All Characters belong to Masashi Kishimoto

AU, Typos, OOC, and All standard warning applied


'Itu tidak sengaja, ya itu tidak sengaja!' Hinata dengan frustasi menggeleng-gelengkan kepalanya dari balik bilik toilet sekolah saat ini.

Teringat kejadian memalukan sepanjang sejarah hidupnya mengalahkan kejadian paling memalukan sebelumnya yang pernah dia lakukan yaitu ketika dia menjadi bahan lelucon teman satu kelasnya saat sedang memeriksa pantat Akamaru yang saat itu ternyata tertempel permen karet selama satu bulan penuh.

Kembali ke Hinata yang sedang frustasi saat ini. Wajah gadis itu terlihat sangat memerah membayangkan apa yang telah dia lakukan kepada salah satu teman satu kelasnya tadi.

Dan beginilah kronologis ceritanya.

"Hey Hinata, pinjam PR matematika" Suara cempreng Kiba cukup untuk merusak segala keindahan kamis pagi itu, sedangkan Hinata, gadis yang menjadi objek teriakan kiba itu tengah memutar mata bosan dengan kejadian seperti ini yang terus berulang setiap harinya. Menjadi perhatian seisi kelas, akibat teriakan sahabatnya itu membuatnya cukup jengah.

"Tidak bisakah kau meluangkan waktumu untuk membuat PR-mu sendiri Kiba" Caci Hinata kepada pemuda dengan segitiga di pipinya itu, meski begitu gadis itu tetap mencari-cari buku PR miliknya dari dalam tas yang ia letakkan di samping mejanya itu.

"Hehe, kau kan tau Akamaru selalu mengeluh kalau tidak aku perhatikan sebentar saja. Jadi tidak ada kesempatan untuk buat PR kecuali di kelas" Balas Kiba dari mejanya yang berada di pojok kelas dengan watadosnya.

"Ha'I – ha'i terserah kau saja" Balas Hinata malas.

Mendapatkan apa yang dirinya cari dari dalam tasnya Hinata hendak menarik keluar buku PRnya itu, sebelum sebuah bola baseball menggelinding tepat di hadapannya. Karena bola itu berhenti di depan kakinya, gadis itu berniat membantu pemilik bola itu untuk mengambilnya. Tak tau bahwa si peilik bola berniat mengambilnya sendiri.

"Hei, ini bola sia -" ~~~chuuu

Kalimat Hinata terhenti saat dirasanya sebuah benda yang terasa aneh menempel tepat dibibirnya, saat ia mengangkat wajahnya. Benda aneh yang pastinya dimiliki oleh sesorang dengan mata sekelam jelaga yang tengah menatapnya saat ini, mata yang terlihat sangat menawan apalagi dilihat dari jarak sedekat ini, - tunggu dulu 'd-e-k-a-t' alias 'm-e-p-et', alias 'n-e-m-p-e-l' . Menyadari hal itu Hinata mengedipkan matanya berulangkali berusaha mengembalikan kesadarannya, dari keterpanaannya terhadap mata itu.

.

"H-hey, berapa la-lama kalian akan seperti itu" suara canggung Naruto memecah kesunyian di kelas itu atas adegan tak tertuda yang tersaji dihadapan mereka.

.

Laki-laki yang menjadi korban ketidak beruntungan Hinata pagi itulah yang lebih dulu sadar. Devil smirk yang menjadi andalannya, muncul menggantikan wajah terkejutnya atas hadiah dipagi hari yang didapatnya dari gadis tak terduga.

Alih-alih menyadarkan gadis itu, pemuda raven itu mendekatkan wajahnya kepada sang gadis sambil menghirup aroma yang terkuar dari sang gadis.

"Kau terlalu bersemangat Hyuga" bisiknya di telinga gadis yang masih terlihat shok atas apa yang terjadi.

Hinata yang benar-benar telah tersadar atas apa yang telah terjadi, segera saja mendorong pemuda itu yang tak lain dan tak bukan adalah Sasuke Uchiha, The Prince Of Horokoshi Gakuen catat itu saudara-saudara, pemuda paling diidam-idamkan seantero sekolah telah menjadi korban ciuman nyasarnya di pagi hari milik Hinata. Apa yang lebih indah eh ralat lebih buruk dari itu saudara-saudara!.

Melilik teman-temannya yang ternyata tengah sibuk dengan handphone mereka masing-masing, sambil menyeringai kepadanya. Hinata segera menyadari akan ada berita heboh mengenai dirinya lagi saat ini.

Matanya terus memperhatikan teman-temannya satu persatu hingga amethisnya bertemu dengan onyx yang sempat membuatnya terpana tadi, si empunya mata indah itu masih memberikan seringaiannya kepada gadis itu. Hinata menutup matanya perlahan berusaha meredam rasa malunya atas ciuman tidak disengaja itu. Hingga cicitan suaranya terdengar.

"M-m-maaf, permisi!" Hinata lari tunggang langgang menuju toilet yang berada di ujung blok dari kelasnya itu, ia butuh tempat sembunyi. Itulah satu-satunya yang di pikirkan gadis itu saat ini.

Sedangkan di kelas setiap siswa mulai heboh dengan gambar yang berhasil mereka dapat dari kejadian menghebohkan pagi itu.

#MasaIndahRemajadiPagiHari

#SemangatMasaMuda

#HyugaMencuriCiumannya

#HinataHyugaKissOurPrince

#KillHerrrrrrr!

#RIPHinataHyuga

Begitulah kira-kira tweet-an semua anak-anak di kelas XI A, atas adegan ciuman nyasar di pagi hari itu.

Kembali ke Hinata di balik bilik toilet.

Gadis itu masih tampak frustasi atas apa yang telah terjadi padanya pagi ini, dan baru menyadari bahwa ia sudah melewati dua jam pelajaran setelah melirik jam tangannya.

"Aisshhh sudah akan jam Matematika. Bagaimana ini!" Erangan frustasi keluar dari bibir gadis itu. Ia Menarik-narik frustasi rambut panjangnya hingga menjadi acak-acakan.

"Ok, tarik nafas dan buang. Te-tenang Hinata kau harus tenang, pura-pura saja tidak terjadi apa-apa toh dia juga pasti sudah terbiasa dengan hal itu. Ja-jadi tidak akan ada masalah, tidak apa-apa, tidak apa-apa" Berusaha meyakinkan dirinya, gadis itu bertekad untuk bersikap seolah tidak terjadi apapun saat masuk kelas nanti. Bersikap seolah-olah hal itu adalah hal yang biasa baginya.

.

'Tok..tok..tok '

Terdengar pintu kelas di ketuk dan dibuka perlahan, mengalihkan perhatian anak-anak di kelas itu dan Ibki sensei yang baru akan memulai pelajaran.

Munculah gadis yang tadi pagi telah membuat kehebohan dengan mencium Uchiha Sasuke itu. Berusaha setenang mungkin, ia menundukkan kepalanya kepada Ibki-sensei sebagai tanda minta maaf karena telah terlambat masuk ke kelas.

"Maaf saya terlambat Sensei"

"Darimana kau Hyuga-san?" Balas Ibki Sensei menanyakan perihal siswanya yang terlambat masuk ke kelasnya itu.

"Saya perlu ke toilet sebentar tadi Sensei" Aku Hinata ditambahnya dalam hati 'Jika bolos dua mata pelajaran untuk dihabiskan di toilet itu tidak dihitung'

"Hhh, baiklah silahkan duduk" Tak mau mengintrogasi lebih lanjut karena akan memakan banyak waktu Ibki mempersilahkan gadis itu duduk di tempatnya.

"Ha'i - Terimakasih Sensei"

Hinata berusaha setenang mungkin berjalan menuju bangkunya, mengabaikan tatapan geli teman sekelasnya mengingat kejadian memalukan yang dilakukannya pagi tadi. Terlebih lagi objek ciuman nyasarnya itu tepat berada di depan bangkunya, membuat langkahnya semakin berat dan tiap pinjakan serasa ditaburi paku payung.

.

Kelas berjalan dengan cepat, mengingat Hinata yang tidak siap di introgasi dan menjadi lelucon teman-temanya selepas kelas berakhir. Dan benar saja, setelah Ibki Sensei meninggalkan kelas terdengarlah siulan-siulan mengganggu dari beberapa anak laki-laki di kelasnya itu.

.

'suit..suit'

"Apa hasil dari bertapamu di dalam toilet tadi Hinata? hahaha" Suara mengganggu yang tak lain dan tak bukan adalah milik Kiba mulai membuka seksi bully hari itu disambut gelak tawa anak laki-laki lainnya.

"Diamlah kau Kiba!" Tak mau semakin terpojok Hinata berusaha terlihat segalak mungkin.

"Ahahahaahahahaha" Bukannya takut malah sikapnya yang terkesan dibuat segalak mungkin itu memancing tawa anak-anak dikelas, membuat gadis itu semakin ingin cepat-cepat melarikan diri, beruntung sudah waktunya istirahat.

"Heheh—jadi bagaimana rasanya bibir Sasuke-kun Hinata-chan?" Pertanyaan frontal itu sukses membuatnya gelagapan, dan yang lebih parahnya itu berasal dari temannya sendiri Yamanaka Ino. Katakan apa yang lebih parah dari ini ~oh poor you are Hinata

Bergegas menuju kantin, Hinata bermaksud menanggapi olokan terakhir yang ditujukan padanya sebiasa mungkin. Ingat sebiasa mungkin!

"Ck, b-b-b-biasa saja. Ti-tidak ada yang spe –" ~~~Chuuu

Lagi-lagi ia tidak dapat melanjutkan kalimatnya, karena sesuatu yang lembut, dan basah membungkam bibirnya. Gadis itu mematung, merasakan bahwa dirinya lagi-lagi mendapat ciuman yang tak terduga di hari yang sama. Bibir itu milik Uchiha Sasuke, pemuda yang dengan tidak sengaja mendapat ciuman darinya pagi tadi. Tapi kali ini berbeda, ciuman ini bukan karena factor tidak disengaja melaikan sebuah kesengajaan yang dilakukan oleh iblis berkedok pangeran sekolah itu yang dengan santai plus seringai iblisnya berkata.

"Ciumanmu tadi pagi sudah tidak bertepuk sebelah tangan Hyuga"

.

'Puuuuuuuuuunngggggggg!' asap mengepul sudah keluar dari lubang hidung dan telinga gadis itu

Dan disanalah gelak tawa anak-anak kelas XI A tak tapat ditahan lagi membahana ke segala penjuru sekolah mengintrupsi Sasuke's Fansgirl yang berbondong-bondong mencari Hyuga Hinata atas foto yang tersebar di SNS saat ini karena volume suara yang maha dahsyat itu.

.

.

~Owari~

Aigoo, aku tau ini bukan drable soalnya lebih dari 1k tapi abaikan saja ya :3

~sampai jumpa lagi *O*/