THE BEST TEAM
Naruto by Masashi Kishimoto
The Best Team by Doni Ren
Warning : Gaje, Typo terutama, abal abal, ide pasaran, alur dipertanyakan dan OC..
Saya berusaha membuat karakter IC tapi apakah berhasil ? entahlah..
Genre : Adventure, Friendship, Mudah mudahan Romance nya dapat dan berusaha menyelipkan Humor (yang garing)
Pairing : NaruHina dan yang lain mungkin menyusul..
.
.
.
Enjoy it !
Sebelumnya di The Best Team
Naruto berusaha meniru Sasuke mulai dari pakaian, sikap bahkan gaya rambutnya ! tujuan sang Uzumaki adalah agar keberadaannya diakui . Setelah terjadi perkelahian antara keduanya Sasuke menyadarkan Naruto kalau kekuatan bukan dari cara meniru kepribadian seseorang..tetapi kekuatan itu adalah berasal dari diri sendiri..keyakinan diri sendiri !
Chapter 3 : Hinata Hyuuga
"AKU BUKAN MONSTER DATTEBAYO !"
TAP TAP TAP..bocah pirang dengan tiga garis di pipinya itu berlari melewati warga Konoha sambil tanpa peduli menabrak orang orang..
"Hei bocah rubah, pakai matamu !"
"KYAAA ! BOCAH SIALAN ! KAU MENJATUHKAN BELANJAANKU !"
"DASAR MONSTER !"
Naruto, nama sang bocah..terus berlari hingga dirinya jauh dari kerumunan warga Konoha yang menatapnya dengan penuh kebencian.
Seorang gadis kecil bermata lavender menatap sedih bocah yang dipanggil monster tadi. Dia pun menoleh ke ara h pengasuh pribadinya..
"Ke-kenapa mereka memanggilnya monster Ho-san ?" tanya gadis itu. Sang pengasuh, yang bernama Ho hanya memejamkan matanya..
"Anda tidak perlu tahu Hinata-sama, dan anda jangan mendekati anak itu.." kata Ho lalu memegang tangan gadis itu dan berjalan kembali..
Hinata, nama gadis itu hanya memandang jalan dengan sedih. Bocah itu, bocah yang dipanggil monster adalah seorang anak yang menyelamatkannya dengan berani..
'Na-Naruto-kun..' batin Hinata
FLASHBACK
BRAKKHH ! tubuh mungil Hinata terpental di ruang latihan keluarga Hyuuga. Hiashi Hyuuga, sang ayah dan juga kepala klan Hyuuga hanya menggelengkan kepalanya dan langsung keluar dari ruangan itu.
Ho, yang tadi duduk di samping Hiashi langsung menghampiri Hinata "A-anda tidak apa apa Hinata-sama ?!" tanya Ho dengan wajah khawatir. Hinata langsung bangkit dan menoleh ke arah di mana ayahnya tadi berada..ayahnya kini tidak ada..
Hinata menghela napasnya dengan sedih "Aku tidak apa apa Ho-san.." jawab Hinata pelan.
"Ha-Hanabi.." kata Hinata sambil menatap adiknya..
"Ada apa Hinata nee ?" tanya Hanabi yang masih berdiri kokoh.
"Ayo..ayo latihan lagi !"
Malamnya..
"Anda terlalu memaksakan diri Hinata-sama.." kata Ho sambil memberikan obat berbentuk bedak di pipi tembem Hinata..
"I-ittai Ho-san.." kata Hinata sambil mengiris kesakitan. Ho hanya menghela napasnya..
"Maaf menyusahkanmu Ho-san.." kata Hinata dengan nada sedih "..A-aku memang lemah. Aku sangat jauh dibandingkan Hanabi.."
Ho terdiam menatap Hinata. Dia kemudian tersenyum dan menepuk pelan pucuk kepala Hinata.
"Tidak..saya yakin anda akan menjadi kuat suatu hari nanti.." kata Ho dengan nada hangat. Mata lavender Hinata terbuka lebar ketika mendengar kata kata sang pengasuh..
"A-arigatou Ho-san.." kata Hinata. Dia pun memejamkan matanya di atas tempat tidur..
'Ho..aku janji akan menjadi lebih kuat..'
.
.
.
Duakhh ! Duakhh !
Hinata berusaha menyerang bagian perut Hanabi tetapi dengan mudah Hanabi menangkisnya dan telapak kanan Hanabi pun mengarah ke arah wajah Hinata..
SETT ! Hinata memiringkan kepalanya sedikit sehingga pukulan telapak tangan Hanabi meleset, dengan cepat Hinata memutar badannya dan berusaha menyerang samping kiri Hanabi dengan kaki kanannya..
"Bagus Hinata-sama !" kata Ho dengan wajah bahagia..sementara Hiashi dan salah seorang Hyuuga bernama Neji hanya menonton pertarungan itu dengan wajah datar..
DUAKHH ! dengan sigap Hanabi menangkap kaki kanan Hinata dengan mengepitkan kaki Hinata diantara rusuk kiri dan lengan kirinya..Hanabi tersenyum tipis.
"Ti-tidak.." kata Ho lebay sambil memegang kepalanya.
SYAATT ! Hinata dengan berani mengangkat kaki kirinya dan berusaha menendang dagu Hanabi.
"!" Hiashi, Neji dan Ho benar benar terkejut dengan tendangan dadakan Hinata..
Hanabi yang melihat itu memundurkan kepalanya dan memutar kaki kanan Hinata sehingga seluruh badan Hinata ikut berputar..BRUKK ! Hinata pun terjatuh kembali ke lantai ruang latihan..
Tik..tik..tik..hening..
"HINATA-SAMA !" teriak Ho lalu membantu Hinata berdiri. Hinata menolehkan wajahnya ke arah Hiashi dan Neji. 'Tou-san, apa aku lebih baik ?' batin Hinata..
Tapi kedua orang itu telah meninggalkan ruang latihan. Hinata pun langsung terduduk sedih..
"Kau hebat Hinata nee.."
Hinata mendongakkan kepalanya ke arah Hanabi. Sang adik tersenyum lalu menganggukkan kepalanya..
"Aku keluar dulu Hinata nee..jaa.."
Hinata menundukkan kepalanya ke bawah..
"Hinata-sama.." kata Ho dengan raut wajah khawatir..
"Go-gomen Ho-san..a-aku masih belum kuat.." kata Hinata dengan nada bergetar..
.
.
.
Saat itu langit mendung di Konoha..Hinata melakukan latihan lari ringan di daerah bukit Hyouko..salah satu bukit di timur Konoha. Kaki kaki kecil sang gadis Hyuuga menapaki tanah tanah bukit. Deru napasnya terus menggema di hidungnya..
'Aku harus berusaha..' batin Hinata..
"AAKHH ! TIDAK BISA DATTEBAYO !"
Hinata hampir tersandung karena teriakan cempreng dan keras di sisi kanannya..Hinata berjalan perlahan lahan menuju semak semak.
Mata lavendernya melihat sesosok bocah berambut kuning dengan wajah manis dan tiga garis di pipinya sedang membentuk segel tangan..
"BUNSHIN NO JUTSU !"
Mata lavender Hinata terbuka lebar 'Di..dia bisa menggunakan jurus bunshin ?' batin Hinata shock..
POOFFF ! asap asap pun menyelimuti tubuh sang bocah..perlahan lahan asap itu menghilang..
"Eaaaa.." kata sang bunshin yang nungging di tanah sambil menjulurkan lidahnya dan berwajah pucat. Seperti bunshin yang sudah sekarat..
POOOFF ! bunshin tadi menghilang. Sang bocah kuning langsung melompat lompat sambil mengumpat tidak jelas..Hinata tanpa sadar tersenyum melihatnya..
Akhirnya sore itu dihabiskan Hinata bukan untuk latihan..tetapi mengamati sang bocah berambut kuning untuk membuat bunshin..
.
.
.
Sudah seminggu lebih Hinata terus berlatih lari ringan di bukit Hyouko. Dan seminggu lebih dia melihat bocah berambut kuning yang kini dia kenal sebagai Uzumaki Naruto berlatih membuat bunshin..tetapi tidak bisa.
"BUNSHIN NO JUTSU !"
POOFFT.. "Eaaa.." kata sang bunshin sama nistanya seperti biasa dan akhirnya menghilang. Naruto langsung terduduk di tanah. Kepalanya mendongak ke atas..ke arah langit yang tampaknya akan menumpahkan hujan..
Hinata tersenyum "Gan-ganbatte Naruto-kun.." gumamnya pelan. Dia kemudian melanjutkan latihan ringannya.
Tes..tes..tes..hujan mulai turun membasahi bumi. Saat itu Hinata berlari menuruni bukit Hyouko.
'Kenapa..kenapa aku mudah menyerah..' batin Hinata. matanya termenung menatap kakinya yang berlari dan tanah tanah yang ditinjaknya..
'Kenapa..kenapa aku lemah..' Hinata menggelengkan kepalanya. Tiba tiba dia teringat perjuangan Naruto yang selalu membuat bunshin namun gagal. Tetapi dia melihat Naruto tidak menyerah dan terus melakukannya..ada seperti perbedaan semangat antara dia dan Naruto..
"Tidak..saya yakin anda akan menjadi kuat suatu hari nanti.." kata kata Ho terngiang di telinganya..Hinata menghela napasnya. Ho menaruh kepercayaan kepadanya. Ayah menaruh kepercayaan kepadanya sebagai penerus klan Hyuuga. Semua Hyuuga percaya kepadanya..
Tetapi kepercayaan kepada dirinya sendiri masih lemah. Hinata kurang percaya kepada dirinya..
BRUK ! "HEI SIALAN !"
"Ah.." Hinata langsung sadar dari lamunannya..dia mengangkat kepalanya dan melihat tiga bocah laki laki yang menatapnya dengan galak. Dua anak cowok itu memegang es krim, tapi yang paling depan dan berbadan besar tidak memegang es krim..
"KAU MENJATUHKAN ES KRIM KU !" teriak yang paling depan. Dia memegang kepala Hinata..hujan semakin deras turun..
"Cih..kau membuang waktu ka-eh, tunggu dulu..kawan kawan !"
Dua temannya mendekati wajah Hinata..
"Wao..gadis manis ini ternyata Hyuuga, lihat mata putih jeleknya itu.." kata salah seorang dari mereka..
"Cih, Hyuuga..aku tahu. Itu pasti si sombong Neji..hm, apa dia keluarga Neji hah ?"
"Hahaha..tentu saja. Lihat mata mereka..hahaha.."
Anak yang berbadan besar itu mendorong tubuh Hinata ke tanah..dia menyiapkan pukulan tangannya..
"Sekarang kita lihat apa dia sekuat si sombong Neji itu ?"
SYAATTT ! anak berbadan besar itu langsung melesatkan pukulannya ke arah wajah Hinata..Hinata memejamkan matanya..
'Gomen Ho..Tou-san..Neji nii..aku lemah..'
DUAKHH !
Tiga anak cowok itu terkejut. Seorang bocah bersurai kuning dengan mata safir biru yang menyala menahan pukulan anak yang badannya besar dengan telapak tangan kanannya..sang bocah bersurai kuning itu tersenyum mengejek.
"Cih..dasar lemah, kalian berani mengeroyok seorang wanita.." kata bocah itu..
Mata lavender Hinata menatap bocah itu..bocah itu..
'Na-Naruto-kun..' batin Hinata. Antara rasa senang dan terkejut.
"Jangan sok kuat kau kuning sialan !" kata anak yang satunya. Dia maju dan menendang perut Naruto..Naruto langsung jatuh terduduk. Sebelum dia benar benar bangkit, anak yang paling besar tadi menghantam wajah Naruto dengan sikut kirinya..
BRUKHH ! Naruto jatuh seketika. Tiga bocah itu tertawa senang..
"HAHAHA..ITU KAH KEKUATAN SANG PAHLAWAN ?! HAHAHA.."
'Na-Naruto-kun..' Hinata berusaha menggapai badan Naruto..Naruto tiba tiba bangkit, dia membersihkan bekas pukulan di pipinya. Naruto tersenyum.
"Heh..heh..aku belum serius..aku..aku..aku tidak akan menyerah.."
Sesuatu terasa menghantam telinga Hinata..kata kata Naruto..
"..Aku akan menjadi Hokage, dan aku.." Naruto berlari ke arah tiga bocah tersebut. Ketiganya agak terkejut melihat Naruto yang masih bisa bangkit..
"..AKAN MENJADI KUAAAAAT !"
DUAKHHH !
.
.
.
Sesosok tubuh mungil bersurai kuning tertelungkup di tengah derasnya hujan..Naruto, nama bocah itu..kalah dalam perkelahian melawan tiga bocah lainnya. Tiga bocah itu tertawa mengejek sambil meninggalkan Hinata dan Naruto.
'Naruto-kun..' Hinata memandang sedih ke arah Naruto yang masih tertelungkup di tanah..hujan semakin deras turun..
"Heh..heh..aku belum serius..aku..aku..aku tidak akan menyerah.."
"..AKAN MENJADI KUAAAAAT !"
Kata kata Naruto terngiang di telinga Hinata..Hinata saling menyatukan kedua tangannya..eratan kedua tangannya sangat kuat. Dia berpikir, apa dia mempunyai tekad sekuat Naruto..
"HINATA-SAMA !"
Hinata menoleh..tampak Ho berlari tergesa gesa ke arahnya..Ho langsung menggenggam tangan mungil Hinata.
"Hinata-sama, ayo pulang ! kalau begini kau bisa sakit ! aku mencarimu kemana mana.." kata Ho dengan nada khawatir..Hinata terdiam. Mata lavendernya masih menatap tubuh Naruto yang tidak bergerak..
"A-anak itu..anak itu tidak apa apa Ho-san ?" tanya Hinata dengan nada khawatir..Ho menatap sejenak Naruto.
"Jangan perdulikan dia hInata-sama..ayo kita pulang.."
Dan Hinata hanya bisa menatap dari jauh tubuh mungil Naruto yang terbaring di tanah dan diguyur oleh hujan..
FLASHBACK END
Tes..tes..tes..hujan mulai turun di Konohagakure..
Hinata menatap ke arah langit..tangan mungilnya menengadah ke atas..beberapa tetes air hujan jatuh di telapak tangannya..
'Hujan ini mengingatkanku pada keberanian Naruto-kun..' batin Hinata..
"Hinata-sama, ayo..nanti saya dimarahi oleh Hiashi-sama jika anda pulang dengan basah kuyup.." kata Ho sambil tersenyum ke arah Hinata..
"Hu um.." kata Hinata sambil membalas senyuman Ho..
'Naruto-kun..aku akan berusaha sepertimu..'
.
.
.
Tes tes tes..hujan semakin deras turun di Konoha..tampak di depan warung yang tutup berdiri dua anak kecil dengan dua rambut yang berbeda. Yang satunya berambut raven dan bermata onyx kelam..yang satunya bermata safir biru dan memiliki surai kuning cerah..
"Hujan ini mengingatkanku kepada super kebodohanmu, Dobe.." kata Si bocah raven dengan wajah datar.
Si bocah kuning memberengut kesal. Dia memalingkan wajahnya..
"Jangan membuat aku mengingatnya, Teme.." kata bocah berkulit tan itu..
Sasuke, nama bocah raven itu tersenyum tipis "Oh ya..bagaimana kalau aku ceritakan ulang seperti sebuah dongeng ?"
Naruto, nama bocah bersurai kuning itu menoleh ke arah Sasuke dan menunjuk nunjuk cuping hidung Sasuke..
"KAU ?! JANGAN CERITAKAN ITU DI DEPANKU DATTEBAYO !" kata Naruto protes. Sasuke mengangkat bahunya..
"Oh ya.." kata Sasuke singkat.
FLASHBACK
'Hujan ini turun sangat deras..cih, kalau bukan latihan untuk sharinganku aku akan pulang cepat..' batin Sasuke sambil berjalan pelan menuruni bukit Hyouko..saat itu mata onyxnya tidak sengaja melihat perkelahian antara Naruto yang sok pahlawan melawan tiga bocah sekaligus..
"Hn..menarik..' batin Sasuke. Dia pun mengintip dari balik pohon..
Beberapa menit kemudian Sasuke melihat kekalahan memalukan sang pahlawan Naruto dan tawa ejekan dari ketiga lawannya..setelah itu sang gadis yang dilindungi Naruto duduk terdiam di sampingnya..entah apa yang dipikirannya.
"HINATA-SAMA ?!"
Sasuke mendengar suara seorang pria dewasa dari arah bawah bukit. Mata onyxnya menangkap pria itu menggenggam tangan gadis kecil itu dan mereka berbicara sesuatu. Karena hujan deras Sasuke tidak bisa dengan jelas mendengarnya..
Keduanya pun pergi meninggalkan Naruto yang masih tertelungkup nista di tanah tersebut..hujan semakin deras turun..Sasuke pun berjalan ke arah Naruto dengan perasaan yang agak cemas..
'Apa si Dobe ini mati ?!' begitulah yang ada dipikiran Sasuke..
Saat berada di samping Naruto, Sasuke menggerakkan badan Naruto dengan kaki kanannya "O-oy..bangun Dobe.." kata Sasuke..
"WHUAAAAA !" kata Naruto sambil memasang wajah menakutkan di depan wajah Sasuke. Sasuke sendiri langsung terjengkal dan sangat terkejut. Tapi dengan kelihaian seorang Uchiha dia langsung memasang wajah stoicnya..
Sasuke bangkit dan menatap datar ke arah Naruto "Hn..kau kenapa berpura pura pingsan tadi, Naruto ?" tanya Sasuke. Naruto menggaruk kepalanya dan menyengir polos..
"Habisnya aku malu kalah di depan gadis itu..tadi kata kataku sudah keren lo.."
FLASHBACK END
".."
".."
".."
".."
"Kenapa diam ? biasanya kau berisik Dobe ?" tanya Sasuke sambil menatap datar ke arah jalanan yang diguyur hujan deras..
"Teme.."
Sasuke tidak merespon.
"Teme.."
"Hn ?"
"Te.."
Kini Sasukemenoleh dengan wajah datar.
"JANGAN CERITAKAN ITU DI DEPANKU DATTEBAYO !"
Dan hujan pun semakin deras hari itu..
TBC
Author Note :
Pairing NH ? hm, masih belum pasti nampaknya. Di chap ini menurut saya pribadi lebih ke perasaan Hinata yang ingin menjadi seseorang yang pantang menyerah seperti Naruto. Saya memang mendapatkan informasi dari salah satu episode di anime Naruto.
Untuk pertanyan Uzumaki21, Naruto tetp Dobe ? memang saat masih berusia sekitar 7 sampai 13 tahu ke-Dobe-an si kuning cerah tersebut sangat nampak. Saya ingin membuat karakter yang berkembang sesuai umurnya. Dengan kata lain saya berusaha menjadikan Nruto dewasa jika umur yang pas atau sesuai dengan perkembangan mental menyapanya.
Untuk Nagasaki, tentu saja sang Uzumki memiliki chakra Kyuubi. Hal itu lah yang membuat dia dibenci para penduduk Konoha. Untuk saran GazzelE VR terima kasih. OOC Sasuke ? aha..mungkin saat bersama sang kawan, Dobe Naruto saja.
Ada adegan MSB Wizar ? hm..mesum ya ? jujur saja, saya sangt suka baca mnga ecchi. Akan saya coba *plak* tetapi jika Icha membaca fic genre Adventure yang ada ecchinya dan dia marah kepada saya, (karena Icha punya akun ini) bisa bisa dia menyuruh saya membuat fic baru. Tetapi diam diam saja untuk hal itu.
Namina Rin Rin, saya pernah membaca nama anda di review Icha. Hm..pairnya akan saya coba NH. Dan untuk urusan update, ya..saya juga punya kesibukan di dunia sana, jadi bisa dibilang tidak tetap.
Oke teman teman, hanya itu yang bisa saya ketikkan, pikiran saya ungkapkan dan lain lainnya. Terima kasih untuk review dan sarannya. Mohon ditinggalkan jejaknya di kotak review jika anda membaca fic ini.
See you next chap. Jaa..
Tertanda, Doni Ren
Preview the Next Chap :
'Apa aku bisa menjadi Hokage ?'/"Tentu saja kau tidak bisa, Gaki.."/ "Monster ? apa mak-maksudmu.."/ "Panggil aku Kurama.."/ "Hai kawan..perkenalkan, aku adalah kegelapan di dalam hatimu.."/ "..Panggil saja aku Yami.."/ "Kau tidak akan bisa menjadi Hokage.."
Selanjutnya di The Best Team : Chap 4 : Kyuubi and The Dark Side
"Apa kau..apa kau suatu hari nanti ingin meninggalkan desa ini ?"
