Jongin menatap monggu yang sedang makan dengan lahap dengan pandangan kosong. ia tidak tahu apa yang diberikan oleh si dokter cantik hingga anaknya bisa kembali seperti ini. yang jelas ia disuruh oleh perawat Byun mencampurkan bubuk itu dalam makanan anaknya.

apa dokter itu memiliki sihir untuk menyelamatkan anakku? ah mungkin saja, wajahnya saja secantik peri. bisa jadi dia benar benar peri yang sedang menyamar menjadi manusia. ah.. seandainya saja peri itu bisa menjadi milikku..batin jongin absurd sambil terkikik geli dengan imajinasinya yang mulai menjalar kemana mana.

perkataan Sehun di telfon tadi kembali terngiang di fikirannya.

"m-mwo?! kau sedang sakit atau apa?" seru Sehun heboh di seberang sana.

"aku serius Hun! rasa rasanya aku takkan bisa hidup dengan tenang sebelum menciumnya!" ucap Jongin frustasi. "ada apa denganku?"

"aku tidak percaya ini" terdengar suara sehun yang tertawa terbahak bahak membuat Jongin mengerutkan dahinya, kesal. "Kim Jongin yang selama delapan belas tahun hidupnya hanya diisi dengan belajar dan dance ingin mencium seseorang?! akhirnya buddy! kufikir kau akan mengencani salah satu bukumu itu"

"stop it, Hun! aku butuh saranmu, bukan ejekanmu." Jongin bersumpah ia sedang membayangkan dirinya menggelitiki Sehun sampai ia mati tertawa dalam fikirannya.

"baik baik. jadi aku butuh penjelasanmu dulu. kau menyukai siapa? yang jelas kurasa bukan gadis di sekolah kita karena selama ini kau tak pernah tertarik pada mereka. atau kau menyukai seorang pria?" Sehun kembali tertawa terbahak bahak membuat Jongin mencengkram ponselnya erat, menahan emosinya. anak ini menyebalkan sekali, awas saja. takkan kurestui ia bersama Lu noona, itupun kalau noona mau padanya, batin Jongin.

"Oh Sehun, that's should be the last time I heard you making fun of me, or you'll find Lu noona see your precious-embarassing picture. you got it?"

"oh man dont do that, okay I'm done with it. kau emosian sekali" Sehun berdehem pelan mencoba meredakan tawanya yang masih tersisa. "so? ceritakan padaku."

"she's actually a girl. in fact that she's really like the most beautiful creatures that i've ever seen."

"hmm.. jadi apa yang kau tunggu? dekati saja dia. kufikir takkan susah dengan pesona yang kau miliki-ekhm sorry to say but yeah banyak gadis yang tertarik padamu bukan? " jawab Sehun enteng.

"tapi aku tak bisa bersikap dengan benar dihadapannya. aku sungguh grogi dan jantungku berdebar sangat keras hingga membuatku tak bisa berfikir dengan jernih."

"itu tandanya kau sedang jatuh cinta, seperti apa yang kurasakan pada Lulu noona."

"jatuh cinta? like really?"

"yeah." jawab Sehun. "be a confident man, Kim. tanyakan nomer ponselnya dan ajak dia jalan."

"but-"

"tuan Kim" perkataan Jongin terpotong oleh seseorang yang memanggilnya. perawat Byun, lagi lagi dia, Jongin mendengus kesal.

"hun i'll call you later" ucap Jongin seraya mematikan sambungan di ponselnya.

teringat kejadian di rumah sakit tadi, membuat Jongin mengacak rambutnya frustasi-untuk yang kedua kalinya hari ini-salah kan kegugupannya yang bukannya menanyakan nomor ponsel, atau bahkan nama dokter itu namun malah kabur setelah menerima obat dan monggu dalam dekapannya.

sial.

Kim Jongin tidak pernah bertingkah seabsurd ini sebelumnya.

yah, karena ia tidak pernah jatuh cinta. he never do.

Dan kali ini ia benar benar terperosok jatuh kedalam pesona that fairy-beauty-living-thing itu untuk pertama kalinya.

Oh man, jika ia seorang dokter, berapa jauh beda umur Jongin dengannya? apa ia sudah punya kekasih? atau...malah sudah menikah?!

memikirkan hal itu membuat Jongin menjedukkan kepalanya kedinding.

.

Kyungsoo membalikkan tubuhnya gelisah, sudah dua jam dia berbaring di ranjangnya dan sampai saat ini ia tidak berhasil memejamkan matanya. biasanya ia akan tertidur dengan cepat sehabis pula dari shift prakteknya, hhh jelas sekali ada yang mengganggu fikirannya. apalagi kalau bukan namja aneh yang datang ke rumah sakit tadi membawa poodle nya yang masuk angin karena terlambat diberi makan. tapi bukan itu masalahnya, yang membuat Kyungsoo bingung adalah sikap namja itu terhadapnya.

Kyungsoo tersentak kaget, tiba tiba mendudukkan tubuhnya dan berjalan cepat menuju cermin besar yang berada di kamarnya. mengusap wajahnya dan memperhatikan setiap inchi kulitnya-dia sudah melakukan ini tiga kali semenjak pulang dari rumah sakit-terdiam beberapa menit sembari terus mencari kesalahan pada wajahnya. tapi nihil, wajahnya tak tampak berbeda dari biasanya. hanya saja pipinya sedikit berwarna kemerahan.

ah, mungkin karena cuaca yang mulai dingin, batinnya menyimpulkan.

Kyungsoo menatap bayangannya di cermin dengan pandangan bingung lalu bergumam pelan, "apakah wajahku sejelek itu sampai sampai ia begitu takut padaku?" ia mendesah keras dan kembali menuju ranjangnya, mencoba untuk tidur dan melupakan bayang bayang seorang namja yang terusun bermunculan di otaknya.

.

minggu pagi. Jongin memutuskan untuk mengajak monggu jalan jalan di taman dekat apartementnya, lagipula ia butuh sedikit olahraga. mungkin jogging bukan hal yang buruk, fikirnya.

jika Luhan melihat ini, mungkin ia akan mengerutkan keningnya, bingung akan tingkah Jongin yang tumben tumbennya mau bangun pagi, apalagi dihari libur seperti ini. sayangnya, Luhan tidak melihatnya dan tidak tahu kalau Jongin tiba tiba punya firasat yang bagus untuk berolahraga pagi ini.

Jongin memasang headphone dengan volume sedang lalu berlari lari kecil mengitari taman yang memang dikhususkan untuk berolahraga dengan monggu yang berlari senang didepannya. Poodle itu berlari dengan lincah dan menggonggong lucu membuat Jongin terkekeh pelan melihatnya. beberapa hari setelah kembali dari rumah sakit, keadaan monggu sudah kembali seperti sedia kala. Jongin lagi lagi berterimakasih dalam hati kepada dokter peri pujaannya. ah..sudah berhari hari namun wajah cantiknya enggan lenyap dari fikiran Jongin.

sedang asyik asyiknya melamun, tiba tiba Jongin dikagetkan oleh monggu yang berlari sangat kencang hingga tali pegangannya mengencang dan tubuh Jongin terdorong kedepan.

"Monggu-ya! kau terlalu bersemangat!" seru Jongin yang berusaha menyamakan langkahnya dengan tempo poodlenya itu. duh dasar anaknya ini sangat hiperaktif.

tiba tiba monggu berhenti mendadak dan membuat Jongin menunduk mengatur nafasnya. sudah lama tidak berolahraga membuatnya sesak juga. berlari beda dengan dance, batinnya.

"guk! guk!" monggu menggonggong dengan ceria namun Jongin tidak mengindahkannya. ah, palingan ia melihat anjing betina yang cantik. lebih baik sekarang Jongin mencari bangku untuk beristira-

"tuan Kim?"

suara lembut itu membuat dada Jongin berdesir pelan. ia tahu betul suara milik siapa ini, memang baru bertemu sekali, namun suara ini terus terekam dalam otaknya.

suara yang begitu indah bagai nyanyian surga.

Jantung Jongin bergemuruh cepat. ia sontak mendongakkan kepalanya dan mendapati...

bukan, bukan anjing betina cantik yang dilihat oleh Monggu, melainkan..

that beautiful-living-thing..

that fairy faces yang membuat Jongin tidak tidur nyenyak berhari hari..

"dokter Do.."

.

tbc

maka terekspos lah siapa anak jongin disini lol

yang bilang jongin duda..pfft maaf saya gak kepikiran sampai kesana malah xD

bye bye!

ltmsjh