpali.
"entar gue certain di rumah Muel" wajah Guanlin makin mengeras karena melihat kedekatan Seonho dengan Hyunbin.
Di sisi lain….
Setelah keluar dari mobil Hyunbin menjelaskan konsep pemotretannya pada Seonho, karena katanya gak enak ngobrol serius sambil nyetir jadinya mereka ngobrol agak lama dulu.
"udah ngerti kan dek?" Tanya Hyunbin sambil sandaran di mobilnya(gak deng mobil kantor).
"iya kak aku udah paham kok, gak jauh beda juga sama pemotretan yang kemarin" sahut Seonho.
"eh dek, tuh anak anak yang lagi nongkrong di parkiran salah dua nya, Lai Guanlin sama Huang Justin model dari CUBE ya?"
"iya itu Lai Guanlin sama Huang Justin" jawab Singkat Seonho tanpa melirik objek pembicaraan.
"itu kenapa dari tadi Lai Guanlin liatin kita gak enak gitu? Kamu kenal sama dia dek? Apa dia suka sama kamu? Lama lama bisa bolong punggung kakak kalo di liatin tajem macem gitu" Tanya Hyunbin yang penasaran dengan tatapan cemburu Guanlin.
"dia tetangga ku kak, rumahnya ada di depan rumah ku. Dan gak mungkin dia suka ke aku, dia habis nembak orang lain, ya walaupun di tolak sih" jawab Seonho dengan raut wajah sedih yang di sembunyikan.
"tapi ekspresinya ngomong laen dek, dia lagi cemburu. Gimana kalo kita test aja"
"test gimana?"
Tanpa menjawab pertanyaan dari Seonho, Hyunbin menarik dan memeluk Seonho, kepalanya ia dekatkan pada telinga Seonho namun dari arah Guanlin and the geng mereka terlihat seperti sedang berciuman. Seonho yang di peluk memilih pasrah saja mendapat tindakan asusila dari om om mesum ini, karena sebenarnya Seonho penasaran maksud dari Hyunbin.
"dek, Lai Guanlin keliatan marah banget, buruan masuk mobil sebelum kakak babak belur di gebukin anak SMA yang lagi jeles" setelah membisikan kata kata itu Hyunbin langsung menarik Seonho masuk kedalam mobil dan pergi secepatnya karena tadi dia melihat Guanlin yang sangat emosi mau menghampirinya.
"hahahaha, tuh kan dia cemburu, liat mukanya deh" tawa Hyunbin meledak saat mereka sudah keluar dalam kawasan sekolah.
"ih mana ada dia cemburu, kakak aja cari kesempatan mau peluk peluk aku, dasar om om mesum!" Seonho sebenarnya tau jika tadi Guanlin terlihat sangat kesal, tapi dia tidak ingin besar kepala, dia tidak ingin merasa mendapat harapan palsu.
"idih… PD amat dek, ngapain juga kakak cari kesempatan ke anak SMA bau kencur kayak kamu. Kakak cuman seneng aja liat muka cemburunya Lai Guanlin, aduh… anak SMA itu emang unyu unyu ya pake cemburu cemburu an segala" Hyunbin masih tertawa mangingat wajah Guanlin tadi.
"udah ah kak, fokus nyetir jangan ketawa melulu entar nabrak!"
.
.
.
Sesampainya di rumah atau lebih tepat di sebut apartemen Samuel, Guanlin mulai menceritakan semua yang sebenarnya tentang hubungannya dan Seonho di hadapan teman temannya. Guanlin tidak perduli lagi bagaimana pandangan teman temannya pada nya setelah mereka tau yang sebenarnya, yang terpenting sekarang Guanlin ingin mengeluarkan semua yang mengganjal pikirannya dan memastikan hatinya.
"setelah denger cerita lo gue jadi makin ngerasa bersalah, maafin gue Lin, gue gak tau karena gue hubungan persahabatan lo dan Seonho jadi hancur. Gue sadar emang gak seharusnya kita cuman nilai orang dari penampilan. Seonho itu anaknya baik banget, dia yang nolongin gue kemarin, dia nolongin gue setelah segitu jahatnya gue ke dia. Sekali lagi maaf banget" ujar Samuel menyesal.
"itu juga gak sepenuhnya salah lo kok, gue yang paling salah. Gak seharusnya gue berubah kayak gini, dan gue bingung sama perasaan gue sekarang" Guanlin membaringkan diri di salah satu sofa disana.
"emang apa yang lo rasain?" Tanya kepo Hyungseob.
"waktu pertama liat dia berubah jelas kalo gue tertarik banget sama tampangnya walaupun gue belum tau pasti kalo itu Seonho, setelah gue tau gue malah makin bingung, akhirnya gue nekat buat nembak kak Jihoon karena gue rasanya udah gak punya muka buat harapin Seonho lagi setelah sejahat itu gue ke dia, dan gue mau masti'in sebenernya gue suka kak Jihoon beneran atau enggak. Dan setelah di tolak gue jadi sadar, kalo gue hanya sekedar suka ke kak Jihoon sedangkan gue sayang banget sama Seonho. Gue gak suka dia deket sama Kwon Hyunbin apa lagi liat mereka ciuman tadi" wajah Guanlin menegang penuh amarah.
"lha nyesel kan lo sekarang, gue sering ingetin lo masalah karma, dan ini karma yang lo terima. Gue gak tau sebenernya ada hubungan apa Seonho ama Kwon Hyunbin, yang jelas kalo mereka sampek gak sungkan untuk ciuman itu berarti ada yang special di antara mereka, dan berarti lo harus mundur teratur" sahut Daehwi.
"gue yakin Seonho masih suka gue, waktu gue di tolak kak Jihoon dia liatin gue dengan wajah penuh harap. Gue yakin masih ada ruang buat gue di hatinya" ujar Guanlin.
"kalo gitu lo siap siap saingan sama Kwon Hyunbin si top model dan lo juga harus siap sangian sama anak anak nge top di sekolah, karena sumpah kemarin Seonho udah di samperin banyak anak ganteng di sekolah" kata Justin makin memperkeruh hati Guanlin.
"yang gue harus lakuin adalah dapetin Seonho sebelum dia sepenuhnya move on dari gue" kata Guanlin dengan penuh tekat.
.
.
.
Setelah menyelesaikan pemotretannya Seonho di ajak Hyunbin untuk makan bareng di café terdekat. Minhyun yang kebetulan berada dikawasan yang sama pun ikut minbrung karena gak ada temen makan katanya. Dan jadilah mereka bertiga makan cantik bareng di café itu.
"kak, mau denger cerita menarik hari ini gak" Hyunbin tersenyum ganjil kea rah Minhyun.
"cerita apa?" Tanya Minhyun penasaran sedangkan Seonho membulatkan matanya dan berusaha menginjak kaki Hyunbin.
"kakak tau Lai Guanlin model Cube kan?" pancing Hyunbin.
"tau, model remaja yang lagi nge top banget yang ganteng, tinggi, cool orang Taiwan itu kan" jawab Minhyun.
"iya yang itu, Lai Guanlin itu naksir Seonho dan dia tadi cemburu banget liat aku jemput Seonho. Mukanya serem banget pas aku peluk Seonho, lucu banget deh kak" ujar Hyunbin yang mulai di pukuli Seonho.
"ih… kakak apaan sih, jangan percaya kak, mana mungkin kak Guanlin cemburu. Dia bilang sendiri kalau gak suka aku" sahut Seonho dengan wajah kesal.
"kak Guanlin? Kamu deket sama dia?" Tanya Hyunbin.
"dulu deket, udah kayak kakak adek aja kita. Tapi semenjak kak Guanlin jadi model dia berubah, dia jadi kasar dan sombong, dan dia malu deket deket aku karena aku culun. Waktu aku bilang kalau aku suka dia, dia bilang sendiri kalau dia gak suka sama aku" Seonho menceritakan semua dengan wajah sedih.
"ow jadi gitu ceritanya, kakak paham. Untuk kali ini kakak setuju sama tindakannya Hyunbin tadi. Dan kayaknya emang bener kalau Guanlin ada rasa ke kamu" ujar Minhyun.
"mana mungkin kak, orang hari ini kak Guanlin habis nembak senior ku di sekolah" sahut Seonho tak terima.
"tapi mukanya keliatan banget kalau dia cemburu dek, dia itu suka sama kamu" Hyunbin menimpali.
"kalau dia suka aku gak mungkin dia bilang ke aku buat gak ganggu dia lagi, dan pergi dari kehidupannya setelah aku banyak berkorban buat dia!" Seonho meninggikan nada bicaranya sambil menahan tangis mengingat perkataan Guanlin.
"Ya Tuhan dek, kakak gak tau kamu dibuat semenderita ini sama Lai Guanlin" Minhyun memeluk Seonho yang sudah tidak bisa menahan tangisnya.
"aa..aku… sayang banget sama dia kak… tapi dia jahat banget ke aku…" Tangis Seonho makin menjadi dalam pelukan Minhyun.
"kamu gak bilang dari awal dek, tau gitu makin kakak panas panasin aja tu anak. Kakak gak terima kamu digini'in dek, kita harus balas dia" amarah Hyunbin sedikit tersulut. Dia tak habis pikir kenapa ada orang yang tega menyakiti anak semanis dan sebaik Seonho, karena baginya sebelum Seonho berubah pun Hyunbin tau Seonho itu anak yang manis wajah dan kepribadiannya.
"gak usah kak, mungkin ini emang nasib ku, gak baik bales orang dengan kejahatan kak" Seonho mengusap air matanya namun masih enggan melepas pelukan Minhyun.
"gak bisa dek, bener kata Hyunbin. Kita harus balas perbuatan Lai Guanlin, biar dia juga dapat pelajaran hidup. Dia harus ngerasain penyesalan dari perbuatannya agar dia juga semakin dewasa" Minhyun melepaskan pelukannya dan menatap Seonho serius.
"gimana caranya?" Tanya Seonho dengan mata yang masih sembab.
"pura pura pacaran aja sama Hyunbin, tadi dia kan udah berhasil bikin Lai Guanlin cemburu tuh, tinggal lanjutin aja" jawab enteng Minhyun.
"gimana bisa? Kakak gak cemburu?" Tanya Seonho. Seonho tahu Minhyun dan Hyunbin punya hubungan special walaupun mereka bilang mereka tidak pacaran, tapi dengan hanya melihat Seonho tentu paham bagaimana dekatnya mereka.
"buat apa cemburu toh kamu juga gak mungkin suka sama tu tiang" jawab sinis Minhyun. "lagi pula kakak kan udah tau ini cuma pura pura, gak mungkin kakak cemburu, kakak juga gak punya hak buat cemburu"
"yaelah ngode banget deh kak, minta di resmi'in nih ceritanya" Hyunbin yang merasa tersindir angkat bicara.
"syukur deh kalo sadar! Tapi yang paling penting sekarang bales dendam dulu ke Lai Guanlin baru resmi'in" sahut sewot Minhyun.
"kenapa pura pura pacarannya gak sama kakak aja, aku lebih suka kakak dari pada kak Hyunbin, kakak lebih ganteng dan kalem, kak Hyunbin kayak om om mesum" Seonho kembali memeluk Minhyun.
"kalian sama sama cantik dek, entar kalian malah di kira lesbi" celetuk Hyunbin.
"enak aja aku cowok dan Seonho juga cowok walaupun dia manis" Minhyun menginjak kaki Hyunbin yang ada di depannya. "gini lho dek, Hyunbin kan manager sementara mu sampek bulan depan dan Guanlin juga udah pernah liat kamu skinship sama dia jadi sekalian lah, biar kamu gak dipandang gonta ganti cowok. Dan alasan berikutnya itu, Hyunbin lebih nge top di luar sana dari pada kakak, kalo kamu deket sama Hyunbin beritanya pasti cepet nyebar, lagi pula jarak umur kalian juga lebih sedikit daripada jarak umur kakak sama kamu dek, entar kakak di kira pedofil"
"ya udah deh terserah kakak berdua aja, tapi emang gak papa sama agensi?" Tanya Seonho.
"gak papa kok, kita cuman model bukan artis gak masalah kalau kita pacaran, malah lebih bagus kalo sesama model pacaran Karena biasanya tawaran Job makin mambah" jawab Hyunbin.
"tapi yang pertama kamu musti jadi model beneran dan makin nge top dek, kamu tanda tangan kontrak dulu sama YG K+ biar di cari'in Job yang banyak dan kamu bisa ngalahin popularitasnya Lai Guanlin. Setelah itu tinggal sebar berita kamu sama Hyunbin pacaran dan BOOM, Lai Guanlin pasti bakal sakit hati berat" Minhyun menjelaskan renacana itu dengan nada ber api api.
"kakak kelihatan jahat deh, Seonho jadi takut kak" Seonho sedikit menjauh dari Minhyun.
"kak Minhyun itu emang cuman wajahnya yang kalem, dalam nya sapa yang tau…" ucapan Hyunbin tergantung.
"apa? Mau bilang apa?" ancam Minhyun.
"enggak kok… sapa tau dalamnya makin kayak malaikat" ujar Hyunbin.
"back to topic, pokoknya sekarang kamu tanda tangan kontrak dulu, setelah ini bilang orangtua mu dulu, dan kita berangkat ke agensi" tegas Minhyun.
"iya kak, aku pasrah aja, nolak pun pasti kakak berdua paksa" ujar pasrah Seonho.
"gitu dong anak baik, sini peluk dulu" Minhyun kembali memeluk Seonho.
.
.
.
TBC
.
.
Sekian untuk chapter ini…..
Sampai ketemu di chapter selanjutnya
XOXO
Junra
