Dreams Come True
Naruto by Masashi Kishimoto
DCT (Dreams Come True) by Yunna to Yaya
Rated: T
Happy reading…
.
.
Chapter 3
"Hei, kamu siapa?" Terdengar suara seorang laki-laki.
Hinata pun membuka matanya, ia terbangun dari tidurnya. "Ngh… A-aku… ada dimana?" Hinata bertanya pada si sumber suara.
"Oh… Kau ada di Blossom Island. Katakan padaku, bagaimana kau bisa ada disini?" pemuda itu bertanya lagi.
"A-aku… Eh! K-kau, kan…" Hinata terkejut. Matanya terbelalak. Peluhnya bercucuran. Pipinya memerah karena malu.
.
.
'Aku... Tak akan pernah percaya orang sepertinya,' batin Sasori. Ia pun membopong tubuh Nek Chiyo ke dalam gubuk kecilnya.
Sakura termenung, lalu melihat ke arah sekeliling. Ia mendengar suara derapan kaki kuda. "Heh? Ada kuda disini? Sebaiknya, aku ikuti saja. Mungkin nanti aku akan bertemu sebuah desa," tekad Sakura. Ia pun mengikuti suara derapan kaki kuda yang semakin lama semakin jauh.
DRAP… DRAP…
Suara derapan kaki kuda itu pun berhenti. Sakura ikut terhenti. Takut ketahuan dan diserang oleh kuda yang mungkin saja... sebuah kuda liar.
"Hn, siapa tadi?" tanya seorang yang naik dipunggung kuda tersebut.
Sakura berkeringat dingin. Gugup. Ia menyembunyikan dirinya dibalik pohon oak besar didekat kuda yang ditunggangi seseorang tersebut.
"Ah, pasti hanya suara daun." Ia pun melenggang pergi dengan kuda putihnya.
"Hu…uft! Untung saja..." ujar Sakura lega.
.
.
"Akh! K-Kau siapa?" tanya Hinata kembali.
"Hei, aku Naru! Kau siapa?" tanya seorang pemuda berambut pirang itu kembali. "Atau jangan-jangan..."
"A-apa?" tanya Hinata heran.
"Kau... Sadako, ya? Huweee…!" pemuda bernama Naru itu pun menangis-nangis gaje lalu ingin bergegas kabur.
"He? I-ini N-Naruto, k-kan?" tanya Hinata seraya memiringkan kepala.
"Naru! Just 'Naru'! Memangnya kau siapa, sih?" tanya Naru lagi.
"A-Aku H-Hinata. K-Kau ti-tidak kenal aku, Naru-kun?" tanya Hinata dengan nada sedih.
"Memang kita pernah bertemu?" tanya Naru innocent.
"T-tentu! K-kita itu satu kelas, s-satu sekolah, satu blok dan s-satu tim, tahu!" ujar Hinata kesal bercampur sedih. "I-ini dimana, sih, se-sebenarnya. La-lalu, kau bilang tadi... B-Blossom Island?" tanya Hinata heran.
"Iya. Memang kau tidak ta-"
"Ka-kau tahu dimana… Konohagakure?" Hinata memotong ucapan Naru.
Naru yang kesal ucapannya dipotong pun menggembungkan pipinya."Hina-chan jangan menyerobot begitu, dong!"
"Wah, hehehe... Maaf... G-gomen..." ujar Hinata seraya membentuk huruf V ditangannya. Naru hanya nyengir kuda seperti orang gila *digaplok*.
"Mau ke rumahku, tidak? Hari mulai gelap," ujar Naru seraya menengadahkan kepalanya ke arah matahari tenggelam yang terlihat indah diatas bukit.
Hinata berpikir sejenak.
'Kalau aku ikut dia, sisi positifnya... Ya, dapet makan gratis, istirahat gratis. Lagian badanku capek... Tapi...Sisi negatifnya...'
BLUSH.
Hinata memikirkan 'itu' saat ia sampai dirumah Naru nanti. Pipinya memerah, memikirkan hal 'itu'. 'Tidak! Tidak, Hinata! Tidak akan pernah terjadi!' Hinata menepuk pipinya yang membuat Naru heran.
"I-Iya deh... A-arigato…" jawab Hinata seraya mengangguk kecil. Naru tersenyum, lalu menggandeng tangan Hinata tanpa sadar yang membuat pipi Hinata kembali memerah. Sinar jingga sang surya yang beranjak turun, menyinari wajah keduanya. Angin kecil bertiup disekitar mereka, membuat rambut indigo Hinata berayun-ayun tenang. Naru melihat ke arah Hinata. Indah...
.
.
Sakura merapatkan tubuhnya disemak-semak. Ia pun langsung beranjak mencari jejak-jejak yang ditinggalkan kuda putih tadi.
"Dimana kuda tadi?" tanya Sakura setengah berbisik. Sakura pun terus berjalan, hutan tampak semakin gelap dan menjingga. Hari telah hampir saja berakhir. Tak terasa, sang surya beranjak turun ke singgasana lainnya di belahan dunia lain, yang tak Sakura ketahui.
"Ah!" teriak Sakura. Ranting kayu kering menyentuh lututnya. Bercak kemerahan pun muncul.
"Aww! Sakit...!" ringis Sakura kesakitan. Ia pun berusaha mencari tanaman obat untuk menutup luka dilututnya. Ia mencari ke sekeliling. Tidak ada. Akhirnya...
"Ah! Itu dia!" teriak Sakura setelah menemukan tanaman obatnya. Saat ia berusaha memetiknya...
"HEI, KAU!" teriak seseorang melarang Sakura. "Jangan coba-coba petik tanaman obatku!"
"A-Ah, Maaf..." ujar Sakura seraya menjauhkan tangannya lalu berbalik. "S-Saso-…"
"Jangan panggil nama kecilku! Kenapa kau mau ambil tanaman obatku, huh?" teriak Sasori seraya mendekati Sakura.
"A-Ano. Lututku lecet, jadi aku mau mencari tanaman obat," jelas Sakura.
"Huh, hanya luka kecil. Berlebihan sekali kau, sampai mau mengambil tanaman obatku!" ejek Sasori.
"Ta-Tapi, kan, kalau lukanya tak ditutup bahaya!" sanggah Sakura. Sasori tiba-tiba menarik tangan Sakura, lalu mengajaknya pergi ke gubuknya.
"H-Hei! Kenapa kau-…"
"Tenang saja!" teriak Sasori. Mereka pun pergi menuju gubuk.
"Kenapa kau tarik tanganku? Sakit!" teriak Sakura saat mereka sampai digubuk.
"Aku hanya ingin menyelamatkanmu, bocah pink! Kalau kau malam-malam begini diluar sana, bisa-bisa dimakan singa nanti!" jelas Sasori lalu membuat teh hangat. "Ini!"
"Terima kasih..." ujar Sakura seraya mengambil tehnya. "Ngomong-ngomong, kenapa kau tidak memanggilku PENIPU?"
"Tadi ibuku cerita tentang kau... Memang ada yang salah?"
"Ti-Tidak, sih... Aneh saja..."
"Terus?"
"Nggak!" bantah Sakura lalu meneguk tehnya. Hangat. Hening pun menyelimuti. Suara gesekan kaki jangkrik-jangkrik diluar jendela gubuk menemani keheningan waktu itu.
.
.
"Ini rumahku!" teriak Naru. "Kau boleh sementara tidur disini! Aku buatkan teh, ya?"
"Oh, t-terima kasih. T-tentu."
Hinata pun masuk ke dalam rumah Naru yang sederhana. Rumahnya beraksen minimalis, namun tampak indah dan terawat.
"Hei, Hina-chan!" ujar Naru seraya menyodorkan teh hangat ke Hinata.
"Terima kasih," ujar Hinata. Mereka pun duduk dibalkon kamar Naru lalu bercerita-cerita ringan.
"Hei, jadi bagaimana kau bisa kemari?"
"A-Aku tidak tahu, Naru. Aku tidur... Lalu langsung ke sini."
"Asalmu darimana? Konohaga..."
"Konohagakure! Itu asalku!"
"Nah, itu dia! Tapi... Setahuku tidak ada daerah yang namanya Konohagakure di peta buatan Iruka-sensei."
"Kok tidak ada?"
"Lha memang nggak ada, kok!"
'Aneh... Ini dimana sih sebenarnya?"
"Hei, kau tahu ini tahun berapa?" tanya Hinata.
"Aku tak tahu... Aku jarang mengingat tahun... Tapi kalau ulang tahun rumah makan ramennya paman, sih, aku tahu! Ehehe..."
"Hmm. Dasar!" Hinata tertawa geli.
"Hahahaha!" tawa membahana di balkon. Namun, Hinata lebih banyak diam. Naru yang lebih sering tertawa terbahak-bahak mendengar kisah-kisah Hinata di Konohagakure.
"Ah, Hinata-chan!"
"I-Iya?"
"Aku jadi penasaran, Sakura-chan itu seperti apa? Sepertinya cantik. Seperti namanya."
'Hah?Tidakkk!Dia tidak boleh tahu Sakura-chan! Tidak!'
"Ah, a-aku ju-juga penasaran dengan keadaannya sekarang..."
Mereka pun menghembus nafas berat, lalu menengadahkan kepala, melihat ke arah bintang. Angin semilir meniup tirai jendela rumah Naru yang berwarna orange menyentuh wajah lembut Hinata. Rambut indigonya melayang mengikuti arah angin. Naru sejenak melirik ke arah Hinata dengan ekor matanya.
'Sepertinya... Ini wanita yang dibilang oleh ibu...'
.
.
To Be Continued
Hooreee… Akhirnya keluar dari suasana-tidak-punya-ide! Akhirnya selesai!
Bagaimana? Keep or delete? Sepertinya fic chapter 2 lebih berkembang ceritanya dibanding punya saya. U,U
Chapter 3 Ayyu yang nulis XD dan Nad-Nad yang edit (Nadya : 'Juga yang publish ==')! Lol
Yaudah, bales review dulu! :
Rizuka Hanayuki: Whwhwh… Saya masih pusing, nih, nentuin pairnya... Tapi rencananya, sih, Sasusaku sama NaruHina. (Nadya : TIDAKKK….! AKU TIDAK SETUJU...! DX *lari-lari keliling Monas -?-*). KEEP REVIEW, OK? Xdd
Mugiwara 'Yuuki' UzumakiSakura: (/o\) Maaf Hina sama Saso jadi OOC banget, ya? Idenya keren? Thanksss XDD. Iya, nih, nama daerahnya inspirasi dari Sakura... Uappahhh! *nyipratin ludah. Nadya: "Ih jorok"* Maaf, ya. Aku gak suka SasuHina ==V (Nadya : "Buat Mugiwara 'Yuuki' UzumakiSakura, kita sehati. Aku suka SasuHina :D *dihajar* Kapan-kapan ku buat fic SasuHina, deh. ^^ *dihajar Ayyu karena banyak omong*. Atau nanti pas bagian Nadya yang ketik, nanti diusahain buat scene SasuHina :D *disumpal sama Ayyu*"). Ok, ini udah update, kok. KEEP SPIRIT TO REVIEW xdd (Nadya : "Semangat =='V *pake gaya yang lesu*")
Okeh, kami berdua cuma mau minta :
R
E
V
I
E
W,
Please… ^-^
