THE NIGHT OF TROUBLE Chapter III
Disclaimer: Bukan punya saya. Tapi milik Tite Kubo Sensei
Warning: Gaje!!!
Hai. Hai. Hai. Pa kabar reader sekalian? Jumpa lagi dengan saya. Di sini di TNT,dengan chapter yang berbeda. Terima kasih buat yang udah RnR. Ma'af karena chapter sebelumnya amburadul. Entah kenapa saya juga jadi rada trouble. Pokoknya nikmati saja acara ini. Semoga acara ini tetep yang akan terjadi dengan anak-anak KHS? Apakah Ishida benar-benar kembali ke perkemahan? Apakah itu benar-benar Ishida? Mari. Kita lihat jawabannya. Silakan.
Enjoy The Story.
The Night Of Trouble Chapter III
"ISHIDAAA...!!!!!!". Teriak Ichigo dkk.
"Kenapa elu ada di sini?! Bukannya tadi lu ada di hutan terdalam yang katanya angker???". Tanya Renji dengan enggak sopannya.
"Tidak,kok. Aku dari tadi malem ada di perkemahan,tuch!!! Emang napa?!". Jawab Ishida.
"Hah?! Kalau begitu kenapa tadi pagi lu gak ada pas aku nyari lu di dalem tenda???". Kata Hitsugaya.
"I,itu. Itu mungkin pada waktu aku ke toilet!!?". Imbuhnya.
"Trus knapa batang hidung loe kok gak kelihatan sama sekali?". Sambung Ichigo.
"Aku lagi males aja!". Timpalnya.
"Eh,kayaknya Ishida aneh,dech!?". Komentar Ichigo.
"Iya! Masa' dia ngomong dengan bahasa sopan gitu!! Secara Ishida,khan kalo ngomong GAK SOPAN BANGET!!!". Komentar Renji.
"Apa mungkin dia sakit,ya?!". Kata Hitsu dengan (sok) cemas.
"Kok Hitsu perhatian banget ma Ishida?". Batin Ichigo cs (minus Hitsu).
"Ya,udah! Ayo sekarang kita masak kare buat makan malam!!". Ajak Rukia.
"AYO!!!". Teriak semuanya dengan semangat.
"Aku mau karenya manis". Kata Renji.
"Tambahin gula aja sendiri di bagianmu nanti. Emangnya semua orang suka yang makanan amat sangat berasa manis. Kayak elo!?". Kata Ichigo.
"Buktinya Byakuya-sensei suka makanan yang amat sangat berasa pedes!!!". Imbuh Ichigo.
"Kenapa,sich?!! Orang-orang hina ini??! ". Batin Rukia.
"I...CHI...GO...". Teriak Asano lebay sambil terjun ke arah Ichigo,tapi Ichigo menghindar.
Jadinya
"DUAKKK!!!".
Suara keras dari kepala Asano yang menabrak tembok,eh salah. Nabrak pohon.
"Kenapa,sich Ichigo~? Kok kamu jahat gitu,sich?~". Kata Asano di lebay-lebay'in.
"Aku males ma anak kayak lu,ta'uk!!!". Kata Ichigo dengan tampang malasnya.
"I~chi~go~. Hiks... Huuwaa...". Rengek Asano dengan tampang seperti anjing yang di buang majikannya. Ichigo melengos pergi.
"Jahat bener,lu!!!". Komentar Rukia.
"Biarin!!! Nanti juga dia sembuh lagi!!?". Bales Ichigo.
"Sadistis!!!". Komentar semuanya kompak.
Waktu pun menunjukkan pukul 22.00 waktu setempat. Saatnya untuk..........................
Tidur!!! Waktunya tidur... Waktunya tidur...
Mereka pun segera masuk ke tenda masing-masing. Ichigo cs pun pergi ke tenda masing-masing. Sebelum masuk ke tenda anak-anak pada ngobras ndiri-ndiri.
"Eh,aku curiga,dech. Kalo itu bukan Ishida yang asli!!?". Ucap Renji.
"Trus kalau begitu,siapa lho dia?!". Bales Ichigo.
"I don't know!". Kata Renji (SB,lu!!!).
"Kalau gak tahu. Jangan asal ngomong,dong!!". Ucap Ichigo.
"Iya,tuch! Dasar!". Sahut Hitsu.
Mereka pun masuk ke tenda masing-masing dan bersiap untuk tidur. Hitsugaya pun bingung,dia kepikiran dengan tingkah aneh Ishida hari ini.
"Kok,Ishida hari ini beda banget. Gak kayak biasanya. Hari ini dia baik ma semua orang,padahal biasanya cuek-bebek. Trus, dia juga bilang kalau hari ini cerah. Padahal biasanya dia selalu diem~ terus!!! Aneh". Katanya dalam hati.
Dan itu membuatnya tidak bisa tidur. Kemudian Ishida bangun dan berjalan ke kegelapan dalam hutan. Hitsu yang memang sedari tadi gak bisa tidur pun,sadar kalau Ishida keluar tenda diam-diam. Dia pun membangunkan Ichigo yang tengah tidur sambil ngorok.
"Ichigo! Ichigo! Bangun!". Kata Hitsugaya sambil mengguncang-guncang Ichigo.
"Ehm~ Apa'an,sich?! Belum pagi,aja! Ngantuk! Mau tidur lagi!". Jawabnya.
"I...CHI...GO... Kalau loe gak mau bangun,loe bakalan gue beku'in pake Hyourinmaru!!! So! CEPET BANGUN!!!". Ancam Hitsugaya sambil megang pedang zanpakutou-nya.
"Iya. Iya. Ada apa, sich?! Ribut amat loe?". Kata Ichigo dengan malas.
"Ishida pergi keluar!!! Go out!! Ke hutan! To the jungle!". Kata Hitsu dengan amburadul.
"Heh?! Tenang dulu, dong!! Tenang!! Ada apa?". Kata Ichigo dengan tenangnya.
"Ishida pergi lagi!!". Kata Hitsu.
"APA??! Pergi ke mana?!". Sahut Ichigo.
"Pergi ke dalam hutan!!?". Kata Hitsu.
"EEEHHHHHH???!!!". Seru Ichigo.
"Apa kita harus mengikutinya?!". Tanya Hitsu.
"Ya. Ayo!!!". Kata Ichigo sambil mengambil jaketnya.
"Ya!!!". Jawab Hitsu dengan semangat.
Mereka berdua pun berjalan menembus kegelapan hutan dengan hanya di temani cahaya dari lampu senter.
"Wow! Serem amat, nich hutan!!". Seru Ichigo dengan takjubnya.
"HEH??! Apa lu bilang?! Gila loe!!!". Sahut Hitsu.
"Ya. Ma'af. Ma'af. Masa' loe takut ma keadaan ini?!". Goda Ichigo.
"Ap. Apa loe bilang!? Aku khan Taichou, tak ada kata takut dalam kamusku!!". Kata Hitsu sewot.
"Iya. Iya. Elu emang seorang taichou!! Tapi... Dikau masih anak-anak!!!". Goda Ichigo lagi.
Hitsu pun ngambek. Ichigo mencoba mengajaknya ngobrol, tapi tidak di gubris sama sekali oleh Hitsu.
"Eh!? Apa itu?". Kata Hitsu setelah terdiam selama sejam.
"Apa??! Di mana?!". Seru Ichigo.
"SST. Itu di sana!!!". Tunjuk Hitsu.
Keduanya pun terdiam. Cengok melihat apa yang tengah terjadi di hadapan mereka.
"Itu, khan Ishida!?". Seru Ichigo dengan suara yang agak pelan daripada tadi.
"Iya, benar. Tapi, kenapa dia kok ngobrol dengan hollow itu??! Apakah dia sedang berkomplot dengan mereka. Atau pura-pura berteman dengan mereka?!!". Ucap Hitsu.
Keduanya pun segera berlari menjauh dari tempat itu. Karena mereka berdua melihat Ishida berjalan ke arah dia datang tadi, sekaligus juga tempat Ichi dan Hitsu bersembunyi.
"Ayo cepat kita kembali ke perkemahan dan masuk ke tenda dan pura-pura kalau kita tidur dari tadi!!!". Ajak Ichi.
"Ya. Ayo!!". Jawab Hitsu.
SRUKKK!!! Mereka berdua pun sembunyi di balik kantong tidur mereka. Srek. Srek. Suara langkah kaki malas.
"Ah! Itu dia datang!!". Kata Ichigo.
"Ayo kita lekas pura-pura tidur!". Komando Hitsu.
Ishida pun akhirnya masuk ke tenda dan melihat ke tempat dua temen setendanya tidur,dan merasa aman dia pun masuk ke kantong tidur dan tidur,tapi tanpa suara dengkuran keras. Seperti malem sebelumnya.
Hitsu POV:
Kenapa Ishida gak ngorok kayak kemaren,ya??! Gak mungkin suara dengkuran bisa hilang atau gak berbunyi dalam sehari!
Hitsu POV End.
Ketika Hitsu sibuk memikirkan hal itu Ichigo tengah asyik mimpi indah. Mimpi bermain dengan para rivalnya (musuhnya maksudnya). Pagi pun tiba (kenapa aku kebanyakan ngetik "pun", sich??!-author bingung). Hitsu yang akhirnya tak bisa tidur pun terpaksa bangun dengan mood yang amat sangat jelek. Ichigo sedang riang gembira. Karena mimpinya tadi malam. Para siswa Karakura High School (capek,dech nulis namanya lengkap-lengkap) sedang senam dengan sukacita di bimbing oleh Byakuya-sensei. Penampilan Byakuya-sensei tambah cool aja. Coba bayangin. Dia lagi bimbing anak-anak senam dengan memakai celana training berwarma hitam bergaris putih dengan atasan ketat berwarna abu-abu. (Dan akhirnya para Byakuya mania pada nosebleed semua. Author pun melihat aliran darah segar). Hitsu yang sebenarnya pada hari itu lagi gak mood dan benci olahraga pun ikut senam (ukh!!! Hitsu malah kelihatan kayak anak s... Kelihatan imut banget-kalau gue terusin nanti bisa berabe-). Ishida juga ikut senam. Semua siswa pada hari itu ikut senam semuanya, entah apa alasannya. Padahal kemaren banyak yang gak ikut senam. Apa mungkin karena yang mimpin senam kemaren kayak setan?!(di bantai ama Gin mania dan juga Rangiku yang gak terima kalau si itu di hina dina).
"Selesailah sudah senam pagi untuk hari ini. Sekarang kalian bersiap untuk masak untuk makan, lalu kemudian kumpul di lapangan tengah. Karena nanti akan ada acara. Tapi bukan drama. Karena drama sudah di tontonkan kemaren. Dan untuk hari ini adalah acara spesial. Mau tahu apa acaranya???". Kata Byakuya membuat anak-anak penasaran.
"Iya, sensei! Apa acaranya?!". Jawab anak-anak dengan sangat penasaran.
"RA-HA-SI-A". Kata Byakuya yang membuat anak-anak semakin penasaran.
"Pokoknya. Ada, dech. Lyat aja nanti!". Kata Byakuya.
"Anak-anak bakal kaget nanti!!! Khu. Khu. Khu. Khu". Batin para guru pembimbing dengan mengeluarkan hawa horor.
Tiba-tiba para siswa merasakan firasat yang tidak enak. Tapi mereka tidak menghiraukannya. Di lain tempat Ichigo dkk sedang berada di dalam hutan, tapi tidak terlalu jauh dari perkemahan.
"Ah, resek. Ngapain sich kita harus cari lauk makanan sendiri, sich?! Kita, khan bisa bawa dari rumah lauk makanannya! Kayak ikan asin, abon, cumi kering, mie instan, bla-bla-bla-bla, dll". Protes Ichigo.
"Ya~. Mungkin maksudnya para guru kita adalah supaya kita bisa mengolah bahan makanan yang berasal dari alam dan juga bahan makanan yang masih alami untuk kita olah jadi makanan kita". Timpal Rukiya.
(Padahal maksud dari itu semua adalah supaya menghemat tempat di bus. Karena banyak sekali siswa yang ikut acara kemping ini).
"Ya. Walaupun begitu, tapi rasanya sungguh menyenangkan sekali!". Kata Ishida tiba-tiba.
".................". Mereka semua diam seribu bahasa (dari bahasa jepang sampai bahasa orang pedalaman).
"Kenapa Ishida bersikap seperti itu???!!!". Batin Ichigo dkk.
"Apa yang terjadi dengan Ishida??! Kenapa dia bertingkah so'im dan so'ma?! Terlalu! Dia benar-benar bukan Ishida!". Batin Hitsu.
"Eh, lu siapa, sich?? Loe bukan Ishida, khan!?". Sontak Hitsu kaget, mendengar pertanyaan yang di ajukan Ichigo kepada Ishida.
"Bi. Bilamg apa, sich kamu? Aku ini Ishida yang asli!!". Protes Ishida.
"Ishida itu kalo bicara pake kata elo-gue dan ngomongnya sama sekali gak sopan!! Anaknya gak pernah peduli ama yang namanya cuaca! Mau cerah, kek! Mau mendung, kek! Dia sama sekali gak peduli!". Kata Ichigo sambil menyebutkan kejelekan Ishida satu per satu.
"Apakah sikapku selama ini seperti itu?". Tanya Ishida dengan tampang innocent-nya.
"Iya!!! Benar!!!". Tegas Ichigo sekali lagi. Tapi tiba-tiba aja Ishida jadi diam tanpa kata tanpa seribu bahasa (Kau diam tanpa kata-teriak-teriak lebay-di lempar panci ma tetangga sebelah). Kemudian, tiba-tiba
"WHUSSS". Ada asap dan Ishida pun menghilang bersama hilangnya asap.
"AAAPPPPPPAAAAAAAAA??????!!!!!". Teriak Ichigo cs berjama'ah.
TBC.
Owari.....
APPPAAA???!!! ISHIDA NGILANG LAGI??!
Dasar, anak satu itu hobinya ngilang aja. Aduh. Aduh. Gimana cara ortunya ngerawat dia,sich?! Ya, nantikan TNT chapter 4 yang pastinya ada kejutan yang terjadi. Apa kejutannya??! Tunggu saja! Karena, author tidak akan membongkar kejutan demi berlangsungnya acara. Supaya tetap meriah.
Don't Forget!!! Please, RnR.
See You On The Next Chapter Or Another Story.
