Little words from authoress..
Hai hai minna-san ^^
naruchiha is back!
–muter lagu ost Naruto Shippuden "Hero's come back"-
Seperti kata-kata saya di chapter sebelumnya, Doumo arigatou untuk temen-temen yang udah me-ripiu dan mendukung fanfic humor nista ini agar senantiasa terus berjalan. Naruchiha suka ama kalian semuanya! XD –ngasih ciuman jarak jauh, dikemplang para author yang langsung kabur-
Ohoho, maap chapter kali ini apdetnya agak lama, soalnya saya sibuk banget sih.. Maklum udah kelas 3 gitu loh, mungkin juga ntar bulan Desember bakal hiatus nih ane.. TwT –nyusut ingus di jubah Sasuke, ditampol-
Yasudahlakh, saya mau bales dulu review..
Buat Yuuri Uchiha-Namikaze, makasih udah ripiu ^^ Kakashi ketemu Iruka di.. baca aja deh.. –tajonged-
Buat Avy-kuro-sabaku, makasih udah ripiu ^^ Emang bener kok, Joshua ada mirip-miripnya ama Vidi Aldiano, tapi bagusan Vidi, sih.. –ditabok Joshua-
Buat neko battler, makasih udah ripiu ^^ "Saepudin" itu pelesetan dari "Shippuden", hhehe –dirajam om Kishi- Titi DJ XD (teman titip dadah juga) ^^v
Buat Cute-Tamacchan, makasih udah ripiu ^^ Mang Shino di kebon, lagi membantu penyerbukan bunga –digaplok Shino- Oh ya? Neechan kira chapter 2 lebih parah dari chapter 1 loh..
Buat Aoi no Tsuki, makasih udah ripiu ^^ Saya orang jawa.. barat, hhe. Saya mah orang Bandung asli, sundanese masih dipake ama saya, hhaha ^^v
Buat Mayonakano Shadow Girl, makasih udah ripiu ^^ Oh ya? Emang radio apa? Tapi kayaknya mah emang bener ada deh.. –digibeg-
Makasih juga buat Uchiha Moritani, Eikaru, Kyuuichi Azurin, BeRuDuCinTa, Raika Carnelian, Akaneko Teme-Dobe Uchimaki, KoNan, deena kazuki aiko tsukishiro, Rei-no-otome, dan .chan MAKASIH SEMUANYA ^^
PERSIAPKANLAH DIRI KALIAN UNTUK MEMBACA CHAPTER INI!!! –tereak pake toa, dilempar sandal sama tetangga-
Hyah, enjoy it, friends.. =w=b –benjol2-
Naruto © Masashi Kishimoto. Masih dia nih? Bukannya udah diganti ama saya? –gaploked-
30 Hari Mengejar Uke © naruchiha
CHAPTER 3
Suasana hajatan klan Nara masih terasa asing dan bagai berada di planet luar, setidaknya begitu bagi Neji yang sedang bermuram durja mendapati ada sesuatu yang aneh pada uke-nya.
"Ehm, Gaara-koi~ maen sama aa Neji yuk~" goda pemuda berambut coklat panjang itu pada pemuda berambut merah di sebelahnya, Gaara tampak manyun, tak menanggapi seruan maut sang seme pejuang cinta.
"Please dong ah! Yang tadi itu cuman becanda," bujuknya lagi supaya sang pujaan hati menanggapinya, kan dicuekin nggak enak, mamen!
Gaara melirik sinis pada Neji, "Sapa suruh frekuensi radionya dipindahin, huh!" seru Gaara lagi lebih jutek.
'Demi tukang pasir keliling! Gaara-chan masih dendam soal lagu-lagu itu? Alamak!' pikiran Neji jungkir balik saking bingungnya, bahkan ampe nungging-nungging nggak jelas gitu. Heran deh! Semenjak insiden radio butut itu terjadi di mobilnya sewaktu tadi, Neji merasakan perubahan sikap pada Gaara, waktu keluar mobil di parkiran, dia minta anter, "Gaara-koi, anter ke kamar mandi, dong."
Eh, si uke imut itu malah jawab, "Anter-anter nenekmu muter?! Ogah ah!"
Terus pas mereka mulai memasuki pesta keluarga Nara, Neji dengan gentlenya mengambilkan Gaara minum, dan pada akhirnya minuman itu dia berikan pada kucing numpang lewat yang menjambak rambut panjang indah Neji. Jelas saja itu membuat Neji merasa sedih, dan segera membuat lingkaran di tanah. Pundung euy!
Eh, eh kok gitu sih?
Loh kok marah?
Jangan gitu sayang,
Jangan gitu sayang
Tiba-tiba saja seakan ada yang membisikkan sesuatu, Neji malah memutar lagu "Koq gitu sich"-nya Dewiq di mp3 player HP-nya, jelas membuat Gaara agak tersentuh.
'Dikit lagi, honey..' inner Neji asoy liat respon Gaara yang sekarang mulai membalikkan badan padanya. 'Nah gitu dong, Gaara chayang. Welcome to papa, sweety.' bisikan setan di hati Neji terus berkoak-koak. Seketika kepala dan otaknya serasa jadi panas liat wajah uke-nya Gaara yang imut, apalagi ditambah wajah itu sedang memperhatikan dirinya! Neji serasa melayang ke langit ke tujuh, nggak nyangka lagunya Dewiq ces pleng gitu, bisa aja menggaet hati uke-nya lagi.
'Senangnyaaa..'
Neji masih memperhatikan Gaara yang rupanya terlihat bagai bidadari surga saat ini, lingkaran hitam di mata sea green Gaara justru malah menambah keunikannya, lingkaran itu malah terlihat bagai eyeshadow yang dipulas berlebih namun terlihat cantik dan terkesan gothic. Kulit putih Gaara serasi berpadu dengan rambut merah bata-nya, memang Neji tak salah pilih.
Wajah Gaara semakin mendekat, membuat hati neji dag dig dug dhuer melihatnya, hampir meledak dan masuk rumah sakit kalau Gaara tak berteriak, "NEJI-KUN! ADA ARANG PANAS DI KEPALAMU!"
Diiringi teriakan tukang sate yang menggema di seluruh tempat pesta, seketika itu juga, pemuda berambut coklat itu langsung loncat indah, menyelamatkan rambut indahnya yang tak indah lagi, halah. Malangnya nasib rambut gosong itu, mari kita adakan pemakaman.
"ANJRIT! PANAS!" teriak Neji heboh, nggak nyadar tingkahnya itu malu-maluin dan membuat semua perhatian pengunjung pesta tertuju padanya. Nyadar Neji teriak-teriak kayak orang gila, Gaara malah mundur dan pura-pura nggak kenal sama Neji.
"Itu temen akang?" tanya seorang gadis bercepol dua pada Gaara.
"Nggak, dia tukang becak yang nganterin saya tadi." jawab Gaara sadis, malangnya nasib sang koper-boy, korban perlakuan uke-boy.
Keypad HP Neji tertekan dan tak sengaja memutar lagu dangdut yang memang didaftar menjadi playlist favoritnya.
Sungguh teganya dirimu
teganya
teganya
teganya
oh.. pada diriku..
XxXxXx
"Ukh! Sebel banget! Siapa sih si teme itu?!" Naruto misuh-misuh sendiri dengan Kakashi mengekor di belakangnya, sedangkan Mamihnya a.k.a Kushina tak tau kemana, mungkin lagi sibuk membicarakan masalah toko sebelah rumahnya yang ngasih diskon 100 % buat pembeli yang rela gual-geol di depan pengunjungnya hanya untuk selembar handuk yang katanya sih bekas peninggalan Brithney spears waktu dia kejebur di empang. Dasar ibu-ibu! Hobinya emang ngabisin uang buat hal-hal yang nggak berguna.
"Britni Spir?"tanya Kakashi mengulang perkataan Naruto.
"Iya, Brithney Spears. Itu loh, penyanyi yang sering ditonton sama mbok Inem,"
Kakashi mangut-mangut, kayak yang ngerti aja.
"Britni Spir mah ada di deket rumah sensei juga atuh." kata Kakashi mantap, Naruto membulatkan matanya.
"Sumpe loch?"
"Sumpit." jawab Kakashi nggak nyambung.
"Kenapa Naru nggak liat waktu maen ke rumah sensei?" tanya Naru heran, kan aneh kalo ada artis terkenal, terus keadaan sekitar adem-adem aja.
"Dia kan masih keliling kompleks, Naru. Kadang ada di terminal Kebon Kalapa atau stasion hall Kebon jati."
"Stasion? Hebat dong Brithney Spears udah masuk stasion!" seru Naru takjub.
Kakashi mengangguk sok mantap, sesekali masang pose mikir dan menggumamkan kata, "Ah, ya nggak salah lagi!" berulang kali.
Naruto semakin penasaran, nggak nyangka ternyata Brithney Spears udah menetap di Indonesia. "Eh, tapi sensei, keliling kompleks?"
"Iya lah, Britni Spir kan tukang semir sepatu. Namanya aja Britni Spir, Butuh rupiah tinggal siap nyemir!"
Naruto sweatdrop mendengarnya, "KUKIRA SENSEI MEMANG TAU! TERNYATA TEBAKAN ABAL LAGI!" 'toa berjalan' kembali menggema, betapa malangnya sang pemilik pesta a.k.a Shikamaru Nara, hajatannya jadi kacau gara-gara kedatangan orang-orang katro.
Sasuke yang melihat bocah pirang dari kejauhan itu hanya bisa geleng-geleng kepala melihatnya, sekaligus tertawa geli saat satpam mulai menghampiri mereka dan hampir menyeretnya keluar kalau tidak dicegah oleh seorang wanita berparas cantik. Bosan juga si cowok rambut pantat ayam memperhatikan bocah berisik yang terlihat seksi di matanya itu, ia mulai mengalihkan pandangannya pada Itachi yang dari tadi terlihat anteng bersama pemuda yang baru dikenalnya, nyok kita intip bersama Sasuke yang kali ini sedang pasang pose nungging-nungging. Para gadis segera memotret pose hot itu.
"Neng, kalo aa jadi kumbang, eneng jadi apa?" tanya Itachi manja pada pemuda berambut pirang di sebelahnya yang juga lagi senyum-senyum gaje.
"Gimana sih aa, saya kan laki-laki, napa manggil eneng? Eneng itu anaknya kebo, kang." jawab pemuda itu.
Sasuke sweatdrop sambil terus nguping, dan dalam hati menggumamkan, "prikitiew.. aniki gerak cepet juga."
Sementara itu, sang Uchiha yang telah berkeriput karena terlalu stress dengan pekerjaannya sebagai orang cool (baca: kuli) bangunan, mulai grepe-grepe lawan bicaranya itu. Tobatlah kau Uchiha Itachi! Author geleng-geleng disko sambil benerin genteng yang bocor.
Adegan yang Sasuke lihat di semak-semak semakin tak wajar, Itachi meraih pundak pemuda itu, membuatnya agak sedikit terlonjak.
"Tadi ada semut numpang lewat," kilahnya, tapi ya tetep juga diterusin.
"Basi loch, baka aniki!" kata Sasuke sambil muncrat.
"Jawab pertanyaan yang tadi dong," goda Itachi lagi, matanya ngedip-ngedip genit yang langsung dapet tabokan mentah spesial pake telor dari pemuda pirang itu.
"Ups, maaf, ga sengaja. Abisnya ngedip-ngedip gitu kayak bencong yang suka ngamen di perempatan, sebel banget deh.." kata pemuda berambut pirang panjang itu, Itachi langsung keder.
'Alamak, gue disamain sama bencong perempatan?! Padahal kan asli gantengan gue berjuta-juta kali lipat..' kadang Itachi memang narsis, saudara-saudara.
Sasuke nahan ketawa melihat tingkah konyol kakaknya yang rada sableng hingga hampir keselek, untung ada yang nyodorin sebotol minuman dingin padanya.
"Ah, makasih.." pemuda bermata onyx itu langsung meneguknya, tapi baru setengah botol air tak berdosa yang masuk lewat kerongkongan nistanya, Sasuke langsung mikir.
'Loh? Bay de wey, eniwei, baswey, siapa yang ngasih gue nih botol aqua?' pemuda berambut pantat ayam itu menoleh ke belakang dan mendapati ada dua sosok Sadako kedua lagi ketawa-ketawa kayak kuntilanak punya anak (?).
"Kyahahaha hihihi huhuhu hehehe hohoho!" tawa Sadako kedua yang pertama.
"Khihihi khukhukhu khekhekhe kho hoekkk!" balas Sadako kedua yang kedua.
Sasuke langsung merinding disko, kalau ada musik beneran, dia langsung ajep-ajep.
"Hai cowok guantenggg.." goda Sadako berambut pink norak sambil ngasih ciuman jarak jauh. Lipsmark-nya terbang-terbang ke arah Sasuke, tapi masih bisa dihindari oleh si cowok emo rambut pantat ayam itu.
"Godain kita duonggg!!" ujar Sadako berambut pirang panjang yang nutupin sebelah matanya, Sasuke langsung baca ayat kursi.
'Amit-amit gue digodain ama kuntilanak! Pergilah kalian wahai setan yang terkutuk!!' Sasuke komat-kamit sambil nutupin matanya, tuh kunti dua masih ketawa-ketawa.
Sebenarnya Sasuke bingung, kenapa di waktu seperti ini, dan di tempat seperti ini, bisa ada Sadako yang jalan-jalan? Apa keluarga Nara juga mengundang Sadako ke pestanya? Sasuke jadi curiga kalau keberhasilan Shikamaru menjadi anak kebanggaan Universitas Oxford itu gara-gara bantuan Sadako dan teman-temannya. Mari kita tinggalkan Sasuke bersama kedua Sadako sarap, kita kembali ke laptop, err.. maksudnya ke Itachi dan kenalannya.
Jalan-jalan ke pasar baru
Cuman dapet kolor dua
Eh, ada kenalan baru
Siapakah nama anandua?
Itachi berpantun dengan norak, mana maksa lagi, ampe bawa-bawa kolor segala. Si gadis, err.. si pemuda menjawab:
Ke Mekah bawa terasi
Kopernya jadi bau parah
Yah abang nanyain praipesi
Nama aye Deidarah
Pantun berrima maksa meluncur dengan indah di bibir si pirang bishie, membuat hati Itachi sedikit kelepek-kelepek mendengarnya.
"Oh Deidara, nama yang cantik.." ujar Itachi ngegombal dan mengeluarkan basa-basi-busuk sebusuk mulutnya yang jarang nyikat gigi.
Pemuda berambut pirang yang bernama Deidara itu mesem-mesem, "Makasih.."
"Ng.. Dei-chan, ng.."
Jangan jangan kau menolak cintaku, aheuy
Jangan jangan kau hiraukan pacarmu, ayeh
Putuskanlah saja pacarmu
Lalu bilang ai lop yuu~
"Apa terusannya jeng Kabuto?"
Phaddaakhhuu..
Oh yeah!
Penampakan dua sosok pengamen kajajadén alias jadi-jadian itu dengan sukses membuat Itachi dan (calon) uke-nya cengok, apalagi kedua pengamen itu sekarang pake nari-nari gaya ulet ala Sinchan digetok Kaasan.
Ternyata eh ternyata, si bencong perempatan kembali nongol di chapter ini, masih dengan pakaian bencong dekil dengan kecrek-kecrek yang ompong sebelah.
"Mas.." si bencong bintang iklan shampoo nggak kesampaian mulai mendekati Itachi sambil monyong-monyongin mulutnya, biar keliatan sekseh, kali.
"Iya, Mas?" tanya Itachi.
Si bencong melotot-melotot gara-gara dipanggil "Mas", Itachi merinding.
"PANGGIL SAYA DENGAN SEBUTAN JENG!" seru si bencong tersebut yang ternyata adalah Orochimaru dengan suara khas laki-laki, sukses membuat Itachi keder. Sementara itu, si bencis dua malah asoy nyanyi-nyanyi di depan Itachi, sambil mulutnya dimonyong-monyongin kayak Cinta Laura keserempet bajai.
"I-Iya, mas, eh! Jeng?" ulang Itachi keceplosan.
"Emmhh… Sebenernya eike malu bilangnya.." ujar si bencong Oro sambil blushing gaje.
'NAJEEESSHHH!!!' inner Itachi berusaha nahan olab.
Si bencong Oro masih berkutat dengan lidah kebelitnya yang kadang-kadang membuat hujan lokal, sementara itu si bencong Kabuto malah memperbesar volume nyanyiannya yang terdengar seperti suara donal bebek.
"You say akyu, seperti Barbie.." Kabuto mulai gual-geol.
'Lu mah bukan Barbie, tapi babi!' seru Itachi dalam hati.
Kembali ke si bencong Oro.
"M-mas mirip sama Afgan, deh. Eike minta tanda tangannya duong!" ujar mbak Oro sambil nyodorin sapu tangannya yang udah banyak cairan ijo dan iler-ilernya.
"Jijay bajai.." kata Itachi pelan.
"Tadi bilang apha, Mas?" tanya si Oro cepat, dengan bonus hujan lokal pada kata "apa".
Itachi menangis darah dalam hati, hujan lokalnya si Oro dengan anggun mendarat di wajahnya yang ganteng.
"Nggak.." balasnya cepat dan buru-buru membubuhkan tanda tangannya ke atas sapu tangan bau itu, mantap!
"Waaahh! Hatur tengkyuh! Mas emang kiyud deh, kayak Afgan!" tereak si bencong Oro sambil ngelonjak-lonjak kegirangan, nggak nyadar keteknya yang basah serta banyak bulunya itu jadi terekspos dengan jelas. Itachi sweatdrop dan hampir pingsan gara-gara nyium bau ketek si bencong yang nguar kemana-mana.
Itachi baru mikir sekarang, kenapa bencong perempatan bisa nyasar ke dalam pesta klan Nara seperti ini? Entahlah, hanya Tuhan yang tau.
Si bencong berambut panjang itu nyubit pipi Itachi dengan gemas, Itachi berusaha menyingkirkan makhluk alay yang ada di hadapannya, sedikit mencuri perhatian pada si cowok bishie yang sempat terlupakan gara-gara kehadiran dua bencong gelo.
'Naudzubillahi min dzalik! Bisa mati gue!' Itachi membatin.
Tapi apa yang dilihatnya sangat berbeda dengan harapannya, si pirang bishie yang tadi ditaksirnya tiba-tiba saja menghilang.
'Deidara! Dei-chan! Where are you, honey?!' ratap Itachi sambil berusaha menyingkirkan makhluk terkutuk yang nyubit-nyubit pipinya. Kali ini Itachi nangis darah beneran, udah mah digodain bencong alay, kehilangan gebetan pula. Benar-benar Itachi yang malang.
"Enyak… selametin Itachi dong.."
XxXxXx
Pemuda bermasker yang sekarang lebih kelihatan ganteng dan bersih itu tengah berjalan menuju tempat parkir dengan sikap gentle yang bikin cewek-cewek berbisik misterius saat melihatnya, dia mengalihkan pandangan pada seorang gadis berambut hitam ikal panjang yang dari tadi memperhatikannya. Tiba-tiba ada ide iseng dari otak pervert-nya itu, Kakashi mengedipkan sebelah matanya yang tidak tertutupi pada gadis itu, yang langsung disambut dengan reaksi pingsan sambil kejang-kejang. Kakashi langsung kabur.
Dengan berlari secepat bagong ngamuk, Kakashi saat ini sudah sampai di depan mobil majikannya. Pemuda berambut silver itu menghampiri Nissan Xtrail itu dan berdiri di depan kaca spionnya, melihat pantulan wajahnya yang lain dari biasanya.
"Wah, ternyata emak gue emang bener, anaknya ini ganteng banget.." ucap Kakashi narsis. Pemuda itu semakin memperhatikan dirinya, mulai dari kemeja biru kotak-kotak yang kancingnya sengaja di buka sehingga memperlihatkan kaos putih yang ada di dalamnya, lalu jeans berwarna senada yang terlihat serasi dipakai olehnya, juga sepatu kets putih yang menyempurnakan penampilannya siang ini, betul-betul membuat Kakashi berbeda dengan kesehariannya sebagai tukang ngamen jalanan. Semua pakaian itu memang dipinjamkan oleh babehnya Naruto, makanya terlihat bagus menempel di badan Kakashi.
Virus-virus narsisme masih menyerang Kakashi yang sekarang pasang gaya ondel-ondel, asyik sendiri dengan kegiatan barunya yang ternyata mempunyai bakat terpendam sebagai model (kesasar). Seorang pemuda berambut coklat dengan kuciran tinggi menghampirinya dari belakang, heran dengan sikap pemuda berambut silver di depannya ini.
Kakashi yang tersadar ada seseorang yang menghampirinya dari belakang, segera menghentikan kegiatan abalnya tersebut dan pura-pura bersihin kaca spion. Untung lap mobil masih sempet dia simpan di saku kemejanya. Pemuda berambut coklat yang tadi memperhatikannya itu kini berlalu meninggalkan Kakashi menuju sebuah mobil Mercedes Benz warna hitam yang terparkir manis di sebelah mobil Nissan Xtrail-nya Naruto. Diam-diam Kakashi memperhatikan pemuda itu, saking lamanya, sampai selama sepersekian detik tatapan mereka bertemu. Kakashi sulit berkelit karena sudah ketahuan basah memandang pemuda di seberang mobilnya dengan tatapan yang tak biasa. Begitu juga pemuda berkucir itu yang langsung memalingkan mukanya ke arah lain begitu melihat sepasang mata pemuda berambut silver itu. Tanpa disadari, si pemuda berambut coklat yang memiliki tanda lahir berupa garis memanjang di atas hidungnya itu menjadi blushing, tak menyangka pemuda yang ada di seberangnya begitu memikat hati.
Kakashi mengelap kaca spion dengan asal, sampai lap itu melayang dan mendarat di.. akh! Sasaran tepat!
Lap tak berdosa itu dengan mulusnya mendarat di wajah pemuda berambut coklat yang tadi dia perhatikan, sungguh lap yang tak tau diri!
'Mak! Kacao nih kacao! Turunlah imej gue!' batin Kakashi panik, tapi di luar berusaha kelihatan cool.
"Ah, maaf!" seru Kakashi cepat lalu menghampiri pemuda di seberangnya itu.
Lap itu jatuh bersamaan dengan tibanya Kakashi di depan pemuda itu, Kakashi jadi merasa bersyukur kalau dia jadi bisa melihat sepasang mata coklat yang tengah menatapnya juga.
"Tak apa," kata pemuda itu ramah lalu tersenyum ke arah Kakashi. Kakashi merasa ada di awang-awang.
"Kau tak apa?" sungguh pertanyaan bodoh yang dilontarkan oleh Kakashi.
'Tentu saja iya, bodoh' inner Kakashi membayangkan yang tidak-tidak.
"Tak apa, aku baik-baik saja." jawab pemuda di depannya itu kembali tersenyum, Kakashi baru sadar kalau ternyata pemuda itu lebih pendek beberapa senti darinya.
"Oh, haha." kalau boleh jujur, Kakashi suka melihat senyum pemuda ini, sangat suka.
Pemuda bermasker itu membungkuk, hendak mengambil lap yang tadi terjatuh dari wajah pemuda yang ada di hadapannya, namun hatinya tergetar saat tangannya menyentuh sebuah lengan halus di bawah sana, ternyata lengan itu juga bermaksud sama dengan Kakashi dan.. oh my god! Lengan halus itu adalah milik pemuda berambut coklat itu!
Mata bertemu mata, akankah terjadi sesuatu dengan kedua insan ini? Sayangnya tidak, atau mungkin belum. Kakashi buru-buru mengangkat wajahnya.
"Gomennasai, ng—" Kakashi terlihat salah tingkah.
"Iruka, namaku Umino Iruka." ujar pemuda berambut coklat itu menyebut namanya.
'Ya Alloh.. mimpi apa gue semalem bisa ketemu anugerah terindahmu ini?' inner Kakashi kembali lebay.
"Boleh kutau.. namamu?" tanya pemuda itu lagi.
"Namaku Kakashi, Hatake Kakashi." jawab Kakashi sumringah diajak kenalan oleh pemuda yang sukses menarik perhatiannya itu.
Kakashi menyanyi dalam hati:
Hati yang berbunga pada pandangan pertama
Oh tuhan tolonglah
Aku cinta, kucinta dia..
'Oh Gita Gutawa, lagumu menginspirasiku!' hiperbolis kadang susah dihilangkan.
Lamunan indah Kakashi ambruk begitu mendengar teriakan bocah berambut pirang yang amat dikenalnya, Naruto.
"HAH! TEME! APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI, HAH?!"
"Hei dobe! Mobilku memang di parkir di sini! Kau, seharusnya aku yang bertanya seperti itu!"
Ternyata, pemuda yang sempat mencuri hatinya itu adalah supir dari bocah emo yang amat memiliki bibit permusuhan dengan majikannya itu.
"Jadi kau.. supir bocah itu?" tanya Kakashi dan Iruka berbarengan sambil menunjuk pada diri mereka masing-masing.
CHAPTER 3 SAMPAI SINI AJA, DILANJUTIN DI CHAPTER SELANJUTNYA
Ohohoho, hahahaha, buahaha –ketawa setan, ditampol aki-aki-
Whew, akhirnya saya pertemukan Kakashi dengan Iruka, juga Itachi sama Deidara! Nyehehe~ -joget2-
Umm, udah mulai kelihatan kan gimana para seme begitu mengejar uke? Dan naruchiha bikin mereka semua pada fallin' love at first sigh. Tapi bagaimana dengan NejiGaa yang malah jadi kacau? Biarkan dulu saja seperti itu, huehehe –naruchiha dibantai NejiGaa fans-
TAPI! BAKAL ADA SESUATU YANG MENGHADANG MEREKA! PERJUANGAN PARA SEME DALAM MENDAPATKAN UKE TAK AKAN SEGAMPANG ITU! HUAHAHA –digetok gara2 pake kepslok-
Biar naruchiha jelaskan, saudara-saudara! Di sini nyeritain hajatan Shikamaru dan entah kenapa makhluk-makhluk abal bin katro bisa masuk ke sonoh, itu takdir. –digaplok-
maaf juga karena si pemilik pesta malah ga saya munculkan di sini.. =w= -digaplok lagi sama Shikamaru-
Bisakah anda2 menebak tokoh siapa saja yang nongol sebagai kunti2 dan satpam gajebo? Ayo kita diskusi again.. –ngegelar karpet kondangan-
REVIEW please ;)
