Lucky Bet
Naruto hanya milik Masashi Kishimoto-san
Banyak kekurangan dalan fict ini
OOC-Miss Typo-No bully
Maklum Newbie
"Ino-chan awass !" Teriak Hinata
Brukkkk
Ino hanya bisa memejamkan matanya, terakhir kali yang dia lihat adalah mobil yang melaju kencang, yang mengarah kepadanya . 'Apa mungkin aku sudah mati ? Kenapa ditabrak mobil tidak ada rasa sakitnya sama sekali' Pikir Ino.
Kemudian dia membuka matanya dan yang dia lihat adalah Naruto dengan wajah datar.
"Hey Yamanaka-san, apa kau baik-baik saja?" Tanya Naruto
"Arigatou Uzumaki-san, aku baik-baik saja" Jawab Ino sambil dibantu bangun oleh Naruto
"Hey kau Uzumaki, apa yang kau lakukan terhadap sahabatku? Kau melecehkannya tau!" Teriak Hinata dari sebrang jalan sambil menghampiri Ino.
Naruto yang mendengarnya hanya bisa menghela nafas dan langsung jalan tanpa menghiraukan apa yang Hinata katakan. 'Huh, kebiasaan orang seperti dia, asal menuduh tanpa tau kejadiannya'
Ino yang melihat Naruto pergi, memanggilnya kembali
"Uzumaki-san sekali lagi arigatou." Ucap Ino sambil membungkukkan badannya 90 derajat
"Hah, tidak usah berlebihan Yamanaka-san, aku juga tidak berniat, hanya kebetulan saja." Jawab Naruto lalu melanjutkan jalannya.
"Nee Hinata-chan, apa yang kamu katakan barusan kepada Naruto? Kamu tidak tau kalau barusan dia yang menolongku ?" Tanya Ino dengan nada kesal
"Hehhh? Benarkah? Aku kira kamu dilecehkan oleh si Uzumaki itu Ino-chan" Jawab Hinata
"Sebaiknya kau jangan asal menuduh Hinata-chan, sebelum mengetahui kejadiannya!"Ucap Ino kesal, lalu langsung berjalan menuju mobil jemputannya, meninggalkan Hinata mematung.
'Heh, baru sekali Ino-chan marah kepadaku, apa kesalahanku sangat besar ?'Pikir Hinata yang masih mematung "Hah, sudahlah besok aku minta maaf saja, pasti dia mau memaafkanku."Ucap Hinata pelan
Skip Time
Keesokan harinya, seperti biasanya ada ajang pernyataan cinta di kelas Hinata. Naruto yang baru memasuki kelas hanya bisa menghela nafas, 'Hah, apa mereka tidak punya kegiatan lain.' Pikir Naruto
"Maaf senpai-senpai, bisakah kalian mengutarakan perasaan kalian selain di kelas kami, kalian itu mengganggu kami tau."Ucap Naruto
"Siapa yang kau sebut kami Uzumaki? Mungkin hanya kau, karena kami dan kau itu berbeda. Tapi kau benar juga"Ujar Kiba
Kiba langsung menoleh ke senpai-senpainya "Hey, senpai bukankah kemarin kalian sudah tau kalau Hinata-chan hanya mau denganku" Lanjut Kiba
"Ya ya terserah kau saja" Kata Naruto yang langsung duduk di bangkunya sambil melihat keluar jendela.
Kiba langsung dihadiahi tatapan tajam dari para senpainya akibat perkataanya. Sebelum hal-hal yang tidak diinginkan terjadi Hinata angkat bicara
"Ah, iya itu betul senpai, aku kan hanya mau dengan Kiba-kun, lagipula Kiba-kun itu berani, kaya, tidak mesum, dan tampan. Tidak seperti senpai" Ucap Hinata sekaligus membubarkan acara mengutarakan cinta tersebut
Hinata P.O.V
Dimana ya Ino-chan, senpai-senpai ini menggangguku saja, aku harus minta maaf soal yang kemarin. Ah itu dia
"Ohayou Ino-chan, Sakura-Chan" Sapaku kepada sahabatku
"Ohayou" Jawab Ino yang kuyakin masih marah karena kejadian kemarin.
"Ohayou Hinata-chan" Jawab Sakura dengan senyuman.
"Nee Ino-chan, apa kamu masih marah karena yang kemarin ?" Ucapku sedih. Sakura yang kemarin pulang lebih dulu menampilkan wajah bingung.
"Apa yang terjadi kemarin memangnya Ino-chan, Hinata-chan ?" Tanya Sakura penasaran.
"Kau tanya saja sendiri pada Hinata-chan" Jawab Ino dengan dingin
"Bisa kamu jelaskan, Hinata-chan?" Pinta Sakura. Lalu aku menjelaskan kejadian kemarin kepadanya.
Flashback
Brukkkk
Ino hanya bisa memejamkan matanya, terakhir kali yang dia lihat adalah mobil yang melaju kencang, yang mengarah kepadanya . 'Apa mungkin aku sudah mati ? Kenapa ditabrak mobil tidak ada rasa sakitnya sama sekali' Pikir Ino.
Kemudian dia membuka matanya dan yang dia lihat adalah Naruto dengan wajah cemas.
"Hey Yamanaka-san, apa kau baik-baik saja?" Tanya Naruto
"Arigatou Uzumaki-san, aku baik-baik saja" Jawab Ino sambil dibantu bangun oleh Naruto
"Hey kau Uzumaki, apa yang kau lakukan terhadap sahabatku? Kau melecehkannya tau!" Teriak Hinata.
Flashback End
"Jadi begitu, Sakura-chan, setelah itu Ino-chan, marah padaku" Ucapku sedih.
"Hahhh jelas saja dia marah padamu Hinata-chan, kau itu jahat sekali Hinata-chan, kalau aku jadi Ino-chan, aku juga pasti marah padaku" Jawab sahabatku
"Nee Ino-chan, maukah kau memaafkanku? Aku traktir deh nanti istirahat" Rayuku kepada Ino
"Hah, kau itu Hinata, tidak semua orang bisa kau sogok, dan aku hanya akan memaafkanmu jika kau meminta maaf pada Uzumaki" Jawab Ino kesal
"Baiklah, tapi setelah aku minta maaf, kau tidak marah lagi kan Ino-chan?" Ucapku yang hanya dihadiahi anggukan.
Hinata POV End
Waktu istirahat, Hinata sedang mencari-cari sosok pemuda berambut pirang, dan hasilnya nihil. Karena tidak menemukan orang yang dia cari, Hinata memutuskan untuk ke toilet sebentar lalu lanjut mencarinya.
'Hah, kemana sih si Uzumaki itu' Gumam Hinata. Ketika Hinata hendak masuk ke toilet, dia menemukan orang yang dicarinya.
"Uzumaki-san" Sapa Hinata. Naruto yang merasa dipanggil, memutar kepalanya ke arah suara yang memanggilnya.
"Ya, ada apa Hyuga-san?" Tanya Naruto sambil memegang pel-an dan ember berisi air.
Ya Naruto sedang membersihkan toilet akibat kejadian kemarin dengan Kiba, dan dia hanya sendiri karena Kiba terlalu gengsi untuk membersihkan toilet.
"Kenapa kau membersihkan toilet, Uzumaki-san ?" Tanya Hinata penasaran.
"Tanyakan saja kepada temanmu Inuzuka-san itu" Jawab Naruto dingin. 'Oh jadi gara-gara kemarin, haha rasain kau Uzumaki. Ehh, aku kan kesini ingin minta maaf' Pikir Hinata
"Hey Hyuga-san, kalau tidak ada yang kau perlukan, pergilah. Kau hanya memperlambat tugasku saja"Ucap Naruto
"Ano, Gomennasai Uzumaki-san, atas kelakuan temanku dan atas kejadian kemarin" Ujar Hinata sambil membungkukkan badannya 90 derajat
"Kalau kau disuruh minta maaf oleh temanmu Yamanaka-san itu .Kau tidak perlu minta maaf Hyuga-san, aku sudah memaafkanmu, sekarang pergilah aku masih ada pekerjaan." Kata Naruto dingin
'Kenapa dia bisa tau kalau aku disuruh Ino-chan, hah buat apa aku pikirkan, yang penting aku sudah minta maaf' .
"Arigatou Uzumaki-san" Ucap Hinata lalu pergi menemui sahabatnya
Skip
"Hey, Ino-chan, aku sudah minta maaf tadi kepada si Uzumaki, jadi kau sudah tidak marah lagi kan?" Ujar Hinata senang
"Benarkah? Apa dia memaafkanmu?" Tanya Ino
"Tentu saja, mana ada laki-laki yang tidak memaafkanku" Ucap Hinata sombong.
"Terserah kamu saja Hinata-chan, dan ingat waktumu tinggal 29 hari lagi" Jawab Ino
"Astaga aku lupa" Ucap Hinata sambil menepuk jidatnya.
Skip time
'Apa yang pertama-tama harus kulakukan untuk mendapatkan Uzumaki itu ya' Gumam Hinata dalam hati
5 menit kemudian
'Ah aku tau, dia itu kan tadi tidak istirahat karena membersihkan toilet,dia pasti lelah aku belikan makanan dan minuman saja' Ide Hinata muncul, dan langsung ke kantin.
Naruto POV
Ah akhirnya selesai juga, aku ke kelas saja deh untuk menghilangkan lelah.
Sampai di kelas ada penampakan yang menggangguku , yaitu Sadako di tempat duduk ku
"Maaf Hyuga-san, bisakah kau minggir aku ingin beristirahat di tempat duduk ku"Ucapku pada Sadako tersebut
"Oh gomen, aku tidak melihat kamu datang Naruto-kun" Ucapnya dibarengi senyuman yang menyeramkan.
'Apa-apaan sadako ini, memanggil namaku dengan suffix -kun seperti itu' Gumamku
"Ano, Naruto-kun, ini untukmu" Ujarnya sambil memberikanku makanan dan minuman "Aku tau kau tidak makan dan minum saat istirahat karena membersihkan toilet, dan ini sebagai permintaan maafku karena temanku dan kejadian kemarin." Sambungnya
"Terima kasih Hyuga-san, tapi aku tidak lapar dan haus, kau berikan saja kepada temanmu" Ucapku
"Tapi aku memaksa Naruto-kun, dan kau itu kan juga temanku" Jawabnya dengan percaya diri sekali.
"Ah baiklah aku menerima makanan dan minuman ini, tapi tidak dengan kata 'teman' itu, karena aku tidak mempunyai teman di sini." Ucapku datar
Naruto POV End
5 menit kemudian
Setelah memberikan makanan dan minumannya kepada Naruto, Hinata langsung menghampiri sahabatnya
"Bagaimana percobaan pertamamu itu Hinata-chan?" Tanya Sakura
"Sepertinya tidak berjalan baik, dia itu dingin sekali, apa dia tinggal di kutub?" Jawab Hinata
"Bukankah sudah kubilang Hinata-chan, dia itu pria yang dingin dan cuek, dalam waktu sebulan kau mana mampu mendapatkannya" Saut Ino
"Heeyy, kau meremehkanku Ino-chan, kita lihat saja nanti akhirnya"
Ucap Hinata dengan senyum licik
Skip time
Bel pulang sekolah telah berbunyi, murid-murid berhamburan keluar sekolah, tak terkecuali Hinata. Hinata sedang menunggu jemputannya, dan kedua sahabatnya sudah dijemput lebih dulu. Merasa kesepian, Hinata mencari seseorang untuk menemaninya
"Naruto-kun, bisa kau kesini sebentar" Panggil Hinata kepada Naruto yang baru keluar dari gerbang sekolah.
Naruto yang dipanggil, menghampiri Hinata " Ya, ada apa Hyuga-san?" Ujar Naruto sambil menatap Hinata
"Ano bisakah kau menemaniku menunggu jemputanku sebentar saja?" Tanya Hinata. Naruto memikir-mikir karena dia ada kerjaan 30 menit lagi.
"Ayolah kumohon, tidak akan lama, paling hanya 5 menit" Ujar Hinata memasang wajah melas.
"Baiklah, tapi jika lebih aku akan meninggalkanmu" Jawab Naruto
"He um, arigato Naruto-kun" Jawab Hinata dengan senyuman. ' Hehe mana ada orang yang menolak permintaanku, haha ' Gumam Hinata
5 menit kemudian
"Ah itu dia jemputanku, aku duluan ya Naruto-kun, terimakasih sudah menemaniku" Ucap Hinata
"Iya iya sama-sama" Jawab Naruto
Didalam mobil
"Apakah dia itu pacar anda Hinata-sama" Tanya supir Hinata yang bernama Ko
"Mana mungkin aku berpacaran dengannya" Jawab Hinata
"Kenapa tidak mungkin Hinata-sama, bukankah dia tampan, dan saya yakin dia juga kaya, karena dia satu sekolah dengan anda " Ujar supir Hinata
"Kau itu salah Ko-san, memang benar dia itu tampan, mungkin yang paling tampan yang pernah aku temui, tapi dia itu dari keluarga miskin, dan aku membencinya, jadi mana mungkin dia itu pacarku" Jawab Hinata
"Oh, seperti itu. Hati-hati Hinata-sama, terkadang kebencian awal dari kecintaan" Ujar Ko
"Eh, kenapa kau malah memberiku nasihat seperti itu, perhatikan saja jalanmu." Ujar Hinata kesal
"Ha'i Hinata-sama" Jawab Ko
To be Continued
