The Diamond and The Innocent
.
.
.
The Hope Diamond adalah berlian biru yang sangat cantik dan langka, bisa dikatakan berlian ini adalah yang termahal di dunia. The Hope Diamond memiliki bobot 45,52 karat dengan harga mencapai US$200-300 juta.
The Hope Diamond di gunakan sebagai mahkota oleh Raja Luis ke-14. Namun berlian ini dicuri pada era revolusi prancis. pada 1830 Hope Diamond di beli oleh kolektor berlian asal Inggris bernama Henri Thomas Hope.
Sampai berpuluh-puluh tahun berlian ini di tangan keluarga Hope, akhirnya pada awal 1900-an keluarga Hope menyerahkan The Hope Diamond kepada pemerintah Inggris agar di simpan sebagai koleksi negara karena keturunan keluarga Hope sudah tak ada yang berani menyimpan berlian ini. Selain cantik dan berharga fantastis, The Hope Diamond juga menyimpan sebuah misteri.
Kini The Hope Diamond disimpan di Menara London.
.
"Sekarang kami punya informasi resmi bahwa The Hope Diamond baru saja dicuri dari Menara London"
"Berlian itu dicuri walau penjagaanya sangat ketat."
"Ketika koleksinya dibuka untuk pemeriksaan, mereka sadar hanya berlian itu yang hilang..."
"Sekitar 500 kamera cctv sedang di periksa..."
"Ditemukan pria tak dikenal di London..."
"Tak ada sidik jari maupun foto..."
"Ini bukan pekerjaan pencuri biasa, tapi penjahat profesional..."
"Apakah dia orang asia atau amerika atau eropa ?"
"Siapa dia ? kapan ia tertangkap ?"
"Siapa yang memenangkan permainan ini, pencuri atau polisi ? polisi masih terus mencari. Tapi tak ada yang tahu dimana dia."
Seluruh siaran televisi nasional di korea bahkan di seluruh penjuru dunia menyiarkan tentang hilangnya berlian termahal di dunia. Surat kabar dengan judul 'The Hope Diamond is Stolen' terpampang besar di halaman depan, forum diskusi penuh oleh orang-orang yang heboh tentang hilangnya Hope Diamond.
Sudah tiga hari sejak hilangnya Hope Diamond, polisi inggris masih terus melakukan investigasi dan pencarian bukti lainnya tapi nihil tak ada satupun jejak yang ditinggalkan si pencuri. Benar kata orang-orang pencuri kali ini adalah pencuri profesional dan main bersih.
.
.
.
Korea.
Hujan deras membasahi kota Seoul pada malam hari tak menyurutkan orang-orang untuk tetap berjalan dibawah guyuran hujan entah mencari tempat untuk meneduh atau lari menuju rumah mereka.
Di salah satu sisi jalan seorang pria tinggi dengan celana jeans dan hoodie hitam yang menutupi kepalanyanya berjalan dengan santai menyusuri jalan yang mulai sepi, dia seperti membawa sebuah batu melemparkannya ke udara dan menangkapya kembali.
Saat sebuah mobil melintasi jalan tak sengaja lampu mobil menyorot wajahnya yang tampan dengan tatapan setajam elang dan terlihat pula benda yang dibawanya berwarna biru berkilauan. Ia pun menyeringai dengan mengerikan.
.
.
.
Pagi yang cerah di daerah wonju, kicauan burung di pagi hari membangunkan sosok mungil yang masih bergelung di bawah selimutnya yang tebal. Ia membuka selimutnya dan menguap lalu menengok kesamping nakas untuk melihat jam yang menunjuk kan pukul 06.45 masih ada waktu satu jam lebih untuk bersiap dan berangkat kerja.
Pria mungil 25 tahun itu pun bangkit dari ranjang menuju kamar mandi, sambil bersenandung ia menggosok seluruh tubuh nya dengan sabun hingga ia di kejutkan dengan terbukanya pintu kamar mandi.
"Baekhyun!" Panggil sang nenek yang ada di depan pintu. "Ohh, kau sedang mandi!"
"Nenek, keluarlah!" ucap Baekhyun sambil menarik tirai shower box agar tubuh telanjangnya tertutupi.
Sang nenek -Heechul- masuk ke kamar mandi dan mendudukkan dirinya diatas kloset yang tertutup.
"Nenek, kumohon keluarlah !!" Mohon Baekhyun sambil membuka sedikit tirai.
"Sstt, aku sudah melihatmu tumbuh dewasa. Aku memandikanmu, mengganti popokmu."
"Ahh~~ Nenek aku bukan anak kecil lagi dan kumohon keluarlah!!" kata Barkhyun sambil merengek. Lihatlah dia bilang bukan anak kecil lagi tapi masih saja merengek.
"Itu kan katamu. Kau masih tetap cucu kecil Nenek." bantah Heechul.
"Jangan lupa gosok bagian belakang telingamu!" suruh Heechul.
"Nenek..." walau begitu Baekhyun tetap menuruti kata neneknya untuk menggosok belakang telinga.
"Dengar, kau sudah tahu kalau Hope Diamond dicuri ?" Tanya Heechul.
Baekhyun hanya menghela napas malas, neneknya pagi- pagi sudah mengajaknya bergosip. "Haahh, Tolong ambilkan aku handuk, nenek!"
"kekeke, pencuri permata. Jaman sekarang sulit mendapatkan anak muda seperti itu, mencuri berlian untuk kekasihnya. Aku penasaran bagaimana tampangnya, apakah setampan Cha Eunwoo atau Lee Minho ?"
"Jadi, nenek bisakah kau ambilkan aku handuk ? itu ada disebelah kananmu omong- omong." Baekhyun sudah jengah dengan neneknya yang kebanyakan menonton drama.
Heechul pun melemparkan handuk ke wajah Baekhyun dengan sebal lalu keluar sambil berceloteh apakah si pencuri setampan Cha Enwoo atau Lee Minho.
Heechul menunggu Baekhyun di meja makan sambil menonton berita di televisi kecil yang di letakkan di pojok dapur, apalagi kalau bukan menonton berita tentang pencuri berlian.
Baekhyun datang dengan pakaian rapi, rambut nya masih sedikit basah lalu duduk disamping neneknya yang sudah mengambilkan sepiring nasi goreng untuk menu pagi ini.
"Diberkatilah ia, siapapun yang mencurinya!" ucap Heechul tiba-tiba.
Baekhyun mengernyit sambil terkekeh. "Nenek, kau bebar-benar sudah gila."
"Kuharap kau juga sepertiku."
"Kau sangat membosankan, kau selalu sendiri. Sementara teman-teman seusiamu sudah punya kekasih." Heechul memarahi Baekhyun.
"Nenek, aku belum menemukan pria yang tepat, oke ?" jelas Baekhyun sambil tersenyum.
"Tapi kenapa kau sangat pemilih ?"
"Saat aku seusiamu, aku punya setidaknya 3 hubungan" Heechul menyombongkan diri.
"Aku tak ingin berhubungan dengan yang namanya cinta." Ucap Baekhyun sambil memeluk Heechul dari samping.
"Kau tak tahu apa itu cinta" Kata Heechul mengusap tangan Baekhyun.
"Cinta adalah..." Heechul menatap langit-langit rumah sambil tersenyum mengingat mendiang suaminya.
"... ketika jantungmu berdetak cepat, saat matamu terkunci dan seseorang mencuri hatimu yang berharga." lanjut Heechul dengan centil seolah ia adalah ahli cinta sesungguhnya.
Baekhyun hanya tersenyum melihat kelakuan aneh neneknya.
.
.
.
Prague.
Seorang pria tambun sedang membaca koran dengan judul utama 'The Hope Diamond is missing' ia duduk di sebuah cafe yang cukup ramai. Pria tambun - Shindong - menolehkan kepalanya ketika mendengar suara lonceng menandakan ada pengunjung memasuki area cafe.
Shindong berdiri dan membungkuk memberi hormat ketika Mino datang dan langsung duduk di kursi yang tersedia.
"Pagi bos."
Mino hanya mengangguk singkat. Sambil membuka kacamatanya Mino bertanya pada Shindong.
"Siapa yang mencurinya ?"
"Saat kau menyebarkan info tentang..." Shindong menjawab dengan suara keras.
"Sstt..." Mino mendelik pada Shindong dan memperhatikan sekitar, walau ini bukan korea tetap saja siapa yang tahu ada yang paham dengan bahasa korea, Kpop sekarang sudah menyebar keseluruh dunia.
"Saat kau menyebarkan info tentang ganjaran Berlian itu, Dia satu-satunya orang yang menjawab." ulang Shindong dengan volume lebih kecil.
"Melalui siapa ?"
"June" jawab Shindong. "Dia bilang Nickhun mengirimnya. Ten mengenalnya. Dan dia juga bekerja pada Bambam." lanjut Shindong.
Mino menghela napas lelah. Anak buahnya yang ini memang sedikit bodoh. "Aku tak bertanya tentang orang-orang Thailand."
"Apa dia orang korea?"
"Tentu saja" Shindong menjawab dengan senyuman paksa.
"Dia akan segera menghubungi kita saat berliannya sampai di korea." Shindong melanjutkan dengan antusias agar Mino berhenti menatapnya tajam.
"Harganya ?"
"5 juta dollar."
Mino sedikit berpikir. "Baiklah."
"Haruskah kita bayar tunai ?" Tanya Shindong sambil memiringkan kepalanya seperti orang bodoh.
"Tentu, muat dalam truk dan ambilah." jawab Mino dengan main-main
"Oke." Shindong tersenyum lebar, akhirnya usulannya di terima.
"Dasar bodoh!" Mino mengumpat membuat Shindong melunturkan cengirannya.
"Buka rekening tanpa nama di Bank of Korea. Saat kau sudah dapat berliannya, uangnya segera transfer ke rekeningnya."
"Jangan buka mulutmu!" Perintah Mino saat Shindong ingin berbicara.
"Pergilah ke bank dan buatlah rekening!" Suruh Mino dan langsung beranjak keluar cafe.
.
.
.
Baekhyun memasuki Bank tempatnya bekerja dengan membawa beberapa kopi yang dibelinya di seberang jalan, dengan telaten Baekhyun meletakkan satu per-satu gelas kopi pada meja teman-teman kerjanya. Ini sudah menjadi kebiasaan Baekhyun yang seminggu sekali membawakan kopi untuk teman-teman kerjanya guna mempererat partnership, berhubung Baekhyun bukan tipe orang yang mudah bersosialisasi.
"Terima kasih Baekhyun." Ucap salah satu rekan kerjanya yang baru datang sambil mengangkat gelas kopinya.
"Tak masalah" Balas Baekhyun sambil tersenyum.
Baekhyun selalu berangkat lebih awal dari rekan kerjanya sehingga saat teman-teman nya itu datang mereka sudah tahu harus berterima kasih pada siapa saat melihat ada segelas kopi hangat di meja mereka.
"Thanks Baekhyun untuk kopinya" Kali ini teman Baekhyun yang tepat berada di belakangnya.
"Sama-sama" Balas Baekhyun masih dengan fokusnya pada layar komputer di depannya.
Kring Kring
Baekhyun mengangkat telepon yang berdering pada meja kerjanya.
"Halo, Bank of Wonju." Sapa Baekhyun dan mendengarkan si penelpon.
"Baiklah, akan aku sambungkan" lalu Baekhyun menekan tombol yang ada ditelepon sehingga sambungan pun teralih.
Baekhyun mengamati wallpaper komputernya yang bergambar sebuah pemandangan pantai yang indah, dari kecil Baekhyun bercita-cita keliling dunia bersama neneknya karena kedua orang tuanya sudah meninggal sejak ia berumur 10 tahun. Baekhyun melamun cukup lama hingga ia tak sadar jika ada seorang pria berdiri di depannya mejanya.
"Halooo." Sapa pria tersebut.
"Bank of Wonju." Balas Baekhyun yang masih setengah sadar sambil menempelkan gagang telepon di telinganya.
Tak ada yang menjawab di telepon Baekhyun pun sadar jika yang menyapanya adalah sosok yang saat ini tersenyum padanya.
Baekhyun tersenyum canggung. "Ada yang bisa kubantu ?"
"Kemana arah kantor Wakil Presiden ?" Tanya sosok tersebut.
"Ruangan ke-3 dari koridor, lalu ke kanan." Jelas Baekhyun sambil menunjukka arah dengan tangannya. "Tapi, ia sudah berhenti. Tak ada orang di ruangan itu." lanjut Barkhyun.
"Sekarang, akan ada."
"Siapa ?" Tanya Baekhyun.
"Aku, Kim Joonmyeon. Wakil presiden termuda Bank of Wonju" Ia memperkenalkan diri.
"Lagipula ini Bank milik pamanku" Joonmyeon agak sedikit sombong memang.
"Ohh, maafkan aku pak." Baekhyun berdiri sambil membungkuk hormat.
"Tak masalah ." balas Joonmyeon.
"Nama ?" Tanyanya.
"Byun Baekhyun." jawab Baekhyun singkat.
"Sudah menikah ?" Joonmyeon bertanya dengan alisnya yang terangkat antusias.
"Belum."
"Kekasih ?"
"Belum." jawab Baekhyun dengan canggung. Apa-apaan atasan baru nya ini, menanyakan pertanyaan yang menurutnya pribadi di pertemuan pertama.
Joonmyeon tersenyum puas. Sepertinya ia tertarik dengan Baekhyun.
"Datanglah ke ruangan ku, Kita perlu diskusi tentang strategi keuangan."
"Strategi ?" Tanya Baekhyun dengan kaget. "Tapi, aku hanya resepsionis pak."
"Apa kau ingin jadi resepsionis seumur hidup mu ?" Tanya Joonmyeon dengan main-main.
"Mencari teman yang tepat dan juga strategi, sayang."
"Mengerti ?"
Baekhyun mengangguk paham.
"Jika kau ingin mengubah nasibmu, maka datanglah padaku." Dengan senyum menawan Joonmyeon memberikan kartu namanya dan langsung diterima oleh Baekhyun.
"Bye." Joonmyeon melambaikan tangannya pada Baekhyun dan beranjak dari sana, sedang Baekhyun hanya mengangkat bahunya tak peduli.
.
Setelah makan siang semua pegawai dikumpulkan disebuah ruangan untuk diperkenalkan dengan Wakil presiden yang baru dan juga perpisahan dengan wakil yang terdahulu.
"Kawan-kawan, hari ini Nyonya Song Jihyo resmi pensiun dari bank ini" Joonmyeon bertepuk tangan antusias.
"Nona" Jihyo mengoreksi.
"Apa ?" tanya Joonmyeon bingung.
"Nona Song." jelas Jihyo.
"Siapa itu ?"
"Aku."
"Anda belum menikah ?" tanya Joonmyeon terkejut.
Jihyo menggelengkan kepala singkat membuat orang-orang ikut terkejut.
"WOW!!" Joonmyeon tercengang. Lalu mengambil muniatur jam gadang yang dibawa asistennya dan memberikan jam itu kepada Jihyo sebagai hadiah untuk dedikasinya selama bekerja di bank ini.
"Dia tak punya waktu untuk menikah."
Disela-sela Baekhyun mendengarkan pidato singkat dari Jihyo, ia mendengar suara tepat dibelakangnya yang sedang bergosip.
"Dia habiskan seluruh hidupnya di bank."
"Tak pernah bolos selama 30 tahun"
"Dia tak pernah terlambat dan tak pernah pulang lebih awal."
"Dia tetap single seumur hidupnya."
Baekhyun termenung memikirkan ucapan teman-temannya.
Single seumur hidup ?
.
Pukul 5 sore Baekhyun pulang kerumah, ia berjalan lunglai pekerjaan nya hari ini benar-benar melelahkan ditambah moodnya agak turun mendengar teman-temannya bergosip tentang bekerja seumur hidup di bank.
"Aku pulang." kata Baekhyun lemas.
"Ohh, Baek kau sudah pulang." Heechul yang sedang menonton drama sore hari mengernyit melihat cucu kesayangannya pulang kerja dengan lesu.
Heechul pun melanjutkan tontonannya sambil memakan se-cup es krim.
Baekhyun masuk ke kamarnya langsung menuju kamar mandi dan berendam air hangat agar tubuhnya rileks.
20 menit kemudian Baekhyun keluar dengan tubuh yang segar lalu ia pun memakai pakaian santai. Inginnya ia langsung istirahat tapi mengingat neneknya tadi sedang makan es krim ia jadi ingin sekalian menaikkan moodnya.
Baekhyun ke dapur untuk mengambil se-ember kecil es krim rasa stroberi dan membawanya ke kamar. Lalu menyenderkan tubuhnya pada kepala ranjang sambil menonton acara musik.
Disela-sela tontonannya terdapat iklan yang menampil kan seorang gadis sedang memakan es krim dengan merek yang sama dengan miliknya.
"Duduk sendirian memakan es krim, sementara teman-temanmu sedang makan malam romantis di luar bersama 'Tuan yang tepat' sekarang."
"Jangan khawatir, karena hidupmu akan berubah."
Pada layar televisi terpampang bentuk hati berwarna merah dengan tulisan 'Trueluv . com' di dalamnya.
"Sebuah situs dimana kehidupan romantis dan menarik telah menantimu."
"Atau hidupmu akan meleleh seperti es krim."
Baekhyun berhenti menjilati sendok es krim nya dan fokus pada layar tv.
"Jadi tunggu apalagi ?"
"Daftarlah sekarang! di Trueluv . com."
Baekhyun termenung, lalu beranjak daru kasur menuju komputernya. Ia tak ingin seperti Jihyo yang menghabiskan seumur hidupnya di bank.
Barkhyun pun mencari situs tersebut dan melakukan registrasi, setelah memasukkan nama, hobi dan sebagainya Baekhyun meng-klik tombol 'Search' , komputer memproses untuk mencari kriteria yang Baekhyun tulis pada bio-nya.
Dan layar pun menampilkan 'Best match found' dengan nama Kim Jongin berusia 27 tahun dan berasal dari Wonju. Mungkin situs ini mencarikan pasangan di daerah yang sama agar mudah saat Dating nanti.
Saat Baekhyun bimbang apakah ia menerima si Kim Jongin ini tiba-tiba ia dikejutkan dengan panggilan neneknya yang heboh.
"Baekhyun! Baekhyun!"
"Ada apa, nek ?"
"Cepat kemari!"
Lalu dengan menutup sebelah matanya Baekhyun meng-klik tombol Accept pada layar komputer dan komputer pun menampilkan tulisan :
CONGRATULATIONS!!!
Your Date is fixed with
KIM JONGIN
Baekhyun langsung lari menuju neneknya.
"Nenek, ada apa ?"
"Lihat lihat! pencuri berliannya." kata Heechul dengan heboh.
Layar televisi menampilkan rekaman cctv seorang pria tinggi sedang menatap ke arah kamera cctv dengan menyeringai seolah ia sengaja menunjukkan pada dunia bahwa ialah orangnya.
Orang yang sama dengan pria tak dikenal di Menara London.
TBC
a/n : ternyata nulis itu capek ya.
itu yang jadi si nenek heechul di GS-in ya. Chapter depan chanbaek nya muncul dan udah mulai tembak2an nya.
Aku buat ini lil' bit humor ya biar sante aja. kasih tanggepan coba apa ini terlalu cepet atau terlalu bertele-tele alurnya ?
