to PinkBlue Moonlight :Unn... Azula? Maav, tebakan anda salah. Si Azula itu dari pada jadi miko, mungkin lebih tertarik kalo jadi tukang malakin setan :D Itulah sifat asli dia.... :D


Para Pengendali Api

Bagian III

Prajurit dan Baron

"AH! Terima kasih Nona! Apakah kau juga pengendali api?!" Zuko dengan bersemangat menghampiri gadis miko itu dengan mata berbinar-binar.

"Bukan! Dia pasti keturunan Uchiha!" Sasuke hanya diam di tempatnya menatap gadis itu. Dari fisiknya yang berambut dan bermata hitam plus kemampuannya mengeluarkan jurus api, Sasuke sangat yakin, selain dia dan kakaknya, masih ada seorang lagi Uchiha yang tersisa. Gadis itu menatap kedua pria aneh di hadapannya dan tersenyum sambil menghampiri sosok berjubah itu.

"Bukan! Aku tidak ada hubungannya dengan keluarga Uchiha, satu-satunya keluargaku adalah kakekku yang tinggal di kuil ini. Namaku Hino Rei. Terima kasih kalian sudah membantuku menangkap orang ini.." Rei menyingkapkan kerudung yang menutupi wajah tawanannya dan agak terkejut. Seorang laki-laki dengan rambut hitam kebiruan dengan kuncir kuda kecil, kedua telinganya memakai anting. Matanya berwarna biru terang dan wajahnya yang pucat tidak hanya tampan, tetapi luar biasa sekejap membuat Rei tertegun menahan nafas.

"Eh... ehem... ah.. akhirnya tertangkap juga.. Terima kasih kalian sudah membantu menangkap orang ini, dia dicurigai sebagai pencuri ayam yang belakangan ini meresahkan warga desa!"

"Enak saja! Siapa yang mencuri ayam?? Aku tidak pernah mencuri! Berani sekali kau menuduhku melakukan hal serendah itu!", laki-laki berambut kuncir kuda itu menyalak marah tidak terima sambil menunjukkan taringnya pada Rei. Sedangkan Zuko dan Sasuke hanya menatap kuil itu seolah-olah menilai segi artistiknya, sama sekali tidak menghiraukan dua orang yang adu mulut di depan mereka. Semakin mereka berdebat, Rei semakin merasakan aura jahat di dekatnya. Dia mengalihkan pandangannya pada dua pasangan aneh di dekatnya yang kelihatan berkeringat dingin mengomentari gapura kuil, kenapa harus berwarna merah.

"Dia yang menangkapnya!!" akhirnya Sasuke dengan ketakutan menuding Zuko. Zuko tidak terima dan menudingnya balik.

"AH! Enak saja! Kau yang memperdaya ayam-ayam itu dengan mata anehmu!"

"Tapi kau yang dengan tega memanggang mereka!"

"Kau yang makan paling banyak!"

"DIAAAAAAAAAAAAAAAAM!!", Sasuke dan Zuko berhenti berdebat karena terkejut dengan teriakan Rei, mereka menatap Rei dan langsung terpekik saling berpelukan dengan merinding sweatdrop menatap Rei yang kelihatan seperti Megaloman (??).

" Ma.... Maaaf... kami pikir itu ayam liar..." tangis Sasuke memelas.

"APANYA YANG LIAR KALAU MEREKA BEREDAR DI HALAMAN RUMAH HAH??" sembur Rei semakin membuat dua orang itu mengkerut.

"Kalian harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian pada orang-orang desa! Jangan berpikir untuk kabur dari sini atau aku akan menyegel kalian seperti orang itu!"

"B... Baik..." Sasuke dan Zuko masih berpelukan menatap Rei dengan ketakutan. Mereka memandangnya yang sekarang berdiri dengan kedua tangan di pinggangnya siap menginterogasi tahanan pertamanya.

"Lalu kau! Siapa kau? Kenapa menyerang mereka?", laki-laki itu dengan angkuh menatap Rei sedikit dan membuang mukanya, benar-benar tidak terima diperlakukan seperti ini. Dia yang seorang bangsawan ini... Tetapi akhirnya dia menghela nafas...

"Namaku Radu Barvon, kebetulan saja aku melewati tempat ini. Aku menyerang mereka karena, aku sedang lapar. Sudah hampir dua minggu aku tidak makan", ekspresi Rei tidak berubah tetapi Sasuke dan Zuko tetap berpelukan dengan merinding. Lapar katanya?

"La..lalu.. kenapa kau menyerangku?!", Zuko menelan ludah melirik Radu agak ketakutan.

"Hah! Pasti karena kau kelihatan lebih lemah!", Sasuke dengan bangga menyunggingkan senyumannya.

"Bukan! Tapi karena baumu seperti reptil!" Radu menatap Sasuke dengan pandangan merendahkan, membuat Sasuke sakit hati, "kau ini keturunan ular atau bagaimana? Baumu itu sama sekali tidak membuatku berselera!"

"Sialan kubunuh kaaaau!!!!! Katon no jutsu!!! PUAAH!!!!"

Sekali lagi, Radu hanya duduk diam. Bibirnya menyunggingkan senyuman tipis membiarkan bola api menyelimutinya, perlahan bola api itu menyusut dan hilang sama sekali.

"Sepertinya kau masih belum paham juga. Aku menguasai elemen api, sama seperti kalian. Bangsa kami menyebut diri kami Methuselah, sedangkan kalian manusia biasanya menyebut kami dengan vampir. Karena itulah aku tidak akan mempan dengan mainan-mainan kecilmu itu, juga kenapa aku mengincar temanmu itu dan kenapa Nona ini bisa menangkapku".

Sasuke dan Zuko, merinding.


Pengenalan tokoh:

- Hino Rei of Sailor Moon : Sailor Mars kerjaan sampingannya adalah miko di kuil kakeknya. Senjatanya adalah kertas mantra dan api. Misinya adalah memusnahkan setan dan iblis, tambahan dia juga salah seorang prajurit pelindungnya Sailor Moon.

- Radu Barvon of Trinity Blood : seorang bangsawan, Baron of Luxor. Menghianati negaranya dengan bergabung dengan organisasi kriminal Rosenkreuz Orden. Misinya adalah lari dari Orden, gosipnya karena hutangnya pada Orden yang bertumpuk atau karena sering dikerjai oleh Dietrich .. entah mana yang bener.... namanya juga gosip.