Walaupun review-nya baru satu, tapi tidak apa-apa! XD

Nah, let me reply your review, then :

Mini Author Gita : Yukimura? Hm… nanti bakal aku urus dia XD Ceritanya diperpanjang, ya… Oke :D Ini dia chapter 3-nya! Selamat membaca! (9OwO)9

.

.

.

Setelah dua setengah jam mengikuti pembelajaran, murid-murid Catharina High School diperbolehkan istirahat.

"Mego, kau yakin kau tidak ingin ikut denganku?" tanya Masamune.

"Um… nggak!" jawab Mego ala iklan O*eo. (?)

"Hah… okay then!"

Masamune berjalan keluar kelas sendirian. Dia terlalu asyik melamun hingga dia tidak sadar ada seorang murid yang ditabraknya.

BRUUK!

"Hei, kalau jalan lihat-lihat, dong!" kata murid yang ditabrak Masamune. Murid itu berambut putih dan memakai eyepatch ungu di mata kirinya.

"Keh, sorry!" kata Masamune.

"Tidak apa-apa. Kau murid kelas 1 ya?"

"Iya. Kenapa?"

"Hum, namamu siapa?"

"Masamune. Masamune Date."

"Hoo… aku Motochika Chosokabe. Yoroshiku!"

"Kau juga dari Jepang?"

"Yup! Di sini murid pindahan Jepang juga lumayan banyak!"

"Oh…"

"Ngomong-ngomong, kau mau pergi ke mana?"

"Hm… jalan-jalan keliling, sih. Tadinya aku mengajak temanku untuk pergi ke kantin, tapi ia menolak." Masamune menekankan kata 'teman' pada kalimatnya.

"Teman? Haha, ya sudah, kau mau pergi denganku?"

"Aku lebih suka jalan sendiri. Sorry…"

"Oh c'mon, kau seperti anak anti-sosial saja! Ayo!"

Motochika menepuk punggung Masamune dengan keras dan merangkulnya.

"Hei, tidak usah merangkulku!" Masamune mencubit lengan Motochika.

"Aw! Iya, iya…"

.

.

.

"Hum, bosan juga di kelas tidak melakukan apa-apa. Jalan-jalan sebentar, ah…"

Mego bangkit dari kursinya dan berjalan keluar. Dia memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Dia mencari buku yang ingin dibacanya dan mencari bangku untuk membaca. Saat sedang asyik membaca, seorang murid lain duduk di samping Mego.

"Kau juga suka buku, ya…?" tanya murid itu. Mego menoleh ke arahnya.

"Iya… di kelas aku diam saja, jadi aku di perpustakaan saja sambil membaca…" jawab Mego sambil mengusap pelan tengkuknya.

"Buku apa itu yang kau baca?" Murid itu melihat sampul buku Mego. "Oh… ini. 'The Old Man and The Sea'. Aku pernah baca, lho! Ceritanya bagus!"

"Benarkah? Aku hanya iseng ambil dan kulihat sampulnya. Aku jadi tertarik untuk membacanya."

"Souka… siapa namamu?"

"Megohime, tapi panggil saja aku Mego."

"Aku Tsuruhime! Yoroshiku nee!"

"Kamu kelas berapa?"

"Aku kelas X-3! Kalau Mego-chan?"

"Aku kelas X-1…"

"Wah, dekat tuh dengan ke—"

KRIIING!

Bel berbunyi, Itu tandanya semua murid harus masuk ke kelas masing-masing.

"Wah, sudah bel. Mego-chan, ke kelas denganku, yuk?"

"Boleh…"

.

.

.

Class X-1

"Anak-anak, lusa kalian akan menghadapi ulangan harian IPS pertama kalian. Bahannya dari halaman 1 – 17." kata guru IPS, Mr. Jack. "Jika nilai kalian di bawah 70, kalian harus mengikuti remedial. Remedialnya akan diadakan hari Jumat tanggal 21 Juni! Baiklah, kita sampai di sini dulu. Selamat siang, kalian boleh mengemasi barang-barang kalian!"

Semua murid kelas X-1 segera mengemasi barang-barang mereka. Setelah bel pulang berbunyi, semua murid Catharina High School berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Hari itu, Mego sengaja pergi lebih cepat agar dia tidak jalan dengan Masamune lagi. Kenapa mbak, 'kan lumayan bisa jalan sama cowok keren kayak dia? :3 (?)

"Untung saat kemarin ke supermarket, aku menemukan jalan pintas. Jadi aku lebih cepat sampai di rumah dan tidak akan bertemu dengan Masamune-san!" kata Mego sambil tersenyum. Dia berjalan pulang dengan santai. Sepertinya ia terlihat lebih 'bahagia' pulang sendiri ketimbang pulang bareng Masamune?

.

.

.

Hari ujian untuk kelas X-1 akhirnya tiba. Semua murid—mungkin tidak semua—tampaknya sudah siap menghadapi ujian.

"Baiklah anak-anak, saya akan membagikan kertas ujiannya. Tolong kalian jawab semua pertanyaan yang bapak berikan!" kata Mr. Jack sambil membagikan lembar ujian kepada murid-murid kelas X-1. Setelah selesai dibagikan, mereka semua langsung mengerjakan ujian tersebut.

.

.

.

Jam sudah menunjukkan pukul 12.45 PM. Itu berarti waktu mengerjakan ujian telah habis. Semua murid tampaknya juga sudah selesai mengerjakan ujian itu.

"Baik, waktunya sudah habis. Silahkan kalian kumpulkan ujian kalian, kemudian kalian boleh berkemas!" Semua murid berdiri dan mengumpulkan kertas ujian mereka masing-masing. Mego sudah mengumpulkan kertas ujiannya dan dia kembali ke bangkunya. Dia melirik Masamune.

'Aku dengar dia dapat nilai tertinggi saat ujian nasional di sekolahnya…. Hm, kita lihat saja…' batin Mego sambil tersenyum.

.

.

.

Satu minggu setelah ujian IPS itu selesai, Mr. Jack membagikan hasil ujian kelas X-1.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Masamune dan Megohime karena nilai mereka paling tinggi di ujian ini!" kata Mr. Jack. Semua murid kelas X-1 menatap kedua murid itu. Masamune hanya memasang tampang sok cool seperti biasanya. Beda dengan Mego, dia malah balas menatap teman-temannya. Seisi kelas langsung nyengir.

"Apa?" tanya Masamune dingin.

"Cieee cieee nilainya sama-sama paling tinggi! Haha, jodoh nih kalian!" seru seisi kelas X-1, kecuali murid-murid perempuan yang menyukai Masamune. Mereka menatap Mego dengan tatapan kesal dan cemburu. Mereka jadi semakin membenci Mego. Mego melihat ke arah murid-murid perempuan itu. Dia jadi ketakutan melihatnya.

.

.

.

Saat pulang, Mego langsung pergi duluan, seperti hari-hari sebelumnya. Tapi sayangnya, dia ditangkap lagi oleh Ayumi.

"Mau ke mana kau, hah?" tanya Ayumi sinis kepada Mego.

"Mau pulang," jawab Mego. "Kenapa?"

"Masih tanya?! Aku 'kan sudah bilang jangan pernah dekati Masamune-kun lagi! Keterlaluan!"

PLAAK!

Ayumi berhasil menampar pipi kiri Mego. Mego memegang pipinya.

"Aku tidak mendekatinya, tahu! Nilai kami itu hanya suatu kebetulan!" seru Mego, berusaha membela diri. Kali ini, dia tidak akan diam saja.

"Ah sudah, diam kau!" Ayumi hendak menampar Mego lagi.

SET!

"Ayumi, jangan ganggu dia."

Seorang murid laki-laki melindungi Mego. Mego menoleh ke arah murid tersebut.

'Masamune-san? Bukan… dia bukan Masamune-san. Siapa?' batinnya.

"Kenapa sih, tiap kali aku ingin melakukan sesuatu selalu dihalangi oleh orang lain?! Aaah!" Ayumi berteriak kesal. Dia langsung pergi dari situ sambil marah-marah.

"Kau tidak apa-apa?" tanya murid tadi.

"I-iya… terima kasih!" kata Mego sambil membungkuk kepada murid itu.

"Tidak usah membungkuk seperti itu. Maafkan Ayumi ya, dia memang suka begitu…"

"Hm…"

"Oh ya, mari kuantar pulang. Kau mau?"

"Tidak apa-apa, nih? Nanti malah merepotkan…"

"Tak apa. Nah, mari…"

Murid itu tersenyum. Wajah Mego memerah saat melihat senyuman murid itu. 'Wah, manisnya…' batin Mego.

.

.

.

"Jadi… ini rumahmu?"

"Iya… terima kasih sudah mengantarku pulang!"

"Sama-sama. Oh ya, namamu siapa? Dari kelas berapa?"

"Namaku Megohime, tapi panggil saja Mego. Aku kelas X-1."

"Hm… kalau aku kelas XII-2. Baiklah, kalau begitu aku pulang dulu, ya."

Murid itu berjalan pulang. Mego tersenyum melihat murid itu. Dia berjalan masuk ke rumahnya.

.

.

.

TO BE CONTINUE

Chapter 3-nya sudah jadi! Gomen kalau chapter 3 masih singkat… soalnya saya menulis FF ini saat pagi, dan saat masih ingin menulis, ayah saya ingin meminjam laptop. Jadi saya selesaikan saja ;_;

Oh ya, saat Ayumi tanya ke Mego "Mau ke mana kau, hah?", saya sebenarnya ingin Mego menjawab : "Mau ke hatimu. Kenapa? Masalah? Ya mau pulang lah!" Tapi saat saya baca kalimat itu, saya malah seperti 'merusak' citra seorang Megohime. Mego-nya jadi OOC berat. 'Kan gak enak juga sama readers-nya… XD

Review, please! *bows*