Prince Hadhi ESP

Present

A Fanficton

.

.

.

"Seductive"

.

.

.

This Is A 2nd Story

Enjoy The Story

.

.

.

"Mau apa kamu?" Daniel perlahan mundur namun Seungwoo maju kearah Daniel sambil memasang wajah yang dibuat semesum mungkin.

"Aku hanya ingin membuktikan perkataan kak daniel, kalo kondom itu bisa mencegah kehamilan."

Daniel berhenti, dia sudah tidak bisa mundur lagi, ada tembok dibelakangnya. "Itu buat perempuan, kau itu kan laki-laki, Ong Seungwoo"

Seungwoo masih memasang wajah mesumnya, dia sudah ada dijarak yang sangat dekat dengan Daniel, "Kalo begitu ayo lakukan"

"Apa kau sudah gila-aahhh ... "

Seungwoo menyeringai nakal, "Ahhh sepertinya kau menikmatinya" seungwoo menggenggam penis Daniel, dia mengocoknya perlahan-lahan, "Ahh, aku ingin memasukkannya sekarang" Seungwoo membalikkan badannya dan mulai mengarahkan penis Daniel kepantatnya.

"Jangan ... Jangan ... " Daniel menutup matanya sambil berteriak teriak, namun kemudian terdiam tiba-tiba saat dia merasakan ada yang memasang kembali celananya. Perlahan dia membuka kedua matanya dan melihat Seungwoo yang entah kapan dia sudah memakai kembali seragamnya.

Seungwoo tertawa terbahak, "Aku bukan orang yang semesum itu, aku juga tidak tertarik dengan penismu" dia membuang kondom yang sudah terlepas dari penis Daniel sebelumnya, "Penismu kecil ternyata"

.

.

.

.

Dua minggu berlalu, Ospek yang memuakkan itu akhirnya berakhir, semenjak kejadian di laboratorium itu, Seungwoo jarang melihat Daniel, padahal Daniel itu ketua Ospek saat itu, tapi kenapa malah dia jarang terlihat. Seungwoo jadi penasaran. Mereka, para anak baru pun telah medapatkan kelas masing-masing. Seungwoo ada dikelas X-II, dia terlihat tidak begitu dengan suasana kelas yang sekarang bising karena interaksi antar siswa yang saling memperkenalkan diri.

"Namamu siapa?" tangan seseorang terulur tepat didepan Seungwoo yang sedaritadi sibuk dengan ponselnya, Bermain Game online.

Seungwoo menghentikan sebentar permainan gamenya, "Aku?"

Pria berambut hitam itu tersenyum manis kearah Seungwoo, "Iya kamu, sedaritadi aku melihat kamu hanya diam saja dimejamu."

"Boleh juga dia" pikir Seungwoo, dia membalas dan menjabat tangan pria itu "Aku Ong Seungwoo, senang berkenalan dengan "

"Oh, aku Hwang Minhyun, senang juga berkenalan denganmu" Pria itu tersenyum manis pada Sengwoo, "Boleh aku duduk disini?"

"Tentu saja"

Seungwoo kembali memainkan ponselnya, dia sangat bosan, dia sangat ingin bertemu dengan Daniel saat ini. Tapi dia sama sekali tidak tau, Daniel itu tingkat berapa dan dikelas mana. Sekolah ini amat besar, tidak mungkin dia mencari Daniel disemua kelas disekolah itu satu persatu. Tiba-tiba terdengar Ringtone sebuah ponsel, ternyata itu milik Minhyun, dia pamit untuk mengakat ponselnya.

"Bosan" seru Seungwoo, dia mulai keluar dari kelas dan berjalan menyusuri lorong kampus, dari jauh dia melihat banyak mahasiswa pria dan wanita bersorak-sorak didalam arena lapangan basket, "Ada apa sih? Norak banget teriak-teriak begitu"

Sengwoo mendekat kearah lapangan basket, dia mencari tempat duduk yang bellum diisi penonton ditribu, kebetulan disana belum ada pemain basket yang bertanding. Para penonton berteriak untuk menyambut pemain favorite mereka yang akan bertanding sebentar lagi, kebetulan Seungwoo suka dengan Basket dan lumayan penasaran sebagus apa permainan mereka, mungkin saja dia bisa ikut bergabung didalam team.

"WOOOHOOOOO ... KANG DANIEL ! KANG DANIEL !"

Para penonton bersorak meneriakkan sebuah nama saat kedua Team keluar, nama yang tak asing bagi Seungwoo, dia mencondongkan tubuhnya kedepan dan memicingkan kedua matanya, terlihat sosok yang selama ini dicari-carinya. Tak berapa lama pertandingan pun dimulai, mata Seungwoo tak lepas dari sosok Daniel, yang saat ini menjadi kapten timnya. Permainan Daniel yang keren berkali-kali membuat penonton bersorak-sorai riuh.

Saat berhasil melakukan Three Point, dia membalikkan tubuhnya kearah ditempat Seungwoo. Saat itu juga seperti adasesuatu yang menjalar dari ujung kaki ke ujung rambut Seungwoo, Daniel seperti candu saat ini untuknya. Daniel melambaikan tangannya, Seungwoo mengerutkan dahinya, mana mungkin Daniel melambaikan tangan untuknya pikir Seungwoo. Seungwoo menengok kekanan dan kekiri mencari pada siapa Daniel melambaikan tangannya. Netranya menangkap sesosok pria yang juga membalas lambaian tangan Daniel sambil memasang senyum manis kearah Daniel, Huang Minhyun.

"Apa hubungannya Minhyun dengan Daniel?" tanya Seungwoo dalam hati, ada rasa tersaingi disana. Pikiran Seungwoo melayang kemana-mana, "Ini tuh kenapa ya? Aku tuh kenapa? Oh God, jangan bilang aku suka sama Daniel?" Seungwoo mengacak-acak rambutnya Frustasi. "Aku hanya ingin mengerjainya saja, tapi kok?"

"Hai Seungwoo-ya, kau menonton juga?" sapa Minhyun yang sudah duduk disamping Seungwoo yang membuyarkan lamunan dan Monolog Seungwoo.

"Hai, ahh iya, aku penasaran saja dengan tim basket kampus"

"Oh"

Minhyun kembali fokus pada pertandingan, Seungwoo sesekali melirik kearah Minhyun, ada pikiran yang terus saja mengganggu pikirannya. "Hmm, kau kenal dengan kapten tim itu?" tunjuk Seungwoo kearah Daniel yang lagi-lagi mencetak Skor untuk timnya.

Minhyun mengangguk namun pandangannya masih kearah Daniel, lalu dia menengok pada Seungwoo, "Kenal, aku sudah kenal dia dari kami masih duduk dibangku SMA"

"SMA?"

Lagi-lagi Minhyun mengangguk, "Yaps, dia kakak kelasku waktu itu dan kebetulan juga kita satu kampus lagi sekarang."

"Oh" kali ini Seungwoo yang ber-Oh ria

Pertandingan pun berakhir, semua penonton termasuk Minhyun meninggalkan lapangan basket, menyisakan Seungwoo sendirian disana. Duduk sendirian, entah apa yang sedang dia lamunkan saat ini. Pikirannya melayang jauh pada bayang-bayang Daniel yang masih melekat jelas dalam benaknya, sebetulnya dia hanya ingin mengerjai seniornya yang sok senioritas itu tapi kenapa lama-lama semua tentang Kang Daniel tak lepas dari benaknya.

.

.

.

"Ahh ... Ahh faster, faster baby ... Ahhh" Desah pria yang sedang digenjot pria lain diatasnya, pria yang berperan menjadi Bottom itu menarik tengkuk pria yang berperan sebagai Top, mendekat kearahnya dan mereka pun berciuman, ciuman mereka begitu intens, saling berpanggut dan tukar lidah satu sama lainnya. Penuh nafsu diruang itu, sepertinya itu sebuah gudang yang terletak agak jauh dari kampus tempat Seungwoo kuliah.

"Ohhh... your dick so good, beb."

"Ahhh you so tight, my Baby"

"I'am Cumming, beb"

"Ahh together"

"AHHHHH ... " mereka mencapai klimaks bersama.

"Terima kasih, Beb, kau luar biasa" ucap Pria pirang yang menjadi Top, sambil mengucap keringat diwajah pria berambut hitam yang menjadi Bottom, dengan penuh sayang.

"Aku selalu suka saat penismu menusuk-nusuk nakal pantatku, Ahh aku sangat menikmatinya."

.

.

.

"Kau darimana saja, Minhyun-ah?" tanya Seungwoo saat Minhyun baru masuk kelas, "Kelas sudah mulai 30 menit yang lalu"

Minhyun mengeluarkan buku tulis dan peralatan tulis miliknya, "Aku habis dari UKS, badanku meriang sehabis menonton basket tadi." Jawab Minhyun.

"Oh pantas, kau terlihat berantakan sekali" komentar Seungwoo melihat penampilan Minhyun yang berantakan, Minhyun yang tak menyadari itu langsung merapihkan penampilannya, "Bagaimana apa sudah agak rapih, Seungwoo-ya?"

Seungwoo mengangguk, "Sudah lumayan dari yang tadi"

"Terimakasih."

"Ahh, sepertinya aku harus kekamar mandi, aku mau buang air kecil, aku tinggal dulu Minhyun-ah"

"Oke"

Sebelum keluar kelas, Seungwoo meminta izin pada dosennya. Setelah mendapatkan izin dia pun melangkahkan kaki kearah kamar mandi yang lumayang agak jauh dari kelasnya. Sesampainya disana, kamar mandi itu sepi, mungkin sekarang jam pelajaran jadi tak ada yang biasanya kamar mandi ini ramai dijajah pria dikampus ini untuk sekedar kucing-kucingan dari dosen hanya untuk merokok.

"Ahh leganya" seru Seungwoo yang selesai buang air kecil, dia tak langsung kembali kekelas, dia membasuh wajahnya terlebih dahulu.

"Kita bertemu lagi, Ong Seungwoo" Seungwoo menghentikan aktivitas membasuh wajahnya, dia sepertinya kenal suara itu.

"Kang Daniel"

"Kak Daniel." Daniel mendekat kearah Seungwoo, "Masih saja kau tidak sopan pada seniormu."

Seungwoo tertawa kecil, "Kau sudah berani mendekatiku? Aku kira kau takut padaku, Kak Daniel"

Daniel pun tertawa kecil seperti Seungwoo, "Aku? Takut padamu? Hahaha, itu Cuma akting saja, asal kau tau"

Seungwoo dengan sengaja mencondongkan dadanya, "Oh ya, aku baru tau kau jago akting"

Kini Daniel makin dekat dengan Seungwoo, dia mendekatkan wajahnya kesamping wajah Seungwoo dan dengan spontan dia jilat daun telinga Seungwoo, "Ahhh..."

"Ahhh, kau menikmatinya rupanya." Pungkas Daniel yang mendengar desahan Seungwoo, dia mengecup daun telinga itu.

Seungwoo mendorong dada Daniel untuk menjauh darinya, "Jangan gila, ini jam sekolah."

"Memangnya kenapa? Toh, kita kemarin juga hampir melakukannya dijam sekolah"

"Itu beda cerita, aku hanya ingin mengerjaimu saja, bukan ingin benar-benar melakukannya." Seungwoo mengkoreksi ucapan Daniel. Seungwoo bergegas pergi dari kamar mandi itu, namun tangan Daniel dengan cekatan menariknya dan mereka pun berpelukan.

Daniel merengkuh kuat Seungwoo dalam pelukannya, dia mengusap lembut kepala itu, dibalik pelukan Daniel, Seungwoo menyeringai. Sepertinya dia punya ide nakal, Seungwoo membalas pelukan Daniel tak kalah kuatnya. Tak lama, Daniel melonggarkan pelukannya, dia pun menarik dagu Seungwoo dan mulai menciumnya.

Bukan, bukan ciuman yang terburu-buru. Namun, ciuman perlahan nan lembut, Daniel menggigit perlahan bibir bawah Seungwoo, Seungwoo membuka bibirnya, Daniel pun langsung memasukkan lidahnya kedalam rongga mulut Seungwoo menggelitik setiap rongga mulut itu. Mereka bermain lidah satu sama lain, berpanggut mesra.

Daniel melepas perlahan penggutannya, Daniel mengangkat tubuh Seungwoo dan mendudukkannya dimeja Wastafle, dengan cekatan dia beralih turun ke leher Seungwoo, dikecupnya pelan Leher itu, perlahan namun pasti dia mulai menghisap pelan leher Seungwoo. Terdengar suara desahan disana, Daniel berhasil membuat "Tanda" miliknya ditubuh Seungwoo. Sambil terus bermain dileher Seungwoo, Daniel perlahan membuka kancing seragam Seungwoo satu persatu.

Tak lama semua kancing seragam Seungwoo terbuka, Daniel makin turun kearah dada Seungwoo dia menjilati setiap inci dada itu Daniel pun membuat Kiss Mark disana, desahan-desahan nakal keluar dari mulut Seungwoo. Daniel sampai dikedua puting Seungwoo, dihisapnya puting itu kencang.

"Ahhh, Fuck, itu enak kak Daniel, hisap terus-Ahhh ... " Daniel menyeringai ditengah aktivitasnya menghisap puting Seungwoo. Seungwoo menarik kepala Daniel, "Sekarang giliranku"

Seungwoo turun dari meja Wastafle, membalikkan tubuh Daniel, dia pun berjongkok didepan Daniel, dengan cekatan membuka ikat pinggang dan resleting milik Daniel. Tak pikir lama Seungwoo langsung melucuti celana seragam dan Underwear milik Daniel. Terlihat sudah penis Daniel yang masih menggantung lemas disana.

Seungwoo langsung menggenggam penis itu, dia mengocok penis itu perlahan. Kocokan-kocokan yang Seungwoo berikan membuat penis Daniel menegang sempurna, penis yang lumayan besar, ada semburat-semburat urat muncul disana menambah seksi penis itu. Setelah puas bermain dengan penis itu, Seungwoo mengulumnya, kuluman-kuluman yang tidak bisa dikatakan amatir.

"Ahhh ... aku pikir kau tidak suka dengan penisku, karena kau bilang kau tidak tertarik dengan penisku, katamu penisku kecil." Sindir Daniel yang melihat Seungwoo dengan lahapnya mengulum dan menjilat penis Daniel. Seungwoo tidak menggubrisnya dia terus saja mengulum penis itu, rasa penis Daniel seperti candu baginya. Dia tidak bisa menghentikannya.

"Ahhh... aku sudah tidak tahan, Fuck me, Kak Daniel" Seungwoo bediri dan melucuti pakaiannya sendiri, dia sudah sangat Horny rupanya, terlihat dari penis miliknya yang sudah menegang sempurnya. Terlihat lelehan Precum yang juga menetes dari ujung penis seungwoo.

Daniel tertawa, "Oke aku pakai kondom dulu."

"Tidak perlu langsung tancapkan saja penismu dipantatku."

"Kalau kau hamil bagaimana?"

Seungwoo menempeleng kepala Daniel, "Mana ada pria hamil, bodoh"

"Ya siapa tau itu terjadi kan?"

"Oke-oke, kalau itu terjadi berarti ayah dari anakku itu kau" Seungwoo sudah menunggingkan pantatnya didepan Daniel, "Ahh cepat Fuck me, please."

Tanpa disadari oleh mereka berdua sebuah kamera tersembunyi merekam aktivitas mereka sedaritadi.

.

.

.

© Prince Hadhi ESP

To Be Continued

.

.

.

Hai Guys,

Ahhh semoga suka sama cerita abal-abalnya yah hihihi ...

Maaf kalo lama Update, soalnya banyak yang harus aku kerjain dikehidupan nyataku wkwkwkwkwk...

Maaf kalo masih banyak Typo ya,,,

See You Guys in The NEXT STORY ...