Gyaaah, fic ini udah jamuran! *bawa ke laboratorium* fiuh, selamat...
Thanx to Sabaku Yuri, CurrutbellaAsmarani, Sabaku Yusvirades, CarLene Choi, dan Akiyama Yuki.
Begitu juga para klik dan pembaca~!
Chapters 3: Now is the time
Genre: Romance/Parody
Rate T
Pairing: SakuraxSasuke and TemarixShikamaru
"Hah... Hah... Hah..." Sakura ngos-ngosan karena harus mengikuti langkah besar si Sasuke.
Sasuke melepaskan Sakura dan menuju masuk sekolah. Udah dibawa, ditinggalin gitu? Hajar Sasukeeee!
Ehm... Sasuke-kun... Wa hanya bercanda... Tolong jangan Chidori wa...
Sakura menatap tangannya yang baru disentuh oleh Sasuke*Lebay amat gaya bicaranya* dan berpikir: 'Tak akan kucuci selamanya... *jiaaah, Sakura-chan, kamu ga bisa makan kalo tanganmu tidak dicuci!*Udah thor, diem*
"UWAAA!" teriak Temari, jatuh ditanah becek. "SHIKAMARU NO BAKA! KENAPA KAU MENDORONGKU!?"
"Kamu yang menarikku!" balas bentak Shikamaru tidak mau kalah.
"Kan aku terpeleset!" tambah Temari.
"Kalau aku tidak menahanmu, kamu bakalan seluncuran sampai nabrak tembok! Catat itu!"
"Berisik ah! Sana pergi! Menyebalkan! Kepala nanas warna hitam!" ucap Temari, mengusir Shikamaru.
Shikamaru lalu berjalan dengan ala preman yang habis kalah taruhan. Sakura hanya menatap iba kepada Temari dan Shikamaru yang udah sudah memasuki pintu sekolah. Sakura lalu menoleh ke Temari yang penuh lumpur gara gara jatuh.
"Pueh, sial..." ucap Temari.
"Sudahlah, nanti dicuci saja, yuk masuk. Kita sudah telat banget" ucap Sakura menarik Temari.
"A, arigatou... Sakura-chan..." ucap terima kasih Temari menunduk.
"Hai..."
Sakura terlalu baik, Temari yang berlepotan lumpur gara gara kecerobohannya sendiri sekaligus salahnya Shikamaru. Rasanya... Loneliest people, are the kindest one...
-Skip pulang-
"Kau tidak mengerjakan tugasmu, Wakil Ketua OSIS" ucap Shikamaru memukul mukul kepala Temari dengan buku.
"Shikamaru-san, memangnya kau ada memberiku tugas?" tanya Temari menatap heran.
"Iya, tugas-nya bersihkan dirimu yang masih ada kotoran lumpur Temari-san. Berkacalah, kau anak perempuan bukan?" tambah Shikamaru, tidak berhenti memukul kepala Temari, kayak hakim aja...
"... Shikamaru-san, boleh kuajukan pertanyaan" ucap Temari.
"Apa? Tentang soal MTK 1+1 berapa?"
"BUKAN!"
"Jadi?"
"Kenapa kau tidak memanggil-ku dengan sebutan 'Chan'?" tanya Temari. "Kita sudah kenal sejak lama"
"Itu karena kamu terlalu ke-cewek-an jika kupanggil begitu" jawab Shikamaru.
Seketika Temari menjadi batu dengan ada tempelan kertas dari author yang tertulis 'BATU MALINKUNDANG'. *Author dikipas Temari sampe ke ujung dunia* gyaah...
"Emang-nya aku bukan cewek dimatamu hah!? Sana ke klinik mata!" bentak Temari.
"Cerewet, kau sendiri tidak memanggil-ku dengan sebutan 'Kun'" balas Shikamaru.
"... Aku mau memanggilmu 'Kun' tapi dengan kata 'Kepala nanas-kun'" ucap Temari, wow.. Pembaca, Temari bukan hal yang bagus untuk kesehatan. *dikipas lagi* gyaah...
"Anosan... Sumimasen... Temari-chan, kau sudah selesai?" tanya Sakura mengetuk pintu ruang OSIS.
"Ehm, choto matte" Jawab Temari mengambil tas-nya dikursi OSIS dan beranjak pergi dengan Sakura.
"Inggat tugasmu" ucap Shikamaru.
"Cerewet, bukan tugasku dan bukan urusanmu, 'Kepala nanas-kun'" jawab Temari menlewe-lewekan lidah.
Lalu, Temari menghadap kedepan lagi, sedangkan Sakura hanya tersenyum sweatdrop. Author-nya juga ikut-ikutan sweatdrop, tapi sambil speechless.
"Sakura-chan, tadi aku sempat melihatmu bersama Sasuke-san, benar?" tanya Temari.
"Ho-hontou ni!? Jaa... Ehm..." ucap Sakura gugup sambil tersenyum hambar.
"Beruntung tuh, angin emas" ucap Temari memukul pundak Sakura.
Sakura memegang pundaknya dan tersenyum lagi. "Heh..."
Sakura hanya tersenyum saat menginggat inggat lagi masa di hari hujan hari ini, di tempat penunggu Bus(?), dan... *Udah, detail amat... -Di Taijutsu Sakura*, Sakura hanya berharap jika besok hujan, dan terjadi lagi saat itu. *Lebay amat* semoga dan moga *amin...*.
... O-oke Sakura-chan, wa ga bakalan komen lagi tentang masa masa itu, jadi... Lepaskan wa... *Diiket di tiang bendera paling atas sama Sakura* wa takut ketinggian...
"Oke, aku lewat sini, Jaa ne Sakura-chan" ucap Temari melambaikan tangan dan pergi ke jalur berbeda dari Sakura.
"Jaa... Ne..." ucap Sakura, kembali tersenyum hambar. 'Sasuke-kun...'
.
-Di ruang OSIS-
TOK, TOK, TOK!
"Ehm, masuk" ucap Shikamaru merapikan data data murid di meja OSIS-nya.
Seseorang dibalik pintu itu membuka pintu dan memasuki ruangan OSIS. Lalu menutupnya kembali. "Oh, Sasuke-san" ucap Shikamaru saat tahu itu adalah si Sasuke. Siapa lagi?
"Shikamaru-san, kudengar tadi..." belum selesai Sasuke menyelesaikan perkataannya, dipotong Shikamaru.
"Sudah pulang, tak ada gunanya kau bertemu dengannya, dia pasti dendam padamu" ucap Shikamaru, mengambil rokok dan korek api dilaci-nya.
"Itu bukan salahku, kalau saja..."
"Kamu bisa membentak ayahmu bukan?"
"Jangan dipotong pebicaraan-ku, aku..."
"Tidak suka itu" jelas Shikamaru lagi. Sasuke mulai men-deathglare dan beraura kelam.
"Shikamaru..."
"Sudahlah, cuma soal itu kok. Sudahlah, hanya Sakura-san yang tahu, atau jangan jangan, Temari-san juga tahu..."
Tiba tiba lilin muncul diatas kepala Sasuke. Cause bola lampu udah mainstream sekali...
"Shikamaru-san! Kau akrab dengan Temari-san bukan! Aku benar benar minta tolong" ucap Sasuke, tetap pakai straight face.
"... Wajahmu menyeramkan..."
"Berisik, begini..."
.
"Temari-chan..." panggil Sakura didepan pintu rumah Temari.
Didalam rumah tersebut seperti kosong, tapi tiba tiba ada suara 'GRASAK GRASAK GRUSUK GRUSUK GISIK GISIK(?)' ngomong-ngomong suara macam apa itu 'GISIK GISIK'?
Lalu, pintu-pun terbuka.
"Maaf Sakura-chan... Adik-adikku lagi main mobil mobilan dan memecahkan mangkok kesayangan Kankurou, dan akhirnya Kankurou marah dan merusak barang barang disekitar-nya. Termasuk mangkok yang lainnya..." jelas Temari, ngos-ngosan. "Ada apa memang?"
"..."
"Hallo Sakura-chan?"
"... Ko, kotak pensilku ketinggalan di sekolah..." jawab Sakura pelan.
Sunyi, itulah sekarang saat ini. Sampai akhirnya Temari membuka suara.
"APA!? INI UDAH MALAM KAMU BARU MENGATAKANNYA!?" tanya Temari histeris.
"Habis, saat aku mau mengerjakan pe-er..."
Temari mengangkat tangannya kedepan Sakura, menyuruhnya untuk berhenti berbicara. Kasihan... Sakura ga bole bicara panjang lebar lagi... *Dideathglare Sakura*
"Ayo, kalau kamu tidak buat pe-er, ntah apa yang akan terjadi besok oleh pak Orochimaru..." ucap Temari.
"Temari..."
"Sudah kubilang ayo! Kankurou! Gaara! Kakak tinggal yah!"
Temari segera menutup pintu dan berjalan ke arah lawan dari sekolah, dibelakang itu alias Sakura deh, mulai membuka mulut dan mengeluarkan suara.
"Sekolah itu jalan..."
"Kita butuh teman lagi, berbahaya jika cuma dua orang..." ucap Temari kedinginan.
"Kamu mau bawa siapa lagi?" tanya Sakura.
Temari melirik Sakura. "Shikamaru dan Sasuke"
Sakura mulai kembali membatu, namun Author tak berani menempelkan kertas 'BATU MAINKUNDANG' karena takut diiket lagi diatas tiang bendera... "Ka, kau tau rumah Sasuke-san, Temari-chan?"
"Tidak, aku bisa tanya Shikamaru-san, angin emas lho... Shikamaru-san dan Sasuke-san kan dekat"
"Kenapa bukan Naruto?"
"Aku tidak tahu Apertement Naruto..." jawab Temari.
"... Ya sudah, ke rumah Shikamaru-san, jika dia mau"
"Kalau da tidak mau, kuseret dia!"
"Temari-chan..."
"Bercanda kok, ayo! Nanti kelamaan dan dia sudah tidur!"
"Ah! Tunggu Temari-chan! Jangan cepat tiba tiba!"
.
.
.
Wualooh, kembali mempublish! Review?
