Warning: Bad English! Typo!
Pesawat yang membawa penumpang dari Seoul menuju Amerika telah lepas landas sejak tiga puluh menit lalu. Entah apa yang direncanakan Tuhan untuk Kibum saat ini. Disengaja atau tidak, Kim Kibum duduk berdampingan dengan Choi Siwon. Suatu kebetulan yang sangat manis.
Awalnya Kibum sempat terkejut, tidak bisa berkata apa-apa saat dirinya dan Siwon duduk bersebelahan. Oh, bahkan hingga saat inipun Kibum masih tidak bisa berkata apa-apa.
Mulutnya seolah terkunci rapat. Sial. Jantungnya tidak berhenti berulah. Berdetak semakin kencang dan kencang. Melirik laki-laki yang duduk di sebelah kirinya melalui sudut mata.
Saat itu juga ia merutuki dirinya yang mencuri pandang. Melalui sudut mata itu Kibum bisa melihat Siwon tengah memperhatikannya. Hal itu membuat jantungnya semakin tak normal. Ia gugup, sangat.
Stopp staring at me! God, I need so much oxygen! Kibum berkata dalam hati.
시범
Siwon diam-diam menatap Kibum. Ada desiran aneh saat melihat wajah dingin Kibum. Gadis cantik itu tidak bereaksi apapun saat berada dekat dengannya? Ini aneh.
Siwon terus menatap Kibum hingga ia melihat Kibum meliriknya dari sudut mata. Siwon tahu itu dan menunggu reaksi apa yang akan ditunjukkan Kibum ketika mendapati dirinya sedang ditatap.
Sial. Kibum tidak menunjukkan reaksi apapun. Apa ketampanannya sudah berkurang? Astaga. Apa yang kau harapkan, Choi Siwon? Kim Kibum sudah memiliki kekasih! Siwon mengerang dalam hati.
Putra sulung Choi Kiho itu kemudian berdeham. Berusaha menarik perhatian Kibum. Double sial. Kibum tetap diam seolah tak peduli. Apa gadis ini marah karena penawarannya ditolak?
"Nona Kim, apa kabar?" Susah payah Siwon mengumpulkan keberanian untuk mengajak Kibum mengobrol dan kenapa kalimat itu yang diucapkan? Bodoh.
"Can't you see? I'm okay," kali ini triple sial. Kibum menjawabnya dengan ketus, tanpa melihat ke arahnya sama sekali.
Ada apa dengan gadis ini? Apa benar-benar marah? Siwon menggedikkan bahu tak peduli.
"Ngomong-ngomong, bisakah kau berbicara dalam bahasa Korea saja? Bahasa Inggrismu lumayan kasar, kurasa," ujar Siwon dan sukses membuat Kibum menoleh ke arahnya.
Siwon mengangkat kedua alisnya. Menunggu jawaban Kibum.
"I can't," jawab Kibum singkat kemudian
"Wae?" Demi Tuhan, percakapan dua bahasa ini harus segera diakhiri.
Kibum menjerit dalan hati. Tidak adakah topik yang lebih keren dari sekedar membahas bahasa? Benar-benar aneh. Siwon bertanya dalam bahasa Korea dan Kibum menjawab dalam bahasa Inggris. Tiba-tiba saja ia menyesal telah mengabaikan bahasa Korea.
"I can't speak Korean. I understand but I don't know how to reply in Korean. If You're tryin' to talk to me, speak in english then. I'm sure, you can," Siwon mengangguk kecil.
"Okay. Anyway, is your vacation finished?"
"Yes, it is."
Kibum menatap Siwon cukup lama. "I have an invitation to attend in a party. I'm not following you," Kibum berdeham mendengar ucapan Siwon yang seolah bisa membaca pikirannya. Wajahnya memerah.
Siwon tertegun melihat wajah itu memerah. Terlihat sangat manis. "Where do you live?" Tanya Siwon.
"Los Angeles,"
"Oh, really? I'm going to New York,"
"Me, too. I'm going there,"
Obrolan antara Kibum dan Siwon mengalir begitu saja. Terkadang Siwon melontarkan lelucon yang berhasil membuat Kibum tertawa. Hingga Kibum tahu bahwa pesta yang Siwon maksudkan sama dengan pesta yang akan dihadirinya. Sebuah pesta perayaan hari jadi perusahaan milik keluarga Kibum yang memang akan digelar di perusahaan pusat di New York.
Haruskan ia menyebut kebetulan kali ini merupakan sebuah kebetulan manis? Kibum rasa tidak. Kebohongannya tentang bekerja untuk salah satu majalah di US akan terbongkar. Siwon pasti mengenal ayahnya, kan?
Oh Tuhan, haruskah ia langsung ke Los Angeles saja dan tidak menghadiri pesta tersebut? Lalu seluruh kaset permainan beserta segala alat-alatnya akan musnah, dijodohkan, dan yang paling parah adalah dicoret dari daftar keluarga Kim. Membiarkan Saehee berkuasa sendirian? Tidak. Kibum tidak akan membiarkan Saehee menguasai harta ayahnya sendirian.
원범
Siwon dan Kibum berjalan beriringan keluar dari bandara. Kibum menatap sekeliling. Tidak ada yang menjemput. Orang tua Kim itu menyebalkan sekali. Setelah membuat liburannya terpotong, kini malah tidak menyambutnya.
Siwon tersenyum samar melihat Kibum memasang wajah kesal. Kakinya menghentak lantai. Siwon yakin Kibum tengah mengumpat seseorang dalam hatinya. Sekali lagi ia merasa asing pada dirinya sendiri.
Kibum mengambil sebuah ponsel yang berdering dari dalam tasnya. Siwon baru sadar, semua yang dikenakan Kibum, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki adalah barang-barang branded. Barang-barang yang hanya orang-orang kelas atas yang dapat memakainya. Orang kaya, pikirnya.
"Stop laughing, Kyuhyun! That old-man didn't taking care of me," Siwon mengalihkan pandangannya ke arah lain saat Kibum menyebut nama Kyuhyun. Yang ia tahu Kyuhyun adalah kekasih Kibum.
Dengan berat Siwon menghembuskan napas. Seolah ia disadarkan pada fakta yang beberapa saat lalu dilupakannya. Kim Kibum sudah memiliki kekasih.
"Stop it or I'll make your lovely sweetheart, your lovely girl leaves you!" Siwon mengernyitkan dahi mendengar ucapan Kibum yang ini.
"I know, she always gets jealous to me. How if I tell her I'm your girlfriend, as you did lately,"
Entah kenapa Siwon merasa ingin sekali mengetahui apa yang Kibum dan Kyuhyun bicarakan. Kibum seperti sedang mengancam Kyuhyun dan mereka memang tidak dalam sebuah hubungan cinta.
"I'll miss you, too. See you next month"
Kibum menyudahi percakapannya dengan Kyuhyun. Ia mengadu pada satu-satunya laki yang dekat dengan dirinya itu tentang ayah yang tidak memerintahkan siapapun untuk menjemputnya. Kyuhyun malah tertawa.
Kibum mengangkat kedua alisnya saat menyadari bahwa Siwon masih berdiri di sampingnya. Siwon yang merasa diperhatikanpun menoleh. "What?" Tanyanya ketus.
Kibum mendengus. "Why you still here?" Balik bertanya dan kalah ketus. Oh, untuk urusan ketus tentu saja Kibum akan menjadi juaranya. Jika ia tidak ketus selama ini, ia tidak akan berlibur sendirian. Pasti akan bersama kekasihnya karena secara tidak langsung, sifat ketus dan dinginnya Kibum membuat banyak laki-laki menelan ludah hanya untuk sekadar dekat dengannya. Meski begitu, tidak sedikit laki-laki yang berani mendekatinya dan harus berakhir mengenaskan. Kibum tidak pernah melihat mereka. Gadis itu bahkan tidak pernah tahu bahwa ada seorang laki-laki bernama Max yang pernah mendekatinya.
"You need a ride, right?" Pertanyaan dijawab pertanyaan. Demi Tuhan, itu sangat menjengkelkan.
"No,"
"Keep stand in there. I'll take my car,"
Kibum hanya mematung melihat punggung Siwon yang berjalan menjauh. Tangannya bergerak menekan debaran pada dadanya. Ini benar-benar tidak sehat. Berada dalam pesawat yang sama bahkan duduk bersebelahan, lalu sekarang akan berada dalam mobil yang sama. Tidak sehat. Benar-benar tidak sehat. Kibum ingin sekali pingsan di tempat rasanya.
시범
Kibum mematut dirinya di depan cermin. Terlihat seringaian bangga kala melihat wajahnya terlihat semakin cantik. Kibum memang tidak terlalu suka pesta tapi ia tidak akan mempermalukan dirinya di hadapan semua orang. Sebagai putri sulung keluarga Kim, ia harus menunjukkan betapa pantasnya seorang Kim Kibum menyandang status sebagai putri dari pasangan chaebol yang bahkan terlihat sempurna sejak mereka memutuskan untuk bersama.
Ketampanan dan kecantikan orang tuanya seolah melebur menjadi satu dalam wajah dingin namun anggun miliknya. "You're not allowed to be pretty, Kim Kibum!"
Kibum menyeringai bangga lalu bergegas keluar menuju ballroom, tempat terlaksananya pesta. Untuk pertama kalinya seorang Kim Kibum menampakkan diri di hadapan relasi bisnis sang ayah.
원범
Riuh-rendah menenuhi ruangan besar salah satu hotel berbintang lima di New York tersebut. Para pengusaha dan beberapa pejabat tampak hadir. Saling mengobrol satu sama lain, memamerkan kekayaan dan kedigdayaan masing-masing.
Siwon tampak mengobrol dengan salah satu tamu undangan yang juga dikenalnya. Max Changmin. Sama dengan Kibum, Changmin juga lahir di Seoul dan besar di US ini. Pengusaha muda yang baru saja lulus kuliah magisternya.
Ruangan itu mendadak sepi ketika sang tuan rumah naik ke atas panggung bersama dua orang gadis cantik di samping kiri dan kanannya. Para tamu yang hadir terpana. Mereka seperti dihipnotis oleh kecantikan dua orang gadis yang memiliki wajah seperti bidadari tersebut.
Tidak terkecuali Siwon dan Changmin. Mereka membulatkan matanya lebar-lebar. Terkejut melihat seorang gadis yang mereka kenal berdiri di atas panggung.
Gadis yang berdiri di sebelah kanan Kim Young Woon -pemilik pesta- memakai long-dress hitam tanpa lengan yang sangat kontras dengan kulit seputih saljunya. Rambut hitamnya disampirkan ke samping depan bagian kanan. Semua yang melihatnya setuju bahwa gadis itu tidak menempelkan riasan yang terlalu berlebihan pada wajahnya.
Sangat cantik. Sayangnya, kecantikan itu tidak dihiasi dengan senyuman. Sebagai rekan bisnis yang mengenal Kim Young Woon, para tamu undangan tersebut bertanya-tanya tentang gadis itu. Siapa dia?
Berbanding terbalik dengan gadis yang berdiri di samping kiri Young Woon. Gadis cantik -meski tidak lebih cantik dari gadis yang berdiri di sebelah kanan- yang mengenakan mini-dress berwarna biru langit, bertambah cantik karena senyumnya yang terus mengembang.
Kedua gadis tersebut mengundang decak kagum dari para tamu laki-laki dan tatapan iri dari para tamu perempuan.
"Good evening, ladies and gentleman. Thank you for come in here. The party which I hold to celebrate our company's anniversary and also I'll introduce my daughters,"
Bisikan-bisikan dari para tamu kembali terdengar. Mereka sudah tidak asing dengan gadis yang mengenakan baju biru karena memang gadis itu sering terlihat bersama sang ayah. Gadis yang satunya yang menarik perhatian karena gadis itu tidak pernah sekalipun tertangkap media atau siapapun bersama dengan Kim Young Woon.
"The oldest one, Kim Kibum and the youngest, Kim Saehee,"
Siwon berdiri seperti orang bodoh. Terkejut dengan fakta yang dikatakan Young Woon bahwa Kibum adalah calon penerus keluarga Kim. Kibum baru akan secara resmi menyandang gelar Sarjana Kedokteran bulan depan, menggantikan Young Woon setelah gadis itu menyelesaikan kuliah magisternya sesegera mungkin. Bukankah Kibum bekerja untuk salah satu majalah di US? Tidak mungkin seorang Kim Young Woon membiarkan anaknya bekerja pada perusahaan lain. Kibum berbohong. Gumamnya dalam hati.
Lagi, Siwon merasa asing dengan dirinya sendiri. Ia merasa kecewa pada Kibum yang menurutnya pasti telah berbohong soal pekerjaannya. Kenapa ia harus kecewa? Mereka bahkan tidak berteman.
"Kim Young Woon benar-benar beruntung. Mendapatkan istri secantik Park Jung Soo, kemudian dikaruniai dua orang anak secantik mereka," Siwon tersadar dari lamunannya. Tersenyum simpul pada Changmin.
"Aku pernah mendekati Kim Kibum. Dia menolakku mentah-mentah tanpa pernah bertanya namaku,"
Pengakuan Changmin berhasil membuat Siwon terkejut. Sepengetahuan Siwon, Changmin adalah pengusaha muda yang sangat cerdas. Bagaimana Kibum menolak laki-laki seperti Changmin?
"Aku tidak tahu kalau dia adalah putri sulung Kim Young Woon," Changmin kembali berujar. Laki-laki itu memang tumbuh dan besar di US tapi kemampuan bahasa Koreanya tidaklah buruk.
Siwon mengernyit. Entah kenapa ia merasa ada nada kemarahan terselip dari nada bicara Changmin.
Obrolan mereka harus terhenti karena Kim Young Woon dan kedua putrinya sudah berdiri di hadapan mereka.
"Dua pemuda sukses bersedia hadir ke pestaku. Terima kasih," ucap Young Woon dibalas anggukan sopan oleh Siwon dan Changmin.
"Anda terlalu berlebihan, Tuan Kim. Kami justru bersyukur anda telah mengundang kami," balas Siwon dengan sopan diamini oleh Changmin.
Young Woon tertawa. "Aku harus menemui rekan yang lain. Boleh aku menitipkan putriku yang satu ini? Aku rasa umur kalian tidak terlalu jauh jadi Kibum pasti akan nyaman. Dia terlalu berisik untuk aku ajak berkeliling,"
Siwon dan Changmin sontak menoleh ke arah Kibum. Gadis itu tidak memilik reaksi apapun. Keduanya terlihat ragu atas ucapan Young Woon. Berisik bagaimana? Gadis itu bahkan tidak memiliki ekspresi.
"Kalian tidak keberatan, kan?"
"Tentu saja tidak, Tuan Kim. Aku rasa, kami bisa berteman,"
Kibum yang sedari tadi diam mengangkat kedua alisnya. Berteman dengan seorang Choi Siwon? Oh, bahkan Kibum ingin lebih dari itu.
"Terima kasih. Ayo," Young Woon menarik tangan Saehee.
Kibum, Siwon dan Changmin kemudian terjebak dalam suasana canggung.
Kibum sibuk menenangkan jantungnya yang kembali berulah. Dalam hati merutuki Young Woon yang membiarkan ia berdiri di samping Siwon. Ia memang tidak suka untuk diajak berkenalan dengan seluruh rekan kerja ayahnya. Seharusnya Kim Young Woon membiarkan ia kembali ke kamar saja. Kenapa membiarkan ia terjebak bersama seorang laki-laki yang membuat hatinya bergetak sejak pertama kali melihatnya sedang merenung, memasang wajah sedih di sebuah taman? Kim Young Woon menyebalkan.
Tidak jauh berbeda dengan Kibum, Siwon juga berusaha menormalkan detak jantungnya. Ia akui, ia sangat senang berada di dekat Kibum. Akan tetapi, tiba-tiba saja Siwon teringat dengan pekerjaan Kibum. Ia harus menanyakan ini.
Lain Siwon lain pula Changmin. Entah apa yang ada dalam pikiran laki-laki itu. Jika melihat matanya, ada kilatan mengerikan terpancar dari sana. Mungkin sesuatu yang mengerikan juga tengah bersarang dalam otak jeniusnya.
시범
Changmin pergi setelah mendapat panggilan dari seseorang. Setelah kepergian Changmin, di sinilah Kibum dan Siwon berada. Di sebuah taman yang terletak di bagian belakang hotel. Taman yang menjadi salah satu nilai jual hotel milik keluarga Kim tersebut.
Keduanya duduk dalam canggung.
"Mind to be my friend?" Kibum memecah keheningan yang tercipta cukup lama tadi. Kibum benar-benar sudah gila.
"Pardon me?" Siwon tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Kim Kibum mengajaknya berteman. Dari sedikit cerita yang ia dengar dari Changmin, rasanya sangat tidak mungkin seorang Kim Kibum mengatakan itu.
Kibum menghembuskan napasnya dengan kasar. Ini sangat memalukan. "Mind to by my friend?" Kibum melanjutkan, "I just having Kyuhyun as my friend. He is my cousin, to be honest. I think, make a friendship with you isn't bad. What is your opinion?"
Siwon terperangah. Kyuhyun, sepupu Kibum? Lalu kenapa Jiwon dan Kyuhyun berkata kalau Kibum dan Kyuhyun adalah sepasang keksasih?
Siwon menaikkan alisnya sebelah, berpikir. Sepertinya ia harus menerima tawaran Kibum kali ini. Berteman tidak buruk, persis seperti kata Kibum. Lagipula ia bisa mencari jawaban atas keanehan yang menimpa dirinya, menemukan arti dari desiran aneh yang dirasanya ketika berdekatan dengan Kibum.
"With one condition,"
"What is that?"
"Don't tell me a lie,"
Kibum terpaku di tempatnya. Berbohong? Ya Tuhan, apakah kebohongan yang ia utarakan waktu pertama kali bertemu Siwon, termasuk ke dalam kebohongan? Apakah Siwon akan mentolerirnya?
Siwon mengangkat sebelah alisnya. Kibum terdiam. "Is it too much? I thought it is just a simple thing. We caouldn't tell a lie each other as a friend, right?"
Kibum memaksakan senyumnya. "Well, friend?" gadis itu menjulurkan tangannya. Siwon menyambutnya dengan senyum tulus. Lagi, desiran aneh itu kembali dirasakan oleh keduanya. "Friend,"
Malam ini, disaksikan bulan dan bintang yang bersinar di langit New York, Choi Siwon dan Kim Kibum memulai hubungan pertemanan. Tentang pekerjaan Kibum yang ingin ia tanyakan, ia rasa sekarang bukan waktu yang tepat. Lagipula, hal itu tidak terlalu penting.
The End
Terima kasih yang udah review. Terima kasih yang udah ngsih semangat. Dan maaf, aku gak bisa publish ASAP tiap chapter-nya. Mohon dimaklumi ya^^
Mind to review again?
