Blood ©IndiahRahmawati
(KookV, MinYoon, NamJin) | T
Angst, Crime, Drama
.
.
.
.
.
Sekarang aku benar-benar pusing. Aku tak mengerti dengan diriku sendiri, sejak pria ini datang semua mulai berubah, aku sama sekali tak mengerti dengan semuanya. Suka? Dulu aku pernah menyukai seseorang, sampai sekarang aku masih mengingatnya tapi ia menyukai orang lain dan yang aku dengar sekarang mereka hidup bersama diluar negeri, kedengaran menyenangkan, iya kan? Tapi tidak... aku dengar, baru-baru ini mereka bertengkar dan akhirnya orang yang ia suka malah pergi meninggalkannya. Menyedihkan...
Sejak saat itu aku tak pernah ada namanya perasaan 'menyukai' aku berfikir itu hanya hal bodoh. Suatu hari nanti orang yang kau anggap cinta sejatimu akan mengkhianatimu dan berpaling pada orang lain sama dengan Jimin hyung dan kakak ku...
Tapi aku juga tak menampik yang namanya cinta sejati, aku yakin didunia ini pasti ada hal yang seperti itu, contohnya saja Jin hyung dan Namjoon hyung. Kalian bisa lihat betapa Namjoon hyung sangat menyayangi Jin hyung, kan? Itu membuat orang iri.
Aku? Aku tak tau...
Pada Taehyung?
...
...
Aku juga tak mengerti...
Saat ini? kami tengah diatap sekolah, setelah menangis cukup kuat ia tertidur. Aku hanya bisa pasrah duduk dengan bersandar pada pintu, lalu membiarkan Taehyung tertidur dipahaku. Ia tampak lebih tenang setelah ia tidur, aku hanya bisa memandang wajah damainya. Sebenarnya bell telah berbunyi dari tadi, tapi aku tak tega membangunkannya. Aku akan bilang Taehyung pingsan dan aku menunggunya diUKS.
Aku menatapnya berkali-kali, meski berkali-kali pula aku menampik kata 'menyukai Taehyung' didalam otakku. Dan tangan sialan-ku terus saja mengusap surai lembut milik Taehyung, dan pemiliknya hanya menggeram bagai seekor kucing. Tapi kadang ia menangis entah kenapa, mungkin mimpi buruk. Aku akhirnya meletakkan tanganku dan menatap langit. Aku mulai berfikir apa yang harus kulakukan selanjutnya... jika aku terus dekat dengannya yang lain juga akan memusuhiku.
...
Tak peduli...
Aku tak peduli...
Ini aneh? Kenapa saat berfikir yang lain akan membenciku aku tak peduli? Tapi disaat berfikir Taehyung yang membenciku, aku merasa takut? Aku melihat tanganku yang mulai gemetar, ingatan tentang Taehyung yang melihatku kembali terlintas. Aku mengepalkan tanganku sambil membuang kenangan itu, rasanya aku perlu berfikir ulang untuk membunuh orang...
"ngg..."
Aku melihat kearah Taehyung, ia mulai bangun. Ia mengusap matanya dan mengerjapkan mata itu beberapa kali "Jungkook..."
"kau sudah bangun?" kataku
Ia bangkit, terduduk disampingku lalu mengusap kedua matanya seperti seorang anak kecil "ini dimana..."
"diatap sekolah... kau tertidur tadi"
"benarkah? Kita terlambat masuk?" tanyanya lagi
"tak apa, biar aku yang urus..." kataku lalu menekuk kaki kananku, meletakkan tanganku diatas lutut, dan meletakkan kepalaku ditangan itu, dan sedikit menekuk kaki kiriku seperti duduk bersila. Lalu menatapnya yang berada disamping kiriku.
"apa?" tanyanya
"tak ada... salah melihatmu..." kataku dengan wajah datar
Ia hanya menunduk, mungkin malu, dan kenapa aku harus mengatakan itu?! Akhirnya kami hanya terdiam dan tak berkata apa-apa sampai bell istirahat kedua
.
.
.
Aku berjalan dengan kedua tanganku berada disaku celana, aku bisa lihat mereka saling berbisik tapi aku tak terlalu memperdulikannya. Aku berjalan menuju kelas dan duduk dibangkuku, aku membuka ponselku dan menemukan aku telah keluarkan dari grub sekolah. Haah! Akhirnya! Tak ada lagi suara berisik pesan masuk setiap malam! Aku meletakkan begitu saja ponsel dengan ukuran layar yang lumayan itu dimeja, lalu meletakkan kepalaku dimeja sambil menutup mataku
"Jungkookie..."
Aku membuka mataku dan langsung menemukan wajah Taehyung didepan wajahku "mau apa kau?" tanyaku dingin
Ia mengembangkan senyumannya, lalu menegakkan wajahnya "hari ini hyungku ada acara hari pertunangannya yang ke 100! Aku mau mengajakmu! Kau ajak saja hyungmu juga..." katanya
"jjinja?" aku berfikir sejenak "aku tak yakin hyungku mau ikut... ia sedikit sibuk beberapa hari ini..." kataku. Ia mengangguk. Alasan sebenarnya karena takut hyung akan membunuh seseorang disana, apalagi membawa Yoongi hyung. Aku pernah bersama mereka makan disebuah café tempat Yoongi hyung bekerja, dan Jimin hyung memukul seorang pelanggan pria dengan botol kaca sampai berdarah karena pelanggan itu terus-terusan menggoda Yoongi.
"tapi ini privat kok! Hanya Jin hyung, Namjoon hyung, aku dan kau... akan lebih seru jika hyungmu dan pacarnya juga datang" katanya
Aku menatapnya yang penuh harapan, "Akan aku tanyakan padanya" ia kelihatan senang, dan itu membuatku tersenyum menatapnya.
SKIP
Aku terus berjalan memutar dikamarku, jika sedang berfikir aku lebih suka berjalan berputar. Aku bingung harus berkata apa pada Jimin hyung... Dia akan mengizinkanku tapi aku juga ingin mengajaknya, tapi apa yang harus aku katakan?! Arkh! Katakan yaa tinggal katakan, kan?!
Ding~ Ding~
Aku bisa dengar bunyi bel dari pintu yang terbuka, lalu aku segera keluar kamar dan melihat Jimin hyung yang telah pulang sambil membuka sepatunya "kau sudah pulang... hyung..." kataku
"hmm... aku pulang. Tumben kau menyapaku..." katanya
"aku sering menyapamu..." kataku sambil berjalan menuju sofa
"iya ya..." katanya tersenyum lalu melempar tas-nya kesembarang arah dan terduduk disofa. Kami terdiam saat itu.
Ayolah Jeon Jungkook! Kau tinggal mengatakannya?!
"ee_"
"sebenarnya sedang ada yang aku fikirkan" aku langsung menengok kearah Jimin hyung "aku ingin membawa Yoongi kesuatu tempat, tapi ia tak suka hanya berdua, dan juga tak suka jika terlalu ramai... aku jadi bingung membawanya kemana..." keluh Jimin hyung
Aku terdiam...
"tapi ini privat kok! Hanya Jin hyung, Namjoon hyung, aku dan kau... akan lebih seru jika hyungmu dan pacarnya juga datang"
Bingo! Ini kesempatanku!
"sebenarnya... kalau hyung mau... aku punya satu tempat"
.
.
.
Direstoran Jin hyung
"aku tak sangka ini hyung mu! Jungkook-ya..." kata Jin hyung sambil bersalaman dengan Jimin hyung. Lalu disusul Namjoon yang bersalaman dengan Jimin hyung. Entah kenapa mereka langsung akrab.
Aku hanya duduk disatu tempat disana "jadi itu hyungmu?" Taehyung datang dan duduk disampingku. Aku hanya mengangguk, "dia bersama pacarnya?" aku mengangguk lagi
"mungkin sebentar lagi datang" kataku
Dan benar saja setelah itu Yoongi hyung datang, dan ia terkejut saat melihat seseorang. "k-kau..." aku tak mengerti begitu pula dengan Taehyung dan yang lain hanya Jin hyung yang mengerti.
"kau!"
Sejenak kami berfikir akan ada perang dunia ketiga disini. Sampai...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Jin hyung! Lama tak ketemu!"
"Yoongi-ya!"
Mereka saling berpelukan seperti sesama teman yang sudah tak bertemu selama beberapa tahun. Lalu mereka memperkenalkan soal diri mereka maring-masing dan kekasih mereka.
Kami baru tau Jin hyung adalah kakak kelas Yoongi hyung saat kuliah. Jimin hyung juga baru tau. Makan bersama itu cukup menyenangkan karena Jimin hyung dan Yoongi hyung bisa menikmatinya. Aku cukup senang melihat Jimin hyung akrab dengan Namjoon hyung. Aku juga bisa dekat dengan Taehyung meski kadang ia menyebalkan karena cerewet, tapi karena aku sudah terbiasa aku jadi tak merasa terganggu. Aku tak pernah merasakan hangatnya keluarga seperti ini, aku cukup senang... ini ending yang membahagiakan dalam hidupku
THE END.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
AHAHAHA!
Kalian percaya itu?! end?! Hah! Tentu saja tidak!
Mungkin?
Kalian ingin semua ini berakhir? Aku bahkan belum_
Ah! Lupakan! Lupakan saja!
Aku sudah ada dirumah, Jimin hyung harus mengantar Yoongi hyung pulang. Aku cukup terkejut membaca kata 'The end' diatas selama perjalananku pulang. Tapi anggap saja semua sudah berakhir, karena tak akan ada masalah lagi jadi untuk apa membaca ini? iya kan? Sudahlah... cerita ini tak akan seru jadi menyerahlah, sama sepertiku yang sudah menutup mataku saat ini..
.
.
.
07.30 AM
Aku terduduk sambil meletakkan kepalaku dimeja, seperti biasa kelas selalu ramai. Tapi ini terasa aneh karena Taehyung belum masuk kekelas, ini sudah saatnya guru masuk kekelas. Aku lihat Taehyung masuk kekelas sambil berlari, lalu guru masuk kedalam kelas.
"murid-murid... kita kedatangan murid baru lagi"
Aku langsung menegakkan badanku dan melihat kedepan. Seorang namja lumayan tinggi dengan surai kecoklatan yang sangat cocok dengannya, berjalan memasuki kelas dengan senyuman lebar menunjukkan semua giginya yang tersusun rapi
"annyeong yorobuen... naneun Jung Hoseok imnida"
Aku kelihatan mengingat sesuatu. 'jung'? Rasanya pernah mendengarnya. Arkh! Molla! Aku kembali meletakkan kepalaku dimeja tak memperdulikan anak baru itu. Setelah perkenalan tak berguna itu pelajaran dimulai. Kalau kalian mau tau otakku ini diatas rata-rata, jadi tak masalah bagiku untuk tidur dikelas. Tapi kadang Taehyung melempar gumpalan kertas padaku dan menuruhku bangun, dan terpaksa aku bangun. Enah kenapa firasatku tak enak, rasaya aku kenal dengan anak baru itu.
SKIP
Taehyung memintaku makan bersama diatap sekolah, tapi aku pergi ketoilet terlebih dahulu, jadi aku menyusul. Aku berjalan kearah tangga, firasatku masih tak enak, apa akan terjadi sesuatu? Aku mencoba melupakan firasatku untuk sementara. Lalu aku sampai ditangga dan menaiki satu lantai, karena kelasku dilantai paling atas, jadi atap sekolah tak terlalu jauh, saat hendak menaiki tangga terakhir menuju atap, aku menghentikan langkahku. Aku melihat Taehyung yang tepojok ditembok dan seorang namja bersurai coklat yang ku tau ada didepannya meletakkan satu tangannya disamping kepala Taehyung. Mereka tampak membicarakan sesuatu, aku tak terlalu jelas mendengarnya tapi kelihatannya Taehyung tampak senang bicara dengannya.
Aku tak suka
Aku berjalan menuju kearah mereka "apa yang kalian lakukan?" tanyaku dingin membuat kedua orang itu menengok kearahku.
"Jungkookie! Honseok bilang mau bergabung makan bersama kita! Tak apa kan?" tanya Taehyung sambil tersenyum
Aku menatap dingin namja yang ada didepan Taehyung "yak! Yak! Kau salah paham... kami hanya bicara sedikit kok!" kata Hoseok sambil tersenyum melambaikan kedua tangannya seperti memang tak terjadi apa-apa.
Aku masih menatap dingin kearahnya "aku tak tertarik makan" aku segera membalik badanku.
"yak! Jungkookie! Chankanman!" Taehyung mengikutiku
Entah kenapa aku merasa kesal, perasaan kesal itu muncul sendiri?! Dulu? Dulu aku hanya kesal saat orang mulai mengganguku atau melakukan sesuatu yang tak kusuka, lalu kebunuh mereka. Tapi ini muncul begitu saja tanpa ada dalam kategori kemarahanku. Cemburu?! Aku?! Yang benar saja... asal kalian tau aku tak pernah cemburu pada apa pun, bahkan saat SMP ada anak yang pacaran dengan siswi tercantik dan membuat semua siswa laki-laki cemburu kecuali aku. Karena aku tak pernah menyukai seseorang jadi aku tak tau apa rasanya cemburu. Perasaan sekarang? Kalian gila?! Sudah kukatakan aku tak pernah menyukai seseorang...
...
Tunggu!
Maksut kalian perasaan kesal yang kurasakan adalah... cemburu!
...
Jjinja?! Karena seumur hidupku rasa cemburu itu tak ada, aku bahkan tak pernah berfikir kalau cemburu itu ada! Menurutku cemburu itu perasaan baru yang dibuat oleh manusia itu sendiri, yang sudah tuhan berikan itu Iri, bukan cemburu. Jadi bagiku jika itu bukan sifat dasar manusia yaa... tak akan pernah terjadi padaku. Sama? Tidak itu berbeda, Iri adalah perasaan dimana kau melihat seseorang yang berhasil dan kau ingin menggantikan atau menjatuhkan orang itu, sedangkan cemburu adalah perasaan kesal melihat seseorang berhasil tapi tak terfikirkan untuk menjatuhkan atau merebut posisi orang itu, hanya... kesal! Dan itu tak masuk akal bagiku!
Tapi... aku memang kesal melihat Hoseok dekat dengan Taehyung, hanya kesal!
...
...
Kalian benar...
Aku sudah gila sekarang
Aku berharap ini mimpi dan aku bangun dikelas dan tak pernah terjadi apa pun! Ayolah Jeon Jungkook! Bangun! Jika kau tak bangun si Taehyung cerewet itu akan memarahimu! Kau ingin diomeli seharian?! Karena itu bangunlah Jeon_
"Jungkookie!"
Sial!
"Jungkookie... kau salah paham. Aku dan Honseok hanya saling ngobrol, aku juga tak terfikir kalau dia melakukan itu..." Taehyung masih mengikuti-ku
"ohh..." hanya itu yang terfikir diotakku saat ini
Taekhyun berjalan didepanku dan berhenti, itu membuat aku ikut berhenti "kau... cemburu?"
Aku terkejut "t-tentu saja tidak paboya!" kataku berusaha menyikirkannya dengan berusaja berjalan disamping kanan, tapi dia malah ikut kekanan
"kau cemburu! Marah tanpa alasan itu artinya cemburu!"
Wajahku memanas "c-cemburu itu perasaan tidak masuk akal! Dan aku tak menerima yang tak masuk akal didalam otakku! Jadi tak mungkin aku cemburu! M-minggir!" kataku mencoba kekiri tapi dia ikut kekiri
"kalau begitu kau kesal? Kenapa?" tanyanya
Sial! Pergi saja kenapa?! "Karena kau dekat dengan Hoseok! Puas?!" kataku tak peduli jika murid lain sedari tadi memperhatikan. Taehyung terdiam, lalu aku berjalan kekanan dan pergi meninggalkannya. Lalu tak lama aku mendengar suara teriakan
"APA KAU MENYUKAIKU! KOOKIE!"
Aku langsung menengok dengan wajah memerah. Pria ini gila?! Aku melihat dia tersenyum dan menarik nafas dalam sekali lagi...
"AKU! MENYUKAIMU JEON JUNGKOOKIE! JANGAN CEMBURU LAGI YAA!"
Wajahku merah sempurna. "paboya!" kataku kesal sekaligus malu, karena aku memakai Hoodie dengan ketupung baru almamather sekolah jadi setelah itu aku menutupi kepala dan wajahku dengan ketupung Hoodie itu, dan langsung pergi sambil terus menutupi wajah merahku. Kenapa pria gila itu malah berkata seperti itu?! apa dia tak sadar seluruh sekolah mendengarkannya?! Aku menuju Toilet dan memasuki salah satu bilik, dan terduduk disana. Aku masih menutupi wajahku yang memerah.
Haaah! Rasanya aku ingin mati saja saat itu. Tapi ini bukan perasaan malu karena dipermalukan dimuka umum, tapi perasaan yang lain... sedari tadi jantungku berdetak cepat melebihi detik waktu. Entah apa ini, tapi keseluruhan perasaanku adalah senang. Sangat senang. Nafasku mulai sesak, tapi aku tetap tak bisa mengontrol detak jantung ini. Seperti baru saja ditembak panah oleh Dewa Cupit yang tak lain dewa cinta. "pabo... aku juga menyukaimu Kim Taehyung pabo!" aku semakin memanas mengingat kata-katanya tadi, dan menutupi diriku sendiri dengan ketupung Hoodie itu.
Tapi masih ada yang menganjal pada pikiranku. Senyuman... Senyuman Hoseok tadi terasa aneh bagiku. Sesaat setelah berbalik pergi, aku rasakan suatu senyuman menusuk indra kewaspadaan serta ketakutanku. Lalu aku lihat sekilas senyuman Hoseok yang berbeda dengan sebelumnya. Itu terus-menerus kufikirkan. Jika mengingatnya aku mulai merasakan dingin dan merinding disekujur tubuh... sebenarnya siapa kau... Jung Hoseok?
.
.
.
TBC/END?
