oooo
oo
Be My Mother, Seonsaengnim!
© fumiyo92
A Kyumin fanfiction
oo
CHAPTER 2
oooo
.
.
"Aaahhh ayolah, Kyu… hanya sekali ini saja" ucap Heechul sambil memberikan puppy eyes terbaiknya. Berharap bahwa pria dihadapannya itu akan luluh dan menuruti keinginannya. Namun, harapannya seakan hancur saat Kyuhyun tidak melirik ke arahnya sedikitpun, "Ayolaah hanya kali ini saja. Aku berjanji"
Kyuhyun meletakkan file yang sedang dipegangnya di atas meja dan beralih untuk menatap Heechul yang duduk dihadapannya. Matanya menatap Heechul dengan pandangan bosan. Ini sudah kesekian kalinya pria itu mengajaknya untuk bertemu teman wanitanya dan terakhir kali ia mengajak Kyuhyun, Heechul juga mengatakan bahwa ia tidak akan memaksanya untuk bertemu dengan teman wanitanya yang lain.
"Terakhir kali kau mengajakku, kau juga berjanji bahwa kau tidak akan menggangguku dengan hal ini lagi. Lalu, haruskah aku percaya bahwa kau akan menepati janjimu itu kali ini?"
"Tidak… kali ini tidak akan seperti sebelumnya. Aku, Kim Heechul, berjanji padamu Cho Kyuhyun jika kau tidak menyukai teman wanitaku itu maka aku tidak akan memaksamu lagi" ucapnya sambil menyilangkan sebelah tangannya di atas dada.
"Kau tau bahwa aku memiliki Jinri, bukan?" Heechul menganggukkan kepalanya, "Aku tidak bisa pulang larut malam" ucapan itu berhasil membuat Heechul mengerutkan keningnya, "Kau tahu bahwa aku hanya tinggal bedua dengan putriku. Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian"
"Oh ayolaah hanya sekali ini saja! Aku janji tidak akan memaksamu lagi! Jinri bisa menginap di rumah orang tuamu malam ini"
Kyuhyun memutar kedua bola matanya setelah mendengar jawaban hyung-nya itu. Ia sudah mengira bahwa hyung-nya pasti akan memberikan solusi yang baru saja diucapkannya, "Okay"
"Assa! Aku tahu kau juga ingin per––"
"Tapi!" ucap Kyuhyun, memotong selebrasi yang baru saja akan Heechul lakukan, "Hanya kali ini saja! Aku tidak ingin kau membawaku ke blind date lagi"
Heechul mengangkat jempolnya dan tersenyum dengan sangat lebar, "Yes sir! Tapi aku serius Kyuhyun, aku yakin kau akan menemukan wanita yang tepat kali ini. Kita akan berangkat setelah seluruh pekerjaanmu selesai" ucapnya sambil keluar dari ruangan Kyuhyun. Senyum yang sangat lebar termampang jelas di wajah tampannya. Oh… jangan lupakan tatapan penuh kemenangan yang diberikannya kepada Kyuhyun.
Heechul selalu saja seperti itu, memaksanya untuk bertemu dengan teman-teman wanitanya. Kyuhyun kadang berpikir, apakah ia tidak letih terus menjodohkan Kyuhyun dengan mereka? Mengapa tidak dia sendiri saja yang berkencan dengan wanita-wanita itu?
Kyuhyun menyandarkan badannya ke kursi kerjanya dan menghela nafas panjang. Dia menutup matanya saat tiba-tiba merasa sangat letih. "Aku harap aku melakukan hal yang benar"
.
ooo
.
"Apa yang kau gambar, Jinri-ah?"
Jinri melihat ke arah gurunya yang sedang berdiri di hadapan mejanya, "Ssaem~ aku menggambar daddy!" serunya ceria.
"Daddy-mu?"
"Eung!"
Yoona memperhatikan hasil gambaran muridnya itu. Senyum lebar terkembang di wajah cantiknya saat ia melihat gambar yang memang mirip dengan sesorang yang dikenalnya, "Gambaranmu memang terlihat seperti daddy-mu Jinri-ah~"
"Benarkah?" Jinri menatap Yoona dengan mata besarnya. Ia memiringkan sedikit kepalanya lucu dan membuat Yoona untuk mengelus kepalanya lembut.
"Eung!" ucap Yoona sambil menganggukkan kepalanya.
Jinri tersenyum bahagia setelah mendengar ucapan gurunya tersebut sebelum ia kembali meneruskan gambar yang dibuatnya. Ia mewarnai beberapa bagian kecil di gambarnya dengan sangat hati-hati. Ia sudah tidak sabar untuk menunjukkan gambar buatannya itu kepada daddy-nya. Daddy-nya pasti sangat menyukainya. Bayangan tentang daddy-nya yang sedang tersenyum bahagia membuat Jinri kembali tersenyum dan meneruskan untuk mewarnai.
Yoona menatap murid dihadapannya dengan senyum lembut. Ia tahu bahwa Jinri sangat mencintai ayahnya itu. Hidup hanya berdua saja dengan ayahnya semenjak ia masih kecil membuat gadis kecil dihadapannya sangat bergantung pada sosok ayahnya. Walaupun begitu, beberapa kali Yoona juga menemukan Jinri melamun saat melihat teman-temannya dijemput oleh ibunya atau tatapan iri seperti kejadian beberapa hari yang lalu. Ya, Yoona tahu, walaupun Jinri sangat mencintai ayahnya tapi jauh di dalam hatinya, ia juga merindukan sosok ibu di sampingnya.
"Jinri-ah… bolehkah ssaem tahu mengapa kau menggambar daddy-mu?" ucapnya hati-hati.
"Karena aku sangaaaaaat mencintai daddy!"
.
ooo
.
"Tunggu disini, aku akan menjemputnya dulu" ucap Kyuhyun kepada Heechul saat mereka baru tiba di lingkungan sekolah Jinri, "Aku tidak akan lama"
"Okie dokie" jawab Heechul sambil memberi hormat kepadanya.
Kyuhyun kembali menghela nafas panjang sebelum ia meninggalkan mobilnya. Ia berjalan di lorong yang sangat dikenalnya hingga ke sebuah ruangan yang berada di ujung lorong tersebut. Dia menunggu di depan pintu saat ia melihat bahwa pelajaran hari itu belum selesai. Kyuhyun sedikit tersenyum saat melihat Jinri sedang tertawa bersama dengan teman-temannya. 'Daddy akan melakukan apapun untuk menjaga senyummu, Jinri-ah'
"Okay anak-anak" ucap Yoona sambil menepukkan tangannya, berusaha untuk mendapatkan perhatian murid-muridnya, "Pelajaran hari ini telah selesai~"
"Yeeey!"
"Sampai jumpa besok~"
"Ne Ssaem~!"
Jinri tersenyum bahagia saat melihat ayahnya telah menunggunya di luar kelas. Ia segera membereskan peralatan sekolahnya sebelum berlari dan memeluk ayahnya dengan sangat erat, "Daddy! Kau sudah datang!"
Kyuhyun hanya tertawa saat mendengar nada bahagia putrinya itu. Ia mengecup kening Jinri dan membuat putrinya itu untuk tertawa bahagia, "Tentu saja" jawabnya sambil menggenggam tangan putrinya dengan erat. Mereka berjalan beriringan menuju pintu keluar, "Bagaimana harimu hari ini, putri daddy yang sangat cantik?"
"Sangat menyenangkan! Seonsaengnim menyuruh kami menggambar dan seonsaengnim juga memuji gambaranku!"
"Benarkah?"
"Tentu saja! Dan coba daddy tebak"
"Hm?"
"Aku menggambar daddy hari ini! Seonsaengnim bilang gambaranku mirip sekali dengan daddy"
Kyuhyun tertawa saat Jinri terus menceritakan tentang harinya di sekolah. Terkadang, Kyuhyun juga akan menanyakan sesuatu yang tentu saja dijawab oleh Jinri dengan sangat bahagia. Saat mereka tiba di depan mobil Kyuhyun, Jinri berteriak dengan sangat kencang saat Heechul mengejutkannya dari dalam mobil. Melihat perilaku kekanakkan Heechul yang membuat putri kecilnya itu takut, Kyuhyun segera mendelik tajam ke arah hyung-nya itu dan langsung membuat Heechul terdiam dan segera meminta maaf.
Heechul masih ingin hidup tenang. Dia bahkan belum menikah.
Namun yang didapatkannya hanyalah tawa renyah dari gadis kecil itu, ia bahkan mengatakan bahwa ia telah memaafkan Heechul karena ia juga sangat mencintainya, "Kau tahu…" ucapnya setelah beberapa saat, "Terkadang aku berpikir apakah Jinri itu memang benar anak kandungmu, Kyu. Dia memiliki hati yang sangat baik… tidak sepertimu"
Kyuhyun kembali menatap Heechul dengan tajam. Sedikit menggerutu kepada dirinya mengapa ia bisa berteman dengan orang seperti Heechul.
.
ooo
.
"Jadi aku menginap di rumah grandma malam ini?"
"Iya" jawab Kyuhyun lembut. Jinri terus saja memberikan banyak pertanyaan saat Kyuhyun melajukan mobilnya ke rumah orang tuanya. Heechul, orang yang memberikan usulan itu, hanya terdiam di kursi belakang saat Kyuhyun mencoba untuk menjawab seluruh pertanyaan Jinri.
"Tapi… daddy akan tinggal bersamaku kan?" Jinri menatap ayahnya dengan penuh harap. Jujur saja, dia tidak suka jika harus berpisah dengan ayahnya. Dia mencintai kakek dan neneknya tapi cintanya untuk sang ayah jauh lebih besar dari itu dan walaupun Jinri sangat ingin menginap di rumah kakek dan neneknya, Jinri juga ingin ayahnya menginap bersamanya.
Kyuhyun menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Hatinya sakit saat melihat mata putrinya mulai basah oleh air mata. Jinri memang tidak pernah terpisah darinya. Dia selalu membawa Jinri kemanapun ia pergi. Tapi untuk hari ini, ia tidak mungkin membawa putrinya. Jinri masih terlalu kecil untuk pergi ke klub malam dan ia juga tidak tahu orang-orang seperti apa yang akan ia temukan di tempat itu. kyuhyun segera membawa putri kecilnya itu ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat, "Jinri-ah… ada yang harus daddy kerjakan bersama dengan uncle Heechul hari ini. Daddy tidak bisa membawamu jadi kau akan menginap di rumah grandma malam ini"
"Tapi daddy… selama ini daddy selalu membawaku jika daddy harus pergi ke suatu tempat"
Air mata mulai mengalir dari mata putrinya itu. Kyuhyun segera menghapusnya dan memeluknya erat. Walaupun hanya sebentar, tapi sungguh menyakitkan bagi Kyuhyun untuk berpisah dengan Jinri. Apalagi melihat putrinya menangis seperti ini membuatnya semakin tidak tega untuk meninggalkannya. Tapi… disisi lain, ia juga memiliki janji yang harus dipenuhinya, "Daddy berjanji padamu bahwa daddy akan ada disampingmu saat kau bangun besok. Daddy juga berjanji daddy akan membuatkanmu sarapan yang sangat enak, mengantarmu ke sekolah dan kita akan membeli es krim saat kau pulang sekolah, bagaimana?" Kyuhyun menghela nafas lega saat ia merasakan Jinri menganggukkan kepalanya, "Itu baru putri daddy yang sangat cantik" Kyuhyun menghapus sisa air mata putrinya sebelum mengecup keningnya.
Sesaat setelah mereka sampai di rumah orang tua Kyuhyun, ibu Kyuhyun langsung menyambut mereka dengan senyum bahagia. Dia sudah mengetahui dari Kyuhyun bahwa Jinri akan menginap malam ini, dia juga telah menyiapkan kamar untuk cucunya itu dan mebuat kue kering serta makanan yang sangat enak untuknya. Ia dan suaminya akan sangat memanjakan cucu mereka malam ini. Ibu Kyuhyun menggenggam tangan cucunya itu dan mereka berjalan menuju ruang keluarga dimana ayah Kyuhyun telah menanti kedatangan anak dan cucunya itu.
"Grandpa!" seru Jinri saat melihat kakeknya. Ia segera melepaskan genggaman neneknya dan berlari menuju kakeknya. Ia menerjang tubuh kakeknya itu sebelum memeluknya dengan sangat erat.
"Bagaimana kabar cucuku yang paling cantik ini?" ucap sang kakek yang juga memeluk cucunya erat.
"Baik grandpa!"
Kyuhyun tersenyum saat melihat percakapan antara kakek dan cucu dihadapannya. Sebagian hatinya merasa senang karena Jinri kembali tersenyum namun sebagian lagi masih merasa berat untuk meninggalkan putrinya disini, "Aku akan meninggalkannya disini malam ini" bisiknya kepada sang ibu, "Tolong jaga dia, bu"
Ibu Kyuhyun menggenggam tangan putranya erat, ia dapat merasakan apa yang dipikirkan oleh putranya itu, "Tentu saja. Jinri adalah cucu kami satu-satunya" Ibu Kyuhyun mengelus pipi Kyuhyun dan memeluknya dengan erat, "Ibu tahu kau berat meninggalkannya disini tapi kau juga tahu bahwa Jinri masih memerlukan sosok ibu disampingnya. Walaupun dia memiliki ayah yang sangat baik, ayah yang sangat mencintainya tapi dia juga pasti menginginkan seorang ibu disampingnya. Aku tidak tahu apakah orang yang akan kau temui hari ini adalah orang baik-baik atau tidak tapi kau harus ingat, walaupun kau tidak menemukan orang itu hari ini tapi ibu yakin kau akan menemukan orang itu suatu saat nanti. Kau hanya perlu untuk membuka hatimu dan kau pasti akan menemukan orang itu"
"Tapi ibu, aku––"
"Lakukanlah untuk Jinri"
Kyuhyun kembali menghela nafas panjang sebelum menganggukkan kepalanya. Jinri memang titik lemahnya dan ibunya sangat tahu tentang itu. Puas dengan jawaban putranya, ibu Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menepuk punggung putranya itu dengan lembut, "Kau pria yang tampan, Kyuhyun-ah. Ibu yakin, di luar sana banyak sekali orang yang menyukaimu"
Kyuhyun tersenyum saat mendengar penuturan ibunya itu. Lagi-lagi, ibunya tahu apa hal yang dapat menghiburnya, "Aku tahu itu, bu" jawabnya dengan senyum lebar, "Aku rasa aku harus pergi sekarang. Heechul-hyung menungguku di mobil"
"Okay. Ingat apa yang ibu katakan tadi"
Kyuhyun menganggukkan kepalanya dan kembali memeluk sang ibu. Setelah beberapa saat, Kyuhyun melepaskan pelukanya dan mengalihkan perhatiannya kepada putrinya yang sedang bermain dengan sang kakek, "Jinri-ah" serunya. Putri kecilnya itu segera berlari ke arahnya. Kyuhyun memangkunya dan memeluknya dengan erat, "Jangan nakal, okay?" Jinri menganggukkan kepalanya, "Daddy harus pergi sekarang" ucapnya sebelum menurunkannya. Ia menatap putrinya kembali dan melambaikan tangannya sebelum berjalan keluar dari rumah orang tuanya.
"Bagaimana?" Tanya Heechul, yang sekarang duduk di kursi depan, saat Kyuhyun baru membuka pintu mobilnya.
"Aku akan membuatmu menyesal karena telah membuat putriku menangis seperti tadi"
Heechul menelan ludahnya, berhadap bahwa ia masih akan hidup setelah ini.
.
ooo
.
Kyuhyun sangat tidak menyukai tempat ini dari dulu hingga sekarang. Suara musik yang sangat keras di seluruh ruangan dan bau alcohol yang sangat kuat membuatnya sangat tidak menyukai tempat ini. Ia tidak tahu mengapa Heechul memilih tempat ini untuk bertemu dengan wanita itu hari ini. Seorang lelaki berjalan di depan mereka sebelum akhirnya berhenti di depan sebuah ruang VIP yang letaknya sangat jauh dari kebisingan di tempat itu. Lelaki itu membuka pintu dan mempersilahkan mereka untuk masuk.
"Hey Vic!" sapa Heechul.
"Ah Oppa!" seorang wanita dengan rambut panjang berwarna coklat menyapa mereka. Dia memakai dress pendek berwarna hitam dan menampilkan setengah paha dan juga kaki panjangnya. Dia juga memakai heels kulit berwarna hitam yang membuatnya terlihat lebih anggun. Kyuhyun tidak dapat menyangkalnya, wanita itu memang sangat cantik.
"Vic, perkenalkan ini Kyuhyun" ucap Heechul sambil menunjuk ke arah Kyuhyun yang berdiri di belakangnya. Heechul sedikit menggeserkan badannya agar Victoria dapat melihat Kyuhyun dengan jelas, "Orang yang selalu kuceritakan kepadamu"
"Ah! Hello, Kyuhyun-ssi. Aku Victoria" sapanya dengan senyum cantiknya.
"Hello Victoria-ssi. Aku Kyuhyun" ucapnya kemudian menjabat tangan dengan wanita itu.
"Aw~~! Ayolaah! Jangan malu-malu seperti itu! Lebih baik aku tinggalkan kalian berdua saja, okay" tanpa mendengar jawaban dari kedua orang dihadapannya, Heechul segera berjalan keluar meninggalkan Kyuhyun dan Victoria di ruangan itu.
"Uumm…" Victoria tidak tahu apa yang harus ia katakan. Rasa canggung tiba-tiba memenuhi ruangan sesaat setelah Heechul meninggalkan mereka, "Lebih baik kita duduk terlebih dahulu" ucapnya untuk memecah kecanggungan diantara mereka.
Victoria benar-benar tidak tahu apa yang harus dikatakannya. Ini pertama kalinya ia merasa sangat gugup saat Heechul mengenalkannya dengan salah seorang temannya. Biasanya, Victoria akan langsung memulai pembicaraan namun entah mengapa, dengan Kyuhyun semuanya menjadi sangat berbeda. Dia bahkan tidak dapat memikirkan apapun saat ini.
Victoria melirik pria yang duduk disampingnya itu. Dia terlihat sangat tampan dan juga menarik. Ada suatu hal dalam diri Kyuhyun yang membuat Victoria ingin mengetahui lebih dalam mengenai pria itu. 'Aneh' pikirnya. Setiap kali Heechul mengenalkannya kepada salah satu temannya ia tidak pernah merasakan hal seperti ini. 'Apakah ini namanya cinta pada pandangan pertama?'
"Kyuhyun-ssi" "Victoria-ssi"
Kyuhyun menatap wanita di sampingnya dan tersenyum dengan lembut, "Kau duluan"
"Kau saja, Kyuhyun-ssi"
"Tidak… Ladies first"
Victoria menggigit bagian bawah bibirnya. Dia menatap wajah Kyuhyun sebelum menutup matanya untuk menenangkan detak jantungnya yang tidak beraturan. Setelah merasa sedikit lebih baik, Victoria kembali membuka matanya, "Aku hanya ingin mengetahui… berapa umurmu?" ucapnya setelah beberapa saat. 'Pertanyaan macam apa itu, Victoria!' gerutuknya dalam hati.
"Jangan tegang" ucap Kyuhyun sambil tertawa kecil. Ia dapat medengar kegugupan yang dirasakan wanita itu dari suaranya. Ia kembali menatapnya masih dengan senyum lembut yang terkembang di wajah tampannya, "Usiaku 28 tahun"
"Aaah… jadi aku lebih tua darimu"
"Benarkah?" Kyuhyun menatap wanita disebelahnya itu dengan pandangan tidak percaya, "Aku kira kau lebih muda dariku"
"Gombal"
"Tidak… aku serius. Aku pikir kau lebih muda 2 atau 3 tahun"
Victoria tertawa setelah mendengar ucapan Kyuhyun, "Terima kasih atas pujianmu" dia terus tersenyum sambil menatap Kyuhyun dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Tindakan ini membuat Kyuhyun mengerutkan kening dan menatapnya penuh tanya. "Dan aku pikir kau sangat tampan" katanya setelah beberapa saat, "Sebenarnya, aku tidak pernah berpikir bahwa kau lebih muda dariku. Kau tampak begitu matang dan dapat diandalkan. Jadi aku pikir bahwa usiamu… yaa sekitar 30 tahunan"
"Sudah banyak orang yang berkata seperti itu… tapi terima kasih"
Keheningan memenuhi ruangan itu sekali lagi. Rasa gugup itu datang kembali. Banyak hal yang ingin Victoria tanyakan namun ia tidak tahu harus memulainya dari mana. Lagi pula, Kyuhyun juga terlihat sering melamun tapi anehnya hal itu tidak membuatnya kesal walau sedikitpun. Jujur saya, hal itu membuat Victoria menjadi lebih penasaran tentang pria disampingnya itu.
"Victoria-ssi"
Suara Kyuhyun membuatnya kembali menyadari hal disekitarnya. Ia menatap Kyuhyun hanya untuk melihat senyum Kyuhyun yang tidak lagi terkembang di wajahnya. Kyuhyun bahkan tidak melihat ke arahnya, "Y-Ya?" jawabnya gugup.
"Aku hanya ingin menanyakan satu hal kepadamu" ucapnya. Ia masih tidak menatap Victoria saat ia mengatakan hal itu.
"Apa itu?" ucap Victoria dengan gugup.
"Apa yang akan kau lakukan jika kau bertemu dengan seorang pria yang telah memiliki seorang anak?"
Victoria menatap Kyuhyun dengan penuh tanya, "Aku tidak tahu" ucapnya setelah beberapa saat. "Sejujurnya aku tidak begitu menyukai jika aku mengetahui bahwa pria itu telah memiliki seorang anak. Bukan karena aku tidak menyukai anak-anak… aku menyukai mereka. Tapi, diumurku sekarang, aku ingin menemukan pria yang kelak akan menjadi suamiku dan di tahun pertama pernikahan kami, aku hanya ingin menghabiskannya berdua bersama dengan suamiku itu. Aku tahu hal itu sangat kolot tapi aku pikir semua wanita memiliki mimpi yang sama sepertiku"
"Aaahh… begitu…"
"Uum… bolehkah aku tahu mengapa kau menanyakan hal itu?"
Kyuhyun melihat Victoria yang menatapnya penuh rasa ingin tahu, ia sedikit tersenyum sebelum ia berpaling sekali lagi, "Aku sudah memiliki seorang anak perempuan"
Mata Victoria melebar setelah ia mendengar ucapan Kyuhyun. Dia sama sekali tidak tahu bahwa Kyuhyun telah memiliki seorang putri dan Heechul juga tidak pernah bercerita tentang hal ini sebelumnya. Dia melihat pangkuannya, dia menyesali apa yang ia katakan sebelumnya. Jika dia tahu bahwa Kyuhyun adalah seorang ayah maka dia tidak akan mengatakan hal seperti itu tadi.
"Tapi Kyuhyun-ssi…" ucap Victoria sambil menatap Kyuhyun penuh harap, "Jika itu kau, aku bisa––"
Mengetahui apa yang akan diucapkan oleh Victoria, Kyuhyun segera memotong ucapannya, "Tidak, Victoria-ssi. Seperti yang kau katakan sebelumnya. Mimpimu adalah untuk menghabiskan tahun pertama pernikahanmu berdua dengan suamimu dan aku tidak bisa menghancurkan mimpimu begitu saja"
"Tapi Kyuhyun-ssi…. Aku tidak apa-apa jika orang itu adalah kau. Mungkin… jika aku lebih mengetahui tentang putrimu, aku bisa mencintainya sebesar aku mencintaimu" katanya dengan terburu-buru namun setelah beberapa saat, ia menggigit bibir bawahnya saat ia menyadari apa yang telah diucapkannya tadi.
"Aku sangat berterima kasih karena kau telah mencintaiku dan ingin lebih mengetahui tentang putriku tapi…" Kyuhyun menatapnya dengan penuh penyesalan, "Maafkan aku tapi aku tidak bisa" ia bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu keluar. Saat ia akan membuka pintu itu, ia kembali membalikkan badannya dan sedikit membungkukkan badannya, "Maafkan aku" ucapnya sambil meninggalkan ruangan itu.
Victoria menatap pintu yang telah tertutup dengan air mata yang mengalir di wajahnya. Dia menatap pangkuannya dan mencengkram ujung dress-nya dengan erat, "Tapi aku sudah jatuh cinta kepadamu… Kyuhyun-ssi"
.
ooo
.
Jinri bahagia hari ini.
Tidak.
Dia sangaaaaaaat bahagia.
Ayahnya tidak melanggar janjinya.
Saat Jinri membuka matanya pagi tadi, dia dapat melihat ayahnya tersenyum lembut kepadanya dan menyuruhnya untuk segera bangun karena ia harus berangkat ke sekolah.
Jinri sangaaat bahagia.
Saat ia menyadari bahwa ayahnya lah yang membangunkannya pagi itu, Jinri segera memeluk ayahnya dengan sangat erat dan mengatakan bahwa ia sangat mencintai ayahnya. Tindakannya itu membuat ayahnya tertawa dan mengacak rambutnya. Jinri sangat menyukai saat ia mendengar ayahnya tertawa karena hal itu berarti bahwa ia dapat membuat bahagia dan Jinri berjanji kepada dirinya, ia akan selalu membuat ayahnya bahagia karena jika ayahnya bahagia maka Jinri juga akan sangat bahagia.
"Maafkan daddy, Jinri-ah" ucap Kyuhyun saat ia menjalankan mobilnya, "Daddy lupa membawakan seragammu hari ini"
"Tida apa-apa, daddy~ Yoona-ssaem sangaaat baik, jadi aku yakin Yoona-ssaem tidak akan marah"
Kyuhyun tersenyum dan membelai rambut putrinya itu, "Kau tahu daddy sangat mencintaimu, bukan?"
"Eung! Aku juga sangaaaaaat mencintai daddy!"
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi mereka untuk sampai di SM Kindergarten. Jalanan yang kosong dan jarak antara rumah orang tua Kyuhyun dan sekolah Jinri yang cukup dekat membuat mereka sampai dengan cepat. Jinri segera melompat keluar dari dalam mobil setelah Kyuhyun memarkirkan mobilnya. Seperti biasa, Kyuhyun akan mengantarkan putri kecilnya itu ke kelasnya. Tindakan ayahnya itu membuat Jinri mengerucutkan bibirnya dan mengatakan bahwa ia bisa pergi ke kelas sendiri.
"Aku ingin berbicara dengan gurumu, Jinri-ah" Kyuhyun selalu memberikan alasan yang sama setiap harinya namun Jinri sama sekali tidak mencurigai hal itu. Senyum manis terkembang di wajah Jinri saat ayahnya membelai rambutnya dengan penuh kasih sayang.
Saat mereka sampai di kelas Jinri, Kyuhyun segera menjelaskan tentang seragam Jinri kepada Yoona. Setelah mendengar semuanya, Yoona hanya tersenyum, "Tidak apa-apa Kyuhyun-ssi. Jinri boleh mengikuti pelajaran hari ini walaupun tidak menggunakan seragam" ucapan itu berhasil membuat Kyuhyun menghela nafas lega. Setelah berpamitan dengan putrinya, Kyuhyun pergi meninggalkan sekolah putrinya itu.
Yoona berjalan memasuki kelas bersama dengan Jinri yang berjalan di belakangnya. Jinri segera duduk di bangkunya saat ia melihat gurunya akan memulai pelajaran hari ini. "Anak-anak~~" mulai Yoona setelah ia menuliskan beberapa kata di papan tulis, "Tahukah kalian kalau bulan ini adalah bulan untuk keluarga?"
Murid-murid Yoona saling berpandangan sebelum akhirnya meganggukkan kepala mereka, "Ne Seonsaengnim!"
"Dan minggu depan kita akan mengadakan pertemuan antara guru dan orang tua, bukan?"
"Ne!"
"Bagaimana jika kita membuat kejutan untuk orang tua kalian?"
Seluruh murid memandang wajah gurunya yang tersenyum bahagia. "Aku mau!" teriak mereka sambil mengacungkan tangannya.
Yoona menepuk tangannya dua kali untuk menarik perhatian seluruh muridnya, "Okay! Untuk hari ini seonsaengnim ingin kalian untuk membuat hadiah untuk orang tua kalian. Banyak yang harus kita kerjakan tapi kalian tidak perlu khawatir karena seonsaengnim ada disini untuk membantu kalian, okay?"
"Ne!"
"Seonsaengnim!" teriak salah satu muridnya, "Aku ingin membuat pesawat terbang, boleh?"
"Tentu saja! Kalian boleh membuat apapun yang kalian inginkan!"
Yoona tersenyum saat ia menatap muridnya satu per satu. Murid-muridnya sedang berpikir dengan keras tentang hadiah yang akan mereka berikan untuk orang tua mereka. Dia juga dapat melihat beberapa murid yang sudah mulai membuat hadiah mereka. Yoona duduk di kursinya dan terkadang berkeliling kelas untuk mengetahui apa yang dibuat oleh muridnya.
Menjelang waktu makan siang, seorang guru datang ke kelasnya dan mengatakan bahwa kepala sekolah ingin bertemu dengannya. Yoona memberitahu murid-muridnya bahwa ia harus pergi ke ruang kepala sekolah namun akan kembali secepat mungkin sebelum meninggalkan ruangan bersama dengan guru yang menjemputnya tadi.
Jinri sedang duduk dengan tenang di kursinya. Ia sedang menggambar ayah dan ibunya karena ia pikir ayahnya akan sangat menyukai hadiahnya itu. Ia sedang menggambar dengan sangat semangat ketika seseorang berdiri di depan mejanya, "Apa yang kau buat?" tanyanya.
Jinri melihat Hyunwoo yang menatapnya dengan penasaran, "Aku menggambar daddy dan mommy-ku"
"Mommy-mu?" Jinri menganggukkan kepalanya. Dia baru saja akan melanjutkan gambarnya saat ia mendengar ucapan Hyunwoo yang membuatnya bersedih, sangat sedih, "Tapi kau tidak punya mommy kan?"
Jinri berusaha untuk menahan air matanya. Dia masih ingat ucapan ayahnya yang mengatakan bahwa ibunya akan sedih jika melihat Jinri bersedih. "Punya" bisiknya.
"Dimana? Aku tidak pernah melihat mommy-mu sama sekali"
"Aku tidak bisa melihatnya tapi daddy bilang mommy selalu bersamaku"
"Aaaahh… itu sama saja dengan tidak punya mommy"
"Aku punya!"
"Tidak!"
"Kubilang punya ya punya!" teriaknya dengan sangat keras. Air mata mulai mengalir dari matanya. Dia tidak dapat menahan air matanya itu. Mendengar ucapan Hyunwoo tentang ibunya membuat hatinya sakit.
"Jika kau punya mommy mengapa aku tidak pernah melihatnya?! Mengapa dia tidak pernah mengantarmu ke sekolah setiap hari?!"
"Karena mommy-ku berada di surga!"
"Sama saja! Kau tidak punya mommy!"
Jinri tidak tahan lagi, dia mendorong Hyunwoo dengan keras dan berlari dari kelasnya. Air mata jatuh dengan bebas dari matanya. Dia tidak bisa melihat kemana ia pergi tetapi ia terus berlari. Jinri tidak mau kembali ke kelasnya. Dia tidak ingin bertemu dengan Hyunwoo lagi. Jinri membencinya! Jinri membencinya karena Hyunwoo selalu mengatakan bahwa ia tidak memiliki mommy. Apakah itu salahnya jika ibu Jinri tidak bersamanya? Salahnya jika ia hanya memiliki seorang ayah? Salahnya jika ibunya sekarang berada di surga?
Jinri merasakan kakinya melemas dan membuatnya terjatuh. Dia tidak peduli jika orang lain melihatnya dengan aneh. Dia menangis dengan keras. Dia tidak pernah mengatakan kepada ayahnya tapi perasaan ini membuatnya sangat sesak. Saat ia melihat teman-temannya diantar oleh ibu mereka, Jinri juga ingin diantar oleh ibunya. Jinri ingin ibunya membuatkannya bekal. Dia ingin ibunya bercerita saat ia akan tidur. Ia ingin ibunya memeluknya saat ia bersedih. Ia ingin bermain bersama ibu dan ayahnya.
Jinri hanya ingin ibunya untuk berada disini!
Bersama dengannya!
Jinri semakin menangis dengan keras. Memikirkan segala hal yang ingin ia lakukan bersama dengan ibunya membuatnya semakin sedih. Ia tidak pernah menceritakan ini kepada ayahnya karena ia tidak ingin ayahnya menjadi sedih. Ia ingin melihat ayahnya bahagia. Ia tidak suka jika melihat ayahnya bersedih, terutama ketika ia bertanya kepada ayahnya mengapa ibunya tidak ada bersama mereka. Mengapa mereka selalu pergi ke sebuah makam saat hari ibu bukannya pergi ke suatu tempat bersama ibunya.
Semua hal itu membuat Jinri pusing. Kepalanya sangat pusing hingga ia tidak bisa melihat apapun. Namun kemudian ia dapat merasakan kehangatan di tubuh dinginnya sebelum ia pingsan.
Saat sadar, Jinri masih bisa merasakan kehangatan yang ia dirasakan sebelumnya. Ia sedikit membuka matanya. Sulit sekali untuk membuka matanya namun ia berhasil untuk membukanya sedikit. Semuanya terlihat sangat kabur. Jinri mengerjapkan matanya dua kali namun hasilnya masih sama.
Pandangannya masih sangat kabur.
Dia dapat melihat kemeja pink. Dia mencoba untuk melihat wajah orang yang memeluknya. Walaupun semuanya terlihat kabur tapi Jinri dapat merasakan matanya sedikit melebar sebelum senyum bahagia terkembang di wajah pucatnya. Dia merapatkan dirinya ke tubuh orang itu sebelum ia membiarkan kelelahan membawanya ke alam mimpi.
'Mommy…'
.
TBC
Author Q&A
Q: Ini cerita yaoi?
A: Iyaaaaaaaa
Q: Kapan Sungmin muncul?
A: Tuuuuh udah muncul, walaupun masih implisit hehehehehe
Q: Kapan Kyumin ketemu?
A: Kasih tau ngga yaaaaaaaa hehehe tenang aja bentar lagi kok. Kyumin ketemunya di chapter 5 hehehe (masih lama! ditimpuk pake batu kali)
Q: Kenapa Sunny?
A: Berdasarkan pemikiran dan keputusan author serta keputusan Kyuhyun sebagai mempelai pria saat itu maka diputuskan bahwa Sunny-lah yang beruntung untuk menjadi ibu dari Jinri hehehhehehehe agak bingung juga jawab pertanyaan ini karena ga ada alasan khusus. Asalnya mau bikin Seouhyun yang jadi ibunya Jinri cuma karena aku juga ga terlalu suka sama pairing Seokyu jadi aku milih Sunny. Lagian buat fic ini, aku juga nyari idol cewek yang wajahnya agak mirip Sungmin dan aku pikir sekilas Sunny agak mirip sama Sungmin. Inget ya readers, sekilas loooh hehehe
Q: Kirain plagiat. Kapan update?
A: Ngga kok hehehe aku emang bikin versi bahasa Inggris-nya juga walaupun belum aku lanjutin lagi. Iyaa aku upload juga disini cuma beda bahasa hahahaha. Update yang versi mana nih hehehe? kalo yang versi bahasa Indonesia-nya udah aku lanjut niiiiih kalo yang versi bahasa Inggris-nya kayanya nunggu sampe aku beres translate fic ini ke bahasa Indonesia hehehe biar berjalan beriringan gituuuuu.
Q: Ga bisa buka link LJ
A: Sorry banget, kemaren ada yang kelupaan hehehe maklum udah tua hahaha. Ini link-nya [fumiyo92 . livejournal . com \ 32682 . html] spasinya diilangin terus tanda \ diganti sama /.
.
ooo
.
Author Note
Maaf buat readers semua yang ga login waktu review bagian prolog karena ga aku masukin ke special thanks-nya. Aku baru tau ada moderate reviews jadi review kalian baru aku baca beberapa hari yang lalu tapi makasih yaaaaa udah mau review... buat semuanya yang udah review makasih jugaaaaa. Review kalian bikin aku termotivasi buat ngelanjutin fic ini hehehehehe maaf juga karena review kalian gabisa aku jawab satu-satu (membungkukkan badan).
Buat yang punya pertanyaan boleh ditanyain langsung kok nanti bakal aku jawab di Author Q&A selanjutnya.
Aku tunggu review-nya dari kalian semua yaaaaaaa kritik dan saran juga boleeeh ^^
Sampai jumpa di chapter depan!
See yaaa (wave hand and vanish like a ninja).
Special thanks:
Sitapumpkinelf, , LiveLoveKyumin, TifyTiffanyLee, Love Kyumin 137, abilhikmah, sissy, aegyanda jannah, skyblue phoenix, Cho Kyumin, kyumin lvoe, ming baby, 5351, chominhyun, guest dan semua readers yang udah baca fic ini.
