Maafkan saya kalo updatenya telat banget akhir-akhir ini saya jarang banget buka komputer jadi maaf banget yaa.

Seperti biasa saya sangat berterima kasih kepada yang mereview fic nista ini ,yaitu:

Viant-san

Oda-san

Hichiberry-san

Nakamura-san

Shizuku-san

Zora-san

Sora-san

Saya berterima kasih sebesar-besarnya pada kalian karena telah mereview

Oke chapter 3 ini ga bakal muncul kalo ga ada kalian semua :D

And this the story, please enjoooy :D

.

.

.

Matahari memberikan senyumnya yang indah di pagi hari ini. Burung-burung pun tak henti-hentinya bernyanyi sehingga membangunkan sang istri yang baru saja menikah kemarin malam. Permata violet indah sang wanita terlihat membuka sedikit sehingga menampakan iris matanya yang indah. Tubuh mungilnya menggeliat karena gerakan merentangkan tubuhnya dan tanpa sengaja tangan munngilnya menyentuh rambut pemuda disebelahnya.

"Heh? Apa ini? Rambut? tajam sekali". Kata rukia sambil tetap memegang rambut suaminya. Mata violetnya bergerak ke sebelahnya dan mendapati seorang pria tampan yang sedang tidur dengan pulasnya tanpa satupun busana yang melekat pada tubuhnya. Rukia terbelalak dan melihat kebalik selimut dan mendapati tubuhnya juga sama polosnya.

"Aku? Ichigo? Tak memakai busana?". Pikir wanita itu

Tak lama kemudian…

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!".

DISCLAIMER : TITE KUBO

WARNING: GAJE, ABAL, TYPO(S), OOC

PAIRING: Ichigo x Rukia

"My Sweet Girlfriend"

Teriakan itu membuat suaminya kaget dan jatuh dari tempat tidur dengan tidak elitenya. Sang rambut matahari sedikit meringis kesakitan dan berniat menghampiri istrinya. Tubuh atletis itu segera bangun dari posisi tidak elitenya dan menghampiri istri mungilnya.

"Hey Rukia kau kenapa sih pagi-pagi sudah teriak". Kesal Ichigo

"JANGAN MENDEKAT DAN PAKAI PAKAIANMU!". Suruh Rukia sambil menutup wajahnya dengan bantal.

"Kau kenapa sih? kan kita sudah suami istri". Cemberut Ichigo.

"suami istri?". Rukia tampak terdiam sejenak. Dia ingat kemarin malam dia dan Ichigo resmi menjadi suami istri dan melakukan …ya kalian tahu lah.

"iya suami istri, kenapa kau melamun?". Tanya Ichigo.

"heh? Tidak, kalau begitu cepat pakai pakaianmu! Kan malu". Suruh rukia tersadar dari lamunannya dan muncul garis merah di mukanya.

"malu? Tak salah dengar? Semalam kau bernafsu sekali bermain dengan juniorku". Kata Ichigo tertawa sambil menunjuk…..barang pribadinya. Rukia yang mendengarnya langsung mengeluarkan deathglare terdahsyat(?) yang belum pernah diperlihatkan sebelumnya. Rukia lalu mengambil zanpakutounya dan mengacungkannya tepat didepan "barang" milik suaminya itu.

"Ternyata kau ingin mati ya Ichigo? MAE! SODENO SHIRAYUKI!". Emosi Rukia.

"HUGYAAAAAAAAAAAAAA". Kali ini terdengar teriakan seorang laki-laki ^^".

~0OooooO0~

Seorang bermata hazel terlihat gontai di divisi 10. Wajah tampannya kini berubah karena wajahnya yang ditekuk. Matanya juga terlihat sangat merah dan dibawah matanya terlihat cekungan hitam seperti orang kekurangan tidur dan dia berjalan dengan jalan agak mengangkan(?) reader pasti tau kan kenapa dia berjalan seperti itu? XD.

"Wah wah ada pengantin baru nih, kau kenapa Ichigo sepertinya lelah sekali? Main berapa ronde?". Tanya Rangiku Matsumoto dengan seringaian mesumnya.

"RANGIKU-SAN!". Muncul semburat merah tipis di wajah Ichigo.

"Hahaha, loh Ichigo cara jalanmu kenapa tuh? Kau diapain sama Rukia?". Tawa sang wakil kapten yang terkenal seksi seantero Soul Society.

"Tidak! Sudah jangan dibahas!". Kata Ichigo sambil memalingkan muka.

"Waaah! Ternyata sang Kuchiki bisa …."

"Bisa apa Matsumoto fuku taichou?". Potong Rukia menyeringai seram luar biasa dan dikelilingi aura hitam yang mencekat.

"Hehehe, tidak sebaiknya aku pergi takut diomeli Hitsugaya taichou, hehehe kalau begitu aku pamit ya jaa ne". wanita itu segera pergi karena dia tau kalau terlalu lama dia situ bisa membuat umurnya bertambah pendek.

"Ichigo..". Panggil sang Istri Kuchiki Rukia.

"Ada apa Rukia?". Jawab Ichigo.

"Aku mendapatkan tugas di kota Karakura selama seminggu dan Ukitake taichou memintamu untuk mnemaniku". Jelas Rukia

"Tanpa dia meminta ku pun sudah pasti aku akan menemanimu Rukia". Jawab Ichigo dengan senyum manis luar biasa.

"Arigatou Ichigo". Jawab Rukia dengan blushing berat.

~0OooooO0~

Ichigo dan Rukia sudah berada di kediamannya yang baru. Ya, sang roku ban tai taichou Kuchiki Byakuya telah membelikan rumah mewah untuk mereka berdua. Rumahnya tidak terlalu luas tapi desainnya lah yang membuatnya tampak mewah. Bangunan itu diberi cat putih bersih dan sangat enak untuk dipandang mata. Ichigo dan Rukia bermaksud untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa selama mereka bertugas di Karakura.

"Ayo Ichigo!". Kata Rukia sambil meyeka keringatnya yang turun akibat pekerjaannya.

"hmmm ayo". Balas Ichigo sambil memeluk mencium kening sang istri.

Mereka berdua akhirnya tiba di bukut soukyoku. Di bukit itu tampak Ukitake dan Byakuya serta Renji yang ingin meliha kepergian mereka berdua *jialiah.

"Hati-hati ya Rukia, dank au Ichigo jaga dia bak-baik". Ketus Byakuya dingin dengan tatapn super tajam.

"tenang saja Byakuya". Ucap Ichigo singkat.

"beiklah kalian bertiga selamat jalan ya dan jaga kesehatan kalian". Kalini taichou yang ramah lingkungan dapat giliran untuk berbicara. Rambut putih panjangnya tampak bergerak disapa angin yang sejuk ini.

"haha terima kasih Ukitake-san, eh? Tunggu bertiga? Maksudmu?". Ichigo tampak bingung

"Tentu bertiga sama Renji baka". Kata Rukia sambil menjitak kepala suaminya.

"tapi, bukannya kita Cuma berdua?".Tanya Ichigo tak terima.

"haha, maafkan aku Ichigo tapi ini perintah dari Taichou jadi aku tak bisa menolak". Kata Renji cengengesan.

"ayo, Rukia". Ajak renji. Rukia lalu menangguk dan mengiku Renji dibelakangnya. Ichigo hanya bisa cemberut dan mengekor dibelakang rukia. *poor Ichigo XD.

~0OooooO0~

5 hari sudah 3 shinigami itu bertugas. Selama mereka bertugas mereka tinggal di kediaman Kurosaki tentunya. Akhir-akhir ini Rukia mengeluh kepada Ichigo kalau dirinya sering pusing. Ichigo yang mendengarkan keluhan sang Istri hanya bisa kecapean dan menyurhnya untuk istirahat dan tidak usah ikut patrol bersamanya dan Renji. Rukia menuruti nasihat sang suami dan beristirahat dirumah Ichigo. Hingga saat malam tiba, Ichigo dan Renji pulang setelah berpatroli seharian.

"Rukia aku pu….". belum selesai kata-katanya Ichigo terkejut melihat Rukia tergeletak di lantai dalam keadaan pingsan.

"RUKIAAAAA!".Ichigo segera menghampiri sang istri yang terkapar tak berdaya.

"Sebaiknya kau segera bawa ke Unohana Taichou aku akan tetap disini dan meminta yang lain untuk menggantikan kalian berdua". Jelas \renji.

Tanpa berpikir panjang pria bermarga kurosaki ini langsung mendengarkan nasihat sahabatnya, dan melesat hilang di balik pintu senkaimon. Ichigo membawa rukia yang mengenaskan sambil tak henti-hentinya berbicara "tenang rukia aku akan segera menyelamatkanmu" (so sweet…. #ditampar reader karena dalam kondisi begini masih begitu). "tahan sebentar Rukia"batin Ichigo.

Beberapa menit kemudian tibalah shinigami itu di divisi 4.

"Apa yang terjadi pada Rukia Kurosaki-san?". Tanya shinigami wanita berambut perak yang merupakan wakil kapten di divisi 4 Isane Kotetsu.

"Tadi dia pingsan dan aku segera membawanya kesini, dimana Unohana-san?". Tanya Ichigo terburu-buru.

"silakan ikuti aku". Jawab Isane. Ichigo mengangguk dan segera mengikuti wanita yang lebih tingi darinya itu dibelakangnya. Hingga mereka samapi di sebuah pintu yang diketahui didalamnya terdapat orang yang dicari-cari Ichigo sejak tadi.

Isane segera mengetuk pintu dan Unohana menyuruhnya masuk. Setelah pintu terbuka Unohana kaget luar biasa saat melihat tubuh Rukia yang lemah tak berdaya.

"Kurosaki-san aku akan memeriksanya, kau tunggulah diluar dan Isane?". Jelas Kapten penyembuh ini.

"ya?". Tanya Isane.

"Segera ambilkan balsam penstabil reiatsu yang baru aku buat dimeja, karena reiatsunya Kuchiki-san tidak stabil". Jelas Unohana

Isane mengangguk, dan Ichigo segera keluar ruangan. Sebenarnya dia ingin menemani Rukia didalam tapi Ichigo tau jika tidak mendengar perkataan taichou yang satu ini bisa berakibat fatal.

~0OooooO0~

Tak sampai 5 menit Ichigo, Kapten bermata aquamarine keluar dengan wajah agak khawatir. Tanpa basa basi Ichigo langsung menghampiri Unohana.

"bagaimana keadaanya Unohana-san?". Tanya Ichigo khawatir.

"keadaanya…". Wajah Unohana berubah lemas. Apa ini tak baik?

"Bagaimana Unohana-san?". Tanya Ichigo sekali lagi.

"Tenang ko baik-baik saja". Kata Unohana kini kembali tersenyum hangat.

"Syukurlah kau hampir membuatku jantungan Unohana-san". Kata Ichigo sambil mengelus dadanya.

"Tadi saya juga sempat kaget kenapa reiatsunya tak stabil, akhirnya saya menyadari sesuatu ternyata ada reiatsu lain dari pertnya". Jelas Unohana tersenyum.

"Maksudmu Rukia hamil?". Tanya Ichigo sambil mengembangkan senyum di bibirnya.

"Ya begitulah seperti yang kau liat". Kata Unohana singkat.

"YEAAAAAAHHHHHH RUKIA HAMIL HAHAHAHAHA". Ichigo tak bisa menahan berita gembira ini, dia berteriak sekencang-kencangnya sampai taichou didepannya ini merubah raut mukanya.

"Jika anda berteriak seperti itu hanya mengganggu pasien Kurosaki-san kau tau? Jika anda tidak tahu aku bisa memberitahunya ko". Jelas Unohana dengan deathglarenya yang mematikan sambil menyiapkan tangannya yang sepertinya ingin merapalkan kido. Ichigo keringat dingin dan berteriak.

"HUGYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!".

.

.

Bagaimana ceritanya? Bagus ga? Sepertinya chap kali ini lebih panjang XD

Saya berniat di chapter 4 akan menamatkannya bagaimana menurut kalian?

Ok yang udah bac review ya :D