My Future Wife
Summary: Kuroko Tetsuna seorang siswi SMA Teiko yang biasa-biasa saja, bahkan sering terlupakan karena hawa keberadaannya yang tipis berhasil menarik perhatian seseorang yang serba perfect seperti Akashi Seijuuro (AkashixFem!Kuroko)
Warn:Typo, EYD ga beraturan, OOC, Judul ga nyambung sama isi, dll!
Tetsuna melangkahkan pelan kakinya menuju perpustakaan. Mungkin buku-buku disana bisa membantu mengangkat segala macam stress yang hinggap di kepalanya akibat tingkah cebol merah Akashi.
Tetsuna memilih beberapa buku yang sesuai dengan seleranya lalu mulai mencari tempat duduk di bagian paling belakang perpustakaan. Berharap Akashi tidak akan menemukannya untuk sementara waktu. Karena sejauh yang Tetsuna tau, Akashi Seijuuro merupakan seorang esper (hanya menurutnya).
Setelah mencari di setiap sudut perpustakaan, akhirnya Tetsuna menemukan tempat yang pas untuk bergulat dengan buku-bukunya. Namun ada satu hal yang membuat Tetsuna tidak jadi mendudukkan dirinya disana. Chihiro. Ya, seorang Kuroko Chihiro sedang tertidur lelap di tempat strategis yang baru saja di temukan Tetsuna.
"Nii-chan..." Panggil Tetsuna dengan tangan kanan yang menoel-noel pipi sang kakak yang ternyata sangat halus itu.
"Mnnngghh..." Chihiro hanya menggumam tidak jelas sebelum kembali tidur dengan nyenyak. image anak kebanggaan sekolah hancur berkeping-keping. chihiro akan jadi anak kebanggaan sekolah hanya pada saat kepepet. itulah mottonya.
Tetsuna menghela napas pasrah, toh kalau kakaknya sudah dalam mode mengebo, pasti akan susah di bangunkan. Akhirnya dia mendudukkan dirinya di samping sang kakak. Niatannya untuk pindah tadi segera dibuang jauh-jauh mengingat tadi dirinya melihat Nijimura juga berada di dalam perpustakaan. Tetsuna tidak mau kesucian kakaknya di renggut- setidaknya jangan di tempat ini.
matanya fokus pada barisan kata di depannya, sesekali tangannya bergerak untuk membuka lembaran buku berikutnya. Tetsuna bahagia, setidaknya seorang pangeran iblis berkedok pria tampan tetapi cebol itu belum menemukannya.
"hm...hm...hm.." Ia bersenandung kecil sambil terus melanjutkan bacaannya. orang di sebelahnya justru belum menunjukkan tanda tanda kehidupan- akan bangun maksudnya. masih setia bergelung manja dengan paha Tetsuna sebagai bantalnya. Tetsuna mendengus geli. kapan kakaknya ini bisa dewasa?
Akhirnya ia menutup sejenak bukunya, lalu mengeluarkan ponsel yang sedari tadi memang bersembunyi manis di dalam kantung. memotret wajah tidur Chihiro yang bisa dibilang 'unyu'. Mengirimnya pada seseorang yang pasti akan sangat bahagia melihat foto tersebut. Dimasukkannya kembali ponsel ke dalam kantung,tangannya kembali meraih buku dan kembali fokus pada bacaanya.
.
.
.
.
Akashi meremat celananya, objek pelampiasan sakit hati setelah melihat Tetsuna bersama pria lain. Walaupun itu kakaknya, rasanya masih terasa sakit bagi Akashi. Apa begini rasanya cinta? Mungkin. Karena saya yang menulis pun tidak tau apa arti cinta sesungguhnya.
Melangkahkan kedua kakinya keluar dari perpustakaan. Bukan maksud menyerah, ia hanya ingin mempersiapkan semuanya sebaik mungkin. Kuroko Tetsuna akan menjadi istrinya nanti. Dan itu pasti.
Tetsuna perlahan membuka matanya, mungkin karena keasikan denga bacaannya ia sampai tertidur. mencoba menggerakan kakinya yang terasa berat, Tetsuna baru ingat kalau sang kakak tadi tidur di pangkuannya. Tetsuna tersenyum kecil dengan perempatan di dahinya. Bukankah kakaknya ini sudah tidur dari siang tadi!? kenapa belum bangun juga!? bahkan sekarang matahari sudah hampir terbenam! Tetsuna menggerakkan tanganya, bermaksud untuk membangunkan sang kakak. tidak ada maksud lain, apalagi menampar atau jurus tinju ignite passnya. tetapi, niatnya itu di urumgkan karena Tetsuna merasakan seperti ada sesuatu di bahunya. Sebuah jas. Tetsuna tersenyum kecil, pasti kakaknya itu sempat bangun dari tidurnya untuk sekedar menyelimuti Tetsuna.
"Nii-chan...bangun..." Kata Tetsuna sambil mencubit kecil pipi Chihiro.
"Nggh..." Chihiro mengacuhkan panggilan Tetsuna dan makin menenggelamkan wajahnya pada paha Tetsuna. Mungkin saja dia tidak benar-benar tidur, hanya modus.
"Nii-chan, Nijimura-kun sedang berjalan kemari loh" Kata Tetsuna mencoba menggoda Chihiro. Entah kenapa, tidak biasanya Tetsuna sangat ingin menjahili kakaknya itu.
"HAH!? Seriusan!? mana!?" Chihiro secara ajaib langsung bangun dari tidurnya. Mungkin efek trauma- atau mungkin rasa cinta? membuat Chihiro langsung bangun begitu mendengar nama Nijimura.
"Pfft-.." Tetsuna membungkam mulutnya. mencegah tawa yang akan meluncur akibat ulah sang kakak.
"Tetsuna? -ehem- jadi apa maksudnya dengan membawa-bawa nama si monyong itu?" Tanya Chihiro kalem. di abaikannya rasa malu akibat kelakuannya tadi.
Tetsuna hanya diam. Matanya justru menatap sesuatu di belakang Chihiro. Bukan hantu, bukan. Tatapan Tetsuna justru menunjukkan rasa geli.
"Hiro-chan tega banget sih..." Sebuah suara berat di samping telinga membuat Chihiro refleks menamparkan buku yang memang masih ada di tangannya.
"Aduuh! Chihiro lu jahat banget sih!" Protes orang tersebut.
"Oh Niji, baru juga gua mau minta maaf, ga jadi deh" Kata Chihiro acuh sambil memutar bola mata. Walau dalam hati bersyukur karena Nijimura tidak melihat kejadian memalukan tadi.
"Jahat lu Ro..." Nijimura memajukan bibirnya yang memang sudah maju beberapa centi lagi.
"Jangan monyong-monyong gitu lu ji! geli gua liatnya!" Chihiro mengibas-ngibaskan bukunya di depan wajah Nijimura.
"Pffft-" Lagi-lagi Tetsuna tertawa. Ia benar-benar terhibur melihat 'calon' pasangan di depannya ini.
"Oi! jangan ketawa dong Tetsuna-chan!" Nijimura makin monyong mendengar Tetsuna tertawa.
"B-baiklah, kalian lanjutkan saja pembicaraannya! Aku pulang duluan!" Kata Tetsuna sambil melambaikan tangan lalu pergi meninggalkan dua pemuda hitam abu-abu tersebut.
"T-tetsuna-chan!" Teriak Chihiro. Berharap Tetsuna mau kembali dan membawanya pergi . Tapi apa daya, Tetsuna justru makin mempercepat langkahnya sambil tersenyum. Chihiro miris. Bahkan adiknya sendiri tega meninggalkannya dengan makhluk alay nan mesum di depannya ini.
"Sudahlah, aku tidak akan melakukan apa-apa" Kata Nijimura mencoba membuat Chihiro tenang. Memang, tujuannya kemari hanyalah mencari Chihiro dan mengajaknya pulang bersama.
"Bener lo?" Chihiro mencoba memastikan. Siapa tau ternyata makhluk monyong di depannya ini berbohong dan malah membawanya ke tempat remang-remang- imajinasi Chihiro mulai meliar kemana-mana.
"Bener!" Nijimura mengacungkan ibu jarinya sambil menyengir bangga. Padahal tak satupun hal yang harus di banggakan.
Chihiro menghela nafas pasrah. Mungkin sekali-kali tidak ada salahnya pulang bersama Nijimura.
"Kalau begitu ayo pulang" Kata Chihiro sambil melangkah terlebih dahulu keluar dari tempat mereka berada tadi.
Nijimura mengikuti dengan bahagia. Meskipun hanya pulang bersama, Nijimura sudah bahagia.
"Tadaima..." Kata Tetsuna sambil melepas sepatu dan menatanya di rak sepatu.
"Okaeri..." Balas Ibu Tetsuna dari arah dapur.
"Tetsuna-chan! Nanti makan malam kau harus turun ya! Otou-sanmu akan memberitahukan sesuatu!" Kata Ibu Tetsuna mengingatkan. Anak perempuannya yang satu itu memang sulit jika disuruh untuk makan malam. Bawaan orok memang.
" Hai' Okaa-san" Tetsuna menjawab singkat. Membawa kedua kakinya gontai menuju kamar. Hari yang melelahkan, penuh dengan kejutan pula. Apakah masih akan ada kejutan lagi nanti? pikir Tetsuna. Menggelengkan kepala pelan, sudah cukup dengan kejadian di sekolah tadi. Sekarang saatnya menikmati malam hari dengan damai.
"Apa!? Otou-san Serius!?" Tetsuna berteriak histeris. Hampir kehilangan nyawa karena tersedak makanannya sendiri akibat kaget. pikirannya salah, kejutan kali ini justru lebih parah daripada di sekolah tadi.
"Iya Tetsuna, mulai minggu depan Akashi Seijuuro adalah tunanganmu" Kepala keluarga Kuroko masih kalem.
"Eh? EH!?" Chihiro juga ikut berteriak histeris. Meskipun sedikit terlambat mencerna,tetapi akhirnya Chihiro mengerti.
"T-tapi! T-tetsuna-chan!" Chihiro mencoba protes. Tidak terima jika adik kecil sekaligus malaikatnya harus di persunting oleh orang lain. Dirinya tidak akan pernah rela memang. Sang kepala keluarga memandang tajam. Chihiro kalah. Kalau ayahnya sudah seperti itu, tidak ada lagi kata protes.
Tetsuna masih shock, Akashi...Seijuuro?
TBC
A/N: Yak! chapter ini akhirnya update! uapah ini!? kenapa romance banget!? /plak/ uhuk- gaya penulisan saya memang kadang berubah sesuai mood. jadi jangan heran kalau tiap chapter bisa beda~ oh iya, ini mengenai request, kalau mau ngasih masukan atau ide tentang fic saya CharaxReader yang akan datang silahkan~ dengan senang hati bakal saya terima! yosh! saatnya bales review~
Hyori Sagi yang lagi-lagi gak login: Yo halo lagi~ nggak kok saya ga bosen!
wah makin baik ya? makasih~ dan hm...mas typo? waduh masih ada aja ya? X'D semoga di chap ini paling ga berkurang lah~ dan makasih buat sarannya soal kata menyanggah itu! nanti kalau sempet saya perbaiki~ yosh! thanks for review! dan ini sudah lanjut~
yak! akhir kata...
Mind to Review?
