IT'S YOU

Author : HanDik

Main Cast :

- Byun Baek Hyun (EXO) as Byun Baek Hyun

- Jung Dae Hyun (BAP) as Jung Dae Hyun

- Kim Tae Hyung (BTS) as Byun Tae Hyung

- Joen Joeng Guk (BTS) as Joen Joeng Guk

Support Cast :

- Oh Se Hoon (EXO) as Oh Se Hoon

- Xi Lu Han (EXO) as Oh Lu Han

-.

-.

-88888888-

-,

TAMAN KOMPLEK PERUMAHAN ELIT

Pagi ini acara jogging Taehyung harus terganggung dengan datangnya seorang namja manis yang tiba-tiba memanggilnya 'Baekhie hyung' dan sukses membuat kening Taehyung mengerut tidak mengerti. Ia tahu betapa sulitnya membedakan wajahnya dengan wajah Baekhyun yang merupakan kakak kembarnya, mereka berdua hanya beda lima menit saat melahirkan dan mereka berdua merupakan kembar identik. Sejak mereka memulai sekolah mereka dari playgroup, semua teman dan guru mereka pun baru bisa membedakan mereka setelah tiga bulan lamanya.

"Siapa anak ini sih ? Mengganggu acara jogging pagiku saja. Dari tadi dia terus berbicara mengenai sekolahku dulu sebelum aku pindah dan tentunya aku masih mengingat betul sekolah itu" Batin Taehyung.

"Baekhie hyung hari ini sedikit aneh, biasanya dia menyaut apa yang aku bicarakan dan kenapa sedari tadi dia hanya diam dan mengerutkan keningnya saat aku bercerita" Batin Jungkook.

"Baekhie hyung, kau seberapa dekat sama si Rusa itu ?" Tanya Jungkook.

"Rusa ? Nugu ? Memangnya di Korea IHS ada rusa ya ?" Tanya Taehyung dalam pikirannya.

"Yak! Hyung kenapa mengacuhkanku. Tadi aku bercerita diacuhkan dan sekarang aku bertanya juga diacuhkan" Ucap Jungkook kesal dengan memalingkan wajahnya.

"Rusa ? Rusa ? Rusa ? Ah maksudnya Luhan hyung ?" Batin Taehyung yang sempat berfikir bahwa yang dimaksud 'Rusa' ialah Luhan.

"Maaf bukannya hyung mengacuhkanmu tapi yang kau maksud Luhan hyung ?" Tanya Taehyung kembali yang bingung harus memanggilnya apa karena tidak mengetahui nama namja tersebut yang sebenarnya bernama Jungkook.

"Huuuuuh. Ya siapa lagi hyung kalau bukan Luhan satu itu" Ucap Jungkook yang masih kesal namun memalingkan wajahnya karena mendengar suara yang terdengar lebih berat dibanding sebelumnya.

"Aigooo. Ah kenapa suara Baekhie hyung sekarang begitu terdengar berat dan aaaaah suara bass-nya itu bikin aku jadi merona begini" Batin Jungkook yang merasa dirinya panas karena mendengar suara Taehyung yang berat.

"Anak ini kenapa sih ? Dan itu kenapa telinganya memerah seperti itu, terlebih lagi apa dia siswa kelas satu ya ? Karena aku belum pernah melihatnya saat aku masih sekolah disana. Tapi dia imut sekali, ini baru uke tipeku banget" Batin Taehyung yang penasaran namun senang karena menemukan tipe uke-nya.

Sementara dari arah berlawanan mereka terlihat seorang namja bermata rusa dan tidak sengaja melihat sosok Jungkook yang menjadi rival –nya dalam merebut Baekhyun siapa lagi kalau bukan Luhan.

"Sedang apa dia disana ? Ckck.. sepertinya dia sudah menyerah dan menggait namja seme lain. Jelaslah masa uke sama uke. Untuk dia sudah sadar, aku samperin ah" Batin Luhan.

"Woaaaah si Kelinci Jungkook ternyata sudah sadar ya, sehingga sekarang udah punya gebetan baru" Ucap Luhan yang berhenti tepat didepan mereka.

"Maksudmu apa Rusa ? Kau tidak lihat apa aku sedang berlari dengan Baekhie hyung-ku" Ucap Jungkook tidak terima.

"Oh jadi namanya Jungkook ? Nama yang lucu sama seperti orangnya" Batin Taehyung yang mengetahui nama Jungkook setelah sadar siapa yang menyebut nama tersebut adalah Luhan. "Duh Luhan hyung, aku harus memberi isyarat untuk tidak memberi tahu kalau aku bukan baekhie hyung"

"Baekhie hyung ? Mana mungkin Baekhie berdandan se-manly in.. Kau …..?" Ucap Luhan yang tersadar bahwa namja yang bersama Jungkook bukanlah Baekhyun melainkan adik kembar Baekhyun.

Taehyung memberi isyarat kepada Luhan dengan membentuk tanda silang dengan kedua jari telunjuknya dan dengan tatapan yang mengartikan 'Jangan kau sebut namaku hyung'. Luhan yang mengerti isyarat tersebut dapat tersenyum bahagia karena ia tahu Taehyung pasti penasaran dengan Jungkook.

"Ah Baekhie tumben sekali kau berpenampilan se-manly ini ?"

"Ini karena aku kalah taruhan hyung sama Taetae jadinya aku harus berpenampilan manly dan ya menurutku acak-acakkan begini" Ucap Taehyung dusta.

"Memang kalian bertaruh apa ? Sampai Taetae menyuruhmu seperti ini ?"

"Kemarin sore aku kan sedang belajar kue untuk pertama kalinya dengan juru masak keluargaku nah saat itu Taetae muncul untuk mengambill minum dan melihat kegiatanku kemudian dia bilang 'Kau membuat kue hyung ? Yang ada malah membuat seisi rumah sakit perut. Taetae sangat yakin itu'" Ucap Taehyung yang melanjutkan dustanya. "Dan saat itu aku bilang saja kalau kue yang aku buat ini enak dia harus berdandan sepertiku seharian penuh"

"Dan biarku tebak Taetae langsung bilang kau harus berdandan manly seperti dirinya"

"Ne hyung"

"Tapi aku harus berterima kasih kepada dongsaeng-nya Baekhie hyung karena sudah membuat hyung se-manly ini dan menurutku hyung cocok kok" Ucap Jungkook yang sedari tadi diacuhkan kini mulai angkat bicara.

"Ckckck.. Bocah kelinci asal kau tahu ya Baekhie itu lebih nyaman dengan pakaian yang rapih dan tidak begini" Timpal Luhan.

"Jadi maksudnya aku tidak rapih ? Ya tapi memang sih kalau aku rapih yang ada makin tidak ada yang bisa membedakan kami berdua dan aku lebih nyaman seperti ini" Batin Taehyung.

"Iiiih! Tapi aku suka Baekhie hyung yang seperti ini terlihat tampan dan cool" Ucap Jungkook dengan antusias.

"Ckckck.. Bocah bodoh yang kau puji itu Taehyung adik kembar si Baekhie" Batin Luhan dengan smirk-nya. "Sepertinya Jungkook menyukai Taehyung walau dia masih mengira bahwa itu Baekhie, kalau begini sainganku tinggal Sehun dongsaeng-ku sendiri"

"Kau memang selalu tampon Byun Tae Hyung. Tapi dia memujiku dengan menyebut nama Baekhie hyung. Huft.. Tak apalah lagi pula hyung-ku kan uke" Batin Taehyung

"Terlihat tampan dan cool kalau tidak suka mau gimana lagi Kelinci ? Kau mau memaksa Baekhie gitu ?"

"Hyung lebih nyaman seperti biasanya dibanding seperti ini"

"Tapi hyung, aku lebih suka hyung seperti ini"

"Sudah bocah kau ini susah sekali dibilanginnya"

"Aaaaaaaa, Baekhie hyung bela aku dong"

"Tapi yang dibilang Luhan hyung benar kok"

"Arghh! Baekhie hyung sudah tidak sayang lagi sama aku, biasanya selalu membelaku dibanding si rusa tengik ini" Ucap Jungkook kesal dan berlari menjauh.

"Hah! Bocah-bocah, sudah kau kejar sana Tae. Aku tahu kau penasaran dengan dia kan, kau kejar agar sainganku untuk mendapatkan hyung-mu itu berkurang. Aku pulang dulu" Ucap Luhan yang kemudian langsung pamit untuk pulang. "Nah kalau begini kan misiku berhasil"

"Hah ? Penasaran ? Ah Luhan hyung selalu berpendapat sendiri. Sebaiknya kukejar atau tidak ya ? Tapi kalau tidak kukejar nanti Baekhie hyung penasaran kenapa si Jungkook itu marah padanya. Sudahlah kukejar saja" Ucap Taehyung yang mengejar Jungkook yang entah telah berlari kemana.

-.

-.

-88888888-

-,

LOTTE WORLD

Hari ini Baekhyun merasa dirinya sedang diculik oleh seseorang yang tidak ia kenal dan selalu menganggap dirinya adalah Taehyung, adik kembarnya. Sunggu sejak awal ditarik pergi dari kediamannya ia ingin sekali berteriak namun suaranya hilang seketika karena ia terpesona dengan senyum seseorang yang membawanya pergi dan sangat ia yakini bahwa orang tersebut mengenai Taehyung. Sungguh acara bermalas-malasnya hari ini batal sudah dan ia sama sekali tidak tahu akan dibawa kemana hingga mengetahui ia dibawa ke Lotte World dan sukses membuat matanya berbinar-binar.

"Sepertinya Taetae senang aku bawa kesini. Tidak salah aku memutuskan untuk membawanya kesini" Batin Daehyun.

"Sepertinya aku harus menyamar jadi Taetae dulu, ya sekalian menilai orang ini cocok tidak dengan Taetae. Tapi penampilannya seme banget sementara Taetae kan seme juga. Emang bisa ya ? Mending sama aku aja" Batin Baekhyun

"Taetae, apa kau menyukainya ?"

"Ah ne aku menyukainya" Jawab Baekhyun dengan mata yang masih berniar-binar dan menatap Daehyun dengan intens.

"Astaga. Taetae kenapa jadi seimut ini ? Tahan nafsumu Dae, jangan merusak ini awal yang bagus karena Taetae berpenampilan layaknya uke" Batin Daehyun yang masih menetralkan suasana hatinya.

"Kalau begitu mari kita masuk kedalam, aku tahu kau sudah tidak sabar untuk menaiki wahana yang ada disana" Ajak Daehyun yangt ingin membuka pintunya namun tidak ada pergerakan dari Baekhyun. 'Kenapa kau tidak beranjak Taetae ?"

"Itu.. Aduh gimana ya.. Kau kan tadi menarikku dan aku tidak bawa dompet jadi aku tidak mungkin bisa masuk kedalam tanpa uang" Ucap Baekhyun polos.

"Tidak perlu khawatir seperti itu, hari ini aku yang mengajakmu jadi kau kutraktir"

"Benarkah ? Ok Baiklah ayo kita kesana" Ucap Baekhyun dengan riangnya dan mulai berjalan menuju loket bersama Daehyun yangt ada disebelahnya.

Baekhyun kini tengah menunggu Daehyun yang sedang mengantri untuk membeli tiket masuk Lotte World dan tentunya antrian yang begitu panjang dan panas. Ia dapat melihat wajah Daehyun yang kesal karena didorong-dorong dari belakang. Baekhyun yang melihat hal tersebut merasa kasian karena melihat Daehyun yang tengah terhimpit dan terdorong seperti itu namun Daehyun masih dapat tersenyum saat ia melihat kearahnya.

"Kasihan sekali dia didorong-dorong seperti itu dan terhimpit pula mana cuaca panas begini tapi masih bisa tersenyum kearahku. Seandainya aku tahu namanya siapa. Mau menelpon Taetae juga tidak mungkin, smartphone-ku tertinggal diruang keluarga" Batin Baekhyun

Baekhyun terus melihat kearah Daehyun sambil terus memberinya semangat dengan terus tersenyum kearahnya, jujur saja Baekhyun sangat haus dan bosan menunggu Daehyun tapi ia tidak bisa membeli makan atau minuman karena dia hanya membawa sapu tangan yang selalu dirinya kantongi,

"Akhirnya aku berhasil mendapatkan tiketnya walau harus mengantri seperti tadi, ayo Taetae kita masuk. Eh kenapa ?" Ajak Daehyun yang telah sampai didepan Baekhyun namun tangannya ditahan oleh Baekhyun.

"Tangannya halus sekali dan ini pertama kalinya Taetae menggenggam tanganku. Bilangnya seme tapi tangannya halus begini" Batin Daehyun.

"Kau pasti lelah dan sini biarku keringkan keringatmu dulu dengan sapu tanganku ini" Ucap Baekhyun yang mulai mengeringkan keringat Daehyun dengan sapu tangan miliknya.

"Wajah yang tegas dan dia memiliki mata yang tajam dan ini membuatnya semakin tampan dan kulitnya yang sedikit tan serta keringat disekitar wajahnya membuat dirinya semakin eeeeerrr sexy. Apalagi dia memiliki tangan yang lumatan kekar" Batin Baekhyun yang tanpa ia sadari rona merah mulai menjalar diseluruh wajahnya.

"Mata ini ? Kenapa aku merindukan mata ini baru pertama kali aku merindukan mata ini. Mungkin karena baru pertama kali menatap Taehyung sedekat ini. Dan wajahnya yang merona ini, kuyakin dia tengah mengaggumi wajahku yang tampan ini. Oh Tuhan tolong jangan kau percepat waktu ini atau hentikan waktunya" Batin Daehyun

"Hai Dae, sedang apa kau disini ? Dan siapa namja manis yang tengah mengeringkan keringatmu itu ? kekasihmu kah ? Aigoooo. Uri Daehyun sudah tumbuh besar" Ucap seorang namja yang berada disamping mereka.

"Ckckck.. Sedang apa kau disini Yongguk hyung ?"

"Jadi nama namja ini Daehyun ? Akhirnya aku mengetahui namanya juga" Batin Baekhyun yang telah mengetahui nama Daehyun.

"Sama sepertimu Dae, aku sedang berkencan dengan Hime-ku tentunya. Bagaimana kalau kita Double Date ?"

"Tidak usah, aku mau berkencan dengannya jadi kau jangan menggangguku Yongguk hyung" Ucap Daehyun yang kemudian menarik tangan Baekhyun untuk segera masuk kedalam Lotter World.

"Selamat bersenang-senang Dae"

"Kenapa kita tidak bareng mereka saja ?" Tanya Baekhyun yang berjalan dibelakang Daehyun.

"Tidak usah, yang ada mereka mengganggu kita. Karena mereka berdua itu pasangan paling berisik"

"Oalah seperti itu ya. baiklah kalau begitu"

"Taetae, hari ini tidak usah memanggilku hyung cukup panggil Daehyun atau terserah kau mau memanggilku apa"

"Baiklah kalau begitu hanya hari ini akan kupanggil Daehyunieeeeeee" Ucpa Baekhyun sedikit malu.

"Daehyunie ? Aaaaa serius ? Kalau itu aku mau banget kalau bisa setiap hari seperti itu" Ucap Daehyun yang senang mendapat panggilan sayang dari Baekhyun.

"Kalau dilihat dia tampan juga dengan senyumnya itu aku jadi menyukainya, tapi kenapa dia bahagia sekali ya aku panggil seperti itu memangnya dia dan Taetae kenapa ya" Batin Baekhyun yang penasaran dengan hubungan Daehyun dengan Taehyung.

-88-

Wahana Komedi Putar

"Daehyunie~~~ pertama-tama kita main komedi putar ya ?" Pinta Baekhyun.

"Kau mau main itu Taetae ? Tapi kan itu untuk anak kecil ?"

"Aku mau naik itu, ayolaaaaaah~~~" Rajuk Baekhyun dengan nada manjanya.

"Astaga. Kalau begini terus aku tidak tahan ingin menerkamnya, seandainya aku tidak ingat dosa sudah kubawa dia kekamar mandi terdekat" Ucap Daehyun yang menenangkan sisi mesum akutnya.

"Baiklah kalau begitu"

Daehyun pun akhirnya menuruti kemaunnya, sunggu ia malu dan kini wajahnya sudah merah menahan malu karena baru berputar saja sudah banyak orang yang menertawakan mereka karena menaiki wahana anak-anak. Namun rasa malunya hilang setelah melihat wajah gembira Baekhyun yang ia ketahui itu adalah Taehyung. Dengan sekejap Daehyun sudah merogoh saku celananya dan langsung mengeluarkan smartphone miliknya dan mulai mengambil foto Baekhyun tanpa diketahui.

"Daehyuniee kau bawa smartphone-kan ? Tolong foto aku ya"

"Baiklah" Ucap Daehyun yang berpura-pura mengambil smartphone yang ia sembunyikan karena takut ketahuan mengambil foto secara diam-diam.

-88-

Wahana Kincir Raksasa / Bianglala

"Aigooooo…. Daehyunieeee sini lihat pemandangan diatas sini sungguh indah dan cantik"

"Ne Taetae" Ucap Daehyun yang mencoba meraih pinggang Baekhyun.

/Deg/

"Kenapa dia melingkarkan tangannya pada pinggangku" Batin Baekhyun yang mencoba menenangkan degupan jantungnya.

"Benar ini wangi strawberry, tidak kusangka Taetae suka wangi buah tersebut" Batin Daehyun yang menghirup aroma wangi parfume yang tercium pada tubuh Baekhyun.

"Bagaimana kalau kita berfoto lagi Taetae?"

"Ne Daehyunie"

"Aku ingin sekali dia memanggil nama asliku. Kenapa aku ini ? Apa ini yang namanya menyukai seseorang ? Sejak dulu Taetae selalu menjagaku terus menerus" Batin Baekhyun yang masih merasa jantungnya berdetak dengan kecepatan yang tidak normal.

-88-

Daehyun dan Baekhyun yang telah letih dan lelah setelah menaiki beberapa wahana kini tengah duduk disebuah bangku taman, cuaca yang cerah kini telah berganti menjadi mendung dan membuat siapa saja yang lewat dengan segera mencari tempat berteduh. Sementara Daehyun dan Baekhyun masih asik memakan ice cream yang telah mereka beli untuk menghilangkang rasa capek mereka hingga tanpa mereka sadari hujan yang mulanya hanya rintik-rintik kecil kini mulai lebat dan membuat mereka berdua telah basah kuyup. Dengan terburu-buru Daehyun menarik tangan Baekhyun dan membawanya ketempat lain untuk berteduh.

"Disini kita… Kau kenapa menggigil seperti ini"

"Ak.. ku.. tid… dak… ku…. At… di…ng…ngin" Ucap Baekhyun dengan terbata-bata ditengah tubuhnya yang mulai menggigil karena kedinginan.

"Pakailah jaketku ini" Ucap Daehyun yang kemudian memakaikan jaket kulit miliknya yang tahan akan air namun dengan sigap Daehyun memeluk tubuh lemah disampinnya karena masih terlihat menggigil.

Dengan lembut Daehyun terus mengusap punggung Baekhyun dan meletakan kepala Baekhyun pada dada bidangnya. Sungguh ia merasa kalau yang ia peluk bukanlah Taehyung melainkan oranglain, karena hari ini Taehyung begitu berbeda namun bila dia benar Taehyung, Daehyun sangat berharap akan terus seperti ini karena Taehyung mengingatkannya pada sosok namja kecilnya.

"Biarkanlah seperti ini dulu Tuhan dan kuharap Byun Tae Hyung akan terus seperti hari ini" Doa Daehyun dalam hatinya.

"Wangi dan hangat tubuhnya ini membuatku nyaman. Tuhan tolong jangan biarkan waktu ini berlalu, sungguh aku tidak rela bila dia menyukai adik kembarku, karena aku sadar aku menyukainya" Doa Baekhyun yang berada dalam pelukan Daehyun dan mempererat pelukannya.

-.

-.

-88888888-

-,

KEDIAMAN KELUARGA BYUN (BAEKHYUN & TAEHYUNG)

Taehyung terus merasa gelisah dan takut karena Baekhyun belum pulang hingga sore hari, ia sudah bertanya kepada Kyungsoo Kepala Pelayan dirumahnya namun ia hanya bilang bahwa Baekhyun pergi dari pagi tapi ia tidak mengetahuinya. Sungguh ia sangat khawatir akan kondisi Baekhyun terlebih lagi diluar hujan sangat lebat dan ia sangat tahu bahwa hyung-nya itu tidak kuat dengan udara dingin.

"Kalau Baekhie hyung belum pulang bagaimana ini ? Mana smartphone dan dompet ditinggal lagi. Untung appa dan eomma sedang berada di Jepang, kalau tidak eomma pasti bakal kalang kabut" Ucap Taehyung dengan gelisah.

Taehyung yang khawatir mulai kalang kabut dan ia mencoba meng -update status di account chatting room miliknya, karena disana masih ada teman sekolahnya saat ia di Korea IHS dan berfikir bahwa banyak yang tahu atau Baekhyun tengah bermain dengan temannya. 'Hyung kau dimana ? Cepat pulang, Jangan buat panik seisi rumah' itulah yang di upadate oleh Taehyung.

/Ping Ping Ping/

"Ah mungkin ada notif masuk mungkin ada yang tahu kebe.. eh kok si KookBunny ? " Ucap Taehyung yang bingung namun tetap membuka chat dari KookBunny.

KookBunny : Hyung-mu kenapa hyung ?

TaeLion : Hyung-ku belum pulang semenjak pagi dan seisi rumah tidak ada yang tahu ia pergi kemana

KookBunny : Kenapa kau tidak menelpon nomornya ?

TaeLion : Gimana mau menelpon kalau ponselnya saja tertinggal dan tidak bawa dompet sama sekali

KookBunny : Hah ? Yang benar hyung ?

TaeLion : Ini seisi rumah sedang panik terlebih lagi cuaca sedang hujan lebat begini dan hyung-ku tidak kuat dengan udara dingin

KookBunny : Kau benar hyung, diluar sangatlah dingin. Semoga hyung-mu cepat pulang

TaeLion : Ne, terima kasih BunnyKook

KookBunny : Yak hyung! Bukan BunnyKook tapi KookBunny namaku

TaeLion : Sudah dulu ya, aku mau mengintrogasi hyung-ku dulu, dia baru sampai rumah

Taelion : Offline

"Aku Pulang" Suara Baekhyun mulai terdengar dari pintu utama dan dengan cepat Taehyung menuju pintu utama untuk menghampiri hyung-nya tersebut.

"Dari mana saja kau hyung ? Kenapa baru pulang ? Dan ini baju dan jaket siapa yang kau pakai ini ?" Tanya Taehyung dengan melipat tangannya didada menunggu jawaban dari Baekhyun.

"Dia ini kenapa sih ? Hyung-nya baru sampai bukannya disuruh istirahat malah udah ditanya-tanya. Padahal kan aku yang jadi kakak kenapa jadi adik yang mengintrogasi kakaknya deh" Batin Baekhyun

"Itu tadi aku diajak pergi ke Lotte World oleh temanmu karena mereka mengira aku itu kau"

"Temanku ? Siapa ? Bukannya Taetae tidak pernah membawa teman sekelasku kerumah ? Dan hyung kan tahu kalau aku hanya punya teman disana itu Cuma Sehun. Jadi jangan berbohong padaku hyung"

"Hyung ngapain bohong, bener deh hyung tadi diajak sama temanmu Taetae"

"Siapa namanya ?"

"Namanya Daehyun, soalnya dia tadi pagi langsung membawaku hyung ke Lotte World"

"APA! DAEHYUN ? JUNG DAE HYUN ?"

"Kenapa sampai teriak-teriak seperti itu sih ? Yang hyung tahu namanya Daehyun dan dia anak yang baik kok"

"Jangan pernah dekat-dekat dengannya lagi hyung, dia itu bencana bagi Taetae"

"Kenapa ? Sepertinya dia menyukaimu, dari tadi dia keliatan bahagia sekali"

"Iya dia memang menyukaiku tapi Taetae TIDAK MENYUKAINYA! Hyung pasti tahu kenapa aku tidak menyukainya"

"Hyung tidak tahu, memangnya kenapa ?"

"Duh hyung, dia itu seme dan Taetae juga seme. Dan Taetae pertegas lagi bila dia datang kemari lagi dan mengajak hyung atau mencariku suruh ia lekas pergi dari rumah" Perintah Taehyung.

"Kenapa memangnya ?"

"Dia itu tidak baik hyung"

"Dia baik kok, buktinya dia memeluk hyung tadi pas kedinginan dan pakaian serta jaket ini miliknya"

"Maksud hyung ? Dia berani memeluk hyung ? Liat saja akan kuhajar dia"

"Taetae"

"Sudah hyung diam saja ini urusanku karena sudah berani menyentuh hyung begitu saja"

"Hyung mohon jangan. Kali ini hyung mohon jangan"

"Jangan bilang hyung menyukainya ? Dan jangan pernah menyukainya! Mengerti hyung"

"Tapi…"

"Tidak ada tapi-tapian dan lupakan semua yang hyung lakukan bersamanya"

"Baiklah tapi hyung mohon jangan beritahu dia kalau yang bersamanya hari ini adalah Byun Baek Hyun bukan Byun Tae Hyung"

"Taetae memang tidak akan memberitahunya mengenai hal itu. Sekarang hyung mandi karena sebentar lagi waktunya makan malam"

"Ne Taetae"

Taehyung hanya bisa menghembuskan nafas beratnya, sungguh ia melakukan ini demi kebaikanya kakak satu-satunya itu. Sejujurnya ia melaukan itu untuk dirinya sendiri, dirinya belum sanggup bila Baekhyun memiliki kekasih karena ia takut tidak bisa manja-manjaan lagi dengan kakak kembarnya.

"Maafkan Taetae karena telah memarahi hyung. Sungguh Taetae tidak bermaksud memarahi hyung, hanya saja Taetae tidak suka mendengar nama si Daehyun itu" Batin Taehyung yang merasa bersalah karena telah memarahi Baekhyun.

"Tuan Muda Taehyung! Tuan Muda!"

"Kenapa Jiyeon nunna ?"

"Tu.. Tuan Muda Baekhyun pingsan didepan kamar dan sekarang sedang dibawa oleh Kepala Pelayan Kyungsoo kekamarnya"

"Bagaimana bisa ? Pasti karena udara dingin ini, cepat panggil Lay uisa" Perintah Taehyung yang kemudian bergegas menuju kamar hyung-nya yang terpat berada disebelah kamarnya.

"Kyungsoo hyung, segera siapkan bubur dan air hangat untuk Baekhie hyung" Perintah Taehyung yang langsung dijalankan oleh Kyungsoo.

"Hyung, maaf telah memarahimu hari ini. Sunguh Taetae tidak tahu kalau hyung mengalami demam, seandainya Taetae tahu tidak akan memarahi hyung" Ucap Taehyung yang duduk dipinggir tempat tidur Baekhyun.

"Apa ini yang digenggam oleh Baekhie hyung. Foto ini ? Sepertinya memang benar kalau hyung menyukainya, Taetae dapat melihat wajah hyung yang terlihat gembira difoto ini. Tapi maaf Taetae tidak menyetujui ini semua" Ucap Taehyung yang meyimpan foto tersebut disaku jaketnya.

"Sekarang hyung istirahat ya, sebentar lagi Lay uisa akan datang dan Taetae akan disini menjaga hyung" Ucap Taehyung yang merubah posisi duduknya dan menjaga Baekhyun hingga uisa datang.

-.

-.

-88888888-

-,

KOREAN INTERNASIONAL HIGH SCHOOL

Pagi ini Taehyung harus menuju sekolah lamanya, karena harus mengantarkan surat sakit untuk Baekhyun karena demam. Suasana sekolah yang ramai kini mulai diam karena para siswa-siswi tengah menatap sosok Taehyung yang jalan stay cool dan memasukan kedua tangannya pada saku celana sekolahnya. Banyak mata menatap Taehyung penuh kagum dan bisikan yang dapat terdengar jelas dari para siswa-siswi tersebut.

"Dia kan Byun Tae Hyung ? Kenapa ada disekolah ini ? Bukannya dia sudah pindah ?"

"Kyaaaa! Lama tidak melihat si bungsu dari Byun bersaudara!"

"Sang Pangeran Byun!"

"Baekhyun sunbae ? Berdandan manly sekali!"

"Apa itu Baekhyun sunbae ? Asatag dia terlihat manly dan tampan"

Suara berisik itu semakin membuat keributan, namun tetap tidak ada yang dapat menghentikan mereka, terutama teman seangkatan Taehyung yang merindukannya sosok Taehyung. Byun bersaudara dulu merupakan siswa terkenal dan terpopuler di Korean Internasional High School, Byun Baek Hyun sang kakak merupakan primadona dan selalu dipuja oleh para yeoja dan para namja berstatus seme karena wajahnya yang manis, sementara Byun Tae Hyung terkenal karena ketampanannya yang berbeda sekali dengan kakak kembarnya dan menjadi pujaan bagi yeoja dan namja berstatus uke.

Taehyung pun tidak merasa canggung akan masuk kedalam sekolah yang telah enam bulan ia tinggali. Setelah ia memberikan surat izin kepada guru piket dan juga ketua kelas ia bergegas kembali ke sekolahnya. Namun saat dirinya hendak berbelok munuju gerbang sekolahnya ia tidak sengaja ditabrak oleh seoang namja sehingga membuatnya terjatuh begitupun namja yang tak lain ialah Jungkook.

"Ckckc.. Kau ini bisa jalan dengan benar tidak ?"

"Suara ini ? Bukannya suara Baekhie hyung yang kemarin ?" Batin Jungkook

"Baekhie hyung kenapa memarahi aku ?"

"Aku bukan Baekhie hyung, sudah minggir aku sudah terlambat kesekolahku"

"Tapi ini kan sekolahmu Baekhie hyung"

"Sudah kubilang aku bukan Baehie hyung!" Ucap Taehyung dengan bergegas menuju mobil keluarganya dan langsung menuju sekolahnya.

"Ada apa sebenarnya ? Apa itu bukan Baekhie hyung? Lalu siapa ?" Ucap Jungkook yang masih dalam posisi duduknya karena terjatuh.

"Dia adalah Byun Tae Hyung, adik kembar Byun Baekhyun" Ucap Luhan yang langsung berada dibelakang Jungkook.

"Adik kembar ? Jadi Baekhie hyung itu punya kembaran ?"

"Ne, Mereka berdua merupakan kembar identik tidak hanya wajah mereka yang sama namun suara mereka pun sama. Jika kau mendengar suaranya yang seperti itu tandanya Taehyung sedang dalam mood yang buruk. Hanya satu yang dapat membedakannya yaitu kepribadian mereka" Ucap Luhan sedikit berbohong dan lekas pergi.

"Byun Tae Hyung ? Kenapa wanginya tadi seperti Baekhie hyung kemarin ?

BERSAMBUNG…

Akhirnya saya melanjutnya cerita, cuman kayaknya ending chapter ini jujur saja saya tidak puas dan kurang banget -_-

tapi apa daya diimajinasi saya hanya sampai disitu untuk chapter ini :( oh iya kalau ada kesalahan bahasa atau bahasa yang rancu atau sebagainya bisa diberitahu yal. jujur saya senang ada yang mengkritik dan memberi saya saran di cerita Wrong or Right Couple dan Classical Music karena itu dapat membuat saya lebih baik lagi dalam mengetik maklum saya bukan anak bahasa atau sastra :) dan untuk My Hero Season 2 akan segera di lanjutkan :)

REVIEW :

1. hldjmsbkr : Saya sudah kembali nih hehe.. Hunbaek atau Lubaek tidak janji hehe.. gimana di chap ini Daebaeknya kurang kah ? hehe.. maaf ya endingnya nggak banget di chap ini

2. ByunViBaek : Hoho.. Ketuker karena identik :D suaranya bisa-bisa hehe... maaf ya ending chap ini nggak banget :(

3. darkhyuners shinning : ini update.. dan saya sepertinya merasa akhir-akhir ini gaya pengetikan saya menurun :( huaaaaa berasa banget di ending chapnya kurang abis :(

Sekian dari saya dan sekali lagi terima kasih untuk sider dan ditunggu reviewnya serta review kembali.

dan sekali lagi maaf chapter ini saya sendiri jujur kurang puas :( tapi apa daya ini yang ada diotak saya

Terima kasih salam HanDik :)