Something About Love
-Shee-
Summary : ini menceritakan tentang geng-geng rempong yang mencari cinta, beranggotakan Baekhyun, Xiumin, Lay. Luhan dan D.O. jangan baca nih fanfic, isinya berantakan kek saya, bikin perut mulas, mual muntaber alay yang keterlaluan, dan nggak formal, pair find it yourself*dah gede juga*.
Warning : apa ya?, , semua sudah tahu ini BXB a.k.a Yaoi, penulisan radak ngawur, cerita pasaran dan seadanya lagi. Untuk rated aman kok, walaupun saya udah gede, tapi pikiran masih belum jauh-jauh dari anak paud. *kata hyung-deul saya*
0-0
Present
0_0
Chapter 3.
~.BaekYeol.~
Bakehyun sudah memakai seragamnya lengkap, dia mau berangkat sekolah kayak biasanya, dia turun dari kamarnya, siap-siap nungguin sarapan, kenapa dia nungguin? Karena dia nggak bisa bikin sendiri. Tapi sepertinya hari ini ada yang aneh.
"Baekhyun-ah. . hari ini appa sudah menyiapkan sarapan untukmu. ." ujar sang appa sambil memakai celemek, dan tersenyum dengan gantengnya tidak seperti biasanya yang penuh dengan muka kusut, terlebih lagi dia mengerjakan pekerjaan ibunya. Baekhyun melongo tidak percaya.
"Maaf aku sepertinya salah rumah. ." pamit Baekhyun mau balik ke kamarnya.
"Ahahaha. .kau bicara apa anakku, ini aku appamu, sudah duduk dan nikmati sarapanmu. . " Sang appa langsung mendorong Baekhyun dan menuju ke tempat makan.
Eomma baru turun dan memegangi kepalanya.
"Aduh maaf baekkie, eomma kesiangan dan belum buat sarapan untukmu. "ujarnya sambil menguap lebar.
"gwenchanna yeobo. Hari ini aku juga sudah membuatkan untukmu dan kita akan makan bertiga. ." jangankan Baekhyun, eomma-Baekhyun juga sama kagetnya mendengar suara ceria itu.
"A. . maaf sepertinya aku salah keluarga. ." ujarnya, tapi ada Baekhyun yang duduk manis di meja makan dan suaminya yang biasanya nggak ngapa-ngapain sekarang masak di dapur.
"Kau itu bicara apa? . . kau dan Baekhyun sama saja. ." ujarnya masih berkutat dengan masakannya. Baekhyun menaikkan alisnya dan menyuruh ibunya untuk memeriksa sendiri apa itu ayah mereka.
"Ya. . kau sedang membuat apa?. .."
". . ."
"Oh. . . kalau begitu biar kubantu ya . . biar Baekhyun lebih cepet ke sekolah. ." ujar sang eomma.
Baekhyun Cuma bisa tersenyum senang di belakang, mereka jarang sekali seperti ini, Baekhyun mendekati mereka dan memeluk mereka dari belakang. Mereka mengulang masa-masa mereka dahulu saat dimana Baekhyun masih kecil dan merasakan kehangatan keluarga.
Mereka cerita-cerita soal Baekhyun yang mau ikut keluarga Park. Mungkin karena itu juga appanya mau berubah. Tadi pagi semua hutang mereka dinyatakan lunas dan tidak akan ada yang mengganggu mereka lagi. Kehidupan selanjutnya juga sudah di tanggung oleh keluarga Park. Itu berarti sebentar lagi Baekhyun akan meninggalkan rumah ini. Mungkin ini adalah cara untuk membujuk Baekhyun secara halus agar mau menuruti permintaan ayahnya.
Kalau ini membawa perubahan positif bagi keluarganya kenapa nggak Baekhyun jalanin aja. Dia udah yakin 100% mau dikata pembantu atau apa terserah dia udah nggak perduli. Itung-itung juga rasa terima kasih.
.
.
'Kali ini gue berangkat dengan senangnya entah nggak tahu kenapa, kali ini senang gue luar dalem. mungkin karena ortu gue di rumah udah baikan, gara-gara aku juga sih yang dikorbanin, mungkin pengorbananku memang tidak terlalu sia-sia. Tapi setelah ini aku harus ikut pada tuan Park. Jadi pembantu hadeh. . hidup memang berat. Yang penting keluarga gue balik. Tau gini mending dari dulu gue jadi pembantunya. .' Cerita Baekhyun dalam hati.
.
"Byun Baekhyun-ssi, , kau ini anak macam apa, ha?, selalu bolos kelas, dikasih hukuman juga bolos, , kalau kau tidak mengerjakan hari ini juga, maka setiap hari akan ditambah satu ruang, hari ini gudang dan perpus, kalau besok masih juga bandel, tambah lab. Kimia." Ceramah guru mtk, yang sangat membenci Baekhyun. Padahal Baekhyun sangat mencintainya.=_=
"Aduhhh. .satu keberuntungan datang, , satu kesialan muncul . . huahh. ."
Keluhnya kali ini pelajaran mtk emang dia nggak masuk kelas seperti keinginannya setiap hari, tapi bersih-bersih?
"Karena suasana hati gue hari ini sebaik suasana keluarga gue. So, jangankan Cuma gudang. . sesekolah minta dibersihin , , gue bersihin—" Baekhyun langsung menutup mulutnya dan menoleh siapa tahu tuh guru dengar, dan dia kemakan omongannya sendiri lagi.
"Gudang! , , im coming to clean you. ." baru kali ini ada orang dihukum seneng dan semangat banget.
"Ihh. . gile bahasa inggris gue keren. . kalo lagi seneng gini ternyata gue juga bisa ng-inggris. .biasanya kok gua pe'a banget ya?" gumamnya di sepanjang perjalanan. Karena semuanya sedang menerima pelajaran jadi ya lorongnya sepi.
"Hei, , Byun Baekhyun.. jangan berlarian dan teriak-teriak di koridor. . mengganggu KBM saja ..!" kok feelingnya nggak enak ya? Kayak serasa ada seongsaengnim.
"Mianham—"
Ternyata Cuma ketua kedisiplinan a.k.a Kris incerannya Lay, tumben dia nggak bawa Lay saat ini. Tapi dipikir-pikir darimana dia tahu namanya, perasaan mereka belum kenalan dan Baekhyun nggak mau ngasih tahu namanya, yaiyalah masa pembuat onar memberitahukan namanya pada ketua kedisiplinan. Kek maling daftar ke penjara dong.
"Tahu namaku darimana?" tanya Baekhyun takut-takut.
"Siapa sih disini yang nggak kenal seorang Byun Baekhyun ,, tukang kebun sama tukang cendol depan sekolah aja sampai hafal sama kamu ?" ==*
Baekhyun berpikir keras nggak nyangka dia seterkenal itu,. , tapi mau apa dia, jangan-jangan tuh orang sebenernya nge-pens sama Baekhyun, eh Baekhyun sih seneng-seneng aja. Tapi dia masih mau hidup lama dan masih pengen punya pacar terus nikah dan belom mau digiles sama kuda, Maksudnya Lay.
Dari pada ngadepin dia lama-lama, Baekhyun lebih memilih kabur sebelum ia lupa hukumannya lagi gara-gara dia. Sampai di lorong mau menuju gudang dia melihat sosok tinggi, jangan-jangan Kris punya teleport dan sekarang ada di depannya. Tapi kok wajahnya imut. .
Baekhyun yakin itu bukan Kris, tapi siapa ya? Dari gelagat, seragam dan atribut.. . keknya dia juga masih kelas 2 kayak Baekhyun. Tapi kok nggak pernah keliatan ya muka-muka kayak begitu.
Ahh dia ingat, dia itu temen sekelasnya Baekhyun pas kelas 1, sekarang mereka udah pisah kelas.
Namanya siapa ya. .? oh ya yaoloh dia itu kan Chanyeol dulu sih nggak tinggi-tinggi amat, sekarang udah mau nyamain Kris ajah. Dia radak nggak akrab sih sama Chanyeol, salahin Baekhyun kenapa bertemen Cuma ama gengnya ajah. Apa mungkin gara-gara gengnya juga bikin dia belom punya pacar.
Semakin dekat jaraknya dengan Chanyeol, niatnya sih mau nyapa siapa tahu dia masih inget.
"An—"
"Ya, , Byun Baekhyun. Kita belum selesai bicara. .!" tiba-tiba Kris nyusul di belakang. Karena ketakutan, Baekhyun langsung lari, dan dia nggak jadi nyapa Chanyeol.
"gawat. . tower listrik lagi ngejar gue. ."
"Byun. . Baekhyun?" Chanyeol bergumam sendiri sepertinya dia pernah dengar nama itu tapi dimana ya?. .oh ya diakan orang paling cerewet di kelas satu dulu. "Ohh jadi dia orangnya .?" tanyanya lagi, setelah itu dia menyeringai.
.0.
.0.
.0.
"AKU PULAANGG—rapi amat pada mau kemana?" tanya Baekhyun pada appannya yang sedang membenarkan dasinya tapi nggak bisa-bisa. Akhirnya Baekhyun membantunya memakaikan dasi.
"Hari ini ada pertemuan penting"
"Dengan?"
"Keluarga Park lah, siapa lagi. . "
"Gimana denganku, apa aku nggak ikut kesana. . aku juga pengen ikut. .!" ngambek Baekhyun.
"Beneran, , Baekkie pengen ikut, kami aja nggak pa-pa kok. .!kamu besok aja kami antar kesana. ." Eomma Baekhyun sudah berdandan dengan cantiknya pula.
"Tunggu sebentar yah. . aku mau ganti baju .. " Baekhyun tidak mendengarkan perkataan eommanya dan langsung melesat ke kamarnya sambil tergopoh-gopoh. Sempet beberapa kali dia jatoh dari tangga. Untung dia bukan Lay yang sakit-sakitan gawat kan udah sakit-sakitan ceroboh pula.
"jangan ditinggalin. .!" teriak Baekhyun dari kamar, sementara kedua orangtuanya hanya tersenyum memaklumi anak mereka.
"sebentar lagi kita nggak akan bisa denger dia teriak-teriak atau ngomel lagi . . " gumam sang appa yang bernama lengkap Byun Tae Joon. Dipanggilnya Byuntae*hah? Yadong dong?*.=_=*
"Kenapa kok tiba-tiba tuan Park berubah pikiran, yeobo?" tanya sang istri.
"Baru saja. . anak si Park yang bernama Chanyeol kalo nggak salah. . dia bilang dia berubah pikiran .. jadi kita disuruh dateng kesana . .mereka mau menjelaskan semuanya. ." jelas sang appa.
"Terlanjur janji sih ya?. . lagipula disana masa depan Baekhyun sudah terjamin daripada sekarang ini. ." lanjut sang eomma.
"Ini sih. . kayak rakyat biasa yang ngedapetin pangeran—"
"Apaan nih pada ngomongin pangeran?" Baekhyun baru nongol dia udah rapi, udah ganteng, udah kece tingkat kecamatan. Udah kayak orang mau ke presmanan.
.0.
.0.
.0.
Saat pertemuan dengan keluarga Park, Baekhyun malah asik muter-muter rumah yang katanya ini salah satu kediaman mereka padahal gedenya minta ampun, jadinya Baekhyun travel aja nih rumah.
"Ini baru satu. . gimana kalau yang lainnya. . ? buset sekaya apa nih orang. .nih tulisan nggak nyante lagi?" Baekhyun sedang ada di ruang penyimpanan benda-benda pemberian orang-orang yang pernah dikunjungi sama keluarga park. Dia lagi liat tulisan kanji bejejer. Ada juga pemberian kerajaan di jepang dan beberapa dari China sepertinya. Biarpun Baekhyun katakanlah pe'A. tapi dia masih bisa ngebedain mana tulisan jepang, china ama korea.
"Kalau gue ada disini gue jadi apa nih. . ?, gile aja kalau gue disuruh nyapu, keknya sih enteng tapi rumahya yang ajegile gedenya ini lho yaambrukk. . " yaoloh, rempongnya Baekkie lagi kumat.
"Mendingan jadi pegawai pribadi aja deh, kalau boleh gue milih. ."
"Nelpon mereka jangan ya?" Baekhyun mikir-mikir, maunya sih curhat tapi ntar malah ketahuan. "Eh iya ya. . gue belom nyapa yang punya rumah, katanya seumuran sama gue sih . ." akhirnya Baekhyun sadar dan mencari sang pemilik rumah.
Karena Baekhyun muter-muter nggak jelas, akhirnya dia sampai di salah satu ruangan pertemuan orang tuanya dan sepertinya keluarg Park. Nggak sengaja dia nguping. Sebenernya sengaja juga sih.
"Bagaimana perasaan Baekhyun jika mendengar ini?"
"Mungkin dia akan kaget sekaget-kagetnya. . menurutku ini hal baru untuknya apa dia bisa menerima hal seberat ini, dia bahkan belum lulus SMA. ." eomma Baekhyun menimpali.
"Tapi kami membutuhkan Chanyeol, dan Chanyeol Cuma mau sama dia. . mungkin sedikit pembelajaran akan membantunya. . "
"Chanyeol?.. ."
Chanyeol
Chanyeol
Chanyeol
Park .. Chanyeol. .
'SETAN. . gue tahu ini rumah siapa, ini rumah si Park Chanyeol yang punya gigi 24 karat dan nggak akan pernah karatan itu, yang gantengnya bak super model, yang kece yang keren yang, ,ntar,ntar kenapa kok jadi muji. .' ini sebenernya Baekhyun mau muji apa mau sumpah jerapah eh serapah sih.
"Supaya bisa mempercepat tugas Chanyeol, bagamana kalau upacara pernikahannya kita percepat juga. . waktu kami disini juga nggak banyak.. semua perusahaan di korea akan jatuh ke tangan Chanyeol setelah dia menikah nanti. ."
HAH
"WTH, , apa mereka bilang tadi, , pernikahan.. .? plis deh demi apa gitu? Mereka pasti lagi ngelawak yang bener aja. .tapi sumpah ini nggak lucu. ." marah Baekhyun.
"Ya! Eomma! ,, , apa-apaan ini hah. . kenapa—emhmhemhmm hemmuahn "
Keempat orang yang sedang berdiskusi itu menoleh kepada Baekhyun yang dengan suara cemprengnya ngomong keras banget lagi.
"Biar aku saja yang urus, , " belum sempat Baekhyun protes, Chanyeol sudah ada di belakangnya dan mendekap Baekhyun supaya menjauh dari pembicaraan orang tua. Setelah mereka hanya berdua saja kini saatnya Chanyeol yang menjelaskan.
"Kau pikir mereka lagi main drama apa? Nggak usah ganggu acara mereka dan rencana gue, ,".
"Ya Park Chanyeol si tiang jemuran, apa-apaan ini maksudnya? Sumpah gue nggak ngerti. . " Baekhyun Hintless.
"Katanya kamu sendiri yang meminta supaya ada disini, jadi ini caramu satu-satunya supaya ada disni . .menjadi pendampingku.. "
"Yang dimaksud tinggal tuh menikah sama elu? Itu rencana lo! " Chanyeol ngangguk.
"Tahu gitu artinya mendingan ogah gua. . , , maen suruh-suruh nikah aja?. . nggak gue nggak mau?. ."
"Memangnya kenapa?" tanya Chanyeol sok sopan.
"Tentu saja karena gue belum pernah punya pacar. . tuan muda Park Chanyeol . ." Pliss deh baek, dari segala alasan yang ada, kenapa lu nolak perikahan Cuma karena belum pernah pacaran.
"Terus apa bedanya pacar dan suami, dalam hal ini mereka adalah sama. . hanya beda sebutan. .pokoknya lo musti nurut dan ngebiarin gue sama rencana indah gue. ."bujuk Chanyeol. "Kalau kamu mau aku bisa jadi pacarmu nanti . ." Awalnya Baekhyun mau marah mendengar pernyataan enteng dari Chanyeol, tapi kok ada degub jantung yang terasa lebih cepat. Dan suhu tubuhnya juga memanas.
"Pokokknya gue nggak mau!, gue mau pulang sekarang!"
"Nggak bisa, enak aja main pulang-pulang, , berhubung 'elo' dah ada di sini. . mulai malam ini juga kau tidak boleh pulang! Dan menetap disini" ujar Chanyeol dengan sadisnya dan menekan kata-katanya.
"Sumpeehh. .Ciyus lu,, miapah?"
BRUKK!
Baekhyun pingsan ditempat *pura-pura sebenarnya*.
.0.
Baekhyun bangun dan mendapati dirinya di sebuah kasur nyaman dan mewah, oh ya sampai dia lupa tadi pikirannya mau pura-pura pingsan supaya terbebas sebentar saja, atau seenggaknya bisa pulang sebentar lalu kabur ke luar negeri, tapi nggak mungkin itu dia lakukan, soalnya dia kan nggak punya duit, mau ke luar negri kemana, tapi bukannya terbebas malah si Chanyeol sialan itu, Cuma ngelihatin Baekhyun yang pingsan dulu sebelum dia minta tolong ke orang lain lagi, sebelumnya juga Chanyeol sempet do'ain, plis deh ini orang pingsan bukan orang mati.
"Hahhh. . malah ketiduran . . " Baekhyun mengamati keadaan sekitar, ternyata ini masih di rumah tuh tiang listrik yang super kaya.
"Tapi ini kamar siapa?, terus ortu gue pada kemana nih. .? masa' nggak nyadar anaknya yang unyu badai ini ilang?" rutuk Baekhyun sambil narsis dikit.
Hal yang pertama dilakukan Baekhyun setelah bangun adalah mengecek hp nya ternyata ada panggilan dari Luhan dan Lay, serta orangtuanya, dan beberapa pesan juga. Tapi dia lebih penasaran ini kamar siapa, langsung saja dia menyalakan lampunya dan makin terlihat megahlah kamar ini. Banyak foto terpampang disana, foto dengan banyak senyum.
"Siapa itu?"
Tapi setelah mengambil salah satu foto kecil dan memandanginya lekat-lekat akhirnya Baekhyun tahu ini foto siapa, dan sang pemilik foto ini pasti pemilik kamar ini. Tidak lain dan tidak bukan adalah Chanyeol. Terus kalau ini kamarnya dia, dianya kemana nih?.
'Buset deh beda banget sama sekarang, dulu dia culun banget ya? Ehehe' pikir Baekhyun dalem hati. 'Tapi kok dia sekarang keren abis. .walaupun nyebelin' pikir Baekhyun tanpa sadar, tapi setelah itu dia geleng-gelengkan kepalanya menolak itu semua tapi percuma sih.
Baekhyun memutuskan untuk keluar kamar siapa tahu orang tuanya masih di depan atau gimana, walaupun dia sendiri juga nggak yakin.
Ada satu ruangan didekat kamar itu yang masih menyala dan terbuka sedikit, Baekhyun mendekat dan mengintip di dalamnya. Ternyata Chanyeol ada disana berkutat dengan kertas-kertas dan computer.
"Sedang apa?" sapa Baekhyun lalu duduk di depan meja Chanyeol.
"Menyelesaikan administrasi kecil. . " jawab Yeol singkat. 'Nggak percaya kalau foto tadi fotonya dia' ejek Baekhyun, soalnya tadi dia lihat foto anak kecil lucu dan culun jadi satu, tapi punya aura kebahagiaan yang terpancar jelas. Tapi sekarang dia lihat Chanyeol auranya kesepian.
"emm .. mana orang tua gua. .?"
"Pulang."
"Tanpa membangunkanku?"
"Kau akan tinggal disini apa kau lupa?"
"Apa mereka bakal balik lagi?"
"Iya saat upacara pernikahan, sebagai walimu. ."
"Selain itu. . tidak bisakah mereka menjengukku.. ?" Chanyeol menggeleng, "Bagaimana kalau aku yang menjenguknya?" tanya Baekhyun tidak putus harapan.
"Kau boleh mengunjunginya dengan izinku atau bersamaku tidak lebih dari 3 kali selama sebulan, tapi ada syaratnya. . "
"Apa?"
"Pelajari tata cara menjadi bangsawan dengan benar, , baru kau mendapat izinku. . "
Dalam hati Baekhyun sudah teriak-teriak nggak jelas, syarat macam apa itu. Mungkin kedengarannya mudah tapi kalau mengatakannya di depan Baekhyun yang urakan dan suka seenaknya sendiri dan jahilnya minta ampun, orang itu seperti meledek dirinya.
'Dia pikir gua nggak bisa melakukannya apa?. . hehh lihat saja nanti. .dasar tiang jemuran kriwul. .akan gua buktiin sama lo.. .' tekad Baekhyun.
"Oke. .deal ya?" jawab Baekhyun sok tenang.
Lama mereka terdiam, Baekhyun Cuma menatap orang ini, apa dia tidak capek dari tadi terus bekerja. Baekhyun yang ngelihatnya aja sampai capek.
"nggak mau tidur lagi?" kali ini Chanyeol membuka pembicaraan kayaknya dia mulai khawatir sama Baekhyun takut dia kejedot meja, dari tadi ngantuk tapi ditahan.
"Ogah ah. .gue nungguin lo ajah. ."
-0-
-0-
"Ehem.. Baekhyun bangun. ." Chanyeol mencoba membangunkan Baekhyun dengan caranya sendiri tapi Baekhyun tidak juga bergerak.
"Bilangin. . ke Kris nggak usah ngejar-ngejar gue lagi. .eunghh. ." Baekhyun kayaknya ngelindur, tapi mendengar itu Chanyeol kayak merasa agak gimana gitu. Padahal maksudnya ngejar gitu kayak antara aparat dan penjahat.
Chanyeol mencoba sekali lagi untuk membangunkan.
"Ehem. . BYUN BAEKHYUN. . TERSERAH APA ITU, CEPAT BANGUN SEKARANG!" Chanyeol setelah mengatur suaranya, dia berteriak sekeras-kerasnya.
"Huwaahhh iya, ,,sumpah mak, bukan gua yang ngabisin maka—hah?" Baekhyun langsung mengangkat kepalanya, dari kemarin dia tertidur di meja kerja Chanyeol dan selimut yang menyelimuti dirinya langsung terjatuh di lantai.
Dia mengamati sekeklilingnya tapi tidak ada ummanya, yang ada Cuma Park Chanyeol. "Mana eomma gua?" haduh Baekhyun tanya lagi, bukannya dia pelupa kayak Lay atau gimana. Tapi cara membangunkannya tadi persis seperti eommanya.
"Di rumahmu lah. ."
"Yang membangunkanku tadi?"
"Aku, tadi aku ditelfon eommamu, katanya kau susah bangun dan dia memberitahuku caranya. .." ujar Chanyeol santai, "Cepetan mandi, nih seragammu, ,udah diganti baru yang dulu udah kusem, bulukan banyak yang sobek. ." lanjut Chanyeol.
"Biasa aja kali, sobeknya juga nggak gede-gede amat. ." setelah menerima seragam Baekhyun langsung masuk ke kamar mandi. " Huahh. . mungkin aku harus mulai akrab sama tuh anak .. setelah ini kan gue tinggal sama dia terus. ." gumam Baekhyun.
.0.
.0.
"Gue turun disini aja!,, " dia sekarang berangkat bareng Chanyeol, naik mobil super mewah ada supir pribadi lagi.
"Kenapa malu ya?" tanya Chanyeol.
"Nggak, ini masih kepagian . . ntar ajah gua masuknya. .!"ujar Baekhyun ternyata selama ini dia nggak terlambat tapi memang sengaja memperlambat.
"Nggak bisa, pak supir jalankan mobilnya dan berhenti di tempat biasa. ." Chanyeol langsung menggandeng tangan Baekhyun supaya Baekhyun nggak kabur.
"Woi apa-apaan lo. .!" ronta Baekhyun.
Setelah sampai di depan gerbang sekolah, tentu saja banyak orang disana, dia baru saja Lihat Lay yang memasuki gerbang sendirian kini sudah masuk, Baekhyun tidak mau turun nunggu sampai mereka menjauh, setelah mereka menjauh apesnya di depannya ternyata ada mobil keluarga Kyungsoo, dan Dio yang baru saja keluar dari mobil itu.
"Kok tidak keluar. .?" tanya Chanyeol.
"Bentar ya. ."Baekhyun bersiap-siap bagaimana caranya keluar dari mobil tapi tidak sampai menyolok perhatian, dia nyuruh Chanyeol keluar duluan setelah itu di belakang punggung Chanyeol, Baekhyun keluar diam-diam dan menjauh secepat mungkin untuk menyusul Kyungsoo. 'ada untungnya juga jadi pendek'
"Annyeong Kyungsso-ie baby. . diantar ya pagi ini?" tanya Baekhyun mengagetkan Dio.
"Baru berangkat?" tanya Dio karena tadi nggak ngerasa ngelewatin Baekhyun soalnya rumah mereka searah, sementara rumah Chanyeol beda arah.
"Biasa gue muter-muter dulu, lagi lihat-lihat di toko kaset dekat sini. .siapa tahu Gb faforit gue udah ada album baru. ." jelas Baekhyun bo'ong banget.
"Hari ini masih mau menemui Sehun lagi?" tanya Dio.
"Temuin Luhan-gege dulu deh. .ke kelasnya yuk. ." ajak Baekhyun, Dio hanya mengangguk.
Sampai di lantai 3, mereka berdua memergoki Lay sedang ada di depan kelas berbincang-bincang dengan seorang Kim Joonmyun a.k.a Suho. Nggak salah tuh. Jangan mentang-mentang nggak ada Kris dia jadi seenaknya ajah.
"Ecieee yang ketemuan pagi-pagi. ." Baekhyun mencoba mengerjainya kali ini. Lay langsung mendeath glare Baekhyun dan mengancam dengan matanya yang mengatakan 'Mati lu Bacon.. '.
"Di, , kabuuurr . ." Melihat itu Baekhyun langsung membawa lari Kyungsoo dan lupa tujuannya untuk menemui Luhan.
.0.
.0.
Dikelas, Baekhyun kayak berpikir keras, jarang banget dia sampai terlihat begitu serius di kelas dan satu lagi dari pagi sampai mau istirahat belum ada suara Baekhyun yang terkena omel guru atau suara gaduhnya, dan dia tidak melewatkan pelajaran mtk maupun fisika,temen sekelasnya langsung yasinan takut tuh anak kesambet. =_=*
'Katanya pernikahannya jum'at besok, berarti 4 hari dari sekarang. . . soal'nya jadwal pulang tuan sama nyonya Park ke korea itu 4 tahun sekali kayak tahun kabisat. .aduuhh selain itu gua nggak ngerti apa-apa. . tadi yang diomongin apa ajah ya. . nih kebanyakan gue bergaul sama kuda-hyung ketularan pelupanya. .' pikir Baekhyun sambil ngeluarin muka seserius mungkin. Yang malah bikin serem.
Kyungsoo yang diem-diem perduli sampe berdo'a dalem hati. 'Pliss balikin Baekhyun kayak dulu. . setan apapun itu keluarlah dari tubuh Baekhyun sekarang. . ' komat-kamit Kyungsoo.
Ada salah satu temennya berinisiatif karena dia masih ada keturunannya mbah m*rijan yang nomor ke berapalah*maaf nih* jadi dia langsung tumpahin sebotol penuh air habis di do'ain sekelas.
BYUURRR. .
"Ebuset. . ujan lokal.. " teriak Baekhyun langsung berjingkat dari tempat duduknya. Temen-temen cengo ngelihat Baekhyun, Baekhyun cengo melihat temen-temennya. Jadi mereka Cuma pada liat-liatan ajah.
Tapi Baekhyun kemudian tersenyum alias smirk tajam, udah ada asap hitam pekat di sekitar tubuhnya, ternyata di belakang Baekhyun ada author yang lagi bakar ikan teri gosong pula.
"Lo semua. . maksud lo apa hah?" semua pada kalang kabut.
"Biasanya setan bakal keluar kalau disiram. . " ujar anak itu.
"Setan pala lu somplak. .. . awas lu ya!" Satu kelas jadi gaduh sekarang. Seenggaknya menurut mereka ini lebih baik dari pada Baekhyun yang sok serius. ==*.
.0.
Baekhyun ijin ke kamar mandi, sampai istirahat. Dia apes terus sihh. .dia takut ngomong ma temen-temen lainnya soal dia mau nikah, nggak bilang ntar dia bisa jadi bacon beneran.
"Terus Chanyeol kan anak satu-satunya. . kalau dinikahin sama gue, , mereka nggak punya penerus, sayang banget padahal hartanya udah bejibun gitu, , kasih ke keluarga gue kali aja yah. Tapi, kan gue juga anak tunggal. ."
Ditengah keterpurukan Baekhyun di toilet, masuklah seorang tinggi yang berkulit item bernama Jongin. Dia melihat Baekhyun dengan tatapan cemburu dan menghindarinya. Cemburu karena orang yang disukainya dipanggil chagi dengan seenak jidatnya sama nih orang.
"Ape lu. .liat-liat lagi?"
"Nggak, berani banget cewek masuk ke kamar mandi cowok. ." Jongin mau ngatain sebenernya.
"Sialan lu item. . eh awas lu ya. . nggak gue ijinin lu ngedeketin Kyungie gue biarpun se milisenti. ." Baekhyun sepertinya sudah tahu kelemahan nih anak.
"Tahu dari mana?" perasaan Kai Cuma cerita sama Tao, dan Tao nggak deket sama Baekhyun.
"Muka orang-orang kek lu itu pasti incerannya semacam temen gue kan , , dan gue udah tahu selama ini akal bulus lu buat ngedeketin Kyungie. .semua tingkah laku lo mengandung modus tahu nggak, dari pertama lo masuk sini, siapa sih yang nggak bisa inget lo. . sekali liat orang pasti inget. ."
"Jadi lu sengaja manas-manasin gue, pake panggil-panggil chagi segala. ?."
"Iya, , gue nggak ngijinin lu . . sama Kyungie gue . ."
"Siapa lu . . sok ngaku-nagkuin dia milik lu. ."
"Seenggaknya gue menyandang status temennya, , dari pada dia yang bukan siapa-siapa lu. ."
"Gue bakal tetep deketin dan dapetin dia. .meskipun gue harus ngelawan elu.. "
"Gue sunbae lu ya?. Berani deketin dia langkahin gue dulu. ."
"Lu mah pendek gampang dilangkahin. ." setelah itu Jongin saking sebelnya sampe dia lupa mau pipis, dan sekarang udah main keluar aja dari kamar mandi.
"ITEEEMMM!"
Baekhyun mengatur nafasnya, tapi kemudian dia melihat Kai balik ke kamar mandi lagi. Baekhyun pelototin dia dengan tatapan 'mau-apa-lagi-lu'.
Kai nyengir gaje. "Misi lupa, mau pipis. . " ujarnya, karena tidak mau makin naik emosinya Baekhyun keluar lagi dan di depan dia ketemu Chanyeol kayaknya mau ke kamar mandi juga. Baekhyun ngindarin dia dan langsung pergi ajah.
.0.0.
O_O
"Plis hyung-deul. . gege-deul. . aku makin khawatir sama Baekhyun-hyung, , baru kali ini dia pelajaran mikir serius banget. . " Kyungsoo laporan sama temen gengnya, mungkin kalau orang lain yang berubah seperti ini, ini adalah sisi positif tapi entah kenapa kalau seorang Baekhyun yang berubah kesini jadi terkesan mistis.
"Harusnya itu jadi berita baik buat kalian. .!" Kris yang tidak sengaja mendengar langsung komen. Bagus kan kalau Baekhyun berubah. Kenapa temennya pada nggak ada yang ngedukung.
"Lo nggak ngarti, diem aja lu. ." sergah Lay. "Ada yang lain lagi yang aneh?" tanya Lay pada kyungsoo.
"Oke aku urutin yah, pertama hari ini dia tepat waktu, masuk kelas juga tepat waktu, tidak ada alasan keluar kelas sedetikpun , kekamar mandi saat pelajaran pun tidak, tidak berpura-pura sakit saat mtk dan fisika. . tidak ada hukuman dan tidak ada guru yang mengomelinya dan dia terlihat sedang berpikir serius. ." mendengar penjelasan Kyungsoo, Kris Cuma geleng-geleng ajah, bukannya bersukur satu temennya berubah malah dianggap aneh.
"Pasti dia ada apa-apanya. . kita harus selidiki. . Di, lu tahu nggak siapa aja yang kira deket sama Baekkie akhir-akhir ini. .orang yang dia suka gitu?" tanya Xiumin.
"Kalau Baekhyun mah jangan ditanya, , dari Aril noah sampek Pasha ungu juga dia ngakunya deket. . . . jangankan mereka tukang es yang ada di pasar. .aja diakuin deket ma Baekhyun si bebek rawa .." tukas Lay.
"Ekstrim woi. . dia, ." sahut Luhan.
"Oh ya. . kemarin dia bercanda, tapi keknya sungguhan kalau dia suka Kris. . pasti lo ya yang ngapa-ngapain si bebek. . ?" Lay kini menanyakan pada Kris yang ada disampingnya.
"Sumpah gue nggak tahu. .terakhir Cuma gue sapa doang "
"Eh dia pernah bilang padaku sebel sama anak kelas satu yang namanya Jenglot, Jengkol, jengkelin ..loh!,. . aduhh siapa sih. .?"
"Jongin, bukan?".
"iya. . Jongin." Jawab Kyungsoo.
Jauh amat sih kalau melencengin nama =.=*
-0-
-0-
Di kediaman Park Chanyeol dan Byun Baekhyun *sekarang*.
". . .jadi begitu tuan. . kalau anda mau menemui tamu penting seperti itu caranya. ." ujar sang pelayan yang ditugaskan mengajari Baekhyun tata krama dalam waktu 4 hari. "Coba sekarang anda praktekkan sendiri. ." jelasnya kemudian meninggalkan Baekhyun supaya latihan sendiri.
Baekhyun yang masih duduk di meja makan sambil perhatiin sendok, garpu sama pisau yang ditata rapi dengan malas, kayaknya dia sudah lupa apa yang udah dijelasin tadi.
"Kenapa sih. . orang kaya kalau ada jamuan harus steak. . kan repot makannya kenapa nggak bakso aja atau masakan padang atau gado-gado kan nggak ribet tuh .. nggak perlu pake pisau segala. . !" marahnya sambil nyebutin makanan kesukaannya, kemudian melempar pisau itu ke pintu masuk yang ada dihadapannya.
"UWOOO!"
Chanyeol yang tidak sengaja masuk, buat ngejenguk Baekhyun langsung merinding tiba-tiba ada pisau yang melayang di hadapannya. Untung dia reflek menyamping, kalau nggak tewaslah dia. Nikah aja belom. foto pra- weeding aja belom, masak ntar diganti foto pra- deathing .
"Kamu mau membunuhku ya?"
"Kalau bisa sih, mau mau aja gue bunuh elu. . gue mau pulang… nggak betah disini.. " protes Baekhyun. "gua juga kangen sama eomma. . " lanjutnya.
"Serah lu, pokoknya tugas lu disini ini Cuma jadi pendamping gue. . "
Lama terdiam dan tidak ada yang berani membuka percakapan, sampai. ..
"Hiks.. " Baekhyun mulai sesenggukan, kayaknya dia mau nangis dan menundukkan wajahnya kebawah.
Chanyeol mengambil tempat duduk di sebelah baaekhyun, dia tahu ini berat untuknya meninggalkan orang tuanya dan masa mudanya juga. Dia mengusap canggung punggung Baekhyun.
"Kau nangis karena kau akan menikah denganku?" tanyanya dingin.
". .."
"atau Kau nangis juga karena pernikahanmu yang tiba-tiba ini. .?"
". .."
"Dan kau tidak bisa seperti teman-temanmu yang merasakan cinta disaat sekolah. .. bisa dekat dengan siapa saja?"
"hiks. ." Baekhyun tetap menangis.
"Uljima. ." Chanyeol menenangkannya walau terdengar memaksa dan agak kasar nyuruhnya.
"Huwaaaa. .. gimana ini gua belum ngasih tahu teman-teman gue tentang pernikahan ini. .. undang mereka nggak yah? Diundang kan gue belum bilang masak tiba-tiba ada undangan. . nggak diundang kalau mereka tahu bisa disate gue. .huwaaahhh. . " Baekhyun nangis kejer.
"Kenapa sih pikiran lo nggak pernah normal. .?mending tadi nggak usah khawatir. ." kayaknya tanpa sadar Chanyeol ikut kebawa kebiasaan Baekhyun buat ngomong nggak sopan.
"Apaan sih?"
"Aku tuh khawatir banget soal kamu dan pernikahan nanti, tapi kenapa pikiranmu malah nggak rasional seperti itu. ." jengkel Chanyeol, tapi Baekhyun cuek bebek sabodo amat.
"Eh, gue mau tanya dong. .tas yang isinya eyeliner gue mana ya?" tanya Baekhyun dibalik pintu.
"Nggak ada udah gue buang!"
"APAA?!"
Tbc. .
Ehehe. . . oke tangan saya mulai gatel pengen nulis tapi bener-bener dalam situasi yang nggak memungkinkan, mungkin ini tulisan terakhir saya sebelum vakum. . atau nanti satu lagi sebelum bener-bener vakum mau konsen. . .gamsahae atas pastisipasinya dan seluruh perhatiannya yang telah dicurahkan untuk membaca ff-abal ini. .
Ahh ne lupa,, , mungkin ini bertepatan sama ultahnya D.O-emmak, , kenapa nggak bikin chap khusus D.O? alasannya sudah terlanjur ketik. . tapi mungkin nanti bisa diupload. . sebelum KaiSoo-month berakhir. . ekekek. #epil-smile.
Review timeee. . ..
Sari Nur hanifah : annyeong juga dan salam kenaaalll.. .!*happy :D. .neeeee gomawoo. . oke itu memang Chanyeol. .ne semoga tetap suka. .ini kelanjutannya, ne gwencanna. . Gomawo reviewnya :D
Yuliafebry : eheheheh. . bayangin Kyungsoonya kek peniti bros di jilet. .XD, typo?. . ada yang bilang itu malah menjadi karakter saya * *. . oke write write and write . . Gomawo reviewnya :D
SooBaby1213 : aahhhhh makasih. . mian apdetnya lama. . hope u like it. .! Gomawo reviewnya :D :D
Shinminkyuu : ne. . disini Chanyeol muncul.. . Chennya agak entaran. . dulu. Gomawo reviewnya :D
Just Call Me Guest : annyeong saeng!. .whatsup yo!. .selalu boleh dong apa sih yang enggak. . *kedip-kedip bikin mutah. .
aigoooo. . kamu kok sukanya yang konflik-konflik sih. . okeh deh. .diusahain yang terbaik, gomawo reviewnya :D.
Julie Namikaze :.. ahhh mianhae. . tangan saya waktu itu kepleset. . mian-mian*nunduk. . sekarang dah bener kan?. . eheheh. Kilat nggak bisa mianhae, ,, tapi ini dah apdet. .hwaiting Gomawo reviewnya :D
Haradakou : eheheh makasih udah bisa nerima ff- yang bahasanya nyeleneh dan nggak karuan ini. . oke ini Chanyeol muncul, Gomawo reviewnya :D
Rinie hun : ehehehe, , nggak deng. . yang itu Cuma pemikiran saya ajah. .mian ya kalau lulunya makin terkesan o'on. . . oke ini kelanjutannya .. Gomawo reviewnya :D
Hunhansulay : oke mian nggak cepet tapi ini udah dilanjut. . Gomawo reviewnya :D
Ryu Chanhyun : oke-oke. … yang ini baru baekyeol ketemuan. . oke Gomawo reviewnya :D
lovelySoo-ie : KaiDo sama Chenminnya Chap depan. . .Sulay/kray. . keknya dari senyuman saya udah tahu ini yang mana.. *mana bisa liat. .ne ditunggu ajah. Oke baek memang tahu.. . ini dilanjut. . Gomawo reviewnya :D
El Lavender : annyeong. . Elsa-ssi. . gwenchannayo. ..sssttt jangan keras-keras. . ntar ketahuan tetangga. . ditunggu ajah ini Kray pa nggak. . Gomawo reviewnya :D
Kim Jae So Zhang Jae So : makasihh . . ne ini Chanyeol seme, tapi aku lebih suka pake Baekyeol. ..gemes luhan kok gigit yeol . .ekekeke ,waduhh. .. oke ini dilanjut. . Gomawo reviewnya :D
: oke oke ini kelanjutannya. . .. Gomawo reviewnya :D
Akita Fisayu : Chenminnya bareng ma KaiDo. . chap depan. . mungkin mereka mungkin juga KrisLayHo. .kenapa ff saya selalu tipos , itu karena typos adalah nama tengahku. . hahaha nggak deh, , , mungkin saya nggak terlalu paham aja yang typos yang mana. . tapi nggak pa-pa selama itu nggak terlalu mengganggu dan bisa dipahami. .tapi kalau udah melewati batas lapor lagi ne? .. ini update tapi nggak fast. . Gomawo reviewnya :D
Jinjja. . timpukin author!. . mian ini terlalu gaej dan pasti masih jauh dari kata sempurna, tapi seenggaknya boleh denger coment kalian dong? . .
Review pleaseee!
