yeyeahh
Viewers nya bertambahh w)9
Coba ada yang meninggalkan reviews.. *kodeberat* *kemudian ditendang*
Oiya, kemarin aku nonton The Last lhoo *yaudah*
Apakah disini ada NaruLovers? :D
Oke, silakan menikmati cerita ini :3
Warning : OOC (banget), konflik dimana-mana, typo menyebar, alur gaje, PLUS lawakan garing
Disclaimer : Harvest Moon punya Natsume, foto sampulnya pun bukan punya saya :'v
~Di kelas 2.3~
" Woy, Kek! Habis ini pelajaran siapa?" tanya Kai.
" Lo nanya mulu sih! Gak punya jadwal pelajaran apa?"
" Gue terlalu sibuk hanya untuk sekedar ngeliat jadwal.. Mending langsung nanya ke lo,"
" Alesan lo! Sibuk ngapain emang? Lo jomblo kan? Gak kayak maskot kita?" Skye mengeraskan suaranya agar Gray yang dari tadi ngeliatin surat dari Claire tersindir (Ternyata suratnya masih diliatin sodara-sodara!).
BUAGH!
Tiba-tiba novel ratusan halaman terbang ke kepala Skye.
GUE MASIH JOMBLO NYET!
Tulisan itu tertera di secarik kertas yang terselip di dalam novel tadi.
" Duh, telinganya peka amat yak," kata Skye sambil memegangi bagian kepalanya yang sakit.
" Tau tuh, sensian banget sekarang. PMS kali," Kai (lagi-lagi) menggoda.
SRAK!
Tiba-tiba segumpal kertas Gray lemparkan kepada Kai.
LO KALI YANG PMS!
Tulisan itu tertera pada kertas tadi.
" Woy, Gray! Lo gak adil ya! Gue dilemparin novel masa dia dilempar kertas doang?! Aturan kan dia yang lebih apes!" tiba-tiba cinta datang kepadaku. Ehh. Tiba-tiba Skye marah karena hal yang nggak penting.
" Ya kali aja Gray lebih sayang ama gue~"
" Lo pilih kasih, Gray!"
" BERISIK!" kali ini Gray lempar meja.
"UWAAAAAA!"
Mereka berdua tak sempat kabur. Serangan yang tak terhindarkan lagi. Rest in Peace, Kai si Botak dan Skye si Kakek :'). Tiba-tiba, tangan Kai melambai-lambai ke kamera/?.
" Ampuuuuuuun,"
Tuuuuuuuuuuuuuuuuut.
~Sinyal ilang~ /?
Setelah beberapa menit, keadaan kembali seperti semula.
" Woi, Skye! Lo belum jawab pertanyaan gue! Habis ini pelajarannya siapa?"
" Oh iya! Gue lupaa! Habis ini pelajarannya..,"
BRUAK! Pintu terbanting.
" Ayo anak-anak! Rapatkan barisan!" bentak orang yang membanting pintu tadi.
" Mr. Saibara!"
" Wah-wah! Anak zaman sekarang pada gak patuh, ya. Kenapa belum pake baju olahraga?!"
" Ano …, kan masih istirahat," Kai ngeles.
" Alesan kamu! *jitak Kai*Pake baju olahraga 10 menit sebelum bel masuk! Saya akan datang 5 menit sebelum bel! Saya sudah bilang, kan?!"
" Sudah, pak!" jawab seluruh kelas.
" Siapa KM-nya?!"
" Mampus," batin Gray.
" Sa-saya, pak," kata Gray sambil mengacungkan jari.
" Oh …, jadi kamu. Push-Up 20x!"
" Lah, salah saya apaa?!"
" Sebagai KM, kamu yang bertanggung jawab atas kesalahan anggota kelas kamu. Cepat push-up!" Mr. Saibara masih membentak.
" Ck," Gray hanya bisa mengutuk dalam hati. Tapi karena Gray sedang 'dimabuk asmara' (Eaaa bahasanya :v), Gray bukannya push-up, malah sit-up. Setelah sudah 20x, Gray kembali berdiri.
" Sudah, pak," ucap Gray dingin.
" Ulangi 20x!"
" Kenapa lagi, sih?!" Gray yang mulai jengkel hanya bisa pasrah saja disuruh kakek ini. Akhirnya Gray bersiap-siap lagi untuk sit-up.
" Pst. Gray! Push-Up! Bukan Sit-Up!" bisik Skye.
" Oiya," batin Gray. Akhirnya dia beneran push-up.
" Sudah, pak,"
" Sekarang kamu tau dimana kesalahan kamu?!"
" Tau, pak,"
" Apa?"
" Saya seharusnya Push-up. Bukan Sit-up,"
" Lalu mengapa bisa salah?"
" Saya tidak fokus, pak,"
" Nah, ini nih. Anak jaman sekarang. Guru nerangin gak diperhatiin," Mr. Saibara bersiap untuk khotbah.
" Huft ..," seluruh warga kelas hanya bisa membuang nafas berat.
Sang penyelamat datang. Bel masuk kelas berbunyi.
" Yak. Oke, anak-anak. Cepat ganti baju! Saya beri 3 menit!"
" HAH?" warga kelas langsung heboh.
" Hah hoh hah hoh! (?) Anak jaman sekarang ngeluh melulu ya! Cepetan! Waktu terus berjalan! Saya tunggu di lapangan!"
Akhirnya satu kelas itu langsung ganti baju tanpa mengobrol. Yang perempuan harus lebih cepat karena harus ganti baju di toilet. 3 menit lebih dikit, semua anak langsung berbaris di lapangan.
" Bagus. Sudah mengerjakan PR dari saya?" tanya Mr. Saibara to the point.
" Sudah, pak!" jawab seluruh warga kelas dengan kompak, kecuali satu orang yang tiba-tiba gelagapan.
" Skye! Ada PR apa emang?" bisik pemuda berbandana ungu itu kepada pria berambut silver.
Skye kaget dengan pertanyaan orang itu. " Makalah OR. Jangan bilang kalo lo lupa bawa!" jawab Skye di tengah kesempatan yang ada.
Kai memasang wajah 'oh-iya-gue-lupa'. " GUE BUKAN LUPA BAWA! GUE LUPA BUAT!" bisik Kai geregetan. Yah, tau sendiri lah, gimana rasanya lupa ngerjain PR di pelajaran guru killer DX .
" Sori Kai. Kali ini gue gak bisa bantu lo..," Skye memegang pundak Kai. " Gue seneng bisa kenal lo. Matilah dengan tenang, Kai," kata Skye. Kai pengen banget nampol tuh muka. Yah, pengennya sih gitu. Tapi apa daya. Kini Kai hanya bisa galau gundah gelisah :'3
" ASDFGHJKL!" gumam Kai. (Author : Wih, kamu ngapalin keyboard Qwerty dari mana? Hp kamu kan, bukan Qwerty? *kemudian digigit Kai*)
Tiba-tiba Mr. Saibara berteriak. " TUNGGU!". Semua menahan nafas.
" Saya mencium bau orang yang belum mengerjakan PR!" lanjut Mr. Saibara. Kini beliau mengelilingi barisan demi barisan. Suasana benar-benar hening.
" Pelakunya kamu, kan?!" kata Mr. Saibara dengan kerennya menunjuk seseorang layaknya Shinichi Kudo (Author : Gile, gaul juga nih kakek /?).
" Huh~" Kai menghembuskan nafas lega. Kini yang ditunjuk Mr. Saibara gelagapan.
Skye cengo. " Kok saya sih, pak?! Masa' saya (yang ganteng ini) gak mengerjakan tugas dari bapak?! Cari mati itu namanya, pak!" Skye berusaha meyakinkan Mr. Saibara. " Nih, saya bawa makalahnya, pak! Tuh, lihat namanyaaa. Prof. Ir. Dr. H. Phantom Skye , . Saya nggak bohong bapaaaak! Percayalah~," mata Skye bersimbah darah.
" Oh, iya. Maaf, salah tunjuk saya," kata Mr. Saibara. Warga kelas hanya bisa ber-sweat drop ria. " Pelakunya kamu, kan?!" kini Mr. Saibara menunjuk pada kriminal sesungguhnya. Kai menelan ludah. Karena Kai berjiwa lelaki sejati, ia akhirnya jujur saja. (Author : Bilang aja nggak bisa bohong :'v).
" Iya pak, maafkan kecerobohan saya. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Kai sambil membungkukan badannya. Tanpa disangka seluruh dunia, Mr. Saibara bertepuk tangan!
" Hebat …, Hebat! Jarang sekali saya mendapat murid yang tidak pandai berbohong!" katanya.
" Jadi …, saya nggak dihukum kan, pak? :D" tanya Kai dengan wajah innocent-nya.
" Tentu saja dihukum! Enak aja nggak dihukum!" jawab Mr. Saibara disambut muka Kai yang lesu.
" Yahh~ Oke deh, pak. Apa hukuman saya? Saya memang pantas mendapat hukuman, dan akan mengerjakan hukuman tersebut dengan ikhlas :')," kata Kai sok tegar.
" Buat 2 makalah tentang Memancing dan Berkuda! Besok kumpulkan!"
" HAH?!" Kai hanya melongo ria dan Mr. Saibara sama sekali tidak memperdulikannya.
" Oke, anak-anak! Kumpulkan PR-nya dan saya akan mulai pelajaran hari ini!"
" Siap, pak!"
Pelajaran berlangsung seperti biasa. Begitu juga pelajaran selanjutnya. Fyi, karena Gray adalah KM, maka otomatis statusnya naik menjadi 'kaki tangan guru'. Namun, dia 'agak' kurang fokus dengan perkataan Ibu/Bapak Guru. Contohnya saat Mrs. Manna, guru pelajaran sosial, menyuruh Gray untuk membagikan kertas tugas, Gray malah mengira disuruh membuang sampah. Alhasil, setelah melihat kertas tugas itu terdampar di tempat sampah, seluruh warga kelas bersorak.
" FREE!"
" Ini baru kebebasan mengemukakan pendapat!"
" Gue suka gaya lo, Gray!"
" I lop yu pul!"
Gray yang heran kenapa kelas tiba-tiba ribut, hanya bisa menjawab polos, " Apaan, sih?". Dan Mrs. Manna cuma bisa geleng-geleng kepala. Ckckck …
Contoh kedua adalah saat Dr. Hardy, guru pelajaran biologi, menyuruh Gray untuk menuliskan jawaban dari PR kemarin setelah selesai pelajaran. Eh, Gray malah menghapus semua tulisan Dr. Hardy di papan tulis. Alhasil, sekarang malah Gray yang disorakin.
" Woyy! Gue belom selese nuliss!" seru seseorang.
Ckckck. Gray … Gray. Efek dapet surat dari Claire hebat banget ya!
~Pulang Sekolah~
" Skye, emang parah banget ya, efek jatuh cinta?" tanya Kai.
" Tau nih, gue baru liat korban seserius Gray!" jawab Skye.
Mimik muka Kai menjadi serius sekaligus murung, " Gue jadi takut jatuh cinta …,"
" Ah, alay lo! Kayak lagu Blink aja! Tapi, kutakut-takut jatuh cinta~ Takut takut patah hatinya~ Takut takut jadi gila~ Karena cinta~," Skye malah nyanyi sambil muter-muter bagai penari balet di depan kelas.
" Lo kali yang alay!" kata Kai memandang jijik Skye. " Emangnya lo nggak pernah jatuh cinta, apa? Atau jangan-jangan lo malah suka sama cowok? Wah, gue harus hati-hati, nih ..," kata Kai sambil bergidik ngeri.
" Enak aja! Gue masih normal! Gue sekarang lagi suka sama CEWEK, tapi kayaknya dia udah suka ama orang lain. Kalo lo gimana?"
" Wkwkwk kasian amat. Gue juga ada. Gak tau udah taken apa belom. Oiya, Skye, tengsgiping itu cowok apa cewek sih yang ngasih coklat? Bingung gue,"
" Bebas aja, sih. Tapi lo kayaknya gak usah mikirin thanksgiving dulu deh!"
" Lah, emang napa?"
" Pikirin tuh, hadiah special dari Mr. Saibara! Ngoahahahah!"
" Diem lo! Bantuin gue gitu! Malah ngetawain nih anak-_-,"
" Ogah banget gue bantuin lo! Btw, Gray mana, ya?"
" Tadi langsung kabur ke taman belakang sekolah. Yuk, cabut. Gue mau ngerjain PR,"
" Ohh, oke,"
Yah, seperti yang Kai bilang, Gray ada di taman belakang sekolah. Setelah hari yang panjang baginya, dia merasa bahwa mungkin hanya Claire yang bisa menjadi moodbooster-nya. Namun saat kakinya dipijakkan ke taman tersebut, batang hidung sang gadis pujaan pun tak dia lihat. Akhirnya Gray memilih untuk tiduran di hamparan rumput bermandikan teriknya matahari siang.
~Di tempat Claire~
" Claire~ Pulang yuuk!" ajak Karen.
" Males nih~ Lagian aku udah ada janji. Babaay~" Claire langsung melengos keluar.
" TUNGGU! Punya janji sama siapa? Kok aku gak diajak?" Karen langsung namplok di tas Claire.
" Duh, Kareen! Berat, tau," Claire pun menurunkan Karen. Tapi Karen langsung mencengkram lengan Claire. " Kalo nggak cerita, aku gak bakal lepasin, nih!"
" Aduh .. Sebenernya …," Claire pun mulai bercerita.
" HAH? Janjian sama GRAY?!" Karen menekan bagian 'Gray'-nya.
" Ssst! Jangan keras-keras ngomongnyaaa! Iya, aku janjian sama dia. Takutnya dia udah nunggu nih ..,"
" Uhh …, enak ya, perasaan kamu berbalas …, da aku mah apa atuh," Karen menunjukan wajah memelasnya.
" Hah?! Karen suka sama siapaa?" Claire cengo. Sahabatnya bisa jatuh cinta juga ternyata.
" Nanti pulang sekolah aku telpon kamu deh. Kamu sama aku tukeran cerita ya!"
" Janji ya! Dadaah~,"
~ End Chapter 3~
Oke, segitu dulu sajaa w
Reviews, please? :'D
