Gw cuma minjem chara dari Uta no Prince-sama, minna!

Genre ::: BL (Sho-ai) , romance , hurt/comfort , angst

Pair ::: Jinguji Ren X Ruichiro Saga (oc)

~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~

IlI

O

IlI

HINGGA MENUTUP MATA

[ Uta no Prince-sama FF ]

Jinguji Ren x Ruichiro Saga (OC)

IlI

O

IlI

~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~X~

.

.

-HARI PEMAKAMAN JINGUJI REN-

Para pelayat membludak di hari itu , bahkan sampai tumpah luber ke jalanan. Semua orang ingin menyaksikan dan mengantarkan Jinguji Ren ke peristirahatan yang terakhir. Kakak-kakak Ren hadir di depan dibarengi juga dengan para anggota Starish, para guru Saotome Academy dan member Quartet Night.

"Siapa yg bunuh Ren ku? Siapaa?!" jerit salah satu fangirl.

"Ren terlalu cepat pergiiiiii, uwaaaa!" kali ini lolongan dari fanboy.

Semua saling berpelukan menabahkan diri. Para anggota Starish mengenakan jas hitam berikut juga kacamatanya.

Syo menangis sesenggukan dan Natsuki segera memeluknya.

Ittoki terus mengelap airmatanya dengan saputangan dan Ichinose menepuk-nepuk bahunya seolah menguatkan patnernya.

Masato pelan mengusap airmatanya tanpa suara tangis .. ia menangis dalam diam. Sosok teman masa kecil yang kerap mengganggu dan mengisengi dirinya kini sudah tak ada lagi.

Jenasah Ren sudah diturunkan dan di tanam di dalam tanah beserta petinya yang berukir mahal. Satu persatu pelayat pun pulang usai meletakkan bunga di nisan Ren.

"Anda Ruichiro Saga kan?" Masato mencegat Rui yang akan pergi usai pemakaman. Gaki helai merah terang itu terheran bagaimana rekan Ren yang ia cemburui itu tau dirinya? ''Ren malam itu kelupaan membawa ini yang katanya ingin diberikan ke anda, kekasihnya. Ia terlalu terburu-buru saat itu, karena akan mampir ke sebuah toko dahulu sebelum pulang." tuan biru navy menyodorkan benda itu ke Rui. Sebuah disc.

-DI APARTEMEN-

Rui lekas setel disc pemberian Masato tadi. Layar tv pun menyala. Muncul lah wajah Ren di rekaman video.

"Yo~ Rui sayaank~ apa kau sudah di depan layar? Kau bisa lihat pacar gantengmu ini kan? Hehee~" Ren mengawali perekaman dirinya yang nampaknya masih ada di studio.

"Hei Masa-chan, sini kau.. kukenalkan kau pada pacar dunia akheratku, Ruichiro Saga." terlihat Ren menggeret paksa Masato ke depan kamera.

"Rui sayank, ini Masato, sohibku dari kecil dan ia selalu uring-uringan bila Manajer kerap meminta kami untuk berakting sebagai sepasang kekasih, hahah!"

"Amit-amit aku menjadi pacarmu, cih!" Masato menampakkan wajah judes tsundere-nya. "Ahh, Ruichiro-san.. aku Masato Hijirikawa, yoroshiku onegaishimasu!" ia menundukkan badannya layaknya sikap hormat dalam perkenalan di Jepang.

"Sudah, sana pergi lagi dah kau, biru jelek, haha..!" Ren pun mendorong Masato. Rui tersenyum haru. Rupanya ia benar-benar salah paham soal Ren dan Masato.

"Ohya Rui sayank, apa kau sudah makan? Jangan telat makan sayank, aku tak suka kau sakit.. kau tidak keren kalau sakit, hahah!" Ren ketawa santai di rekaman itu.

"Rui-chan sayank~ kau mau dengar lagu yang aku ciptakan khusus untukmu? Ahh, tolong dengar ya~" terlihat Ren mengambil gitar akustik lalu memetiknya sambil mendendangkan lagu berisi ungkapan cintanya yang begitu dalam pada Rui.

Di hari ketika senyummu terpatri..

Di hari itu aku mengenal cinta..

Helai pirang yang tertiup angin..

Membuat sesak dadaku..

Memilikimu adalah sebuah surga bagiku..

Dan surga itu bertahta selamanya..

Kan kupenjarakan kau dalam relung hatiku..

Sehingga hanya namamu yang slalu kusebut..

Dan namaku yang slalu kau ingat..

Hingga menutup mata..

Kau milikku.. selalu milikku..

Selamanya milikku..

Jadilah pengantinku..

Jadilah hidup matiku..

Dan biarkan segala deru nafasku ..

Hanya menyeru namamu ..

Hingga tutup mataku yang terakhir..

My dear... Ruichiro~

Ren pun menyudahi nyanyiannya yang lembut mendayu merayu.

Kaki Rui lemas, sehingga ia jatuh terduduk, tubuhnya bergetar saat mendengar Ren bernyanyi.

"Hiks.. hiks.. ren-kun ~ hiks.. hiks.. hiks.. HROAAAHHH~!" ia menangis berteriak kalut sembari menutupi wajahnya, kemudian lunglai memeluk lututnya, terisak dan menyembunyikan muka di lututnya, Rui mengelus cincin di jari manisnya. Cincin pemberian Ren.

"Hoaaaaa...! Hhoaaaaa..! Ren-kun! Ren-kun!" sekali lagi ia menangis sejadi-jadinya sore itu.

Rui menyesali semua yang terjadi, andai saja ia tidak cemburuan, andai saja ia tidak lari dari rumah, andai saja ia melihat jalan. Sungguh penyesalan yang percuma.

"Ren-kuuunn! Reeenn-kuunn!" ia teringat Ren yang selalu baik dan lembut padanya. Ren yang romantis dan kerap menggodanya. Ren yang suka memeluknya dari belakang lalu menghirup aroma tengkuk Rui. Ren yang terkekeh bila Rui tampak cemburu dan kemudian Ren pasti bisa membuatnya lebih baik berkat kemesumannya yang tak pernah surut pada Rui yang ia katakan kawaii, menggemaskan atau imut. Ren yang belum pernah sekali pun memarahinya sebandel apapun Rui ngambek.

"Hiks.. Hiks.. Ren-kun... hiks.." Ruichiro merasakan tubuhnya digoyang-goyang, "Ennhh~" ia membuka matanya, ia lihat kekasih orenjinya berdiri tegap di sampingnya. "R-Ren-kun.. hiks... Ren-kunnn.." ia mulai ngeh. "Ren-kuuunn?!" ia pun segera mengucek matanya dan mengerjapkan manik emerald cemerlangnya.

"Hahah!" Ren tertawa kecil melihat reaksi Rui. "Kenapa tidur di sofa? TV juga masih nyala. Kalau masuk angin, gimana? Dan kenapa kau menangis dalam tidur?" seperti biasanya si jangkung kepala oren itu menggodanya.

"Ren-kun! gomen.. gomen !" Rui malah tambah menangis. Tanpa aba-aba,ia memeluk tubuh kekasihnya dan menyembunyikan muka di dada ren. "Hiks! syukurlah~ hiks.. syukurlah hanya mimpi.. Ren-kun suki dayo. jangan tinggalkan aku." ia mempereratkan pelukan.

Ren terkekeh mendengarnya. "Kau ini kenapa sih, sayank? Bangun-bangun langsung peluk aku. Sebegitu kangennya kah? Fufuu~ baru juga aku tinggal syuting sehari. Hei.. tadi mimpi apa, humm?" Ren menowel ujung hidung Rui. Yang ditowel hanya menggeleng , masih sisakan isaknya.

"Dasar cengeng. Fufuu~" Ren pun membopong Rui ke dalam kamar. "Akan kubuat kau menangis lebih keras di ranjang. Bersiaplah, anak cengeng." usai itu, ia menutup pintu kamar menggunakan kakinya.

.

.

====FIN====

.

.

Hehe~ ini FF angst gw yang pertama, gais. Sebenernya kurang demen genre angst krn itu nyesek, meennn! Tp krn udh janji ama imou-chan gw utk bikinin dia FF angst, terpaksa bikin walo endingnya gak bener angst, wahahah! Endingnya pake Kai-nee no Jutsu! Eaaa~ kalo yg paham pasti senyum2 tuh!

Silahkan RnR yak! Mo kasi kripik pedes juga gpp, gw udh sedia es teh disini, bwahah!