Ada yang lagi nunggu update ? *kkriik..kkriik..* *abaikan* .
Part 3 is coming !
Enjoy !
Anonymous dedication to freedom and truth - NIS ( National Intelligent Security - South Korea) a.k.a paspampresnya presiden korea.
31 Desember 2015.
Malam ini terasa sangat meriah. Tentu saja karena malam ini ada New Year Eve Festive di Myeongdong. Hiasan khas natal dan tahun baru yang bertabur lampu hias terlihat di seluruh sudut kota. Toko - toko di sekitar kota menawarkan diskon besar besaran. Semua orang memenuhi jalanan kota ikut meramaikan acara tahun baru. Akan ada pertunjukan kembang api paling spektakuler di Asia, setidaknya itu yang tertulis di seluruh billboard di Seoul. Seperti perayaan tahun baru sebelumnya, Presiden akan menyampaikan pidato tutup tahun lalu membunyikan lonceng Bosingak sebanyak 33 kali tepat di pergantian tahun dan ditutup dengan pertunjukan kembang api.
Dan sebagai seorang pengawal presiden, Namjoon harus tetap bertugas meski sebenarnya kondisi badannya tidak terlalu fit. Dia bersama team A dan team B sedang memastikan wilayah Myeondong, terutama tempat presiden akan menyampaikan pidato, aman. Para sniper telah ditempatkan di seluruh titik yang berpotensi membahayakan presiden. Team A sekali lagi akan berjaga di ring satu, menjaga presiden langsung. Sementara Team B akan berjaga di ring dua dan berbaur dengan pengunjung.
" ssstt.. hyung ! Suga hyung !" Tangan Jungkook mengibas, memberi kode agar Suga mendekatinya. Dan matanya melirik kanan kiri untuk memastikan Namjoon tidak ada di sekitar mereka.
" waeyo Jungkook ? Memangnya kau sudah selesai dengan pekerjaanmu ?"
" kau tidak merasa kalau Namjoon hyung menjadi lebih dingin sejak kasus double B waktu itu ?" Tanya Jungkook dengan suara yang sengaja dikecilkan.
POP !
" Dia memang dingin" jawab Suga seadanya. Dikunyahnya lagi permen karet dimulutnya.
Kau malah lebih dingin hyung
" Ani, maksudku. Apa dia punya masalah dengan Bloody Berry? Hyung sahabat dekat Namjoon hyung kan ? Aku pikir mungkin hyung tau"
POP!
"Ah, itu?. Hmm bagaimana ya. Dia yakin kakek dan pacarnya dibunuh oleh Double B. Sekitar 4 tahun lalu. "
POP!
" namun penyidik bilang kakeknya bunuh diri dan pacarnya, hmm, aku tak tahu. Kasusnya dibiarkan begitu saja"
" woah... apa kakeknya Namjoon hyung itu koruptor atau sejenisnya ? " wajah Jungkook benar benar tampak tak punya dosa saat ia bertanya seperti itu. Langsung saja Suga menendang tulang kering Jungkook yang malang
DDDUKK !
" Aah, sakit hyung ! " jungkok mengelus elus kaki kanannya. Sepertinya tendangan tadi agak keras.
" tcch.. kau masuk ke Team A namun penjagaanmu lemah sekali. Ingat ya bocah. Kakek Namjoon bukan orang jahat apalagi koruptor. Jaga ucapanmu di depan hyung mu !"
Piip
" seluruh anggota team A segera menuju kamar hotel VIP. VIP akan menuju tempat acara. " earphone Jungkook menerima pesan dari pusat.
" Dimengerti"
Piip
Kali ini earphone Suga yang berbunyi.
" seluruh anggota team B berjaga di sekitar tempat acara sekarang. VIP akan menuju tempat acara"
" Dimengerti "
...
Piip!
" Ja ! apa kau siap ?"
Seseorang berjaket hitam dan masker hitam mengencangkan tali sepatunya.
" apa itu sebuah pertanyaan, Venom?" Jawab Double B a.k.a Bloody Berry sambil mengenakan topi baseball hitam ke kepalanya
Muncul smirk andalan Venom di wajahnya " Kau sungguh menarik, aku suka semangatmu" .
...
Author POV
Lonceng Bosingak mulai dibunyikan.
DDDAAANNG.
DDDAAANNG..!
Bunyi lonceng kedua, 600 meter dari target.
DDDAAANNG..!
DDDAAANNG..!
Bunyi lonceng keempat, 400 meter dari target
DDDAAANNG..!
DDDAAANNG..!
Bunyi lonceng ke enam, 200 meter dari target.
DDDAAANNG..!
DDDAAANNG..!
KKAABOOOM!
Tepat di saat bel Bosingak berbunyi 7 kali, Bloody Berry memulai aksinya. Persis di tempat ia berada sebelum bell dibunyikan, terdengar sebuah ledakan. Hanya suaranya, karna double B menggunakan bomb suara. Meski begitu orang-orang mulai berlarian.
DDDAAANNG..!
Di bunyi lonceng ke delapan, Bloddy berry mengeluarkan sebuah shotgun ber peredam suara dari balik jaketnya. Orang yang mengerti tentang senapan mungkin akan tertawa melihatnya. Shotgun lebih sering digunakan untuk menembak jarak dekat. Namun ia sangat percaya bidikannya akan tepat sasaran.
DDDAAANNG..!
DDDAAANNG..!
... KRAASHH
Sebelum sempat ditembakkan, shotgun Bloody Berry di tembak dari arah kiri hingga terlepas dari genggamannya. Ia cukup terkejut karena belum pernah ada seseorang yang menyadari gerakan cepatnya seperti saat ini. Sebegitu hebatnya kah anggota pengawal presiden ?
DDDAAANNG..!
DOOOR !
Sial
Hampir saja kepalanya hancur berkeping keping. Peluru kedua dari pengawal presiden tadi mengenai bagian depan topi hitamnya. Kini siapapun bisa melihat matanya. Reflek ia menengok kesebelah kirinya. Kira-kira 5 meter dari tempatnya berdiri seseorang dengan pistol yang mengarah tepat kepada Double B. Pupil matanya melebar saat menyadari siapa yang menembaknya tadi.
Namjoon POV
Shit, aku hanya bisa mengenai topinya. Sepertinya tembakan pertama tadi hanya keberuntunganku saja. Dari arah bidikannya, sepertinya ia mengincar presiden. Maldo andwae... Mungkinkah dia ...
DDDAAANNG..!
Bloody Berry ?
Tunggu... mata itu...
DDDAAANNG..!
Huh ? Kemana dia ?
Namjoon POV end
Tiba tiba badan Namjoon tertarik masuk ke gang kecil di antara pertokoan dan ambruk ke tanah. Rupanya Bloody Berry telah berada di belakangnya dengan memanfaatkan banyaknya orang disekitarnya. Tangan Namjoon menggapai- gapai wajah Double B untuk membuka masker wajahnya. Saat masker itu terlepas, Double B segera mengunci badan Namjoon. Jarak wajahnya dengan wajah Namjoon begitu dekat. Uap yaang keluar dari hidung mereka saling beradu. Pupil mata Namjoon pun melebar menatap mata Bloody Berry.
Impossible ! Hanya satu orang yang memiliki tatapan seperti ini, dan dia sudah-
DDDAAANNG..!
" Joon-ah ?"
...
Aaww, pertemuan yang sangat mengharukan. Better watch it in the first row . No no , i think it would be better if i put some pressure , wouldn't it ?
...
" J-jin ! Ka-u ? bagaiman- "
DDDAAANNG..!
Bibir pinkish Jin dengan cepat melumat bibir Namjoon. Begitu cepat hingga Namjoon terkejut dan reflek melepaskan tangan Jin . Hal itu dimanfaatkan Jin untuk menusuk jarum beracun tepat di nadi sekitar leher Namjoon. Jarum tersebut berbentuk khusus sehingga dapat menyimpan cukup racun untuk melumpuhkan korbannya. Dengan sekejap penglihatan Namjoon kabur dan akhirnya tak sadarkan diri.
Mianhae, aku tak ingin kau terluka, lagi
Dengan hati-hati Jin meletakkan tubuh Namjoon dan mengambil earphone dari telinganya. Lalu memasangkannya ke telinganya.
Krsskkk...krsskk
" team B ke pusat. Team B ke pusat. VIP dalam bahaya. Meminta squad tambahan segera ke lokasi. Sekali lagi. VIP dalam bahaya. Meminta squad tambahan segera ke lokasi. "
Ah, ini pasti karena bomb suara yang tadi.
Krsskkk...krsskk
" team B ke pusat, team B ke pusat. Salah satu anggota terluka parah keadaan tidak sadar. Meminta bantuan paramedis. Meminta bantuan paramedis. "
Maksudnya Namjoon ? Dia memang tak sadarkan diri, tapi dia tak terluka parah. Apa ada 'orang lain' disini ?
Krsskkk...krsskk
" ... hello fellas, i've got your very innoncent person a.k.a VIP ~... "
Suara ini... ?
... VENOM !?
Krsskkk...krsskk
" ...tetap tenang semua, aku tidak apa apa..."
Krsskkk...krsskk
Apa apaan ini !. Semua layar billboard menayangkan data keterlibatan paspampres dengan Presiden saat kampanye pemilihan presiden tahun lalu.
"...whoopss that's the worst last word. Anyeong !..."
Sialan kau , Venom !
...
5 Januari 2016
ughh.. where am i ? Kenapa mataku berat sekali untuk dibuka.
Ahh, bau rumah sakit.. kulihat j-hope berada disampingku. Kenapa dia? Menyebalkan. Kupejamkan saja lagi mataku. Siapa tau ini hanya ilusi.
" kau sungguh bebal, Rapmon. Aku tahu kau sudah bangun pabo "
" Aishi ! Berhenti mengguncang-guncang badanku Jung Hoseok ! Aku pasien disini ! Perawat ! Security ! Mmmbbbh..."
J-hope membungkam mulutku dengan tangannya.
" untuk pasien yang hampir mati dan koma selama 5 hari kau cukup liar ya Rapmon ?" J hope akhirnya melepaskan tangannya dari mulutku
Tunggu... Mwo ? 5 hari ? Jjinja ?
" Bagaimana dengan Presiden ?"
" ah, itu. Itu hanya gertakan. Sebenarnya Komandan Team A yang menjadi korban. Dia di temukan tak bernyawa bergantung di langit2, seperti pinata. Kalau kuingat lagi membuat tengkukku merinding. Hii~.. " ucap Hoseok sambil bergidik dan mengusap usap puncak lehernya.
Namjoon mencoba mencerna kata kata J Hope dengan wajah datarnya yang sungguh minta dilempar sendal swallow ijo sehun exo.
" Tak usah memasang wajah pelongomu, bodoh. racun itu memang sangat kuat. Beruntunglah kau tidak mati karenanya. Aku yang memegang kasusmu. Racun itu kebetulan sama dengan racun pada kasus Kakek dan Jin."
Racun ? Jarum. Ugh, kepalaku sedikit pusing untuk mengingat kejadian itu. Ah !
" Jin ! Jin ! Dimana dia ?"
" apa maksudmu ? Dia kan sudah meninggal 4 tahun lalu"
" aniya, racun itu ! Aku masih hidup! Jin juga pasti masih hidup, Hoseok ! "
" Mwo ?"
" aku melihatnya semalam, ani, 5 hari yang lalu"
Aku yakin wajah pelongonya lebih jelek dari wajahku.
" jadi begini-"
...
Author POV
5 hari yang lalu.
Jin pergi meninggalkan Namjoon tergeletak ditanah. Sekuat apapun ia berusaha menggerakkan badannya, hasilnya nihil. Tak mungkin memanggil Jin untuk kembali apalagi meuju markas teamnya. Nafasnya saja mulai terasa sesak, mungkin otot pernafasannya mulai paralyzed.
Maybe now is my time.
Sebelum ia kehilangan kesadarannya, Namjoon melihat gadis kecil berambut merah. Gadis yang sama dengan yang 4 tahun lalu ( baca part1) menghampirinya. Dibukanya buku tebal ditangannya.
" hmmm... 1 menit lagi."
Gadis itu berjongkok mengamati wajah Namjoon yang mulai membiru. Ekspresinya begitu datar seakan hal di depannya wajar-wajar saja. Lalu tangannya bergerak menembus dada Namjoon. Gerakan tangannya seperti berusaha menarik sesuatu dari dalam namun tak bisa ia raih.
" huh, menyebalkan. Wrong alarm again, sama seperti 4 tahun lalu. Manusia selalu bikin repot saja "
Itu adalah hal terakhir yang bisa Namjoon ingat. Setelah itu semua terlihat gelap dan Namjoon tak mendengar apapun lagi.
...
Di sebuah ruangan tampak Venom berdiri menghadap ke jendela sambil mendengarkan lagu klasik dari piringan hitam. Mulutnya menghembuskan asap rokok dengan santai
" apa maksudmu, Venom !"
BBUGHH !
Jin datang dengan tiba-tiba datang mencengkeram kerah V daan meninju wajah Venom. " seenaknya saja kau mencampuri urusanku. Kau tahu berapa banyak orang tak bersalah terluka karna ulahmu !" Jin mengatakannya tepat di wajah V. Venom justru memberikan senyum smirknya.
" beginikah tingkahmu pada penyelamatmu ?. Haruskah aku mengingatkanmu lagi ?"
Mendengar kalimat itu Jin mengeraskan rahangnya dan melepaskan cengkramannya. Venom kembali menyalakan sepuntung rokok baru setelah merapihkan kembali pakaiannya.
" setidaknya jelaskan maksud tindakanmu, bukankah kau bilang 'urus semua dengan caramu' ?"
Venom menaikkan satu alisnya lalu mengehembuskan asap rokoknya ke udara.
" karena keseimbangan alur cerita mulai berubah. " ucap Venom sambil mendekat ke arah Jin dan menarik dagunya pelan. Menarik wajah Jin mendekat ke wajahnyanya.
" karna aku tak ingin Kkanji ku pergi meninggalkan tuannya" Dalam sekejap bibir Venom bertemu dengan bibir Jin.
TBC
...
BTS ( Behind The Story )
Ah, kelar juga part3. Maaf ya kalo part sebelumnya rada 'melayang' feelnyaT^T. Kesenengan dapet review *plaakkk* (coret kalimat sebelumnya) Dibikinnya cuma semalem !. Dan akhirnya dapat pelajaran bahwa ff adalah karya suci yang tak bisa diburu2 ( okay, author makin gila). Jadilah part 3 molor syekalee. ( Maaf banget T^T)
V mulai banyak tampil. Gimana ? Aku sebagai author pun tak menyangka akan terselip sedikit TaeJin -..- keseimbangannya benar benar berubah. Gak berubah banget sih *apa coba* maklumin author yang masih newbie ini
Kkanji itu nama anjingnya V di kehidupan nyata. Got the idea ?
Masih ada part selanjutnya untuk dibaca! Rencananya sih bakal ada *piiiiip* dan di part akhir ( yang masih misteri kapan akan berakhir) bakal jadi *piiiiip*.
Tenang, ratingnya tetep K+ kok :)
Keep give me your support by read and review my ff :D
Masukan dan kritik juga sangat membantu :D
For Gummysmiled : Terimakasih ! Disini kejawab kan kalo Jin masih hidup *yayy*. Ga akan kubiarkan Namjoon mati sendirian (biarin aja atau enggak ya)
For callieag97 : ditunggu chap berikutnya ya !
For lee shikuni : ini bakal author kasih tau, tapi kemungkinan bakal muncul tokoh baru.
Namjoon : pria kesepian yg ditinggal pacarnya 'meninggal'.
Jin a.k.a Doubel B aka Bloody berry: benang merah kehidupan ( halah) yang mengharuskan dia meninggalkan Namjoon.
V : masih misteri~ boss dari Doubel B atau ...
Jung Hoseok aka J hope: sepupu Namjoon yang berprofesi sebagai polisi di Seoul
Min Yoongi : teman se dorm Namjoon dan juga anggota team B, teman Namjoon dari SMA
Jeon Jungkook : teman se dorm Namjoon dan maknae di satuan Paspampres, anggota team A. Kenal Namjoon saat masih trainee anggota paspampres
Jimin : cuma sekali muncul, itupun cuma 1 line ngomongnya T.T . Teman sma namjoon. Sekarang sudah menjadi penyanyi solo di jepang.
Kakek Namjoon : kakek yang sangat baik kepada cucunya juga pacar cucunya. Namun ada rahasia dibalik senyum hangatnya .Terimakasih banyak buat supportnya !
