hai hai! sekian lama akhirnya Mikasa apdet! hohoho!
hei! kalo updatenya lama, salahkan tugas Mikasa, jangan Mikasa!
em..by the way, Mikasa mau ngasih sedikit pencerahan, dan pencerahan ini juga sebagai balasan review
-sebelumnya Mikasa mau minta maaf, atas kesalahan Mikasa yang sangat-sangat fatal itu, dikarenakan lupa(biasalah pikun#plak!), Mikasa mau ganti itu semua tapi laptop tiba-tiba nge-hang, jadi ngeditnya besok setelah update.
-terimakasih bagi yang bilang fic Mikasa sugoii, ketjeh, dsb, padahal ini hanya sebuah ide gila yang nyempil di otak Mikasa.
pencerahan sudah diketik, wokeh! gak basa basi lagi Mikasa mulai! jejeng!
Title: You? my Onii-chan? Never!
Genre: Family, Drama, a bit Humor(jadi maklumi aja kalo ngga lucu XD)
Rated: T
Author: Kagane Mikasa-san05
Desclaimer: Vocaloid dan perangkatnya bukan punya Mikasa, kecuali Mikasa berani beli semua perusahaannya XD
Warning: Typo, gaje, abal, ngga nyambung XD, bahasa gaul, fic ini bisa menyebabkan anda kejang-kejang, mual, muntah, bahkan sampai masuk angin XD *plak!*
ide ini berasal dari bayang-bayangan yang ada di otak Mikasa XD
kesamaan ide bukanlah kesengajaan, oke?
kalo nggak suka, baca aja nggak papa, tapi jangan flame ya?
.
.
.
.
.
Enjoy and Happy Reading! XD
Rin POV
Setelah sekian lama aku menyendiri di kamar, kemudian ada yang mengetuk pintu, aku tersentak kaget, dan aku membuka pintu kamar, dan tampaklah Len yang sedang memegang sapu.
"tuh, udah gue bersihin, puas lo?". Ucap Len
"maaf...gue tadi emosi". Ucapku pelan
"gak papa lah...". balas Len
Hah...sepertinya aku harus buang jauh-jauh rasa cintaku, harus dan harus! Yoo~ semangat!
SKIP TIME!
Hari pernikahan Lola dan Ren
"dengan ini kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri". Ucap sang pendeta
Aku dan Len reflek menebar-nebar bunga mawar sebagai hiasan, kulihat Lily-nee yang tersenyum bahagia, kakek dan nenek menangis terharu, dan aku melihat beberapan teman kerja ibu. Semua yang ibu kenal ada di gereja ini.
Setelah lama acara pernikahan berlangsung, akhirnya kami pulang ke rumah larut malam, benar-benar hari yang melelahkan, untung saja aku dan Len masuk sekolah besok lusa, jadi aku masih bisa beristirahat 1 hari.
Esok harinya
Dan hari ini aku berada di kamar Len, lumayan berantakan, tapi tak separah yang kemarin. Disini kami ditemani oleh beberapa snack dan kue mochi, kami sedang membicarakan bagaimana kita akan berangkat sekolah, karena ayah dan ibu sekarang sedang pergi keluar kota, ada urusan katanya, dan nggak tahu kapan pulangnya.
"jadi...bagaimana kita akan berangkat ke sekolah? Ayah dan ibu akan pergi ke luar kota". Ucap Len, aku hanya menggeleng-geleng pelan
"gue nggak tau, tapi lu punya sepeda kan?". Tanyaku, sesekali aku mengambil kue mochi yang ada di sampingku dan memakannya
"punya sih, tapi sepedanya Cuma satu, dan ada goncengannya". Ucap Len yang masih mengunyah snack yang ada di mulutnya
Entah kenapa aku jadi terpikirkan suatu ide bodoh, tapi entah Len mau menyetujuinya atau tidak, aku tidak tahu.
"gimana kalo kita goncengan aja?". Ucapku langsung to the point
"ha? Goncengan? Stress lu? Males gue gonceng lu! Lu itu big body!". Maki Len, ini anak...bikin aku marah aja
"dengerin gue dulu bengek! Goncengannya itu gantian!". Ucapku memaki ganti
"ha? Coba lu jelasin aja, gue masih nggak mudeng". Ucap Len, nih anak kuplak(bodoh) banget!
Aku menelan kue mochi yang masih aku kunyah tadi, kemudian menghela nafas panjang.
"jadi gini, kita bakal goncengan, nah...goncengannya tuh gantian, gue yang gonceng lu pas berangkat dan lu gonceng gue pas pulang, ato sebaliknya". Jelasku, Len hanya mengangguk-angguk gak jelas, nih anak sebenernya ngerti apa nggak sih?
"ya udah, lo yang gonceng pas berangkat, gue pulangnya". Len mengiyakan ide bodohku ini
"oke deal!". Ucapku sambil mengulurkan tanganku, dan Len membalas uluran tanganku
Di hari Rin dan Len kembali bersekolah(?)
Normal POV
Hari ini Rin dan Len berangkat menuju sekolah, namun sedikit berbeda, hari ini mereka berangkat menggunakan sepeda, dan mereka itu BERGONCENGAN, dan paling anehnya lagi, Rin yang menggonceng Len. Namun mereka sedikit berisik, karena mereka tertawa-tawa saat itu.
"hahaha...yang bener dong..ah! jangan belok-belok!". ucap Len
"ini udah bener! Tapi gue jarang pake sepeda, jadinya gini!". Ucap Rin
Jalan demi jalan mereka lalui, mereka terus bercanda dan tertawa, sampai ada yang menyapa mereka berdua, tanpa ada yang menyadari kejanggalannya, dan yang menyapa itu sadar saat dia sudah jauh dari mereka.
"hai Rin! Len!". sapa gadis berambut hijau toska yang panjangnya perlu ditanyakan(?) yang diantar oleh ayahnya memakai sepeda motor, Hatsune Miku namanya
"hai Miku!". Ucap mereka serempak
Dan setelah Miku melewati Rin dan Len, Miku langsung tersentak kaget, dan menoleh ke belakang, lalu berpikir berulang-ulang, sampai Miku harus headbang di punggung ayahnya(!?).
'dapuk!? Itu...Rin ama Len goncengan!?'. Batin Miku yang kagetnya bukan main
Bukan hanya Miku, semua orang yang mengenal Rin dan Len langsung headbang di tempat terdekat setelah melihat Rin dan Len bergoncengan, namun...ada satu orang yang tidak terima dan langsung melapor ke Bimbingan Konseling tentang Rin dan Len...siapakah orang itu? Kita lihat nanti!
Yak sekarang kembali ke Rin dan Len, kini mereka telah sampai di sekolah, dan mereka di sambut oleh tatapan yang kurang mengenakkan dari semua murid yang melihat mereka, tak enak hati, Rin langsung berlari menuju kelas, meninggalkan Len yang masih menuntun sepedanya .
Namun kejadian yang ada di halaman sekolah juga terjadi di kelas Rin, di kelas 8-4, semua orang yang ada di sana melihat Rin dengan tatapan yang kurang mengenakkan, Rin berkeringat dingin, Dan menaruh tasnya.
"a-ada apa sih? Kok ngelihatinnya kayak gitu gitu amat!? Gue bukan teroris woi!". Ucap Rin
"eh Rin, lu tadi nggonceng Len ya?". Tanya Tei, mantan pacar Len
"iya, emang kenapa? Dia kakak gue kok". Ucap Rin dengan wajah tak berdosa
Tei hanya mengangguk-angguk pertanda mengerti, tapi sesaat kemudian, semua orang yang ada di kelas memekik tak percaya, dan menggeromboli Rin.
"oh...adik Len...". ucap Tei sambil mengangguk-angguk
.
.
.
.
.
.
.
.
"OMIGOSH! Lu adiknya Len? Demi apa!?"
"lu jangan bercanda! Masa lu adiknya Len! Ngga percaya ah!"
"hah!? Lu adiknya karak!? Yang bener!? Jangan bo'ong lu!"
"adik Len!? Perasaku Len ngga punya adik! Lu bo'ong kali!"
Rin yang mendengar semua ocehan teman-temannya langsung saja menggebrak mejanya, Rin emosi ternyata, susasana mendadak hening, kemudian Rin memecah keheningan dengan berbicara duluan.
"iya, gue adik Len, lebih tepatnya ADIK TIRI". Ucap Rin
"adik tiri?". Ucap CUL tak mengerti
"gue selama 3 hari ini ngga masuk kan? Soalnya ayah Len sama ibu gue nikah, jadi gue dan Len harus ikut". Jelas Rin malas
Miki, CUL, Yukari, dan Tei memandang Rin dengan tatapan masih tidak percaya, Rin langsung memutar kedua bola matanya, dan beranjak dari bangkunya.
"kalo nggak percaya, dateng aja ke rumah Len, di Perumahan Fufuta blok E. Nomer 16, nanti siang". Ucap Rin malas
"e-eh! Tunggu!". Ucap Miki
Rin membalikkan badannya, dan menatap Miki dengan tatapan malas, mata biru-nya yang terkesan tajam itu menatap mata berwarna merah jambu milik Miki.
"apa?". Tanya Rin malas
"mau kemana?". Ucap Miki
"walking walking". Ucap Rin pendek (Mikasa: Cuma sekedar informasi aja, 'walking walking' itu maksudnya jalan jalan XD)
"IKUT!". Ucap Yukari, CUL, dan Miki berbarengan
Yah, jam pertama memang kosong seperti biasa, guru elektro sering absen karena sakit, dan tidak tahu kapan sembuhnya, ini kesempatan bagi mereka untuk menjalankan aktifitas yang disebut 'walking walking'.
Namun, tiba-tiba...
"permisi mau manggil Rin Kagami". Ucap seorang gadis berambut pink sepunggung, Momo Momone namanya
Yang merasa disebut namanya langsung menoleh kepada Momo, dan memberi isyarat kepada temannya agar mau menunggu sebentar, kemudian Rin mendatangi sosok Momo.
"kamu dipanggil ke ruang BK". Ucap Momo datar
"oke, oke". Balas Rin tak kalah datar
Kemudian Rin berjalan menuju ruangan 'Bimbingan Konseling' dan saat pertama kali menginjakkan kakinya di ruangan tersebut, hawa dingin menerpa kulit Rin, oh...ayolah, mana ada siswa dan siswi yang mau pergi ke ruangan keramat itu? Rin mengutuk dirnya sendiri sambil berjalan beberapa langkah lagi sambil berpikir.
'bener-bener ruangan angker! Dingin banget sih!'. Maki Rin, dan Rin melihat AC yang menunjukkan suhu -5 derajat, Rin hanya cengo dan kemudian membatin.
'pantes dingin, -5 derajat suhunya' . Pikir Rin dalam hati
Disitu Rin juga melihat Len yang sedang ditanyai oleh guru BK, dan Len mengarahkan pandangannya kearah Rin, kemudian Len berkata dengan nada yang cukup keras.
"kalau sensei tak percaya! Tanyakan pada Rin!". Ucap Len seperti tak terima
Sensei menatap Rin, Rin langsung tersentak kaget, 'baru dateng kok namaku langsung disebut-sebut'. pikir Rin. Kemudian Rin berjalan mendekat dan mulai mendengarkan percakapan Len dan guru BK itu.
"Rin Kagami? Sensei benar?". Tanya guru BK itu
"lebih tepatnya Rin Kagamine, sensei". Ucap Rin dengan nada datar
"kau tadi bergoncengan dengan Len, dan kau tahu itu melanggar peraturan sekolah nomor 3 kan?, 'dilarang berangkat bersama siswa laki-laki, terkecuali jika bersaudara'". Ucap guru BK itu menceramahi
"aku dan Len saudara sensei, mengertilah". Ucap Rin dengan nada malas
Guru BK itu seperti dianggap remeh oleh Rin, oh ayolah, Rin sedang bad mood hari ini, kenapa ada masalah kayak begini sih? Bikin kesel aja, Rin masih tak terima kalau Len adalah kakaknya, tapi mau bagaimana lagi?
"aku akan panggilkan orang tua kalian". Ucap guru BK itu
"orang tua kami sedang pergi keluar kota, sensei". Ucap Rin dan Len bersamaan
"lagipula siapa sih? Yang menagdukan hal ini tanpa tau masalahnya?". Ucap Rin marah
"Momo Momone, kelas 8-1". Jawab guru BK itu
Rin mengepalkan tangannya, nggak Len-nya nggak pacarnya, sama sama keparat, itulah yang dipikiran Rin, kemudian Rin menatap Len dengan tatapan membunuh, dan membatin.
'pacar sama orangnya sama-sama brengsek'. Batin Rin
Guru BK itu mulai frustasi, dan akhirnya memutuskan untuk menyuruh Rin dan Len kembali ke kelasnya masing-masing, dan saat di perjalanan, Rin dan Len sempat bercakap-cakap sambil bercanda.
"eh gan, bilang sama cewek lu, kalo mau ngadu sama BK selidiki dulu sampe ke akar-akarnya". Ucap Rin malas
"ya..". ucap Len pelan
"kayaknya Momo cemburu deh sama gue, hahaha...". Rin tertawa hambar
"...". Len terdiam tanpa satu kata apapun
"eh gue duluan ya, kalo pulang nanti, dateng ke kelas gue". Ucap Rin, kemudian masuk ke kelasnya
"hem...". jawab Len
Rin yang baru saja kembali ke kelasnya langsung ditanyai oleh CUL, Yukari, dan Miki, tentang Rin dipanggil BK itu, Rin hanya tertawa bangga, dan menceritakan semua yang terjadi di ruang BK.
.
.
.
.
.
bersambung
yoo! Mikasa is back!
hohoho! chapter ini absurd banget XD
KaitoxMiku-nya kalo nggak salah chapter 4 kalo nggak 5, itu Mikasa nggak janji lho ya...
wokeh seperti biasa~
okeh! ditunggu reviewnya yak~!
JANGAN FLAME! kalo ngeflame berarti buta ato ngga bisa baca! soalnya kan udah ada tulisannya dibawah sama atas!
ya sudahlah, Mikasa nggak bakal banyak cingcong lagi
dadah~! sampai jumpa di chapter berikutnya~!
bujalajabu(?)! teleport! #wusshhh *menghilang*
