Buat yang udah coment,, makasih atas masukaannya..
Sebelumnya saya mau jelaskan,, untuk semua pertanyaannya..
Cerita ini emang terinspirasi dari Naruto karya Masashi Kishimoto dan Inuyasha karya Rumiko Takahashi,, tapi cerita ini tidak berpatokan sama Inuyasha,, ini fanfic tentang Naruhina,, bukan Inuyasha & Kagome,, memang ada beberapa kesamaan di sini misalnya seperti saat jatuh ke sumur dan kata-kata yang bilang pakaiannya terlihat aneh atau wajahnya yang mirip,, tapikan tidak semuanya sama..
= Bagi yang masih mau baca fanfic ini silahkan,, dan bagi yang tidak suka harap maklumi,, karena ini fanfic pertama saya..
Okeee langsung ajha ke cerita selanjutnya..
Dibawah Langit..
Sesampainya di tujuan Hinata sangat antusias melihat pemandangan yang ada di halaman sekitar tempat itu. " silahkan masuk nona " kata ninja tersebut. Hinata pun masuk kedalam rumah tersebut, mengamati ruangan rumah itu dengan serius, seakan terbius dengan nuansa khas jepang zaman dulu. Sampai ia terhenti di depan sebuah ruangan, tepatnya sebuah kamar. Karena penasarannya dia dengan kamar tersebut, dia pun membukanya. Belum sempat dia masuk, seseorang memanggilnya. " Nona, bukan di situ tempatnya " kata ninja yang tadi mengantar Hinata. " oohh" jawabnya simpel. Kemudian shinobi tersebut mengantar Hinata ke ruangan yang di maksud. " akhirnya kau datang juga " sahut seseorang dari dalam ruangan tersebut. " Dia siapa ? " tanya Hinata. " Dia adalah pemimpin dari klan Hyuga, dia adalah Ayah nona ". Hinatapun kemudian masuk dan seseorang yang dari tadi menunggu Hinata di ruangan tersebut menuangkannya secangkir teh, tanpa ragu Hinata meminum teh tersebut. " Aku sudah dengar tentangmu dari Ame, aku tidak percaya kau masih hidup Hinata " kata seseorang yang ternyata adalah Ayah dari Hyuga Hinata. " kenapa ? sepertinya Ayah tidak percaya kalau aku masih hidup " tanya Hinata. " aku hanya bingung, bagaimana seseorang yang telah meninggal secara tragis didepan mataku sendiri " jelasnya. " entahlah, yang kurasakan saat itu terasa gelap " terang Hinata yang mencurigakan. Sementara ayah Hinata berusaha mengintrogasinya, Hinata berusaha untuk tetap terlihat santai saat ia menjelaskan semuanya. Singkat cerita Hinata di perbolehkan keluar dari ruangan dan diapun diperbolehkan untuk tinggal di rumah kediaman Hyuga, dia juga mendapatkan pakian baru dengan atasan sweater berwarna lavender dan bawahan rok mini berwarna biru muda. Dengan segera Hinata mandi dan memakai pakaian barunya itu.
Hari-hari berlalu, ayah Hinata yang mengetahui bahwa Hinata tidak bisa menguasai semua teknik dari klan Hyuga seakan tidak percaya. " Bagaimana bisa seorang putri dari klannya tidak menguasai ilmu ninja yang pernah di dapatnya, lalu kemana saja dia selama ini. Ini mencurigakan, apa karena ingatannya bahwa dia seorang shinobi telah di hapus, sehingga dia tidak mengetahui jurus-jurus ninja" batin Ayahnya bertanya-tanya. Hinatapun berusaha menjelaskan kebohongan itu dengan sempurna, sehingga ayahnya percaya. " ma'af Hyuga, aku membohongimu, aku bukanlah Hyuga Hinata, dan aku juga bukan klan Hyuga. Aku adalah Fugiya Hinata, Tuhan, ma'afkan aku " batin Hinata lirih. Ayah Hinata pun memutar otak, dan dia menyuruh Hinata mengikuti pendidikan kilat, dengan cara nyawa sebagai taruhannya. Yaa, cara itu digunakan agar Hinata dapat menguasai teknik yang di ajarkan padanya, karena jika tidak, pasti Hinata tidak mau belajar teknik-teknik seorang ninja. Ditengah latihannya Hinata mengingat keluargaya, dan dia seakan tidak percaya bahwa pada akhirnya dia akan menjadi seorang ninja, dia juga mendadak teringat dengan Naruto, seseorang yang menabraknya di rumah sakit itu. " huuuffthh, apa-apaan sih aku ini ? kenapa tiba-tiba ingat laki-laki itu ya ? mm.. siapa dia ? seperti mirip dengan seseorang yang pernah aku lihat, tapi apanya ya yang mirip ? isshh.. astagaaa,, aku baru ingat kalau dia mirip dengan orang yang pernah datang di mimpiku, huuh ! kenapa aku baru ingat,, :p " pikir Hinata dalam hati.
Beberapa bulan setelahnya Hinata mampu menguasai beberapa teknik dasar seorang ninja seperti ninjutsu bayangan dan menggunakan shuriken dengan tepat sasaran, meskipun di dunia modern ini merupakan hal yang mustahil untuk Hinata menggunakan chakranya, tapi disini hal yang mustahil bisa jadi nyata bahkan akhir-akhir ini dia sangat di kejutkan bahwa dia mampu menggunakan byakugan. Akhir-akhir ini Hinata sering di sibukkan dengan latihan yang membuatnya merasa lelah. Saat istirahatpun tiba, dia memutuskan untuk jalan-jalan sebentar, " huuuhh,, ini yang aku tunggu-tunggu bisa mengelilingi desa" sementara itu berita tentang kembalinya putri Hinata telah menyebar luas, sehingga warga yang melihat Hinata dapat langsung mengenalinya. " ini desa yang indah " puji Hinata sambil berteriak. Ditempat lain Naruto sedang bersantai di sebuah taman saat selesai mengerjakan misinya, di tengah lamunannya dia tersadar bahwa ada seseorang yang berdiri didekatnya, " kita bertemu lagi Hinata " kata Naruto. " bagaimana kau tahu namaku ? " Hinata tersentak kaget . " apa kau lupa denganku " tanya Naruto padanya. " bukannya aku lupa, aku memang tidak kenal denganmu " batin Hinata tersenyum. " kenapa diam ? " tanya Naruto penasaran. " emmhh,, kau sudah mendengar cerita yang beredar tentang diriku kan ? aku sudah lama tidak berada di desa ini, 7 tahun lalu, seseorang membawa tubuhku yang sekarat pergi jauh dari tempat ini, dan beberapa ingatanku telah terhapus " jelas Hinata serius. " begitu ya " jawab Naruto kecewa. Percakapan merekapun berlanjut, hingga petang menyambut dan akhirnya merekapun pulang. Sesampainya dirumah Hinata sibuk membuka sebuah kotak milik Hyuga Hinata, dia melihat didalamnya terdapat foto Hinata dengan Naruto, kening Hinata berkerut tanda penasaran apa yang terjadi sebenarnya antara Hinata dengan Naruto, hingga dia membalikkan foto itu dan menemukan sebuah tulisan di belakangnya " Gugur daun menghiasi pagi hari ini, cahaya biru dari matanya bagaikan memberi semangat baru untukku, setiap senyum yang terukir di wajahya adalah kehidupanku. Matahari pun iri melihat semangatnya yang tak pernah surut, entah sampai kapan aku akan mengaguminya, Naruto". Kini Hinatapun tau kalau sebenarnya Hyuga Hinata mengagumi Naruto. " Apa-apaan ini ? ternyata dia juga mengaguminya ? benar juga sih, siapa yang tidak kagum padanya, dia kan tampan " gerutu Hinata.
To be continued..
Next Chapter 4..
