Insane

Author: Tan Xin Qian

Pairing: KookV, MinV, YoonMin, HopenMin, NamJin, YoonHopeNamMin

Rate: M

Warning: Boyslove, rape, foursome, etc

Disclaimer: Cast belongs to God and their

familly

.

.

.

.

.

Taehyung mengerjapkan matanya terkena sinar matahari yang menyilaukan. Dia membuka matanya dan terbangun, dia menatap sekeliling. Ini dia dimana? Begitu pikir Taehyung. Bukankah semalam aku pingsan dikereta? Tapi mengapa aku ada disini? Dan pakaian siapa yang aku kenakan? Lanjutnya dalam hati.

Dia kemudian menggapai secarik kertas seperti surat yang ada dimeja. Dan membukanya

Jika kau membuka surat ini pasti kau sudah bangun manis? Sekarang kau berada di Jeon Hotel. Aku sudah memesan kamar selama 1 minggu untukmu dan temanmu, tentu saja kamar kalian berbeda, aku tidak mau kau tidur dengan pria lain selain diriku, cantik. Kau boleh menikmati semua fasilitas apapun dihotel ini. Nikmati harimu sayang. Kita akan berjumpa lagi

- J

Begitulah isi surat yang Taehyung baca, surat itu langsung ia remas dan dia lempar ke sembarang arah. Taehyung merasa seluruh tubuhnya lengket keringat namun dia tidak merasakan adanya cairan pada bokong sintalnya.

Taehyung terbangun dengan tertatih - tatih, dia bahkan berpegangan pada tembok agar bisa sampai dikamar mandi.

Taehyung membersihkan dirinya. Kemudian dia mengenakan bathrobe, sebelum mengenakan bathrobe, dia melihat dirinya dicermin, begitu banyaknya tanda kemerahan yang ditinggalkan J ditubuhnya. Dia mendesah pelan dan menyadari bahwa kejadian semalam bukanlah mimpi.

Taehyung menemukan secarik kertas lagi diwestafel dan membukanya.

Kau pasti sudah mandi hm? Bukalah lemari disamping meja rias, sudah kusiapkan baju untukmu yang bisa kau pakai selama kau disini. Semoga dirimu menyukainya.

P.S : Semua bajunya adalah pilihanku.

-J

Dan lagi - lagi Taehyung meremas surat itu dan membuangnya ke sembarang arah.

Taehyung berjalan perlahan dan membuka lemari pakaian itu. Gila! Itulah pikirnya setelah melihat pakaian dilemari itu. Pakaian dilemari itu bermerk Gucci, merk kesukaan Taehyung. Apa J adalah stalker? Pikir Taehyung dalam hati kemudian bergidik ngeri.

Dia memilih asal pakaian dari lemari dan mengenakannya, kemudian dia duduk disofa yang telah disediakan dan menonton televisi.

Tok! Tok! Tok!

"Permisi, room service"seru seorang wanita dari luar kamarnya.

Taehyung membuka pintu, dan dua wanita masuk, yang satu segera membenahi kamar hotelnya dan yang satu lagi mendorong troley yang penuh berisi makanan. Wanita itu segera memindahkan dan juga menata makanannya diatas meja sebelah sofa yang tadi Taehyung duduki.

Setelah selesai, mereka berdua keluar dengan sopan. Taehyung segera menyantap semua makanan itu.

Jika ini semua gratis, untuk membalas perbuatan J yang telah memperkosaku walaupun rasanya nikmat -eh- aku akan menocba semua fasilitas dihotel ini dan memesan semua makanannya agar tagihan biaya hotel ini membengkak! Pikir Taehyung jahat.

.

.

.

Sementara itu ditempat lain, dan diwaktu yang sama, Jimin terbangun dengan keadaan yang mengenaskan, dirinya masih telanjang, cairan cinta dan peluhnya bekas semalam masih menempel ditubuhnya. Jimin berjalan dengan tertatih - tatih ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Jika kita lihat, ruangkan kamar Jimin dan Taehyung sangat berbeda. Taehyung berada dipresident suite sedangkan Jimin hanya dikamar hotel biasa.

Jika dikamar Taehyung, lemari pakaian itu penuh pakaian bermerk, dikamar Jimin hanya ada kaos - kaos dan celana biasa, seperti baju santai dirumah. Setelah mandi, Jimin mengenakan pakaiannya asal.

Jika Taehyung mendapatkan fasilitas penuh dihotel ini dan mendapat layanan makanan khusus, Jimin bahkan harus menelepon ke bagian restaurant dihotel ini.

Dan satu lagi, Jimin juga harus menelepon untuk layanan pembersihan kamarnya.

Poor Jimin.

.

.

.

Setelah makan, Taehyung berbaring diranjang dengan bosan, kemudian dia teringat dengan Jimin, sahabatnya, dia langsung bangkit dan mencari smartphonenya untuk mengirimkan pesan pada Jimin.

From : Taetae

To : Chimchim

Chiiiiiiiim, kau dikamar nomor berapa? Aku bosan tapi bokongku sakit jika dipakai berjalan T^T

Begitulah pesan yang dikirimkan Taehyung pada Jimin. Namun Jimin tak kunjung membalasnya. Hingga akhirnya Taehyung terlelap dalam mimpi.

.

.

.

Jimin memandang smartphonenya, yang berisikan pesan Taehyung kepadanya. Dia tidak ada niat untuk membalas pesan itu. Melihat keadaan Taehyung sekarang malah akan membuatnya marah. Marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa melindungi orang yang dicintainya.

Ya, Jimin mencintai Taehyung sudah dari lama. Mereka berkenalan dari umur 5 tahun, tumbuh besar bersama. Mana mungkin dia tidak akan jatuh hati pada Taehyung. Taehyung yang baik hati. Taehyung yang menggemaskan. Taehyung dan semua tingkah uniknya. Taehyung yang tumbuh menjadi pria cantik. Semua dari diri Taehyung begitu mempesona bagi diri Park Jimin.

Namun Jimin sadar bahwa Taehyung tidak akan pernah melihatnya lebih dari seorang sahabat. Maka dari itu, selama ini Jimin menyembunyikan semuanya dari Taehyung.

Jimin pun menangis karena dia merasa gagal untuk melindungi Taehyung. Dia malah menikmati pemerkosaan itu dan bahkan meminta lebih. Sialan! Dia sudah nampak seperti jalang kemarin. Setelah lama menangis, Jimin kemudian tertidur.

.

.

.

Sudah tiga hari Taehyung disini, bokongnya sudah tidak sakit lagi, dia bahkan sudah mengelilingi hotel ini dan mencoba semua fasilitasnya. Setiap karyawan dihotel ini bahkan membungkukan badannya jika Taehyung melewati mereka. Sebenarnya Taehyung sedikit bingung tapi dia tidak mengambil pusing. Namun yang jadi pikirannya adalah, dimana keberadaan Park Jimin sahabatnya? Sudah tiga hari mereka disini tapi Jimin tidak bisa dihubungi. Apa Jimin tewas? Pikir Taehyung. Taehyung juga sudah mencoba bertanya nomor kamar Jimin pada resepsionis namun tidak diberi tahu sama sekali.

.

.

.

Sedangkan orang yang sedang dicari - cari Taehyung tengah menungging dan dibelakangnya terdapat seorang pria yang tengah menusukan penisnya dilubang Jimin. Jimin sedang bercinta, dengan pria yang baru dia temui.

Semua ini bermula ketika Jimin memesan makanan dan meminta layanan kamar untuk membersihkan kamarnya. Makanan yang dipesannya datang terlebih dahulu sebelum petugas office boy yang membersihkan kamarnya, jadi dia memakannya sampai habis tak bersisa. Dia tidak tahu bahwa makanan yang dia pesan sudah diberikan obat perangsang. Ya, obat perangsang, sebenarnya makanan itu bukanlah untuknya tetapi untuk orang lain yang memesan makanan yang serupa namun meminta tambahan lain, karena orang itu sedang berbulan madu dengan pasangannya.

15 menit kemudian badan Jimin panas, dia terangsang, penisnya bahkan sudah mulai bangun. Dan dia teringat peristiwa 3 hari yang lalu dimana, dia diperkosa dengan kasar, bagaimana nikmatnya ketika pria - pria itu menghajar lubangnya dengan penis mereka yang besar dan panjang, dan juga oh! rangsangan yang mereka berikan disekujur tubuh Jimin.

Jimin yang terangsang segera membuka pakainnya hingga dia telanjang bulat. Jimin meremas - remas kedua puting dadanya. Kemudian mengocok penisnya kencang. Dia juga mulai memasukkan jari -jarinya kedalam lubangnya. Jimin mengocok penis dan juga lubangnya dengan cepat. Namun dia tidak puas, dia butuh lebih. Dia butuh sesuatu yang besar memasuki lubangnya kemudian menusuknya dengan kasar.

Kemudian Jimin melihat remote TV yang berada tak jauh dari dirinya. Kemudian dia mengambil remote TV itu dan menusukkannya pada lubangnya.

"Ahhh ahhh ahhh" desahnya tanpa menyadari bahwa dia tidak sendirian dikamarnya.

Pria yang ditugaskan membersihkan kamarnya, tengah memandang Jimin yang berusaha memuaskan dirinya sendiri. Dia juga melihat Jimin akan segera keluar. Dan benar saja tak lama Jimin menyemprotkan cairan cintanya.

Selama bermastrubasi, Jimin memang memejamkan matanya. Maka ketika dia membuka mata, dia menyadari bahwa sedari tadi ada yang memandanginya dan menonton kegiatannya. Namun dia malah menyeringai tipis.

Dia bangkit duduk, dan remote TV yang ada dilubangnya semakin masuk semakin dalam, bahkan penisnya langsung menyemprotkan sedikit sperma yang langsung mengotori lantai.

"Maafkan Chimin, Chimin malah semakin membuat kamar ini berantakan."ujar Jimin menatap polos pada pria itu.

Jimin melepas remote TV dari lubangnya dan melemparnya kesembarang arah lalu menghampiri pria itu.

"Apa menontonku membuatmu tegang, Taemin-ssi?"ujar Jimin sembari berlutut didepan pria itu -Taemin- dan meremas tonjolan ditengah pahanya.

"Ma-maaf aku tak bermaksud melihatmu a-a-aku..."ucapan Taemin terpotong ketika Jimin membuka celananya dan langsung memasukan penisnya ke dalam mulutnya.

Jimin tengah memberikan blowjob pada Taemin. Tamein? Dia hanya bisa meremas rambut Jimin, menjambaknya agar Jimin semakin cepat mengeluar masukan penisnya dimulutnya.

"Ahh sial dasar jalang penggoda."desah Taemin.

Jimin yang mendengar desahan Taemin langsung menatapnya dan memberikan kerlingan menggoda seraya menggigit pelan kepala penis Taemin.

"Fuck!"seru Taemin.

Taemin mengeluarkan penisnya dari mulut Jimin, yang langsung disambut pandangan bingung dari Jimin. Tapi kemudian Jimin mengerti ketika Taemin membalikan tubuhnya dan menyuruhnya untuk menungging. Taemin langsung memasukan penisnya sekali hentak ke dalam lubang Jimin dan langsung menghajar lubang Jimin kasar.

"Ahh ahh lagi yah kasariii Chimin uunghhh"

"Jalang sial, kau habis dipesan om heh? Kujamin lubangmu tak puas dengan pelayanan om itu."seru Taemin seraya menjambak rambut Jimin.

Namun Jimin hanya membalas dengan desahan dan tidak menjawab pertanyaan itu.

"Jawab pertanyaanku jalang!"ujar Taemin lagi sembari menampar kencang pantat bulat Jimin.

"Engghh! Ya terus tampar pantat Chimin! Oh Chimin sukaa"

"Jawab pertanyaanku! Atau aku tidak akan memberimu penisku!"bentak Taemin sekali.

"Oohh ohhh ti-tidak jangan! Iya, om itu tidak bisa memuaskan lubangku yang nakal dan lapar ini, ahhh terus sodok Chimin ahhh"desah Jimin yang tidak bisa berpikir dengan jernih.

Dan itulah ceritanya mengapa Jimin tengah menungging dan ditunggangi oleh Taemin.

"Sial jangan ketatkan lubangmu, penisku seperti diperas."

"Chimin sudah mau keluaaar ahhh, tolong keluarkan didalam lubang Chimin, lubang Chimin lapar dia perlu susunya"

"Baiklah sayang, penisku akan memberikanmu susu untuk lubangmu, tunggu sebentar."

Taemin mempercepat tusukannya, tangannya juga mengocok penis Jimin kencang. Jimin yang sudah tidak tahan, akhirnya mencapai puncaknya.

"Aaakkkkhhh!"teriak Jimin menyemprotkan seluruh spremanya kelantai.

"Nghhhhh!"dan Taemin pun menyusul, dia memenuhi lubang Jimin dengan spremanya, bahkan sebagian menetes keluar.

Taemin menarik penisnya keluar. Dia memandang Jimin yang langsung jatuh ambruk dilantai. Tapi Jimin membalikkan tubuhnya, mengangkangkan kakinya lebar, dia mengusap sprema Taemin yang keluar dengan tangannya dan menjilati jemarinya.

"Taemin-ah, lubang Chimin masih lapar, bagaimana ini?"ujar Jimin dengan wajah polos dan dia mengulurkan jarinya untuk melebarkan lubangnya yang berkedut - kedut dan sprema Taemin masih mengalir keluar.

"Dasar jalang, satu ronde tidak cukup memuaskanmu eh?"Taemin tersenyum melecehkan.

Dan kemudian hanya desahan yang dapat kita dengar dari kamar itu. Taemin bahkan lupa jika kekasihnya tengah menunggunya dibawah.

.

.

.

.

.

Udah Qian update ya ceritanya disini emang lebih fokus ke Jiminnya dulu, tapi nanti dichapter depan bakal ada kok moment Baby Taehyung sama J Dichapter depan kalian bakalan tau siapa Jnya itu. Tapi semestinya sih dichapter ini udah ketebak siapa Jnya. Hayo udah ada yang bisa nebak siapa Jnya belum?

Terima kasih buat kalian yang udah vote cerita ini, dan meninggalkan commentnya. Maaf karna Qianie ga balas comment kalian, tapi Qiannie selalu baca comment - comment kalian. Bocoran untuk chapter depan, Jiminnya bakal lebih parah lagi dari ini, dan bahkan nanti dia menjerumuskan Taehyung ke jalan yang sesat. Poor my baby Tae T^T

Buat some1 kamu boleh PM Qian buat covernya

See you in next part!