Remake : Wolf Boy-Black Prince!

Cast :

Kim Mingyu

Jeon Wonwoo

Other Cast : Seventeen's members.

Jeon Wonwoo berbohong kepada teman-temannya tentang memiliki pacar dengan menunjukkan gambar seorang namja tidak dikenal yang ternyata adalah teman sesama sekolahnya yaitu Kim Mingyu, mau tidak mau Wonwoo meminta kepada Mingyu untuk berpura-pura menjadi pacarnya. Namun, Mingyu yang memberikan kesan namja baik-menawan ternyata menjadi seorang namja super sadis dan menggunakan alasannya untuk memeras Wonwoo dan memperlakukannya seperti anjingnya.

"Ahh! Padahal musim hujan sudah selesai. aku tidak membawa payung" lirih Wonwoo yang sedang menunggu redanya hujan deras yang membasahi tanah dihadapannya, ia menyenderkan punggung kecilnya pada pintu sekolah yang sudah dikunci tanda tidak ada lagi siswa atau siswi yang berada disekolah. Wonwoo menatap Seungkwan dan Dino yang sedang menunggu hal yang sama dengan dirinya.

"hahh~ aku juga tak membawa payung" timpal Seungkwan yang sedang berjongkok bosan disebelah Wonwoo. Dino menatap bangga teman-temannya sambil tersenyum sombong "pacarku mau menjemputu dengan mobil nih" Dino menunjukan ponselnya yang menampilkan pesan teks yang dikirimkan pacar Dino.

Seungkwan berdiri dari posisinya sambil menatap Dino tidak terima "Eh! Itu tidak adil"

Dino terkekeh sambil membalas pesan kekasihnya "Enaknya punya pacar lebih tua disaat seperti ini, kalia berdua mau ikut tidak?" tawar Dino dengan nada sombongnya.

"Tidak usah"

Seorang namja mengintrupsi percakapan Dino dan teman-temannya, Wonwoo, Seungkwan dan Dino menoleh ke arah suara.

SREK!

Suara payung terbuka terdengar ditelinga mereka, namja itu menarik pundak Wonwoo untuk mendekat dengannya, Wonwoo menatap namja didepannya tak percaya sedangkan kedua temannya hanya menatap Mingyu tercengang polos.

"karena ini tanggung jawabku membawa Wonwoo pulang" kata Mingyu sambil merangkul pundak Wonwoo lembut.

"a-ah.. Nah, kalau begitu sampai nanti. Titip salam untuk pacarmu ya" Wonwoo melambaikan tangannya ke kedua temannya sambil mengikuti Mingyu melangkah.

"Hmph! Lebih enak pakai mobil kok" kata Dino tak mau kalah saat Wonwoo dan Mingyu pergi meninggalkan mereka. Seungkwan mengobrak-abrik tasnya dan mengeluarkan ponselnya, dengan cepat ia mengetikkan nomor yang sudah dihapal diluar kepala olehnya.

"hah! Cepat kesini bawa payung" perintah Seungkwan pada sambungan telponnya yang ternyata dengan pacarnya sendiri. "heih! Jangan mengeluh, sekarang!" perintah Seungkwan lagi saat pacarnya tidak terima oleh perintah pacarnya sendiri.

.

.

Dia baik'kan? Senyumnya juga memikat'kan? Kim Mingyu kekasihku yang tiada duanya. Seperti yang kalian lihat, kami seperti pasangan yang sedang dimabuk cinta! '-Wonwoo menatap Mingyu yang sedang memegangi payung sambil tersenyum kearahnya. Benar-benar seperti pasangan sempurnaa.

.

... tapi Sebenarnya tidak.

Wonwoo memegangi payung yang tadinya dipegang Mingyu dan menatap jalan basah dihadapannya murung.

.

"Hei! Aku jadi basah. Geser sedikit ke sini!" perintah Mingyu kesal karena seragamnya basah dibagian pundak kanannya, Wonwoo melirik Mingyu kesal "Tidak mau! Aku juga sudah mepet sekali" tolak Wonwoo.

"oh begitu, aku sih tidak masalah. Besok aku berhenti menjadi pacarmu" kata Mingyu santai sambil melirik rendah Wonwoo yang berada disebelahnya.

"EH?"

"Jika kau ketahuan tidak punya pacar, besok kau akan sendirian kan?"

"ampun" kata Wonwoo pelan sambil menyodorkan payung untuk melindungi Mingyu dari hujan setetespun, mempasrahkan bajunya yang basah akibat payungnya hanya menutupi sebagian dari tubuhnya saja.

"nah, anjing seharusnya memang begini" Mingyu menepuk kepala Wonwoo pelan.

'kenyataanya dia tidak menganggapku seperti manusia' kesal Wonwoo dalam hati

.

.

Bagian 2 :

-First Love-

Bertindak Ceroboh!

.

.

"Semuanya tertipu oleh penampilannya! Sebenarnya dia sangat sadis tahu! pakai 'sangat sadis'" kesal Wonwoo sambil memukul pelan meja yang ada dihadapannya. "seperti kau tidak saja, tukang tipu" sindir Junghan sambil meminum colanya.

"tetapi,, membuat Kim Mingyu menjadi pacar bohongan, ya?" tanya Junghan sambil menatap Wonwoo datar. "dia satu kelas denganmu?" tanya Wonwoo balik.

Junghan mengangguk "padahal dia kelihatan seperti orang normal kok" jawab Junghan sambil mengingat-ingat kelasnya yang ramai karena menyapa Kim Mingyu.

Wonwoo menyilangkan tangannya malas "karena Cuma aku yang dipermainkannya"

"ya deh. Tapi walaupun begitu kamu tetap melakukannya kan?" Junghan menopang dagunya dimeja dan menatap Wonwoo yang sedang meminum colanya datar "dasar Masokis" sindirnya.

BYURR!

Wonwoo menyemprotkan colanya yang untungnya tidak mengenai Junghan, "kenapa sampai segitunya?!" Wonwoo mengepalkan tangannya tidak terima dengan pendapat Junghan. "Soalnya orang normal tidak akan melakukannya. Kau pasti masokis. Wonwoo-ah" jawab Junghan sambil menodongkan jari telunjuknya ke arah Wonwoo.

Wonwoo meremas gelas colanya pelan "Tidak akan! Sebenarnya aku tidak mau melakukan perintahnya. Tetapi dengan kedewasaan dan sedikit kesabaran aku bisa menahannya"

"sebenarnya aku yang memanfaatkannya!" lanjut Wonwoo sambil membenarkan kemejanya yang agak miring dan tertawa kecil.

Junghan merenggangkan tangannya sambil memperhatikan Wonwoo yang masih tertawa "merepotkan. Padahal tinggal cari pacar benaran saja"

Wonwoo menghentikan tawanya dan mencibir ke arah Junghan "Tidak semudah itu! Apalagi aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya"

"Jeongmal?!kau satu kalipun tak pernah?" tanya Junghan kaget, Wonwoo tersenyum canggung "ada sih beberapa yeoja dan namja yang mengajakku, tapi rasanya agak aneh kalau untuk berciuman atau bermesraan"

"Lebih ke 'teman tapi mesra' daripada pacaran kah? Kenapa tidak ambil yang itu? Daripada dipermainkan sama pangeran sadis?" Junghan mengerutkan keningnya heran.

GREEK!

Wonwoo langsung berdiri dan mengebrak meja tak bersalah didepannya "itu karena aku ingin merasakan cinta sebenarnya!" teriaknya tanpa sadar.

Para pelanggan cafe langsung menghentikan kegiatan makan mereka karena gebrakan (agak keras) dari Wonwoo. Wonwoo menyadari dirinya menyadari pusat perhatian segera menundukkan kepalanya hormat sambil mengucapka "jeosonghamnida" berkali-kali, dan duduk kembali dengan diam.

"Kau tahu'kan? Aku mulai mengenal Seungkwan dan Dino saat masuk SMA, ketika aku melihat mereka. Mereka sangat bersinar terang saat membicarakan tentang pacarnya 'mereka tampak ceria...dan bahagia' ku pikir. Disaat itulah aku merasa ingin punya pacar yang seperti itu" jelas Wonwoo sambil tersenyum manis pada Junghan yang mendengarkan penjelasannya dengan seksama. Junghan tersenyum kecil "pertama kau harus mencari pasangan yang kau sukai" Junghan membenarkan kunciran rambutnya.

"bagaimana?" tanya Wonwoo penasaran.

"hmm.. kau bisa mulai mencari dengan pria/wanita yang sadar akan cinta"

"sadar akan cinta?" ulang Wonwoo innocent, "hum! Kau hanya tidak menyadarinya, mungkin dia lebih dekat daripada yang kau duga"

'masuk akal... itu mungkin ide yang bagus!' batin Wonwoo senang.

.

.

Disekolah

.

.

Wonwoo memperhatikan namja dan yeoja yang ada disekita sekolahnya.

Kim Dongwan namja tinggi yang memiliki abs sempurna, hanya saja ia sedikit eum...feminim.

Lee Dongho namja mungil yang memiliki gigi kelinci manis yang membuatnya semakin manis hanya saja..ia uke yang sangat sangat sangat menyebalkan.

Park Jun namja dengan tinggi kira-kira 4 cm diatas Wonwoo lumayan tampan, tetapi ia sangat mesum. Wonwoo tak suka.

Ahn Jinah yeoja dengan body s line yang terkenal sebagai diva sekolah, tidak.. Wonwoo tidak menyukai diva sekolah. Cukup tentang Mingyu saja.

Lee Saehee yeoja terpintar dikelasnya, Wonwoo memutar bola matanya malas. Yang benar saja masa dia berpacaran dengan yeoja nerd?!

Wonwoo menopang dagunya malas dimeja sambil menatap jendela dengan murung 'walaupun aku sudah mencarinya, tetap saja tidak ada yang cocok' Wonwoo mencomot stik kentang milik Seungkwan yanng sedang asik bermain dengan ponselnya 'mungkin nasibku hari ini sedang terpuruk, besok-besok mungkin ada' pikir Wonwoo positif.

"eh. Lagi ngemil stik kentang nih." Dino menghampiri Seungkwan dan Wonwoo yang sedang duduk bersama. "oh.. Dino-ah, kau mau?" tawar Seungkwan sambil menyodorkan stik kentangnya. Dino menggeleng pelan "ani, Wonwoo-ah. Kau dapat tamu tuh" Dino menunjuk 6 yeoja yang sedang berdiri didepan pintu kelas mereka.

"Uh..." Wonwoo menatap kumpulan yeoja itu kaget. "Mungkin penggemar dari pacarmu" Dino melipat kedua tangannya sambil menatap yeoja-yeoja didepan kelasnya.

'"Ye?"

"uah! .. mereka keluar juga! Punya pacar bintang sekolah memang berbahaya nih" goda Seungkwan senang

.

.

Wonwoo ditarik oleh yeoja-yeoja berpakaian agak terbuka dan terlihat sangar itu, ia berpikir sepanjang perjalanan mereka dari kelas ke taman belakang sekolah yang memang sepi itu berpikir bagaimana cara ia melarikan diri dari yeoja-yeoja ini, jelas ia akan kalah nantinya bayangkan saja 6 lawan 1 walaupun Wonwoo namja ia juga takut dengan yeoja.

BRUK!

Salah satu yeoja dengan name tag "Ahn Yunjin" mendorong Wonwoo hingga punggung Wonwoo bertabrakan dengan dinding dibelakangnya, "agh..." Wonwoo mengerang kecil menahan nyeri dipunggungnya.

"kami dengan kau berpacaran dengan Mingyu, apa benar?" tanya Yunjin sambil berkacak pinggang, "yah.. itu.." Wonwoo menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"jadi ini benar?" tanya salah satu yeoja itu tidak terima

"Kenapa kau melakukan ini?!" bentak yeoja lainnya

"m-mungkin sudah takdir?" jawab Wonwoo nyaris berbisik

"HAH?" ke enam yeoja itu menyondongkan tubuhnya mendekati Wonwoo. "dengar ya! Mingyu itu seperti idola, hanya boleh dilihat tidak boleh disentuh! Mengerti?! Itu aturan tak tertulis dari kami!" bentak Yunjin sambil menatap Wonwoo tajam.

'kami? Aku bukanlah penggemar si brengsek itu' batin Wonwoo kesal.

"siapa peduli" ucap Wonwoo tanpa sadar. "APA?" ke enam yeoja itu langsung menatap Wonwoo marah.

"Yah, aturan itu... hanya untuk orang yang engga punya keberanian"jawab Wonwoo canggung, "Kau! Beraninya meledek kami" Yunjin mengepalkan tangannya tidak terima dengan jawaban Wonwoo.

"pokoknya, Mingyu tidak boleh dimiliki siapa saja!"teriak Yunjin kesal sambil menarik rambut Wonwoo.

Wonwoo yang tidak siap langsung terjatuh saat rambutnya ditarik sedangkan yeoja-yeoja lainnya menarik dan memukuli badannya. "agh! Sakit! YA!" teriak Wonwoo disela-sela siksaan yeoja-yeoja itu.

"Hentikan!" para yeoja itu menghentikan kegiatan mereka dan menoleh ke orang yang dengan tidak sopannya mengganggu kepuasan mereka.

"sudah SMA berhentilah seperti anak kecil. Memalukan, terlebih tiga lawan satu?itu pengecut" sindir namja tinggi dengan rambut berwarna almodnya menatap ke enam yeoja itu garang.

"jangan ikut campur! Siapa kau?" bentak salah satu yeoja berambut abu-abu.

"Ini bukan urusanmu!" sahut Yunjin kesal. Namja itu memasang wajah marahnya, Yunjin tersentak "a-apa?!" bentak Yunjin.

"hari ini sampai disini saja, ayo kita pergi" lerain yeoja berambut pendek sambil menarik lengan Yunjin untuk pergi segera pergi dari sana.

Wonwoo menatap kepergian Yunjin dan teman-teman kesal sambil memegangi lengannya yang terluka. "Gwenchana?" tanya namja berambut almond sambil mengulurkan tangannya membantu Wonwoo berdiri.

"ah, ya. Gwenchana" jawab Wonwoo sambil menerima bantuan uluran tangan dari namja dihadapannya. "Um. Terimakasih sudah menolongku"Wonwoo membungkuk sopan pada namja yang telah menyelamatkannya. "ah tidak, ini hanya kebiasaanku saja" jawab namja tadi sambil menggaruk tengkuknya. "aku tidak bisa diam saja melihat mereka bersikap seperti anak kecil." Lanjutnya.

"ah ya.. siapa namamu?"

"J-Jeon Wonwoo" jawab Wonwoo sambil membersihkan pakaiannya dari debu yang menempel, "Aku Lee Seokmin panggil saja DK, dari kelas 7, kau kelas satu'kan? Kita satu tingkatan jadi tidak usah formal bergitu" ucap namja bernama DK sambil tersenyum ramah pada Wonwoo.

"Baik! Ah.. maksudku Ya, Eh? Bilang "ya" juga formal?" tanya Wonwoo bingung. DK terkekeh pelan "apa yang kau katakan?" DK mengetuk dahi Wonwoo pelan. Wonwoo membeku mendapatkan ketukan dan juga wajah DK yang sedang terkekeh ramah padanya.

'DK... dari kelas 7' batin Wonwoo mengingat.

.

.

"Mingyu-ah, Sudah berapa kali kau berpacaran?" tanya Wonwoo sambil memakan bekalnya

"Tidak pernah" jawab Mingyu seadanya.

"EH? Bagaimana bisa?padahal kau begitu populer"

"tak peduli, aku tidak mau pacaran dengan siapapun"

"sebelumnya kau bilang tidak membutuhkan perempuan atau namja kan?"

"memang"

"eh?"

"apa jangan-jangan!"

Mingyu menopang dagunya malas sambil membuang nafasnya berat "hah.. kau pasti berpikir begitu, Cinta adalah bumbu penyedap dari kehidupan, bukannya aku tidak suka itu, tapi untuk saat ini aku tidak membutuhkannya. Selama tidak menggangguku aku tidak masalah" jelas Mingyu datar.

'kenapa sedingin itu?' batin Wonwoo.

.

.

Memang sih, bisa hidup tanpa cinta, tapi... –Wonwoo

.

.

"Hei! Lagi-lagi pacarku nangis tahu" Seungkwan menceritakan tentang pacarnya pada Dino sambil duduk diatas meja, Dino mendecih kecil "Parah. Lebih baik putusin terus cari baru lagi" saran Dino sambil membenarkan rambutnya.

"Tidak! Itu bukti dia sangat mencintaiku!" tolak Seungkwan bahagia.

"ohh.. begitu" Dino mengangguk mengiyakan.

Wonwoo yang sedari tadi memperhatikan temannya itu menunduk diam sambil memasukkan buku-bukunya kedalam tas 'aku juga ingin merasakan cinta' batinnya lirih.

Wonwoo mengalihkan pandangannya ke arah pintu kelasnya. 'oh? DK?' Wonwoo segera berjalan keluar dari kelasnya "DK-ah! Ada apa? Kau menunggu seseorang? Mau kupanggil?" tawar Wonwoo, DK menunduk malu "Ani.. aku sedang menunggumu" jujurnya

"Eh, aku?"

"aku kira akan terjadi lagi, aku sedikit khawatir. Mungkin aku sudah terlalu ikut campur" DK menggaruk tengkuknya sambil tersenyum canggung.

DK langsung tersenyum dan menepuk pelan pundak Wonwoo "Syukurlah tidak terjadi apa-apa, sampai nanti!" DK langsung berlari sambil melambaikan tangannya ke arah Wonwoo.

"o-oh? Gomawo!" teriak Wonwoo pada DK yang sudah mulai menjauh.

Wonwoo menatap DK yang berlari di lorong kelasnya 'dia datang kesini karena khawatir padaku?'

.

.

.

Mingyu berjalan menyusuri jalanan Seoul yang basah terkena guyuran hujan siang tadi. Mingyu menghentikan langkahnya memperhatikan pagar didepannya. "ada apa? Kenapa berhen—"

SPLASHHH!

Wonwoo mengumpat pelan pada mobil yang seenaknya saja melaju dan melewati genangan air yang ada disebelahnya sehingga celananya harus berkorban.

"psh.. dasar ceroboh" sindir Mingyu.

"yaa! Ayo cepattt... ngenggg bururururu. Swingg! Rasakan pedangku ini!" gerombolan anak kecil bermain didekat Mingyu dan Wonwoo sambil membawa tongkat kayu.

SRAK!

"oh.. maafkan aku" anak kecil itu menatap Mingyu yang sedang terbaring dengan posisi tengkurap dijalan.

"Pft!" Wonwoo berusaha sekuat mungkin untuk menahan tawanya.

"apa yang kau tawakan?!" tanya Mingyu geram, Wonwoo langsung membukam mulutnya sambil menggeleng. Mingyu mengambil tongkat kayu tadi dan melemparkannya jauh-jauh.

SWINGG!

Setelah dilemparkannya ia membersihkan seragamnya, "ambil" perintahnya.

Wonwoo yang sibuk untuk tidak tertawa tidak mendengar apa yang Mingyu katakan hanya terdiam. "apa yang kau tunggu! Kubilang ambil! Itu tugas anjing" perintah Mingyu yang langsung membuat Wonwoo berlari kearah dimana Mingyu melempar kayu tadi.

.

.

.

"hah.. hah.. hah.. ini" Wonwoo menyodorkan kayu yang dicarinya dari siang hingga sore menjelang pada Mingyu yang sedang bersender disalahsatu tembok rumah yang ada dijalan itu. "lama sekali dasar lamban" ejek Mingyu.

"aku tidak melihat kemana jatuhnya!"

"kau bisa mencari kayu yang hampir sama dengan ini!"

Wonwoo memejamkan matanya kesal 'aku tidak memikirkan sampai kesana bodoh!'

Mingyu berjalan ke Vending Machine yang ada disampingnya lalu menekan salah satu tombol, Wonwoo memperhatikan Mingyu berharap jika Mingyu sedang berbaik hati padanya. "jangan harap aku membelikannya untukmu" Mingyu membuka kalengnya dan meminumnya.

"Hah? Siapa yang berharap? Aku juga tidak haus!" jawa Wonwoo tentu saja berbohong.

Mingyu menatap Wonwoo rendah "dasar, aku rasa aku harus melatihmu dari awal lagi"

.

.

Dia benar-benar yang terburuk! –Wonwoo

.

.

Bel istirahat sudah berbunyi 15 menit yang lalu, Wonwoo masih berkutat dengan tumpukkan buku yang diperintahkan Song seongsaenim untuk dibawa keruangannya secepat mungkin, Wonwoo melewati lapangan olahraga untuk sekedar melepas penatnya sekalian saat berjalan-jalan.

'andai saja aku bertemu dengan DK sebelum dia, pasti tidak akan—'

DUG!

Sebuah bola tenis mengenai punggung Wonwoo keras membuat ia menjatuhkan semua buku-buku yang dibawanya sehingga menimpa jatuh pada tubuhnya.

"maaf!" yeoja berpakaian baju tenis berwarna pink berlari kecil menghampiri Wonwoo yang masih meringis sakit. Wonwoo mengangkat sedikit tubuhnya untuk tersenyum kecil pada yeoja yang berlari kecil ke arahnya.

DUAGH!

Dua buah bola mengenai wajahnya telak, hingga ia jatuh kembali ke tanah dengan tidak elitnya.

Dua yeoja berlari kecil ke arah Wonwoo dan mengambil bola mereka masing masing dan hanya meninggalkan kata maaf pada Wonwoo.

"apa yang terjadi.. kenapa selalu seperti ini" Wonwoo meringis mengingat nasibnya hari ini sangat buruk hampir sama dengan hari-hari biasanya.

"Wonwoo-ah?Gwenchana?" tanya DK yang tiba-tiba muncul didepan Wonwoo.

"DK-ah..." Wonwoo mengangkat tubuhnya pelan. "bisa berdiri?" tanya DK sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Wonwoo. Wonwoo menerima uluran tangan DK dan berdiri dari duduknya yang tidak elit tadi. "Gomawo" Wonwoo tersenyum kecil pada DK

.

Other side

.

Seungkwan dan Dino melihat keluar jendela mendapati Wonwoo dan DK yang sedang berduaan di dekat lapangan "anak itu yang kemarin kan?" tanya Dino sambil memperhatikan DK dengan teliti.

Seungkwan hanya mengangguk, sedetik kemudian mereka berdua berpandangan sambil tersenyum miring.

.

.

"Eh?" Mingyu mendatangi kelas Wonwoo yang telah kosong, dan hanya mendapati Seungkwan dan Dino yang ada didalam kelas.

"Kau telat Mingyuie!" Seungkwan menggunakan nada manjanya pada Mingyu, "Mingyuie?"

"Wonwoo pergi ke UKS bersama namja lain" lapor Dino santai. Mingyu hanya mengangguk sambil membentuk huruf O dibibirnya.

"Bahaya loh~ lebih baik cepat susul dia" goda Seungkwan, "pasti dia bermain di belakangmu" timpal Dino sambil tersenyum kecil.

Mingyu hanya menatap Dino dan Seungkwan dengan pandangan susah dimengerti.

EP 2 CHAP 2 SOON!

.

.

.

Reviews Reply :

ICE14 : download aja di link yang kemaren aku kasih di Ep 1 Chap 1 :3 biar bisa nnton lagi. Nanti yang itu aku ganti jadi Ookami Shounen aja. Biar enak dikit T^T. Mangatse! Kkk~ tfr3

Nisaditta : jelas bgt dari Ep1 udah agak banyak yang aku ganti, karena secara di anime aslinya Wonwoo itu perempuan... kan ga mungkin banget aku samain persis. Lagian Erika di anime itu cengeng bgt T^T bikin aku bingung. Masa image Wonwoo aku bikin cengeng... tfr ya3

Shun Akira : iya nih fast update hehehe, makasih~ tfr yaa3

Bbangvoyez : dduh bbang jangan ngebayangin dong ntar baper, otoke? Kkk~ iyaa diusahakan yaa ^^ tfr yaa3

Korokurakwayun : ah kamu yang jomblo profesional tau ajaaa \(^0^)/ iyaa ini lagi diusahain update cepet karena wifi lagi baperan sama aku T^ nih doain aja Seungkwan sama Dino tobat *lah/? Tfr yaaa3

Mas seungcheol : duh mas jangan gila gitu dong ;( kamu malu? Kan pake baju ngapain maluuu.. daripada ngaku-ngaku pacaran sama manager-nim? Itu gaboleh! Kkk~ tfr yaa3

Lvlyzjie : authornya juga manis ga? :3 ih aku digemesinnnn/? Iya gatau juga kenapa ya mereka ngegemesin?udah takdir kali ya... kalo ga bisa tidur sini aku boboin kkk! Ps: jangan kebanyakkan nyengir ntar disangka gila /?tfr yaaa3

Kookies : somvlak tapi tampan/? Yoks lanjoott! Tfr yaa3

Guest : yo ayo! Chap selanjutnya! Tfr yaa3

YooKey1314 : yukk lanjut~ tfr yaa3

baebangtan : yuk lanjut` tfr yaa3

FabMinMin : YUKS DILANJUTTTT3 tfr yaa3